Skip to main content

Cukup 5 Menit Menuju Gunung Api Purba Nglanggeran

Ada yang pernah mendengar Gunung Api Purba Nglanggeran? yap, lokasinya terletak di salah satu desa terbaik di Asia Tenggara. Salah satu dari tiga desa terbaik itu terletak di Indonesia namanya Desa Wisata Nglanggeran, tepatnya terletak di Patuk, Gunung Kidul. Nama itu sudah tidak asing lagi bagi sebagian banyak orang yang hobby-nya travelling. Dimana embung menjadi salah satu icon-nya. Dapat ditempuh sekitar 1-1,5 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dari pusat kota Yogyakarta. Jalan menuju kesana sudah beraspal dan bagus.

pemandangan dari salah satu puncak Gunung Api Purba
photo taken by Chris

Awal tahun 2017 tempat wisata ini dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik se-Asia Tenggara 2016, menyusul Desa Wisata Dieng Kulon di Banjarnegara dan Desa Wisata Penglipuran di Bali. Ketiga desa ini terpilih oleh Kementrian Pariwisata yang akan dikirim ke Singapore untuk menerima penghargaan Asean CBT Awards. Karena ketiga desa ini telah menerapkan prinsip-prinsip pengelolaannya yang berbasis masyarakat atau dikenal dengan istilah Community Based Tourism (CBT).

Untuk dapat mencapai Gunung Api Purba Nglanggeran, saya berangkat dari jalan Kaliurang sekitar pukul 7.00, sampai di pintu utama kawasan ekowisata Nglanggeran sekitar pukul 08.30. Kami sempat bertemu dengan Pak Sugeng beliau adalah Pengelola Desa Wisata Nglanggeran, beliau menjelaskan beberapa tempat yang dapat dikunjungi. Ada atraksi budaya juga atraksi alam seperti melihat tanaman atau pohon Termas, Kampung Pitu yang terletak di puncak Gunung Api Purba Nglanggeran, Sumber Mata Air Comberan, Arca tanpa Kepala, Embung Kebun Buah Nglanggeran, dan Air Terjun Njurug Talang Purba dan Kedung Kandang. Bagi teman-teman yang hobby climbing, rafling, trekking atau camping bahkan live in dengan warga desa, Nglanggeran menyediakan fasilitas-fasilitas tersebut. Karena saya hanya punya satu hari, jadi saya tidak sempat mencicipi semua atraksi tersebut.


Pintu masuk utama menuju Gunung Api Purba

Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Gunung Api Purba Nglanggeran. Tempat ini menjadi alternatif bagi yang hobby-nya trekking. Gunung Api Purba ini mempunyai beberapa puncak gunung dan dapat dikunjungi dari beberapa jalur. Waktu itu saya masuk dari jalur Kampung Pitu. Jalan menuju tempat ini sedikit menanjak, sebagian bebatuan dan sebagian lagi bersemen namun cukup lebar. 



beberapa puncak di Gunung Api Purba ini


Kampung Pitu dari atas Gunung Api Purba

salah satu pemandangan di puncak dan rute trekking dari satu puncak ke puncak lainnya

Biaya yang harus dikeluarkan untuk dapat trekking ke Gunung Api Purba Nglanggeran cukup dengan membayar Rp. 15.000,- dari loket masuk kamu dapat berjalan kaki hanya berjarak kurang lebih 5-10 menit, kamu sudah berada di salah satu puncak gunung ini. Atau bisa juga membawa kendaraan roda dua kamu sampai di bawah salah satu puncak gunung ini. Informasinya, tempat ini menjadi salah satu tempat favorit wisatawan untuk berkemah dan memang suasananya sangat nyaman untuk mendirikan tenda. Dari tempat ini juga kita bisa menyaksikan sunrise dan sunset yang menawan.

jalan menuju ke Puncak Gunung Api Purba
photo taken by Chris

jalanan menuju salah satu puncak Gunung Api Purba
photo taken by Chris

Gunung Api Purba Nglanggeran ini memiliki beberapa puncak. Dari atas puncak ini kamu dapat menikmati pemandangan alam desa Nglanggeran yang hijau dan asri. Berjalan sedikit ke puncak satunya lagi, kamu dapat menikmati embung yang menjadi icon desa wisata ini dan desa Kampung Pitu. Meskipun cuacanya agak sedikit panas, namun udaranya sangat sejuk. Kamu bisa bersantai di atas rerumputan pinggir gunung ini tapi hati-hati ya karena bentuknya miring, kamu bisa terjatuh kalau tidak hati-hati.

salah satu pemandangan dari atas puncak Gunung Api Purba


bentuk bebatuan yang ada di Gunung Api Purba

Well, saya tidak bisa berlama-lama disini. Hanya berbekal handphone cekrak-cekrek hanya ambil beberapa photo seadanya, kali ini keindahan alam ini hanya ada di kepala. 

Next time I have to well prepare, biar dapat photo-photo kece yang teman-teman ya ⌣⌣⌣

Comments

  1. Saya baru tahu desa terbaik di Asia tenggara justru ada di Indonesia. Apa karena kearifan lokalnya yang khas? Atau warganya di sana yang selalu menjamu turis dengan sangat baik? Nice article

    ReplyDelete
  2. Wah yang suka wisata alam tempat ini sangat recommended banget. Pasti asyik nih bisa melihat matahari terbit dan terbenam di tempat tersebut. Kalau ada kesempatan saya pengen juga ke sana

    ReplyDelete
  3. waaa senangnyaaa, keren dan cantik banget ya pemandanganyaaa, pengen banget ih liat yang cantik cantik kaya giniii, udah lama nggak liat ijo ijo hiihi

    ReplyDelete
  4. Masya Allah cantiknya .... saya kudet, baru tahu Desa Wisata Nglanggeran ini. Kalau desa yang di Bali itu, sekilas pernah baca. Asyiknya kalau bisa ke tempat indah seperti itu kemudian menikmati sunrise dan sunset.

    ReplyDelete
  5. subhanalloh... makasih loh sudah memanjakan matakuuu hehe. jadi mau mendaki gunung nih..

    ReplyDelete
  6. Tempatnya bagus banget ya ka. Aku jadi kangen mau hiking ke gunung lagi deh.

    ReplyDelete
  7. Cocok buat suamiku yang suka naik gunung deh

    ReplyDelete
  8. waaahhh...jadi kangen Jogja.. 'ga pernah abis tempat yang bisa dikunjungi yah kalo ke jogja.

    makasih infonya mba, bs jadi referensi nih kalau ke jogja lagi

    ReplyDelete
  9. Daerah gunung kidul emang benar-benar menjadi salah satu daerah di jogjakarta yang memiliki keindahan alam seperti di Ngalanggeran. Pantas saja jika sekarang banyak wisatawan mulai melirik daerah tersebut

    ReplyDelete
  10. Perasaan klo liat berita, masyarakat di gunung kidul itu sering dilanda kekeringan. Padahal alamnya kaya & indah yaa... Pemerintah setempat hrsnya lbh giat lg nih menggarap potensi wisata di sana tuk kesejahteraan warganya

    ReplyDelete
  11. Ah saya baru tahu tempat ini. Pemandangannya indah cumah naeknya kayaknya lumayan. Hmmm pasti ada sesuatunya sampai dinobatkan jadi desa terbaiknya. Semoga bisa mampir kesana, amin.

    ReplyDelete
  12. Aku salfok sama gunung blencong, aku bacanya gunung bencong, hehehe. Beneran aku paling suka baca blogger yg mengulas tempat2 wisata. Seperti ingin berada di tempat itu juga.

    ReplyDelete
  13. Masya Allah ternyata di negeri kita tercinta ini menyimpan keindahan yang hakiki, sebuah desa terbaik di Asia Tenggara. Terima kasih infonya ya mbak

    ReplyDelete
  14. Kalo berkunjung ke blognya Kak Mei serasa ikut jalan2 juga deh. Foto2 pemandangannya selalu memesona 🥰

    ReplyDelete
  15. Beneran deh harus hati hari saat di pinggiran gitu. Kalau malam apalagi ya was was tapi emamg pemandangannya cakep

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Gunung Kerinci, Pesona Gunung Tertinggi Di Sumatera

Siapa yang tak mengenal Gunung Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kerinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia. Beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Oktober 2013, pada saat musim cerah.

Gunung Kerinci,yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe strato vulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Makin bikin penasaran niy gunung tertinggi di Sumatera ini.

Hari ke-1 Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha…

Stonehenge Cangkringan, Wisata Millenial di Jogja

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia, apalagi destinasi wisata millenial.

Nah salah satu destinasi wisata millenial yang ada di Jogja adalah Stonehenge Cangkringan, belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris, cocoklah buat tempat wisata millenial.


Untuk menuju Stonehenge Cangkringan, saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum…

Bermain Dengan Ubur-Ubur Jinak di Pulau Derawan

Kepulauan Derawan tidak hanya dikenal di Indonesia saja tetapi juga di mata dunia bahkan berdasarkan informasi dari webnya kaltimprov.go.id tahun 2005 dicalonkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO karena taman bawah lautnya yang sangat mempesona. Kepulauan ini terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Bandara Berau dan Tarakan menjadi titik awal untuk menuju kepulauan ini. Kepulauan Derawan terdiri dari 31 pulau termasuk didalamnya yang sangat terkenal adalah Pulau Derawan (terkenal dengan penyu-penyu besarnya), Pulau Kakaban (terkenal dengan ubur-ubur jinak), Pulau Sangalaki (terkenal dengan Manta Ray) dan Pulau Maratua (terkenal dengan resort-resort bagus seperti di Maldives). Sangat beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Maret 2013 di musim yang sangat cerah.

Saya memutuskan menggunakan jasa travel mengingat biaya untuk sewa boat sangat mahal dan saya mengambil paket selama 4D3N. Saya menggunakan pesawat menuju Bandara Tarakan, dari Bandara Tarakan saya dij…