Looking for My Article

20 December 2019

Gunung Andong, Jangan Kunjungi Gunung Ini

Siapa yang tak mengenal Gunung Andong, namun jangan pernah kunjungi gunung ini, ya jangan
kunjungi gunung ini kalau tidak ingin ketagihan menikmati sunset dan sunrise-nya, karena Gunung Andong menjadi salah satu gunung favorit untuk menyaksikan sunset atau sunrise. Lokasinya yang tak jauh dari Yogyakarta menjadi salah satu pilihan untuk merehatkan otot-otot kepala yang mumet dengan kegiatan kuliah atau bekerja. Gunung yang mempunyai ketinggian sekitar 1.726 mdpl ini menjadi pilihan untuk para pendaki pemula bahkan anak-anak seusia SD banyak yang mendaki ke gunung bertipe perisai ini. Gunung yang letaknya berbatasan dengan Salatiga, Magelang, dan Semarang ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan setiap harinya apalagi saat libur.

sunset yang begitu indah, how lucky I am see this view
pict taken by Ary


Terdapat 2 pos pendakian atau pintu masuk untuk menuju puncak Gunung Andong yaitu via Basecamp Sawit dan Basecamp Pendem. Bulan April 2019 ke tempat ini saya mengambil jalur Basecamp Sawit dan jalur yang bisa ditempuh melalui basecamp ini hanya ada 1 jalur dan kembali lagi Desember 2019, terdapat 2 jalur yaitu jalur lama dan jalur baru, keduanya cukup aman karena rutenya sangat jelas dan setiap pos terdapat warung-warung milik warga. Hanya saja jalur lama sudah banyak tangga-tangga sehingga meminimalkan licin, sementara jalur baru masih berbentuk tanah dan saat musim hujan sangat licin.


puncak gunung dengan ketinggian 1726 mdpl, ramah bagi para pemula
pict taken by Ary

Gunung Andong mempunyai empat puncak yang berjejer yaitu Puncak Jiwa, Puncak Makam, Puncak Alap-alap, dan Puncak Andong yang merupakan puncak paling tinggi dan sering digunakan area camping. Keempat puncak ini berjejer dari barat ke timur.

Melalui puncak Gunung Andong, wisatawan dapat menyaksikan pemandangan 3600 sehingga daat menyaksikan gunung-gunung lain yang berjejer indah yang mengelilinginya seperti Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prau, Gunung Telemoyo, serta Gunung Ungaran dan menjadi daya tarik tersendiri untuk berselfie ria.


kedua kalinya ke gunung ini pas musim hujan jadi kabutnya lumayan

Satu lagi yang paling penting, sampai puncak Gunung Andong, anda masih dapat menggunakan seluler telepon dan internet meski kadang masih terputus-putus
dan tidak perlu bawa makanan banyak dari bawah karena setiap pos istirahat ada warung yang jualan makanan bahkan sampai puncak booo, enak kan?

Alamat

Rt 3/ Rw 5, Dusun Sawit, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Harga Tiket Masuk (HTM)

Gunung ini dikelola oleh masyarakat setempat dengan tarif masuk per orang adalah Rp. 10.000-,. 
Uang kas untuk dusun setempat Rp. 12.000-,.
Total Rp. 12.000-,. 

Harga Parkir Kendaraan

Roda 4 adalah Rp. 20.000-‘.
Roda 2 adalah Rp. 5.000-‘.
loket pembayaran tiket masuk Gunung Andong via Sawit

Jam buka dan tutup

Loket tiket ini buka 24 jam mengingat pendakian ke tempat ini cukup aman dilakukan jam berapapun.

Waktu tempuh perjalanan

Gunung ini sangat ramah untuk pemula. Jarak tempuhnya hanya sekitar 1-2 jam saja, jadi bisa ngecamp atau tektok

Waktu yang tepat untuk berkunjung

Waktu yang paling tepat adalah pada musim panas/kemarau agar jalanan tidak licin dan peluang melihat sunrise sunset lebih besar.
Datanglah saat weekday, karena saat weekend atau hari libur panjang anak sekolah atau kuliah, atau libur merah nasional, gunung ini sudah seperti pasar ramai sekali.

Rute menuju ke Gunung Andong

Rute Selatan. Dua kali ke gunung ini saya menggunakan kendaraan pribadi roda 4 dari arah Jogja ke basecamp Gunung Andong memakan waktu sekiatr 2-3 jam. 
Dari arah Jogja baik roda 2 atau roda 4 dapat mengambil arah Magelang dan akan melewati arah Ketep Pas dan lurus saja sampai menemukan Pasar Ngablak, dari pasar ini hanya sekitar 2 km untuk menuju Basecamp Sawit.
Rute ini yang saya lewati selama 2 mengunjungi gunung ini.

Rute Utara. Rute ini bisa diambil dari arah Ungaran, Semarang, Salatiga, Boyolali, Solo, sampai menemukan Pasar Ngablak dan sama seperti rute Selatan jarak dari pasar menuju Basecamp Sawit sudah dekat.

Rute Barat. Rute ini yang saya lewati ketika pulangnya. Jalanan yang dilewati masih banyak turunan dan masih sempit, sehingga harus hati-hati.

Fasilitas

Loket tiket masuk dan pemeriksaan
Area parkir untuk roda 2 dan roda 4
Basecamp untuk istirahat (gratis) yang penting pada jajan ya di warung pemilik basecamp
Toilet tersedia di setiap area basecamp
Keamanan 24 jam
Makanan dan minuman dari yang ringan sampai berat
Penyewaan perlengkapan mendaki
Penitipan helm dan barang-barang
Jalur jalan yang cukup bagus
Sarana ibadah
Informasi tata tertib, rute


tata tertib dan rute selama pendakian di Gunung Andong

Be aware ya, tentang perlengkapan selama pendakian, logistik, adat masyarakat lokal, dan kondisi gunung karena belakangan ini sudah mulai masuk musim hujan dan banyaknya kejadian buruk akibat dari ketidakhati-hatian kita selama pendakian.

Salam lestari.....

See you Gunung Andong....



30 November 2019

Travelling Seru Bersama Azalea


Buat aku yang hobby-nya travelling, melakukan olahraga-olahraga yang menantang dan senang dengan kegiatan outdoor, menjadi tantangan tersendiri untuk dapat merawat my black hair. Aktifitas yang berlebih di luar ruangan membuat kulit kepala cepet kotor dan rambut jadi cepet lepek. Awalnya gak terlalu care soal perawatan rambut mungkin karena aku bisa dibilang cewek yang sedikit cuek sama penampilan, lama-lama ko jadi gak pede kalau rambutnya lepek.

Sempet bingung gimana caranya perawatan buat rambut hitamku ini yang lama-lama kok cepet banget lepek kalau kena debu, ditambah sering naik gunung berhari-hari, pastinya baukan heheeh. Stress pastinya dong, cewek gitu loh....

Eh beruntungnya Azalea by Nature ngadain temu bareng Blogger-blogger yang ada di Jogja untuk ngebahas bagaimana cara perawatan untuk rambut berhijab yang diadakan di Kunena Eatary pada 25 November  2019. Acaranya seru banget, jadi ajang ketemu sama blogger-bloger se-Jogja. Acara ini juga diisi dengan seminar tentang bagaimana cara membranding diri sebagai travel blogger oleh Mba Dian.

Dalam acara ini Nature sekaligus melaunching produk barunya yaitu Azalea Anti Dandruff dan Azalea Hair, Hijab & Body Mist sebagai shampoo hijab bagi perempuan berhijab, eiiittsssss tapi keduanya bisa dipakai juga buat yang gak berhijab kayak aku loooooh. Sebelumnya aku pernah mengalami rambut rontok dan sudah mencoba beberapa produk shampo anti rontok tapi gak bepengaruh apa-apa, sampai akhirnya menggunakan produk Nature ini daaaannnn rontokpun berkurang.

Dan ini keduakalinya menggunakan produk dari Nature, awal pemakaian rambut terasa sangat bersih, kesat namun agak kasar. Agak ragu mau melanjutkan produk ini, tapi beberapa informasi dari teman-teman yang sudah pakai, katanya awalnya memang seperti itu, akhirnya kuputuskan untuk terus menggunakan produk ini. Setelah pemakaian minggu kedua, perubahan rambut menjadi mengkilap, tidak terlalu lepek mulai terasa.

Saat ini saya menggunakan Shampo Azalea Shampoo Hijab warna hijau yang mengandung bahan alami Zaitun Oil, Ginseng Extract dan Menthol yang cocok dengan rambutku yang sering rontok. Selain itu juga membantu dalam proses perawatan rambut seperti :
  1. Membersihkan dan membantu merawat kulit kepala dan rambut tetap segar dan pastinya bebas lepek
  2. Membantu menjaga kekuatan akar rambut
  3. Membantu melembutkan rambut
  4. Mmebuat kulit kepala dan rambut terasa dingin dan sejuk

Paling suka sama Azalea Hair, Hijab & Body Mist karena selain bisa dipakai buat rambut bisa dipakai juga buat badan. Wanginya segar, dan aku pakai biasanya buat badan, kadang untuk rambut tapi penggunaannya aku semprot dulu ke sisir, jadi wanginya tidak terlalu nyengat di rambut. Konon katanya, produk azalea yang dikeluarkan oleh PT Gondowangi ini dibuat dari bahan-bahan alami yang tidak merusak rambut.

Sementara untuk produk hair body mistnya mengandung Zaitun Oil, Aloe Vera Extract dan Menthol yang mempunyai manfaat besar bagi rambut kita:
  1. Membantu mengharuskan dan menyegarkan rambut sehingga bebas dari bau lembab dan lepek
  2. Membantu mengharusmkan kerudung atau hijab
  3. membantu menutrisi dan merawat setiap helaian rambut

ukurannya mungil, cocok buat travelling

Pokoknya, shampo sama hair body mistnya rekomended banget deh, kemasannya simple dan enak kalau dibawa buat jalan-jalan kayak saya yang hobbynya travelling di alam bebas, apalagi hobby aku yang suka naik gunung sampai berhari-hari di atas gunung, ngebantu banget deh biar rambutnya gak bau, so simple.

Dan jangan lupa ya follow akun sosial medianya Nature khususnya Azalea untuk mendapatkan informasi dan update terbaru dari si produk cantik ini. IG nya bisa follow di @azaleabeautyhijab atau bisa like fanpage Facebook Azalea Beauty Hijab. 

Selamat mencoba buat kamu yang mau menjaga rambut kesayangannya 🙂🙂🙂🙂



01 November 2019

Ingat Gunung Semeru, Ingat Film 5 CM

Gunung Mahameru atau dikenal dengan nama Semeru atau Meru, merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa yang mempunyai ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada di Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. 

Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini menjadi impian banyak pendaki karena keindahan alamnya. Selain puncaknya yang indah, Ranu Kumbolo dan Oro-oro Ombo menjadi salah satu daya tarik yang membuat wisatawan ingin berkunjung ke tempat ini. Selain itu, Gunung Semeru juga mempunyai beberapa danau cantik yang dapat memanjakan mata wisatawan saat berkunjung ke gunung ini seperti Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Darungan atau Ligo Lekisi, Ranu Kuning dan Ranu Kumbolo yang menjadi ikon gunung ini. Gunung ini kian mencuat namanya setelah film 5 cm melakukan shooting di tempat ini. Beruntung 8 tahun lalu diberikan kesempatan menginjakan kakiku di puncak gunung maha dewa ini.


welcome to Mahameru 3676 mdpl
pict taken by anonymous

Waktu itu memilih jalur Ranu Pani Tumpang sebagai titik awal keberangkatan, dari Jakarta kami menggunakan pesawat ke Surabaya dan titik point bertemu dengan teman-teman di Pasar Tumpang menuju Ranu Pani dengan menggunakan jeep. Dari Ranu Pani kami melanjutkan perjalanan menuju Pos 1 , disini tempat terakhir pemeriksaan dan pengurusan izin masuk.
Saat ini pendakian menuju Gunung Semeru sudah dapat dilakukan secara online, waktu aku dan teman-teman pertama ke sana tahun 2012 masih on the spot untuk pendaftarannya. 






Untuk menuju puncak film 5 cm ini, perjalanannya lumayan menantang, kita akan melewati beberapa pos namun memiliki pemandangan yang sangat indah, sehingga pasti tidak begitu terasa lelahnya. Dari Ranu Pani sampai Ranu Kumbolo, kondisi jalan masih lumayan mudah. Kemudian dari Ranu Kumbolo harus melewati Cemoro Kandang, Jambangan, Kalimati, Kelik, baru akan sampai pada Puncak Mahameru. Kelik merupakan batas vegetasi di gunung ini, yaitu batas tumbuhnya berbagai pepohonan. Dari Kelik menuju puncak buat saya adalah rute terberat, karena harus melewati jalanan yang lumayan menanjak, berpasir, dan berbatu.

salah satu jembatan yang harus dilewati sebelum menuju Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo

Sebelum menuju puncak Gunung Semeru, pendaki akan melewati danau yang populer sampai di dunia ini. Pada musim kemarau air danau ini sedikit surut. Warnanya yang biru karena saking dalamnya memberikan pesona tersendiri, dikelilingi pohon dan rerumputan yang hijau menambah keindahan danau ini. Jangan coba-coba membuang sampah di danau ini apalagi merusak ekosistem airnya dengan menggunakan produk kimia, kalau tidak mau kena semprot sama pendaki lain ya hehehe, lebih dari itu adalah demi kelangsungan keindahan danau ini. Saat itu kami menginap 1 malam di danau yang sangat indah ini.












Ranu Kumbolo menjelang sunrise, buka tenda viewnya langsung ini


Tanjakan Cinta

Nah ingat dong di film 5 cm, ada juga adegan berjalan di tanjakan ini kan, sekitar Ranu Kumbolo ini, wisatawan juga dapat menikmati berjalan menuju tanjakan cinta yang sangat terkenal dengan mitos cintanya. Mitosnya temen-temen bisa meminta sesuatu saat berjalan di tanjakan ini dan jangan menengok ke belakang sampai ke puncak punggungan atas.  Bahkan katanya kalau pasangan pergi ke tempat ini akan abadi. Benar atau tidak tergantung kepercayaan masing-masing, tapi permintaan saya di tanjakan ini belum terkabul sampai hari ini heheheheheheeh.



bagus ya diliat dari atas Tanjakan Cinta-nya
pict taken by Ami


ini loh namanya tanjakan cinta, hayo kalian team mana, percaya atau enggak
pict taken by Ami


Oro-oro Ombo

Letaknya berada di belakang tanjakan cinta setelah Ranu Kumbolo. Anda dapat menikmati hamparan luas padang rumput seperti taman teletubies yang dipenuhi dengan tumbuhan Verbena brasiliensis, warnanya ungu sehingga kebanyakan orang mengiranya adalah tanaman lavender, padahal sangat berbeda, tanaman ini juga dapat mematikan tumbuhan lainnya melalui penyebaran bunganya, maka stop untuk memetiknya.



padang rumput yang kecoklatan dan ungu, terlihat kecil karena masih jauh


kalau seindah ini pemandangannya, masih takut naik gunung?






Di tempat ini anda dapat ber-selfie atau ber-wefie ria, pemandangannya yang sangat instagramable saat mekar menjadi i spot favorit para pendaki.


Oro-oro Ombo tempat selfie wefie para pendaki
picture taken by Ami


Puncak Gunung Semeru

Dari Ranu Kumbolo kami melanjutkan perjalanan menuju Kalimati, dari Kalimati inilah kami mulai menyusuri puncak Semeru pada pukul 11 malam.

view Puncak Semeru dari Kalimati
pict taken by Ami


Pengalaman saya, 1 langkah berjalan mundur lagi 2 sampai 3 langkah karena jalanan berpasir. Saya mencoba berjalan merangkak agar tidak terus-terusan mundur, persis seperti di film 5 cm itu.


dikit lagi puncaknya kata Ami


Trekking pole rasanya sudah tidak berfungsi lagi, mungkin webbing akan sangat bermanfaat saat itu. Selain itu harus berhati-hati karena bebatuan besar mengancam kapan saja, menggelinding dari atas, ya seperti film 5 cm itu.


Cemoro Kandang, salah satu pos buat istirahat dan berphoto
pict taken by Ami


menikmati view sunrise sambil menuju puncak
pict taken by Ami


Dalam kondisi dingin saya berjuang keras untuk tetap melangkah menuju puncak Gunung Semeru. Satu jam terakhir sampai puncak, saya hampir menyerah, nafas saya rasanya sudah mau habis, kaki sudah kaku kedinginan, namun teman perjalanan saya terus menyemangati.



photo iseng saking happy ada matahari akibat udah  kedinginan
pict taken by anonimous


Finally jam 7 pagi saya sampai ke puncak para dewa ini, yap Gunung Semeru dengan penuh perjuangan, ya Tuhan ini adalah puncak pertama saya yang masuk dalam seven summit Indonesia, thank to Allah, untuk semua nikmatnya.


terima kasih Tuhan atas kesempatannya






nikmat mana lagi yang kamu dustakan

Betapa indah ciptaan Tuhan, maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan Mei....

Alamat

Ngampo, Pasrujambe, Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur


Harga tiket masuk (update per Juni 2019)


harga tiket masuk menuju Semeru per 1 Juni 2019
sumber: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS).


Waktu tempuh perjalanan

Pasar Tumpang à Ranu Pani                       ± 2 jam
Ranu Pani à Pos 1                                       ± 1 jam
Pos 1 à Pos 2                                               ±  1 jam
Pos 2 à Pos 3                                               ±  1,5 jam
Pos 4 à Pos 4                                               ±  1 jam
Pos 4 à Ranu Kumbolo                               ±  30 menit
Ranu Kumbolo à Cemoro Kandang           ±  1,5 jam
Cemoro Kandang à Kalimati                      ±  3-4 jam
Kalimati à Puncak Semeru                         ±  6-8 jam


Waktu yang tepat untuk berkunjung

Musim kemarau, pemandangan di sepanjang jalan akan berwarna kuning kecoklatan indah dan langit akan terlihat biru indah.
Musim hujan, anda akan menyaksikan pemandangan hijau serta Ranu Kumbolo yang berkabut indah, dan Oro-oro Ombo yang sedang bermekaran.

Tips and Trik

  1. Siapkan fisik dan mental sebelum pendakian.
  2. Mendakilah dengan body system yang dapat dipercaya demi keselamatan anda.
  3. Bawalah perlengkapan mendaki yang sesuai dengan kebutuhan.
  4. Carilah tiket jauh-jauh hari agar dapat harga spesial, berangkatlah saat low season karena biasanya musim ini tiket murah dan gunungnya juga tidak terlalu ramai.
  5. Mendakilah secara legal. Jangan lupa lakukan pendaftaran, agar nama anda tercatat dan jangan lupa bawa identitas anda untuk keselamatan anda.
  6. Pastikan perlengkapan fotografi anda terbungkus aman dan jangan tertinggal karena pemandangan di sana sangat indah, dan jangan lupa baterai kamera dan memori cadangan.
  7. Charge baterai HP dan kamera karena tidak ada listrik setelah dari Ranu Pani.
  8. Bawalah logistik seperlunya dan sesuai kebutuhan.
  9. Pastikan menyimpan kontak keamanan dan menginformasikan ke keluarga jika kita melakukan pendakian.
  10. Bawa perlengkapan pribadi yang dibutuhkan.
  11. Last but not least and the most important thing adalah patuhi adat dan budaya masyarakat lokal dan traveler sejati akan memegang teguh tiga prinsip ini ya “jangan ambil apapun kecuali gambar (don’t take anything but pictures), jangan bunuh apapun kecuali waktu (don’t kill anything but times), dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki (don’t leave anything but footprints).
See you in my other journey, guys......

01 August 2019

Tanjung Puting: Surganya Orang Utan di Kalimantan

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan taman nasional yang berada di Kalimantan Tengah yang awalnya merupakan cagar alam dan suaka margasatwa yang ditetapkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1937. Taman yang luasnya 415.040 ha ini disahkan sebagai taman nasional pada 25 Oktober 1996 oleh Menteri Kehutanan.

Saya bersama teman lainnya memutuskan ke Taman Nasional Tanjung Puting dengan menggunakan jasa travel agent karena biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan berangkat sendiri. Kami live on board dengan menyusuri SUngai Sekonyer selama 3 hari 2 malam.

Apa saja yang dapat dinikmati di kampung Orang Utan ini?
1. Mengunjungi Museum Orang Utan
2. Menyaksikan feeding orang utan dan berphoto dengan mereka
3. Menikmati Atraksi Buaya di Sungai Sekonyer
4. Mengambil photo Bekantan sore hari dan binatang lainnya
5. Menikmati kunang-kunang di malam hari
6. Menikmati sunset dan sunrise dari atas klotok
7. Trekking the Jungle, menikmati hutan Kalimantan
8. Melakukan penanaman pohon di Pondok Kerja Pesalat Reforestation Project
9. Photo Landscape
10. Berphoto dengan orang utan


Welcome to Tanjung Puting National Park

Hari Ke-1

Soeta --> Pangkalan Bun --> Dermaga Kumai --> Sungai Sekonyer --> Camp Tanjung Harapan

Singkat cerita kami sampai di Pangkalan Bun, kami dijemput menggunakan 2 mobil oleh Tour Guide yang sudah kami pesan jauh-jauh hari untuk menuju dermaga Kumai. Tour Guide kami super duper ramah. Intinya kami sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh mereka. Selama perjalanan menuju Kumai kami melewati beberapa tempat wisata perkotaan, kami juga melewati deretan panjang hutan Kalimantan yang sangat hijau. Perjalanan menuju Kumai tidak begitu jauh kurang lebih satu jam, akhirnya kami sampai di dermaga Kumai yang dikelilingi oleh rumah-rumah warga. Kumai merupakan dermaga terakhir sebelum menyusuri sungai dan melakukan perjalanan panjang menuju kawasan Tanjung Puting.

photo dulu sebelum pintu masuk
sudah dapat izin photo di sini ya


Setibanya di dermaga ini kami melihat banyak klotok yang bersandar. Klotok ini merupakan sarana transportasi tradisional milik masyarakat setempat yang berbentuk kapal besar terdiri dari dua lantai dan terbuat dari kayu-kayu kokoh khas kalimantan, cara kerjanya dengan menggunakan mesin dan bensin. Lantai 1 merupakan tempat memasak atau dapur, kamar mandi serta tempat menyimpan stok makanan dan air yang akan kami pergunakan selama perjalanan dan juga terdapat kamar tempat istirahat tour guide kami. Lantai 2 merupakan tempat kami makan dan kalau malam menjadi tempat kami tidur dengan dipasang kelambu, oh so romantic sambil menyaksikan pemandangan indah dengan dihiasi langit dengan bulan dan deretan bintang-bintang. Kebetulan saya pas ke sana sedang musim kemarau jadi sangat jelas sekali. Setelah rapi-rapi akhirnya kami menaiki klotok menyusuri Sungai Sekonyer untuk dapat melihat orang utan yang terkenal itu.







beberapa klotok yang membawa wisatawan di kawasan Sungai Sekonyer


klotok yang kami tumpangi selama 3 hari 2 malam
persiapan sebelum makan siang

Perjalanan dari dermaga Kumai menuju Sungai Sekonyer kurang lebih 30 menitan. Kami lanjutkan ke pos pertama yaitu Pos Tanjung Harapan. Tempat ini berbentuk museum mini yang berisi tentang beberapa photo dan sejarah orang utan.
Sepanjang jalan ini kita dapat menikmati suara-suara binatang dan suasana tenang bernuansakan alam. Sepanjang jalan juga kami berpapasan dengan beberapa klotok lainnya yang membawa wisatawan nusantara maupun mancanegara. Memasuki pos ini, sungai sudah mulai terlihat hitam, dan kadang sungai ini disebut juga dengan Sungai Hitam. Adventure is begin………….

Museum Mini

Setelah kurang lebih satu jam kami tiba di pos pertama Pos Tanjung Harapan. Kami berhenti di dermaga dan langsung melakukan trekking untuk melihat feeding (waktu pemberian makanan kepada Orang Utan) yang sudah terjadwal setiap harinya.
Sebelum menuju ke tempat feeding, kami berhenti ke sebuah museum mini yag dapat dinikmati oleh wisatawan, didalamnya menampilkan beberapa photo sejarah mengenai orang utan. Ukuran museum ini tidak begitu luas.

Museum Mini Orang Utan berisi photo-photo Orang Utan yang ada di kawasan Tanjung Puting

berphoto di depan Musium Mini Orang Utan

Menyaksikan Feeding

Selesai dari museum, kami melanjutkan perjalanan ke tempat feeding, sepanjang jalan sudah mulai terlihat beberapa orang utan yang sedang tidur di tanah dan sebagian bergelantungan di atas pohon. “Pelan-pelan jalannya jangan sampai menganggu mereka dan jangan terlalu dekat”, nasihat sang guide agar kami lebih hati-hati. Saat sampai di tempat feeding, Tanjung Puting yang bergelantungan di atas pohon semakin banyak dan beberapa sudah turun di panggung tempat feeding. Tempat feeding ini berupa panggung kecil dan sekitarnya disimpan pisang-pisang dan susu untuk makanan si orang utan tersebut. Semua pengunjung diminta untuk tidak gaduh dan memotret sembarangan dan jangan terlalu dekat dengan si Orang Utan. Karena jika mereka merasa terganggu mereka bisa menggangu balik para pengunjung. Cerita dari tour guide ada pengunjung yang sampai digusur oleh orang utan tersebut dan kameranya dibawa ke atas pohon. Setelah selesai menyaksikan feeding, kami kembali ke kapal untuk beristirahat.


Feeding: salah satu aktifitas wisata yang dapat dinikmati wisatawan

Menyaksikan Buaya

Selama melewati sungai menuju Tanjung Puting, kita dapat menyaksikan beberapa buaya yang bermunculan di permukaan sungai karena suara gemerisik klotok kita ternyata memancing mereka keluar. Selepas makan kami mengobrol sebentar dengan tour leader, dia banyak cerita pengalamannya selama membawa tamu termasuk kalau sepanjang sungai yang kami lalui masih banyak buayanya, jadi kami diminta untuk lebih hati-hati, tidak boleh mandi di sungai dan membuang sembarangan ke sungai tersebut karena akan memancing kemunculan buaya-buaya tersebut. Ada wisatawan yang tidak mengindahkan nasihat guide mandi di sungai sampai akhirnya diterkam oleh buaya-buaya tersebut. Serem ya.

Menyaksikan pemandangan alam siang hari dan malam hari berupa ramang-ramang

Sesampainya di kapal, alam masih terang benderang, setelah melaksanakan ishoma, kami disuguhi makan malam dengan beberapa menu khas Kalimantan, dan dihiasi langit indah penuh dengan bulan dan deretan bintang. Pada malam hari kita bisa menyaksikan bulan dna bintang dari atas kapal yang kami tinggali. Selain itu binatang ramang-ramang menambah keindahan suasana malam gelap. Ribuan ramang-ramang bertebaran pada malam hari, berapa kayak di film avatar. Waktu tidur tiba, kami tidur di dalam kelambu berhiaskan langit dan binatang kunang-kunang yang jumlahnya ratusan mungkin ribuan. Indah sekali, nikmat mana lagi yang kamu dustakan  see you tomorrow next Orang Utan.


salah satu pemandangan yang dapat dinikmati: Sungai Hitam dan view hutan

Hari ke-2 

Sekonyer --> Pos Tanggui --> Camp Leakey --> Pesalat Reforestation Project

Sebelum sarapan kami bersih-bersih badan. Waktu saya mandi, saya tidak sadar kalau ternyata semburan air dari kamar mandi memancing beberapa buaya yang ada di sekitar tempat itu. Sempat shock beberapa buaya bermunculan, sampai udah ga jelas lagi mandinya pengen cepet selesai, tapi seru banget, kapan lagi ya mandi ditemani buaya-buaya besar itu hahhahahha, saya pikir semalam guide kami becanda ternyata benar masih banyak buayanya loh di SUngai Sekonyer Tanjung Puting ini.

Setelah sarapan kami melanjutkan perjalan menuju pos Pondok Tanggui. Kurang lebih ditempuh selama 2 jam tentu saja tidak membosankan karena sepanjang jalan kami bisa menikmati hijaunya alam Kalimantan, melihat keindahan sungai yang pemandangannya langit yang memantul, indah sekali. Belum lagi beberapa bekantan yang berisik di atas pepohonan dan tentu saja si penunggu sungai tersebut muncul berkali-kali memamerkan keganasannya, ya sang buaya, meski sedikit was-was tapi lama-lama jadi terbiasa.


Menyaksikan pemandangan alam

Menyaksikan sungai hitam yang dikelilingi oleh pohon-pohon dan tumbuhan hijau.



view-view yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan

Menyaksikan feeding

Sampai di tempat feeding kedua, kembali menyaksikan orang utan bercengkrama dengan makanan-makan yang sudah disediakan, kali ini kami melihat beberapa orang utan yang super besar. Meski agak jarang yang keluar. Beberapa ranger (sebutan untuk penjaga hutan dan orang-orang yang menjaga orang utan) melakukan panggilan agar orang utan nya pada keluar. Selesai dari tempat ini kami lanjutkan ke Camp Leakey. Pos ini paling ramai dengan wisatawan. Dari pos ini kami juga mampir ke tempat penanaman pohon yang disebut dengan Pondok Kerja Pesalat Reforestation Project.


menjelang feeding hari kedua

Melakukan penanaman pohon di Pesalat Reforestation Project

Hari kedua kami juga melakukan penanaman pohon di Pesalat Reforestation ProjectKita bisa memberi nama kita pada pohon tersebut sebagai kenang-kenangan dan melakukan donasi seikhlasnya untuk pohon yang kita pilih.

melakukan penanaman pohon di Pesalat Reforestation Project


Menyaksikan Bekantan

Sore hari kita juga dapat menyaksikan Bekantan dari atas klotok, sejenis monyet yang mempunyai ekor panjang dan berhidung merah di atas pepohonan.

Bekantan, sejenis monyet yang berekor panjang dan berhidung merah


Menyaksikan sunset dan sunrise

Wisatawan di sini dapat menyaksikan sunset atau sunrise dari atas kelotok dengan pemandangan yang serba hijau.
menyaksikan sunset yang udah mau tenggelam dari atap klotok

Treking di hutan

Saat berwisata ke Tanjung Puting wisatawan juga dapat menikmati hutan Kalimantan yang masih sangat asri dan hijau, hutannya memang masih basah, jadi pakailah sepatu yang aman untuk tahan air.


trekking di hutan yang masih hijau dan segar udaranya


Berphoto dengan orang utan

Pengunjung diperbolehkan berphoto dengan orang utan tapi tidak boleh menyentuh mereka.
boleh berphoto tapi tidak boleh menyentuh mereka


Hari Ke-3

Mengunjungi beberapa destinasi wisata kota

Bersiap-siap menuju Dermaga Kumai untuk menuju bandara Pangkalan Bun, namun sebelum ke Bandara kita bisa beli mengunjungi beberapa destinasi wisata di kota serta membeli oleh-oleh.

Photo keluarga dulu sebelum pulang

Membeli oleh-oleh khas Kalimantan

Sebelum pulang ke Bandara mobil yang kami sewa mengantar kami untuk membeli oleh-oleh khas kalimantan.


Perjalanan panjang yang menyenangkan.

see you next trip guys....








Popular Posts

Mendaki Puncak Poon Hill di Himalaya

Poon Hill adalah satu dari belasan puncak gunung yang berderet di  Himalaya . Menjadi salah satu puncak gunung yang menjadi incaran banyak ...

Back to Top