Skip to main content

Temani Travellingmu Dengan Natur Hair Mask Hair Nutrive Treatment with Aloe Vera Extract


Cung siapa yang hobbynya travelling? Naik gunung? Blusukan di hutan?Atau main ke tempat yang bersalju? Hayo pada ngaku pada ngalamin kan ga mandi berhari-hari hehhe….
Udah biasa sih sebenarnya kalau naik gunung pasti bakalan ga mandi (tapi tetep bersih-bersih ko, cuman memang ga keramasan aja, ya iyalah di gunung yang ada air cuman buat minum aja heheheh)

Nah kalau ga mandi itu impact-nya pasti rambut kita jadi lepek kan? Padahal duuuuh cewek tuh ga bakal pede kalau rambutnya lepek, secara ya rambut itu mahkotanya buat kaum hawa, termasuk aku loh. Kalau rambutnya dah lepek gitu pedenya beneran hilang, merasa rusak tuh moodnya sepanjang hari. Salah satu cara ngakalinnya adalah sebelum berangkat travelling misalkan naik gunung gitu shampoan dulu yang bersih plus pakai hair mask yang tahan lama, kebetulan kan di gunung jarang berdebu ya biasanya pakai hair mask gitu lumayan tahan bikin rambut ga lepek untuk beberapa hari, jadi tetep pede aja pas photo-photo heheheh…….
nah pengen tahu hair mask yang rekomended untuk menemani travellingmu?



salah satu produk yang didapat, Shampo Natur
Pict by Agi

Check it out…

Mendapat undangan lewat group WA untuk ikutan review produk Natur bersama teman-teman Blogger Jogja, seneng banget, kebetulan sempat pakai shampoonya yang anti rontok, cukup membantu mengurangi kerontokan rambut hitamku J

Tapi kali ini reviewnya tentang Natur Hair Mask Hair Nutrive Treatment with Aloe Vera Extract, yang merupakan salah satu varian baru dari rangkaian perawatan rambut yang dikeluarkan oleh Natur. Acaranya berlangsung di Bong Kopi Town, Sagan, Yogyakarta dengan dresscode-nya black with touch of gold, wow warna fav aku banget ini sih….

Acara dibuka oleh Mba Wina sebagai Brand Activation dari Natur. Penjelasan tentang produk knowledge sangat detail, dapat ilmu baru niy bahwa selain pola asupan makanan, faktor lingkungan, tingkat stress, tentu saja rambut butuh nutrisi perawatan secara langsung, salah satunya adalah Natur Hair Mask Hair Nutrive Treatment with Aloe Vera Extract yang dapat menutrisi rambut temen-temen apalagi yang hobbynya travelling kayak aku, polusi udara tiap kota atau negara pasti berbeda-beda kan…….
Selain itu, ada Mba Indah Juli yang sharing tentang bagaimana cara mengelola blog, beliau blogger top Jogja yang merupakan salah satu co-founder KEB Jogja lohhh, seru kan udah dapat produk dapat ilmu pula J


Varian Produk
PT Gondowangi Tradisional Kosmetika Indonesia sebagai perusahaan yang memproduksi Brand Natur,  mengeluarkan 3 varian hair mask yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan rambut kita dan yang pastinya ketiganya wanginya udah ga kayak dulu lagi yang tajem banget, sekarang wanginya lebih lembut dan enak gitu fresh deh pokoknya.

1. Buat yang rambutnya suka rontok-rontok kayak rambut aku (efek thesis ga selesai-selesai niy hehehe – maaf pemirsah jadi curcol hehehe) sekaligusnya juga buat kesuburan rambut bisa pakai Natur Hair Mask Hair Fall Treatment Ginseng Extract.
2. Nah kalau teman-teman pengen menutrisi serta melembutkan rambutnya bisa pakai Natur Hair Mask Hair Nutritive Treatment with Olive Oil dan Vitamin E.
3. Tapi kalai pengen rambutnya lebih lembut (cocok buat rambut yang tebal di tiap helainya kayak aku) bisa pakai Natur Hair Mask Hair Nutritive Treatment with Aloe Vera dan Olive Oil.

Nah yang mana pilihanmu?


Kandungan Produk
Kandungan produk ini sangat penting pemirsah untuk dicek karena beberapa orang ada yang kurang cocok sama kandungan bahan di setiap produk, dan ini dia kandungan produk yang ada di Natur Hair Mask Hair Nutrive Treatment with Aloe Vera Extract: Water, Cetearyl Alcohol, Lauryl Glucoside, Behentrimonium Chloride, Cyclopentasiloxane, Aloe Barbadensis Extract, Olive (Olea Europaea) Oil, Fragrance, Centrimonium Chloride, Lanolin, Dimethiconol, Propylene Glycol, Guar Hydroxypropyltrimonium Chloride, Glyceryl Stearate, Panthenol, Lysine HCI, Glutamic Acid, Phenoxyethanol, Imidazolidinyl Urea, Cycloterasiloxane, Ceteareth-20, Ceteareth-12, Cetyl Palmitate, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate.



Manfaat Natur Hair Mask Hair Nutrive Treatment with Aloe Vera Extract
I love it for the first trial, honestly aku jarang banget pakai hair mask, hanya pas lagi ke salon aja biasanya, karena malas kalau dilakuin di rumah sendiri, berasa ribet gitu terus kadang hasilnya sama aja. Rambut aku ini tipe rambut yang tebel tiap helainya, jadi agak kasar dan ga semua produk hair mask bikin rambut aku jadi lembut tapi pas nyobain Natur Hair Mask Hair Nutrive Treatment with Aloe Vera Extract, padahal baru pertama kali langsung berasa banget halusnya, sukaaaa banget deh, nemu hair mask ini kayak nemu jodoh heheheheh, beneran jadi pengen usap-usap rambutnya.
Setelah kering sepanjang hari rambut berasa banget halusnya dan lembut, dan yang paling penting ga kusut dong, bahkan sampai pemakaian hari kedua udah sampoin masih tetep berasa halus dan lembutnya, saya gabung samponya dengan produk lain teman-teman.

Kandungan produknya memang berfungsi untuk menutrisi tiap helai rambut untuk menjaga kesuburan rambut, bikin rambut tampak tebal, halus, lembut, lembab serta mudah diatur. Cocok bangetlah dipakai di rambut aku.

Nah penasarankan, yuk cobain produknya, aku sih suka...... love bangeeeetttt

Comments

  1. wahh ituu mahh istri selalu pakaii itu mba, bagus juga buat perawatan rambuttt

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wisata Millenial ke Stonehenge Cangkringan

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia.

Gambar Stonehenge Cangkringan di Yogyakarta belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris.


Saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum pulang saya sempatkan tanya pada petugas karcis, untuk rute yang mudah lewat mana, petugasnya kasih dua alternatif jalan.




Tempat ini bisa dipergunakan jug…

Museum Ullen Sentalu, Museum Kerajaan Mataram

Museum Ullen Sentalu yang didirikan pada tahun 1994 ini, merupakan museum milik swasta yang ada di Yogyakarta. Pemiliknya Keluarga Haryono merupakan salah satu bangsawan di Yogyakarta dan merupakan seorang pembatik. Ullen Sentalu sendiri merupakan singkatan dari Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku yang artinya Lampu Blencong yaitu lampu yang digunakan saat pertunjukkan wayang kulit, yang secara filosofi maksudnya adalah petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.


Didalam museum ini menjelaskan beberapa sejarah tentang empat kerajaan yang berada di Solo dan Yogyakarta, yang terpecah menjadi Kasunanan Surakarta, Kadipaten Pakualaman Kesultanan Yogyakarta, dan Praja Mangkunegaran.

Benda-benda yang terdapat di dalam museum merupakan hibah dari kerajaan Solo dan Yogyakarta, seperti gamelan, kain dengan berbagai corak khas Yogyakarta dan Solo, tulisan-tulisan dari putri kerajaan Solo. Semua benda-benda tersebut merupakan peninggalan budaya dan peninggalan bangsawan Jawa …

Gereja Ayam dan Bukit Rhema, Gereja di Tengah Hutan

Dari Puthuk Setumbu, kami lanjutkan ke Gereja Ayam dan Bukit Rhema yang jaraknya tidak jauh masih dalam kawasan Bukit Menoreh, trekking sekitar 15-20 menit. Kondisi jalan saat itu sedikit basah, sepanjang jalan dikelilingi oleh hutan terbuka. Lokasi tepatnya berada di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah.



Destinasi ini juga menjadi salah satu tempat syuting film AADC, sehingga kemudian menjadi destinasi populer. Gereja Ayam ini terletak di Bukit Rema Borobudur, Gereja ini merupakan sebuah rumah doa, pada tahun 2000 sempat di tutup karena ditolak oleh warga namun ada juga yang bilang kalau biaya pembangunannya terlalu mahal. Namun kemudian pada tahun 2014 dibuka kembali namun beralih fungsi menjadi tempat wisata.

Dengan membayar Rp 10.000 per orang, wisatawan bisa masuk dan berkeliling gereja ini. Gereja Ayam ini sebenarnya bangunan yang diatasnya dibangun dengan desain awalnya adalah seekor merpati namun banyak orang menganggapnya sebagai seekor ayam. Sehingga terke…