Looking for My Article

10 October 2020

Pantai Air Manis Dan Legenda Batu Malin Kundang

Tahun 2013 pertama kali mengunjungi Padang berkat promo salah satu maskapai. Dengan membayar tiket keberangkatan hanya Rp. 5.000-, dan pulangnya seharga Rp. 199.000-, saya dan beberapa teman-teman dapat mengelilingi kota Padang sepuasnya. Salah satu destinasi wisata yang kami kunjungi adalah Pantai Air Manis, pantai yang terkenal dengan Batu Malin Kundang.



Pantai Air Manis atau dikenal juga dengan nama Pantai Aia Manih dalam bahasa Padang ini berada 10 km menuju selatan dari pusat kota. Pantai ini memiliki pantai yang sangat luas dan terkenal dengan ombaknya yang kecil, sehingga aman jika teman-teman membawa anak kecil. Dekat dari pantai ini juga terdapat pulau kecil yaitu Pulau Pisang Ketek dan Pulau Pisang Gadang. Paling penting pantai ini adalah tempat cerita legenda Batu Malin Kundang.



Di bibir Pantai Air Manis ini, terdapat sebuah batu pahatan yang digadang-gadang sebagai legenda Batu Malin Kundang. Konon katanya, Batu Malin Kundang yang sudah kayak raya berniat pulang dan berlabuh di pantai ini. Mendengar kabar itu, sang ibu hendak menyambutnya. Namun sayang ketika tiba di pantai ini, dia tidak mengakui ibunya. Ibunya murka dan mengutuknya menjadi sebuah batu. Terlepas dari legenda itu, hikmah yang bisa kita petik adalah kita harus tetap menghormati orangtua apapun keadaan mereka. 



Pantai yang cantik dan legenda Batu Malin Kundang membawa pantai ini menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Kota Padang. Pengunjung biasanya berfoto di pahatan patung Batu Malin Kundang ini dengan latar belakang pantai yang indah. Usut punya usut, saya mendengar cerita dari teman saya yang dosen di salah satu universitas di Padang, bahwa batu ini adalah batu pahatan dari mahasiswa-mahasiswa di Padang. Benar atau tidaknya, biarlah menjadi cerita.




Daya Tarik Pantai Air Manis


1. Pemandangan Pantai

Pantai Air Manis mempunyai warna pasir campuran putih dan hitam, jadi ketika tersapu air laut menurut saya malah jadi indah. Kombinasi langit yang luas dan biru menjadi spot yang ciamik untuk berfoto.



2. Berfoto di Batu Malin Kundang

Sepertinya ini adalah spot wajib untuk berfoto. Ketika saya kesana masih pagi jadi tidak harus antri untuk dapat berfoto di pahatan batu ini.




3. Menikmati kuliner setempat

Nah di tempat ini tersedia juga beberapa warung yang menjual makanan khas Padang, bisa juga loh makan nasi Padang asli di kota ini. Selain itu teman-teman bisa menikmati ikan segar yang dijual oleh pedagang dan nasi Kapau khas Suku Padang. Nasi ini berisi nasi, sambal, lauk khas Kapau, gulai tunjang, gulai babek atau paruik kabau, gulai sayur nangka, dan gulai cangcang.


Sumber Gambar: food.detik.com


4. Menikmati Matahari Terbit dan Terbenam

Ini dia paling ditunggu-tunggu bagi para si pecinta sunrise dan sunset. Di pantai ini kita bisa menikmati matahari terbit dan terbenam. Jangan lupa bawa kamera dan outfit yang ciamik ya temans. Jangan lupa juga siapin pose yang keceh ya.




5. Pulau Pisang Kecil dan Pulau Pisang Besar

Jarak pulau kecil ini hanya sekitar 500-an meter dari Pantai Air Manis. Luasnya juga hanya sekitar 1 ha. Bisa berjalan kaki atau menyewa perahu untuk bisa mengunjungi pulau ini.



6. Bermain sepak bola atau bermain bola volley

Karena mempunyai bibir pantai yang sangat luas dan berombak kecil, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Aia Manih ini dapat asik bermain bola atau voli dengan sahabat atau keluarga. Jangan lupa bawa bolanya dari rumah ya untuk hemat pengeluaran.


7. Pulau Pisang Gadang, Pulau Pisang Besar, Pulau Pisang Sikuai

Pulau lain yang dapat kita nikmati di sekitar Pantai Air Manis dan Batu Malin Kundang ini adalah Pulau Pisang Besar, Gadang dan Sikuai.



8. Sewa ATV

Sekarang sudah tersedia ATV yang dapat disewa oleh para pengunjung dengan harga Rp 100.000-, per jam untuk dapat mengelilingi Pantai Air Manis yang panjang ini.



Alamat Pantai Air Manis

Pantai Air Manis, Kelurahan Aia Mani, Kecamatan Padang Selatan, Padang, Sumatera Barat.

Harga Tiket Masuk (HTM)
Tahun 2013 kami berkunjung masih harga Rp. 3.000-, per orang
Parkir Elf: Rp 10.000-,

Tahun 2020: Anak-anak Rp. 5.000-, dan Dewasa Rp. 10.000-,
Parkir Roda Dua: Rp. 2.000-, dan Roda Empat Rp 4.000-,

Cara menuju ke Pantai Air Manis

  1. Pertama paling mudah kita bisa menyewa kendaraan pribadi, itu yang kami lakukan dan shared cost bersama teman-teman.
  2. Kedua, menggunakan kendaraan motor, ini lebih mudah karena dapat menghindari kemacetan di kota.
  3. Ketiga, menggunakan kendaraan umum berupa angkot atau trans Padang dengan rute Lubuk Buaya menuju Pasar Raya dan berhenti di Jalan Raya Teluk Bayur. Dari sini teman-teman bisa melanjutkannya dengan angkot atau ojek.

Jalan menuju Pantai Air Manis

Fasilitas

Beberapa fasilitas yang ada di tempat ini sudah semakin membaik, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang  menghabiskan dana sekitar 15 M untuk merevitalisasi dan membangun fasilitas di destinasi wisata Pantai Air Manis ini.
  1. Tempat makan
  2. Toilet
  3. Penginapan
  4. Tempat ibadah
  5. Transportasi umum
  6. Area parkir
  7. Tempat masuk
  8. Keamanan
  9. Jalan yang layak
  10. Penyewaan ATV
  11. Penyewaan perahu dayung dan motor
  12. Penyewaan gazebo


Nah, setelah membaca artikel ini, penasaran kan untuk mengunjungi Pantai Air Manis yang terkenal dengan legenda Batu Malin Kundang-nya.



01 October 2020

Ngukuih Hajat, Ritual Adat Pendakian Gunung Bukit Raya

Salah satu pengalaman berkesan dalam pendakian Gunung Bukit Raya yang merupakan gunung tertinggi di Kalimantan ini adalah mengikuti upacara atau ritual adat yang harus dilakukan sebelum melakukan pendakian yaitu Ritual Adat Ngukuih HajatRitual adat ini merupakan upacara atau ritual yang wajib dilakukan oleh semua pendaki  yang hendak melakukan pendakian ke Gunung Bukit Raya. Upacara ini sudah turun temurun dilakukan oleh Suku Dayak Ot Danum, yaitu suku yang tinggal di kaki gunung atau desa terakhir sebelum melakukan pendakian Ke Gunung Bukit Raya. Upacara Adat Ngukuih Hajat dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada saat berangkat agar selama perjalanan kita diberikan perlindungan dan saat turun sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kita karena telah diberikan keselamatan sampai kembali lagi.



Persiapan Ritual Adat Ngukuih Hajat

Bapak Kepala Adat ditemani seorang warga memberitahu kami semua, bahwa sebelum melakukan pendakian ke Gunung Bukit Raya wajib melakukan ritual adat untuk keselamatan kami yaitu Ritual Adat Ngukuih Hajat. Bapak Kepala Adat, istri beserta satu orang warga akan membantu dalam proses pengumpulan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk upacara tersebut. Nanti kami tinggal membayar semua barang-barang tersebut. Tentu saja saya excited  banget ingin segera tahu prosesnya seperti apa. Karena saya selalu tertarik dengan budaya-budaya seperti ini. Menambah wawasan pastinya, dan semakin bangga menjadi warga +62 yang kayak akan peninggalan budayanya.


Bahan-bahan yang disiapkan

Beberapa barang yang digunakan untuk upacara adat Ngukuh Hajat ini adalah berupa ayam kampung, mandau (golok), beras kuning, gelang nanik yang talinya terbuat dari akar yang ada di hutan dan dianggap sakral bagi mereka. Setelah kami berkumpul, kami memulai berdoa dan dipimpin oleh Kepala Adat. Kepala Adat menggunakan pakaian khusus yaitu pakaian kehormatan yang hanya dipakai saat upacara/ritual yang penting saja, termasuk juga peci/kopiah. Kami semua sudah siap mengikuti ritual adat sebelum pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Kalimantan ini.


Bagaimana proses ritual adat ini

Berdoa

Upacara Adat Ngukuh Hajat akan dimulai. Kami semua diminta untuk duduk berjejer menghadap matahari terbit. Kepala Adat mulai berdiri dan membacakan beberapa kalimat-kalimat dalam bahasa Dayak yang jujur saya tidak mengerti arti dan maksudnya. Hanya saja saya meyakini kalimat-kalimat tersebut merupakan doa yang dipanjatkan untuk keselamatan kami semua. Sambil mengayun--ayun ayam yang dipegangnya, Kepala Adat terus membacakan lafalan doa tersebut dalam rangkaian kalimat bahasa Dayak. Saya pun berdoa dalam hati sesuai dengan kepercayaan saya, agar kami semua dilindungi.  Selang beberapa menit, Kepala Adat meminta salah satu dari kami yang beragama muslim untuk menyembelih ayam tersebut.



Menyembelih ayam

Selesai berdoa, Om Ridwan sebagai perwakilan dari kami melakukan penyembelihan ayam dan darahnya diteteskan ke atas piring yang sudah ada beras kuningnya.

Mengoleskan darah ayam

Ritual berikutnya adalah, Kepala Adat sembari mengucapkan doa dalam bahasa Dayak mengoleskan darah ayam yang sudah dicampur dengan beras kuning yang sudah disiapkan di atas piring ke kaki, lutut, dahi, dan ubun-ubun kami.


Gambar: Om Mawardi


Menggigit mandau

Selesai diolesi dengan darah ayam, kami pun diminta untuk menggigit mandau yang sudah digunakan untuk menyembelih ayam sebanyak 3x. Tentu saja darahnya sudah dibersihkan terlebih dahulu. 



Mengikatkan gelang di lengan

Selesai menggigit mandau, ritual dilanjutkan dengan mengikatkan gelang gelang di lengan kami yang terbuat dari akar kayu yang diambil dari hutan yang dianggap sakral oleh Suku Dayak Ot Danum. Gelang ini tidak boleh dilepas sampai kami turun kembali dari Gunung Bukit Raya. kecuali terlepas sendiri. 

Gambar: Om Mawardi

Talinya cukup kokoh, hampir 3 minggu gelang ini tidak lepas di tangan saya, sengaja saya tidak melepasnya saat turun karena saya masih melanjutkan perjalanan di wilayah pedalaman Kalimantan lainnya. Tangan kami wajib dikepalkan saat tali ini diikatkan di tangan kami.


Pelajaran yang bisa diambil

Toleransi

Pelajaran pertama yang saya dapat, mereka benar-benar menjunjung tinggi yang namanya toleransi. Kenapa?, karena mereka tahu dalam Islam ada aturan tertentu dalam menyembelih binatang, mereka paham orang muslim tidak boleh memakan binatang yang disembelih tanpa doa. Toleransi yang sangat besar namun terkadang terlewatkan untuk menjadi sebuah perhatian besar bagi sebagian banyak orang. Kalau tidak ada toleransi tentu saja Kepala Adat akan menyembelihnya sendiri atau menyuruh siapa saja, tanpa memikirkan yang beragama muslim bisa makan atau tidak. Tapi ternyata tidak seperti itu.


Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung

Pelajaran kedua yang saya dapat adalah, dimana bumi dipijak, maka disitu langit dijunjung. Di sini saya melihat teman-teman yang juga punya toleransi tinggi untuk mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh masyarakat adat Suku Dayak sebelum melakukan pendakian ke Gunung Bukit Raya. Mengikuti bukan berarti kita menjadi bagiannya. Tapi lebih ke arah toleransi. Namanya bertamu ya ikuti aturan pemilik rumah. Jika tidak bisa, silakan anda tidak usah bertamu.

Gambar: Om Mawardi


Keberagaman budaya Indonesia

Melihat upacara atau ritual adat Suku Dayak Ot Danum ini, makin membuka pikiran saya, mengenai toleransi, keragamanan budaya, kearifan lokal yang unik yang masih terjaga. Membuat saya makin open minded terhadap keberagaman suku, agama, ras, dan lainnya. Kita patut bangga dengan keberagaman yang dimiliki Indonesia yang belum tentu dimiliki orang negara lain. kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikannya.

Sungguh indah engkau negeriku, semoga diberikan keluasan waktu dan rezeki untuk melihat keanekaragaman Indonesia lainnya lebih dekat.

Upacara selesai, ayam yang tadi disembelih ternyata dimasak oleh ibu Kepala Adat dan menjadi santapan makan malam kami.




Nah mau menyaksikan langsung ritual adat Ngukuh Hajat ini? seperti apa dan bagaimana, silakan berkunjung ke Gunung Bukit Raya ya. Sekarang pendaftarannya sudah bisa dilakukan online dan tentu saja itu mempermudah para pendaki untuk mengunjungi gunung ini.

See you soon Gunung Bukit Raya. Semoga tetap lestari Ritual Adat Ngukuih Hajat.


30 September 2020

Tanjung Papuma, Pantai Pasir Putih Malikan Di Kota Tembakau

Pantai cantik di Kota Tembakau, Jember ini, belakangan menjadi destinasi wisata yang populer. Yap, Pantai Tanjung Papuma. Tahun 2012 pertama kalinya, saya mengunjungi tempat ini, masih dalam kondisi seadanya dan belum seramai sekarang. Pantai cantik yang memiliki pasir putih dan penuh dengan batu-batu besar ini menyuguhkan keindahan sunset dan sunrise.




Berniat menikmati sunsetnya, saya dan teman-teman datang siang hari ke tempat ini. Makan siang dengan nasi yang dibungkus daun pisang membuat nasinya begitu beraroma wangi. Ditambah dengan ikan bakar segar dan kami makan di pinggir pantai. Nikmatnya tiada duanya, sesederhana itu kami menikmati keindahan Tanjung Papumapantai pasir putih dengan gugusan bebatuan karangnya.



Sementara nama Tanjung-nya sendiri diambil karena pantai ini menjorok ke laut secara langsung yaitu laut Samudera Hindia. Nama Papuma sendiri ternyata kepanjangan dari Pantai Putih Malikan. Pantai yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia ini, mempunyai gugusan batu karang yang membuatnya menjadi unik. Spot-spot batu karang tersebut menjadi spot foto favorit bagi para wisatawan yang berkunjung. Spot foto inipun ternyata ada namanya loh, ada Nusa Barong, Kodok, Batu Kajang, Nusa Barong, Narada, dan juga Kresna.



Apa saja yang bisa dilakukan di Tanjung Papuma

Banyak yang bisa kita nikmati di pantai kota tembakau ini. Namun sayangnya saya tidak menikmati semua atraksinya. 



1. Kemping Ceria

Di Pantai Tanjung Papuma, wisatawan juga bisa menikmati kemping ceria bersama sahabat atau keluarga. Rebahan di dalam tenda sambil menikmati indahnya bulan dan bintang ditemani pula hembusan udara segar serta hembusan ombak yang datang sesekali, indahnya. Amannya lagi tempat ini tersedia camping ground untuk mendirikan tenda.


2. Sunset dan Sunrise

Nah, biasanya yang suka dengan pantai, pasti mau menikmati keindahan sunset atau sunrise-nya. Diklaim sebagai tempat sunrise  paling indah di Kota Tembakau ini. Membuat orang penasaran berkunjung ke destinasi wisata ini.




3. Batu Karang dan Batu Malikan

Di Pantai Tanjung Pasir Putih Malikan, kita juga bisa menikmati batu karang yang menjulang tinggi. Batu karang ini juga menjadi salah satu spot foto favorit bagi wisatawan. Bentuknya ada runcing, instagramable banget buat diphoto.



Selain itu juga batu-batu di sini berbentuk unik dan saya hampir tidak pernah melihatnya di pantai lain. Seperti dibentuk atau dicetak.



4. Pemandangan Pantai Indah

Jika kamu suka dengan pemandangan pantai yang indah, kita bisa bermain di pinggir pantai yang membiru ini. Anda dapat menikmati deburan ombak dengan ditemani hembusan khas pantai yang membuat kita menjadi lebih damai.


Tapi karena Tanjung Papuma masuk dalam laut selatan yang ombaknya terkenal sangat besar dan ganas, tidak diizinkan untuk mandi atau melakukan aktivitas air di pantai ini, tanpa seizin petugas.

5. Bukit Siti Hinggil

Merupakan salah satu spot favorit untuk menikmati sunset. Bukitnya tidak terlalu luas, dan harus hati-hati juga bermain di atas bukit ini, karena berbentuk tebing dan curam, bawahnya langsung laut berkarang.



Sekarang sudah dibangun tempat instagramable buat foto dan menyaksikan sunrise. Kita bisa menikmati Samudra Hindia dari atas bukit ini yang maha luas sejauh memandang.

6. Kuliner

Saya paling suka menikmati makan siang dengan suasana di pinggir pantai. Nah tempat ini juga menyediakan kuliner yang dapat dinikmati. Saya waktu itu memesan ikan bakar segar dan makannya di pinggir pantai Malikan bersama teman-teman. Wahhh, indahnya.




7. Menyewa boat

Nah, di pantai milik Kota Tembakau ini kita juga bisa melihat banyak perahu yang berjejer dna ternyata itu disewakan loh untuk mengelilingi beberapa spot. Sayangkan kalau dilewatkan?




8. Pemandangan hutan

Saat hendak masuk atau keluar dari Pantai Putih Malikan, kita bisa menikmati pemandangan hijau hutan yang terbuka dan penuh dengan pohon-pohon yang berwarna coklat dan hijau. Cantik banget deh.



Akses menuju Tanjung Papuma

Pantai Tanjung Papuma berjarak sekitar 35 menit atau 40 km dari Kota Jember. Karena memang jalannya ada beberapa yang belum bagus, sehingga membutuhkan waktu lebih lama.



Tahun 2013 saya mengunjungi tempat ini, belum ada kendaraan umum. Kami menyewa mobil pribadi. Ternyata sampai 2020 juga masih belum ada kendaraan umum. Menuju tempat ini kita akan melewati hutan terbuka dna cukup aman. Serta akan melewati beberapa bukit dan jalanan menanjak. Jadi jika akan menyewa kendaraan, pastikan kendaraan sanggup dibawa ke tempat berbukit.

Alamat Tanjung Papuma

Jalan Raya Lojejer, Area Kebun, Desa Lojejer, Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, 68162.

Waktu Berkunjung

Berkunjung pada musim kemarau ke Pantai Putih Malikan ini, untuk menikmati pemandangan biru langit dan indah.
Berkunjunglah menuju sore untuk menghindari panas terik dan menunggu sunset yang indah.

Suhu Pantai Tanjung Papuma

Namanya pantai pasti sudah dipastikan suhunya kadang dingin kadang panas ya tergantung waktunya. Tapi rata-rata suhu di tempat ini antara 22 - 33 derajat. Jadi, pastikan anda membawa pakaian yang tepat ke tempat ini. Karena pengalaman saya menggunakan kaos tebal, kepanasan banget.

Harga Tiket Masuk (Per Desember 2019)

Wisatawan Domestik Rp. 15.000-, (hari biasa) dan Rp. 17.500-, (hari libur)
Wisatawan Mancanegara Rp. 30.000-,

Harga Tiket Parkir

Mobil Rp 5.000-,
Motor Rp 2.000-,
Mobil besar Rp. 10.000-,

Fasilitas

  • Area parkir
  • Tempat makan
  • Toilet
  • Mushola dan Vihara
  • Penginapan
  • Penyewaan ATV
  • Camping Ground
  • Banana Boat
  • Suvenir


Larangan di Tanjung Papuma

Beberapa aktivitas di larang di tempat ini untuk keselamatan wisatawan. Di mana bumi dipijak maka disitu langit dijunjung. Be smart traveler, mari kita ikuti aturan yang ada.



Disclaimer

Semua gambar yang diupload merupakan koleksi pribadi dan jepretan teman-teman JKT24.

See you Tanjung Papuma.



20 September 2020

Gunung Padang, Situs Megalitikum Terbesar Di Asia Tenggara

Sejarah Situs Gunung Padang

Situs Gunung Padang saat ini menjadi salah satu wisata sejarah terkenal di Cianjur, Jawa Barat. Berdasarkan jurnal ilmiah Ramadina (2013). Situs ini merupakan situs megalitikum yang bentuknya punden berundak (bangunan berundak-undak) dan merupakan situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara.





Situs Gunung Padang dikenal pertama kalinya muncul karena namanya masuk dalam laporan Rapporten van de Oudheidkundigen Dienst (ROD) yaitu buletin Dinas Kepurbakalaan Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1914, dan juga masuk dalam laporan NJ Krom yaitu seorang peneliti sejarah dan budaya tradisional Indonesia yang berasal dari Belanda, pada tahun 1949.


Kemudian dikenal oleh orang Indonesia pada tahun 1979, ketika tiga orang petani warga kampung ini yaitu Edi, Soma, dan Abidin melaporkan temuan Situs Gunung Padan ini (Yondri, 2014) ke Edi sebagai Penilik Kebudayaan Cempaka.. Temuan ini kemudian dibukukan oleh Haris Suhendar pada tahun 1985 dalam bentuk album yang diberi nama Album Megalitik Kabupaten Cianjur.





Situs yang berada di ketinggian 885 mdpl ini terkenal dengan wisata budayanya, yang merupakan peninggalan zaman dahulu kala. Setibanya di tempat ini, kami melihat sebuah gapura pintu masuk untuk semua wisatawan dan sebelah kirinya adalah tempat pembelian tiket. Jika teman-teman hendak menggunakan jasa pemandu, cukup membayar Rp. 100.000-, saja, teman-teman akan mendapatkan informasi banyak tentang sejarah Situs Gunung Padang bagaimana situs ini menjadi situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara.




Selesai membeli tiket, kita akan mulai berjalan menuju situs dengan melewati ratusan anak tangga, kalau tidak salah sekitar 175 anak tinggi yang lumayan agak miring. Jalur satunya lagi adalah jalur landai tapi anak tangganya sekitar 200an anak tangga nah tinggal pilih mau lewat mana. Waktu yang dibutuhkan menuju puncak situs megalitikum ini sekitar 20 menitan.







Apa yang bisa dinikmati di Situs Gunung Padang

Situs Sejarah

Sesampainya di atas, kita akan menyaksikan susunan bebatuan yang kalau dipukul akan mengeluarkan bunyi nyaring seperti gamelan. Sebelum masuk, pemandu Situs Gunung Padang memberikan informasi ini. Kami sempat mencoba memukulnya di tempat yang diperbolehkan, memang suaranya nyaring gitu dan seperti berirama di telinga kita.



Situs yang konstruksinya berbentuk punden berundak dan mempunyai 5 teras ini, menjadi destinasi wisata sejarah yang sangat ramai belakangan ini. Kita bisa menyaksikan potongan-potongan batu yang tersusun rapi, dan pastinya kita bisa berselfie dan berwefie ria dong di situs ini.




Tapi ingat ya tidak boleh melakukan kerusakan, mencoret, atau membuang sampah sembarangan di area situs yang menjadi salah satu tempat kajian bidang sejarah, geologi, dan arkeologi ini.


Situs ini memang masih menyimpan misteri, dilansir dari situs milik pemerintah Kabupaten Cianjur jika situs ini dianggap lebih tua dibandingkan Peradaban Mesir Kuno di Mesir, yang selama ini diklaim sebagai peradaban tertua di dunia. Beberapa informasi lainnya juga mengatakan bahwa situs ini lebih tua dari peradaban Mesopotamia yang ada di Irak dan Pyramid Giza yang ada di Mesir di mana keduanya dianggap sebagai peradaban tertua di dunia sekitar 2.500 hingga 4.000 tahun sebelum masehi.


Pemandangan hijau

Selain menikmati cerita sejarah dan bebatuan, kita bisa melihat hijaunya pemandangan di sekitar gunung ini juga. Karena dikelilingi oleh hutan hijau. Udara segar bisa kita menikmati sambil rebahan di rumput hijaunya.






Cara menuju Situs Gunung Padang

Februari 2014 saya bersama teman-teman menggunakan kendaraan sendiri dari Jakarta menuju tempat ini. Karena berdasarkan informasi yang kami dapat, jika menggunakan  transportasi umum cukup sulit dan tidak ada yang sampai tempat wisata sejarah ini. Jadi, kami putuskan untuk menggunakan transportasi pribadi atau sewa. Perjalanan dari Jakarta sekitar 210 km, atau butuh sekitar 4,5 jam tergantung kecepatan berkendara.

Namun untuk saat ini, jika teman-teman hendak menggunakan transportasi umum, bisa menggunakan kereta ke Bogor, lanjut Bogor Sukabumi, lanjut lagi Sukabumi Cianjur. Dilanjut lagi dengan naik angkot atau ojek sampai ke Situs Gunung Padang. Secara biaya mungkin lebih murah tapi tidak menghemat waktu dan tenaga.

Alamat

Kampung Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43263.

Jam Buka

07.00 - 17.00 WIB

Harga Tiket Masuk (HTM)

Rp. 5.000-, per orang (tahun 2020)
Dulu tahun 2014 saya ke sana masih harga Rp. 2000 -, per orang dan Rp. 5.000-, untuk turis asing.

Disclaimer

Saya melakukan perjalanan ke Situs Gunung Padang ini pada Februari tahun 2014, namun beberapa informasi sudah saya sesuaikan dengan yang terbaru saat blog ini ditulis. Namun jika teman-teman ada update terbaru lagi tentang situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara ini, silakan tambahkan di komentar ya.

10 September 2020

Titian Muhibah Entikong, Malam Persahabatan Indonesia Malaysia

Tahun 2018, saya mendapatkan kesempatan khusus untuk menyaksikan malam persahabatan Indonesia Malaysia yaitu pada acara Titian Muhibah. Titian Muhibah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat dengan Pemerintah Tebedu, Malaysia sejak tahun 1985 dan sudah dilaksanakan ke-13 kalinya pada tahun 2018. Kegiatan yang diadakan rutin setiap tahun ini, bertujuan untuk mempererat silaturahmi masyarakat perbatasan Indonesia dan Malaysia yang ada di perbatasan Entikong - Tebedu.


Tarian Nguse Antu dari Suku Dayak, Indonesia



Tarian Nguse Antu dari Suku Dayak, Indonesia


Kegiatan Titian Muhibah merupakan kegiatan pagelaran budaya dan salah satu rangkaian acaranya adalah pertandingan olahraga antara Indonesia-Malaysia yang menampilkan olahraga tradisional khas perbatasanAcara yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini, selain menjadi ajang silaturahmi juga menjadi salah satu ajang pertukaran budaya kedua negara.


Tarian Bambu dari Suku Dayak, Malaysia


Setiap tahun lokasi kegiatan dilakukan secara bergantian di Perbatasan Entikong, Indonesia atau di Tebedu, Malaysia. Tahun 2017 pertama kalinya diadakan di Kabupaten Sanggau. Biaya transportasi negara undangan akan ditanggung oleh negara yang diundang tetapi untuk biaya jamuan dan acara semuanya akan ditanggung oleh tuan rumah.


Tarian Bambu dari Suku Dayak, Malaysia


Acara Titian Muhibah sangat bagus diadakan karena mempunyai beberapa tujuan. Pertama, memupuk dan mempereratkan lagi silaturahmi dan kerjasama di antara penduduk-penduduk kampung dan petugas-petugas di Pos Sempadan, Tebedu/Entikong melalui bidang seni suara, tarian kebudayaan, dan musik tradisional. Kedua, menghidupkan semula minat terhadap bidang-bidang seni suara, tarian dan musik tradisional agar tidak akan pupus ditelan zaman. Ketiga, tentu saja untuk menarik wisatawan. Sayangnya wisatawan yang berkunjung ke acara ini masih sebatas wisatawan yang mendapat undangan, artinya memang belum terbuka untuk umum. Mungkin karena acaranya digelar di dalam gedung ya, sehingga jika ada wisatawan yang melintas mereka belum tentu tahu mengenai acara ini.



Tamu undangan dari kedua negara, masyarakat dan para pejabat


Tamu-tamu undangan dari Indonesia berasal dari pihak pemerintahan yang ada di Kecamatan Entikong seperti Kecamatan Entikong, Imigrasi, Bea Cukai, PLBN Entikong, POLRI dan TNI dan juga dihadiri oleh Bupati Sanggau dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sanggau dan jajarannya. Beserta masyarakat yang ada di perbatasan. Sementara dari pihak Malaysia dihadiri juga oleh beberapa petinggi Malaysia dan juga oleh masyarakat Malaysia. Pada tahun 2018 acara Titian Muhibah dilaksanakan di Tebedu-Malaysia dan dihadiri oleh beberapa pejabat pemerintah dari Malaysia, salah satunya adalah oleh Menteri Belia (di Indonesia seperti Kementerian Pariwisata).


Kolaborasi tarik suara dari kedua negara


Pada malam persahabatan Indonesia Malaysia ini, masing-masing negara akan mempersembahkan 5 bentuk persembahan berupa tarian daerah sebanyak 3 jenis yaitu berupa tarian tradisional, 2 buah lagu, dan mempersembahkan nyanyian secara beramai-ramai. Semua persembahan dilaksanakan secara bergantian.

Persembahan tarian dari Indonesia


Acara puncak Titian Muhibah tahun 2018 digelar pada malam hari sekitar pukul 19.00 waktu Malaysia, dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing negara secara bergantian. Dan mendengarkan Indonesia Raya dikumandangkan di negara orang selalu membuat saya terharu dan bangga memiliki darah Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan masing-masing negara. Setelah itu akan dilanjutkan dengan upacara adat Suku Dayak berupa tarian dan meneguk tuak bersama, sebagai salah satu budaya khas Suku Dayak dalam membuka sebuah kegiatan.


Kolaborasi tarik suara dan tarian Indonesia


Acara yang ditunggu-tunggu yaitu acara puncak malam persahabatan Indonesia Malaysia, dengan menampilkan budaya masing-masing dalam bentuk tarian, menyanyi, dan kolaborasi keduanya dari kedua negara tersebut. Semuanya terlihat begitu menikmati suasana ramai itu, menyanyi bersama, ikut menari ke depan. Udara segara malam itu menjadi saksi, aku masih menemukan damai di ujung negeriku. Acara selesai sekitar pukul 11 atau 12 malam yang ditutup dengan acara kolaborasi dari kedua negara tersebut, menyanyi bersama, menyatukan damai dalam irama.



Suasana penutupan dengan menari bersama antara Indonesia dan Malaysia


Apa yang saya dapat dan saya rasakan pada acara malam persahabatan Indonesia Malaysia ini? Saya semakin sadar bahwa budaya yang dimiliki negara kita begitu kaya, begitu indah, dan tak ada duanya. I am such a proud to be Indonesian. Saya melihat persahabatan kedua negara ini sangat baik, saling menghormati, toleransi yang tinggi dari masing-masing negara. Damai itu sangat indah, benar-benar indah.

Terima kasih Tuhan sudah memberikan saya kesempatan, melihat keindahan di ujung negeriku, menyaksikan kedamaian di tapal batas negara tercintaku.

See you next Titian Muhibah, malam persahabatan Indonesia Malaysia.

Popular Posts

Mendaki Puncak Poon Hill di Himalaya

Poon Hill adalah satu dari belasan puncak gunung yang berderet di  Himalaya . Menjadi salah satu puncak gunung yang menjadi incaran banyak ...

Back to Top