Looking for My Article

30 August 2020

Menikmati Stay At Home Di Masa Pandemi Ala Traveler


Stay at home di masa pandemi tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh semua orang di dunia ini, termasuk aku sebagai traveler yang biasa bepergian hampir tiap bulan. Tahun 2020 menjadi tahun perjuangan untuk semua orang di dunia, dan berpengaruh terhadap kegiatan traveling. Mari kita optimis and just believe every cold has a silver lining. Aamiin

Banyak yang nanya "Mei, kamu ngapain aja  stay at home di masa pandemi gini?". Apalagi mereka melihat aku sebagai traveler pasti dianggap bosen banget kan berbulan-bulan cuman di rumah. Sebenarnya aku ini homebody banget sih, tapi kalau sampai berbulan-bulan begini ya lumayan juga feeling bored hehehe. So, buat ngusir rasa bosan itu, aku melakukan beberapa hal baru yang tak pernah terpikirkan sebelumnya, meski enggak konsisten dilakukan, at least dapat mengusir kebosanan kita, dan beberapa diantaranya menjadi habit, alhamdulillah ya, hikmahnya selama pandemi ini.





Nah pengen tahu apa aja yang aku coba lakuin sebagai traveler biar enjoy ketika stay at home di masa pandemi gini? yuk check it out:

1. Webinar

Awal-awal masa pandemi, aku ngikutin banyak sekali webinar online nasional dan internasional yang berkaitan dengan kesukaan, yap pariwisata, tentang perempuan, atau tentang lingkungan. Sehari bisa 4-5 kali ikut webinar, sampai lupa apa saja yang diikutin, happy aja banyak ilmu yang didapat, kadang bentrokan jadwalnya, jadi telinga kanan mendengarkan webinar A, telinga kiri mendengarkan webinar B hehehe. Makin banyak pengetahuan tentang dunia Leisure and Tourism. Jadi ga berasa stay at home deh.

2. Belajar Bahasa

Mencoba belajar bahasa Turki, meski tidak tiap hari, tapi sedikit-sedikit mulai paham bahasa Turki. Kebetulan memang penggemar drama-drama Turki. Selalu tertarik dengan budaya yang mereka miliki. Selain belajar bahasa Turki, ketika stay at home di masa pandemi, aku juga ikut kursus pendek TOEFL dan IELTS dengan beberapa native speaker. Lebih dari sekedar belajar bahasa, kita banyak diskusi manything and it will helps me to release my bored, definitely you can make a friend with them. Besides, it will improves your skill in english. Apalagi sebagai traveler, wajib dicoba belajar bahasa baru. Selain bagus untuk otak, nanti kalau traveling kita bisa paham juga kan dikit-dikit bahasa mereka.



3. Membaca

Selama stay at homemulai banyak membaca buku, artikel, paper, makalah, essay, dan novel-novel online dan juga artikel-artikel yang berkaitan dengan dunia traveling, seru juga loh baca-baca cerita sejarah tentang beberapa negara. Kebetulan punya banyak buku yang belum di baca juga.

Cari bacaan yang kamu sukai, supaya lebih enjoy ketika membacanya. Dampak positifnya adalah kecintaan terhadap literasi membaca cukup meningkat, sekaligus latihan membaca cepat juga dan pastinya wawasan makin banyak terutama destinasi wisata di dunia.

4. Menonton

Sebenarnya aku bukan orang yang suka menonton film apalagi serial drama, not my cup of tea, selama pandemi bisa dihitung dengan 10 jari film yang ditonton dari internet. Tapi bisa jadi pilihan saat sudah bosen banget dengan aktivitas selama stay at home di masa pandemi ini. Aku suka film-film Turki, jadi kadang nontonin film Turki sekaligus belajar bahasanya. Atau tonton film-film yang berkaitan dengan petualangan, sesuai dengan hobby, yap traveling.

5. Olahraga

Aku memang rutin olahraga, entah jogging, cycling, atau workout. Nah selama stay at home ini tetap melakukannya biar badannya tetap fit dan pikiran kita tetap sehat. Kebetulan aku juga terpilih dalam salah satu pemilihan kegiatan outdoor enthusiast dan masih dalam proses pelatihan sebelum diresmikan menjadi anggota. Kami diwajibkan olahraga rutin berupa workout dan lari 5-10 km per minggunya dan kami wajib melaporkannya ke panitia. So, ini sangat memotivasi banget sih biar tetep olahraga. Apalagi hobbyku naik gunung, wajib banget jaga badannya.

6. Menulis Blog

Aktivitas lain yang aku lakukan ketika stay at home selama pandemi ini adalah menulis. Lagi seru-serunya mengisi blog yang sudah kosong dari tahun 2016. Berinteraksi banyak dengan teman-teman blogger membuat aku semakin semangat untuk terus menulis. Sebagai traveler yang dulunya jarang nulis, punya ratusan perjalanan yang belum aku tuangkan dalam bentuk tulisan jadi motivasi yang sangat luar biasa, meski kadang ada moment stuck gitu hehehehe. Selain itu sekalian juga belajar SEO-nya, coding, membuat blog yang menarik, menaikan page view, dan lainnya, seru juga ternyata.



7. Memasak

Apalagi yang bisa dilakukan ketika stay at home di masa pandemi oleh seorang traveler adalah memasak. Sebenarnya aku tidak begitu suka memasak, tapi karena adanya pandemi ini aku jadi mulai terbiasa memasak, awalnya hanya lihat lama-lama mencoba. Membuat kue rasanya lebih menyenangkan daripada harus memasak sayuran atau ikan heheheheh.

8. Virtual Tour

Ini yang mulai ramai beberapa minggu ini, virtual tour. Padahal dari bulan April aku sudah melakukan ini, berselancar di dunia maya melihat video-video beberapa destinasi wisata di dunia ataupun di Indonesia. Lumayan mengobati rasa kangen buat traveling.

9. Kuliah dan short course online

Aktivitas lain ketika stay at home di masa pandemi begini, aku mengikuti kuliah online yang sesuai dengan bidangku. Salah satunya di Universitas Copenhagen, mengambil tentang sustainable tourism. Mahasiswanya dari berbagai belahan dunia dari yang masih  S1 sampai dengan S3 dan dari berbagai jurusan. Seru sih jadi banyak teman, membuat kita jadi lebih open minded terhadap berbagai perspektif terhadap dunia pariwisata. Selain itu aku juga ikut beberapa short course



10. Ibadah

Apa lagi yang bisa kita lakukan ketika  stay at home di masa pandemi yang dapat dilakukan oleh traveler adalah memperbanyak ibadah, mumpung ada di rumah niy. Apapun itu bisa mengaji, sholat, sedekah langsung atau pun secara online, banyak berdoa dan lainnya, biar makin dekat sama Tuhan.

11. Family Relationship / Family Time

Kebetulan ketika  stay at home di masa pandemi ini aku enggak tinggal dengan orangtua, sedih banget meski udah biasa pergi-pergian tapi ga pernah sampai 8 bulanan gini ga ketemu sama orangtua dan adek-adek. Akhirnya ngakalinnya adalah dengan memperbanyak komunikasi sama mereka, yang dulu teleponan hanya 2-3 kali dalam seminggu, sekarang hampir tiap hari kami berkomunikasi, memastikan semuanya dalam kondisi baik-baik saja. Begitu juga dengan beberapa teman yang sudah lama tidak terhubung, dengan pandemi ini, silaturahmi terjalin kembali. Alhamdulilah hikmah baik selama pandemi ini.

12. Membuka usaha

Nah, hikmah lain yang aku dapatkan ketika stay at home di masa pandemi ala traveler adalah, tercetus ide buka usaha bersama teman dan ade, masih on progress, doakan saja lancar semuanya. Teman-teman bisa ikutin tips ini juga loh. Be creative, menghasilkan cuan di masa pandemi ini sangatlah penting ya.

13. Food Photography

Selama stay at home di masa pandemi ini sering banget liatin foto-foto makanan, jadilah tertarik banget how to get the best angel in food photography. Jadilah tertarik banget belajar food fotography, meski hasil jepretannya masih belum jelas angelnya, but it's ok, the most important, willingness to try it. Ngobatin hati banget hehehe. Sampai ikutan kursus online, beli perintilannya, dan nyobain foto-foto. Jadi nanti kalau pas pergi traveling lagi, lumayan bisa foto-foto kulinerannya kan heheh.



14. Membentuk Komunitas Online

Awalnya iseng sih sama teman, bikin sharing online gitu tentang leisure yang targetnya awalnya adalah adek kelasmemang baru berjalan satu kali sih, tapi kami sedang menyusun acara besar untuk beberapa bulan ke depan, mohon doanya saja.

15. Berkebun

Awalnya paman sering menanam pohon-pohon kecil di pot gitu, terus akhirnya keterusan deh, liatinnya jadi suka, terus ikut-ikutan beli benih ditanam, sayangnya pas ke sini musim panas, jadilah banyak beberapa sayurannya gak bisa dinikmati.

16. Belajar Yoga

Salah satu hal yang aku pelajari selama stay at home di masa pandemi ini adalah belajar yoga. Selain menyehatkan fisik, juga membantu belajar mindfulness agar tetap positif thinking. Cukup membantu tetap logis dan fokus. Banyak acara youtube yang menayangkan belajar yoga ini.



17. Main Game

Salah satu hal bermanfaat agar tetap positif pikirannya adalah bermain game, selain melatih otak permaian ini bikin otak kita lebih rileks, padahal dulu saya ga suka main games.

18. Belajar Aplikasi Baru

Salah satu yang bisa kita coba lainnya adalah belajar aplikasi baru, semisal Canva, Doddle, belajar menggunakan aplikasi meeting, beberapa teman suka ada yang ga jadi ikutan webinar gara-gara menggunakan aplikasi yang dia tidak paham, padahal justru itu membuat kita jadi belajar loh.
 

19. Persiapan study

Karena ada rencana untuk melanjutkan studi, pas pandemi seperti ini, pas banget nyiapin banyak hal untuk persiapan studi nanti, mulai dari TOEFL/IELTS, mencari pendanaan scholarship, supervisor, korespondensi, pendaftaran kampus, dan masih banyak lainnya. Nah, yang punya rencana studi moment ini tepat banget buat siapin semuanya. Semangat para pejuang beasiswa.



20. Bekerja secara online

Salah satu yang bisa dilakukan oleh traveler ketika pandemi begini adalah mencari pekerjaan online. Lulus kuliah berbarengan dengan pandemi sesuatu banget, beberapa tawaran kerja di hold sama mereka. Nah, yang aku lakukan adalah mencari pekerjaan secara online, thank God, God is really good, aku mendapatkan beberapa pekerjaan dari teman terkait dengan menulis artikel dan maintenance beberapa blog photography miliknya sampai November. Kegiatan ini cukup membantu dan membuat aku belajar banyak hal, mulai dari photography, artikel berbahasa inggris, sistem kerja situs-situs photography, belajar infografis, desain, dan lainnya. Dan jadi ga berasa deh stay at home di masa pandemi gini.

21. Public Speaking

Karena lumayan sering berbicara di depan umum, nyobain ikutan beberapa kelas public speaking buat ningkatin kepercayaan diri ketika berbicara di depan umum, belajar teknik, penggunaan bahasa, body language, dan lainnya. Oh ya public speaking-nya in english ya.

Aku biasanya nonton TED TalkEnglish Speech, ikut kelasnya Mindvalley Masterclass, dan Kris Amerikos. Semuanya tidak spesifik membahas tentang public speaking, lebih ke motivasi, pengalaman hidup, pengatur emosi agar selalu positif thinking, dan lainnya. Tapi dikemas dalam bentuk speech yang ada audiensnya. So, aku belajar dari mereka how deliver the information ke audiens dengan baik. Serunya lagi pembicaranya itu beda-beda, dari orang-orang terkemuka di dunia, artis, pejabat pemerintah, motivator gitu, dan orang-orang berprestasi, jadi ga bosen dengerinnya.


Nah kira-kira itu yang aku lakuin buat ngusir rasa bosan ala traveler ketika stay at home selama pandemi  yang hampir 6 bulan ini. Kalau kamu apa saja, yuk share di kolom komentar, siapa tahu bermanfaat buat pembaca lainnya.


20 August 2020

Kontribusi Travel Blogger Dalam Perubahan Iklim

Ceritaku menjadi saksi perubahan iklim

Berbicara isu lingkungan selalu menjadi hal yang menarik buat saya pribadi, ketika saya melanjutkan pendidikan master saya di bidang tourism, salah satu mata kuliah yang saya pelajari adalah mengenai Ekologi Lingkungan, tentu saja mata kuliah ini banyak membahas seputar isu-isu lingkungan, termasuk perubahan iklim, bagaimana bumi mengalami kerusakan akibat dari aktivitas manusia, bagaimana kondisi bumi kedepannya jika tidak dilakukan tindakan pencegahan atau setidaknya memperlambat dan memperbaiki. Nah, Travel Blogger juga punya peranan penting loh dalam perubahan iklim ini.

Salah satu hutan Borneo yang masih asri

Ketertarikan saya semakin besar ketika saya terjun langsung melakukan penelitian yang membahas dampak lingkungan dari kegiatan tourism, saya menemukan banyak hal menarik. Salah satunya adalah pembangunan hotel yang semakin banyak dan menjulang tinggi, ternyata mempunyai dampak besar terhadap kerusakan lingkungan dan dapat mengakibatkan perubahan iklim. Waktu itu saya dan beberapa teman melakukan penelitian terhadap pembangunan beberapa hotel berbintang, ternyata dampaknya banyak sekali yang bisa mengakibatkan perubahan iklim di muka bumi ini jika tidak ditangani secepatnya.





Sebagai travel blogger yang sering mengunjungi banyak tempat, membuat saya menyaksikan secara langsung bagaimana kondisi tempat wisata yang masih banyak tidak mengindahkan lingkungan. Masih banyak tempat-tempat wisata yang pengelolaan sampahnya  belum ditangani dengan baik. Wisatawan yang masuk dibiarkan melebihi daya tampung (carrying capacity) karena hanya mengejar keuntungan semata. Saya juga menyaksikan limbah hotel dibuang begitu saja ke tempat umum. Penggunaan energi yang berlebihan di hotel seperti jumlah lampu yang terlalu banyak. Membuang sisa makanan tamu tidak pada tempatnya, dan masih banyak hal lainnya yang tentu saja hal ini berkontribusi terhadap perubahan iklim di bumi ini, terlihat kecil tetapi jika dilakukan sering dan oleh banyak orang akan menjadi bola salju yang siap menghancurkan bumi kita kapan saja.

Efek apa yang dirasakan dengan adanya perubahan iklim?

Beberapa hari lalu saya mengikuti webinar yang diadakan oleh KBR.ID tentang perubahan iklim. Pembicara yang memang ahli bahkan sebagai praktisi di bidang lingkungan turut hadir memberikan paparan jelas tentang kondisi lingkungan kita saat ini seperti apa. Ada Davina Veronica sebagai Pegiat Lingkungan dan Perlindungan Satwa, Zul Karnedi sebagai pelestari penyu dari Bengkulu, serta Mubariq Ahmad selaku Direktur Eksekutif Yayasan Strategi Konservasi Indonesia. Acara ini juga mengundang Siti Hairul sebagai pelopor penggunaan Menstrual Cup, serta Widyanti Yuliandari Ketua Umum Pusat Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) seorang blogger Indonesia yang rajin aktif menulis dan mengangkat isu-isu lingkungan. Pembahasannya sangat menarik. Saya berharap akan semakin banyak orang-orang seperti para pembicara yang mengangkat isu-isu lingkungan, sehingga awareness orang-orang akan semakin terdorong.

Sumber: IG KBR.ID

Saya sepakat dengan paparan Direktur Eksekutif Yayasan Strategi Konservasi Indonesia, Mubariq Ahmad bahwa salah satu dampak yang dirasakan dari perubahan iklim adalah musim yang makin tidak teratur dan ekstrim, dimana musim hujan sangat pendek dan ketika panas, panasnya akan sangat ekstrim, yang berdampak terhadap banyak keadaan, salah satunya adalah pertanian sehingga mengakibatkan berkurangnya hasil tani masyarakat. Mubariq Ahmad juga menambahkan bencana dan krisis air sebagai dampak lain yang akan muncul. 

Hal ini terbukti, ketika saya traveling ke daerah Dieng tahun 2019, banyak petani yang mengeluhkan musim panas sangat panjang beberapa tahun ini, sehingga hasil panen mereka berkurang, otomatis berpengaruh juga terhadap pendapatan para petani di daerah ini.

Sumber: Webinar Online KBR di Youtube


Kasus lainnya adalah, ketika saya traveling ke Labuan Bajo tahun 2016, suhu udara sangat menyengat mencapai 38 derajat di siang hari, saya mengobrol dengan beberapa warga sana, sebelum banyak pembangunan, suhu udara mereka tidak sepanas saat itu karena masih banyak pohon-pohon besar, setelah ada pembangunan pohon dan hutan-hutan banyak yang ditebang, bahkan berakibat pada kekurangan air bersih, saya sendiri merasakan kekurangan air bersih selama tinggal di tempat ini. Ini membuktikan bahwa sebuah pembangunan berkorelasi dengan menurunnya kondisi alam atau perubahan iklim, jika analisis dampak lingkungan (AMDAL) tidak dilakukan dengan tepat. Hal ini berbanding lurus juga dengan laporan The Global Risk Report 2020 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum (WEF) bahwa cuaca panas yang sangat ekstrim dan kerusakan ekosistem alam akibat dari aktivitas manusia menjadi salah satu isu lingkungan yang bersifat global yang akan meningkat di tahun 2020 ini dimana hasil surveinya urutan ke-3 dan ke-4. 

Sumber : The Global Risk Report 2020 - World Economic Forum (WEF)

Kasus lain yang saya lihat ketika traveling ke Lombok tahun 2012, saya melakukan snorkling dengan jarak kedalaman air laut 1 meter saja di salah satu gili, ikan-ikan sudah berhamburan, kondisi airnya masih sangat bersih dan jernih. Ketika saya kembali tahun 2016, pasir yang dulu putih mulai sedikit menghitam dan ikan-ikan mulai sulit ditemukan di kedalaman 1 meter. Saya mulai melihat sampah mulai berserakan dimana-mana. Kembali lagi, ikan-ikan tersebut sudah kehilangan tempatnya, karena kerusakan yang dilakukan oleh aktivitas manusia, salah satunya adalah membuang sampah sembarangan. Atau ketika saya mendaki gunung, saya menyaksikan sampah bertebaran dimana-mana, ada juga yang malas membawa turun kemudian mereka membakarnya, tentu saja hal ini akan merusak udara di gunung tersebut. Lagi-lagi aktivitas manusia berdampak terhadap perubahan iklim di muka bumi ini.

Tahun 2018 saya berkunjung ke Kalimantan, saya menjadi saksi bisu pembakaran hutan yang dilakukan oleh masyarakat demi memenuhi kebutuhan hidupnya, karena untuk bisa menghasilkan makanan, mereka harus membakar hutan terlebih dahulu kemudian digarap sebagai ladang. Tentu saja jika terus-terusan dilakukan akan berkontribusi besar terhadap kerusakan lingkungan. Akibatnya udara semakin panas, udara bersih semakin berkurang, dan tentu saja kesuburan tanah akan terganggu akibat adanya aktivitas pembakaran tersebut. Dilema memang, dan disinilah dibutuhkan kolaborasi para penyusun kebijakan untuk menangani hal ini.

Apa kontribusiku sebagai Travel Blogger dalam mencegah perubahan iklim?

Melihat langsung di lapangan bagaimana kerusakan lingkungan yang terjadi, yang tentu saja memang harus ada kolaborasi dari berbagai pihak untuk memulihkannya, membuat saya berpikir, lantas apa yang bisa saya lakukan sebagai masyarakat untuk ikut berkontribusi baik terhadap perubahan iklim di muka bumi ini.

Perlahan saya lakukan beberapa hal kecil yang diharapkan dapat berkontribusi baik terhadap perubahan iklim bumi kita, baik saat di rumah ataupun saat sedang traveling. Meski saya merasa apa yang saya lakukan belum maksimal namun saya mencoba mengajak para pembaca setia blog saya dan para traveler untuk ikut menjaga bumi dengan melakukan beberapa aksi kecil seperti yang sudah saya lakukan tersebut. Apa saja yuk, check it out.

1. Ikut aksi tanam pohon

Salah satu kontribusi yang sudah saya lakukan untuk menjaga perubahan iklim agar tidak semakin memburuk adalah dengan ikut menanam pohon, hasilnya memang dalam jangka panjang, tapi itu akan dinikmati oleh anak cucu generasi kita berikutnya, di mana mereka masih akan menikmati udara segar berkat pohon yang kita tanam hari ini. Termasuk di rumah, rumahku juga sekelilingnya ditanami tumbuhan seperti sayuran, buah-buahan, tanaman obat, bunga, dan lainnya.

Nah kalau saat traveling, kamu bisa bertanya juga ke tempat yang kamu kunjungi, mereka ada program tanam pohon ga, kalau ada, kamu wajib ikut deh. Sebagai bentuk kontribusi kecil kamu untuk bumi lebih baik. Atau kamu bisa ikut komunitas-komunitas peduli lingkungan yang sekarang sudah mulai banyak berdiri.


Aksi tanam Pohon ketika berkunjung ke Tanjung Puting

2. Membuang sampah pada tempatnya

Sepertinya hal ini sudah sangat familiar di masyarakat, tapi ternyata di lapangan masih banyak orang yang suka membuang sampah sembarangan. Saya mencoba untuk selalu membuang sampah pada tempatnya, dan memilahnya mana sampah organik dan non organik. Simpel tapi ga semua orang sudah melakukannya, betulkan? Termasuk saat traveling, berhati-hati untuk tidak membuang sampah sembarangan.

3. Menggunakan tas isi ulang untuk belanja

Tahun 2012 juga saya mulai menggunakan tote bag atau tas daur ulang jika hendak belanja ke supermarket atau ke minimarket. Saya semakin konsisten setelah 2017, ketika saya melanjutkan kuliah saya di Jogja, di mana kebanyakan teman-teman akan selalu menggunakan tas isi ulang untuk belanja apapun dan kemanapun, termasuk ke pasar tradisional. Apalagi sekarang sudah banyak yang jual dengan desain yang menarik dan dijual dengan harga murah, masih gak mau beli?

4. Menghemat air bersih

Langkah kecil lainnya yang saya lakukan adalah menggunakan air bersih dengan bijak dimanapun, untuk apapun seperti untuk mandi, mencuci, dan lainnya. Hal ini sejak lama saya lakukan, semenjak saya suka traveling, dimana saya pernah melihat satu wilayah tempat saya traveling, mereka kesulitan dalam hal air bersih, dari situlah saya mulai bijak menggunakan air bersih, karena di tempat lain masih banyak orang yang kekurangan air bersih. Sekarang sudah sampai pada tahap, merasa bersalah kalau buang-buang air bersih dan kesal rasanya kalau ada orang yang buang-buang air bersih.


Sumber: Canva edited by Writer

5. Membeli barang kemasan besar

Sampai hari ini memang saya belum bisa lepas dengan produk kemasan, seperti shampoo, sabun mandi cair, body lotion, atau lainnya, namun saya coba menekan pengurangan sampah plastik dengan selalu membeli produk-produk tersebut dengan kemasan paling besar atau membeli produk dengan menggunakan botol gelas. Menurut saya setidaknya hal ini, menekan semakin banyaknya sampah plastik.

6. Menggunakan tumbler

Sejak tahun 2012 saya rajin membawa tumbler kemanapun, meskipun ada satu atau dua kali tidak membawanya. Semakin rajin ketika saya melanjutkan kuliah saya di salah satu universitas negeri terbaik di Yogyakarta, kampus ini menghimbau semua mahasiswa, dosen, dan semua kalangan akademik untuk selalu membawa tumbler, bahkan di acara-acara resmi juga akan disediakan botol tumbler bagi tamu. Untuk mendukung hal ini, pihak kampus menyediakan stasion air minum isi ulang siap minum di beberapa titik tertentu.

Hal ini saya lakukan juga saat traveling loh, selalu membawa tumbler, nah biasanya beberapa penginapan ada yang menyediakan air isi ulang atau beberapa negara tertentu sudah menyediakan stasion air siap minum, jadi kita bisa refill. Pengalaman saya trekking ke Nepal, dua gunung yang saki daki mewajibkan semua trekker untuk membawa tumbler karena mereka tidak menjual air minum dalam kemasan. Sebagai penggantinya kita bisa membeli ke warung milik warga atau melakukan isi ulang di beberapa lokasi yang sudah diatur oleh warga dan pemerintah secara gratis, lebih hemat kan?

Sumber: Canva edited by Writer


7. Menggunakan energi listrik seperlunya

Kontribusi kecil lainnya yang saya lakukan adalah menghemat pemakaian listrik saat di rumah, jika siang hari saya selalu mematikan listrik dan saat tidur juga saya akan selalu mematikan listrik, mencabut laptop atau handphone jika sudah penuh, pokoknya tidak ada aliran listrik jika tidak digunakan. Ini saya lakukan juga ketika traveling loh.

Tidak menggunakan mesin pengering untuk mengeringkan pakaian pada saat musim panas, gunakan matahari sebagai alat pengeringnya. Jadi buat siapapun yang masih pakai mesin pengering padahal musim panas, yuk mulai sekarang tinggalkan kebiasaan itu.


8. Konsumsi olahan rumah

Mengkonsumsi olahan rumah, artinya kita tidak menyumbang plastik  pembungkus makanan, selain membuat kita lebih sehat, artinya kita juga berkontribusi telah membeli sayuran dan buah-buahan dari para petani. Tapi jujur ini belum 100% saya lakukan, ketika saya masih ngekos, sesekali saya masih membeli makanan secara online, ya sebulan 2 atau 3 kali. Setidaknya tidak tiap hari bukan. Tapi kalau sudah tinggal di rumah 100% full saya konsumsi makanan rumah dan memasak.


9. Menggunakan sedotan non plastik

Sejak 2017 saya mulai menggunakan sedotan non plastik, saat ini sudah banyak dijual sedotan yang terbuat stainless atau dari bambu, nah buat teman-teman yang hobby-nya beli minuman di luar, mulai beli dan bawa tuh sedotan, hal ini sudah berkontribusi kecil loh terhadap pengurangan plastik. Termasuk jangan membeli alat makan plastik juga yang sekali pakai itu, belilah alat makan yang bisa dipakai berulang kali. Sudah banyak kan sekarang alat makan yang ramah lingkungan. Nah, ketika traveling saya selalu membawa sedotan yang bisa digunakan berulang kali ini loh.

Sumber: Canva edited by Writer

10. Mengurangi penggunaan tisu

Hal kecil lainnya adalah saya mengurangi pemakaian tisu di rumah, menggantinya dengan lap tangan yang bisa dicuci, membawa sapu tangan saat bepergian. Saya masih menggunakan tisu tapi sangat jarang sekali dan hanya untuk hal-hal yang penting saja. Nah, kalau pas lagi traveling, lebih baik gunakan handuk yang disediakan oleh hotel ya ketimbang menggunakan tisu.


11. Menerapkan pola hidup sehat 

Salah satu ciri pola hidup sehat adalah tidak mengkonsumsi minuman berwarna, dimana kebanyakan semuanya dikemas dalam botol plastik. Nah, kebetulan saya memang tidak mengkonsumi minuman berwarna sejak tahun 2012, setidaknya ini kontribusi kecil saya untuk mengurangi sampah plastik. Jika ingin jus buat sendiri ya, lebih bersih dan sehat kan?.


12. Mengurangi polusi udara dengan berjalan kaki

Jika ada kendaraan umum, saya akan menggunakan kendaraan umum atau menggunakan sepeda, dan jika masih bisa berjalan kaki, maka saya akan berjalan kaki. Jadi yuk kita naik kendaraan umum atau sepeda atau bahkan jalan kaki untuk mengurangi emisi kendaraan.



13. Kurangi penggunaan kertas

Kontribusi kecil lainnya yang sudah saya sering lakukan adalah tidak pernah print out tiket pesawat, saya cukup menunjukkannya melalui handphone ketika akan check in. Apalagi saat ini boarding pass juga sudah mulai tidak perlu untuk dicetak, kecuali memang jika dibutuhkan.

Lainnya, kirimkan lamaran dengan menggunakan email, menggunakan print bolak balik jika hendak menggunakan kertas, kumpulkan kertas bekas, kamu bisa menjualnya untuk didaur ulang oleh pengepul, ketimbang kamu membakarnya.


14. Memberikan donasi

Melakukan donasi untuk perawatan hutan dan satwa-satwa, banyak belakangan organisasi-organisasi NGO yang melakukan penggalangan dana untuk menjaga hutan dan merawat satwa-satwa yang dilindungi. Atau biasanya ketika saya traveling dan ada kegiatan menanam pohon, suka ada donasi, nah kita bisa tuh berkontribusi kecil untuk perubahan iklim.




15. Tidak memelihara satwa liar di rumah

Saya juga tidak memelihara satwa liar di rumah, membiarkan mereka hidup di alam semestinya. Membiarkan tinggal di habitat mereka adalah satu bentuk kontribusi kita juga loh terhadap lingkungan. Tentu saja ketika mereka tinggal dihabitatnya sendiri akan membantu kelangsungan bumi ini.


16. Menggunakan produk ramah lingkungan

Nah, hal ini memang belum cukup familiar, tidak hanya makanan dan minuman, pakaian juga bisa loh tidak ramah lingkungan. So, mulai sekarang yuk kurangi membeli pakaian, jika mau membeli pastikan membeli pakaian yang berbahan dasar ramah lingkungan, sudah banyak ko produk seperti ini, ini juga yang saya lakukan. Misalnya juga tidak membeli tas dengan berbahan dasar kulit binatang atau lainnya. Ini salah satu bentuk kontribusi kecil juga loh yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kerusakan alam. Salah satunya adalah penggunaan bahan pakaian berbahan dasar kain rami, atau kain berbahan dry fit yang cepat kering sehingga tidak memakan banyak air saat pencucian.

17. Melakukan daur ulang plastik

Jika saya membeli produk yang menggunakan botol plastik (biasanya saya akan selalu membeli ukuran besar), saya akan mencoba untuk melakukan recycle botol-botol tersebut untuk tempat tanaman, hiasan, atau tempat penyimpanan barang atau saya kumpulkan dan nanti akan diberikan ke pengumpul plastik untuk di-recycle.

18. Membawa alat makan sendiri

Ketika saya menjadi mahasiswa, jika tidak memasak otomatis saya akan membeli makanan di luar, nah biasanya saya akan membawa tempat sendiri loh, biar ga menggunakan plastik atau plastik styrofoam. Atau ketika saya belanja ke pasar tradisional, jika belanja bumbu-bumbu saya akan membawa sendiri tempatnya. Ini sudah saya lakukan sejak tahun 2017 awal.

19. Berbagi dan mengajak teman-teman untuk peduli lingkungan

Nah menulis terkait lingkungan di blog saya, sebagai salah satu bentuk aksi nyata kepedulian saya terhadap lingkungan juga, berharap setelah teman-teman membaca ini, awareness terhadap lingkungan bisa meningkat dan melakukan apa yang sudah saya lakukan juga, jika sudah bisa dilanjutkan dan dipertahankan serta mengajak teman-teman lainnya untuk ikut berpartisipasi terhadap bumi yang lebih baik.

Nah itu kontribusi kecil yang sudah saya lakukan, mungkin terlihat sepele atau bahkan belum sempurna. Hal-hal kecil di atas juga kadang luput dilakukan oleh orang-orang.

Kebanyakan orang terlalu fokus ke hal-hal besar dan hanya melihat yang berdampak besar saja, padahal jika hal-hal kecil ini dimulai dan dilakukan oleh ribuan orang tentu saja akan berdampak besar terhadap perubahan iklim yang akan semakin membaik.

Setuju dengan yang diungkapkan oleh mba Widyanti Yuliandari bahwa
"aksi dalam kita menyelamatkan lingkungan ini sebenarnya tidak perlu aksi dari hanya satu dua gelintir orang atau kelompok ya, yang sempurna, tapi kita membutuhkan aksi-aksi yang tidak sempurna yang mungkin penuh kekurangan tapi dari banyak orang"
Ini kontribusi kecilku untuk perubahan iklim bumiku agar lebih baik, dengan tulisan ini, saya mengajak travel blogger dan teman-teman untuk bergerak, yuk bumi butuh aksi nyata kamu untuk membantunya lebih sehat.

Sumber: IG KBR.ID

Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog "Perubahan Iklim" yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa Anda lihat di sini.

10 August 2020

Serunya Pengalaman Sekolah ESAR Wanadri Di Gunung Kareumbi

Sebagai perempuan yang suka banget dengan kehidupan hutan dan gunung, saya mencoba terus belajar dan mencari pengalaman terkait dengan keduanya. Ikut seminar, ikut sekolah atau pelatihan di alam terbuka, baca buku atau pengalaman orang-orang yang berkegiatan di alam bebas. Tahun 2019, saya mengikuti sebuah sekolah yang berkaitan dengan alam yang diadakan oleh Wanadri, programnya adalah Sekolah ESAR Wanadri.

Pict taken by Wanadri
Hari pertama ke lapangan menuju Gunung Kareumbi
Picture taken by Wanadri

Selayang Pandang tentang WANADRI

Wanadri merupakan organisasi perhimpunan penempuh rimba dan pendaki, organisasi ini merupakan organisasi kegiatan di alam bebas tertua di Indonesia yang berdiri pada 17 Januari 1964 oleh 6 orang pemuda Indonesia sebagai Angkatan Pendiri dan kemudian diresmikan pada 16 Mei 1964 dan sekaligus mengukuhkan angkatan kedua sebagai Angkatan Pelopor. Arti kata Wanadri sendiri berasal dari bahasa sansekerta yaitu Wana yang berarti Hutan dan Adri yang berarti Gunung. Jadi secara harfiah arti dari Wanadri adalah gunung di tengah hutan. Organisasi yang beralamat di Bandung ini, mempunyai beberapa program besar berupa Kemanusiaan, Lingkungan, Pendidikan, dan Penjelajahan. Pendidikan sendiri dibagi menjadi beberapa program seperti Sekolah Pendidikan Dasar Wanadri, Sekolah Pendaki Gunung Wanadri, Sekolah Pelatih Wanadri, Sekolah Jurnalistik Wanadri, Sekolah ORAD (Olahraga Arus Deras) Wanadri, Sekolah Tebing Terjal Wanadri, Pengajaran dan Pelatihan Wanadri, dan ESAR atau Sekolah Search and Rescue Wanadri. Program-program tersebut ada yang dikhususkan untuk anggota, namun ada juga beberapa yang dibuka untuk eksternal, salah satunya adalah Sekolah ESAR Wanadri ini.

Logo Wanadri
Picture taken by
 Wanadri



Yuk kenalan dengan ESAR WANADRI?

Ada yang pernah mendengarnya? Atau mungkin pernah mendengar istilah SAR, yap hampir sama. ESAR sendiri merupakan kepanjangan dari Explorer, Search, and Rescue. Selain untuk anggota, sekolah ini juga dapat diikuti oleh masyarakat umum tentunya dengan pemilihan yang sangat ketat. Dalam pelaksanaan sekolah ESAR Wanadri ini, Wanadri sebagai pencetus melakukan kerjasama dengan tim Basarnas pusat di Jakarta sebagai organisasi resmi milik pemerintah yang menangani pencarian dan pertolongan. Kegiatan ini juga melibatkan Basarnas kota BandungVertical Rescue Indonesia, pihak Kepolisian dan TNI setempat di Jawa Barat. ESAR yang diadakan oleh Wanadri sendiri adalah ESAR di Gunung dan Hutan yang saat itu dilaksanakan di Gunung Kareumbi.


ESAR Wanadri, sekolah gabungan Wanadri dan Basarnas
Picture taken by Wanadri

Bagaimana proses pendaftaran ESAR Wanadri?

Sekolah ESAR Wanadri rutin dilakukan setiap 2 tahun sekali, terakhir yang saya ikuti adalah 2019, berarti next-nya adalah 2021. Nah bagaimana tahu kapan bukanya, gampang kita bisa check di situs miliknya Wanadri, biasanya pendaftaran dibuka sekitar bulan Agustus dan pelaksanaanya di bulan September. Bisa juga cek di akun instagramnya milik Wanadri.
Saat pembukaan kita diwajibkan untuk melakukan pendaftaran secara online, isi semua data yang diminta secara jujur, termasuk soal kesehatan kita, pengalaman kita berkaitan di gunung atau hutan. Jujur sangat penting, karena hal ini akan menyangkut keselamatan kita kedepannya. Misalnya kalau punya riwayat sakit tertentu atau sedang mengalami, jika kita lolos, pihak panitia tahu apa yang harus dilakukan untuk menjaga keselamatan kita. Mengisi beberapa pertanyaan berupa essay, sekali lagi isi dengan jujur.


Pendaftaran cek di Web dan IG Wanadri
Pict Taken Wanadri

So, bagi yang mau daftar untuk tahun depan, semangat ya. Lakukan semaksimal yang kamu bisa, karena saingannya se-Indonesia guys, maka seriuslah selama proses pendaftaran itu. Pelaksanaan acara dari tanggal 21 – 27 September 2019 yang dibagi menjadi 3 hari di kelas dan sisanya di lapangan (hutan dan gunung).

Bagaimana rasanya menjadi 1 dari 50 orang terpilih se-Indonesia?

Hari yang ditunggu telah tiba, dapat pengumuman LOLOS, masuk menjadi 1 dari 50 orang terpilih dan menjadi 1 dari 9 perempuan yang lolos se-Indonesia loh, yeay such a happywhy? Bukan karena tingkat nasionalnya sih, tapi karena dari dulu pengen banget bisa terlibat dalam kegiatan Wanadri, dan baru dapat kesempatan tahun 2019 ini pas tentang Sekolah ESAR Wanadri. Kemarin-kemarin kemana aja loh Mei? sibuk main mulu heheheheh. Kami masuk dalam group WA, panitia Wanadri diwakili oleh Bang Eko, menginformasikan semua persiapan, mulai dari perlengkapan, peralatan, terkait kesehatan, surat izin, dan hal lainnya. Pokoknya koordinasi dilakukan melalui group WA termasuk dengan teman-teman juga. Lumayan tricky juga sih nyiapin perlengkapan dan peralatannya. Satu lagi, setelah lolos, sebelum hari H, kami diminta untuk lari dan melaporkan hasil dari lari tersebut.

Limapuluh Peserta terpilih se-Indonesia
Pict Taken Wanadri

Apa tujuan dari pelatihan ESAR Wanadri?

Inti dari sekolah ini adalah peserta diharapkan memahami secara teori tentang konsep ESAR itu sendiri. Kedua, setelah sekolah ini peserta diharapkan memiliki kemampuan atau kompetensi di lapangan untuk menjadi tim ESAR jika dibutuhkan. Saya pribadi memang karena sering naik gunung, awalnya ikut sekolah ini untuk safety diri sendiri dulu, namun jika dibutuhkan kedepannya, saya akan coba semaksimal mungkin untuk berkontribusi.


Pembukaan ESAR Wanadri oleh Basarnas
Pict Taken Wanadri

Hari pertama, setelah dilakukan upacara pembukaan oleh Wanadri, Basarnas, Kepolisian, TNI setempat dan beberapa tokoh masyarakat sekitar, acara dilanjutkan dengan dilakukan tes fisik, untuk mengetahui sejauh mana kekuatan fisik kita. 

Proses cek fisik semua peserta
Pict Taken Wanadri

Hari kedua dan ketiga, kami dibekali materi kelas tentang dasar-dasar ESAR, pengetahuan tentang navigasi darat, cara mengevakuasi, cara berkomunikasi dengan tim ESAR lainnya, tentang safety, dan lainnya.

Materi kelas sebelum ke lapangan
Pict Taken Wanadri


Pembekalan materi tentang ESAR dari Wanadri
Pict Taken Wanadri

Pembekalan materi tentang ESAR oleh Basarnas
Pict Taken Wanadri

Hari keempat Sekolah ESAR Wanadri, kami mulai ke lapangan. Malam hari sekitar pukul 11 malam, kami berangkat ke Gunung Kareumbi, sebagai tempat kami praktek lapangan. Kami dibagi menjadi beberapa tim yang terdiri dari tim penggalian data informasi, tim pengolahan data informasi, tim logistik, tim penyusunan strategi komunikasi, dan tim pendukung medis. Masing-masing kami dibagi menjadi kelompok kecil yang terdiri 5 orang. Selain 50 orang terpilih, sekolah ini juga digabung dengan anggota Wanadri sebanyak 54 orang, sehingga total peserta adalah 104 orang.



Apa yang didapat dari sekolah ESAR Wanadri ini?

Ilmu

Pastinya ya, saya yang masih awam dalam membaca peta, dengan ikut ESAR Wanadri saya bisa sedikit banyak mengerti tentang navigasi darat, karena salah satu materi yang diajarkan tentang navigasi ini, ini akan bermanfaat untuk kehidupan saya sehari-hari terlebih saat naik gunung. Bagaimana menangani dan mengevakuasi korban, bagaimana menggunakan peralatan keselamatan (misal kompas), bagaimana memberi pertolongan, dan banyak hal lainnya.


Belajar tentang Navigasi Darat oleh Wanadri
Picture taken by Wanadri

Belajar Disiplin, Leadership, Manajemen Waktu

Wanadri terkenal dengan pendidikannya yang sangat disiplin, dan ini benar-benar saya rasakan, kebetulan satu kelompok saya, 3 orangnya adalah dari Wanadri. Saya perhatikan mereka benar-benar disiplin, kami juga dituntut untuk seperti itu. Misalkan jam 10 kami harus tidur dan jam 4 harus sudah bangun, makan hanya boleh dijamnya, hanya membawa barang yang dibutuhkan, dan banyak hal lainnya yang bisa saya terapkan sampai sekarang.


Disiplin dan mampu Memimpin menjadi salah satu ciri khas Wanadri
Pict Taken Wanadri

Termasuk membagi makanan untuk setiap hari ini juga mengajarkan kedispilinan buat saya. Bawa barang-barang sesuai dengan kebutuhan, setiap pagi tas kami akan dicek, apakah perlengkapan dan peralatan atau hal lainnya sudah sesuai dengan kebutuhan atau belum. Selain itu saya juga lebih banyak belajar memenej waktu, dna belajar lagi mengenai kepemimpinan.

Selama perjalanan kami mengikuti instruksi untuk keamanan semua
Pict Taken Wanadri

Pengalaman

banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan saat sekolah ESAR ini, pertama kali ke Gunung Kareumbi, hutannya masih alami dan kebetulan pas musim panas, jadi semua rumputnya kecoklatan, indah sekali.

Ini beneran loh "mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah"
Pict Taken Wanadri

Kedua, saya sedikit takut dengan golok atau benda tajam gitu, dan saya pertama kalinya memegang golok ukuran 50 cm, bisa dibayangkan lah ya, udah kayak jagal hehehehe.


ada yang berani macam-macam ga ya? :)
Pict taken by Kang Iif

Ketiga, pas mulai latihan evakuasi, masuk hutan yang sangat rapat, penuh dengan pohon dan rerumputan tinggi, bayangkan kita harus membuka jalur dengan memotong pohon-pohon besar dan rerumputan itu, menebas akar-akar dan menerobos pohon-pohon yang penuh dengan duri, dengan kondisi hutannya miring loh bisa sampai 70 derajat gitu, seru sih sih, jadi sangat menghargai banget para relawan yang di gunung, perjuangannya luar biasa, saat ada orang yang hilang di gunung. Menggunakan golok besarnya ini loh, gak bakal lupa seumur hidup kayaknya hahaha.

Latihan pencariannya, kita turun ke bawah yang miringnya bisa 70 derajat Menebas pohon, daun, dan kayu-kayu ini dengan golok
Pict Taken Wanadri

Belajar nebas hutan, siapa tahu nanti punya hutan sawit ya :)
Pict Taken Wanadri

Biasanya saya kalau naik gunung bawa kerir ukuran 40-50 liter, ikut ESAR Wanadri pertama kalinya bawa kerir sampai 80 liter, you can imagine, badan saya semungil ini, bawa ukuran 80 liter, tenggelam lah hehehe, but, I know I am strong, perempuan ga boleh keseringan mengeluh kalau kata angin. Jadi kalau ada yang bilang aku perempuan manja, sini main sama aku lebih jauh hehehehe.

Semua perlengkapan harus selalu dalam keadaan siap berangkat
Pict Taken Wanadri


Pertama kali bawa kerir 80 liter dan isinya entahlah
Beneran berat sih emang :(

Selalu siaga dalam kondisi apapun

Hal lain yang saya pelajari adalah, anggota Wanadri setiap kali habis masak dan makan akan selalu langsung merapikan perlengkapan masak, makanan, dan peralatan lainnya ke dalam tas dengan rapi, lah saya kalau naik gunung, selesai masak dirapiin besoknya heheh. Ternyata hal ini dilakukan agar jika kita dibutuhkan kita sudah siap berangkat.


Semua perlengkapan harus selalu dalam keadaan siap berangkat


Manajemen perbekalan

Kegiatan ini mengajarkan saya juga untuk selalu tidak berlebihan, misalnya kalau mau naik gunung 3 hari ya bawa perbekalan dan perlengkapan atau lainnya untuk 3 hari juga. Jangan berlebihan.


Pengecekan barang termasuk logistik
Pict Taken Wanadri

Belajar tentang Safety

Nah kadang banyak orang yang suka naik gunung asal aja, tanpa memperhatikan safety dari sisi perbekalan, perlengkapan dan peralatan. Di sini saya semakin belajar, kita tidak bisa mengendalikan alam, tapi kita bisa mengendalikan diri kita dengan selalu melakukan persiapan yang matang kalau kita mau naik gunung. At least, paham sedikit-sedikit tentang navigasi darat.


Belajar Navigasi Darat
Pict Taken Wanadri


Belajar adaptasi

Yang lolos ESAR Wanadri ini berasal dari seluruh Indonesia, beda suku, beda agama, beda budaya, beda bahasa, saya banyak belajar bagaimana bisa mingling dengan semuanya, beradaptasi dan tetap bertoleransi dengan mereka. Salah satu adaptasi saya di Gunung Kareumbi ini adalah, pertama kalinya saya tidur di gunung menggunak bivak, tentu saja ini menjadi hal baru dan badan saya belajar menyesuaikan juga, jadi someday kalau mengalami lagi, badan kita engga shock.


Pertama kalinya tidur pakai bivak
Pict Taken Wanadri


Nambah Teman

Pastinya ya kalau ini, nambah teman dari berbagai daerah di Indonesia, dan mereka ternyata udah pada berpengalaman semua, keren-keren deh, saya masih pemula jadi banyak belajar dari mereka.

Muka-muka lelah setelah pelatihan, muka hutan semua :)
Dapat teman baru seluruh Indonesia

Semoga sharing-nya bermanfaat buat teman-teman yang ingin ikut Sekolah ESAR Wanadri berikutnya, sekolah ini sangat cocok buat kamu yang mau belajar tentang disiplin, leadership, atau suka dengan kegiatan di alam bebas.

Peserta Internal dan Eksternal ESAR Wanadri
Pict Taken Wanadri


Setelah ESAR Wanadri, next  ambil sekolah tentang Vertical Rescue

Sampai jumpa di Sekolah ESAR Wanadri Tahun 2021.
Wanadri, Jasamu Abadi.

Popular Posts

Mendaki Puncak Poon Hill di Himalaya

Poon Hill adalah satu dari belasan puncak gunung yang berderet di  Himalaya . Menjadi salah satu puncak gunung yang menjadi incaran banyak ...

Back to Top