Looking for My Article

15 January 2021

MEIMOODAEMA.COM, IT'S MY IDENTITY

Blog aku dengan nama domain Meimoodaema, fokus pada niche traveling. Baru lahir empat tahun lalu. Sebenarnya aku sudah mengenal dunia blog dari tahun 2007. Tapi hanya sebatas membaca tulisan orang-orang. Padahal waktu itu sudah rajin pergi traveling. Namun belum tergugah untuk membuat dan mengisinya dengan cerita-cerita perjalananku yang penuh dengan kegalauan hehe. Apalagi keahlianku menuangkan cerita dalam bentuk storytelling masih jauh dengan kata sempurna.

meimoodaema travel blogger dan pecinta gunung
Menulis pengalaman traveling ke gunung adalah favorit aku


Terperangkap dalam dunia blog

Tahun 2012 mulai ada keinginan untuk menuangkan semua perjalananku dalam platform digital. Akhirnya setelah membaca beberapa referensi, aku menjatuhkan pilihan pada Blogspot. Sayangnya karena kesibukan kerja, blog itu kosong sampai aku lupa nama domainnya, parah banget ya. Alamat email untuk mendaftar pun sudah aku hapus.

Sempat sedih sih, kalau aku ingat sekarang, soalnya kan jadi history juga buat blog aku. Kalau aku udah punya blog dari 2013 loh. Butuh pengakuan banget deh, hahaha. Manusiawi.

Oktober 2016 aku melakukan perjalanan berkeliling dari Nusa Tenggara Barat (NTB) sampai ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Banyak tempat yang disinggahi. Desember 2016 aku juga melakukan perjalanan ke Himalaya, aku hampir sebulan tinggal di sana. Banyak teman yang japri. Mereka bertanya soal itenary, biaya, akses, dan lainnya. Akhirnya daripada jawab satu-satu kenapa enggak aku tulis aja di blog, pikirku.

Tanpa pikir panjang, November 2016 aku langsung membuat blog gratisan. Sempat galau tuh mau ngasih nama domainnya. Akhirnya domain Meimoodaema jadi pilihan. Aku usahakan unggah tulisan setiap minggunya. Lumayan 2 bulan di tahun 2016 terisi sesuai jadwal. 

Tahun 2017 aku melanjutkan studi. Kesibukan kuliah yang super padat, bahkan bisa ngga tidur sampai 2 hari itu sudah biasa, membuat lupa pada rumah online baru yang baru aku buat. Semua tugas kuliah dalam bentuk paper, dan hampir setiap hari. Jadi hampir setiap malam aku akan menulis artikel ilmiah. Jadwal kuliah juga full, Senin - Jumat dari pagi sampai sore. Weekend pergi ke lapangan untuk mengumpulkan data. Akhirnya sampai tahun 2019, blognya hanya terisi beberapa artikel saja.

Awal tahun 2019 aku mencari info komunitas menulis di Jogjakarta melalui Facebook. Akhirnya aku menemukan komunitas blogger di Jogja dan bergabung dengan group WA milik mereka. Aku mendapatkan banyak sharing dari blogger-blogger kece di komunitas ini. Perlahan, keinginan untuk menulis semua perjalananku di blog, mulai kembali bangkit.

Terbiasa menulis tugas kuliah dalam bentuk paper, membaca perjalanan para travel blogger dan bergabung dengan komunitas blogger, inilah titik awal aku terperangkap dalam dunia blogYa, meskipun keahlianku dalam storytelling masih zero. But life is about learning. The more you learn, the more you earn. Kalau kata Om Warren Buffett.

 

Jatuh cinta dengan blog

Bergabung dengan komunitas blogger, membuat kesempatan aku mengenal dunia blog makin terbuka lebar. Aku mulai sering mengikuti event-event yang diadakan oleh beberapa blogger Jogja yang bekerjasama dengan beberapa brand, komunitas, perusahaan lainnya. Jadi tidak hanya menulis artikel di blog, aku juga sering ikut event beberapa produk, yang review-nya hanya di akun media sosial seperti Facebook, Twitter, atau Instagram.

Review produk membuat aku makin banyak belajar menulis dalam bentuk microblogging. Ternyata storytelling produk itu bukan hal yang mudah. Termasuk juga menulis untuk blog. Membuat aku harus terus belajar dan improve my skill dalam dunia menulis. Salah satunya dengan sering berkunjung ke blog orang lain. Membaca blog teman-teman membuat aku menemukan jati diri dalam menulis. Mengambil ilmu dari mereka bagaimana membuat tulisan yang menarik.

Pada prinsipnya menulis sama dengan membaca. karena sebelum menulis kita harus banyak membaca agar tulisan kita berkualitas. Jadi paling penting buat aku, dengan menulis kita tidak berhenti belajar dan ilmu kita makin bertambah. Karena prinsip aku, hidup adalah belajar, jadi salah satu cara aku untuk terus belajar adalah dengan menulis.

Hal ini yang mendasari kenapa aku makin jatuh cinta dengan dunia menulis, khususnya menulis blog. Selain itu kita juga membangun relasi dengan berbagai pihak, yang akan membuat hidup kita lebih produktif.

 

Welcome to Meimoodaema, as My Identity

Waktu itu aku putuskan memilih platform blogspot, karena menurut aku lebih mudah untuk blogger newbe seperti aku. Terus kan enaknya bisa connect ke gmail juga. Setelah menentukan platform, terus aku galau dengan alamat domain. Sempat nyari-nyari nama dan diskusi sama teman buat nentuin nama. Ga mau salah pilih karena bakal jadi identitas aku kedepannya. Sampai akhirnya memilih Meimoodaema as my identity.


meimoodaema as my identity
Meimoodaema, My Identity


"Kenapa namanya Meimoodaema?"

Pernah seorang teman bertanya. Alasannya ya karena Mei dan Moo adalah nama panggilanku dan Daema adalah nama keluargaku. Selain menunjukan identitas pemiliknya, nama domain juga unik karena belum ada di google. Sesimple itu sih jawabannya. Tapi sebelum memilih nama ini memang  sempat galau lama. Lebih galau saat pisah sama dia, eh ups. Kan katanya nama itu jadi doa ya. Karena aku berharap, nama domainku ini membawa manfaat untuk aku dan banyak orang. Aamiin.

 

Mendulang Kepercayaan Dengan Top Level Domain (TLD)

Kegalauan memilih nama domain masih berlanjut ketika mau bermigrasi dari blog gratisan ke Top Level Domain (TLD). Yap, masih berkutat dengan nama domain. Saking galaunya aku membeli 2 alamat domain dengan nama Meimoodaema dan Meijourney. Tapi dipikir-pikir sepertinya Meijourney sudah umum dan aku lihat ada beberapa media sosial dengan nama akun itu. Akhirnya kurelakan hangus setelah 1 tahun.

"Terus alasan kamu apa Mei, pindah dari gratisan ke TLD?".

Banyak jawabannya. Mulai dari ikut-ikutan seperti orang lain hahaha, dinasehatin sama teman yang orang IT, masalah keamanan tulisan-tulisan, biar ga malu-maluin juga karena pakai gratisan padahal kan udah ada brand yang minta di-review, sampai pada alasan biar terlihat profesional.

Alasan terakhir menguatkan aku untuk pindah ke TLD. Dengan pindah ke TLD, jadi investasi juga kedepannya kan?. Orang-orang akan lebih trust saat berkunjung ke blog kita. Termasuk perusahaan atau brand yang ingin bekerjasama. Alhamdulillah semenjak bergabung dengan beberapa komunitas blogger dan pindah ke TLD, ada beberapa brand atau perusahaan yang mengajak kerjasama. Fee yang saya terima cukup untuk membayar biaya tahunan domain. Meskipun belum banyak, tak apalah. 

 

Traveling is a half my life

Bahas soal niche, blog aku berkaitan dengan dunia traveling. Isinya tentang perjalananku mengunjungi tempat wisata di Indonesia dan juga luar, terutama gunung. Selain gunung, aku juga suka mengunjungi pantai, membahas adat istiadat atau budaya, city tour, tempat wisata buatan, event, culinary, akomodasi, transportasi atau tips-tips yang berkaitan dengan traveling.

"Kenapa pilih niche traveling?"

Sejak SD aku suka dengan membaca. Masih kuingat jelas, setiap jam istirahat aku akan berlari menuju perpustakaan sekolah. Mencari-cari buku tentang tempat-tempat indah di dunia, di rak sekolah yang tingginya dua kali lipat dari tinggi tubuhku. Dengan menggunakan bangku yang disediakan perpustakaan, aku memilih buku-buku yang sudah hampir usang. Lalu aku akan duduk asyik membaca buku-buku itu di pojok perpustakaan sekolah yang catnya sudah hampir mengelupas.

Sejak Sekolah Dasar (SD), aku juga aktif dalam kegiatan sekolah yang berkaitan dengan alam, seperti kemping, menyusuri sungai, dan trekking. Hal ini membuat aku makin suka dengan kegiatan traveling yang berbau alam. Semenjak lulus kuliah, satu persatu mimpiku sewaktu SD untuk mengunjungi tempat-tempat indah mulai tercapai. 


meimoodaema my identity
Traveling, part of my life


Berawal dari membaca dan kecintaanku terhadap traveling inilah, aku memutuskan menulis blog dengan niche traveling. Aku benar-benar menikmatinya saat menuangkan perjalananku dalam bentuk tulisan di blog. Namun sayangnya tulisanku masih kaku, keahlian aku menceritakan perjalanan dalam bentuk storytelling masih harus terus diasah. Aku menilai saat aku menulis, rasa (let's say panca indra) tulisannya belum ada. Meskipun begitu, aku menikmati proses dalam menulis.

Alasan lain kenapa memilih niche traveling? Yang pasti bukan karena ikut-ikutan. Karena aku traveling sejak tahun 2000. Aku banyak mengunjungi tempat-tempat indah di Indonesia dan baru beberapa negara. Namun aku tidak pernah menuliskannya dalam platform online. Padahal mungkin banyak orang yang membutuhkan informasi itu. Kenapa ga menulis aja kan?

Alasan kedua karena aku lanjut sekolah di bidang tourism. Yap, master degree aku Tourism Studies. Aku banyak membaca artikel-artikel ilmiah tentang dunia pariwisata, membaca kondisi pariwisata di berbagai belahan dunia. Sharing dengan pemerhati pariwisata. Pokoknya aku belajar banyak tentang tourism.

Makin cinta deh sama traveling. Hope someday I will around the world, visit all beautiful places in the world. Aamiin. Jadi secara knowledge sedikit banyak aku paham tentang dunia pariwisataAlasan ini lah yang memperkuat aku untuk tetap bertahan di niche traveling.

Alasan lain, aku mau tulisanku tidak hanya sekedar menulis pengalaman perjalananku tapi juga mengenalkan ke orang-orang destinasi wisata yang ada di dunia. Paling penting, memberikan edukasi bahwa melakukan wisata itu harus dilakukan dengan bijak, cerdas, dan bertanggungjawab. Serta memberikan manfaat untuk tempat wisata yang kita kunjungi. Semisal melakukan voluntourism, seperti yang biasa aku lakukan. Jadi, selain kita bersenang-senang, kita juga memberikan manfaat untuk destinasi wisata yang kita kunjungi.

 

My Meimoodaema, My Hope

Setiap kali memutuskan sesuatu, kita pastinya mempunyai harapan besar terhadap keputusan itu kan? Sama dengan aku, saat memutuskan memilih domain Meimoodaema dengan niche traveling, mempunyai banyak harapan dan doa.


meimoodaema my identity voluntourism
Traveling sambil mengedukasi dan berbagi


Apa doanya dengan blog yang kamu buat Mei. Banyak hehehe

1. Menulis konten blog yang berkualitas.

Suka kalau bacain blog temen-temen traveling yang enak banget kalau dibaca, nagih untuk balik lagi ke blognya. Karena penggunaan bahasa yang simple, mudah dipahami, santai, detail. Aku kayak masuk dalam cerita mereka.

Nah, salah satu keinginanku dengan nama domain ini, aku bisa menulis konten yang berkualitas, belajar menulis dengan gaya storytelling yang bakal membuat pembaca terhipnotis dengan tulisanku dan bakal balik lagi bahkan menunggu tulisanku. Sehingga bermanfaat untuk semua pembacanya.

2. Menjadi platform edukasi tentang traveling

Melalui domain traveling yang aku miliki, aku bisa membantu mengedukasi masyarakat tentang berwisata yang bertanggung jawab, aman, bijak, dan cerdas. Contoh, saat berkunjung ke destinasi wisata kita tetap menjaga lingkungan destinasi wisata agar tetap bersih dan tidak merusaknya. Selalu mempersiapkan diri sebelum melakukan pendakian, atau berkaitan dengan safety lainnya. Berbagi untuk semua does dan don'ts di beberapa destinasi wisata.

3. Berbagi pengalaman perjalanan

Aku juga berharap domain aku dapat menjadi referensi saat orang lain akan melakukan perjalanan. Mulai dari persiapan, saat berada di destinasi wisata, dan sampai saat pulang lagi. Sehingga jika ada pengalaman yang kurang menyenangkan yang aku alami dapat menjadi pelajaran buat orang lain dan juga bisa melakukan antisipasi.

4. Bisa melakukan kerjasama dengan banyak pihak

Maksud bekerjasama di sini tidak melulu soal uang, tapi bisa jadi kerjasama yang sifatnya edukasi. Kerjasama dalam melakukan kegiatan bermanfaat seperti volunteering, atau melakukan kerjasama tentang dunia pendidikan, membantu promosi pariwisata, dan lainnya. Selama itu hal positif dan bermanfaat.


Kisah traveling semakin menarik dengan storytelling

Kamis produktif nan manis, semalam aku mengikuti kelas menulis yang diadakan oleh Kelas Growthing Blogger (KGB). Dengan mengambil tema "Menetapkan Storytelling Pada Postingan Blog" yang dibawakan oleh Mas Bambang Irwanto Ripto. Materinya sangat bagus dan membuat aku makin lebih detail dalam menyampaikan informasi.

meimoodaema tips bercerita dengan storytelling
Tips storytelling


Karena setelah mendapatkan materinya, aku merenung, sepertinya tulisanku selama ini memang belum mengandung konsep storytelling. Feel-nya belum dapat. Aku jarang mengekspresikan perjalananku dengan panca indra. Sehingga orang tidak dengan mudah meresapi dan masuk ke dalam cerita perjalanan yang aku tulis.

karena pada dasarnya, perjalanan itu tentang rasa. Agar pembaca bisa membayangkan dan merasakan keadaan destinasi wisata yang kita kunjungi. Jadi dengan menggunakan teknik storytelling, pembaca benar-benar dapat menikmati perjalanan kita seperti yang kita alami. Nice share Mas Bambang, terima kasih untuk ilmunya.



11 January 2021

TRAVEL BLOGGER DAN LITERASI DIGITAL

Lahir dan besar di era digital, membuat saya tak asing lagi dengan literasi digital. Apalagi kita yang terlahir sebagai generasi Y dan Z, hampir semua keseharian kita berkaitan dengan dunia digital. Saya mulai memahami betul mengenal ilmu digital ketika saya melanjutkan pendidikan master saya. Hampir setiap hari saya mengakses informasi yang berkaitan dengan kegiatan akademisi. Pemahaman saya semakin bertambah ketika mulai terjun di dunia digital media sebagai travel blogger juga sebagai content creator.


pentingnya literasi digital
Membaca bisa kita lakukan di mana saja


Saat ini rasanya tidak mungkin untuk bisa hidup tanpa platform digital. Kemajuan teknologi membuat semuanya didigitalisasi dengan alasan kemudahan. Termasuk di masa pandemi seperti sekarang, siap tidak siap semua orang dipaksa untuk beralih ke dunia digital. Jika kita tidak mengikutinya pasti akan tertinggal. Namun, ada ruang kosong (lack of knowledge) yang terbentuk ketika kemajuan teknologi tidak diiringi dengan pengetahuan yang cukup untuk menghadapinya.

Sebagai travel blogger, kehadiran platform digital sangat membantu. Perjalanan saya banyak berhasil karena kemajuan teknologi. Mulai dari mencari transportasi, akomodasi, akses, budget yang dibutuhkan, amenitas, dan lainnya. Atau mencari informasi yang berkaitan dengan destinasi wisata, secara real time kita bisa menemukannya dengan cepat. Namun, kemudahan dalam mengakses informasi tersebut harus dibarengi dengan sikap kritis dan cerdas. Kritis dalam membaca informasi yang didapat agar tidak merugikan diri sendiri dan juga orang lain.


APA ITU LITERASI DIGITAL?

Proyek digitalisasi sebenarnya sudah dicanangkan oleh UNESCO dari tahun 1980, namun mulai fokus dikembangkan sejak Mei 2007 setelah Konferensi Lisbon. Di Indonesia sendiri, literasi digital mulai dikenal sejak kurikulum Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang menjadi bagian dari kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Meskipun pada akhirnya dihilangkan pada kurikulum 2013 karena dianggap dapat digabung dengan mata pelajaran lainnya.


apa itu literasi digital


Secara sederhana, Gilster (1997) sebagai pencetus pertama konsep literasi digital dalam bukunya yang berjudul Digital Literacy, mengungkapkan bahwa literasi digital merupakan kemampuan dalam memahami dan menggunakan informasi dari berbagai sumber digital. Melengkapi pendapat dari Gilster, Bawden (2001) menambahkan bahwa literasi digital merupakan gabungan dari literasi komputer dan literasi informasi. 

Sementara menurut The American Library Association’s, literasi digital adalah kemampuan dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mencari, mengevaluasi, membuat, dan mengkomunikasikan informasi yang memerlukan kemampuan kognitif dan keterampilan teknis.

Dari ketiga definisi di atas, secara sederhana literasi digital merupakan kemampuan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi dengan cerdas dan bijak.


TAHUKAH MINAT BACA MASYARAKAT INDONESIA SANGAT RENDAH?

Tesis mengantarkan saya pada perbatasan Indonesia-Malaysia. Selain melakukan penelitian, saya juga melakukan voluntourism, dengan mengajar anak-anak SD di wilayah perbatasan. Wilayah yang akses untuk mendapatkan pendidikan masih sangat terbatas. Seperti jalan yang rusak, tidak ada transportasi, kekurangan guru, tidak ada akses internet, bahkan warga di perbatasan ini melihat lampu listrik saja mungkin belum pernah. Ketika saya mengajar di kelas IV SD, ada beberapa anak yang belum mengenal huruf dan angka. Pengalaman ini menyadarkan saya, bagaimana mereka bisa dikenalkan dengan literasi digital? Hal-hal dasar untuk kegiatan pendidikan saja masih sangat terbatas.

Kasus di atas hanya satu dari ribuan kasus yang terjadi di Indonesia, yang menyebabkan kenapa literasi digital di Indonesia masih sangat rendah. Cerita yang saya alami, mendukung beberapa fakta yang menyatakan bahwa masyarakat Indonesia memang krisis akan minat baca yang berpengaruh terhadap minat dan kemampuan dalam literasi digital.


minat baca literasi digital
Minat baca masyarakat Indonesia rendah

Fakta pertama, penelitian yang dilakukan oleh Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis oleh Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD) tahun 2015 menunjukan bahwa Indonesia menempati urutan ke-2 dari bawah soal minat bacanya.

Fakta kedua yang membuat saya tercengang, penelitian yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 menunjukan bahwa minat baca Indonesia berada di urutan ke 60 dari 61 negara.

Fakta ketiga, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia menempati urutan kedua dari bawah yaitu dari 1.000 orang warga Indonesia hanya 1 orang yang rajin membaca, artinya hanya 0,001%. Eh, tapi saya termasuk di 1 orang itu sih kayaknya hehehe.

Namun fakta berikutnya, justru patut dipertanyakan. Sebuah lembaga riset independen di Paris bernama Semiocast menunjukan bahwa Indonesia menempati urutan ke-5 dalam menatap layar gawai, meskipun disinyalir minat baca masyarakat kita rendah. Bahkan penelitian yang dilakukan oleh digital marketing Emarketer tahun 2018, memperkirakan pengguna smartphone di Indonesia bisa mencapai 100 juta orang. Wow banget ya. Minat baca rendah tapi penggunaan smartphone sangat tinggi. Sepertinya patut diteliti apa yang mereka lakukan dengan smartphone tersebut.

Fakta-fakta di atas menurut saya wajib diwaspadai. Karena kalau kita cerna dengan teliti ada gap besar di mana minat baca sangat rendah yang mengakibatkan lack of knowledge, tapi kok suka banget ya menggunakan gadget. Dengan minimnya pengetahuan termasuk kritis terhadap informasi, para pengguna gadget tersebut bisa dengan mudah dihantam dengan informasi-informasi hoax dan mudah diprovokasi. Pada akhirnya akan ikut-ikutan menyebar informasi yang kebenarannya belum divalidasi dan akan merugikan banyak orang. Hal ini juga bisa berlaku bagi para travel blogger yang tidak memiliki kemampuan literasi digital.


BAGAIMANA PERAN TRAVEL BLOGGER DALAM MENDORONG MINAT LITERASI DIGITAL

Sebagai travel blogger yang sering membuat tulisan di platform online dan membagikannya juga di media sosial seperti Instagram, Twitter, Facebook, atau media sosial lainnya, sudah pasti kita harus memiliki kecakapan atau kemampuan dalam mengelola literasi digital ini. Tulisan kita akan bisa diakses kapan saja, di mana saja, dan oleh siapa saja, sehingga ada tanggung jawab moral bahwa informasi yang kita sampaikan validitasnya aman. Tulisan kita benar-benar harus dianalisa dengan sangat baik agar tidak memberikan informasi yang keliru kepada pembaca kita. Terlebih kita sudah tahu audience kita siapa.

Seperti yang dituliskan oleh peneliti literasi digital Douglas A.J. Belshaw dalam tesisnya, yang menyebutkan bahwa ada 8 komponen yang sangat penting yang harus diperhatikan terkait dengan literasi digital, yang beberapa poin sudah saya sebutkan di atas.


meimoodaema digital literasi infografis
Komponen menurut Douglas A.J. Belshaw 


Dari delapan poin di atas, bisa menilai bahwa kita harus menggunakan informasi secara bijak. Lalu bagaimana peranan seorang travel blogger yang mempunyai kemampuan dalam membaca data melalui digital?


Berperan serta dalam mensosialisasikan Literasi Digital

Nah, salah satu peran yang bisa dilakukan oleh seorang travel blogger adalah membantu mensosialisasikan bagaimana meningkatkan kecakapan dalam literasi digital. Memberikan pemahaman kepada pembaca mengenai apa itu dunia membaca melalui digital, manfaat atau dampak positifnya, serta bagaimana cara menggunakannya, apa yang does dan don'ts, bahkan kita dapat mengolah data dan berkomunikasi dengan semua orang di dunia melalui literasi dunia teknologi ini. Sosialisasi ini bisa dilakukan secara online atau pun offline. Salah satunya bisa menulis tentang pentingnya membaca melalui digital terhadap semua informasi yang berkaitan dengan kegiatan wisata.


sosialisasi literasi digital
Peran guru dalam mendorong kemampuan membaca melalui digital di kelas


Menulis konten yang berkualitas

Menulis konten yang berdampak positif dan bermanfaat bagi para pembacanya menjadi sebuah kewajiban bagi siapa saja termasuk seorang travel blogger. Konten-konten yang berkualitas karena didapat dari berbagai sumber akan memberikan manfaat bagi pembacanya dan dapat mendorong seseorang untuk kembali ke blog kita, sehingga secara perlahan orang akan terbiasa dengan membaca dan mencari informasi melalui digital dan informasi yang didapatkan juga bermanfaat untuk para pembaca. Misalnya memberikan tips pada saat berkunjung ke destinasi wisata gunung.

Membuat konten tulisan yang menginspirasi

Selain konten yang bermanfaat dan positif, untuk mendorong membaca dan menemukan informasi melalui digital kita juga harus memberikan tulisan yang menginspirasi. Pengalaman saya, saat membaca sebuah tulisan melalui platform digital seperti blog, saya akan kembali ke blog tersebut karena penasaran dengan inspirasi-inspirasi yang akan diberikan berikutnya. Perlahan tapi pasti saya terbiasa dengan literasi digital. Hal ini pun pasti berlaku bagi pembaca lainnya. Salah satu yang suka saya tulis ketika berwisata adalah kegiatan volunteering saat berwisata. Kita bisa mengajak kepada pembaca bahwa jangan hanya sekedar traveling tapi kita juga bisa berbagi dengan masyarakat di sekitar destinasi wisata. Misalnya mengajar.

Membantu mendorong minat baca masyarakat melalui tulisan yang menarik dan detail

Jika konten kita bermanfaat, maka otomatis pembaca akan repeat ke blog kita. Hal ini menjadi peluang besar untuk kita sebagai travel blogger untuk memberikan pengaruh kepada pembaca untuk terus aktif membaca. Misalkan dengan pemilihan gambar destinasi wisata yang bagus, menggunakan infografis, tampilan blog yang rapi dan user friendly, informasi yang ditampilkan detail misalkan biaya yang perlu dipersiapkan untuk mengunjungi destinasi wisata tersebut, atau hal lainnya. Hal ini akan berpengaruh pada minat baca yang mereka miliki.


MENGAPA KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL PENTING?

Memiliki kemampuan dalam membaca sebuah informasi melalui digital sangatlah penting. Dengan begitu kita akan berpikir kritis terhadap informasi yang kita baca atau yang akan kita sebarkan. Kita akan berpikir terlebih dahulu sebelum menyebarkan sebuah informasi, apakah kebenarannya valid atau tidak. Termasuk untuk seorang travel blogger yang tulisannya bisa diakses oleh semua kalangan.

Selain berpikir kritis, kita sebagai makhluk sosial kita mempunyai tanggung jawab untuk saling melindungi sesama kita dari informasi yang kita sebarkan. Sehingga kita mempunyai kewajiban untuk melakukan pengecekan terhadap semua informasi yang akan kita disebarluaskan.


KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL DENGAN TATA BAHASA

Nah, embel-embel seorang blogger termasuk travel blogger pastinya berkaitan dengan tulisan bukan? Informasi melalui digital lekat dengan tulisan, karena semua informasi yang kita unggah atau pun unduh bentuknya dalam tulisan atau gambar. Untuk menjadikan tulisan kita bermanfaat dan menarik tentu saja harus disampaikan dengan tulisan yang baik dan benar.


literasi digital kelebihan menulis
Materi tentang Teknik Menulis dan Editing Blog Post


Beruntungnya semalam saya mengikuti kelas Teknik Menulis dan Editing untuk blog post. Kelas diadakan Kelas Growthing Blogger (KGB) bersama teteh cantik dari Bandung, teh Gilang Maulani yang akrab dikenal dengan nama Gemaulani. Ternyata untuk memaksimalkan literasi digital ini, harus didukung dengan tulisan yang baik dan benar, mulai dari memperhatikan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI), pemilihan bahasa, penggunaan huruf besar dan kecil, kata hubung, singkatan, penggunaan huruf kapital, juga termasuk penggunaan tanda baca. 

Satu hal yang tak kalah penting, lakukan research untuk semua tulisan kita, agar informasi yang disampaikan sesuai fakta dan valid. Senin yang bermanfaat deh semalam itu.


MEMAKSIMALKAN LITERASI DIGITAL DENGAN EDITING TULISAN

Nah, sebelum kita menyebarkan tulisan kita ke khalayak ramai, misalnya saya menulis tentang sebuah destinasi wisata, saya akan memastikan bahwa informasi yang kita sampaikan memang sesuai di lapangan, termasuk foto-foto yang kita unggah sesuai dengan kondisi di lapangan. Jika memang tulisan berdasarkan opini pribadi, makan gunakan disclaimer jika itu merupakan pengalaman pribadi. Perhatikan juga typo, struktur blog, keterkaitan paragraf satu dengan lainnya, ini sangat penting agar informasi yang disampaikan tidak keliru.

REFERENSI

Gilster, P., & Glister, P. (1997). Digital literacy. Wiley Computer Pub. New York.

https://clalliance.org/wp-content/uploads/files/doug-belshaw-edd-thesis-final.pdf

https://www.ccsu.edu/wmln/rank.html

https://literasinusantara.com/literasi-digital-pengertian-tantangan-dan-peluang/

https://www.theguardian.com/books/2016/mar/11/finland-ranked-worlds-most-literate-nation

30 December 2020

TIPS MENJAGA TUBUH TETAP SEHAT DI SAAT PANDEMI

Buat saya yang hobby-nya traveling ke alam bebas, stay at home selama pandemi cukup membuat sedikit kelimpungan. Meski di sisi lain banyak hikmah yang bisa kita ambil dari kondisi yang penuh tantangan ini. Salah satunya ya berkumpul dengan keluarga, hubungan kami menjadi lebih dekat dan lebih banyak waktu yang dihabiskan dengan mereka, terutama orang tua saya. Namun karena berkurangnya bahkan sama sekali tidak beraktivitas di luar rumah, apalagi jalan-jalan, saya merasa bosan dan tentu saja berpengaruh terhadap kondisi badan saya. Untuk menjaga tubuhnya tetap sehat di masa pandemi seperti sekarang, saya melakukan beberapa hal yang dapat membantu fisik dan mental kita tetap sehat. Nah apa saja tipsnya, yuk check it out.

1. Olahraga secara teratur

Ini wajib kita lakukan untuk menjaga kondisi badan kita tetap fit. Tetap lakukan olahraga secara rutin, minimal 3x dalam seminggu selama 30-60 menit sekali olahraga. Selain membuat badan kita tetap sehat, olahraga juga dapat mendorong hormon endorfin, dopamin, dan serotonin yang membuat kita lebih bahagia. Hal ini sangat membantu kita agar tetap positif dalam menghadapi pandemi seperti saat ini, dan juga menjaga imun tubuh kita dalam kondisi baik.


Picture taken by Wulan



2. Konsumsi makanan dan minuman sehat

Selama stay at home, konsumsilah makanan dan minuman yang sehat. Selain menjaga badan tetap fit, juga akan membuat pikiran kita lebih positif. Karena makanan dan minuman sehat akan berpengaruh terhadap emosi kita.





Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran. hal ini sangat baik untuk tubuh. Saya usahakan setiap pagi dan sore hari untuk konsumsi buah-buahan. Saya usahakan minimal 4 jenis buah dengan warna yang bervariasi juga, sehingga akan membuat tubuh kita lebih sehat. Saya sudah lama tidak mengkonsumsi minuman warna ataupun yang mengandung soda. Jadi perbanyak air mineral minimal saya habiskan air minum 2,2 liter, sesuai dengan kebutuhan dan berat badan saya.

3. Berpikir positif

Nah, selama pandemi, menjaga pikiran tetap positif sangatlah penting. Pikiran yang positif menjadi salah satu akar dari kesehatan tubuh kita. Saya merasakan di awal-awal pandemi, pikiran saya kurang baik, sehingga membuat imun tubuh saya menurun. 

Picture taken by Ari


Saya mencoba healing secara perlahan agar saya menemukan kembali pikiran positif saya. Dan betul terasa banget, saat pikiran kita positif makan tubuh kita juga terasa makin sehat.

4. Habiskan waktu dengan hal yang bermanfaat

Selain mengkonsumsi makanan sehat untuk memicu kinerja otak agar tetap sehat, memperhatikan asupan untuk mental juga sangat penting. Hindari berita-berita yang akan memicu stress diri kita.




Melakukan me time, perbanyak ibadah, mengobrol dengan keluarga dan sahabat, melakukan yoga, menonton film yang kita sukai, membaca buku tentang motivasi atau bercocok tanam merupakan rutinitas saya lakukan selama pandemi, agar otak saya tetap terjaga dan selalu berpikir positif. Dengan saya terhindar dari hal-hal negatif, maka kondisi tubuh saya makin sehat.

5. Istirahat yang cukup

Terdengar sederhana, tapi saat kita abai dengan jam istirahat tubuh kita, maka akan berpengaruh ke banyak hal. Tidurlah sesuai dengan kebutuhan tubuh dan usia kita. Usia produktif seperti kita, membutuhkan jam tidur kurang lebih 6-8 jam setiap harinya dengan waktu yang tepat pula. Hal ini akan membantu stamina tubuh kita tetap terjaga.




6. Berjemur

Saat pandemi seperti saat ini, berjemur menjadi salah satu hal yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh kita. Berjemurlah setidaknya 15 menit setiap harinya. Berjemur di pagi hari, membuat badan kita semakin sehat dan tentunya dapat meningkatkan imun tubuh. Selain itu badan terasa lebih segar dan yang saya rasakan, pikiran kita terasa lebih segar.

7. Jaga kebersihan

Tips ini juga wajib saya lakukan, tidak hanya saat pandemi seperti sekarang, tapi memang tahun 2020 2021 ini sepertinya, menjaga kebersihan wajib ditingkatkan. Mulai dari kebersihan badan, pakaian, rumah tinggal, lingkungan, dan juga makanan dan minuman yang kita konsumsi. Harus dipastikan benar-benar bersih.


Picture from Canva



Selalu biasakan mencuci makanan yang akan kita makan. Selalu cuci tangan gunakan sabun setiap kali selesai melakukan aktivitas atau menyentuh barang atau area yang tersentuh oleh umum, termasuk sebelum dan sesudah makan. Selalu bersihkan badan setiap kali selesai keluar rumah dan cuci pakaian secepatnya untuk membunuh kuman atau virus yang ada di luaran.

8. Periksakan diri sendiri

Jika merasa kurang sehat, periksakan diri ke dokter untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan mengetahui hasilnya, membuat kita tahu apa yang harus kita lakukan. Alhamdulillah saat saya periksakan diri, paru-paru dan organ tubuh lainnya sehat semua. Nah kalau sudah tahu sehat seperti ini, saya lebih tahu bagaimana harus menjaganya agar tetap sehat. So, jangan pernah takut untuk periksakan diri ke dokter.


Nah itu dia beberapa tips menjaga agar tubuh tetap sehat selama pandemi dari saya. Jika teman-teman punya tips lain, boleh dong share di kolom komen.



20 December 2020

9 OLAHRAGA WAJIB SEBELUM MENDAKI GUNUNG

Sebelum kamu memutuskan untuk melakukan pendakian gunung, salah satu persiapan yang harus dilakukan adalah fisik yang kuat. Untuk mendapatkan fisik yang kuat salah satunya dengan rajin olahraga. Tapi ingat, olahraganya jangan hanya dilakukan pada saat mau mendaki gunung saja, atau hanya dilakukan seminggu sebelum keberangkatan. Justru 1 minggu sebelum melakukan pendakian itu badan harusnya diistirahatkan, bukannya malah diporsir untuk olahraga. 

Melakukan olahraga secara rutin membuat badan kita lebih fit dan manfaatnya akan sangat terasa saat kita melakukan pendakian gunung. Badan menjadi lebih mudah beradaptasi dengan cuaca, pernapasan lebih panjang dan teratur, otot tangan, kaki, lengan, bahu, dan punggung lebih kuat menumpu beban, atau saat berjalan dalam kondisi terjal. Terutama untuk perempuan, di mana secara fisik memang masih dianggap belum setangguh laki-laki kekuatan fisiknya. Sehingga untuk membuat badan kita lebih kuat, harus melakukan olahraga secara rutin.


Picture taken by Rendra

Saya melakukan olahraga secara rutin setiap minggunya minimal 3x dalam seminggu dan seenggaknya 1x olahraga menghabiskan waktu sekitar 30-60 menit. Jadi berencana naik gunung atau tidak, saya tetap melakukan olahraga untuk kebugaran tubuh. Apalagi olahraga saat pandemi sangat penting untuk meningkatkan imun tubuh agar tetap fit.

Banyak yang personal chat, nanya-nanya kira-kira apa saja olahraga yang saya lakukan sebagai persiapan sebelum mendaki gunung. Sebenarnya tips ini tidak hanya untuk perempuan tetapi juga bisa dilakukan oleh laki-laki. Latihan yang saya lakukan semuanya mudah dan umum kok dan pastinya nyaman juga dilakukan pada saat kondisi sekarang.

So, mau tahu apa saja olahraga yang wajib saya lakukan sebelum melakukan pendakian, yuk, check it out.


1. Bersepeda dengan rute menanjak

Selain untuk melatih pernapasan, bersepeda juga akan membantu otot kaki kita lebih kuat. Otot kaki yang kuat akan sangat membantu pada saat melakukan pendakian. Perjalanan panjang biasanya akan membuat kaki kita cepat lelah, dengan berlatih sepeda, maka kekuatan otot kaki menjadi lebih kuat dan nafas kita menjadi lebih panjang, maka kita akan bisa berjalan lebih lama.

Berencana naik gunung atau tidak saya lakukan olahraga ini secara rutin. Biasanya 3-5 kali dalam seminggu, kadang di jalanan menanjak atau memang datar, tergantung kebutuhan. Setidaknya 30-60 menit sekali olahraga.

Picture taken by Sonny


2. Berenang untuk nafasmu

Salah satu olahraga yang biasa saya lakukan adalah berenang, saya cukup 1-2 kali dalam seminggu. Olahraga ini sangat membantu memperkuat pernapasan kita. Ulangi bolak balik berenang setidaknya mencapai 30 menit sekali olahraga.

Olahraga ini sangat terasa efeknya untuk pernapasan saya, tidak ngos-ngosan saat melakukan perjalanan panjang ketika mendaki. Selain itu, olahraga ini membantu sekali kita lebih fokus dan belajar konsentrasi. Hal ini akan sangat bermanfaat saat melakukan pendakian. Memiliki fokus yang baik, akan berimpak juga terhadap keselamatan saat pendakian.


Picture taken by Wulan


3. Jogging membantu nafasmu lebih teratur dan otot kaki lebih kuat

Olahraga murah, mudah dan sederhana ini akan membantu melatih otot kaki dan juga melatih pernapasan kita. Biasanya saya lakukan di pagi hari atau sore hari, setidaknya 20-30 menit sekali olahraga atau minimal 2,5 km. Sebelum melakukan olahraga yang lainnya. Lakukan olahraga jogging secara rutin, setidaknya 3 kali dalam seminggu.


Picture taken by Wulan


4.  Squat jump untuk melatih otot paha

Olahraga satu ini memang sangat bagus untuk melatih kekuatan otot paha. Saat mendaki gunung, banyak jalanan terjal yang menanjak akan kita lewati. Dengan berlatih squat jump, maka kekuatan otot akan lebih baik, sehingga otot kita tidak mudah lelah pada saat menghadapi jalur terjal dan menanjak.


Picture from Canva

Saya biasanya melakukan olahraga ini 20-40 kali dengan selang istirahat 30 detik per 10 kali. Saya lakukan 3 kali dalam seminggu. Berencana naik gunung atau tidak tetap saya lakukan, untuk kebugaran badan.


5. Push up untuk melatih otot lenganmu

Olahraga satu ini sangat membantu otot tangan kita lebih kuat. Saat mendaki kadang kita menemukan tempat terjal yang harus dicapai dengan webbing. Beberapa gunung akan melewati beberapa lokasi yang mengharuskan kita memanjat, nah olahraga ini akan sangat membantu sekali. Apalagi saya sering melakukan wall climbing. Olahraga ini sangat membantu kekuatan tangan kita.


Picture from  Canva

Sama dengan squat jumpSaya melakukan olahraga ini 20-40 kali dengan selang istirahat 30 detik per 10 kali. Saya lakukan 3 kali dalam seminggu.


6. Latihan turun naik tangga untuk otot kaki

Olahraga ini tidak begitu sering saya lakukan, namun biasanya akan rutin saya lakukan kalau memang sudah tahu akan naik gunung. Lakukan olahraga ini dengan hati-hati karena jika kurang hati-hati bisa mencederai otot kaki kita. 


Picture from Canva

Olahraga ini sangat membantu memperkuat otot kaki kita pada saat melakukan pendakian agar lebih kuat berjalan lebih lama. Olahraga ini bisa diganti dengan turun naik bolak balik di tempat yang menanjak.


Baca juga: Tips Menjaga Kebersihan Badan Selama Pendakian Bagi Perempuan


7. Latihan back up untuk punggung yang lebih kuat

Ini dia salah satu olahraga yang wajib dilakukan sebelum kamu melakukan pendakian gunung. Apalagi saya biasanya akan membawa carrier sendiri, jadi punggungnya harus bener-bener kuat. Latihan back up ini akan sangat membantu membuat punggung kita lebih tangguh membawa beban berat saat melakukan pendakian.

Saya biasa lakukan olahraga ini minimal 30 kali dalam sekali olahraga. Lakukan setidaknya seminggu 3 kali. Berhenti setiap 10 hitungan dan istirahat 10-20 detik. Baru kemudian ulangi lagi. Awal-awal memang pasti sakit, lama-lama terbiasa dan akan nyaman. Olahraga ini selain melatih punggung, juga melatih otot perut, dan dada.

Nah, itu dia kurang lebih olahraga yang saya lakukan sebelum melakukan pendakian gunung. Ingat ya, persiapkan fisik yang fit agar tetap nyaman saat melakukan pendakian, dna pastinya dengan menjaga kesehatan badan, maka kita tidak akan menyusahkan orang lain.


8. Sit up untuk kekuatan perut dan pernapasan

Sit up rutin saya lakukan untuk kekuatan otot perut dan pernapasan. Perut dan pernapasan yang baik sangat berpengaruh terhadap perjalanan mendaki kita.


Picture from  Canva

Selain itu olahraga ini juga sangat baik untuk jantung, dapat membakar kalori, memperbaiki postur tubuh, dapat meningkatkan metabolisme tubuh, menjaga keseimbangan tubuh, memperlancar peredaran darah, dan juga memperbaiki dan memperkuat otot pinggul dan punggung. Sehingga akan membantu kita lebih kuat saat membawa beban carier.


9. Yoga untuk pernapasan dan ketenangan

Nah, ini dia olahraga terakhir yang saya biasa lakukan agar badan dan pikiran tetap fit dan sehat. Akan lebih sering dilakukan ketika sebelum melakukan pendakian gunung. Saya hanya melakukan olahraga yoga sederhana, bisa kita lihat dari youtube. Selain melatih pernapasan, olahraga ini juga bagus untuk melatih konsentrasi kita, dan pastinya ini sangat bermanfaat saat kita melakukan pendakian.


Itu dia tips 7 olahraga yang wajib saya lakukan sebelum melakukan pendakian gunung.

Punya tips olahraga lainnya, silakan boleh berbagi di kolom komentar ya.

10 December 2020

TRAVELING KE PERBATASAN ENTIKONG, INDONESIA MALAYSIA

Ada yang pernah mendengar Kawasan Pariwisata Perbatasan Entikong atau Cross Border Tourism Entikong, atau PLBN Entikong? Saya yakin sudah banyak orang mendengar tempat ini. Yap, Entikong merupakan salah satu batas negara Indonesia dengan Malaysia yang terletak di Kalimantan Barat. Kawasan perbatasan ini, belakangan dikenal sebagai salah satu destinasi wisata, karena berada di batas negara dan saat ini dibangun dengan sangat megah.


Pintu depan kawasan perbatasan Entikong Indonesia Malaysia

Sebelumnya saya pernah melakukan traveling ke beberapa negara melalui pintu darat, sehingga dapat melihat langsung beberapa bentuk batas negara. Banyak keunikan yang luar biasa dimana batas negara kadang hanya dibatasi oleh sebuah ukiran berbentuk ikan di tengah kebun tanpa penjagaan ketat seperti batas negara di Polandia dan Ukraina. Atau saat saya berkunjung ke pegunungan Himalaya, saya bisa berdiri di atas gunung sebagai batas negara antara China, Bhutan dan Nepal. Atau pada saat berkunjung ke Hungaria, Slovakia, dan Austria, batas negara mereka hanya dibatasi 3 kursi dan meja berbentuk segitiga tanpa penjagaan ketat. Bahkan batas negara di Belanda dan Belgia, hanya dibatasi sebuah garis dekat sebuah rumah makan, ketika kamu menggeser sedikit saja kursi melewati garis tersebut, artinya kamu sedang makan di dua negara. Berbeda jika ke negara Korea Utara dan Selatan, atau India dan Pakistan keduanya dijaga ketat oleh tentara yang kadang membuat wisatawan merasa kurang nyaman dan merasa tidak aman.


Antrian foto di depan Monumen Patung Garuda

Tahun 2018 saya memutuskan untuk traveling ke perbatasan negara Indonesia dan Malaysia yang ada di Entikong. Kenapa memilih perbatasan Entikong? selain masuk salah satu Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang sedang dibangun besar-besaran dan megah oleh pemerintah, sekalian waktu itu saya akan mendaki ke Gunung Bukit Raya, salah satu Seven Summit Indonesia yang ada di Pulau Kalimantan, meskipun menuju kaki gunung ini masih membutuhkan waktu sekitar 20 jam dari perbatasan negara ini. Nah, bagaimana serunya saya berkunjung ke perbatasan negara Entikong milik Indonesia, dan bagaimana batas negara Indonesia Malaysia di Entikong, Kalimantan Barat, yuk let's check it out.


TENTANG KAWASAN PARIWISATA PERBATASAN ENTIKONG

Perbatasan negara sudah lama menjadi sebuah atraksi wisata atau dikenal dengan istilah cross-border tourism di beberapa negara luar. Karena menjadi sebuah keunikan dan kepuasan tersendiri bagi wisatawan saat berdiri di sebuah batas negara negara. Belakangan ini, di Indonesia juga mulai berkembang atraksi wisata ini. Salah satunya adalah di Perbatasan Entikong, Kalimantan Barat. Awalnya perbatasan ini dibangun dan dikembangkan oleh pemerintah pusat melalui PUPR dan beberapa kementerian lainnya, termasuk Kemenparekraf. Kawasan ini menjadi salah satu dari 7 Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang dibangun secara besar-besaran sejak tahun 2016 dan salah satu tujuannya memang menjadikannya sebagai Kawasan Pariwisata Perbatasan atau Cross Border Tourism. Seperti yang sudah terjadi di beberapa perbatasan negara Eropa dan negara lainnya.


 Pintu perlintasan untuk bus dan kendaraan pribadi di perbatasan Entikong milik Indonesia

Kawasan Pariwisata Perbatasan Entikong berbatasan darat langsung dengan Tebedu, Serawak, Malaysia. Kawasan perbatasan Entikong masih sangat kental dengan budaya adat Suku Dayak, karena memang semua warga di kawasan ini adalah Suku Dayak asli. Nah, makin seru kan, selain menikmati alam, wisata buatan, juga bisa mengenal tentang budaya Suku Dayak. Bangunan perbatasan yang saat ini dibangun dengan megah, menjadi salah satu atraksi wisata yang sangat diminati oleh wisatawan baik dari Indonesia maupun wisatawan mancanegara yang masuk melalui perbatasan Malaysia.


 Pintu perlintasan untuk bus dan kendaraan pribadi di perbatasan Entikong milik Malaysia

Seperti yang sudah saya jelaskan, di beberapa negara, batas negara dijaga dengan ketat, dan perbatasan negara Entikong juga mengalami hal serupa. Perbatasan negara Entikong dijaga ketat oleh tentara Indonesia, jadi jika ada berkunjung ke perbatasan ini, setiap 200 meter anda akan menemukan pos tentara penjagaan. Alasannya sudah pasti untuk menjaga keamanan negara kita dari berbagai gangguan. Terkadang saya merasa kurang nyaman merasa semua gerak gerik kita diperhatikan oleh mereka, namun disatu sisi juga merasa nyaman, karena kita merasa terlindungi jika ada apa-apa. Ini menjadi salah satu sensasi yang dirasakan saat berkunjung ke tempat wisata di perbatasan Entikong ini.


Bentuk batas negara Indonesia Malaysia di Entikong, dibatasi dengan pagar dari kedua negara

Kawasan pariwisata perbatasan Entikong menawarkan banyak atraksi wisata yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Namun memang karena masih dalam proses pembangunan, tidak semua atraksi saat ini dapat dinikmati dengan mudah, karena akses, amenitas, dan atraksinya belum dikemas dengan baik. Selain atraksi budaya dan alam, justru atraksi buatan yang menjadi ikon kawasan perbatasan ini yang menarik wisatawan. Apa itu? yap Patung Garuda.


ATRAKSI WISATA DI KAWASAN PARIWISATA PERBATASAN ENTIKONG

1. Monumen Patung Garuda

Atraksi utama di kawasan perbatasan Entikong adalah Patung Garuda. Lambang kemegahan kawasan perbatasan Entikong sehingga pembangunannya pun mendapatkan porsi khusus dari pemerintah yang dibangun pada tahap I pembangunan kawasan perbatasan Entikong. Monumen yang dibangun dengan megah dengan bentuk lambang Garuda sebagai lambang kekuatan Indonesia dan desainnya melambangkan khas Suku Dayak yang mencerminkan kearifan lokal setempat. Material yang digunakan untuk monumen ini menggunakan material khusus yaitu berupa batu alam jenis Andesit. Sementara untuk patung Garudanya merupakan asli batu alam yang diukir langsung oleh pemahat dari Tuban yang menghabiskan dana sebesar 1 milyar, sehingga total dana yang dikeluarkan untuk monumen ini mencapai 2 milyar. Monumen Garuda ini dibuat di dua tempat yaitu sisi depan yang menghadap Malaysia maupun sisi belakang bangunan utamanya yang menghadap Indonesia.

Antrian foto di depan Monumen Patung Garuda





Nah inilah spot wisata paling ramai di kawasan perbatasan Entikong. Kadang sampai harus mengantri untuk berfoto di tempat ini. Biasanya orang akan berfoto sambil menunggu antrian pengecekan paspor baik yang akan masuk ataupun keluar dari wilayah Indonesia. Dan inilah ikon pariwisata di kawasan pariwisata perbatasan Entikong.

Pintu belakang Perbatasan Entikong Indonesia Malaysia

2. Festival Perbatasan

Atraksi kedua yang sangat ditunggu-tunggu oleh wisatawan saat berkunjung ke kawasan pariwisata perbatasan Entikong adalah Festival Perbatasan atau event perbatasan yang dilakukan di perbatasan Entikong. Salahs atunya bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Negara Republik Indonesia. Biasanya berupa festival musik dengan mengundang artis ibukota. Kegiatan ini hasil koordinasi antara Dinas Pariwisata Kabupaten Sanggau, dan pemerintah di Kecamatan Entikong dan didukung langsung oleh Kementerian Pariwisata dan mengundang masyarakat serta pemerintahan Kuching, Malaysia.


Salah satu festival musik di perbatasan Entikong


Selain festival musik, pernah juga diadakan festival olahraga sepeda. Dilansir dari laman pemerintah milik Jaringan Pemberitaan Pemerintah (JPP) Festival olahraga yang diberi nama Jelajah Sepeda Nusantara pertama kali dilakukan tahun 2018 dengan menempuh jarak 6.500 km dengan titik 0 km dari perbatasan Entikong Kalimantan menuju Bali. Festival ini berhasil menarik wisatawan nusantara maupun mancanegara yang masuk melalui Bandara Supadio maupun dari Malaysia.


Salah satu festival musik di perbatasan Entikong


Namun jika ingin menikmati festival atau event perbatasan, pastikan dulu ya tanggalnya, biasanya festival ini akan masuk dalam kalender nasional milik Kementerian Pariwisata.

3. Berfoto di Perbatasan Negara Indonesia Malaysia

Ini dia, atraksi wisata yang paling diburu saat berkunjung ke perbatasan sebuah negara, yap, berfoto di antara dua batas negara Indonesia dan Malaysia. Bagaimana bentuk batas negara Entikong? kedua negara ini hanya dibatasi sebuah ruang terbuka dengan ukuran 10 meter, sebagai area netral kedua negara. Inilah bentuk batas negara Indonesia Malaysia di kawasan perbatasan Entikong.


Komplek perbatasan Entikong bagian Malaysia


Di area ini justru tidak ada penjagaan ketat dari kedua belah pihak. Sehingga wisatawan atau warga lokal bebas beraktivitas di tempat ini. Mungkin karena masih dalam proses pembangunan. Bahkan kita akan menemukan banyak penjual dari Indonesia di area netral atau di area batas kedua negara ini.

Biasanya wisatawan akan berfoto di area netral ini atau masuk sedikit ke arah Malaysia, dan mereka akan berfoto di batas negara bagian Malaysia.

4. Gawai Dayak


Festival adat Gawai Dayak merupakan upacara adat yang dilakukan pada saat panen padi sebagai bentuk ucapan terima kasih Masyarakat Suku Dayak kepada leluhur yang sudah memberikan berkah berupa hasil panen padi yang melimpah. Festival ini hanya dapat ditemui pada bulan April - Mei biasanya sesuai dengan jadwal panen. Festival ini masuk dalam event nasional yang dikelola oleh Kementerian Pariwisata dan pemerintah Dinas Pariwisata Kabupaten Sanggau. Dalam event ini kita akan melihat beberapa upacara adat Suku Dayak. 

5. Sosek Malindo

Adalah event rutin yang diadakan oleh pemerintah Indonesia dan Malaysia. Jika kamu ingin menyaksikan event ini, kita harus tahu terlebih dahulu jadwalnya. Biasanya diadakan di bulan September - Oktober. 

Event ini sudah diadakan sejak lama dan tahun 2016 sudah dilaksanakan ke-19 kalinya. Kegiatan ini merupakan kegiatan pertukaran sosial dan budaya Indonesia-Malaysia. Pada tahun 2018 dilaksanakan pada 15 September di Tebedu-Malaysia. Setiap tahun lokasi kegiatan bergantian di Indonesia (Entikong/di Kabupaten Sanggau) atau di Malaysia (Tebedu).

6. Titian Muhibah

Titian Muhibah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Entikong dengan Pemerintah Tebedu, Malaysia yang sudah dilaksanakan ke-13 kalinya pada tahun 2018. Kegiatan ini merupakan kegiatan pagelaran budaya dan salah satu rangkaian acaranya adalah pertandingan olahraga antara Indonesia-Malaysia. Beruntungnya tahun 2018 saya diberikan kesempatan untuk dapat menikmati event perbatasan ini dan mendapatkan undangan dari pemerintah perbatasan.


Event Titian Muhibah di negara Malaysia


Sama dengan Sosek Malindo, setiap tahun lokasi kegiatan dilakukan secara bergantian di Indonesia (Entikong) dan pada tahun 2017 pertama kalinya diadakan di Kabupaten Sanggau atau di Malaysia (Tebedu). Biaya transportasi negara undangan akan ditanggung oleh negara yang diundang tetapi untuk biaya jamuan dan acara semuanya akan ditanggung oleh tuan rumah.

7. Rumah Panca

Merupakan rumah tempat penyimpanan tengkorak yang merupakan potongan kepala musuh dari Suku Dayak pada zaman dahulu. Hal ini berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata tentang kekuatan dan kehebatan leluhur Suku Dayak yang mampu mengalahkan musuh-musuhnya pada zamannya. Sayangnya saat ini Rumah Panca tidak dikelola dengan baik dan tidak dijadikan sebagai salah satu potensi untuk menjadi destinasi wisata di Kecamatan Entikong.

8. Air Terjun Punti Tapau

Arum Jeram Punti Tapau merupakan salah satu destinasi wisata prioritas Kabupaten Sanggau yang terletak di Entikong tepatnya di Desa Suruh Tembawang. Akses menuju destinasi ini masih belum memadai karena kondisi jalan menuju tempat ini sebagian masih berbentuk tanah dan jalan aspal masih dalam proses pembangunan. Moda transportasi juga belum tersedia untuk menuju destinasi wisata yang terkenal dengan arus derasnya ini.

Pas ke sini sepi banget, airnya jernih dan melewati hutan-hutan sawit


9. Gunung Tiong Kondang

Salah satu pegunungan yang dapat dikunjungi oleh wisatawan adalah Gunung Tiong Kondang yang merupakan gunung legenda bagi masyarakat Kalimantan Barat dan menjadi salah satu daya tarik wisata di sekitar kawasan perbatasan Entikong. Lokasinya berada di Desa Temiang Mali dan Desa Tae, Kecamatan Balai, tepat bersebelahan dengan Kecamatan Entikong.

10. Rumah Betang Raya Dori Mpulor

Butuh waktu sekitar 3 jam dari perbatasan negara untuk menuju tempat ini. Rumah adat Betang yang bentuknya memanjang ini mempunyai 16 pintu yang mewakili jumlah Suku Dayak yang ada di Sanggau.

Pas ke sini tidak ada event apa-apa

Bangunan Rumah Betang Raya Dori Mpulor yang menjadi salah satu destinasi wisata di kawasan perbatasan Entikong ini berdiri di atas tanah seluas 7 hektar. Tempat ini tidak dijadikan tempat tinggal oleh masyarakat Suku Dayak, namun dikhususkan hanya untuk upacara-upacara adat atau event yang berkaitan dengan Suku Dayak, salah satunya untuk upacara Gawai Dayak Nosu Minu Podi.

11. Kawasan Sabang Merah

Merupakan kawasan area jogging yang sering digunakan oleh masyarakat Sanggau, namun mulai banyak traveler ke tempat ini hanya untuk sekedar berfoto. 

Salah satu spot foto di Kawasan Sabang Merah


Sore hari kita bisa menikmati area ini sebagai tempat santai, dan banyak spot foto yang asik. Kawasan ini mempunyai beberapa panggung pentas, kawasan hutan kota, area jogging, taman yang hijau, sampai dengan taman komunitas.

Suasana siang hari di Kawasan Sabang Merah


AKSES MENUJU KAWASAN PARIWISATA PERBATASAN ENTIKONG

Agustus 2018, saya berangkat menuju kawasan perbatasan Entikong dari Bandara Yogyakarta dan transit di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Kemudian dilanjutkan ke Bandara Supadio. Pontianak. Perjalanan dari Yogyakarta sampai ke Pontianak kurang lebih memakan waktu 6 jam.


 Kondisi jalan menuju perbatasan


Yang harus diperhatikan adalah tidak setiap jam penerbangan tersedia menuju Bandara Supadio ini. Namun saat ini sudah tersedia penerbangan langsung dari Yogyakarta ke Pontianak 2x dalam sehari dan hanya dibutuhkan waktu sekitar 2-3 jam saja, tanpa harus transit. Dan juga saat ini ada beberapa maskapai kecil dari luar ibukota Jakarta yang memberikan pelayanan flight through atau penerbangan langsung menuju Bandara Internasional Supadio Pontianak tanpa harus transit di kota-kota besar seperti Jakarta.


Baca juga: Bukit Raya, Bukit Perjuangan Di Pulau Borneo (Part 2)


Ada beberapa alternatif menuju kawasan pariwisata perbatasan Entikong, jika dari Bandara Internasional Supadio.

1. Menggunakan kendaraan umum berupa bus besar.

Terdapat beberapa Perusahaan Otobus (PO) milik pemerintah Indonesia seperti Damri dan PO milik negara Malaysia dan Brunei Darussalam yang dapat digunakan untuk menuju kawasan Entikong. Salah satunya adalah Perum Damri milik pemerintah Indonesia atau bus besar milik Malaysia dengan tujuan akhir Terminal Bus Kuching Central, Malaysia. Atau dapat menggunakan bus besar milik Brunei Darussalam dengan tujuan akhir Brunei Darussalam. Ketiga bus tersebut berangkat dari Terminal Internasional Antar Lintas Batas Negara (ALBN) Sungai Ambawang Kubu Raya yang merupakan bus keberangkatan lintas negara.


Bus Antar Negara Milik Brunei Darussalam

2. Menggunakan kendaraan pribadi.

Kendaraan roda empat atau kendaraan roda dua dengan lama tempuh yang berbeda-beda sesuai dengan kecepatan. Mobil pribadi rata-rata sekitar 6-8 jam. Dan kendaraan roda 2, tergantung kecepatan kita, pernah teman ada yang bawa sekitar 10 jam termasuk istirahat.

Nah, buat teman-teman yang ingin menggunakan bus, perjalanannya masih panjang. Dari Bandara Supadio, Pontianak, kita masih harus menuju terminal Ambawang, kurang lebih 1 jam. Terminal Ambawang adalah terminal internasional yang melayani bus antar lintas antar negara. Ada beberapa alternatif untuk menuju kawasan perbatasan Entikong.

Sementara untuk wisman yang berencana masuk ke Entikong melalui Malaysia dapat menuju bandara Internasional Malaysia Kuching dan dilanjutkan menuju Terminal Bus Kuching Central. Dari terminal bus ini, wisman dapat menggunakan bus besar Perum Damri atau milik Malaysia. Perjalanan ditempuh sekitar 2-3 jam dari Kuching, Malaysia. Alternatif lain selain menggunakan bus besar, wisman dapat menggunakan bus kecil menuju Terminal Serian, dari Serian dilanjutkan dengan bus kecil lagi sampai depan kawasan perbatasan Entikong.


Pintu masuk Terminal Internasional Antar Negara Indonesia Malaysia Sei Ambawang


Begitupun wisman yang masuk melalui Brunei Darussalam, mereka dapat menggunakan Bus besar milik Brunei Darussalam atau Damri milik Indonesia menuju perbatasan Entikong yang ditempuh sekitar 18 jam.


Pintu keberangkatan Terminal International Antar Negara Indonesia Malaysia Sei Ambawang


JADWAL BUS MENUJU KAWASAN PARIWISATA PERBATASAN ENTIKONG

Jadwal keberangkatan dan jumlah armada masih sangat terbatas. Jadwal keberangkatan hanya pagi pukul 07.00 WIB dan malam pukul 21.00 WIB dari terminal bus antar negara Ambawang.


Bus Antar Negara Milik Brunei Darussalam tampak depan

Ketiga bus tersebut melewati kawasan perbatasan Entikong, wisman atau wisnus dapat berhenti di perbatasan ini jika hendak berwisata di kawasan perbatasan atau melanjutkan ke destinasi wisata di Kabupaten Sanggau, yang merupakan ibukota dari Kecamatan Entikong. Jarak tempuh dari Terminal Ambawang menuju kawasan perbatasan Entikong sekitar 5-7 jam perjalanan sudah termasuk istirahat 30-60 menit.


HARGA TIKET BUS MENUJU KAWASAN PARIWISATA PERBATASAN ENTIKONG

Harga tiket tahun 2018 sebesar Rp. 160.000-, untuk satu kali perjalanan.

(Bisa naik bus menuju Kuching Malaysia atau bus menuju Brunei Darussalam, keduanya akan berhenti di perbatasan Entikong).


ESTIMASI WAKTU TEMPUH MENUJU KAWASAN PARIWISATA PERBATASAN ENTIKONG

Keberangkatan dari:
Terminal Internasional Ambawang (Indonesia) ke Perbatasan Entikong: 5-7 jam (termasuk istirahat dan makan).
Terminal Bus Kuching Central (Malaysia) ke Perbatasan Entikong: 2-3 jam
Terminal Miri (Brunei Darussalam) ke Perbatasan Entikong: 24-26 jam (termasuk istirahat dan makan)

Popular Posts

Mendaki Puncak Poon Hill di Himalaya

Poon Hill adalah satu dari belasan puncak gunung yang berderet di  Himalaya . Menjadi salah satu puncak gunung yang menjadi incaran banyak ...

Back to Top