Looking for My Article

30 September 2017

Coklat Enak di Griya Coklat Nglanggeran

Berbicara pesona Desa Wisata Nglanggeran, memang tiada habisnya. Desa Wisata yang menang dalam penghargaan ISTA 2017 kategori Ekonomi ini masih menyisakan banyak tempat yang wajib dikunjungi. Setelah Gunung Api Purba, Kampung Pitu dan Embung Nglanggeran, berikutnya bagi anda pecinta coklat enak dapat mengunjungi Griya Coklat Nglanggeran yang diresmikan langsung oleh orang nomor satu di Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 2 Desember 2016.

welcome



Di depan pintu masuk disediakan gazebo untuk menikmati seduhan kakao


Griya Coklat Nglanggeran yang merupakan home industry ini berdiri dari hasil kerjasama masyarakat Desa Nglanggeran dengan LIPI dan BI. Coklat enak ini diproduksi menjadi berbagai olahan makanan dan minuman siap saji dengan berbagai variasi. 

beberapa contoh olahan kakao menjadi makanan dan minuman


Di Griya Coklat Nglanggeran ini juga tersedia seperti serbuk coklat yang siap seduh, olahan makanan seperti dodol, pisang yang disalut dengan coklat dan lainnya, bagi penikmat coklat disini juga disediakan olahan coklat batangan yang sudah dikemas dengan cantik yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh.

salah satu contoh olahan coklat bubuk yang sudah dikemas


olahan kakao dalam bentuk dodol


Selain sebagai galeri penjualan coklat enakGriya Coklat Nglanggeran  juga merupakan tempat produksi beberapa olahan kakao dengan konsep yang sederhana. Beberapa daerah juga melakukan studi banding mengenai pengolahan coklat di tempat ini.

Selain dijual di galeri ini, pengurus juga menjualnya di beberapa tempat oleh-oleh di Yogyakarta dan teman-teman dapat memesannya juga melalui akun instagramnya @griya.coklat.nglanggeran.

Nah bagi teman-teman pecinta kakao, atau penyuka coklat enak wajib banget deh mampir ke Griya Coklat Nglanggeran jika berkunjung ke Desa Wisata Nglanggeran, selain itu juga teman-teman sudah berkontribusi mendorong ekonomi warga desa ini.

Nah bagaimana, penasaran kan…. pengen nyobain coklat enak di Griya Coklat Nglanggeran?

20 September 2017

Embung Nglanggeran, Embung Buatan di Jogjakarta

Selepas dari dari Kampung Pitu, saya melanjutkan perjalanan ke salah satu ikon Nglanggeran yang saat ini gambarnya banyak menghiasi sosial media, yap namanya Embung Nglanggeran. Perjalanan ditempuh sekitar 15-20 menit dari Kampung Pitu. Melewati pemandangan indah Gunung Api Purba, jalannya pun sudah cukup bagus beraspal, hanya saja sebagian masih dalam tahap perbaikan. Di tempat ini, teman-teman dapat menikmati pemandangan embung yang diresmikan pada Februari 2013 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X ini dan juga wisata disekitarnya. Peresmian dilakukan oleh seorang sultan Yogyakarta mempunyai pengaruh besar terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke tempat ini.

Harga Tiket Masuk

Untuk dapat masuk ke embung buatan di Jogjakarta ini, wisatawan cukup membayar retribusi Rp 10.000,00 per orang ditambah parkir motor Rp 2.000,00 per motor.

Pesona Embung Nglanggeran


Lama Perjalanan

Untuk mencapai ke embung buatan di Jogjakarta dibutuhkan sekitar 2 jam dengan menggunakan motor dari arah Kota Yogyakarta. Kondisi jalannya sangat bagus, namun sudah mulai menuju desanya jalanan berupa semen dan ada juga juga bebatuan. Ketika kami ke sana tahun 2017, tempat ini masih dalam proses perbaikan untuk jalannya.

Sugeng rawuh di Kebun Buah Nglanggeran ⌣⌣

Salah satu hospitality yang di dapat di embung buatan di Jogjakarta ini disediakan area parkir yang cukup luas untuk kendaraan roda dua dan empat atau bahkan untuk bus. Karena letaknya di ketinggian, setelah memarkir kendaraan, saya masih harus menaiki beberapa anak tangga untuk dapat menikmati embung ini. Saat melewati anak tangga terlihat tulisan Sapta Pesona milik Kementerian Pariwisata Indonesia dan ikon durian yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sapta Pesona

Menikmati Embung Nglanggeran

Saat sampai, mata saya sudah otomatis fokus pada embung yang yang berwarna kehijauan itu, yap Embung NglanggeranEmbung buatan di Jogjakarta ini berukuran 60mx40m ini pada awalnya dibangun untuk menampung hujan dan airnya difungsikan untuk membantu perkebunan buah milik warga seluas 20 ha. Saat saya berkunjung, ada beberapa spot dalam tahap perbaikan. sayangnya saat saya sampai ke tempat ini, cuacanya sedang mendung.

Terlihat pemandangan nan hijau di sekeliling embung buatan di Jogjakarta ini dan terdapat beberapa gazebo untuk berteduh bagi pengunjung yang datang. 

Gazebo untuk berteduh

Di Embung Nglanggeran ini sedikit berjalan ke arah atas, disediakan dua gardu pandang untuk dapat menikmati dan mengambil photo embung ini secara keseluruhan. Teman-teman yang ingin menikmati sunset bisa mengunjungi tempat ini pada sore hari dan harga tiketnya sedikit berbeda. Yogyakarta memang benar-benar istimewa, tempat wisata di kota ini tak ada habisnya. Terletak di desa yang dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik Se-ASEAN tahun 2016 ini memang betul-betul indah.


Pusat Pengolahan Milik UGM, Pemkab Gunungkidul, dan Litbang Kementan

Di sekitar Embung Nglanggeran, arah pintu keluar terdapat sebuah bangunan megah hasil kerjasama UGM, Pemkab Gunungkidul dan Litbang Kementan. Di tempat ini dilakukan pengolahan beberapa produk yang dihasilkan oleh warga, salh satunya adalah pengolahan kakao dan susu sapi etawa. Teman-teman bisa mampir ke tempat ini untuk dapat melihat pengolahannya.

Pusat Pengolahan Coklat di sekitar Embung Nglanggeran

Dikarenakan tidak ada kendaraan umum, saya sarankan jika ingin berkunjung ke Embung Nglanggeran untuk membawa kendaraan pribadi ya teman-teman. selain itu akan memudahkan teman-teman juga untuk mengunjungi tempat sekitar embung ini.

10 September 2017

Cukup 5 Menit Menuju Gunung Api Purba Nglanggeran

Ada yang pernah mendengar Gunung Api Purba Nglanggeran? yap, lokasinya terletak di salah satu desa terbaik di Asia Tenggara. Salah satu dari tiga desa terbaik itu terletak di Indonesia namanya Desa Wisata Nglanggeran, tepatnya terletak di Patuk, Gunung Kidul. Nama itu sudah tidak asing lagi bagi sebagian banyak orang yang hobby-nya travelling. Dimana embung menjadi salah satu icon-nya. Dapat ditempuh sekitar 1-1,5 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dari pusat kota Yogyakarta. Jalan menuju kesana sudah beraspal dan bagus.

pemandangan dari salah satu puncak Gunung Api Purba
photo taken by Chris

Awal tahun 2017 tempat wisata ini dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik se-Asia Tenggara 2016, menyusul Desa Wisata Dieng Kulon di Banjarnegara dan Desa Wisata Penglipuran di Bali. Ketiga desa ini terpilih oleh Kementrian Pariwisata yang akan dikirim ke Singapore untuk menerima penghargaan Asean CBT Awards. Karena ketiga desa ini telah menerapkan prinsip-prinsip pengelolaannya yang berbasis masyarakat atau dikenal dengan istilah Community Based Tourism (CBT).

Untuk dapat mencapai Gunung Api Purba Nglanggeran, saya berangkat dari jalan Kaliurang sekitar pukul 7.00, sampai di pintu utama kawasan ekowisata Nglanggeran sekitar pukul 08.30. Kami sempat bertemu dengan Pak Sugeng beliau adalah Pengelola Desa Wisata Nglanggeran, beliau menjelaskan beberapa tempat yang dapat dikunjungi. Ada atraksi budaya juga atraksi alam seperti melihat tanaman atau pohon Termas, Kampung Pitu yang terletak di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran, Sumber Mata Air Comberan, Arca tanpa Kepala, Embung Kebun Buah Nglanggeran, dan Air Terjun Njurug Talang Purba dan Kedung Kandang. Bagi teman-teman yang hobby climbing, rafling, trekking atau camping bahkan live in dengan warga desa, Nglanggeran menyediakan fasilitas-fasilitas tersebut. Karena saya hanya punya satu hari, jadi saya tidak sempat mencicipi semua atraksi tersebut.


Pintu masuk utama menuju Gunung Api Purba

Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Gunung Api Purba Nglanggeran. Tempat ini menjadi alternatif bagi yang hobby-nya trekking. Gunung Api Purba ini mempunyai beberapa puncak gunung dan dapat dikunjungi dari beberapa jalur. Waktu itu saya masuk dari jalur Kampung Pitu. Jalan menuju tempat ini sedikit menanjak, sebagian bebatuan dan sebagian lagi bersemen namun cukup lebar. 



beberapa puncak di Gunung Api Purba ini


Kampung Pitu dari atas Gunung Api Purba

salah satu pemandangan di puncak dan rute trekking dari satu puncak ke puncak lainnya

Biaya yang harus dikeluarkan untuk dapat trekking ke Gunung Api Purba Nglanggeran cukup dengan membayar Rp. 15.000,- dari loket masuk kamu dapat berjalan kaki hanya berjarak kurang lebih 5-10 menit, kamu sudah berada di salah satu puncak gunung ini. Atau bisa juga membawa kendaraan roda dua kamu sampai di bawah salah satu puncak gunung ini. Informasinya, tempat ini menjadi salah satu tempat favorit wisatawan untuk berkemah dan memang suasananya sangat nyaman untuk mendirikan tenda. Dari tempat ini juga kita bisa menyaksikan sunrise dan sunset yang menawan.

jalan menuju ke Puncak Gunung Api Purba
photo taken by Chris

jalanan menuju salah satu puncak Gunung Api Purba
photo taken by Chris

Gunung Api Purba Nglanggeran ini memiliki beberapa puncak. Dari atas puncak ini kamu dapat menikmati pemandangan alam desa Nglanggeran yang hijau dan asri. Berjalan sedikit ke puncak satunya lagi, kamu dapat menikmati embung yang menjadi icon desa wisata ini dan desa Kampung Pitu. Meskipun cuacanya agak sedikit panas, namun udaranya sangat sejuk. Kamu bisa bersantai di atas rerumputan pinggir gunung ini tapi hati-hati ya karena bentuknya miring, kamu bisa terjatuh kalau tidak hati-hati.

salah satu pemandangan dari atas puncak Gunung Api Purba


bentuk bebatuan yang ada di Gunung Api Purba

Well, saya tidak bisa berlama-lama disini. Hanya berbekal handphone cekrak-cekrek hanya ambil beberapa photo seadanya, kali ini keindahan alam ini hanya ada di kepala. 

Next time I have to well prepare, biar dapat photo-photo kece yang teman-teman ya ⌣⌣⌣

Popular Posts

Mendaki Puncak Poon Hill di Himalaya

Poon Hill adalah satu dari belasan puncak gunung yang berderet di  Himalaya . Menjadi salah satu puncak gunung yang menjadi incaran banyak ...

Back to Top