Travel Blogger

  • Home
  • About
    • About Her
    • Contact Her
    • Disclosure
  • Culinary
    • Culinary
  • Hotel
    • Hotel
    • Hotel Tips
  • Travel
    • Indonesia Destination
      • Jawa & Bali
      • Kalimantan
      • Nusa Tenggara
      • Papua
      • Sulawesi
      • Sumatera
    • International
      • Australia
      • Bhutan
      • Canada
      • Hongkong
      • India
      • Jepang
      • Korea Selatan
      • Laos
      • Malaysia
      • Myanmar
      • Nepal
      • Philipine
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • Mountaineering
    • Travel Tips
    • Travel Book
    • Travel Movie
    • Voluntourism
  • Thoughts
    • Beauty
    • Blogging
    • Business
    • Education
    • Environment & Social
    • Financial
    • Fashion
    • Healthy
    • Home & Decor
    • Lifestyle
    • Technology

Culinary

Destination

Hotel

Bangkok Climate Action Week 2026 dengan tema Rao Likit: Economy We Shape, Climate We Share, hadir membawa semangat Rao Likit, yang dalam bahasa Thailand berarti kita yang menentukan. Tema ini mengingatkan bahwa arah ekonomi dan masa depan menghadapi perubahan iklim bukan sesuatu yang sepenuhnya ditentukan oleh pihak lain. Ada peran dan pilihan yang bisa kita lakukan, mulai dari menjaga lingkungan hingga menggunakan sumber daya alam secara bijak.

Salah satunya adalah memahami bahwa menjaga hutan berarti menjaga sumber pangan. Hutan bukan sekadar ruang hijau, tetapi rumah bagi berbagai tumbuhan yang memiliki fungsi ganda. Selain membantu menjaga keseimbangan ekosistem, banyak di antaranya juga menjadi sumber pangan bagi manusia dan satwa. Ketika hutan terjaga, sumber kehidupan pun ikut terlindungi. Dari sinilah aksi sederhana bisa menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar.

mangrove raja ampat


Salah satu inspirasi menjaga hutan dan memanfaatkan tumbuhan dengan fungsi ganda datang dari Wawiyai Steve dan Daniel Kbarek dari Raja Ampat, yang mengelola mangrove sebagai pelestari lingkungan sekaligus sumber pangan bagi masyarakat di Desa Friwen, Raja Ampat. Keduanya hadir dalam webinar yang diadakan oleh EcoBloggerSquad berkolaborasi dengan The Asia Foundation (TAF), dengan tema Inspirasi Ketahanan Pangan Dari Mangrove Di Raja Ampat.

Inspirasi Ketahanan Pangan dari Mangrove di Raja Ampat

Ketika membicarakan Raja Ampat, yang sering muncul dalam bayangan adalah laut biru, pulau-pulau karst, terumbu karang, dan kekayaan bawah lautnya. Namun, di balik keindahan tersebut terdapat ekosistem mangrove yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat pesisir. Mangrove bukan hanya berfungsi sebagai pelindung pantai dan habitat berbagai biota, tetapi juga berkaitan langsung dengan pangan dan penghidupan masyarakat.

Hal tersebut menjadi salah satu pelajaran penting dari kisah Wawiyai Steve dan Daniel Kbarek dalam upaya membangun ketahanan pangan lokal melalui penguatan kelompok perempuan dan pemanfaatan mangrove di kawasan Hutan Desa Kampung Friwen, Raja Ampat.

Mangrove Bukan Sekadar Pohon di Pesisir

Bagi masyarakat Kampung Friwen, mangrove merupakan bagian dari ruang hidup. Ekosistem ini menyediakan tempat bagi ikan, kepiting, kerang, dan berbagai biota yang menjadi bagian dari sumber pangan masyarakat. Ketika mangrove mengalami kerusakan, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga oleh masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sumber daya pesisir.

Dalam pendampingan masyarakat Raja Ampat, Steve Wawiyai melihat bahwa persoalan konservasi tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan pangan dan ekonomi masyarakat. Ia bersama berbagai pihak mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjaga mangrove, tetapi juga memanfaatkan hasil hutan secara berkelanjutan. Steve sendiri aktif mendampingi masyarakat pesisir melalui Perkumpulan Kawan Pesisir dan memiliki pengalaman dalam pemetaan serta pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat.

Pendekatan ini penting karena konservasi akan lebih kuat ketika masyarakat mendapatkan manfaat nyata tanpa harus merusak ekosistem yang menjadi sumber kehidupannya.

Ketika Perempuan Menjadi Bagian Penting dari Konservasi

Salah satu hal menarik dari cerita Kampung Friwen adalah kuatnya peran perempuan. Berdasarkan pemetaan yang disampaikan dalam berbagai kegiatan pendampingan, pemanfaatan sumber daya mangrove banyak dilakukan oleh perempuan. Mereka mencari ikan dan kerang, memanfaatkan hasil mangrove, hingga mengolahnya menjadi pangan.

ketahana pangan raja ampat


Karena itu, penguatan kelompok perempuan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan berbasis mangrove. Di Kampung Friwen dan Yenbeser, perempuan tidak hanya berperan dalam urusan rumah tangga, tetapi juga terlibat dalam penanaman mangrove, menjaga kawasan, serta mengembangkan produk pangan. Bahkan, sekitar 80 persen para perempuan berperan aktif sebagai pengelola KUPS Pengolahan Mangrove, KUPS Agroforestry, KUPS Kerajinan Tangan, Kelompok Patroli dan Pokja Perempuan Perlindungan Mangrove.

Menurut Steve, penguatan perempuan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan hutan. Perempuan yang selama ini dekat dengan sumber pangan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang penting untuk diteruskan kepada generasi berikutnya.

Dari Hutan Menjadi Sumber Pangan

Menariknya, pemanfaatan mangrove di Raja Ampat tidak berhenti pada hasil perikanan di sekitar ekosistem tersebut atau sekadar menjaga pesisir Raja Ampat. Buah mangrove juga dapat diolah menjadi berbagai macam bahan pangan lokal.

Warga Kampung Friwen, Raja Ampat, mengolah mangrove menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Buah mangrove dapat diolah menjadi tepung sebagai bahan dasar makanan, serta dikembangkan menjadi sirup, selai, keripik, hingga cookies. Kreativitas ini menunjukkan bahwa mangrove tidak hanya dijaga sebagai ekosistem, tetapi juga dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung pangan lokal.

Dari mangrove, kita menjadi tahu bahwa ada tumbuhan yang memiliki fungsi ganda. Mangrove membantu menjaga ekosistem pesisir, tetapi pada saat yang sama juga dapat menjadi sumber pangan apabila dimanfaatkan dengan pengetahuan dan cara yang tepat. Bahkan berdampak pada meningkatnya ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar, melalui produk-produk olahan yang bernilai ekonomis tinggi.

Konsep seperti ini menarik untuk dipahami dalam konteks ketahanan pangan. Ketahanan pangan tidak selalu berarti harus mendatangkan bahan pangan dari tempat lain. Potensi pangan lokal yang sudah tersedia di sekitar masyarakat juga dapat dikembangkan, selama pemanfaatannya tidak menghilangkan sumber daya tersebut.

Hutan Desa Memperkuat Hak Kelola Masyarakat

Upaya menjaga mangrove di Friwen juga berkaitan dengan penguatan tata kelola kawasan. Sejak proses pemetaan partisipatif dilakukan, masyarakat didorong untuk memiliki peran yang lebih kuat dalam pengelolaan wilayahnya.

Pada 2024, masyarakat Kampung Friwen memperoleh penetapan Hutan Desa seluas sekitar 1.025 hektare, sebagai Ruang Lindung, Ruang Pemanfaatan, dan Ruang Pemanfaatan Konservasi. Status tersebut memberikan landasan yang lebih kuat bagi masyarakat untuk mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis hutan dan pesisir. 

Di sinilah peran pendampingan dan penguatan kelembagaan menjadi penting. Daniel Kbarek dari The Asia Foundation juga terlibat dalam penguatan kapasitas pengelola perhutanan sosial, termasuk melalui pelatihan penyusunan rencana kelola dan rencana kerja bagi lembaga pengelola hutan desa dan organisasi masyarakat sipil.

Artinya, menjaga hutan bukan hanya tentang menanam pohon. Ada persoalan tata kelola, pengetahuan, kelembagaan, akses ekonomi, serta keterlibatan masyarakat yang harus berjalan bersama.

Menjaga Hutan Berarti Menjaga Sumber Pangan

Cerita dari Raja Ampat memberikan perspektif sederhana tetapi penting. Ketika mangrove dijaga, yang dilindungi bukan hanya pohonnya. Ada ikan dan kerang yang hidup di dalamnya, ada pangan yang dapat diolah, ada penghasilan masyarakat, ada pengetahuan lokal, dan ada kehidupan generasi berikutnya.

Bagi masyarakat Friwen, mangrove merupakan bagian dari hubungan antara alam dan kehidupan sehari-hari. Kerusakan mangrove berpotensi mengganggu sumber pangan dan penghidupan, sementara pemulihan ekosistem membuka kembali peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan. 

Inilah pesan penting dari inspirasi ketahanan pangan berbasis mangrove di Raja Ampat. Menjaga hutan tidak harus selalu dipahami sebagai aktivitas yang jauh dari kebutuhan manusia. Justru dengan menjaga ekosistem, kita sedang menjaga sumber kehidupan.

Mangrove mengajarkan bahwa satu ekosistem bisa memiliki banyak fungsi sekaligus. Ia menjadi pelindung pesisir, rumah bagi berbagai biota, sumber pangan, sumber penghidupan, sekaligus ruang belajar bagi masyarakat.

Dan ketika perempuan diberi ruang untuk terlibat, pengetahuan lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi dan sosial. Pengalaman Kampung Friwen memperlihatkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari sumber daya yang sudah dimiliki masyarakat, dengan satu syarat penting yaitu alamnya tetap dijaga.

Dari Raja Ampat, kita belajar bahwa menjaga hutan sebenarnya bukan pilihan antara lingkungan atau ekonomi. Keduanya bisa berjalan bersama ketika masyarakat menjadi bagian penting dalam pengelolaannya. Mangrove juga memberi contoh bahwa tumbuhan memiliki fungsi ganda, dapat sekaligus menjadi penjaga alam dan sumber pangan. Karena itu, menjaga hutan berarti juga menjaga sumber pangan, pengetahuan lokal, dan kehidupan masyarakat yang bergantung padanya.

Yuk Kenali Tumbuhan Yang Mempunyai Fungsi Ganda Di Sekitar Kita

Berbicara tentang tumbuhan yang mempunyai fungsi ganda, sebenarnya kita tidak perlu mencari terlalu jauh. Kita bisa melihat pohon kelapa yang banyak tumbuh di wilayah pesisir Indonesia. Selama ini mungkin kita mengenalnya hanya sebagai pohon yang menghasilkan kelapa untuk diminum atau dijadikan bahan masakan. Padahal, hampir seluruh bagian pohon kelapa memiliki manfaat.

pohon kelapa


Menariknya, kelapa bukan tanaman asli Indonesia. Asal-usulnya masih menjadi perdebatan karena kelapa telah menyebar sangat luas sejak ribuan tahun lalu. Namun, penelitian genetika menunjukkan bahwa terdapat dua pusat domestikasi kelapa, yaitu kawasan Samudra Hindia dan Pasifik. Dari wilayah inilah kelapa kemudian menyebar melalui aktivitas manusia dan terbawa arus laut ke berbagai wilayah tropis.

Salah satu yang membuat pohon kelapa menarik adalah fungsi gandanya seperti mangrove. Akar kelapa yang menyebar dan berserat membantu menopang pohon agar tetap berdiri, sekaligus membantu mengikat tanah di sekitarnya. Di kawasan pesisir, keberadaan vegetasi seperti kelapa juga menjadi bagian dari lanskap yang membantu menjaga kondisi lingkungan.

Batangnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan berbagai kebutuhan lainnya. Daunnya bisa digunakan untuk kerajinan atau bahan penutup tradisional. Sabut dan tempurung kelapa juga memiliki nilai guna dan ekonomi. Sementara itu, bagian yang paling mudah kita kenali adalah buahnya.

Buah kelapa bisa dinikmati sebagai air kelapa, daging buahnya dapat diolah menjadi santan, serundeng, kue, dan berbagai makanan tradisional. Dari daging kelapa juga dapat dihasilkan minyak kelapa, termasuk Virgin Coconut Oil atau VCO.

VCO memiliki nilai ekonomi karena dapat dikembangkan menjadi produk pangan dan produk perawatan tubuh. Banyak orang menggunakannya dalam berbagai kebutuhan, termasuk sebagai bahan perawatan kulit dan rambut. Namun, klaim kesehatan mengenai VCO tetap perlu dilihat berdasarkan bukti ilmiah dan cara penggunaannya.

Bagi masyarakat, pengolahan kelapa menjadi produk bernilai tambah juga membuka peluang ekonomi. Kelapa yang awalnya hanya dijual sebagai bahan mentah dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi.

Dari kelapa dan mangrove, kita bisa melihat satu hal sederhana. Tumbuhan tidak hanya memiliki satu fungsi. Ia bisa menjadi penjaga lingkungan sekaligus sumber pangan dan penghasilan. Cara pandang seperti ini penting untuk terus dikenalkan. Ketika kita memahami manfaat tumbuhan di sekitar kita, kita akan lebih menghargai keberadaannya. Menjaga alam bukan hanya tentang menyelamatkan pohon, tetapi juga menjaga sumber kehidupan yang selama ini mungkin kita anggap biasa.

Jaga Hutan Sama Dengan Jaga Sumber Pangan

Selama ini hutan sering dipahami sebagai ruang hijau yang perlu dilindungi karena menyimpan keanekaragaman hayati. Padahal, fungsi hutan jauh lebih besar dari itu. Hutan berkaitan langsung dengan kehidupan manusia, termasuk sumber pangan. Ketika hutan terjaga, berbagai tumbuhan, satwa, air, tanah, dan ekosistem di dalamnya memiliki kesempatan untuk terus mendukung kehidupan masyarakat. Karena itu, menjaga hutan sebenarnya juga berarti menjaga sumber pangan.

Salah satu caranya adalah mengenali dan menjaga tumbuhan yang mempunyai fungsi ganda. Mangrove menjadi contoh yang sangat dekat dengan pembahasan ketahanan pangan di Raja Ampat. Ekosistem mangrove berperan sebagai pelindung wilayah pesisir sekaligus menjadi habitat berbagai biota seperti ikan, kepiting, dan kerang yang dapat menjadi sumber pangan masyarakat.

Tidak hanya ekosistemnya, beberapa jenis mangrove juga dapat dimanfaatkan secara bijak sebagai bahan pangan. Masyarakat Kampung Friwen, Raja Ampat, misalnya, mengembangkan berbagai olahan dari mangrove seperti tepung, sirup, selai, keripik, hingga cookies. Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa konservasi dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan ketika sumber daya alam dikelola secara berkelanjutan.

Contoh lainnya adalah pohon kelapa yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Kelapa memiliki banyak fungsi, mulai dari akar yang membantu menopang pohon dan mengikat tanah, batang, daun, sabut, tempurung, hingga buah yang dapat dikonsumsi dan diolah menjadi berbagai produk pangan. Sementara bagian dagingnya dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi santan dan minyak kelapa. Dari satu tumbuhan, kita mendapatkan manfaat ekologis sekaligus peluang pangan dan ekonomi.

Cara pandang inilah yang penting untuk terus dibangun. Menjaga hutan bukan sekadar menanam pohon, tetapi memastikan tumbuhan yang sudah ada tetap tumbuh, ekosistem tetap berfungsi, dan masyarakat dapat memperoleh manfaat tanpa mengeksploitasi alam.

Semangat tersebut juga selaras dengan Bangkok Climate Action Week 2026 yang mengangkat tema Rao Likit: Economy We Shape, Climate We Share. Gagasan tersebut menempatkan manusia sebagai bagian penting dalam menentukan arah ekonomi dan menghadapi perubahan iklim. Pilihan kita dalam menggunakan sumber daya alam hari ini akan berpengaruh terhadap kehidupan di masa depan.

Menjaga hutan menjadi salah satu bentuk aksi nyata menghadapi perubahan iklim sekaligus membangun ketahanan pangan. Ketika hutan dan tumbuhan tetap terjaga, sumber pangan lokal memiliki peluang untuk terus tersedia. Masyarakat pun dapat mengembangkan pemanfaatannya menjadi produk bernilai ekonomi tanpa harus mengorbankan ekosistem seperti yang dilakukan oleh masyarakat Friwen, Raja Ampat melalui mangrove.

Jadi, mari mulai dari hal yang dekat dengan kita. Kenali tumbuhan di sekitar, jangan merusaknya, dukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan, dan pilih produk lokal yang berasal dari pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.

Karena jaga hutan sama dengan jaga sumber pangan. Jaga sumber pangan berarti menjaga kehidupan. Dan menjaga kehidupan hari ini adalah bagian dari menjaga masa depan dan keberlangsungan ketahanan pangan akan terus aman.

Tumbuhan apa yang ada di sekitar kamu yang mempunyai fungsi ganda? Boleh sharing di kolom komentar manfaat dan fungsinya.

Mencari inspirasi liburan sekarang tidak harus selalu dari mesin pencarian atau media sosial. Blog pribadi para travel blogger juga bisa menjadi sumber ide perjalanan yang menarik. Bahkan, dari satu tulisan saja kita bisa mendapatkan gambaran tentang destinasi, transportasi, kuliner, budaya, sampai pengalaman nyata seseorang ketika berada di sebuah tempat.

Menariknya, setiap travel blogger punya sudut pandang yang berbeda. Ada yang fokus pada hidden gem, wisata keluarga, alam, budaya, kuliner, perjalanan hemat, hingga traveling yang lebih bertanggung jawab.

travel blogger indonesia


Inspirasi Liburan 12 Blogger Indonesia

Buat saya seorang Blogger informasinya biasanya jauh lebih detail dan banyak mengulas hal-hal yang jarang dituliskan oleh media lainnya. Dan ada banyak Travel Blogger Indonesia yang bisa kamu ikutin sebelum melakukan traveling. Dan ini dia 12 travel blogger Indonesia yang bisa menjadi referensi untuk menemukan gaya liburan yang sesuai dengan minat kamu.

1. TravelFoodPedia: Inspirasi Liburan Lengkap dari Destinasi sampai Kuliner

TravelFoodPedia merupakan blog milik Rini Novita Sari yang banyak bercerita tentang perjalanan bersama suami. Kekuatan utamanya ada pada konten traveling yang cukup lengkap, mulai dari destinasi, hotel, kuliner, itinerary, hingga tips perjalanan.

TravelFoodPedia cocok untuk kamu yang ingin mendapatkan referensi perjalanan secara praktis. Beberapa tulisannya bahkan menyajikan itinerary lengkap beserta pengalaman perjalanan, seperti eksplorasi Tulungagung selama tiga hari dua malam. Inspirasi utamanya adalah travel planning, kuliner dan destinasi, terutama untuk kamu yang ingin menyiapkan perjalanan dari awal sampai akhir.

2. OvaJourney: Inspirasi Short Escape dan Perjalanan Personal

OvaJourney menawarkan cerita perjalanan yang terasa personal dan dekat dengan pengalaman sehari-hari. Kontennya mencakup destinasi, kuliner dan tips traveling.

Salah satu daya tariknya adalah pilihan destinasi yang tidak selalu mainstream. Mulai dari short escape ke Situ Cipondoh, Tanjung Gelam Karimunjawa hingga Pantai Merak Banten, perjalanan terasa seperti ajakan untuk mencari tempat baru tanpa harus menunggu liburan panjang. OvaJourney cocok menjadi referensi bagi kamu yang mencari short getaway, wisata lokal dan perjalanan santai.

3. TehOkti: Traveling untuk Mengenal Budaya dan Kehidupan Lokal

TehOkti memberikan warna berbeda karena perjalanan tidak hanya dilihat dari sisi tempat wisatanya. Cerita traveling juga bersinggungan dengan kuliner, keluarga, budaya dan kehidupan masyarakat.

Salah satu contoh menarik adalah cerita mengenai Kampung Adat Miduana di Cianjur. Dari perjalanan tersebut, pembaca tidak hanya diajak melihat sebuah destinasi, tetapi juga mengenal tradisi dan kehidupan masyarakat yang masih dipertahankan.

Karena itu, inspirasi utama TehOkti adalah wisata budaya dan perjalanan berbasis cerita lokal. Cocok bagi traveler yang ingin pulang dari sebuah perjalanan dengan pengetahuan baru, bukan sekadar foto.

4. RuangUmma: Inspirasi Family Traveling yang Sederhana

RuangUmma menghadirkan pengalaman traveling dari perspektif keluarga. Blog ini dekat dengan kehidupan Juwita Fajar Hari sebagai ibu dan menggabungkan traveling dengan parenting serta lifestyle.

Cerita seperti perjalanan keluarga ke Pantai Lagundi, Pandeglang menunjukkan bahwa liburan bersama keluarga tidak harus mahal atau mewah. Bermain pasir, duduk di saung dan menikmati seafood bersama justru bisa menjadi pengalaman yang berkesan.

RuangUmma menjadi inspirasi untuk family traveling dan liburan sederhana, terutama bagi keluarga yang ingin menikmati waktu bersama tanpa itinerary yang terlalu padat.

5. MelukisSenja: Inspirasi Wisata Alam dan Traveling ke Luar Negeri

MelukisSenja adalah blog milik Erin yang punya kedekatan kuat dengan alam. Ia menggambarkan dirinya sebagai pejalan santuy yang menyukai gunung, laut dan gua.

Namun perjalanannya tidak berhenti di destinasi Indonesia. Jepang dan Korea Selatan juga menjadi bagian dari cerita perjalanannya. Pengalaman mengunjungi Eunpyeong Hanok Village dan berbagai tempat di Korea memberikan inspirasi bagi pembaca yang ingin mencoba perjalanan ke luar negeri. Melukis Senja cocok untuk pencinta wisata alam, mountain trip dan international travel, dengan gaya perjalanan yang santai dan personal.

6. JourneyJournalKu: Inspirasi Petualangan dan Bucket List

JourneyJournalKu terasa seperti jurnal perjalanan pribadi. Blog ini banyak mengangkat pengalaman menjelajahi alam, pantai dan berbagai destinasi yang masuk bucket list.

Salah satu daya tariknya adalah cara cerita perjalanan disampaikan melalui pengalaman pribadi. Pantai Balekambang di Malang, misalnya, tidak hanya dibahas sebagai objek wisata, tetapi melalui pengalaman menemukan sisi menarik dari destinasi tersebut.

Di balik kontennya, JourneyJournalKu juga memiliki perspektif yang cukup kuat dalam pengelolaan konten digital. Dea Vita Manda tercatat sebagai freelance blogger Journeyjournalku.com sejak 2019. Inspirasi utamanya adalah adventure travel, wisata alam dan bucket-list destination.

7. SiswiyantiSugi: Inspirasi Wisata Daerah dan Perjalanan Bersama Keluarga

SiswiyantiSugi menghadirkan cerita traveling yang cukup personal. Salah satu kekuatannya adalah mengangkat destinasi dari pengalaman langsung, termasuk Ternate.

Cerita mengenai Ternate menarik karena tidak hanya membahas wisata alam, tetapi juga sejarah, benteng, kuliner dan kehidupan kota. Pengalaman pernah tinggal di Ternate membuat sudut pandangnya terasa lebih dekat dengan destinasi.

Selain itu, ada pula pengalaman perjalanan keluarga menggunakan transportasi publik seperti Whoosh. Siswiyanti Sugi bisa menjadi referensi untuk wisata daerah, sejarah, kuliner lokal dan family travel.

8. AnggitaRamani: Traveling Aktif dan Sport Tourism

AnggitaRamani memiliki konten yang cukup luas, mulai dari parenting, lifestyle, lingkungan hingga traveling. Salah satu perspektif traveling yang menarik adalah sport tourism. Liburan tidak hanya berarti duduk menikmati pemandangan, tetapi bisa sekaligus melakukan aktivitas fisik, mengikuti event olahraga dan mengeksplorasi destinasi. Karena itu, AnggitaRamani cocok menjadi referensi untuk sport tourism, active travel dan sustainable lifestyle.

9. Meimoodaema: Traveling, alam, budaya dan responsible tourism

Meimoodaema memiliki fokus kuat pada traveling, khususnya destinasi alam, gunung, pantai, budaya, kuliner, transportasi dan akomodasi. Yang menjadi pembeda adalah perspektif responsible tourism. Traveling tidak hanya tentang menikmati destinasi, tetapi juga bagaimana wisatawan memberikan manfaat dan menjaga tempat yang dikunjungi.

Kontennya juga banyak bersinggungan dengan lingkungan, voluntourism, budaya dan kehidupan masyarakat lokal. Karena itu, Meimoodaema cocok untuk traveler yang ingin mendapatkan inspirasi adventure travel, ecotourism, cultural travel dan responsible tourism.

10. Elvanaasira: Inspirasi Family Travel dan Lifestyle

Elvanasira memang tidak secara khusus hanya membahas traveling. Blog ini juga berisi lifestyle, kesehatan, tips serta berbagai review. Namun justru perspektif sebagai seorang ibu membuat cerita perjalanannya menarik.

Traveling bersama anak, misalnya, membutuhkan persiapan berbeda dibanding perjalanan seorang diri. Hal-hal seperti kebutuhan anak, kenyamanan dan kesiapan keluarga menjadi bagian penting dari perjalanan. Elva Nasira menjadi inspirasi untuk family travel yang realistis dan praktis, terutama bagi orang tua yang tetap ingin bepergian bersama anak.

11. Nyknote: Inspirasi Outdoor dan Eksplorasi Alam

NykNote menghadirkan cerita perjalanan yang personal, termasuk pengalaman menjelajahi alam dan aktivitas outdoor. Salah satu hal menarik adalah cerita mengenai awal mula kecintaan pada aktivitas mendaki gunung. Dari pengalaman tersebut, perjalanan bukan hanya menjadi aktivitas rekreasi, tetapi juga proses menemukan pengalaman dan tantangan baru.

NYK Note cocok untuk kamu yang mencari inspirasi hiking, outdoor travel dan eksplorasi alam, terutama jika ingin melihat perjalanan dari sisi pengalaman pribadi.

12. DiBukaBox: Traveling dengan Perspektif Lifestyle dan Kehidupan Lokal

DiBukaBox mempunyai cakupan yang lebih luas. Selain traveling, blog ini juga membahas teknologi, lifestyle, keuangan hingga otomotif. Salah satu perspektif menariknya adalah bagaimana perjalanan dapat dikaitkan dengan isu kehidupan sehari-hari. Misalnya, cerita tentang pangan lokal dapat membawa pembaca mengenal makanan, masyarakat dan ekonomi yang ada di balik sebuah destinasi.

Dengan pendekatan tersebut, DiBukaBox cocok untuk pembaca yang mencari traveling dari perspektif lifestyle, kuliner lokal dan isu sosial-ekonomi.

Setiap Blogger Punya Cara Berbeda Menikmati Perjalanan

Dari 12 travel blogger tersebut, terlihat bahwa traveling sebenarnya memiliki banyak wajah. Ada yang menjadikan perjalanan sebagai cara mencari hidden gem dan kuliner. Ada yang fokus pada keluarga. Ada yang mengejar gunung dan petualangan. Ada yang lebih tertarik dengan budaya serta kehidupan masyarakat lokal. Ada pula yang melihat perjalanan sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan.

Itulah yang membuat membaca blog travel tetap menarik. Kita tidak hanya mendapatkan rekomendasi tempat, tetapi juga bisa menemukan cara baru dalam memandang sebuah perjalanan.

Jadi, kalau sedang bingung menentukan destinasi liburan berikutnya, mungkin jawabannya bukan langsung membuka aplikasi booking. Coba buka blog-blog travel di atas terlebih dahulu. Siapa tahu, dari satu cerita perjalanan, muncul satu destinasi baru yang akhirnya masuk bucket list kamu.

Traveling selama satu bulan di Nepal ternyata memberi saya lebih banyak cerita daripada sekadar foto-foto pegunungan dan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain. Selama di sana, saya bertemu banyak traveler dari berbagai negara. Ada yang hanya bertemu sekali, ada juga yang akhirnya tetap berhubungan sampai sekarang.

Salah satunya teman saya dari China. Kami bertemu saat sama-sama traveling di Nepal dan bertemu saat kami sarapan karena kami menginap di hotel yang sama. Biasanya para traveler saat sarapan di hotel akan saling bertegur sapa dan ngobrol. Itulah yang terjadi pada kami saat itu. Dari yang awalnya hanya ngobrol soal perjalanan, tempat yang sudah dikunjungi, sampai cerita tentang negara masing-masing, ternyata komunikasi kami berlanjut setelah perjalanan selesai. Sampai sekarang pun kami masih berteman baik.

cara kirim uang ke China


Beberapa waktu lalu, saya ingin membeli barang dari China melalui teman saya ini. Barangnya tidak ada masalah, yang membuat saya bingung adalah bagaimana cara mengganti uangnya. Maklum, saat itu saya belum tahu cara transfer uang ke China dari Indonesia. Akhirnya saya mulai browsing dan mencari informasi, saya pun bertanya ke beberapa teman yang biasa belanja online dari China.

Cara Kirim Uang Ke China Dengan Mudah Dan Aman Dengan Topremit

Sebagai orang yang cukup sering bepergian dan punya aktivitas yang berhubungan dengan luar negeri, kebutuhan untuk mengirim uang ke negara lain bisa saja muncul kapan saja. Dulu, transfer uang ke luar negeri mungkin terasa cukup ribet karena harus memikirkan proses, waktu, hingga biaya yang perlu dikeluarkan. Namun sekarang semuanya serba mudah, yang penting gunakan penyedia jasa yang aman dan terpercaya.

Dari hasil browsing dan bertanya ke beberapa teman, saya menemukan beberapa rekomendasi penyedia jasa transfer dan mulai memahami bagaimana cara kirim uang ke China dengan mudah dan pastinya aman. Dan salah satu penyedia jasa cara kirim uang ke China yang dipercaya teman adalah Topremit.

Topremit adalah platform layanan transfer uang ke luar negeri yang berbasis di Indonesia dan bisa dilakukan melalui website maupun aplikasi mobile. Pengguna bisa mengirim uang dari Indonesia ke lebih 90 negara dan saat ini sudah dipercaya oleh lebih dari 300.000 pengguna.

Buat saya, kehadiran layanan seperti ini menjadi solusi ketika ingin mengirim uang ke luar negeri tanpa proses yang berbelit termasuk cara transfer uang ke China. Semuanya dibuat lebih mudah, cepat, dan transparan sehingga kita bisa lebih tenang saat melakukan transfer atau kirim uang ke negara lain termasuk ke China.

Jadi siapapun kamu orangtua dari pelajar atau mahasiswa internasional yang mau bayar-bayar biaya kuliah, pebisnis atau entrepreneur misalnya mau kirim uang ke klien, para traveler seperti saya misalnya untuk bayar kebutuhan dana mendesak saat di luar negeri, bahkan para expat dan keluarganya ingin melakukan pengiriman uang rutin untuk keluarga, sekarang ga perlu bingung lagi, Topremit jadi solusi aman untuk mengirim uang ke berbagai negara dengan mudah, cepat, dan transparan dan paling penting adalah aman, termasuk cara kirim uang ke China.

Kenapa Memilih Topremit Untuk Kirim Uang Ke Luar Negeri?

Salah satu pertimbangan saat ingin mengirimkan uang ke luar negeri adalah uangnya sampai ke tujuan dengan cepat, aman, dan transparan. Dan setelah browsing dan bertanya ke beberapa teman, saya menemukan hal itu dari Topremit, bahkan tidak hanya aman, ada banyak keunggulan lain dari penyedia jasa transfer uang ke luar negeri Topremit, termasuk bagaimana cara kirim uang ke China yang ingin saya lakukan untuk membeli barang melalui teman saya di China.

1. Sudah Ada dan Terpercaya Sejak 2009

Sebagai orang yang cukup sering bepergian dan punya aktivitas yang berhubungan dengan perjalanan, kebutuhan mengirim uang ke luar negeri bisa saja muncul kapan saja. Karena itu, saya tentu ingin menggunakan layanan yang bukan hanya praktis, tetapi juga punya rekam jejak yang jelas. 

Topremit hadir sebagai pionir aplikasi transfer uang online di Indonesia dan sudah berlisensi resmi dari Bank Indonesia sejak 2009. Kepercayaannya juga semakin kuat dengan penghargaan Best Money Transfer Provider dari Bank Indonesia pada 2019, 2022, dan 2025. Rekam jejak inilah yang membuat saya percaya ketika akan mengirim uang ke teman saya di China.

2. Biaya Transfer Flat dan Transparan Sejak Awal

Salah satu hal yang biasanya saya perhatikan sebelum melakukan transfer adalah biaya. Jangan sampai nominal yang dibayarkan di awal ternyata masih ditambah berbagai biaya lainnya. Di Topremit, biaya transfer dibuat flat dan transparan, mulai dari Rp45.000, tergantung negara tujuan. Jadi sejak awal saya sudah bisa mengetahui berapa biaya yang perlu disiapkan tanpa khawatir ada biaya tersembunyi, termasuk cara transfer uang ke China.

3. Tidak Perlu Menunggu Lama

Kalau sedang traveling atau punya kebutuhan mendesak, proses transfer yang lama tentu bisa membuat tidak nyaman. Nah, salah satu hal yang menarik dari Topremit adalah proses pengiriman dana yang cepat. Untuk negara tujuan tertentu dana bahkan bisa diterima dalam hitungan menit menggunakan layanan instant speed.

Ditambah lagi, tampilan aplikasinya cukup user-friendly sehingga proses transfer terasa lebih mudah dan tidak membutuhkan banyak langkah. Termasuk cara kirim uang ke China seperti yang saya lakukan.

4. Mau Diterima Lewat Apa? Banyak Pilihannya

Hal lain yang menurut saya Topremit itu memudahkan adalah pilihan metode penerimaan uang yang cukup beragam. Tidak hanya melalui bank transfer, Topremit juga mendukung E-Wallet, Cash Pickup, Home Delivery, hingga SWIFT. Jadi metode pengirimannya bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penerima di negara tujuan. Jadi cara kirim uang ke China semakin mudah.

5. 100% Human Customer Support

Menurut saya, teknologi memang membuat banyak hal menjadi lebih praktis, tetapi ketika ada masalah, tetap terasa lebih nyaman kalau bisa berbicara langsung dengan customer supportnya manusia asli bukan robot atau bot. Topremit menyediakan layanan customer support berbasis human, bukan hanya bot otomatis. Layanannya tersedia setiap hari melalui aplikasi Topremit maupun WhatsApp, sehingga ketika ada pertanyaan atau kendala, kita bisa mendapatkan bantuan dengan lebih cepat dan jelas.

6. Diawasi Langsung oleh Bank Indonesia (BI)

Topremit mengutamakan keamanan dalam setiap transaksi. Layanan ini sudah memiliki lisensi resmi dan diawasi langsung oleh Bank Indonesia (BI). Dengan adanya pengawasan tersebut, pengguna bisa lebih tenang karena Topremit menjalankan layanan transfer uang sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku di Indonesia.

7. Tersedia di Android dan IOS

Topremit hadir dalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan di perangkat Android maupun iOS. Dengan dukungan kedua sistem operasi ini, pengguna bisa mengakses layanan transfer uang dengan lebih praktis melalui smartphone. Jadi, transaksi dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja tanpa harus selalu menggunakan laptop atau datang langsung ke kantor layanan.

Cara Transfer Uang Ke China Dengan Topremit

Lalu bagaimana cara transfer uang ke China dengan menggunakan Topremit? Tenang, caranya sangat mudah, no ribet-ribet. Paling pertama adalah tinggal tentukan dahulu mau transfer lewat websitenya atau menggunakan aplikasi dari HP. Saya bisa transfer kapan saja dan dari mana saja dengan menggunakan website maupun aplikasinya. Dan ini tutorial bagaimana cara mengirim uang ke China dengan Topremit menggunakan aplikasi dari HP.

1. Buka aplikasi Topremit dan Pilih Menu Send

Setelah aplikasi Topremit diinstal, jangan lupa untuk membuat akun terlebih dahulu. Setelah akun dibuat dan login, langkah pertama mengirim uang ke China adalah, pada halaman utama scroll sampai bawah dan menemukan beberapa menu, pilih menu Send.

topremit cara kirim uang ke china

2. Pilih Negara Tujuan Transfer

Setelah masuk ke aplikasi, langkah berikutnya adalah memilih negara tujuan pengiriman uang. Karena kali ini saya ingin mengirim uang ke China, maka saya memilih negara China pada pilihan yang tersedia. Setelah itu, jangan lupa pilih mata uang yang digunakan, yaitu CNY atau Chinese Yuan. Jadi, pastikan negara tujuan dan mata uangnya sudah sesuai sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

negara tujuan cara kirim uang ke china

3. Masukkan Nominal yang Akan Dikirim

Setelah memilih negara tujuan dan mata uang, langkah berikutnya tinggal memasukkan nominal uang yang ingin dikirim. Di bagian ini, saya isi dengan jumlah yang akan saya kirim. Nominal yang dimasukkan akan langsung terlihat dalam mata uang CNY, sehingga lebih mudah untuk mengetahui berapa jumlah yang akan diterima di China.

nominal cara kirim uang ke china


4. Pilih Service dan Delivery Speed

Setelah memasukkan nominal, berikutnya kita bisa memilih service dan kecepatan pengiriman yang sesuai dengan kebutuhan. Di sini tersedia beberapa pilihan servis, dan untuk transfer kali ini saya memilih Bank Transfer karena uang akan langsung dikirim ke rekening bank penerima.

Untuk kecepatannya, saya memilih Normal Speed dengan biaya Rp100.000. Jadi, sebelum melanjutkan, pastikan servis dan kecepatan pengiriman sudah sesuai dengan kebutuhan kita.

Service dan Delivery Speed Cara kirim uang ke China

5. Pilih atau Tambahkan Recipient

Setelah memilih service dan kecepatan pengiriman, langkah berikutnya adalah memilih recipient atau penerima uang. Kalau data penerima sudah pernah disimpan, kita tinggal memilih nama recipient yang tersedia. Namun, kalau ini pertama kalinya mengirim uang ke penerima tersebut, kita bisa menambahkan recipient baru dengan mengisi data yang dibutuhkan.

Pastikan data penerima yang dimasukkan sudah benar, terutama nama dan informasi rekening, supaya proses transfer bisa berjalan dengan lancar dan uang sampai ke orang yang tepat.

ricipeint cara transfer uang ke china


6. Isi Detail Penerima

Selanjutnya, kita masuk ke bagian pengisian detail penerima. Ditahap ini, pastikan data yang dimasukkan sesuai dengan identitas dan rekening penerima agar proses transfer berjalan lancar.

Karena transfer kali ini ditujukan ke China, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Penerima dana harus merupakan warga negara China atau China citizen. Jadi, pastikan penerima yang didaftarkan memang memenuhi ketentuan tersebut sebelum melanjutkan proses transfer.

detail ricipeint cara transfer uang ke china

7. Continue dan Cek Detail Transaksi

Setelah semua data penerima selesai diisi, tinggal klik Continue untuk melanjutkan. Sebelum benar-benar melakukan transfer, jangan langsung buru-buru klik kirim. Cek kembali detail transaksi yang muncul, mulai dari nominal, negara tujuan, service yang dipilih, biaya transfer, sampai informasi penerima.

Jangan lupa juga untuk mengisi atau menambahkan Additional Details jika diperlukan. Di tahap ini, pastikan seluruh data penerima sudah benar dan sesuai. Karena kalau data sudah terlanjur diproses, tentu kita ingin menghindari kesalahan yang bisa membuat transfer menjadi lebih lama atau bermasalah.

cek detail transaksi cara transfer uang ke china

8. Pilih Metode Pembayaran

Setelah data recipient lengkap, berikutnya tinggal memilih metode pembayaran yang tersedia, kemudian ikuti instruksi pembayaran sampai transaksi selesai.

Sebelum melakukan pembayaran, pastikan kembali nominal dan detail transaksinya sudah sesuai. Setelah pembayaran berhasil, proses transfer ke rekening penerima akan dilanjutkan sesuai service yang sebelumnya sudah dipilih.

metode pembayaran cara kirim uang ke china

9. Pay, Done

Setelah semua detail transfer dan data recipient sudah dipastikan benar, sekarang tinggal masuk ke tahap pembayaran. Klik Pay, lalu ikuti instruksi pembayaran yang tersedia. Setelah pembayaran berhasil, proses transfer pun selesai.

Mudah bukan? Tinggal beberapa langkah dari memilih negara tujuan, memasukkan nominal, menentukan service, memilih recipient, sampai melakukan pembayaran. Setelah itu, tinggal menunggu uang diproses dan sampai ke penerima.


pembayaran selesai cara kirim uang ke china

Ternyata transfer uang ke luar negeri nggak seribet yang saya bayangkan. Termasuk cara kirim uang ke China, sangat mudah dan cepat. Mulai dari pilih negara China dan mata uang CNY, masukkan nominal, pilih Bank Transfer dengan Normal Speed, tambahkan recipient, sampai melakukan pembayaran, semuanya bisa dilakukan dengan praktis. Buat saya, Topremit jadi pilihan yang memudahkan ketika butuh kirim uang ke luar negeri.

Pilihan Servis untuk Cara Transfer Uang ke China

Kehadiran Topremit memberikan kemudahan bagi siapa saja yang ingin mengirim uang ke China, kapanpun dan dimanapun. Dan 100% dijamin aman dan dana akan dikirim langsung ke rekening bank penerima dengan cepat, mudah, dan transparan. Pilihan layanan Normal Speed dengan biaya Rp100.000 membuat penerima uang tidak perlu menunggu lama uang masuk ke rekeningnya.

Jadi, buat kamu yang akan mengirim uang ke China, saya rekomendasikan untuk menggunakan layanan jasa dari Topremit ini. Selain sudah berpengalaman dan dipercaya oleh banyak pengguna, juga dapat mengirim uang ke banyak negara, termasuk mengirim uang ke China dengan menggunakan mata uang China Yuan atau CNY.

Selain layanan cara kirim uang ke China dengan mata uang Yuan, ada juga beberapa layanan lain dari Topremit yang bisa digunakan penggunanya untuk kirim uang ke luar negeri selain China.

1. Bank Transfer, Normal Speed

    •    Kecepatan: dana tiba di hari perbankan yang sama
    •    Biaya: Rp100.000
    •    Limit per transaksi: CNY 50.000

2. Alipay, Instant Speed

    •    Kecepatan: dana tiba dalam hitungan menit
    •    Biaya: Rp100.000
    •   Limit per transaksi: CNY 20.000 untuk Alipay Balance dan CNY 50.000 untuk Linked Bank Account

3. WeChat Pay, Instant Speed

    •    Kecepatan: dana tiba dalam hitungan menit
    •    Biaya: Rp100.000
    •   Limit per transaksi: CNY 10.000 untuk WeChat Pay Balance dan CNY 50.000 untuk Linked Bank Account

4. UnionPay, Instant Speed

    •    Kecepatan: dana tiba dalam hitungan menit
    •    Biaya: Rp100.000
    •    Limit per transaksi: CNY 35.000

Jadi, pilihan servicenya bisa disesuaikan dengan kebutuhan penerima. Kalau ingin uang langsung masuk ke rekening bank, Bank Transfer bisa menjadi pilihan. Sementara untuk penerima yang menggunakan Alipay, WeChat Pay, atau UnionPay, tersedia pilihan dengan proses yang lebih cepat.

My Thought

Perjalanan sebulan di Nepal ternyata membawa saya pada sebuah pertemanan lintas negara dengan seorang teman dari China. Kami bertemu secara sederhana saat sarapan di hotel, lalu tetap berkomunikasi hingga sekarang. Ketika suatu hari saya ingin membeli barang dari China melalui teman tersebut, saya mulai mencari tahu cara mengirim uang dari Indonesia ke China dengan aman dan praktis. Dari berbagai rekomendasi, saya menemukan Topremit.

Topremit sendiri merupakan platform transfer uang ke luar negeri yang telah berlisensi resmi dari Bank Indonesia sejak 2009. Layanannya memungkinkan pengiriman uang ke lebih dari 90 negara dengan pilihan servis yang beragam, biaya transparan, proses yang cepat, serta customer support berbasis human.

Cara transfer uang ke China, prosesnya cukup sederhana. Saya hanya perlu membuka aplikasi Topremit, memilih China dan mata uang CNY, memasukkan nominal, memilih service, menentukan recipient, mengisi detail penerima, mengecek kembali transaksi, memilih metode pembayaran, lalu melakukan pembayaran. Untuk kebutuhan saya, saya memilih Bank Transfer dengan Normal Speed.

Selain Bank Transfer, tersedia juga pilihan Alipay, WeChat Pay, dan UnionPay dengan pilihan kecepatan serta limit transaksi yang berbeda. Buat saya, Topremit membuat kebutuhan cara transfer uang ke China terasa lebih praktis, mudah, dan transparan tanpa proses yang berbelit.

Ada yang pernah mengirimkan uang ke luar negeri dengan menggunakan Topremit? Boleh sharing di kolom komentar pengalamannya.

Traveling ke berbagai daerah di Indonesia dan berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitar termasuk masyarakat adat membuat saya semakin mengenal kekayaan pangan lokal Nusantara. Dari satu daerah ke daerah lain, saya menemukan bahan pangan, cara mengolah, hingga tradisi makan yang berbeda. Banyak di antaranya masih dijaga berdasarkan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Pengalaman tinggal dan hidup bersama masyarakat adat juga membuat saya memahami bahwa pangan bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, tetapi bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat. Dari pangan yang tumbuh di hutan, kebun, hingga ladang, semuanya memiliki cerita dan hubungan erat dengan alam. Pengalaman inilah yang membuat saya semakin menghargai pangan lokal Indonesia.

Seniman Pangan Ecobloggersquad



Apalagi Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan pangan lokal. Dari beragam jenis umbi, sayuran, buah, rempah, hingga kopi. Setiap daerah punya kekayaan pangan dengan karakter dan cerita yang berbeda. Sayangnya, potensi sebesar ini belum semuanya dikelola dan dimanfaatkan dengan baik. Padahal, pangan lokal bisa menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus identitas yang membanggakan.

Local food, local pride, bukan sekadar slogan, tetapi cara untuk lebih mengenal dan menghargai kekayaan pangan Indonesia. Dan buat kamu yang belum berkesempatan berkeliling Indonesia, salah satu tempat yang menarik untuk mengenal pangan lokal yang lokasinya sangat mudah dijangkau adalah Seniman Pangan di Vida Bekasi. Di sini, pangan lokal tidak hanya disajikan sebagai makanan, tetapi juga dikenalkan melalui berbagai pengalaman yang menarik.

Mengenal Seniman Pangan, Rumahnya Pangan Lokal Indonesia

Seniman Pangan di Bekasi bukan sekadar tempat makan, tetapi bagian dari ekosistem yang memperkenalkan pangan lokal Indonesia melalui pengalaman, edukasi, dan kewirausahaan. Di tempat ini juga terdapat Sekolah Seniman Pangan yang didirikan pada tahun 2017 oleh Helianti Hilman, founder Javara Indigenous Indonesia. Sekolah ini hadir untuk mendorong generasi muda dan perempuan di daerah agar melihat pangan lokal sebagai peluang usaha sekaligus cara menjaga kekayaan biodiversitas pangan Indonesia.

Seniman Pangan memiliki luas tanah 3 hektar, berada di kawasan Vida Bekasi dan mengembangkan konsep yang menghubungkan kebun, pangan, budaya, kreativitas, hingga konsumen. Konsep ini sejalan dengan misi Javara Indigeneous Indonesia yang menaungi Seniman Pangan, sekaligus sebagai yang bekerja bersama petani, perimba, nelayan, dan pengrajin pangan untuk mempertahankan warisan biodiversitas pangan Indonesia yang mulai terlupakan.

Seniman Pangan menjadi ruang edukasi bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan pangan lokal Indonesia. Tidak hanya menikmati makanan, pengunjung juga bisa belajar tentang proses budidaya, pengolahan, hingga pemanfaatan bahan pangan Nusantara. Pengalaman ini membuat kita semakin memahami bahwa pangan lokal punya potensi besar sekaligus cerita yang menarik.

local food local pride
Beberapa pangan lokal yang sudah diolah dan bernilai ekonomi tinggi


Di kebun Seniman Pangan, terdapat lebih dari 100 varietas tanaman pangan lokal yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari kacang mete dari Flores, tebu Papua, talas Bogor, hingga lengkio dan bawang Dayak dari Kalimantan. Masih banyak pangan lokal lainnya yang bisa ditemukan di sini. Buat yang ingin mengenal lebih dekat kekayaan pangan Indonesia, Seniman Pangan bisa menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi.

Seniman Pangan juga memperlihatkan bahwa gastronomi tidak hanya berbicara mengenai makanan enak. Ada cerita tentang asal bahan, budaya, biodiversitas, masyarakat, dan pengetahuan yang menyertainya.

Di Seniman Pangan kita jadi lebih tahu, bahwa setiap makanan yang kita konsumsi sebenarnya memiliki perjalanan. Ada tanah tempat bahan tumbuh, ada orang yang menanam, ada tradisi yang diwariskan, dan ada proses pengolahan yang membuatnya sampai ke meja. Karena itu, pengalaman makan di Seniman Pangan terasa berbeda. Kita tidak hanya datang untuk mengenyangkan perut, tetapi juga diajak memahami apa yang ada di balik makanan tersebut.

Sekolah Seniman Pangan sendiri mengembangkan pendekatan kewirausahaan berbasis aksi. Pangan dari alam tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang dapat mendorong ekonomi restorasi. Konsepnya bergerak dari nature to value-added product, from farm to table, hingga pengalaman gastronomi dan wisata berbasis alam serta budaya.

Ecobloggersquad x Seniman Pangan, Ruang Belajar Tentang Local Food Local Pride

Sabtu, 8 Agustus 2026, saya bersama teman-teman blogger dari Ecobloggersquad berkesempatan mengunjungi Seniman Pangan di Vida Bekasi. Kunjungan ini menjadi pengalaman yang menarik karena saya tidak hanya diajak melihat bagaimana pangan lokal diolah menjadi makanan, tetapi juga memahami perjalanan panjang di balik bahan pangan yang selama ini sering kita anggap biasa.

Kami disambut oleh Ibu Mama Etih Suryatin atau yang akrab disapa Ibu Eet, Partnership Director Seniman Pangan, Ibu Johanna Hehakaja atau Ibu Jo, Business Director Sekolah Seniman Pangan, serta Ibu Corazon Nikijuluw, Food Technology & Education Manager Seniman Pangan.

Seniman Pangan
Sambutan dari Seniman Pangan kepada seluruh Ecobloggersquad


Sebagai Wilijeng Sumping dari Seniman pangan, kami langsung disuguhi sarapan yang cukup familiar bagi lidah orang Indonesia. Ada pisang kepok, kacang tanah, jagung, serta berbagai minuman segar yang menggunakan bahan pangan lokal.

Sebagai orang Sunda yang sejak kecil cukup akrab dengan makanan kukusan, lalapan, sayuran, dan pola makan sederhana, awalnya saya merasa makanan tersebut biasa saja. Tidak ada yang terlalu mengejutkan. Namun, pemikiran itu berubah setelah berbincang dengan Ibu Jo, Ibu Eet, dan Ibu Cora.

Ternyata, bahan pangan yang terlihat sederhana tersebut memiliki cerita panjang. Bahkan, beberapa bahan yang akan kami nikmati siang nanti itu berasal dari luar Pulau Jawa. Dari sini saya mulai memahami bahwa pangan lokal tidak selalu berarti bahan yang tumbuh di sekitar rumah kita. Ada perjalanan, petani, komunitas, pengetahuan tradisional, dan proses panjang yang membuat bahan tersebut akhirnya sampai ke meja makan dan kami santap.

Untuk mengenal lebih dekat kekayaan pangan lokal sekaligus merasakan pengalaman langsung bersama tanaman yang tumbuh di Indonesia, kami diajak mengikuti beberapa kegiatan seru secara langsung.

1. Farm tour

Salah satu aktivitas yang bisa dilakukan di Seniman Pangan adalah Farm Tour. Kami diajak melihat area kebun dan mengenal tanaman pangan secara lebih dekat. Farm tour membuat kita memahami bahwa makanan tidak tiba-tiba muncul di meja makan. Ada proses menanam, merawat, memanen, mengolah, hingga akhirnya menjadi makanan yang bisa kita konsumsi.

seniman pangan farm tour
Salah satu pangan lokal yang ada di kebun Seniman Pangan


Untuk mengenal lebih dekat kekayaan pangan lokal Indonesia, kami diajak berkeliling kebun Seniman Pangan dan melihat ratusan varietas tanaman dari berbagai daerah. Mulai dari bawang lengkio dari Kalimantan, kacang mete dari Flores, talas dari Bogor, hingga beragam tanaman pangan lainnya. Berkeliling kebun ini membuat saya semakin menyadari bahwa biodiversitas pangan Indonesia begitu kaya dan setiap tanaman memiliki cerita serta potensi yang berbeda.

Hari itu kami juga diajak secara langsung menanam sayur, memetik kopi, memanen singkong dan tebu yang berasal dari Papua. Bagi saya, aktivitas seperti ini penting karena hubungan kita dengan makanan semakin jauh ketika semua kebutuhan bisa dibeli dengan mudah. Kita sering mengetahui nama makanannya, tetapi tidak tahu siapa yang menanam, dari mana bahan tersebut berasal, atau bagaimana prosesnya sebelum sampai ke meja makan kita. Melalui farm tour, hubungan antara manusia, tanah, tanaman, petani, dan makanan terasa lebih nyata.

2. From farm to table

Konsep from farm to table  menjadi bagian menarik lainnya di Seniman Pangan. Konsep ini memperlihatkan bagaimana bahan pangan dapat bergerak dari kebun hingga menjadi sajian di meja makan. Saat berkunjung, kami tidak hanya melihat prosesnya, tetapi juga ikut mengolah bahan lokal. Salah satunya membuat selai dari rosela dan minuman berbahan kemangi.

ekonomi restorasi
Kegiatan membuat minuman dari daun Kemangi


Kemangi mungkin lebih sering saya kenal sebagai lalapan. Namun, di sini kemangi bisa diolah menjadi minuman dengan karakter rasa yang berbeda. Hal sederhana seperti ini menunjukkan bahwa bahan lokal sebenarnya memiliki banyak kemungkinan untuk dikembangkan.

Pangan lokal tidak harus selalu disajikan dengan cara yang sama seperti yang kita kenal sejak kecil. Dengan kreativitas dan pengetahuan yang tepat, bahan yang sama bisa memiliki nilai ekonomi baru. Dan inilah yang dilakukan oleh Seniman Pangan, sekaligus mendorong ekonomi restoratif.

3. Culinary showcase

Seniman Pangan juga menghadirkan culinary showcase yang memperkenalkan berbagai pangan dari daerah Indonesia. Menariknya, bahan-bahan tersebut tidak berhenti sebagai produk mentah, tetapi dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah garam yang dibuat dari pelepah nira dari Papua. Produk ini bukan sekadar garam. Di baliknya ada pengetahuan lokal, sumber daya alam, proses produksi, dan perempuan-perempuan hebat dan berdaya di daerah yang mengolahnya.

seniman pangan culinary showcase
Produk pangan lokal dari berbagai daerah


Mayoritas produk pangan yang diperkenalkan di cafe Seniman Pangan juga melibatkan para perempuan berdaya di daerah. Mereka mendapatkan pendampingan agar mampu mengembangkan potensi pangan yang ada di wilayahnya. Bagi saya, bagian ini justru menjadi salah satu hal paling menarik dari Seniman Pangan. Ketika kita membeli sebuah produk pangan lokal, sebenarnya kita tidak hanya membeli makanan, tetapi ada kontribusi terhadap ekonomi komunitas di baliknya.

4. Mencicipi pangan indigenous Indonesia

Seniman Pangan juga tidak bisa dilepaskan dari semangat Javara Indigenous Indonesia yang berupaya memperkenalkan kekayaan pangan dan pengetahuan masyarakat adat serta komunitas lokal Indonesia.

Setelah puas berkeliling dan melihat bagaimana pangan lokal diolah menjadi makanan sehat sekaligus memiliki nilai ekonomi, kami pun diajak mencicipi langsung beragam sajian pangan lokal Indonesia. Dari sini, kami semakin memahami bahwa bahan pangan yang sederhana bisa diolah menjadi hidangan yang menarik tanpa kehilangan karakter dan cerita asalnya.

Beberapa sajian pangan lokal yang diperkenalkan antara lain Sambal Tumpang, Inter Singkong dari Bogor, Nasi Subut dari Kalimantan, Ayam Tangkap dari Aceh, ikan goreng, serta Tahu Tempe Bacem. Ada juga Sate Singkong dengan sambal kacang dan Perkedel Jagung dari Mollo, Nusa Tenggara Timur.

pangan lokal
Salah satu pangan lokal Nusantara yang wajib dicoba


Untuk condiment, tersedia Sambal Beberok dari Nusa Tenggara Barat, Sambal Terong Belanda dari Sumatera Selatan, serta berbagai kerupuk dan emping. Sementara untuk dessert, ada Rujak Aceh dan Sagu Sep Pisang dengan Gelato dari Papua. Sagu Sep dengan toping gelato ini jadi menu baru favorit saya, karena ada rasa unik di lidah saya dari olahan Sagu Sep-nya. 

Daftar pangan lokal yang disajikan, memperlihatkan satu hal penting. Indonesia tidak kekurangan pangan lokal. Justru sebaliknya, kita memiliki kekayaan pangan yang luar biasa. Kita sebagai masyarakat Indonesia harus bangga akan hal ini. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan tersebut tetap dikenal, dikonsumsi, dikembangkan, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat yang menjaganya.

Bersama Bergerak Berdaya, Dorong Ekonomi Restorasi Dengan Konsumsi Pangan Lokal Dari Rumah

Hal lain yang menarik dari Seniman Pangan adalah peran perempuan dalam pengembangan pangan lokal. Pemberdayaan perempuan dilakukan melalui pendampingan agar mereka tidak hanya menjadi produsen bahan pangan, tetapi juga mampu mengembangkan produk, meningkatkan kualitas, memahami pasar, hingga memiliki kesempatan memperluas akses ekonomi.

Pendampingan ini bahkan tidak berhenti di Indonesia. Seniman Pangan turut membawa pengalaman dan pengetahuan pemberdayaan perempuan hingga ke Fiji dan Samoa. Bagi saya, ini menunjukkan bahwa isu pangan lokal sebenarnya jauh lebih luas daripada urusan makanan. Ada persoalan ekonomi, perempuan, budaya, lingkungan, hingga keberlanjutan komunitas.

Ketika perempuan memiliki kemampuan untuk mengembangkan produk lokal dan memperoleh akses pasar yang lebih luas, manfaat ekonominya dapat kembali kepada keluarga dan komunitas. Pada akhirnya, proses inilah yang dapat mendukung economic restoration.

Mengunjungi Seniman Pangan bersama Ecobloggersquad, membuat saya semakin memahami bahwa local food dan local pride sebenarnya memiliki hubungan yang sangat erat. Mencintai pangan lokal bukan berarti kita harus berhenti mengonsumsi makanan dari luar. Lebih dari itu, kita perlu memiliki kesadaran bahwa makanan yang berasal dari daerah sendiri memiliki nilai budaya, ekonomi, dan ekologis yang penting.

Memilih pangan lokal juga bisa menjadi bentuk kontribusi yang dapat dilakukan dari rumah. Kita bisa mulai dengan membeli produk dari petani lokal, memilih bahan pangan dari komunitas sekitar, mencoba pangan tradisional, atau mengenalkan makanan khas daerah kepada keluarga. Langkahnya memang sederhana, tetapi jika dilakukan bersama-sama bisa menciptakan permintaan yang membantu menjaga keberlangsungan ekonomi produsen lokal.

pangan lokal dan ekonomi restorasi


Bertepatan dengan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia pada 9 Agustus 2026, mengingatkan kita tentang awareness for economic restoration using locally sourced food dan ini berkaitan secara langsung dengan the IPLC heritage atau warisan IPLC. IPLC atau Indigenous Peoples and Local Communities merupakan masyarakat adat dan komunitas lokal yang memiliki pengetahuan, tradisi, serta hubungan yang erat dengan lingkungan tempat mereka tinggal. Pangan menjadi salah satu bagian penting dari warisan tersebut.

Ketika pangan lokal terus dikonsumsi dan memiliki pasar, pengetahuan tradisional yang menyertainya juga memiliki peluang untuk tetap hidup. Petani, nelayan, perajin pangan, dan komunitas lokal mempunyai alasan ekonomi untuk mempertahankan apa yang selama ini mereka miliki.

Dengan demikian, restorasi ekonomi bukan hanya tentang meningkatkan pendapatan. Ada upaya untuk mengembalikan nilai ekonomi kepada masyarakat yang selama ini menjaga sumber pangan, budaya, dan pengetahuan lokal.

Jadi mulai sekarang mari bergerak bersama berdaya untuk mendukung pangan lokal dan ekonomi restorasi dengan mengkonsumsi pangan lokal dari rumah. Sekecil apapun kontribusinya, kita sudah turut serta menjaga sejarah, pengetahuan, warisan, pengalaman, budaya, dan cerita pangan lokal Indonesia. Hal ini juga akan menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap pangan lokal, local food, local pride. 

My Thought about Local Food, Local Pride

Pengalaman mengunjungi Seniman Pangan membuat saya melihat pangan lokal dengan perspektif yang berbeda. Local food bukan hanya tentang apa yang tumbuh di Indonesia, tetapi tentang bagaimana kita menghargai orang-orang yang menjaga dan mengembangkannya. Bagaimana kita menjaga sejarah, pengetahuan, warisan, pengalaman, budaya, dan cerita pangan lokal Indonesia.

Seniman Pangan local food, local pride


Local pride juga tidak harus selalu ditunjukkan melalui sesuatu yang besar. Memilih pangan lokal untuk dikonsumsi sehari-hari bisa menjadi langkah sederhana yang mempunyai dampak. Karena ketika kita membeli, mengonsumsi, dan memperkenalkan pangan lokal, kita ikut menjaga pengetahuan tradisional, mendukung perempuan dan komunitas lokal, mempertahankan biodiversitas pangan, sekaligus membuka peluang ekonomi.

Buat saya, inilah makna local food, local pride yang sebenarnya. Bukan sekadar bangga karena Indonesia kaya pangan, tetapi ikut memastikan kekayaan tersebut tetap hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang menjaganya. Baik manfaat secara ekonomi maupun manfaat keberlangsungannya.

Dari acara ini, saya juga belajar bahwa pangan bukan hanya soal apa yang kita makan. Di dalamnya ada sejarah, pengetahuan, warisan, pengalaman, dan cerita yang perlu terus dijaga. Setiap bahan punya perjalanan dan orang-orang yang berperan di baliknya. Mari bersama bergerak berdaya untuk mendorong restorasi ekonomi dengan mulai mengonsumsi pangan lokal dari rumah.

Dengan mengenal dan mengonsumsi pangan lokal dari rumah, bukan hanya mendukung ekonomi restorasi bagi masyarakat adat dan komunitas lokal seperti para petani, perempuan, perimba, nelayan, dan lainnya yang menjaga kekayaan pangan Indonesia, tetapi juga ikut menjaga pengetahuan, warisan, pengalaman, budaya, serta cerita di balik pangan Indonesia agar terus hidup dan berkelanjutan.

Mari bersama bergerak berdaya mendukung pangan lokal dan ekonomi restorasi bagi masyarakat adat dan komunitas lokal. Selamat Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia. Local Food, Local Pride.

Older Posts Home

ABOUT HER

Call her Mei. Her biggest passions are education, the environment, and traveling the world. So that you can chit-chat with her everything about it, she is now active as a voluntourism, environment, and education volunteer.

POPULAR POSTS

  • GUNUNG KERINCI, PESONA GUNUNG TERTINGGI DI SUMATERA
  • NATUR HAIR TONIC GINSENG EXTRACT
  • TRAIL RUNNING DI GUNUNG GEDE PANGRANGO
  • 10+ TIPS AMAN NAIK TRANSPORTASI UMUM SAAT SOLO TRAVELING
  • BERMAIN DENGAN UBUR-UBUR JINAK DI DERAWAN
  • INSPIRASI LIBURAN DARI 12 TRAVEL BLOGGER INDONESIA
  • PANTAI TANJUNG AAN, PANTAI DENGAN PASIR BIJI MERICA
  • CONTACT HER
  • GARDEN OF DREAMS, TAMAN OASE DI TENGAH KOTA KATHMANDU, NEPAL
  • LOCAL FOOD, LOCAL PRIDE: MENGENAL PANGAN LOKAL INDONESIA DAN EKONOMI RESTORASI DI SENIMAN PANGAN

ARTICLE

  • 2026 23
    • September 3
      • EKOSISTEM MANGROVE DI RAJA AMPAT, SOLUSI KETAHANAN...
      • INSPIRASI LIBURAN DARI 12 TRAVEL BLOGGER INDONESIA
      • CARA KIRIM UANG KE CHINA DENGAN MUDAH DAN AMAN
    • August 3
    • July 4
    • June 2
    • May 1
    • April 1
    • March 3
    • February 4
    • January 2
  • 2025 141
    • December 11
    • November 14
    • October 10
    • September 11
    • August 11
    • July 17
    • June 13
    • May 13
    • April 10
    • March 8
    • February 13
    • January 10
  • 2024 148
    • December 9
    • November 9
    • October 17
    • September 13
    • August 7
    • July 8
    • June 14
    • May 19
    • April 4
    • March 19
    • February 17
    • January 12
  • 2023 111
    • December 6
    • November 20
    • October 14
    • September 10
    • August 6
    • July 7
    • June 8
    • May 4
    • April 10
    • March 14
    • February 8
    • January 4
  • 2022 160
    • December 13
    • November 13
    • October 21
    • September 18
    • August 21
    • July 14
    • June 12
    • May 9
    • April 6
    • March 15
    • February 7
    • January 11
  • 2021 55
    • December 8
    • November 4
    • October 9
    • September 2
    • August 4
    • July 2
    • June 6
    • May 4
    • April 3
    • March 5
    • February 5
    • January 3
  • 2020 44
    • December 4
    • November 3
    • October 4
    • September 4
    • August 4
    • July 4
    • June 4
    • May 4
    • April 2
    • March 4
    • February 3
    • January 4
  • 2019 9
    • December 1
    • November 2
    • August 1
    • July 1
    • June 1
    • March 3
  • 2018 9
    • November 1
    • August 3
    • March 1
    • February 2
    • January 2
  • 2017 21
    • December 1
    • November 1
    • October 3
    • September 3
    • July 1
    • April 1
    • March 4
    • February 3
    • January 4
  • 2016 10
    • December 4
    • November 6
Seedbacklink


Logo Komunitas BRT Network

Copyright © Travel Blogger. Designed by OddThemes