Looking for My Article

30 January 2020

Pura Tirta Empul, Wisata Air Suci Di Kota Bali

Pura Tirta Empul adalah pura yang dibangun pada tahun 926 masehi, menjadikannya salah salah pura atau kuil kuno di Bali. Konon katanya pura ini dibangun sebagai persembahan untuk Dewa Air, Wisnu. Destinasi wisata yang berdekatan dengan Istana Kepresidenan Tampaksiring ini, terkenal dengan air sucinya yaitu Pancuran Pemandian Tirta Empul yang terdiri dari 14 pancuran yaitu tempat orang Hindu di Bali mencari penyucian. Tak heran jika namanya adalah Tirta Empul yang berarti mata air atau sumber air suci.

Masuk ke area wisata Pura Tirta Empul ini diwajibkan menggunakan kain dan selendang berwarna kuning, baik untuk perempuan ataupun laki-laki.  Selendang ini disediakan secara gratis dan pengunjung dipersilakan untuk berdonasi secara sukarela.

Setelah membeli tiket, pengunjung diarahkan ke tempat pemakaian selendang tepat di depan pintu masuk. Di depan tempat pengambilan selendang ini terdapat sebuah halaman yang cukup luas dan terdapat pohon besar yang membuat tempat ini begitu sejuk, dan banyak pengunjung yang mengambil foto di lokasi ini sembari antri untuk mendapatkan selendang.


Apa saja yang dapat dinikmati di destinasi wisata ini?

Berphoto didepan Pura dan Tempat Doa

Dari pintu masuk pura ini, kita akan melihat sebuah gazebo tempat pengunjung sekedar beristirahat duduk karena panas. Di area ini terdapat pura berukuran besar, namun tidak dibuka untuk umum tapi kita bisa berfoto di depan pintu masuknya.

Foto di depan pintu masuk ibadah
pict taken by Tami

Kita juga bisa mengambil beberapa foto di depan altar ibadah Pura Tirta Empul, tentunya meminta izin dahulu ya kepada petugas di sana.

Foto di depan pintu masuk ibadah
pict taken by Ipeh

Menikmati Istana Kepresidenan Tampaksiring

Di tempat wisata air suci di Kota Bali ini, terdapat sebuah istana kepresidenan. Lokasinya hanya belok kiri dari pintu masuk, kita akan melihat sebuah bangunan yang lokasinya lebih tinggi, yaitu Istana Tampaksiring yang dibangun setelah masa kemerdekaan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1950-an, dahulunya dibuka untuk wisatawan secara bebas, namun kemudian presiden Jokowi sering mengunjungi tempat ini, akhirnya resmi ditutup untuk umum.




Lokasinya persis di bersebelahan dengan pemandian Tirta Empul. Meskipun ditutup, jangan sedih kita masih bisa berfoto di tangganya yang instagramable dan memang unik buat berfoto.

Kolam Pemandian Tirta Empul

Lurus dari gazebo, inilah ikon dari tempat wisata di tempat ini, yaitu kolam pemandian Tirta Empul yang terdiri dari 14 pancuran dan dibagi dalam 2 kolam. Masing-masing pancuran dipercaya memberikan kebaikan yang berbeda-beda. Pengunjung yang hendak mandi dapat menyewa pakaian di dekat pemandian ini. Tempat wisata air suci di Kota Bali ini pada saat saya ke tempat ini tidak begitu ramai.




Di kolam ini pengunjung dilarang menggunakan sabun dan sampo. Pengunjung yang akan mandi harus mengantri dari pancuran pertama karena memang harus mandi di pancuran itu secara berurut. Ada satu pancuran yaitu pancuran nomor 9 harus dilewati.

Menikmati Komplek Pura Tirta Empul dan Melihat Sumber Mata Air

Dari Tirta Empul kita bisa langsung masuk ke tempat pura dan sumber mata air Tirta Empul. Bagi perempuan yang masuk ke area ini diwajibkan untuk mengikat rambutnya, tidak boleh ada yang digerai, aturannya seperti itu. Di area ini kita akan melihat beberapa pura yang sudah tidak digunakan lagi. Serta sumber mata air Tirta Empul yang konon katanya tidak pernah kering. Konon katanya mata air ini diciptakan oleh Raja Batara Indra sebagai penawar racun yang disebarkan oleh Mayadenawa.





Kolam Ikan Pura Tirta Empul

Di kawasan wisata ini juga tersedia sebuah kolam ikan yang cukup luas yang dapat dinikmati oleh wisatawan, letaknya dekat pintu keluar, sehingga sebelum keluar sempatkan duduk manis di bawah pohon di samping kolam ikan ini dan menikmati beberapa ikan yang berwarna-warni mulai dari yang berukuran kecil sampai dengan ikan yang berukuran besar sebesar paha orang dewasa.


Toko Cinderamata

Searah dengan kolam ikan menuju pintu keluar, di kawasan wisata air suci di Kota Bali ini wisatawan juga dapat menikmati dan membeli beberapa cinderamata khas Bali, berupa kerajinan tangan seperti gelang, tas serta makanan, dan kain-kain.

Alamat

Jl. Tirta, Manukaya, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali 80552

Fasilitas

Tempat pembelian tiket
Tourist information
Toilet
Warung/Mamin
Keamanan
Area parkir kendaraan roda 2 dan 4

Harga Tiket Masuk (HTM)

Dewasa Domestik Rp. 30.000,00
Anak-anak Domestik Rp. 25.000,00
Dewasa Mancanegara Rp. 50.000,00
Parkir Mobil Rp. 5.000,00
Parkir Motor Rp. 2.000,00

How to Get There/Rute

Bisa menggunakan motor dan mobil

Jam Buka dan Tutup

Buka pukul 08.00 WITA
Tutup pukul 18.00 WITA

Waktu kunjungan terbaik

Lakukan saat weekday agar tidak terlalu ramai dan jangan berkunjung di musim hujan.

20 January 2020

Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), Patung Tertinggi Ketiga di Dunia

Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana (Garuda Wisnu Kencana Cultural Park) atau disingkat dengan GWK menjadi salah satu destinasi wisata populer di Bali saat ini bahkan sudah menjadi ikon utama Bali. Wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara menjadikan GWK sebagai salah satu list yang wajib dikunjungi. Nama Garuda Wisnu Kencana (GWK) diambil dari Dewa Wisnu yang dikenal sebagai Dewa Pemelihara dalam agama Hindu yang mengendarai burung Garuda.




Mahakarya anak bangsa I Nyoman Nuarta yang berkolaborasi dengan Arkitekton Lima serta bekerjasama dengan PT Alam Sutera Realty Tbk ini mempunyai tinggi 120,9 meter (versi web GWKbali.com) dan lebar 64 meter, mengalahkan Patung Liberty di Amerika Serikat yang menjadi ikon dunia yang hanya 93 meter.


Ada yang tahu berapa biaya untuk membuat patung Garuda Wisnu Kencana (GWK)? 450 milyar, yah 450 miliar dana yang dihabiskan untuk membuat patung ini, wow sekali ya, berbanding lurus keberadaanya yang mengharumkan nama Indonesia, karena masuk dalam deretan pemilik patung tertinggi di dunia, yaitu ketiga versi idntimes.com setelah Statue of Unity (182 meter) di India dan Spring Temple Buddha (128 meter) di China.




Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang berada di tanah seluas 60 ha ini diresmikan langsung oleh presiden pada tanggal 22 September 2019 lho dan resmi dibuka untuk umum. Lumayan menunggu lama juga ya, sejak pembuatannya dari tahun 2013 dan katanya patung ini diinisiasi pencetusannya sejak tahun 1990 oleh Joop Ave yang saat itu menjabat sebagai Menteri Parpostel.

Dari area parkir kendaraan, disediakan shuttle bus secara gratis guys untuk menuju loket pembelian masuk ke taman budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK). Dari pintu masuk lokasi patung tinggi ini masih jauh, tapi jangan khawatir, ada kendaraan sejenis mobil golf atau sepeda yang bisa kita sewa untuk menuju tempat ini sesuai dengan kebutuhan waktunya, mulai dari 30 menit – 1 jam dengan harga yang bervariasi. Pintu masuk destinasi wisata ini juga sudah cukup canggih, dari tiket masuk yang sudah kita beli,  terdapat barcode untuk membuka pintu masuk ke semua area wisata yang ada didalamnya.








Saat kita keluar tangan kita akan dicap oleh petugas, capnya tidak terlihat tapi jika dilihat di bawah sinar pendeteksi, akan terlihat sebuah hologram, dan kita bisa balik lagi di hari yang sama dengan menunjukan cap tersebut.


Cap hologram jika kita keluar dari GWK dan boleh kembali lagi di hari yang sama


Apa saja yang bisa dinikmati saat ke Garuda Wisnu Kencana (GWK)?


Plaza Kura-kura

Beberapa meter dari pintu masuk terdapat sebuah kolam bening kehijauan, lokasinya memang tidak begitu luas tapi terdapat beberapa spot photo yang ciamik untuk selfie ataupun wefie. Nah, berdasarkan kepercayaan di sana, kalau kita melempar koin ke kolam tersebut dengan posisi badan membelakanginya serta dengan mata tertutup dan sebutkan keinginanmu akan dikabulkan secepatnya jika koin yang kamu lemparkan dekat dari tubuh kamu, jika kamu melempar jauh ke belakang katanya doanya lama dikabulkannya. Ini balik lagi ke kepercayaan masing-masing ya guys, dan kita sebagai pengunjung kewajibannya adalah menghormati kearifan lokal tersebut.


Plaza Kura-kura salah satu lokasi di GWK
Pict taken by Hanifah

Plaza Wisnu

Naik dari Plaza Kura-kura, kita akan menemukan sebuah patung besar yang diberi nama Plaza Wisnu. Nah kita bisa ber-selfie ria di tempat ini. Patung berukuran besar tanpa tangan ini menjadi salah satu ikon di taman budaya Garuda Wisnu Kencana (GWK). Di sekitar tempat ini juga terdapat beberapa spot untuk berfoto dan terdapat lokasi air mancur yang dipercaya kalau mencuci muka di tempat ini, doanya bakal dikabulkan, berdoalah sesuai dengan keyakinanmu.

Plaza Wisnu salah satu ikon di GWK
Taken pict by Hanifah

Wisnu Plaza 

Inilah pusat wisata di tempat ini yaitu patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang berdiri megah. Di dalam tubuh patung GWK ini terdapat bangunan berlantai 30 yang tidak semuanya bisa diakses oleh wisatawan. Lantai 1 merupakan galery culture Indonesia dan juga tempat pameran beberapa gambar dan sejarah bangunan patung Wisnu serta pos penjagaan dan pembelian tiket untuk menuju ke lantai atas, penjualan makanan dan minuman. Untuk dapat masuk ke tempat ini wisatawan diharuskan membayar Rp. 200.000,00.



Wisatawan dapat mengakses tubuh patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) sampai lantai 23 saja. Lantai 8 merupakan galeri pandang pertama yang bisa diakses wisatawan untuk melihat keindahan kota Bali. galeri pandang kedua adalah lantai 20, dari lantai ini wisatawan dapat ber-selfie di sebuah ruangan yang berupa kaca, dari lantai ini wisatawan dapat menyaksikan struktur yang ada dalam patung tersebut. Namun ada juga ruangan yang tidak terbuat dari kaca, nah buat teman-teman yang takut ketinggian bisa lihat dari ruangan ini ya. 

Amphitheatre

Nah buat teman-teman yang suka akan seni, budaya, dan musik, tempat ini cocok banget, tempat ini berupa outdoor yang digunakan untuk pagelaran musik akustik sekaligus juga pertunjukan tari Kecak secara gratis pada sore hari sekitar pukul 18.30 - 19.30 WITA.

Pict taken by Tami

Tirta Amerta

Lokasinya masih berada di area luar, berupa air mancur yang keluar dari bawah, berfotolah saat airnya muncul, pasti cantik banget hasil jepretannya. Di tempat ini juga terdapat Patung Batara, miniatur dari Patung Wisnu. Lokasinya dekat dengan area makan dan minum, so jika lapar bisa langsung mencari makan di tempat ini.



Plaza Garuda

Nah tempat ini cocok untuk ber-selfie ria, sayangnya kalau pas lagi ramai harus antri guys. Ada beberapa spot unik di area ini selain berphoto di depan patunya.

Plaza Garuda salah satu ikon di GWK
Pict taken by Hanifah

Lotus Pond

Tempat ini merupakan area outdoor terluas di kawasan GWK, biasa digunakan untuk event-event outdoor baik skala nasional maupun internasional karena mampu menampung 7000-8000 orang dengan luas sekitar 4.400 meter persegi. Wisatawan dapat menyewa sepeda untuk dapat berkeliling di tempat ini, karena memang lokasinya lumayan luas, bisa juga ber-selfie ria dengan pemandangan yang unik dikelilingi tebing-tebing hasil pemugaran yang warnanya kehitaman unik. Bisa juga sebagai tempat prewed yang ciamik niy guys.

Lotus Pond salah satu ikon di GWK
Pict taken by Hanifah
Salah satu spot sekitar Lotus Pond
Pict taken by Hanifah

Indraloka Garden atau Indraloka Green

Di tempat ini biasa digunakan untuk pagelaran pernikahan dan acara-acara lainnya namun daya tampungnya tidak sebanyak di Lotus Pond, karena memang hanya untuk acara-acara kecil dan menengah.

Pict dari https://www.gwkbali.com/the-venue/

Tirtha Agung

Merupakan salah satu bagian dari Garuda Wisnu Kencana (GWK), di tempat ini terdapat tangan patung Wisnu dan biasa digunakan untuk acara-acara kecil dan menengah.

Pict taken by Tami

Pict taken by Tami


Street Theater

Yaitu tempat penjualan souvenir dan merchandise, tempat makan dan minum, di tempat ini wisatawan juga dapat berfoto dengan beberapa spot yang instagramable, ada air mancur, tempat duduk yang unik, dan pohon- pohon yang didesain cantik.



Atraksi atau hiburan

Selain spot di atas, di taman budaya GWK ini terdapat banyak pagelaran musik seni dan budaya, nah jika teman-teman berminat untuk menyaksikannya bisa di cek diwebnya GWK untuk jadwal update serta waktu dan harga masuknya guys. Cocok buat teman-teman yang suka dengan budaya dan seni.


Alamat

Jalan Raya Uluwatu, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung 80364.

Harga Tiket Masuk (HTM)

Dewasa Rp. 125.000,00
Anak-anak Rp. 100.000,00
Masuk ke patung GWK Rp. 200.000,00
WNI dan WNA sama

Jam Buka Tutup

Buka pukul 08.00 WITA
Tutup pukul 22.00 WITA

Waktu tempuh perjalanan

Kurang lebih 15-20 jam dari Kota Bali atau Bandara Bali Ngurah Rai.
Lokasinya sekitar 30 km atau 20-25 menit dari bandara Ngurah Rai Bali.

Waktu yang tepat untuk berkunjung

Berkunjunglah di hari biasa agar tidak terlalu ramai.
Datanglah pagi hari atau justru sore hari agar tidak terlalu panas

Fasilitas

Area parkir
Tempat makan dan minum (beberapa tempat makan dan minum populer sudah ada)
Toilet
Pintu karcis masuk
Tempat oleh-oleh
Tourist Information
Security

11 January 2020

Pantai Melasti Ungasan, Hidden Paradise di Balik Batu Kapur Bali

Berniat liburan ke Bali namun mencari lokasi yang tidak begitu ramai? Pantai Melasti Ungasan jawabannya. Pantai yang berlokasi dekat dengan Tanah Lot dan Pantai Pandawa ini masih cenderung sepi dari pengunjung karena masih terhitung baru. Lokasinya tepatnya berada di semenanjung bukit Ungasan sehingga disebut dengan nama Pantai Melasti Ungasan. Pantai ini sering dijadikan sebagai tempat upacara Melasti yaitu upacara pada saat hari raya Nyepi.



Welcome to Pantai Melasti Ungasan
picture taken by Tami



Keberadaan Pantai Melasti Ungasan mulai dikenal banyak orang, setelah banyak photographer mengabadikan tempat ini untuk moment prewedding. Anda hanya cukup membayar lokasi dengan harga tertentu untuk dapat melakukan prewedding di tempat ini dan mendapatkan beberapa fasilitas khusus seperti toilet khusus, ruang make up, ruang ganti.





salah satu fasilitas yang didapat untuk kegiatan prewedding

Jalan menuju pantai Pantai Melasti Ungasan sudah memadai. Kendaraan roda dua ataupun roda empat dapat masuk ke kawasan wisata ini dan kamu hanya membutuhkan sekitar 30 menit untuk menuju tempat ini dari arah Kuta, Bali atau sekitar 40 - 50 menit saja dari bandara Ngurah Ra, Bali, dekatkan?.





spot photo yang keceh-keceh menuju Pantai Melasti Ungasan

bisa lihat beberapa monyet dan kasih makan mereka juga loh

Sekitar kawasan wisata Pantai Melasti Ungasan dikelilingi dengan bebatuan kapur. Keunikannya yang diapit oleh bebatuan kapur ini menjadi keindahan tersendiri. 







salah satu spot foto keren di antara tebing-tebing yang sering digunakan buat prewed

Ada beberapa spot yang dapat dikunjungi di kawasan wisata ini. 









salah satu spot photo yang ramai

Pantai Pantai Melasti Ungasan begitu indah untuk dapat dinikmati sore hari bagi pecinta sunset atau pagi hari untuk sunrise dan jika anda membawa anak-anak maka perhatikanlah anak-anak anda.


Alamat
Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Harga Tiket Masuk (HTM)
Dewasa Rp. 5.000
Parkir mobil Rp. 5.000
Parkir motor Rp. 2.000

Jam Buka Tutup
24 jam

Waktu Tempuh Perjalanan
Sekitar 30 menit dari Kuta
Sekitar 40 - 50 menit dari Bandara Ngurah Rai Bali

Waktu yang tepat untuk berkunjung
Datang saat musim panas tapi datanglah di pagi atau sore hari karena siang hari panasnya sangat menyengat

Tempat wisata sekitar Pantai Melasti
  1. Pantai Gunung Payung
  2. Omnia Day Uluwatu
  3. Pantai Nyang-nyang Uluwatu
  4. Garuda Wisnu Kencana
  5. Jimbaran Bali
  6. Pantai Pandawa
  7. Pantai Dreamland
  8. Pantai Green Bowl Ungasan
  9. Nirmala Waterpark
  10. Karma Kandara Private Beach


Aktivitas yang dapat dilakukan
  1. Menikmati sunset dan sunrise
  2. Menikmati pemandangan laut, bersantai sambil membaca buku kesayangan
  3. Berjemur
  4. Prewedding
  5. Photo selfie/wefie keceh yang instagramable
  6. Bermain pasir dan berenang
  7. Membeli souvenir
  8. Snorkling

Fasilitas
  1. Toilet
  2. Area parkir
  3. Tempat makan
  4. Keamanan
  5. Penginapan
  6. Area prewedding dengan segala fasilitas khusus
  7. Tourist information


02 January 2020

Pantai Pandawa, Ikon Bali Dengan Pesona Tebing Kapur


Pantai Pandawa atau dikenal dengan nama Pantai Kutuh, bahkan wisatawan mancanegara menyebutnya dengan nama Secret Beach karena keberadaannya diapit oleh dua tebing sehingga terlihat tersembunyi, merupakan salah satu destinasi wisata populer di selatan Bali. Lokasinya terletak di Desa Kutuh, Kecamatan Kutas Selatan, Kabupaten Badung, lokasinya searah menuju destinasi wisata Uluwatu. Ikon Bali ini mulai dikenal banyak orang dengan keindahan tebing kapur yang cantik.


Welcome to Pandawa Island
Pict taken by Tami




Pantai Pandawa sebagai salah satu ikon Bali kaya akan sejarah dalam pembuatannya yang kaitannya dengan agama Hindu. Dulunya nama pantai ini adalah Pantai Melasti karena sering digunakan upacara Melasti yaitu bagian dari upacara pada saat hari raya Nyepi oleh masyarakat sana yang mayoritas beragama Hindu. 





Keberadaan Pantai Pandawa yang mudah dijangkau dengan kendaraan roda 2 dan 4 membuat tempat ini menjadi  salah satu ikon kota Bali. Jaraknya kurang lebih 1 jam dari Bandara Ngurah Rai, Bali. Ikon Bali mempunyai pantai yang indah  sehingga menjadi favorit untuk tempat berjemur bagi wisatawan mancanegara.


Dahulunya Pantai Pandawa ini merupakan daerah terisolasi tempat penambangan batu alam yang sulit dijangkau, kemudian tahun 2004 pemerintah mencoba membongkar bebatuan tersebut dan membuat akses jalan. Pada 27 Desember 2012 pemerintah mengadakan Pandawa Beach Festival dan resmi berganti nama menjadi Pantai Pandawa. Dari situ tempat ini mencuat menjadi salah satu ikon Bali dan primadona destinasi wisata di Bali, menyaingi destinasi wisata lainnya seperti Uluwatu, Melasti, Sanur, Tanah Lot, dan lainnya.


Di sepanjang tebing Pantai Pandawa berdiri patung pandawa lima yang terdiri dari Yudistrhira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa yang berurutan. Sayangnya beberapa dokumentasi saya hilang.




petunjuk informasi untuk fasilitas

Di sekitar Pantai Pandawa juga berdiri beberapa penginapan dengan berbagai jenis, sehingga untuk wisatawan yang ingin berlama-lama dapat menginap di sekitar pantai ini.

Alamat
Desa Kutuh, Kecamatan Kutas Selatan, Kabupaten Badung

Harga Tiket Masuk (HTM)
Domestik Rp. 8.000-,
Mancanegara Rp. 15.000-,
Biaya Parkir
Motor Rp. 2.000-,
Mobil  Rp. 5.000-,
Bus    Rp. 10.000-,

Jam Buka Tutup
Buka pukul 07.00 WITA
Tutup pukul 17.00 WITA

Waktu tempuh perjalanan
Kurang lebih 1 jam dari Kota Bali

Waktu yang tepat untuk berkunjung
Berkunjunglah pada pagi hari di musim panas agar tidak terlalu panas menyengat
Hindari musim hujan atau ketika musim angin kencang

Fasilitas
Area parkir
Tempat makan
Toilet dan tempat mandi
Pintu karcis masuk

Rute
Jaraknya sekitar 20 km atau sekitar 30 menit - 1 jam dari Bandara Ngurah Rai Bali dalam kondisi normal.
Pantai ini juga dapat ditempuh dengan memilih rute melewati GWK, Tol Bali Mandara, atau melewati Kampus UNUD.

Apa saja yang bisa dinikmati di pantai ini?
  1. Berphoto dengan lima patung Kesatria Mandala
  2. Berphoto di ikon tulisan Pantai Pandawa
  3. Berenang sambil menikmati keindahan pantai dan lautnya
  4. Berjemur santai sambil mendengarkan musik, membaca buku, atau sekedar menikmati deburan ombak kecil yang indah
  5. Membeli souvenir khas bali
  6. Berselancar menikmati pesona ombaknya
  7. Menikmati spa atau pijat refleksi sekitar pantai dengan harga Rp 50.000 - Rp 100.000
  8. Selfie dan Wefie depan ikon Pandawa dan dinding kapur Pandawa
  9. Pacu adrenalinmu dengan bermain paralayang di bukit Timbis
  10. Bermain kano dengan harga sewa Rp. 25.000 per orang dan Rp 50.000 untuk dua orang setiap jamnya dan penyewaan life jacket Rp 20.000
  11. Melakukan snorkling



Popular Posts

Mendaki Puncak Poon Hill di Himalaya

Poon Hill adalah satu dari belasan puncak gunung yang berderet di  Himalaya . Menjadi salah satu puncak gunung yang menjadi incaran banyak ...

Back to Top