Looking for My Article

30 October 2020

Serunya Paragliding Di Sarangkot Hill, Pokhara

Olahraga paragliding atau dikenal juga dengan istilah paralayang, menjadi salah satu kegiatan petualangan favorit di Pokhara, Nepal. Atraksi wisata yang masuk dalam kategori special interest tourism ini mulai berkembang di dunia sejak tahun 1950-an, dan pertama kalinya masuk dalam kejuaraan dunia tahun 1989 di Kossen, Austria. Olahraga ini juga ikut berkembang pesat di Sarangkot Hill, Pokhara, Nepal dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan.



Pertama kali saya mencoba paragliding di Kota Bogor tahun 2014. Awalnya deg-degan ternyata menyenangkan, seru, dan bikin nagih. Ketika mendaki gunung di Himalaya, saya kembali mencoba olahraga yang memicu adrenalin dan membutuhkan keberanian ini. Olahraga paralayang menawarkan wisata petualangan dan pengalaman yang takkan terlupakan buat saya.


SARANGKOT HILL, PUSAT PARAGLIDING DI KOTA POKHARA, NEPAL

Sarangkot Hill yang terletak di Kota Pokhara, Nepal menjadi destinasi wisata paragliding paling diminati oleh banyak wisatawan. Berada di ketinggian 1.600 mdpl (meter di atas permukaan laut), tempat ini menjadi take off point saat melakukan paragliding. Tepi Danau Phewa menjadi tempat landing point, jaraknya tidak jauh dari take off point. Tempat landing ini berupa lapangan luas dengan rerumputan hijau yang sangat indah.






Selain sebagai persinggahan sebelum melakukan pendakian ke beberapa gunung salju di Nepal, tempat paragliding ini juga menawarkan banyak destinasi wisata. Tempat ini dapat ditempuh melalui jalur darat sekitar 8-10 jam dari kota Kathmandu, ibukota Nepal. Atau bisa juga ditempuh dengan menggunakan pesawat dari bandara Kathmandu sekitar 30 menit.

Sarangkot Hill hanya diperbolehkan melakukan aktivitas paragliding dengan ditemani pilot tandem. Jika teman-teman yang sudah mempunyai sertifikat olahraga parasut ini dan ingin melakukan paragliding secara solo, bisa mencobanya di Mandre Danda, kata pilot tandeman saya.


APA SAJA YANG BISA DINIKMATI SAAT PARALAYANG

Sarangkot Hill di Pokhara, Nepal merupakan salah satu tempat paragliding terbaik di dunia. Bagaimana tidak, saat melakukan paragliding, paraglider akan disuguhi pemandangan pegunungan, danau, dan kota Pokhara.

1. Melihat pegunungan salju Himalaya

Saat asik menikmati olahraga parasut ini, kita akan menyaksikan pegunungan Himalaya yaitu Annapurna, Everest, dan beberapa gugusan gunung lainnya seperti Dhaulagiri, Machhapuchhre, dan Manaslu. Semuanya diselimuti dengan salju, terbayangkan indahnya. Pokoknya gugusan gunung salju Himalaya memanjakan mata kita sepanjang terbang di udara.


salah satu view saat paragliding, betahkan terbang di atas kalau viewnya begini?

Di tambah puncak Fishtail yang sangat indah, ikut menyapa kehadiran saya. Fishtail salah satu puncak gunung tertinggi yang sangat indah di pegunungan Himalaya. Bentuknya runcing, semakin indah saat diselimuti salju.

2. Menikmati Pokhara Valley

Selain pegunungan, kita juga dapat menikmati keindahan kota Pokhara yang merupakan kota terbesar di Nepal saat terbang di udara. Kota ini begitu indah dengan warna-warni bangunan hotel, tempat ibadah, dan pagoda dari atas udara.




3. Menikmati Danau Phewa

Selain Pokhara Valley yang memukau, dari atas kita juga dapat menikmati Danau Phewa yang merupakan danau tawar di pusat kota Pokhara. Danau yang dikenal dengan nama Baidam Tal ini merupakan danau sumber kehidupan warga di sekitar kota Pokhara dan danau ini menjadi pusat wisata di kota ini. Makin seru ya paraglidingnya.


Picture taken by Shankar


4. Menikmati sensasi udara dingin dari ketinggian

Selain pemandangan yang indah, kita juga bisa merasakan sensasi udara dingin karena hamparan salju. Bagaimana rasanya terbang di ketinggian yang hampir mencapai 2000-3000 mdpl, jika udara sedang bagus, wooww banget kan? apalagi pemandangannya gugusan gunung salju yang gak ada di negara kita. Sesuatu banget pastinya buat kita warna negara tropis.

5. Selfie di atas ketinggian

Nah yang hobby selfie bisa banget dong kita selfie-selfie dengan pemandangan belakang gunung tertinggi di dunia ini, ya Everest. Ambil video juga boleh banget, tapi ingat hati-hati ya kamera atau HP-nya jatuh.





6. Bercerita tentang Nepal

Bercerita di atas ketinggian juga menjadi pengalaman seru loh. Saya sih ga pernah ya ngobrol di atas ketinggian hanya dengan menggunakan parasut. Punya sensasi sendiri loh dan mungkin lebih seru dibandingkan dengan menikmati makan malam di atas ketinggian seperti yang ada di beberapa negara. 

7. Tidur

Kekonyolan yang saya lakukan adalah tidur saat terbang. Habisnya lumayan lama juga ya 30 menit di atas ketinggian dengan udara yang mencapai 1 derajat. Persis seperti pertama kali melakukan paragliding di Bogor hehehe. Saking dinginnya dan udara di atas adem bikin pengen tidur hehe. Tapi ini jadi pengalaman tersendiri loh, belum pernah kan tidur di atas ketinggian hehehe apalagi di bawah kaki kita hamparan gunung es yang indah dan menjadi atap dunia. Nah, kalau kamu dikasih kesempatan paragliding di atas gunung es, cobain deh tidur sejenak, dan rasakan sensasinya.

8. Landing Point

Nah, tempat landing point-nya berada di tepi Danau Phewa. Lapangan luas yang mempunyai rerumputan tebal ini juga bisa kita nikmati loh saat landing. Apalagi buat teman-teman yang panikan, liatin aja tuh pemandangan rumput yang warnanya selalu kecoklatan, biar paniknya ilang. Nah di sana juga kita bisa melihat banyak binatang kerbau loh yang sedang makan. Letaknya persis di pinggir danau. 

Buat saya ini jadi atraksi wisata tersendiri sih. Setelah turun kamu bisa selfie ria di pinggir Danau Phewa dengan latar belakang rumput coklat dan beberapa binatang Yak, khas Negara Nepal. Hampir mirip dengan padang Sabana-nya milik Bromo.


landing-nya seru ya kalau view-nya begini hehehe, caramel view


Baca juga: Mendaki Puncak Poon Hill Di Himalaya


TIKET PARAGLIDING

Tahun 2016 akhir, waktu saya ke sana, saya bertanya ke beberapa tour agent yang ada di sekitar hotel tempat saya menginap, sekitar Danau Phewa. Harganya berkisar antara 1 juta – 1,3 juta rupiah. Setiap tour agent harganya memang bervariasi.

Kemudian saya iseng bertanya ke pemilik hotel, ternyata mereka mempunyai paket harga diskon untuk semua tamu yang menginap dihotel mereka. How lucky I am, waktu itu saya mendapat harga 800 ribu rupiah, masih jauh lebih murah dibandingkan dengan harga yang ditawarkan oleh tour agent. In my opinion still worth it dengan experience yang bakal didapat.



So, jika teman-teman berkunjung ke Nepal dan berniat untuk melakukan olahraga parasut ini, bisa bertanya ke pemilik hotel terlebih dahulu tempat kita menginap. Biasanya mereka mempunyai harga khusus untuk para tamu yang menginap dihotelnya karena bekerjasama dengan beberapa tour agent. Dan saya rasa ini lebih aman buat kita.

Update tahun 2020, ternyata harganya masih sama rata-rata 1,2 juta rupiah.


LAMA WAKTU PARAGLIDING

Kita akan menikmati pemandangan pegunungan salju Himalaya selama kurang lebih 30 menit. Waktu itu saya ditawarkan tambahan waktu oleh pilot tandem saya. Namun saya menolaknya karena kaki saya sudah dingin banget. Lebih dari cukup guys kalau buat saya, di atas saya hampir kedinginan. Waktu itu ditawarin juga karena Kebetulan sedang sepi, karena musim salju, kata pilot tandeman saya biasanya kalau musim salju, wisatawan yang melakukan olahraga paralayang ini sedikit berkurang namun tetap ramai.




JAM OPERASIONAL

Sebenarnya Sarangkot Hill, Pokhara adalah area terbuka kita bisa datang kapan saja. Namun aktivitas paragliding atau paralayang akan dilakukan sesuai dengan kondisi cuaca dan angin dan kesiapan dari tour agent. Meski sudah siang tetapi kalau cuaca kurang baik mereka tidak akan melakukan aktivitas paragliding. Hal ini dilakukan dengan alasan keselamatan.

So, kata guide sana tidak ada jam operasional pasti kapan buka dan tutupnya. Kecuali untuk kantor tour agent yang menemani kita nanti. Mereka rata-rata biasanya buka jam 9 pagi sampai jam 4. Berdasarkan regulasi yang ada, pilot tandem saya bercerita hanya diperbolehkan maksimal 2x membawa tamu dalam sehari. 


FASILITAS YANG DIDAPAT

Jika saya mengeluarkan uang untuk sebuah kegiatan, biasanya saya akan memastikan fasilitas apa saja yang akan kita dapat. Termasuk membayar sejumlah uang untuk paragliding ini. Dengan membayar sejumlah 800 ribu waktu itu saya mendapatkan beberapa fasilitas dari tour agent hotel.

1. Asuransi jiwa

Nah ini penting banget ya teman-teman, sebelum kita melakukan pembayaran untuk paket yang kita ambil, pastikan kita mendapatkan asuransi keselamatan. Karena olahraga ini beresiko tinggi terhadap keselamatan, fatalnya bisa kematian dan cacat. Naudzubillah ya bukan mengharapkan tapi mencegah lebih baik buat saya. Hal ini juga bentuk selfcare sama diri kita loh menurut saya. Sebelum berangkat ke lokasi paralayang di Sarangkot Hill, kita akan dimintakan data diri untuk keselamatan kita.

2. Dokumentasi (Foto dan Video)

Nah selama kita melakukan paragliding ini, tour agent akan mengambil foto dan video kita. Setelah turun, mereka akan mengcopy semua video dan foto ke CD dan kemudian jadi milik kita deh. Kamu juga boleh membawa kamera atau HP kamu untuk mengambil foto dan video tapi hati-hati ya, resiko jatuhnya tinggi.


Baca juga: Cara Mudah Mengurus Visa On Arrival (VOA) Nepal


3. Antar jemput dari hotel – lokasi – hotel

Nah dengan membayar 800 ribu tadi, saya sudah mendapatkan juga fasilitas antar jemput dari hotel. Dari hotel tempat saya menginap sekitar Danau Phewa di pusat Kota Pokhara, membutuhkan waktu sekitar 30 menit menuju tempat ini. Selama perjalanan menuju Sarangkot Hill, kita juga bisa menikmati pemandangan indah gugusan gunung Himalaya loh.

4. Guide profesional

Soal kualitas para pilot tandem sudah tidak diragukan lagi, semua pilot yang menemani wisatawan sudah memegang lisensi alias sertifikat internasional. Berdasarkan informasi dari tour agent dan pilot tandem saya, semua pilot di Pokhara dilatih secara langsung oleh badan sertifikasi paralayang dunia, sehingga jika mereka sudah lulus, bisa membawa terbang di negara mana saja. So, tidak usah khawatir ya soal keamanan. Secara teknis dan keahlian mereka memiliki kelas internasional.



TIPS SAAT PARAGLIDING DI POKHARA

  1. Memilih Operator. Pastikan kamu memilih operator yang sudah punya nama dan dapat secara track record-nya baik. Bisa cari di internet atau tanya ke pihak hotel.
  2. Siapkan alat dokumentasi. Nah ini wajib banget ya jangan lupa bawa kamera atau ponsel kamu untuk mengambil dokumentasi. Meskipun nanti kita akan mendapatkan dokumentasi foto dan video dan tour agent. Tapi rasanya menggunakan milik sendiri lebih bebas. Jangan lupa baterainya diisi dulu dan siapkan memori sebanyak-banyaknya ya.
  3. Safety first. Lihat cuaca dan angin. Jangan paksakan diri untuk tetap melakukan paralayang jika cuaca dan angin sedang tidak bagus.
  4. Gunakan pakaian tertutup dan hangat. Gunakan jaket tebal. Kenapa? Karena saat kita sudah melayang di udara udaranya sangat dingin meskipun matahari terik. Ingat, kita sedang terbang dengan pemandangan gunung salju Himalaya. Beeerrr banget sih dinginnya.
  5. Hati-hati dengan alat dokumentasi. Saat kamu ingin mengambil foto atau  video menggunakan hp kamu, hati-hati ya. Potensi kamera atau hp jatuh sangat besar, so kamu harus melakukan tindakan preventif untuk hal ini. Semisal memberi pengikat di ponsel yang akan kamu gunakan dan melilitkannya di lengan kamu.
  6. Pastikan saat kamu mendapatkan dokumentasi berupa CD dari tour agent, kamu copy juga ke ponsel atau memori milik kamu. Untuk menghindari resiko CD hilang atau rusak, seperti kejadian yang menimpa ke saya. Semua dokumentasi yang diberikan oleh tour agent dalam bentuk CD hilang entah di mana. Sedih banget guys, ga ada memori saat terbang terbang menikmati pegunungan salju Himalayanya.
  7. Gunakan masker. Karena udaranya dingin otomatis angin yang berhembus juga dingin banget. Hidung hampir mampet karena hembusan udara yang sangat dingin.
  8. Gunakan sepatu yang aman. Karena pada saat landing kita akan berlari dengan posisi kaki sebagai tumpuan. Bahaya kalau pakai sandal selain bakal terasa dingin juga di atas.
  9. Gunakan kupluk atau buff. Selain buat menahan dingin juga untuk melindungi kepala kita, karena helm yang kita gunakan bekas orang. Buat saya sih ini wajib banget.
  10. Tidak membawa barang penting. Karena tidak ada tempat penitipan barang dan saat kita sudah landing, kita tidak akan kembali ke tempat saat take off.
  11. So, dengan alasan safety jangan lupa ya kita isi Safe Travel milik Kementerian Luar Negeri, saat kita berjalan-jalan ke luar negeri. Apalagi kalau kita berkunjung ke destinasi wisata yang minat khusus kayak gini. Lagi-lagi ini sebagai salah satu bentuk tindakan antisipasi.
  12. Jika di atas merasa kurang nyaman seperti pusing atau mual, bilang saja ke pilot tandem kita, untuk segera turun. Jangan paksakan untuk tetap di atas.
  13. Untuk alasan safety, ikuti arahan dari pilot tandem kita ya, baik saat take off  maupun saat landing.
landing point area, tour agent ready to pick me up


Nah, setelah membaca serunya pengalaman saya melakukan paragliding di Sarangkot Hill, Pokhara ini, pasti penasaran kan pengen nyobain gimana terbang di atas ketinggian dengan pemandangan salju dan pegunungan Himalaya, impian banyak orang di dunia.

 

20 October 2020

Museum Bank Indonesia, Wisata Sejarah Murah Di Kota Jakarta

Museum Bank Indonesia mempunyai nilai sejarah tinggi bagi bangsa Indonesia. Museum ini tempat menyimpan uang Indonesia dari masa ke masa. Letaknya berada di Bank Indonesia Kota Tua. Selain uang, museum ini juga menyimpan berbagai dokumen dan benda sejarah pada zaman penjajahan. Museum ini pada zaman penjajahan Belanda menggunakan nama De Javasche Bank.


Bangunan wisata sejarah yang terletak di Kota Jakarta ini, digunakan sebagai bangunan pertama Bank Indonesia yang didirikan tahun 1953 dan ditempati sampai dengan tahun 1962 sebelum pindah ke daerah Thamrin, Jakarta Pusat.

Museum yang mempunyai bangunan 2 lantai ini, pertama kali dibuka untuk umum pada 5 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu yaitu Burhanuddin Abdullah. Kemudian 21 Juli 2009 diresmikan kembali oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian Museum Bank Indonesia ini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata sejarah murah yang ramai dikunjungi di kota Jakarta.



Berdasarkan informasi dari situs milik BI, pendirian Museum Bank Indonesia memiliki beberapa tujuan. Sebagai sarana komunikasi kebijakan BI; menjadi tempat mengumpulkan, menyimpan, dan merawat benda numismatik ataupun dokumen bersejarah BI; dan juga bertujuan sebagai sarana rekreasi literasi yang menghibur atau edutainment (education-entertainment). Nah, museum yang masuk dalam cagar budaya ini, sangat cocok bagi kita yang ingin mengetahui tentang sejarah uang di Indonesia. Cocok juga bagi pelajar atau mahasiswa, dan anak-anak untuk mempelajari sejarah tentang uang dan belajar mencintai museum sejak dini.



Nah, sya baru 2 kali mengunjungi museum yang berkonsep edutainment ini. Pertama saya ikut tur dengan komunitas Bahasa Inggris tahun 2012, masuknya gratis waktu itu karena bareng mahasiswa-mahasiswa juga. Kedua, pas saya ikutan acara forum Backpacker Dunia yang menyewa salah satu ruang serbaguna museum wisata sejarah ini.

Tempat wisata murah di Kota Jakarta ini akan ramai dikunjungi pada saat weekend biasanya. So, kalau bisa berkunjunglah di hari biasa, atau bisa datang lebih pagi saat berkunjung di weekend. Karena bertujuan untuk mengedukasi dan menghibur, tak heran jika museum ini banyak dikunjungi oleh anak-anak sekolah dan juga pelajar atau mahasiswa di hari biasa. 

Atraksi Wisata di Museum Bank Indonesia

Uang

Di museum ini kita bisa menikmati macam-macam uang yang digunakan di Indonesia dari masa ke masa. Uang tersebut berupa uang kertas dan uang koin. Di museum ini, kita bisa menyaksikan desain uang dari masa ke masa, serta kita dapat menyaksikan juga nominal uang yang pernah digunakan di Indonesia. Misalkan untuk uang koin mulai dari 1 sen sampai 1.000. Termasuk juga uang kertas dari masa ke masa.

Uang kertas Indonesia dari masa ke masa


Pakaian Bersejarah

Saya memasuki beberapa area, kita dapat melihat beberapa pakaian-pakaian sejarah yang digunakan oleh penjajah Belanda saat bertugas di bangunan ini. Pakaian-pakaian tersebut ditata dengan rapi dalam sebuah kotak yang terbuat dari kaca. Pengunjung tidak diperbolehkan untuk membuka dan menyentuhnya.

Pakaian yang digunakan petugas Belanda pada masanya di De Javasche Bank 


Dokumen Sejarah

Beberapa dokumen sejarah juga dapat kita lihat di museum depan Beos Kota ini. Tentunya dokumen tersebut berkaitan dengan perbankan atau keuangan Bank Indonesia. Dokumen-dokumen tersebut menjadi saksi sejarah perkembangan perbankan Indonesia. Informasi yang disampaikan museum ini juga ada yang dikemas dalam bentuk multimedia modern.



Sejarah Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia menawarkan informasi secara detail mengenai sejarah berdirinya Bank Indonesia. Museum ini juga menyediakan informasi segala hal yang berkaitan dengan pengetahuan keuangan atau perbankan, bahkan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh  Bank Indonesia. Memang cocok banget ya museum ini dapat gelar wisata sejarah.



Salah satu miniatur sejarah Bank Indonesia


Menikmati Bangunan Bersejarah Kolonial

Selain ketiga hal di atas, Museum Bank Indonesia juga menawarkan atraksi wisata bangunan sejarah bergaya neo klasikal yang sudah campur dengan desain lokal. Karena bangungan museum ini merupakan bangunan yang dibangun oleh penjajahan pada masa Belanda, dan saat ini hanya direnovasi untuk perbaikan saja, jadi bangunannya masih asli. Lantainya masih ubin-ubin asli pada zaman penjajahan, bentuk bangunan, pilar-pilar yang tinggi, dan juga warna cat bangunan ini berwarna putih khas koloni Belanda. Apalagi tiket masuk ke lokasi wisata ini, murah banget.


Salah satu sudut untuk berfoto di Museum Bank Indonesia


Lorong cat putih khas Belanda


Menyaksikan Pameran Kontemporer

Museum Bank Indonesia juga sering mengadakan event-event penting yang berkaitan dengan kenegaraan, misalnya memperingati Hari Kartini, Hari Pahlawan, dan lainnya. Nah, kalau mau menyaksikan event-event ini, teman-teman harus mengetahui dahulu jadwalnya sebelum berkunjung. Sesuai banget ya dengan konsepnya tentang edutainment.




Salah satu miniatur kegiatan perbankan zaman Belanda


Mengikuti Seminar, Talkshow, Diskusi

Ternyata museum bersejarah ini mempunyai beberapa program yang bermanfaat loh. Mereka sering mengadakan event-event berupa seminar, atau talkshow, dan diskusi yang membahas seputar tentang perbankan atau lainnya. Ketahui juga jadwalnya sebelum berkunjung ke museum ini. Nah jadi lebih bermanfaat jalan-jalannya. Atau kalau yang tinggal di Kota Jakarta, bisa kapan aja ya berkunjung ke museum ini.


Harga Tiket Masuk (HTM) Museum Bank Indonesia

Umum Rp. 5.000-,
Pelajar/ Mahasiswa dan anak-anak di bawah 3 tahun Gratis

Jam Operasional Muesum bank Indonesia

Selasa - Jumat     : Pukul 08.00 - 15.30 WIB
Sabtu - Minggu   : Pukul 08.00 - 16.00 WIB

Paket Tour Guide

Pukul 08.00, 10.00, 13.00 WIB
Ternyata di Museum Bank Indonesia, disediakan paket tour guide juga. Guide di sini akan menjelaskan seluk beluk tentang museum ini.

Fasilitas Museum Bank Indonesia

  1. Loket masuk
  2. Pusat informasi
  3. Keamanan
  4. Sarana ibadah
  5. Toilet
  6. Tour Guide
  7. Tempat makan dan minum (cafe)
  8. Ruang penitipan
  9. Tempat penjualan souvenir
  10. Ruang serbaguna
  11. Auditorium
  12. Toko Buku
  13. Perpustakaan

Yuk mulai sekarang kita kunjungi museum-museum di Indonesia yang kayak akan sejarah. Bawa anak-anak kita untuk mulai mengenai museum. Apalagi tiket masuknya murah banget kan, selain kita dapat kesenangan, kita juga dapat pengetahuan loh masuk ke museum.

See you soon Museum Bank Indnesia, see you soon Kota Jakarta.
Maju terus pariwsata Indonesia.


10 October 2020

Pantai Air Manis Dan Legenda Batu Malin Kundang

Tahun 2013 pertama kali mengunjungi Padang berkat promo salah satu maskapai. Dengan membayar tiket keberangkatan hanya Rp. 5.000-, dan pulangnya seharga Rp. 199.000-, saya dan beberapa teman-teman dapat mengelilingi kota Padang sepuasnya. Salah satu destinasi wisata yang kami kunjungi adalah Pantai Air Manis, pantai yang terkenal dengan Batu Malin Kundang.



Pantai Air Manis atau dikenal juga dengan nama Pantai Aia Manih dalam bahasa Padang ini berada 10 km menuju selatan dari pusat kota. Pantai ini memiliki pantai yang sangat luas dan terkenal dengan ombaknya yang kecil, sehingga aman jika teman-teman membawa anak kecil. Dekat dari pantai ini juga terdapat pulau kecil yaitu Pulau Pisang Ketek dan Pulau Pisang Gadang. Paling penting pantai ini adalah tempat cerita legenda Batu Malin Kundang.



Di bibir Pantai Air Manis ini, terdapat sebuah batu pahatan yang digadang-gadang sebagai legenda Batu Malin Kundang. Konon katanya, Batu Malin Kundang yang sudah kayak raya berniat pulang dan berlabuh di pantai ini. Mendengar kabar itu, sang ibu hendak menyambutnya. Namun sayang ketika tiba di pantai ini, dia tidak mengakui ibunya. Ibunya murka dan mengutuknya menjadi sebuah batu. Terlepas dari legenda itu, hikmah yang bisa kita petik adalah kita harus tetap menghormati orangtua apapun keadaan mereka. 



Pantai yang cantik dan legenda Batu Malin Kundang membawa pantai ini menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Kota Padang. Pengunjung biasanya berfoto di pahatan patung Batu Malin Kundang ini dengan latar belakang pantai yang indah. Usut punya usut, saya mendengar cerita dari teman saya yang dosen di salah satu universitas di Padang, bahwa batu ini adalah batu pahatan dari mahasiswa-mahasiswa di Padang. Benar atau tidaknya, biarlah menjadi cerita.




Daya Tarik Pantai Air Manis


1. Pemandangan Pantai

Pantai Air Manis mempunyai warna pasir campuran putih dan hitam, jadi ketika tersapu air laut menurut saya malah jadi indah. Kombinasi langit yang luas dan biru menjadi spot yang ciamik untuk berfoto.



2. Berfoto di Batu Malin Kundang

Sepertinya ini adalah spot wajib untuk berfoto. Ketika saya kesana masih pagi jadi tidak harus antri untuk dapat berfoto di pahatan batu ini.




3. Menikmati kuliner setempat

Nah di tempat ini tersedia juga beberapa warung yang menjual makanan khas Padang, bisa juga loh makan nasi Padang asli di kota ini. Selain itu teman-teman bisa menikmati ikan segar yang dijual oleh pedagang dan nasi Kapau khas Suku Padang. Nasi ini berisi nasi, sambal, lauk khas Kapau, gulai tunjang, gulai babek atau paruik kabau, gulai sayur nangka, dan gulai cangcang.


Sumber Gambar: food.detik.com


4. Menikmati Matahari Terbit dan Terbenam

Ini dia paling ditunggu-tunggu bagi para si pecinta sunrise dan sunset. Di pantai ini kita bisa menikmati matahari terbit dan terbenam. Jangan lupa bawa kamera dan outfit yang ciamik ya temans. Jangan lupa juga siapin pose yang keceh ya.




5. Pulau Pisang Kecil dan Pulau Pisang Besar

Jarak pulau kecil ini hanya sekitar 500-an meter dari Pantai Air Manis. Luasnya juga hanya sekitar 1 ha. Bisa berjalan kaki atau menyewa perahu untuk bisa mengunjungi pulau ini.



6. Bermain sepak bola atau bermain bola volley

Karena mempunyai bibir pantai yang sangat luas dan berombak kecil, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Aia Manih ini dapat asik bermain bola atau voli dengan sahabat atau keluarga. Jangan lupa bawa bolanya dari rumah ya untuk hemat pengeluaran.


7. Pulau Pisang Gadang, Pulau Pisang Besar, Pulau Pisang Sikuai

Pulau lain yang dapat kita nikmati di sekitar Pantai Air Manis dan Batu Malin Kundang ini adalah Pulau Pisang Besar, Gadang dan Sikuai.



8. Sewa ATV

Sekarang sudah tersedia ATV yang dapat disewa oleh para pengunjung dengan harga Rp 100.000-, per jam untuk dapat mengelilingi Pantai Air Manis yang panjang ini.



Alamat Pantai Air Manis

Pantai Air Manis, Kelurahan Aia Mani, Kecamatan Padang Selatan, Padang, Sumatera Barat.

Harga Tiket Masuk (HTM)
Tahun 2013 kami berkunjung masih harga Rp. 3.000-, per orang
Parkir Elf: Rp 10.000-,

Tahun 2020: Anak-anak Rp. 5.000-, dan Dewasa Rp. 10.000-,
Parkir Roda Dua: Rp. 2.000-, dan Roda Empat Rp 4.000-,

Cara menuju ke Pantai Air Manis

  1. Pertama paling mudah kita bisa menyewa kendaraan pribadi, itu yang kami lakukan dan shared cost bersama teman-teman.
  2. Kedua, menggunakan kendaraan motor, ini lebih mudah karena dapat menghindari kemacetan di kota.
  3. Ketiga, menggunakan kendaraan umum berupa angkot atau trans Padang dengan rute Lubuk Buaya menuju Pasar Raya dan berhenti di Jalan Raya Teluk Bayur. Dari sini teman-teman bisa melanjutkannya dengan angkot atau ojek.

Jalan menuju Pantai Air Manis

Fasilitas

Beberapa fasilitas yang ada di tempat ini sudah semakin membaik, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang  menghabiskan dana sekitar 15 M untuk merevitalisasi dan membangun fasilitas di destinasi wisata Pantai Air Manis ini.
  1. Tempat makan
  2. Toilet
  3. Penginapan
  4. Tempat ibadah
  5. Transportasi umum
  6. Area parkir
  7. Tempat masuk
  8. Keamanan
  9. Jalan yang layak
  10. Penyewaan ATV
  11. Penyewaan perahu dayung dan motor
  12. Penyewaan gazebo


Nah, setelah membaca artikel ini, penasaran kan untuk mengunjungi Pantai Air Manis yang terkenal dengan legenda Batu Malin Kundang-nya.



01 October 2020

Ngukuih Hajat, Ritual Adat Pendakian Gunung Bukit Raya

Salah satu pengalaman berkesan dalam pendakian Gunung Bukit Raya yang merupakan gunung tertinggi di Kalimantan ini adalah mengikuti upacara atau ritual adat yang harus dilakukan sebelum melakukan pendakian yaitu Ritual Adat Ngukuih HajatRitual adat ini merupakan upacara atau ritual yang wajib dilakukan oleh semua pendaki  yang hendak melakukan pendakian ke Gunung Bukit Raya. Upacara ini sudah turun temurun dilakukan oleh Suku Dayak Ot Danum, yaitu suku yang tinggal di kaki gunung atau desa terakhir sebelum melakukan pendakian Ke Gunung Bukit Raya. Upacara Adat Ngukuih Hajat dilakukan sebanyak 2 kali yaitu pada saat berangkat agar selama perjalanan kita diberikan perlindungan dan saat turun sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kita karena telah diberikan keselamatan sampai kembali lagi.



Persiapan Ritual Adat Ngukuih Hajat

Bapak Kepala Adat ditemani seorang warga memberitahu kami semua, bahwa sebelum melakukan pendakian ke Gunung Bukit Raya wajib melakukan ritual adat untuk keselamatan kami yaitu Ritual Adat Ngukuih Hajat. Bapak Kepala Adat, istri beserta satu orang warga akan membantu dalam proses pengumpulan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk upacara tersebut. Nanti kami tinggal membayar semua barang-barang tersebut. Tentu saja saya excited  banget ingin segera tahu prosesnya seperti apa. Karena saya selalu tertarik dengan budaya-budaya seperti ini. Menambah wawasan pastinya, dan semakin bangga menjadi warga +62 yang kayak akan peninggalan budayanya.


Bahan-bahan yang disiapkan

Beberapa barang yang digunakan untuk upacara adat Ngukuh Hajat ini adalah berupa ayam kampung, mandau (golok), beras kuning, gelang nanik yang talinya terbuat dari akar yang ada di hutan dan dianggap sakral bagi mereka. Setelah kami berkumpul, kami memulai berdoa dan dipimpin oleh Kepala Adat. Kepala Adat menggunakan pakaian khusus yaitu pakaian kehormatan yang hanya dipakai saat upacara/ritual yang penting saja, termasuk juga peci/kopiah. Kami semua sudah siap mengikuti ritual adat sebelum pendakian ke gunung tertinggi di Pulau Kalimantan ini.


Bagaimana proses ritual adat ini

Berdoa

Upacara Adat Ngukuh Hajat akan dimulai. Kami semua diminta untuk duduk berjejer menghadap matahari terbit. Kepala Adat mulai berdiri dan membacakan beberapa kalimat-kalimat dalam bahasa Dayak yang jujur saya tidak mengerti arti dan maksudnya. Hanya saja saya meyakini kalimat-kalimat tersebut merupakan doa yang dipanjatkan untuk keselamatan kami semua. Sambil mengayun--ayun ayam yang dipegangnya, Kepala Adat terus membacakan lafalan doa tersebut dalam rangkaian kalimat bahasa Dayak. Saya pun berdoa dalam hati sesuai dengan kepercayaan saya, agar kami semua dilindungi.  Selang beberapa menit, Kepala Adat meminta salah satu dari kami yang beragama muslim untuk menyembelih ayam tersebut.



Menyembelih ayam

Selesai berdoa, Om Ridwan sebagai perwakilan dari kami melakukan penyembelihan ayam dan darahnya diteteskan ke atas piring yang sudah ada beras kuningnya.

Mengoleskan darah ayam

Ritual berikutnya adalah, Kepala Adat sembari mengucapkan doa dalam bahasa Dayak mengoleskan darah ayam yang sudah dicampur dengan beras kuning yang sudah disiapkan di atas piring ke kaki, lutut, dahi, dan ubun-ubun kami.


Gambar: Om Mawardi


Menggigit mandau

Selesai diolesi dengan darah ayam, kami pun diminta untuk menggigit mandau yang sudah digunakan untuk menyembelih ayam sebanyak 3x. Tentu saja darahnya sudah dibersihkan terlebih dahulu. 



Mengikatkan gelang di lengan

Selesai menggigit mandau, ritual dilanjutkan dengan mengikatkan gelang gelang di lengan kami yang terbuat dari akar kayu yang diambil dari hutan yang dianggap sakral oleh Suku Dayak Ot Danum. Gelang ini tidak boleh dilepas sampai kami turun kembali dari Gunung Bukit Raya. kecuali terlepas sendiri. 

Gambar: Om Mawardi

Talinya cukup kokoh, hampir 3 minggu gelang ini tidak lepas di tangan saya, sengaja saya tidak melepasnya saat turun karena saya masih melanjutkan perjalanan di wilayah pedalaman Kalimantan lainnya. Tangan kami wajib dikepalkan saat tali ini diikatkan di tangan kami.


Pelajaran yang bisa diambil

Toleransi

Pelajaran pertama yang saya dapat, mereka benar-benar menjunjung tinggi yang namanya toleransi. Kenapa?, karena mereka tahu dalam Islam ada aturan tertentu dalam menyembelih binatang, mereka paham orang muslim tidak boleh memakan binatang yang disembelih tanpa doa. Toleransi yang sangat besar namun terkadang terlewatkan untuk menjadi sebuah perhatian besar bagi sebagian banyak orang. Kalau tidak ada toleransi tentu saja Kepala Adat akan menyembelihnya sendiri atau menyuruh siapa saja, tanpa memikirkan yang beragama muslim bisa makan atau tidak. Tapi ternyata tidak seperti itu.


Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung

Pelajaran kedua yang saya dapat adalah, dimana bumi dipijak, maka disitu langit dijunjung. Di sini saya melihat teman-teman yang juga punya toleransi tinggi untuk mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh masyarakat adat Suku Dayak sebelum melakukan pendakian ke Gunung Bukit Raya. Mengikuti bukan berarti kita menjadi bagiannya. Tapi lebih ke arah toleransi. Namanya bertamu ya ikuti aturan pemilik rumah. Jika tidak bisa, silakan anda tidak usah bertamu.

Gambar: Om Mawardi


Keberagaman budaya Indonesia

Melihat upacara atau ritual adat Suku Dayak Ot Danum ini, makin membuka pikiran saya, mengenai toleransi, keragamanan budaya, kearifan lokal yang unik yang masih terjaga. Membuat saya makin open minded terhadap keberagaman suku, agama, ras, dan lainnya. Kita patut bangga dengan keberagaman yang dimiliki Indonesia yang belum tentu dimiliki orang negara lain. kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikannya.

Sungguh indah engkau negeriku, semoga diberikan keluasan waktu dan rezeki untuk melihat keanekaragaman Indonesia lainnya lebih dekat.

Upacara selesai, ayam yang tadi disembelih ternyata dimasak oleh ibu Kepala Adat dan menjadi santapan makan malam kami.




Nah mau menyaksikan langsung ritual adat Ngukuh Hajat ini? seperti apa dan bagaimana, silakan berkunjung ke Gunung Bukit Raya ya. Sekarang pendaftarannya sudah bisa dilakukan online dan tentu saja itu mempermudah para pendaki untuk mengunjungi gunung ini.

See you soon Gunung Bukit Raya. Semoga tetap lestari Ritual Adat Ngukuih Hajat.


Popular Posts

Mendaki Puncak Poon Hill di Himalaya

Poon Hill adalah satu dari belasan puncak gunung yang berderet di  Himalaya . Menjadi salah satu puncak gunung yang menjadi incaran banyak ...

Back to Top