Travel Blogger

  • Home
  • About
    • About Her
    • Contact Her
    • Disclosure
  • Culinary
    • Culinary
  • Hotel
    • Hotel
    • Hotel Tips
  • Travel
    • Indonesia Destination
      • Jawa & Bali
      • Kalimantan
      • Nusa Tenggara
      • Papua
      • Sulawesi
      • Sumatera
    • International
      • Australia
      • Bhutan
      • Canada
      • Hongkong
      • India
      • Jepang
      • Korea Selatan
      • Laos
      • Malaysia
      • Myanmar
      • Nepal
      • Philipine
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • Mountaineering
    • Travel Tips
    • Travel Book
    • Travel Movie
    • Voluntourism
  • Thoughts
    • Beauty
    • Blogging
    • Business
    • Education
    • Environment & Social
    • Financial
    • Fashion
    • Healthy
    • Home & Decor
    • Lifestyle
    • Technology

Culinary

Destination

Hotel

Sudah beberapa bulan ini saya tidak pernah trekking, sampai-sampai kaki ini lupa rasanya bagaimana nanjak, melewati jalan setapak, dan berjuang melawan napas yang mulai ngos-ngosan. Tiba-tiba ada ajakan trekking ke Curug Cibadak dari Food Blogger Indonesia (FBI) yang sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-4. Trekking sekaligus merayakan anniversary komunitas? Kenapa nggak. Tanpa pikir panjang, langsung bilang OK ke Mba Temmy yang menghubungi saya beberapa minggu sebelum keberangkatan.

Tanpa dinyana, ternyata seminggu sebelum berangkat, saya ada urusan ke Yogya selama lima hari. Dengan penuh drama, dari Yogya tiba Jumat malam, dengan kondisi badan masih lelah, pukul 11.00 WIB, saya baru tidur dan bangun lagi pukul 03.00 WIB. Karena pukul 04.00 WIB saya harus berangkat untuk mengejar kereta pertama menuju Stasiun Depok Baru sebagai meeting point keberangkatan. Mengingat saya dan teman-teman janjian pukul 06.00 WIB. Sementara saya tinggal di belahan bumi lainnya yaitu planet Bekasi.

curug cibadak


Tapi karena happy, lelah dan ngantuknya sepertinya tidak terasa. Karena, sesekali keluar dari rutinitas untuk menyapa alam, menghirup udara segar, dan bertemu teman-teman dengan kesukaan yang sama itu selalu menyenangkan. Saya sudah membayangkan bagaimana rasanya menghirup udara segar dengan aroma daun dan pohon di pegunungan, lelah saya langsung hilang, yang ada saat itu hanya semangat melihat dan bercengkrama dengan alam.

Fun Trekking ke Curug Cibadak, Menikmati Suaka Elang, Jembatan Gantung, Jalur Tipis, Sampai Menikmati Curug

Pukul 06.00 WIB saya dan teman-teman berangkat dari Stasiun Depok Baru menuju Lenirra Villa & Resto, sebagai titik kumpul sebelum trekking. Pukul 07.30 WIB kami tiba di Lenirra Villa & Resto dan kemudian bersiap. Setelah itu, kami mulai diantar menggunakan kendaraan ke titik awal jalur trekking.

Waktu tempuh menuju curug bisa sekitar satu sampai dua jam atau bahkan lebih lama lagi, bergantung pada kondisi jalur, kecepatan berjalan, dan seberapa sering kita berhenti untuk beristirahat. Ditemani guide lokal, Mas Kidal, selesai pemanasan dan berdoa, kami memulai trekking sekitar pukul 08.45 WIB.

Di awal perjalanan, jalur trekking masih cukup landai dan bersahabat. Kami juga melewati jembatan dan aliran sungai yang kebetulan airnya mengalir deras. Karena malam sebelumnya, menurut Mas Kidal turun hujan. Beruntungnya, jalur trekking tidak licin. Setelah berjalan sekitar 5 menit, kami menemukan bangunan sebagai pintu masuk atau tempat pembelian karcis bagi pengunjung.

jalur suaka elang loji


Tak jauh dari tempat karcis ini, sudah mulai terlihat pohon-pohon pinus yang aromanya juga sudah mulai terasa. Burung-burung sudah mulai terdengar namun tidak terlihat. Di jalur ini ada jembatan gantung yang bagus untuk berfoto. Dan di sekitarnya juga ada bangunan Suaka Elang Loji di bawah pengelolaan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Sayangnya, untuk bisa melihat elang-elang ini, pengunjung membutuhkan surat izin yang harus dikirimkan jauh-jauh hari.

suaka elang loji


Beberapa menit dari suaka elang ini, pohon pinus sudah semakin jelas dan mendominasi yang menandakan altitude sudah semakin tinggi. Di sekitar hutan pinus ini, ada kawasan yang biasa digunakan untuk kemping ceria dan bisa digunakan oleh pengunjung yang ingin menginap. Tersedia juga toilet untuk laki-laki dan perempuan dengan sumber air langsung dari pegunungan. Kami pun berhenti cukup lama di sini untuk berfoto.

Kami melanjutkan perjalanan, jalurnya masih landai. Namun, jangan langsung merasa aman karena jalurnya perlahan berubah. Jalan setapak mulai menyempit, tanjakan bermunculan, dan bebatuan menjadi tantangan tersendiri. Beberapa bagian jalur licin dan berlumut, terutama setelah hujan. Jadi, buat yang sudah lama nggak trekking seperti saya, jangan malu untuk berjalan pelan-pelan sambil mengatur napas.

Semakin jauh, udara segarnya semakin terasa. Untuk yang suka wisata alam seperti saya, trekking melewati hutan seperti ini punya sensasi tersendiri. Bukan sekadar mengejar air terjunnya sebagai tujuan akhir, tetapi juga menikmati perjalanan, udara segar, suasana, jalur trekking, flora dan fauna yang ada di sana, dan pemandangan hijau yang membuat pikiran lebih rileks.

jalur trekking curug cibadak


Apalagi, semisal jalur trekkingnya sepi, seperti yang kami dapat kemarin. Hanya ada kelompok kami saja, duabelas orang dan satu orang guide. Terasa sekali menyatu dengan alamnya. Kami sempat bertemu dengan satu orang saat berangkat dan tiga orang saat turun. Sementara di curugnya, kami bertemu dengan empat orang, sepertinya warga lokal yang sedang bermain. Perjalanan kami pun lebih damai, mengingat jalur trekkingnya kecil, jadi kami tidak perlu mengantri dan bergantian dengan peserta lain.

Semakin lama jalurnya semakin menanjak dan semakin tipis. Beberapa meter menuju curug, suaranya sudah terdengar. Sampai akhirnya beberapa meter sebelum mencapai curug, kami menemukan jalur tipis dan terkena longsor. Sehingga kami harus bergantian untuk melewatinya, agar tetap aman. Dan untuk mencapai curugnya, jalurnya yang awalnya menanjak menjadi turunan yang curam, sehingga harus lebih hati-hati. 

Dan akhirnya kami tiba di Curug Cibadak setelah beberapa jam trekking santai. Kami sangat beruntung karena malam harinya hujan sehingga air terjunnya nampak cukup deras. Mengingat beberapa lama curug ini kering karena musim kemarau. Karena dingin, saya pun memilih untuk menikmati saja pemandangan air terjun ini tanpa ikut mandi seperti teman-teman lainnya.

curug cibadak cijeruk


Buat teman-teman yang akan ke curug ini, nampaknya akan lebih seru kalau menikmati makanan hangat di curug ini. Karena udaranya segar dan dingin. Menikmati minuman atau makanan hangat akan sangat cocok dan semakin seru sambil menikmati indah dan dinginnya air terjun. Tapi jangan lupa, untuk kembali membawa sampahnya kalau misalnya membawa makanan dan minuman ke Curug Cibadak ini. Sayangnya, kami kemarin tidak membawa bekal makanan atau minuman hangat.

Setelah puas berfoto dan menikmati keindahan Curug Cibadak, akhirnya kami memutuskan untuk segera pulang. Mengingat perut kami sudah keroncongan karena jam makan siang sudah tiba. Sepanjang turun, kami sempat mengambil beberapa foto flora dan fauna di sepanjang jalan. Kami mendengar suara burung, sayangnya kami tidak bisa melihatnya, mungkin karena lokasinya jauh.

Sepanjang jalan kami juga mengobrol dan bercanda bersama Mas kidal yang ternyata orangnya asik dan wawasannya luas. Membuat perjalanan turun kami tidak terasa, tiba-tiba sudah sampai di bawah dan mobil yang menjemput kami sudah menunggu. Setelah semua berkumpul, kami pun turun ke Lenirra Villa & Resto untuk makan siang bersama sekaligus merayakan anniversary Food Blogger Indonesia (FBI) yang ke-4.

Menurut saya, Curug Cibadak cocok buat kamu yang ingin kembali dekat dengan alam dan menikmati petualangan tanpa harus mendaki gunung berhari-hari. Apalagi lokasinya juga dekat dari Jakarta. Meski begitu, jangan meremehkan jalurnya, terutama bagi kamu yang baru pertama kali trekking. 

Trekking ini tetap membutuhkan stamina, konsentrasi, dan persiapan yang baik. Apalagi kalau sudah lama nggak trekking, seperti saya, perjalanan menuju curug ini bisa menjadi pengalaman seru sekaligus pengingat bahwa tubuh perlu diajak bergerak lagi untuk menjelajah gunung-gunung di Indonesia dan di luar.

Puas Trekking, Saatnya Makan Siang Masakan Khas Sunda Di Lenirra Villa & Resto

Setelah trekking ke Curug Cibadak, rasanya ada satu hal yang paling ditunggu-tunggu yaitu makan. Gimana nggak, setelah kaki diajak naik-turun jalur trekking, napas sesekali ngos-ngosan, dan kaki mulai terasa pegal, membayangkan makanan hangat dengan sambal pedas saja sudah membuat  semangat saya kembali.

lenirra cafe


Begitu sampai, rasanya pas banget bisa duduk santai, melepas lelah, sambil menikmati pemandangan alam yang memanjakan mata. Suasana Lenirra Villa & Resto punya daya tarik tersendiri. Hamparan hijau dan udara khas kawasan Bogor akan membuat momen makan terasa lebih menyenangkan. Bukan cuma mengisi perut, tetapi juga memberi kesempatan buat tubuh beristirahat setelah seharian beraktivitas di alam terbuka.

Setelah tiba di Lenirra Villa & Resto, kami membersihkan badan terlebih dahulu, agar aktivitas makannya lebih nyaman dengan kondisi badan yang bersih, meskipun usus kami sudah terasa mengais-ngais kelaparan. Apalagi mencium aroma makanan yang dimasak dan dipesan oleh tamu lainnya, semakin membuat perut terasa lapar.

Selesai bersih-bersih, kami langsung berkumpul di resto terbuka dengan pemandangan alam Lenirra Villa & Resto. Kami melihat makan siang kami sudah disajikan. Makanan khas Sunda dengan sambal ijo kesukaan saya, sangat menggoda.

makan siang lenirra cafe


Di Lenirra Villa & Resto, kita bisa menikmati hidangan sambil memandangi pemandangan alam yang akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Ada sensasi berbeda ketika menyantap makanan di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Suasana yang lebih tenang membuat waktu makan terasa lebih santai, apalagi kalau datang bersama teman-teman seperjalanan seperti yang kami lakukan.

Ada berbagai menu makanan khas Sunda yang disajikan, mulai dari lalapan dengan sajian sambal ijo dan sambal merah, ayam goreng, ikan goreng, air kelapa yang masih dengan batoknya, ada juga kredok dan nasi nasi liwet campur teri. Semuanya menggoda dan terlihat enak sekali. 

Dan saya paling suka dengan sambal ijonya, yang rasanya itu ga terlalu pedas tapi pedas. Pokoknya enak dan cocok di lidah saya. Dimakan dengan lalapan mentah, rasanya makin pas banget. Ada pete rebus juga, membuat makan makin lezat. Pokoknya puas banget makan di Lenirra Villa & Resto ini. Apalagi kami makan setelah trekking dengan kondisi perut yang sangat lapar, benar-benar lahap dan membuat lelah kami langsung hilang.

sunset di lenirra cafe


Buat kamu yang sedang menjelajahi kawasan Cijeruk dan sekitarnya, Lenirra Villa & Resto bisa masuk daftar tempat yang dipertimbangkan untuk singgah setelah main dari tempat sekitarnya. Apalagi kalau agenda hari itu adalah trekking. Kamu bisa mampir ke villa and resto ini, selain dapat menikmati makanan enak, pemandangan indah, ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di villa and resto ini.

Mulai dari menginap sampai dengan mengikuti berbagai aktivitas seru, seperti memanah, bermain mini golf, dan lainnya. Ada banyak aktivitas seru yang ramah untuk anak-anak dan lansia. Bahkan beberapa aktivitas edukasi yang cocok untuk putra-putri tercinta. Dan setelah trekking yang melelahkan, makan enak dengan pemandangan indah? Wah, rasanya paket lengkap. Apalagi perginya bersama keluarga, akan semakin menyenangkan.

Selamat Ulang Tahun Food Blogger Indonesia (FBI) Ke-4, Makin Jaya Makin Bermanfaat

Ada banyak cara untuk mengenal sebuah kota, salah satunya lewat makanan. Dari sepiring hidangan sederhana, kita bisa menemukan cerita tentang budaya, tradisi, kreativitas, sampai perjalanan panjang orang-orang di baliknya. 

food blogger Indonesia


Begitu juga dengan perjalanan Food Blogger Indonesia (FBI) yang kini memasuki usia ke-4 tahun. Sebuah perjalanan yang bukan hanya tentang mencicipi berbagai kuliner, tetapi juga tentang berbagi pengalaman, memperluas pertemanan, dan membangun komunitas yang punya ketertarikan yang sama terhadap dunia kuliner. Ditambah lagi kami menyukai traveling, makin lengkap ceritanya hari itu.

Perayaan ulang tahun kali ini berlangsung di Lenirra Villa & Resto, Bogor, setelah kami trekking. Suasana kebersamaan terasa menjadi bagian penting dari pertemuan ini. Berkumpul bersama dengan food blogger selalu punya cerita tersendiri. Ada obrolan tentang makanan, pengalaman berburu kuliner, rekomendasi tempat makan, sampai bertukar cerita tentang perjalanan masing-masing sebagai kreator konten.

food blogger indonesia fbi


Buat saya, menjadi bagian dari komunitas Food Blogger Indonesia (FBI) bukan sekadar soal mendapatkan kesempatan mencicipi makanan baru. Lebih dari itu, ada kesempatan untuk belajar melihat kuliner dari sudut pandang yang berbeda. Bahwa, setiap makanan punya cerita, setiap tempat punya keunikan, dan setiap pengalaman bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Apalagi saya seorang picky eater, bergabung dengan komunitas food blogger membantu saya mengenal banyak dan mencicipi makanan yang tidak pernah saya coba sebelumnya.

Di tengah perkembangan dunia digital yang begitu cepat, komunitas juga menjadi ruang untuk saling mendukung, bertumbuh, dan terus belajar menghasilkan konten yang bermanfaat. Karena di balik foto makanan yang menggugah selera, selalu ada proses, kreativitas, dan cerita yang layak dibagikan.

Selamat ulang tahun ke-4 Food Blogger Indonesia (FBI). Semoga semakin solid, semakin berkembang, dan terus menjadi ruang yang menyenangkan bagi para pencinta kuliner untuk berkarya, berkolaborasi, dan berbagi cerita.

Semoga perjalanan berikutnya semakin kaya rasa, kaya pengalaman, dan tentu saja semakin banyak cerita kuliner yang bisa dibagikan kepada lebih banyak orang.

Menjaga kecantikan kulit dalam jangka panjang ternyata tidak cukup hanya mengandalkan skincare. Ada banyak faktor lain yang ikut berperan, mulai dari pola makan, kualitas tidur, aktivitas sehari-hari, hingga paparan lingkungan. Karena itu, merawat kulit bukan hanya tentang apa yang kita gunakan dari luar, tetapi juga bagaimana kita menjaganya dari dalam.

Untuk menambah pengetahuan saya soal bagaimana menjaga kulit, hari ini saya menghadiri event Wardah Skinverse Skin Longevity Clinic, yang acaranya akan berlangsung dari 29 September hingga 6 Oktober 2026 di SPAC8, ASHTA District 8, Jakarta. Wardah Skinverse tahun ini mengangkat tema Reveal Your Lifestyle Rituals for Lasting Skin Health.

konsep skin longevity wardah


Pengunjung tidak hanya diajak menganalisis kondisi kulit, tetapi juga memahami berbagai faktor gaya hidup yang dapat berkaitan dengan kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Mengenal Konsep Skin Longevity Wardah

Konsep Skin Longevity Wardah adalah konsep atau pendekatan terhadap perawatan anti-aging sejak dini, skin barrier, hidrasi, perlindungan dari faktor eksternal, serta regenerasi kulit. Wardah sendiri menekankan bahwa menjaga keremajaan kulit merupakan investasi yang dilakukan secara konsisten, bukan baru dimulai ketika tanda penuaan sudah terlihat.

Sederhananya, Skin Longevity Wardah ini dilakukan dengan menjaga skin barrier, mencegah sebelum memperbaiki, mempertahankan kualitas kulit, bukan sekadar usia tampilan, perlindungan menjadi bagian penting, penggunaan sunscreen yang berperan dalam mencegah photoaging akibat paparan UVA dan UVB, menempatkan perlindungan terhadap sinar UV sebagai bagian dari rutinitas perawatan untuk mencegah tanda penuaan dini, dan konsistensi dalam melakukan treatment. Semua perawatan ini dilakukan sejak dini terkait satu dengan yang lainnya, yang akan membuat kulit sehat dan cantik dalam jangka panjang.

Konsep Skin Longevity Wardah ini, menghadirkan pengalaman yang lebih personal. Kondisi kulit dan gaya hidup dianalisis untuk memberikan gambaran mengenai kebutuhan masing-masing individu. Kulit sehat bukan hanya tentang terlihat glowing hari ini, tetapi bagaimana menjaganya tetap sehat, kuat, dan terawat untuk waktu yang lebih panjang.

Dalam event Skin Longevity Wardah ini, ada banyak booth menarik yang bisa kita kunjungi, mulai dari Ingredients Hall, Skin Longevity Stage, Personalized Skin Analysis, Skin Longevity Lab, Wardah Face Gym, Skin Longevity Protocol, Move Protocol, Personalized Formulation Pod, Eat Protocol, Rest Protocol, Longevity Hallway, sampai AI Sunscreen Profile Finder.

Skin Longevity Wardah


Semua booth akan membuat pengetahuan kita bertambah soal teknologi, kulit, dan ingredient skincare. Selain itu akan membantu menyadarkan kita bahwa menjaga kulit tetap sehat sampai hari tua, bukan hanya menggunakan skincare saja, tetapi ada banyak faktor yang harus kita jaga dan lakukan.

Move, Eat, Rest Protocol Dalam Skin Longevity Wardah

Setelah melihat beberapa booth, sampai akhirnya saya tiba di booth Move dan Eat Protocol. Sebagai orang yang rajin berolahraga dan menjaga asupan dan pola makan, booth Move dan Eat Protocol sangat menarik buat saya. Move bukan sekadar ajakan untuk berolahraga. Di Wardah Skinverse, pengunjung dapat mengikuti asesmen yang memberikan gambaran mengenai kondisi tubuh dan kebiasaan aktivitas fisik.

Mulai dari body fat, protein, sampai dengan mineral yang terkandung di dalam tubuh. Hasil asesmen tersebut kemudian menjadi bagian dari personalized guidance dalam perjalanan Skin Longevity.

Konsep Move dan Eat Protocol memberikan cara pandang baru bagaimana melihat skin health. Kulit merupakan bagian dari tubuh yang terus berinteraksi dengan lingkungan dan dipengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Karena itu, Wardah menghubungkan skincare dengan kebiasaan yang lebih luas yaitu bergerak, makan, beristirahat, dan menjaga keseimbangan gaya hidup.

Pendekatan ini, menunjukkan bagaimana event Wardah Skinverse menempatkan kesehatan kulit sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara lebih luas. Dalam konsep Skin Longevity Protocol, berbagai aspek gaya hidup diperhatikan, mulai dari aktivitas fisik, nutrisi, tidur dan pemulihan, stres, kesehatan pencernaan, hingga faktor lingkungan seperti paparan sinar UV, panas, dan polusi.

Namun, pendekatan ini bukan berarti aktivitas fisik secara otomatis dapat menyelesaikan masalah kulit tertentu. Move lebih tepat dipahami sebagai bagian dari pendekatan holistik terhadap kesehatan, sementara kebutuhan kulit tetap perlu dilihat berdasarkan kondisi masing-masing individu.

Dengan demikian, sistemnya tidak berhenti pada pertanyaan masalah kulit apa yang saya punya?, tetapi juga mengajak pengunjung melihat kebiasaan apa yang perlu saya perhatikan untuk mendukung kesehatan kulit dalam jangka panjang? Hal ini mengingatkan saya yang memiliki kebiasaan kurang sehat yaitu tidur larut, yang akan berpengaruh besar pada skin longevity.

Buat kamu yang ingin tahu kondisi tubuhnya, bisa dimulai dengan dengan Wardah Personalized AI Skin Longevity Analyzer. Teknologi ini membantu menganalisis kondisi kulit dan menggabungkannya dengan informasi mengenai lifestyle untuk menghasilkan Advanced Skin ID Blueprint. Dari sana, pengunjung dapat melanjutkan ke berbagai pengalaman seperti Skin Longevity Check, Lifestyle Protocol, hingga Complete Skin Longevity Protocol.

Event Wardah Skinverse Longevity Clinic, Mengubah Cara Pandang Saya Tentang Perawatan Kulit Jangka Panjang

Melalui event Wardah Skinverse Skin Longevity Clinic ini, Wardah mengajak kita melihat kesehatan kulit dari perspektif yang lebih panjang lewat konsep skin longevity. Pendekatan ini menempatkan kulit sebagai bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Di dalamnya ada tiga ritual utama yaitu Move, Eat, dan Rest. Mulai dari aktif bergerak, memperhatikan asupan nutrisi, hingga memberi tubuh waktu untuk beristirahat dan pulih, lalu dilengkapi dengan perlindungan dari luar dengan produk-produk Wardah yang sudah terpercaya dan aman.

Pengalaman mengunjungi Skin Longevity Wardah akhirnya membuat saya melihat perawatan kulit dari perspektif yang lebih luas. Merawat kulit sehat dalam jangka panjang ternyata tidak hanya soal memilih skincare yang tepat. Gagasan inilah yang dibawa Wardah Skinverse 2026, Skin Longevity Clinic, sebuah pengalaman yang mengajak pengunjung melihat kesehatan kulit secara lebih menyeluruh, termasuk hubungannya dengan gaya hidup sehari-hari.

Melalui Wardah Skinverse 2026, Wardah memperluas pembicaraan tentang kecantikan dari sekadar penampilan menuju kesehatan dan ketahanan kulit dalam jangka panjang. Teknologi AI, analisis kulit, edukasi, konsultasi, skincare, serta pembahasan lifestyle ditempatkan dalam satu perjalanan yang saling terhubung.

Itulah yang membuat Move, Eat, dan Rest Protocol menarik buat saya yaitu perjalanan merawat kulit tidak selalu dimulai dari depan cermin. Sebagian prosesnya juga berlangsung ketika kita bergerak, beraktivitas, makan, tidur, dan menjalani keseharian.

Dari event ini, saya paham bahwa konsep Skin Longevity Wardah ingin kembali mengingatkan para perempuan, bahwa kesehatan kulit yang bisa bertahan dalam jangka panjang dibentuk dari banyak kebiasaan sederhana dalam kegiatan sehari-hari. Mulai dari aktivitas, makanan, kualitas tidur, mengelola stres, menjaga skin barrier, hingga memilih skincare yang tepat. Semuanya saling berkaitan dalam menjaga kulit tetap sehat dan terawat dalam jangka panjang.

konsep skin longevity wardah


Kamu tertarik dengan konsep Wardah Skinverse Skin Longevity Clinic? Segera kunjungi eventnya dan kamu bisa ikut kelas seminarnya, melihat berbagai produk terbaru dari Wardah, konsultasi dengan dokter, melakukan pengecekan kulit, sampai dengan pengecekan kondisi tubuh yang nantinya bisa jadi guideline yang dapat digunakan untuk memperbaiki kondisi kulit dan membantu kulit kita sehat dan cantik dalam jangka panjang.

Bagi pengunjung yang hadir juga berkesempatan mendapatkan goodybag berupa produk-produk perawatan dari Wardah dengan formulasi baru dan pembelian khusus di event ini akan mendapatkan harga spesial dengan berbagai hadiah menarik. Dan ini dia beberapa produk yang saya dapatkan dari event Wardah Skinverse hari ini.

Seedbacklink Community Gathering x Wardah Skinverse Blogathon

Keseruan acara mengunjungi Wardah Skinverse hari ini merupakan bagian dari acara SeedBacklink Community Gathering yang bekerjasama dengan Wardah Skinverse. Gathering ini dihadiri oleh para blogger Jabodetabek. Mulai dari Bekasi, Depok, Jakarta, juga dari Tangerang. Acaranya fun, dan ilmunya banyak banget yang didapat.

Acara ini diadakan di Nakedpres Cafe Astha District 8 yang mempunyai menu makanan sehat namun tetap lezat. Pemilihan tempat juga sangat cocok dengan Skin Longevity Wardah yang salah satu faktornya adalah menjaga asupan makanan yang akan berpengaruh pada kulit.

Dalam acara SeedBacklink Community Gathering x Wardah Skinverse ini, tidak hanya menikmati makanan sehat dan mengunjungi Skin Longevity Wardah, tetapi juga ada sharing dari Content Creator Mas Ridho. Mas Ridho sharing bagaimana cara membuat konten yang menarik. Mulai dari membuat voice over, bagaimana meningkatkan rasa percaya diri di depan kamera saat membuat konten, sampai dengan sharing bagaimana tips membuat konten yang menarik dan mengundang banyak penonton. Acaranya insightful sekali.

Sambil menikmati hidangan sehat, kami juga mengikuti beberapa challenge. Challenge pertama adalah menulis blog dalam waktu 45 menit dan dipilih tiga blogger terbaik yang kemudian mendapatkan hadiah dari Wardah. Artikel yang ditulis tentang keseruan kami mengunjungi booth Wardah Skinverse. Seru banget acaranya, bikin deg-degan part ini. Ternyata semuanya berhasil membuat artikel challengenya.

wardah skinverse


Challenge kedua adalah menulis artikel pendek di Thread dengan mendaftar di KOC (Key Opinion Consumer) Seedbacklink. Temanya masih sama yaitu tentang Wardah Skinverse Skin Longevity Clinic. Buat kamu yang belum tahu apa itu KOC Seedbacklink, keep reading.

KOC adalah salah satu fitur terbaru dari Seedbacklink yang mempertemukan antara konten kreator dengan brand. Di KOC ini adalah pengguna atau pembeli produk asli yang membagikan ulasan, opini, dan pengalaman secara jujur serta autentik di platform digital atau media sosial. Jadi kualitasnya dapat dipastikan terjaga. Pokoknya acaranya seru banget. Tak lupa di akhir acara kita juga ada foto bersama. Cara daftarnya mudah dan aplikasinya user friendly.

My Thought

Mari mulai hari ini rawat kulit dari dalam melalui Rest, Eat, dan juga Move dengan olahraga. Lalu dibantu dengan produk perawatan kulit yang cocok dengan jenis kulit secara lengkap. Mulai dari Facial Wash, Toner, Moisturizer, Serum Pagi dan Malam, sampai dengan Sunscreen. Semua rangkaian lengkap tersebut, dapat kamu temukan di rangkaian produk Wardah yang sudah terkenal dengan keamanan dan kualitasnya. 

Jadi tunggu apalagi, mau punya skin longevity? mari mulai sekarang rawat kulit dari dalam dan dari luar. Melalui pengelolaan gaya hidup sehat, seperti menjaga nutrisi, kualitas tidur, olahraga, dan kurangi tingkat stres, serta gunakan produk perawatan kulit berkualitas dan aman. Konsep ini menjamin dan memastikan proses regenerasi kulit dan perlindungan skin barrier berjalan maksimal, sehingga skin longevity sudah bukan impian lagi.

Itu dia keseruan SeedBacklink Community Gathering x Wardah Skinverse hari ini. Kami pulang dengan membawa ilmu tentang konten kreator, asupan energi makanan sehat, networking dengan teman Blogger lainnya, dan pengetahuan yang sangat luar biasa dari Wardah tentang konsep skin longevity. Tentu saja pengetahuan ini sangat bermanfaat bagi kami para perempuan yang ingin menjaga kulit sehat dan cantik untuk jangka panjang.

Terima kasih Seedbacklink, terima kasih Wardah Skinverse.

Umur pakai baterai mobil hybrid umumnya berkisar 8 sampai 10 tahun atau sekitar 160.000 km, dan bisa lebih lama dengan perawatan yang benar. Angka ini menjadi patokan awal bagi Anda yang ingin memakai mobil turbo hybrid dalam jangka panjang.

Di Indonesia, kemacetan dan cuaca panas menjadi dua tantangan utama usia pakai baterai hybrid, karena suhu tinggi mempercepat penuaan sel lithium-ion sehingga kapasitas simpannya berkurang lebih cepat. Lima faktor berikut berperan menjaga ketahanan sistem hybrid.

mobil hybrid


5 Faktor yang Menjaga Daya Tahan Mobil Turbo Hybrid dalam Jangka Panjang

Berikut adalah 5 faktor yang menjaga daya tahan mobil turbo hybrid dalam jangka panjang, dari pendingin baterai sampai komponen elektrifikasi.

1. Sistem Pendingin Baterai

Suhu menjadi tantangan utama bagi baterai hybrid, sehingga sistem pendingin dirancang menjaga suhunya tetap stabil. Bentuknya berbeda antarmodel, ada yang memakai coolant khusus dan ada yang mengalirkan udara dari kabin.

Pada model yang mengambil udara dari kabin, AC perlu dinyalakan agar udara pendingin mengalir ke baterai, dan ventilasi perlu dibersihkan dari debu. Jika memakai cairan pendingin, penggantian perlu mengikuti jadwal agar baterai tidak kepanasan, yang dapat menurunkan performa dan memperpendek umurnya.

2. Rancangan Komponen Elektrifikasi

Sistem hybrid terdiri atas motor listrik, inverter, dan baterai bertegangan tinggi yang bekerja bersama mesin bensin. Letak dan susunannya berbeda pada tiap model, sehingga Anda perlu membaca buku panduan untuk petunjuk perawatan yang sesuai.

Inverter mengatur torsi motor listrik dan pengereman regeneratif, sehingga bekerja berat dan suhunya dapat naik drastis jika pendinginan tidak maksimal. Pada sebagian model, inverter memakai cairan pendingin tersendiri yang perlu diperiksa saat servis.

3. Kerja Mesin yang Lebih Ringan

Motor listrik membantu mesin saat akselerasi sehingga mesin turbo tidak bekerja sendirian. Sistem hybrid lebih berperan membantu mesin dan memulihkan energi daripada menjadi satu-satunya sumber tenaga.

Saat kendaraan berhenti, mesin bensin dapat mati, berbeda dari mobil biasa yang mesinnya terus menyala sehingga suhunya cepat naik. Pengereman regeneratif juga membantu memperlambat kendaraan, sehingga kampas rem tidak menanggung seluruh beban pengereman.

4. Servis Berkala

Pemeriksaan baterai high voltage saat servis berkala mencakup kondisi sel, arus, tegangan, dan sistem manajemen baterai. Sistem hybrid bertegangan tinggi dan memerlukan alat diagnostik khusus, sehingga pemeriksaan sebaiknya dilakukan di bengkel resmi oleh teknisi bersertifikat.

Jadwal servis yang teratur menjaga sistem pendingin dan kelistrikan tetap bekerja sesuai rancangan. Jika mobil jarang dipakai, nyalakan ke posisi Ready selama 15 sampai 20 menit setiap minggu agar sistem kelistrikan aktif dan daya baterai stabil.

5. Garansi Baterai

Pabrikan umumnya memberikan garansi baterai hybrid dengan masa dan batas kilometer tertentu yang berbeda tiap merek. Cakupan yang panjang sejalan dengan umur pakai baterai hybrid yang umumnya 8 sampai 10 tahun.

baterai palisade mobil hybrid


Garansi baterai dan garansi kendaraan yang berjalan bersamaan memperjelas cakupan biaya pada tahun-tahun awal. Namun, syarat garansi biasanya mengharuskan servis di bengkel resmi, sehingga jadwal servis dan ketentuan garansi saling berkaitan.

Rekomendasi mobil: Hyundai THE ALL-NEW PALISADE

Bicara soal mobil hybrid yang direkomendasikan, maka Hyundai THE ALL-NEW PALISADE Hybrid adalah salah satu rekomendasi terbaiknya. Mobil dari pabrikan asal Korea Selatan ini diluncurkan di Indonesia pada 13 Juni 2025 dengan mesin Smartstream 2.5 Turbo Hybrid 2.497 cc, tenaga gabungan 334 PS, dan torsi 460 Nm. Sistemnya memadukan dua motor listrik yang terintegrasi di dalam transmisi otomatis 6 percepatan, serta baterai lithium-ion 1,65 kWh.

mobil hybrid palisade


Unit di Indonesia disertai garansi baterai hybrid 8 tahun atau 160.000 km, garansi kendaraan 3+1 tahun atau 100.000 km, dan gratis servis berkala 3+1 tahun atau 60.000 km. Detail sistem pendingin baterai Palisade Hybrid belum dipublikasikan secara luas, sehingga Anda disarankan mengikuti petunjuk dalam buku panduan kendaraan.

Temukan Trim yang paling sesuai

Setelah memahami faktor-faktor di atas, Anda dapat mempertimbangkan trim yang sesuai dengan pola pemakaian jangka panjang. Palisade Hybrid tersedia dalam trim Signature, Calligraphy, dan Calligraphy AWD dengan sistem hybrid dan garansi baterai yang sama.

Trim Signature dibanderol mulai Rp1.134.000.000 OTR Jakarta, dan harga OTR dapat berbeda antarwilayah serta berubah sewaktu-waktu. Untuk membandingkan trim dan melihat e-Brosur, kunjungi laman resmi Hyundai Indonesia. 

Di dunia fashion, sedikit aksesori yang mampu mengubah keseluruhan penampilan secepat tas bahu. Baik untuk ke kantor, jalan-jalan akhir pekan, maupun acara spesial, tas bahu wanita selalu menjadi pilihan andal karena memadukan kepraktisan dengan sentuhan elegan. Artikel ini akan membahas secara lengkap semua yang perlu Anda ketahui sebelum membeli tas bahu berkualitas, mulai dari jenis desain, material, hingga tips perawatannya.

tas bahu wanita

Apa itu Tas Bahu dan Apa Keistimewaannya?

Tas bahu adalah tas dengan tali panjang yang dirancang untuk digantungkan di bahu, sehingga tangan tetap bebas beraktivitas. Berbeda dengan hand clutch atau tas ransel, tas bahu menawarkan akses cepat ke isi tas sekaligus keseimbangan antara gaya dan kenyamanan. Model ini telah eksis selama puluhan tahun dan terus berevolusi mengikuti tren, namun esensinya tetap sama: keanggunan yang fungsional.

Jenis-Jenis Tas Bahu Wanita yang Populer

1. Shoulder Bag Klasik

Berukuran medium dengan tali pendek yang pas di bahu, model klasik ini cocok untuk hampir semua kesempatan. Bentuknya yang terstruktur memberikan kesan rapi dan profesional, menjadikannya favorit kaum wanita karier.

2. Crossbody Bag

Tali panjang yang menyilang di dada membuat crossbody sangat aman dan praktis untuk aktivitas mobilitas tinggi seperti berbelanja atau berlibur. Meski ringkas, desain terbaru tetap memperhatikan sisi estetika.

3. Baguette dan Model Mini

Model mungil yang dikenalkan era sembilan puluhan kembali populer. Ukurannya yang kecil membuat penampilan terlihat chic dan playful, sempurna untuk acara santai bersama teman.

Mengapa Kualitas Material Sangat Penting?

Tas bahu digunakan hampir setiap hari, sehingga kualitas material menentukan umur pakai tas. Kulit asli seperti suede dan leather memberikan tekstur mewah yang semakin indah seiring waktu. Alternatifnya, kanvas nylon premium seperti yang digunakan pada koleksi tas bahu wanita dari Longchamp menawarkan keunggulan ringan, tahan air, dan mudah dibersihkan, cocok untuk iklim tropis Indonesia.

Selain material, perhatikan pula hardware tas seperti zipper, ring tali, dan kunci. Merek berkualitas menggunakan hardware berlapis logam yang tidak mudah berkarat atau pudar, menjaga tampilan tas tetap prima selama bertahun-tahun.

Koleksi Tas Bahu Longchamp yang Layak Dipertimbangkan

1. Le Pliage: Legenda yang Terus Berinovasi

Le Pliage dengan desain lipatnya yang terinspirasi origami telah menjadi ikon global. Tersedia dalam berbagai ukuran dan warna, koleksi ini menggabungkan kanvas nilon ringan dengan handle kulit suede yang nyaman di bahu. Kepraktisannya menjadikannya teman sempurna bagi wanita aktif.

2. Roseau: Sentuhan Feminin yang Eksklusif

Koleksi Roseau menonjolkan kunci khas berbentuk bambu yang menjadi signature Longchamp. Bentuknya yang ramping dan elegan membuat tas ini cocok untuk acara formal maupun semi-formal, memberikan kesan berkelas tanpa berlebihan.

Tips Memilih Tas Bahu sesuai Bentuk Tubuh dan Gaya

1. Perhatikan Panjang Tali

Titik jatuh tas memengaruhi proporsi penampilan. Tas yang jatuh di area pinggang umumnya paling flattening untuk hampir semua bentuk tubuh. Pastikan juga tali dapat disesuaikan panjangnya sesuai kenyamanan Anda.

2. Padukan dengan Gaya Berpakaian

Pilih warna dan desain yang selaras dengan dominasi warna lemari Anda. Tas netral seperti hitam, krem, dan coklat paling serbaguna, sementara warna cerah dapat menjadi aksen menarik pada outfit sederhana.

3. Uji Kebutuhan Ruang

Sebelum membeli, bayangkan barang apa saja yang akan Anda bawa setiap hari. Tas yang terlalu kecil memaksa Anda membawa tas tambahan, sedangkan tas terlalu besar dapat membuat postur terlihat tidak seimbang.

Cara Merawat Tas Bahu agar Awet Bertahun-tahun

Bersihkan tas secara rutin dengan kain lembut dan simpan di dalam dust bag ketika tidak digunakan. Jauhkan dari paparan panas berlebih dan cairan langsung. Isi tas dengan kertas ketika disimpan agar bentuknya tetap terjaga. Perawatan sederhana ini akan membuat tas bahu wanita kesayangan Anda tetap terlihat seperti baru dalam waktu lama.

tas bahu wanita longchamp


Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari saat Membeli Tas Bahu

1. Membeli Hanya Karena Tren

Tren datang dan pergi, sedangkan tas berkualitas bertahan lama. Alih-alih membeli tas karena sedang viral, pilih model yang benar-benar sesuai kebutuhan dan karakter gaya Anda agar tidak menyesal di kemudian hari.

2. Mengabaikan Kenyamanan Tali

Tali yang terlalu tipis dapat membuat bahu pegal ketika tas berisi penuh. Pastikan tali memiliki lebar yang nyaman dan material yang tidak melukai kulit, terutama jika Anda membawa tas dalam durasi panjang.

3. Tidak Memeriksa Keaslian Produk

Produk palsu beredar luas di pasar. Untuk memastikan Anda mendapatkan kualitas asli beserta garansi resmi, selakukan pembelian melalui situs resmi atau butik terpercaya seperti Longchamp Indonesia.

4. Warisan Kualitas Longchamp

Berdiri sejak tahun 1948 di Paris, Longchamp membangun reputasinya melalui dedikasi pada kerajinan kulit kelas dunia. Setiap tas bahu lahir dari kombinasi keahlian pengrajin berpengalaman dan material terpilih, menghasilkan produk yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga lulus uji daya tahan penggunaan harian. Kehadiran toko resmi Longchamp di Indonesia memudahkan para pecinta fashion lokal untuk memiliki tas bahu wanita autentik dengan pelayanan premium, mulai dari konsultasi pemilihan model hingga layanan purna jual.

Kapan Waktu Terbaik Membeli Tas Bahu Baru?

Momen ideal untuk membeli tas baru biasanya bertepatan dengan peluncuran koleksi musiman atau periode promo khusus seperti momen hari besar. Selain harga lebih menarik, Anda juga mendapat pilihan model terlengkap sebelum kehabisan ukuran dan warna favorit. Pantau secara rutin laman koleksi tas bahu di situs resmi agar tidak melewatkan informasi kedatangan model baru.

Kesimpulan

Tas bahu adalah investasi fashion yang memberikan nilai maksimal: serbaguna, elegan, dan tahan lama. Dengan memahami jenis, material, dan cara perawatannya, Anda dapat memilih tas yang bukan hanya indah hari ini, tetapi juga setia menemani tahun-tahun mendatang. Jelajahi koleksi tas bahu Longchamp di situs resminya dan temukan pasangan sempurna untuk gaya Anda.

Bangkok Climate Action Week 2026 dengan tema Rao Likit: Economy We Shape, Climate We Share, hadir membawa semangat Rao Likit, yang dalam bahasa Thailand berarti kita yang menentukan. Tema ini mengingatkan bahwa arah ekonomi dan masa depan menghadapi perubahan iklim bukan sesuatu yang sepenuhnya ditentukan oleh pihak lain. Ada peran dan pilihan yang bisa kita lakukan, mulai dari menjaga lingkungan hingga menggunakan sumber daya alam secara bijak.

Salah satunya adalah memahami bahwa menjaga hutan berarti menjaga sumber pangan. Hutan bukan sekadar ruang hijau, tetapi rumah bagi berbagai tumbuhan yang memiliki fungsi ganda. Selain membantu menjaga keseimbangan ekosistem, banyak di antaranya juga menjadi sumber pangan bagi manusia dan satwa. Ketika hutan terjaga, sumber kehidupan pun ikut terlindungi. Dari sinilah aksi sederhana bisa menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar.

mangrove raja ampat


Salah satu inspirasi menjaga hutan dan memanfaatkan tumbuhan dengan fungsi ganda datang dari Wawiyai Steve dan Daniel Kbarek dari Raja Ampat, yang mengelola mangrove sebagai pelestari lingkungan sekaligus sumber pangan bagi masyarakat di Desa Friwen, Raja Ampat. Keduanya hadir dalam webinar yang diadakan oleh EcoBloggerSquad berkolaborasi dengan The Asia Foundation (TAF), dengan tema Inspirasi Ketahanan Pangan Dari Mangrove Di Raja Ampat.

Inspirasi Ketahanan Pangan dari Mangrove di Raja Ampat

Ketika membicarakan Raja Ampat, yang sering muncul dalam bayangan adalah laut biru, pulau-pulau karst, terumbu karang, dan kekayaan bawah lautnya. Namun, di balik keindahan tersebut terdapat ekosistem mangrove yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat pesisir. Mangrove bukan hanya berfungsi sebagai pelindung pantai dan habitat berbagai biota, tetapi juga berkaitan langsung dengan pangan dan penghidupan masyarakat.

Hal tersebut menjadi salah satu pelajaran penting dari kisah Wawiyai Steve dan Daniel Kbarek dalam upaya membangun ketahanan pangan lokal melalui penguatan kelompok perempuan dan pemanfaatan mangrove di kawasan Hutan Desa Kampung Friwen, Raja Ampat.

Mangrove Bukan Sekadar Pohon di Pesisir

Bagi masyarakat Kampung Friwen, mangrove merupakan bagian dari ruang hidup. Ekosistem ini menyediakan tempat bagi ikan, kepiting, kerang, dan berbagai biota yang menjadi bagian dari sumber pangan masyarakat. Ketika mangrove mengalami kerusakan, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh lingkungan, tetapi juga oleh masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada sumber daya pesisir.

Dalam pendampingan masyarakat Raja Ampat, Steve Wawiyai melihat bahwa persoalan konservasi tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan pangan dan ekonomi masyarakat. Ia bersama berbagai pihak mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjaga mangrove, tetapi juga memanfaatkan hasil hutan secara berkelanjutan. Steve sendiri aktif mendampingi masyarakat pesisir melalui Perkumpulan Kawan Pesisir dan memiliki pengalaman dalam pemetaan serta pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat.

Pendekatan ini penting karena konservasi akan lebih kuat ketika masyarakat mendapatkan manfaat nyata tanpa harus merusak ekosistem yang menjadi sumber kehidupannya.

Ketika Perempuan Menjadi Bagian Penting dari Konservasi

Salah satu hal menarik dari cerita Kampung Friwen adalah kuatnya peran perempuan. Berdasarkan pemetaan yang disampaikan dalam berbagai kegiatan pendampingan, pemanfaatan sumber daya mangrove banyak dilakukan oleh perempuan. Mereka mencari ikan dan kerang, memanfaatkan hasil mangrove, hingga mengolahnya menjadi pangan.

ketahana pangan raja ampat


Karena itu, penguatan kelompok perempuan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan berbasis mangrove. Di Kampung Friwen dan Yenbeser, perempuan tidak hanya berperan dalam urusan rumah tangga, tetapi juga terlibat dalam penanaman mangrove, menjaga kawasan, serta mengembangkan produk pangan. Bahkan, sekitar 80 persen para perempuan berperan aktif sebagai pengelola KUPS Pengolahan Mangrove, KUPS Agroforestry, KUPS Kerajinan Tangan, Kelompok Patroli dan Pokja Perempuan Perlindungan Mangrove.

Menurut Steve, penguatan perempuan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan hutan. Perempuan yang selama ini dekat dengan sumber pangan memiliki pengetahuan dan pengalaman yang penting untuk diteruskan kepada generasi berikutnya.

Dari Hutan Menjadi Sumber Pangan

Menariknya, pemanfaatan mangrove di Raja Ampat tidak berhenti pada hasil perikanan di sekitar ekosistem tersebut atau sekadar menjaga pesisir Raja Ampat. Buah mangrove juga dapat diolah menjadi berbagai macam bahan pangan lokal.

Warga Kampung Friwen, Raja Ampat, mengolah mangrove menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah. Buah mangrove dapat diolah menjadi tepung sebagai bahan dasar makanan, serta dikembangkan menjadi sirup, selai, keripik, hingga cookies. Kreativitas ini menunjukkan bahwa mangrove tidak hanya dijaga sebagai ekosistem, tetapi juga dimanfaatkan secara bijak untuk mendukung pangan lokal.

Dari mangrove, kita menjadi tahu bahwa ada tumbuhan yang memiliki fungsi ganda. Mangrove membantu menjaga ekosistem pesisir, tetapi pada saat yang sama juga dapat menjadi sumber pangan apabila dimanfaatkan dengan pengetahuan dan cara yang tepat. Bahkan berdampak pada meningkatnya ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar, melalui produk-produk olahan yang bernilai ekonomis tinggi.

Konsep seperti ini menarik untuk dipahami dalam konteks ketahanan pangan. Ketahanan pangan tidak selalu berarti harus mendatangkan bahan pangan dari tempat lain. Potensi pangan lokal yang sudah tersedia di sekitar masyarakat juga dapat dikembangkan, selama pemanfaatannya tidak menghilangkan sumber daya tersebut.

Hutan Desa Memperkuat Hak Kelola Masyarakat

Upaya menjaga mangrove di Friwen juga berkaitan dengan penguatan tata kelola kawasan. Sejak proses pemetaan partisipatif dilakukan, masyarakat didorong untuk memiliki peran yang lebih kuat dalam pengelolaan wilayahnya.

Pada 2024, masyarakat Kampung Friwen memperoleh penetapan Hutan Desa seluas sekitar 1.025 hektare, sebagai Ruang Lindung, Ruang Pemanfaatan, dan Ruang Pemanfaatan Konservasi. Status tersebut memberikan landasan yang lebih kuat bagi masyarakat untuk mengelola kawasan hutan secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis hutan dan pesisir. 

Di sinilah peran pendampingan dan penguatan kelembagaan menjadi penting. Daniel Kbarek dari The Asia Foundation juga terlibat dalam penguatan kapasitas pengelola perhutanan sosial, termasuk melalui pelatihan penyusunan rencana kelola dan rencana kerja bagi lembaga pengelola hutan desa dan organisasi masyarakat sipil.

Artinya, menjaga hutan bukan hanya tentang menanam pohon. Ada persoalan tata kelola, pengetahuan, kelembagaan, akses ekonomi, serta keterlibatan masyarakat yang harus berjalan bersama.

Menjaga Hutan Berarti Menjaga Sumber Pangan

Cerita dari Raja Ampat memberikan perspektif sederhana tetapi penting. Ketika mangrove dijaga, yang dilindungi bukan hanya pohonnya. Ada ikan dan kerang yang hidup di dalamnya, ada pangan yang dapat diolah, ada penghasilan masyarakat, ada pengetahuan lokal, dan ada kehidupan generasi berikutnya.

Bagi masyarakat Friwen, mangrove merupakan bagian dari hubungan antara alam dan kehidupan sehari-hari. Kerusakan mangrove berpotensi mengganggu sumber pangan dan penghidupan, sementara pemulihan ekosistem membuka kembali peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan. 

Inilah pesan penting dari inspirasi ketahanan pangan berbasis mangrove di Raja Ampat. Menjaga hutan tidak harus selalu dipahami sebagai aktivitas yang jauh dari kebutuhan manusia. Justru dengan menjaga ekosistem, kita sedang menjaga sumber kehidupan.

Mangrove mengajarkan bahwa satu ekosistem bisa memiliki banyak fungsi sekaligus. Ia menjadi pelindung pesisir, rumah bagi berbagai biota, sumber pangan, sumber penghidupan, sekaligus ruang belajar bagi masyarakat.

Dan ketika perempuan diberi ruang untuk terlibat, pengetahuan lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi dan sosial. Pengalaman Kampung Friwen memperlihatkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari sumber daya yang sudah dimiliki masyarakat, dengan satu syarat penting yaitu alamnya tetap dijaga.

Dari Raja Ampat, kita belajar bahwa menjaga hutan sebenarnya bukan pilihan antara lingkungan atau ekonomi. Keduanya bisa berjalan bersama ketika masyarakat menjadi bagian penting dalam pengelolaannya. Mangrove juga memberi contoh bahwa tumbuhan memiliki fungsi ganda, dapat sekaligus menjadi penjaga alam dan sumber pangan. Karena itu, menjaga hutan berarti juga menjaga sumber pangan, pengetahuan lokal, dan kehidupan masyarakat yang bergantung padanya.

Yuk Kenali Tumbuhan Yang Mempunyai Fungsi Ganda Di Sekitar Kita

Berbicara tentang tumbuhan yang mempunyai fungsi ganda, sebenarnya kita tidak perlu mencari terlalu jauh. Kita bisa melihat pohon kelapa yang banyak tumbuh di wilayah pesisir Indonesia. Selama ini mungkin kita mengenalnya hanya sebagai pohon yang menghasilkan kelapa untuk diminum atau dijadikan bahan masakan. Padahal, hampir seluruh bagian pohon kelapa memiliki manfaat.

pohon kelapa


Menariknya, kelapa bukan tanaman asli Indonesia. Asal-usulnya masih menjadi perdebatan karena kelapa telah menyebar sangat luas sejak ribuan tahun lalu. Namun, penelitian genetika menunjukkan bahwa terdapat dua pusat domestikasi kelapa, yaitu kawasan Samudra Hindia dan Pasifik. Dari wilayah inilah kelapa kemudian menyebar melalui aktivitas manusia dan terbawa arus laut ke berbagai wilayah tropis.

Salah satu yang membuat pohon kelapa menarik adalah fungsi gandanya seperti mangrove. Akar kelapa yang menyebar dan berserat membantu menopang pohon agar tetap berdiri, sekaligus membantu mengikat tanah di sekitarnya. Di kawasan pesisir, keberadaan vegetasi seperti kelapa juga menjadi bagian dari lanskap yang membantu menjaga kondisi lingkungan.

Batangnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan berbagai kebutuhan lainnya. Daunnya bisa digunakan untuk kerajinan atau bahan penutup tradisional. Sabut dan tempurung kelapa juga memiliki nilai guna dan ekonomi. Sementara itu, bagian yang paling mudah kita kenali adalah buahnya.

Buah kelapa bisa dinikmati sebagai air kelapa, daging buahnya dapat diolah menjadi santan, serundeng, kue, dan berbagai makanan tradisional. Dari daging kelapa juga dapat dihasilkan minyak kelapa, termasuk Virgin Coconut Oil atau VCO.

VCO memiliki nilai ekonomi karena dapat dikembangkan menjadi produk pangan dan produk perawatan tubuh. Banyak orang menggunakannya dalam berbagai kebutuhan, termasuk sebagai bahan perawatan kulit dan rambut. Namun, klaim kesehatan mengenai VCO tetap perlu dilihat berdasarkan bukti ilmiah dan cara penggunaannya.

Bagi masyarakat, pengolahan kelapa menjadi produk bernilai tambah juga membuka peluang ekonomi. Kelapa yang awalnya hanya dijual sebagai bahan mentah dapat dikembangkan menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi.

Dari kelapa dan mangrove, kita bisa melihat satu hal sederhana. Tumbuhan tidak hanya memiliki satu fungsi. Ia bisa menjadi penjaga lingkungan sekaligus sumber pangan dan penghasilan. Cara pandang seperti ini penting untuk terus dikenalkan. Ketika kita memahami manfaat tumbuhan di sekitar kita, kita akan lebih menghargai keberadaannya. Menjaga alam bukan hanya tentang menyelamatkan pohon, tetapi juga menjaga sumber kehidupan yang selama ini mungkin kita anggap biasa.

Jaga Hutan Sama Dengan Jaga Sumber Pangan

Selama ini hutan sering dipahami sebagai ruang hijau yang perlu dilindungi karena menyimpan keanekaragaman hayati. Padahal, fungsi hutan jauh lebih besar dari itu. Hutan berkaitan langsung dengan kehidupan manusia, termasuk sumber pangan. Ketika hutan terjaga, berbagai tumbuhan, satwa, air, tanah, dan ekosistem di dalamnya memiliki kesempatan untuk terus mendukung kehidupan masyarakat. Karena itu, menjaga hutan sebenarnya juga berarti menjaga sumber pangan.

Salah satu caranya adalah mengenali dan menjaga tumbuhan yang mempunyai fungsi ganda. Mangrove menjadi contoh yang sangat dekat dengan pembahasan ketahanan pangan di Raja Ampat. Ekosistem mangrove berperan sebagai pelindung wilayah pesisir sekaligus menjadi habitat berbagai biota seperti ikan, kepiting, dan kerang yang dapat menjadi sumber pangan masyarakat.

Tidak hanya ekosistemnya, beberapa jenis mangrove juga dapat dimanfaatkan secara bijak sebagai bahan pangan. Masyarakat Kampung Friwen, Raja Ampat, misalnya, mengembangkan berbagai olahan dari mangrove seperti tepung, sirup, selai, keripik, hingga cookies. Pemanfaatan tersebut menunjukkan bahwa konservasi dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan ketika sumber daya alam dikelola secara berkelanjutan.

pohon kelapa tumbuhan fungsi ganda


Contoh lainnya adalah pohon kelapa yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Kelapa memiliki banyak fungsi, mulai dari akar yang membantu menopang pohon dan mengikat tanah, batang, daun, sabut, tempurung, hingga buah yang dapat dikonsumsi dan diolah menjadi berbagai produk pangan. Sementara bagian dagingnya dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi santan dan minyak kelapa. Dari satu tumbuhan, kita mendapatkan manfaat ekologis sekaligus peluang pangan dan ekonomi.

Cara pandang inilah yang penting untuk terus dibangun. Menjaga hutan bukan sekadar menanam pohon, tetapi memastikan tumbuhan yang sudah ada tetap tumbuh, ekosistem tetap berfungsi, dan masyarakat dapat memperoleh manfaat tanpa mengeksploitasi alam.

Semangat tersebut juga selaras dengan Bangkok Climate Action Week 2026 yang mengangkat tema Rao Likit: Economy We Shape, Climate We Share. Gagasan tersebut menempatkan manusia sebagai bagian penting dalam menentukan arah ekonomi dan menghadapi perubahan iklim. Pilihan kita dalam menggunakan sumber daya alam hari ini akan berpengaruh terhadap kehidupan di masa depan.

Menjaga hutan menjadi salah satu bentuk aksi nyata menghadapi perubahan iklim sekaligus membangun ketahanan pangan. Ketika hutan dan tumbuhan tetap terjaga, sumber pangan lokal memiliki peluang untuk terus tersedia. Masyarakat pun dapat mengembangkan pemanfaatannya menjadi produk bernilai ekonomi tanpa harus mengorbankan ekosistem seperti yang dilakukan oleh masyarakat Friwen, Raja Ampat melalui mangrove.

Jadi, mari mulai dari hal yang dekat dengan kita. Kenali tumbuhan di sekitar, jangan merusaknya, dukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan, dan pilih produk lokal yang berasal dari pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab.

Karena jaga hutan sama dengan jaga sumber pangan. Jaga sumber pangan berarti menjaga kehidupan. Dan menjaga kehidupan hari ini adalah bagian dari menjaga masa depan dan keberlangsungan ketahanan pangan akan terus aman.

Tumbuhan apa yang ada di sekitar kamu yang mempunyai fungsi ganda? Boleh sharing di kolom komentar manfaat dan fungsinya.

Mencari inspirasi liburan sekarang tidak harus selalu dari mesin pencarian atau media sosial. Blog pribadi para travel blogger juga bisa menjadi sumber ide perjalanan yang menarik. Bahkan, dari satu tulisan saja kita bisa mendapatkan gambaran tentang destinasi, transportasi, kuliner, budaya, sampai pengalaman nyata seseorang ketika berada di sebuah tempat.

Menariknya, setiap travel blogger punya sudut pandang yang berbeda. Ada yang fokus pada hidden gem, wisata keluarga, alam, budaya, kuliner, perjalanan hemat, hingga traveling yang lebih bertanggung jawab.

travel blogger indonesia


Inspirasi Liburan 12 Blogger Indonesia

Buat saya seorang Blogger informasinya biasanya jauh lebih detail dan banyak mengulas hal-hal yang jarang dituliskan oleh media lainnya. Dan ada banyak Travel Blogger Indonesia yang bisa kamu ikutin sebelum melakukan traveling. Dan ini dia 12 travel blogger Indonesia yang bisa menjadi referensi untuk menemukan gaya liburan yang sesuai dengan minat kamu.

1. TravelFoodPedia: Inspirasi Liburan Lengkap dari Destinasi sampai Kuliner

TravelFoodPedia merupakan blog milik Rini Novita Sari yang banyak bercerita tentang perjalanan bersama suami. Kekuatan utamanya ada pada konten traveling yang cukup lengkap, mulai dari destinasi, hotel, kuliner, itinerary, hingga tips perjalanan.

TravelFoodPedia cocok untuk kamu yang ingin mendapatkan referensi perjalanan secara praktis. Beberapa tulisannya bahkan menyajikan itinerary lengkap beserta pengalaman perjalanan, seperti eksplorasi Tulungagung selama tiga hari dua malam. Inspirasi utamanya adalah travel planning, kuliner dan destinasi, terutama untuk kamu yang ingin menyiapkan perjalanan dari awal sampai akhir.

2. OvaJourney: Inspirasi Short Escape dan Perjalanan Personal

OvaJourney menawarkan cerita perjalanan yang terasa personal dan dekat dengan pengalaman sehari-hari. Kontennya mencakup destinasi, kuliner dan tips traveling.

Salah satu daya tariknya adalah pilihan destinasi yang tidak selalu mainstream. Mulai dari short escape ke Situ Cipondoh, Tanjung Gelam Karimunjawa hingga Pantai Merak Banten, perjalanan terasa seperti ajakan untuk mencari tempat baru tanpa harus menunggu liburan panjang. OvaJourney cocok menjadi referensi bagi kamu yang mencari short getaway, wisata lokal dan perjalanan santai.

3. TehOkti: Traveling untuk Mengenal Budaya dan Kehidupan Lokal

TehOkti memberikan warna berbeda karena perjalanan tidak hanya dilihat dari sisi tempat wisatanya. Cerita traveling juga bersinggungan dengan kuliner, keluarga, budaya dan kehidupan masyarakat.

Salah satu contoh menarik adalah cerita mengenai Kampung Adat Miduana di Cianjur. Dari perjalanan tersebut, pembaca tidak hanya diajak melihat sebuah destinasi, tetapi juga mengenal tradisi dan kehidupan masyarakat yang masih dipertahankan.

Karena itu, inspirasi utama TehOkti adalah wisata budaya dan perjalanan berbasis cerita lokal. Cocok bagi traveler yang ingin pulang dari sebuah perjalanan dengan pengetahuan baru, bukan sekadar foto.

4. RuangUmma: Inspirasi Family Traveling yang Sederhana

RuangUmma menghadirkan pengalaman traveling dari perspektif keluarga. Blog ini dekat dengan kehidupan Juwita Fajar Hari sebagai ibu dan menggabungkan traveling dengan parenting serta lifestyle.

Cerita seperti perjalanan keluarga ke Pantai Lagundi, Pandeglang menunjukkan bahwa liburan bersama keluarga tidak harus mahal atau mewah. Bermain pasir, duduk di saung dan menikmati seafood bersama justru bisa menjadi pengalaman yang berkesan.

RuangUmma menjadi inspirasi untuk family traveling dan liburan sederhana, terutama bagi keluarga yang ingin menikmati waktu bersama tanpa itinerary yang terlalu padat.

5. MelukisSenja: Inspirasi Wisata Alam dan Traveling ke Luar Negeri

MelukisSenja adalah blog milik Erin yang punya kedekatan kuat dengan alam. Ia menggambarkan dirinya sebagai pejalan santuy yang menyukai gunung, laut dan gua.

Namun perjalanannya tidak berhenti di destinasi Indonesia. Jepang dan Korea Selatan juga menjadi bagian dari cerita perjalanannya. Pengalaman mengunjungi Eunpyeong Hanok Village dan berbagai tempat di Korea memberikan inspirasi bagi pembaca yang ingin mencoba perjalanan ke luar negeri. Melukis Senja cocok untuk pencinta wisata alam, mountain trip dan international travel, dengan gaya perjalanan yang santai dan personal.

6. JourneyJournalKu: Inspirasi Petualangan dan Bucket List

JourneyJournalKu terasa seperti jurnal perjalanan pribadi. Blog ini banyak mengangkat pengalaman menjelajahi alam, pantai dan berbagai destinasi yang masuk bucket list.

Salah satu daya tariknya adalah cara cerita perjalanan disampaikan melalui pengalaman pribadi. Pantai Balekambang di Malang, misalnya, tidak hanya dibahas sebagai objek wisata, tetapi melalui pengalaman menemukan sisi menarik dari destinasi tersebut.

Di balik kontennya, JourneyJournalKu juga memiliki perspektif yang cukup kuat dalam pengelolaan konten digital. Dea Vita Manda tercatat sebagai freelance blogger Journeyjournalku.com sejak 2019. Inspirasi utamanya adalah adventure travel, wisata alam dan bucket-list destination.

7. SiswiyantiSugi: Inspirasi Wisata Daerah dan Perjalanan Bersama Keluarga

SiswiyantiSugi menghadirkan cerita traveling yang cukup personal. Salah satu kekuatannya adalah mengangkat destinasi dari pengalaman langsung, termasuk Ternate.

Cerita mengenai Ternate menarik karena tidak hanya membahas wisata alam, tetapi juga sejarah, benteng, kuliner dan kehidupan kota. Pengalaman pernah tinggal di Ternate membuat sudut pandangnya terasa lebih dekat dengan destinasi.

Selain itu, ada pula pengalaman perjalanan keluarga menggunakan transportasi publik seperti Whoosh. Siswiyanti Sugi bisa menjadi referensi untuk wisata daerah, sejarah, kuliner lokal dan family travel.

8. AnggitaRamani: Traveling Aktif dan Sport Tourism

AnggitaRamani memiliki konten yang cukup luas, mulai dari parenting, lifestyle, lingkungan hingga traveling. Salah satu perspektif traveling yang menarik adalah sport tourism. Liburan tidak hanya berarti duduk menikmati pemandangan, tetapi bisa sekaligus melakukan aktivitas fisik, mengikuti event olahraga dan mengeksplorasi destinasi. Karena itu, AnggitaRamani cocok menjadi referensi untuk sport tourism, active travel dan sustainable lifestyle.

9. Meimoodaema: Traveling, alam, budaya dan responsible tourism

Meimoodaema memiliki fokus kuat pada traveling, khususnya destinasi alam, gunung, pantai, budaya, kuliner, transportasi dan akomodasi. Yang menjadi pembeda adalah perspektif responsible tourism. Traveling tidak hanya tentang menikmati destinasi, tetapi juga bagaimana wisatawan memberikan manfaat dan menjaga tempat yang dikunjungi.

Kontennya juga banyak bersinggungan dengan lingkungan, voluntourism, budaya dan kehidupan masyarakat lokal. Karena itu, Meimoodaema cocok untuk traveler yang ingin mendapatkan inspirasi adventure travel, ecotourism, cultural travel dan responsible tourism.

10. Elvanaasira: Inspirasi Family Travel dan Lifestyle

Elvanasira memang tidak secara khusus hanya membahas traveling. Blog ini juga berisi lifestyle, kesehatan, tips serta berbagai review. Namun justru perspektif sebagai seorang ibu membuat cerita perjalanannya menarik.

Traveling bersama anak, misalnya, membutuhkan persiapan berbeda dibanding perjalanan seorang diri. Hal-hal seperti kebutuhan anak, kenyamanan dan kesiapan keluarga menjadi bagian penting dari perjalanan. Elva Nasira menjadi inspirasi untuk family travel yang realistis dan praktis, terutama bagi orang tua yang tetap ingin bepergian bersama anak.

11. Nyknote: Inspirasi Outdoor dan Eksplorasi Alam

NykNote menghadirkan cerita perjalanan yang personal, termasuk pengalaman menjelajahi alam dan aktivitas outdoor. Salah satu hal menarik adalah cerita mengenai awal mula kecintaan pada aktivitas mendaki gunung. Dari pengalaman tersebut, perjalanan bukan hanya menjadi aktivitas rekreasi, tetapi juga proses menemukan pengalaman dan tantangan baru.

NYK Note cocok untuk kamu yang mencari inspirasi hiking, outdoor travel dan eksplorasi alam, terutama jika ingin melihat perjalanan dari sisi pengalaman pribadi.

12. DiBukaBox: Traveling dengan Perspektif Lifestyle dan Kehidupan Lokal

DiBukaBox mempunyai cakupan yang lebih luas. Selain traveling, blog ini juga membahas teknologi, lifestyle, keuangan hingga otomotif. Salah satu perspektif menariknya adalah bagaimana perjalanan dapat dikaitkan dengan isu kehidupan sehari-hari. Misalnya, cerita tentang pangan lokal dapat membawa pembaca mengenal makanan, masyarakat dan ekonomi yang ada di balik sebuah destinasi.

Dengan pendekatan tersebut, DiBukaBox cocok untuk pembaca yang mencari traveling dari perspektif lifestyle, kuliner lokal dan isu sosial-ekonomi.

Setiap Blogger Punya Cara Berbeda Menikmati Perjalanan

Dari 12 travel blogger tersebut, terlihat bahwa traveling sebenarnya memiliki banyak wajah. Ada yang menjadikan perjalanan sebagai cara mencari hidden gem dan kuliner. Ada yang fokus pada keluarga. Ada yang mengejar gunung dan petualangan. Ada yang lebih tertarik dengan budaya serta kehidupan masyarakat lokal. Ada pula yang melihat perjalanan sebagai bagian dari gaya hidup berkelanjutan.

Itulah yang membuat membaca blog travel tetap menarik. Kita tidak hanya mendapatkan rekomendasi tempat, tetapi juga bisa menemukan cara baru dalam memandang sebuah perjalanan.

Jadi, kalau sedang bingung menentukan destinasi liburan berikutnya, mungkin jawabannya bukan langsung membuka aplikasi booking. Coba buka blog-blog travel di atas terlebih dahulu. Siapa tahu, dari satu cerita perjalanan, muncul satu destinasi baru yang akhirnya masuk bucket list kamu.

Older Posts Home

ABOUT HER

Call her Mei. Her biggest passions are education, the environment, and traveling the world. So that you can chit-chat with her everything about it, she is now active as a voluntourism, environment, and education volunteer.

POPULAR POSTS

  • TRAIL RUNNING DI GUNUNG GEDE PANGRANGO
  • GUNUNG KERINCI, PESONA GUNUNG TERTINGGI DI SUMATERA
  • PANTAI TANJUNG AAN, PANTAI DENGAN PASIR BIJI MERICA
  • EKOSISTEM MANGROVE DI RAJA AMPAT, SOLUSI KETAHANAN PANGAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN
  • INSPIRASI LIBURAN DARI 12 TRAVEL BLOGGER INDONESIA
  • 10+ TIPS AMAN NAIK TRANSPORTASI UMUM SAAT SOLO TRAVELING
  • PANDUAN LENGKAP MEMILIH TAS BAHU WANITA: GAYA, FUNGSI, DAN KUALITAS DALAM SATU AKSESORI
  • BERMAIN DENGAN UBUR-UBUR JINAK DI DERAWAN
  • NATUR HAIR TONIC GINSENG EXTRACT
  • TIPS MENJAGA KEBERSIHAN BADAN SELAMA PENDAKIAN BAGI PEREMPUAN

ARTICLE

  • 2026 27
    • October 3
      • FUN TREKKING KE CURUG CIBADAK DAN MENIKMATI MAKAN ...
      • MENGENAL KONSEP SKIN LONGEVITY WARDAH BERSAMA SEED...
      • 5 FAKTOR YANG MENJAGA DAYA TAHAN MOBIL TURBO HYBRI...
    • September 4
    • August 3
    • July 4
    • June 2
    • May 1
    • April 1
    • March 3
    • February 4
    • January 2
  • 2025 141
    • December 11
    • November 14
    • October 10
    • September 11
    • August 11
    • July 17
    • June 13
    • May 13
    • April 10
    • March 8
    • February 13
    • January 10
  • 2024 148
    • December 9
    • November 9
    • October 17
    • September 13
    • August 7
    • July 8
    • June 14
    • May 19
    • April 4
    • March 19
    • February 17
    • January 12
  • 2023 111
    • December 6
    • November 20
    • October 14
    • September 10
    • August 6
    • July 7
    • June 8
    • May 4
    • April 10
    • March 14
    • February 8
    • January 4
  • 2022 160
    • December 13
    • November 13
    • October 21
    • September 18
    • August 21
    • July 14
    • June 12
    • May 9
    • April 6
    • March 15
    • February 7
    • January 11
  • 2021 55
    • December 8
    • November 4
    • October 9
    • September 2
    • August 4
    • July 2
    • June 6
    • May 4
    • April 3
    • March 5
    • February 5
    • January 3
  • 2020 44
    • December 4
    • November 3
    • October 4
    • September 4
    • August 4
    • July 4
    • June 4
    • May 4
    • April 2
    • March 4
    • February 3
    • January 4
  • 2019 9
    • December 1
    • November 2
    • August 1
    • July 1
    • June 1
    • March 3
  • 2018 9
    • November 1
    • August 3
    • March 1
    • February 2
    • January 2
  • 2017 21
    • December 1
    • November 1
    • October 3
    • September 3
    • July 1
    • April 1
    • March 4
    • February 3
    • January 4
  • 2016 10
    • December 4
    • November 6
Seedbacklink


Logo Komunitas BRT Network

Copyright © Travel Blogger. Designed by OddThemes