Looking for My Article

30 July 2020

25 Tips Mendapatkan Tiket Pesawat Murah (Part 1)

Transportasi udara saat ini menjadi alternatif untuk melakukan traveling, selain lebih cepat, harganya juga sudah tidak semahal dulu, karena sudah mulai banyak maskapai yang beroperasi. Persaingan yang terjadi antar maskapai, justru malah sangat menguntungkan bagi travelers. Begitu pula kehadiran aplikasi online pembelian tiket, yang semakin banyak membuat persaingan harga semakin ketat, membuat harga tiket pesawat murah bertebaran dan terjangkau oleh semua kalangan dan dapat disesuaikan dengan budget yang kita punya. Nah, artikel kali ini, saya mau sharing 25 tips mendapatkan tiket pesawat murah.


Awal-awal traveling, saya menjadi salah satu hunter tiket pesawat murah juga loh. Dapet? Dapet dong, sering malah. Pernah loh dapat tiket pesawat ke Makassar murah banget hanya Rp. 5.000-,. Pernah juga ke Bangka Belitung hanya Rp. 50.000-,. Ke Padang hanya 99.000-,. Juga tiket murah ke tempat-tempat lainnya. Penasaran kan bagaimana caranya, kok bisa?. Ok, ini dia 25 tips mendapatkan tiket pesawat murah yang sudah saya lakuin, teman-teman juga bisa lakuin ini loh, biar menekan budget, kan lumayan dokunya bisa dipakai buat yang lain. Yuk, let’s check it out.

1. Manfaatkan Sistem Keanggotaan Maskapai

Jadilah anggota maskapai penerbangan. Saya anggota hampir semua maskapai Indonesia dan beberapa negara luar. Caranya gampang daftar melalui situs mereka. Ada juga yang kartu keanggotaan dikirim ke rumah. Keuntungannya? Kita akan mengetahui lebih dahulu biasanya jika ada promo, dengan menginformasikan melalui email, baik yang khusus member ataupun umum. Biasanya juga ada promo prioritas khusus untuk member. Misalnya Air Asia, mereka punya promo khusus untuk member di jam tertentu dan waktu tertentu. Jangan lupa juga, follow sosmed-nya, karena sekarang maskapai akan lebih banyak update di sosmed mereka seperti di Twitter atau IG, atau Facebook.

Source pict from Canva, edited by writer

2. Program Frequent Flyer (Miles)

Manfaatkan keanggotaan kita dengan mengklaim poin jika setelah melakukan penerbangan. Kumpulkan poinnya dan kalau sudah di angka tertentu, kita bisa tukar deh pointnya dengan tiket pesawat atau bahkan upgrade ke kelas tertentu. Selain dapat ditukar dengan point, menjadi member frequent flyer di grade tertentu, juga mendapatkan prioritas untuk naik pesawat lebih dahulu dan melalui jalur khusus, kita juga ga perlu antri saat mau boarding, bisa masuk ke lounge yang mereka punya, mendapat diskon di merchant tertentu, dan lainnya. Salah satu yang saya punya adalah GFF-nya milik Garuda Indonesia. Jika sudah kelas Silver (minimal 10 kali penerbangan atau tersier tertentu) bisa masuk lounge-nya Garuda, update tiket ke kelas lebih tinggi, bisa merubah tiket yang lebih fleksibel, mendapat jalur prioritas saat check in dan boarding. Lumayankan.

3. Gunakan pesawat Low Cost Carrier (LCC)

Menggunakan pesawat jenis LCC menjadi salah satu alternatif untuk menghemat biaya traveling. Indonesia sendiri punya Citilink yang tahun 2019 berada di urutan ke-20 LCC dengan Awak Kabin Terbaik di dunia versi Skytrax. Ada juga Air Asia milik Malaysia yang menjadi LCC terbaik di dunia tahun 2019, ada Jetstar dan Scoot (dulu Tiger Airways) milik Singapore, Malindo milik Indonesia dan Malaysia, Lion Air milik Indonesia, IndiGo milik India, Peach LCC milik Jepang, atau Air Canada Rouge milik Perancis, dan lainnya. Silakan sebelum mengunjungi negara tujuan, pastikan dahulu mereka mempunyai maskapai LCC atau tidak, jika ya, gunakanlah, biasanya harganya akan jauh lebih murah. Tapi ingat ya, biasanya maskapai kelas LCC ini tidak menyediakan bagasi, jadi hanya kabin saja maksimal 7 kg.



4. Gabung dengan komunitas/group hunter tiket murah

Saya bergabung dengan group WA dan Facebook. Atau bisa juga subscribe komunitas tertentu, biasanya mereka akan selalu mendapatkan informasi lebih awal dan mereka akan share di group gitu, dulu saya juga banyak mendapatkan tiket murah dari group atau komunitas hunter tiket murah gini. Nah seru kan? Tapi tahan diri ya, godaannya banyak. Ke Rusia dapat tiket pp hanya 4 juta, ke prancis hanya 6 juta pp, bikin panas hatilah heheheh, sayang kalau ga belikan, apalagi banyak yang beli, duuuuh kuat-kuatan deh hehehe

5. Gabung komunitas traveler

Nah ini hampir sama dengan nomor 3, bergabung dengan komunitas traveler kita akan banyak terupdate harga tiket-tiket murah loh, saya mengalami sendiri ke Bangka Belitung hanya dengan Rp. 50.000-,. Ke Makassar hanya Rp. 5.000-, dan harga tiket-tiket lainnya. Dari merekalah saya dapat info-info ini. Sekarang yang saya lihat masih pada aktif itu di FB, banyak komunitas ini.

6. Ikut expo tiket pesawat murah

25 tips mendapatkan tiket pesawat murah lainnya adalah, biasanya beberapa bank yang bekerjasama dengan airline akan mengadakan expo setiap tahunnya atau bahkan ada yang sampai beberapa kali dalam setahun mengadakan pameran promo tiket murah ke destinasi atau negara tertentu. Meskipun harus berkorban dengan datang dari malam dan mengantri panjang, tapi dapat tiket hanya 3-4 juta pp ke Jepang dengan pesawat sekelas Japan Airline atau Garuda, relakan?

7. Manfaatkan saat low season

Saya biasanya pergi ke beberapa tempat saat low season, selain destinasi wisata tidak ramai, bandara juga ga terlalu ramai, yang paling penting harga tiket biasanya lebih murah. Misalnya berkunjung ke negara lain pada musim winter, otomatis harga-harga biasanya lebih murah. Hindari berlibur saat long weekend, hari raya besar agama, tahun baru, event besar nasional ataupun dunia, saat liburan sekolah. Harganya pasti ampun-ampunan.

Source pict from Canva, edited by writer



8. Membeli tiket pesawat jauh-jauh hari

Nah ini salah satu cara saya dulu kalau mau dapat tiket murah, belinya jauh-jauh hari pake banget, bahkan ada yang setahun sebelumnya, temanku ada loh yang sampai 2 tahun sebelumnya, anggap aja nabung tiket. Jangan mikirin dulu nanti bisa pergi apa enggak guys, urusan Tuhan itu mah, kita ga ada yang tahu apa yang akan terjadi, planning aja dulu.

9. Beli tiket saat promo

Tips lain dari 25 tips mendapatkan tiket pesawat murah adalah membeli tiket saat promo jelas banget harganya akan lebih murah dibandingkan saat tidak ada promo, jangan lupa jadi member dan subscribe semua maskapai dan aplikasi online penjualan tiket. Lumayankan, saya pernah dapat harga tiket setengahnya loh dari harga normal, bahkan ke Australia dapat 1.2 juta pp loh.
Source pict from Canva, edited by writer


10. Beli tiket pesawat di jam tertentu

Banyak yang orang ga tahu, kalau membeli tiket di jam tertentu juga bisa menghemat biaya traveling loh. Jangan membeli tiket di office hour atau malam hari dimana orang sebelum beristirahat pasti akan buka-buka hp. Saya pernah baca artikel (tapi saya lupa sumbernya) karena jam busy gitu justru malah harga tiket naik. Pengalaman saya memang betul, ketika saya mengecheck harga tiket di office hour dan malam hari justru malah harganya tinggi dan ketika saya cek pagi hari antara pukul 5 – 8 pagi gitu harganya turun dong. Atau di sekitar pukul 14 – 16 itu harganya kembali turun. So, try it my tip ya guys.

Source pict from Canva, edited by writer

11. Bandingkan harga tiket sebelum membeli

Sebelum membeli tiket di satu maskapai atau di satu aplikasi, silakan cek harga di maskapai atau aplikasi lain, bisa jadi harganya lebih murah, yang saya lakukan seperti ini, nanti tinggal pilih deh mana yang harganya lebih murah, tapi pertimbangkan juga soal keamanan kita atau jam keberangkatan ya teman-teman, bisa jadi malah kalau diakumulasi harga tiketnya lebih murah.
Source pict from Canva, edited by writer

Misalnya, saya pernah dapat tiket murah tapi jam 4 pagi, dan saya harus menggunakan taksi. Sementara ada di jam lain lebih mahal sedikit, tapi saya bisa menggunakan damri. Harganya bisa aja sama atau bahkan lebih murah jika ditambah ongkos dari rumah. Jadi jangan cuman lihat harga tiketnya ya. Nah, kalau untuk internasional biasanya saya akan cek di Skyscanner, aplikasi ini akan membandingkan harga tiket dari berbagai maskapai, jadi dalam satu layar kita bisa lihat perbandingan harga tiket dari berbagai maskapai ke satu tujuan.

12. Gunakan promo bank

Nah tips lain dari 25 tips mendapatkan tiket pesawat murah terkait dengan promo bank. Beberapa bank sudah bekerjasama dengan beberapa maskapai penerbangan, dan mereka memberikan promo khusus bagi nasabah bank tersebut, so, jangan lupa sebelum melakukan pembayaran cek terlebih dahulu apakah ada promo bank yang kita miliki.
Source pict from Canva, edited by writer


Disclaimer:

Artikel tentang 25 Tips Mendapatkan Tiket Pesawat Murah semuanya based on pengalaman pribadi ya, jadi bisa saja berbeda dengan pengalaman orang lain. Untuk membuktikannya bisa cobain tipsnya ya.

Nah, buat teman yang punya pengalaman lain bagaimana cara mendapatkan tiket murah lainnya, silahkan tulis di kolom komentar ya.

Hope will be useful for youand happy traveling.

20 July 2020

Perhatikan Ini, Jika Anda Membeli Tiket Pesawat Transit

Saat traveling, membeli tiket penerbangan langsung memang lebih nyaman ketimbang harus membeli tiket pesawat transit, tapi kadang hal ini harus dilakukan karena tidak ada pilihan penerbangan langsung atau dari sisi harga tidak sesuai budget. Tapi ada loh yang sengaja mencari tiket pesawat transit, nah ini sih yang travel junkie lebih memilih ini hehehe. Banyak hal yang harus diperhatikan ketika membeli tiket pesawat transit untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya adalah mengenai prosedur saat transit.



Istilah transit sendiri banyak yang menyebutnya sebagai pindah pesawat, ganti penerbangan atau penerbangan lanjutan (connecting flight), semuanya sama sajaTransit sendiri ada yang menggunakan satu maskapai atau ada juga yang berbeda maskapai.

1. Transit Satu Maskapai

Tidak turun pesawat

Saat tiba di bandara transit, penumpang akan tetap stay di pesawat hanya menunggu penumpang yang turun dan naik saja dari bandara transit. Waktunya juga tidak lama, biasanya hanya 1-2 jam saja. Nah ini pernah saya alami waktu saya dari Bali ke Jakarta, sempat transit di bandara Surabaya.

Turun Pesawat

Penumpang diminta turun pesawat, dan menunggu di ruang boarding tapi tetap menggunakan pesawat yang sama. Kalau kata teman yang di Angkasa Pura, katanya sih biasanya lebih ke proses maintenance pesawatnya dulu sebelum berangkat kembali, sembari menunggu penumpang tambahan. Nah yang ini biasanya tidak perlu lapor ke petugas transit.

Turun pesawat, beda pesawat, maskapai sama

Nah, kalau yang ini penumpang diminta turun pesawat, biasanya lapor ke bagian transit dna check in kembali, karena akan dipindahkan ke pesawat baru, namun masih menggunakan maskapai yang sama. Misalkan masih sama-sama menggunakan Garuda Indonesia dari awal keberangkatan sampai ke bandara tujuan akhir.
Jadi apa saja yang harus diperhatikan ketika membeli tiket pesawat transit.

2.    Beda Maskapai

Nah ini jelas banget ya, kalau kita transit beda pesawat otomatis akan turun pesawat, ambil bagasi (kalau ada), dan check in seperti naik pesawat pertama. Misal tujuan kamu Ke Turki, dari Jakarta menggunakan Qatar Airways, transit di Doha (Dubai), dari Doha - Dubai dilanjutkan menggunakan pesawat Turkish Airlines. Dari Indonesia Naik Nah ini yang butuh waktu lebih panjang jika transit menggunakan maskapai yang berbeda. Apalagi kalau lokasi bandaranya di tempat yang berbeda, kita harus keluar bandara artinya harus antri ke imigrasi masuk dan keluar sebelum pesawat berikutnya.

Pengalaman saya sih seperti ini. Lumayan menguras waktu dan tenaga pastinya. Untuk lebih detail mengenai transit ini bisa dibaca di blog miliknya AirPaz ya.

Jadi apa yang harus diperhatikan, saat kita membeli tiket transit, check it out  di bawah ini:

1. Harga Tiket

Pastikan harga tiket penerbangan langsung memang lebih mahal daripada tiket penerbangan lanjutan, sehingga kamu harus memutuskan penerbangan lanjutan alias transit. Misalkan harganya sampai 2 kali lipat. Jika harganya beda tipis, lebih baik pilih penerbangan langsung. Nah , bagaimana cara mendapatkan tiket murah, kamu bisa baca artikel saya yang berjudul 25 Tips Mendapatkan Tiket Pesawat Murah (Part 1) dan (Part 2).
Source picture: Canva


2. Waktu

Kedua, apa yang harus diperhatikan saat membeli tiket pesawat transit atau penerbangan lanjutan adalah soal waktu. Perhatikan jeda waktu transit, beri jeda panjang dari pesawat satu ke waktu pesawat berikutnya, jangan terlalu mepet.
Pengalaman saya, pernah membeli tiket pesawat transit, jeda waktu landing ke penerbangan berikutnya hanya 4 jam, dan itu keburu-buru gitu. Mepet banget karena harus antri imigrasi, ambil bagasi, check in pesawat lanjutan, belum lagi kalau terminal mereka berjauhan, belum lagi kalau pesawat sebelumnya terlambat. Repot banget deh. So, beri jeda panjang, saat kamu hendak membeli tiket sambungan ya, setidaknya 5 jam.

Source picture: Canva
Edited by writer

3. Tempat transit

Tips lainnya tentang yang harus diperhatikan saat membeli tiket pesawat transit  adalah perhatikan kota atau negara tempat transit apakah termasuk kota atau negara hub atau bukan. Misalkan kalau di Indonesia adalah Jakarta, bandara Soekarno Hatta merupakan bandara paling sibuk, karena berada di pusat pemerintahan, otomatis bandara ini akan selalu ramai dengan kegiatan perpindahan orang. Atau semisal Malaysia dan Singapore, kedua negara ini menjadi negara transit yang paling sibuk di Asia. Saya mengantri di imigrasi pagi hari dan hari biasa saja memakan waktu 2 jam lebih. So, jangan lupa cek bandara tempat kita transit kondisinya seperti apa.

4. Bandara Transit
Pengalaman saya, pernah menggunakan bandara transit dengan ketibaan di KLIA Terminal 1, ternyata bandara keberangkatan berikutnya berbeda yaitu di KLIA Terminal 2 dan butuh waktu sekitar 40 menit menuju ke sana. Waktu itu saya hanya punya waktu 2,5 jam ke jam penerbangan berikutnya. Semisal landing di Soekarno Hatta dan berangkat lagi dari Halim, nah loh, bisa gagal terbang kan. Masih mending kalau misalkan Terminal 1 ke Terminal 2 atau 3 kan tapi tetap lumayan memakan waktu juga kan?.
So, cek dengan benar dan browsing, bandara landing dengan bandara berikutnya sama atau berdekatan. Jika berjauhan, better ubah niat kamu membeli tiket transit atau cari yang jeda waktunya panjang.

5. Bagasi

Apakah kamu membawa bagasi saat bepergian? Ini wajib diperhatikan saat kamu hendak bepergian dengan pesawat sambungan atau penerbangan transit. Ada kejadian, saya lihat ada orang yang komplain bagasinya hilang, ternyata masuk ke pesawat tujuan lain, jadi saat tiba di bandara transit, bagasinya tidak ada, nah repotkan. Sebisa mungkin tidak ada bagasi. Jika kamu tetap membawa bagasi, pastikan bagasi kamu masuk ke pesawat yang kamu tuju, koordinasikan dengan petugas agar dia memonitoring petugas bagasi memasukan bagasi kita sesuai tujuan kita. Satu lagi jangan simpan barang penting di bagasi ya.

Source picture: Canva

6. Antrian imigrasi
Ini masih berkaitan dengan bandara di kota atau negara hub. Perhatikan kamu transit di kota atau negara mana, hal ini akan sangat berpengaruh terhadap lama atau tidaknya antrian imigrasi. Jika transit di kota atau negara sibuk, sudah bisa dipastikan 24 jam antriannya akan memakan waktu lebih panjang. Jadi, perhatikan ini, jika anda membeli tiket pesawat transit.

7. Perhatikan kesehatan

Tips lain mengenai apa yang harus diperhatikan saat membeli tiket pesawat transit  adalah soal kesehatan. Hal ini kadang suka luput dari perhatian atau bahkan tidak terpikirkan sama sekali, demi mengejar tiket murah, kamu mengabaikan kesehatan. Perjalanan udara membuat tubuh kita lebih cepat lelah, so perhatikan kesehatan kamu, karena berpindah dari pesawat satu ke pesawat lain cukup menguras tenaga kita. Pastikan fit ya badannya.

8. Ambil waktu transit paling lama

Nah, ini sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Kalau kamu yang hobby traveling, justru long layover flight alias transit dengan waktu yang cukup lama menjadi kesempatan emas buat kamu. Teman-teman traveling saya, justru memanfaatkan penerbangan sebagai momentum emas buat jalan-jalan di negara transit. Ambil masa transit paling lama, dan manfaatkan selama masa tunggu ke pesawat berikutnya untuk berkeliling di kota atau negara tersebut.

Misalkan penerbangan ke Turki transit lewat Dubai atau Doha, ambillah paling lama, kamu bisa tuh ngabisin waktu transit kamu mengelilingi sekitar Dubai atau Doha, ya one day trip  gitu deh. Tapi ada yang harus diperhatikan soal visa, saat kamu menjadi turis transit, ada yang mewajibkan mendaftar visa ada juga yang tidak, cek aturan pembuatan visa di negara kamu transit ya.

9. Proses transit

Perhatikan proses transit, ada yang mengharuskan kamu keluar gate terlebih dahulu, ada juga yang tidak, ini sangat penting untuk diketahui karena akan berkaitan dengan waktu. Jika transit anda dengan pesawat berbeda otomatis ini akan melakukan check in ulang.

10. Bawa ‘teman setia’

Jika masa tunggu kamu lumayan panjang namun tidak cukup untuk berkeliling sekitar kota atau negara transit, jangan lupa bawa teman setia kamu, bawa cemilan kecil, buku, atau alat pemutar musik yang bakal nemenin kamu selama menunggu pesawat lanjutan. Atau kamu bisa menyambungkan internet ke wifi bandara.

Source picture: Canva

Nah, kurang lebih itu dia tips dari saya tentang apa yang harus diperhatikan saat membeli tiket penerbangan transit. Semoga bermanfaat.

Tapi saran saya, jika memang harga tiket penerbangan langsung (direct flight) harganya beda tipis dengan penerbangan transit, lebih baik pilih penerbangan langsung saja, selain menghemat waktu dan tenaga, tidak ribet dengan harus check in berkali-kali apalagi jika membawa anak kecil, memindah bagasi jika membawa bagasi dan juga berpotensi resiko kehilangan bagasi apalagi terminalnya berjauhan, bandara yang luas dengan gate yang banyak berpotensi membuat kamu kesasar apalagi baru pertama kali, belum lagi pengecekan keamanan, dan hal lain di luar kontrol kita dan yang paling penting adalah meminimalkan resiko ketinggalan penerbangan. Gak mau kan kita harus mengeluarkan uang lagi?

Jika ada tips lainnya dari teman-teman, silakan tulis di kolom komentar.

10 July 2020

Voluntourism Bersama RuBI di Hari Guru Nasional

Voluntourism Bersama RuBI

Bulan Oktober 2019, saya mendapatkan 2 berita yang membahagiakan. Pertama saya lolos konferensi nasional di Universitas Negeri Jember sekaligus terpilih menjadi 1 dari 10 peserta yang diundang sebagai pembicara dalam konferensi tersebut. Berita baik kedua, saya juga lolos dalam kegiatan volunteer yang diadakan oleh RuBI (Ruang Berbagi Ilmu). dua-duanya sama-sama harus menyiapkan materi dan waktunya berurutan, sementara lokasinya yang satu di Jember yang satu di Bali. Sempat kewalahan juga, siapin materi buat konferensi dan materi untuk kegiatan relawan. But thank to God, everything was good. Serunya, ini pertama kalinya voluntourism yang diatur oleh sebuah komunitas, biasanya sendiri kan.

Voluntourism Bersama RuBI

Bulan September 2019, saya cari-cari kegiatan volunteering, nemulah pembukaan education volunteering yang diadakan oleh RuBI (Ruang Berbagi Ilmu). Dari namanya sendiri sudah jelas ya, kalau komunitas ini volunteering dalam bidang pendidikan. Pendaftarannya waktu itu via online. Daftarnya cukup mudah, mengisi data pribadi, memilih lokasi volunteering, kebetulan waktu itu dibuka relawan untuk daerah Bali, Aceh Singkil, Jember, Lombok Utara, serta Kepulauan Sula. Saya memutuskan memilih Bali tepatnya di Karangasem. Selain itu pendaftar wajib memilih bidang apa yang mau kita ambil, ada team Narasumber (Motivasi Guru, MBS, dan K13) dan team Dokumentasi. Syarat lain yang harus dipenuhi adalah menjawab pertanyaan berupa essay. Ternyata penilaiannya besar di essay, so kalau ada teman-teman yang mau ikut volunteering di RuBI, bagusin essay-nya.


picture taken by tim dokumentasi


Pendaftaran Voluntourism

Pengumuman tiba, saya lolos menjadi salah satu relawan RuBI di Bali. Semua peserta yang lolos, masuk dalam group WA dan tadaaaaa saya baru tahu kalau ternyata RuBI itu bukan untuk mengajar anak-anak, tetapi sharing knowledge dan spirit dengan para gurunya dan kebetulan waktu itu saya mengambil bidang Motivasi Guru (Motgur). Shock? Definitely. Why? Karena Motivasi Guru (motgur) masuk dalam kategori narasumber (narsum) yang menjadi ujung tombak kegiatan tersebut. Output sharing ini diharapkan dapat memotivasi guru-guru dalam mengajar, sharing bagaimana mendorong kreativitas mereka di tengah keterbatasan, termasuk memberikan masukan bagaimana mereka improve knowledge mereka sendiri. Wagelaseh ya, saya aja masih butuh motivasi, apalagi motivasi cinta, ups curhat.

Oh ya, selain narsum dan team dokumentasi, group wa tersebut juga berisi panitia lokal (panlok), dan panitia dari pusat yang memberikan arahan untuk kegiatan tersebut. Karena kami dari berbagai kota di Indonesia, kami membahas materi dan persiapan untuk kegiatan melalui wa group, kadang ada meet up  gitu untuk group kecil yang lokasinya berdekatan.

picture taken by tim dokumentasi


Berangkat ke Bali

Karena memang acaranya bersamaan dengan konferensi di Jember, maka saya berangkat dari Jember. Selesai presentasi, saya langsung izin panitia untuk izin pulang cepat dan lanjut ke Bali. Naik travel, satu-satunya cara supaya saya bisa mengejar sampai subuh di Bali. Pesawat tidak ada sore hari dari Jember.


God is Good, subuh saya sudah sampai Bali dengan lancar, dan dijemput Ka Arni salah satu Panlok Bali yang superb banget, istirahat sebentar dikamarnya yang nyaman. Siangnya kami bertemu dengan teman-teman relawan yang baru sampai dari Jakarta di bandara Ngurah Rai. Sempat khawatir gak bisa mingling sama mereka (padahal udah biasa solo traveling, mungkin karena ini volunteering pertama saya yang terorganisir, biasanya kalau mau voluntourism kan sendiri). Ternyata orangnya asik-asik semua, bahkan sampai sekarang almost setahun kita masih keep contact via group dan chat bisa ribuan dalam sehari dengan mereka dengan pembahasan dari serius sampai ambyar. Kami berasal dari berbagai profesi, ada dokter perawat, bidan, dosen, pengusaha muda, guru, penulis, kepala sekolah, ASN, mahasiswa S2 bidang pustakawan, pelari, eksekutif muda, entertainer, dan termuda adalah mahasiswa S1 yang berprestasi. Saya bisa banyak belajar juga dari mereka, karena mereka juga sudah berpengalaman dalam education volunteering ini. 

picture taken by Kak Tody

Kami lanjut perjalanan ke Karangasem dan tiba sore hari, langsung koordinasi dengan perwakilan panitia di sana. Oh ya kelompok motgur hanya ada 4 orang, dengan semangat kami gladi resik materi untuk esok hari sampai pukul 2 malam. Saya masih lanjut di penginapan sampai pukul 4, padahal pukul 7 acara sudah harus dimulai. Thanks so much dear, Kak Danang, Kak Echi, dan Kak Tatas untuk semua bantuan dan semangatnya.


Hari H, Deg-degan ga sih?

Hari H, guru-guru dibagi menjadi 4 kelas, dan kami team motgur masing-masing memegang satu kelas. Deg-degan? Voluntourism kali ini degdegan pakai banget, bagaimana tidak, saya sok-sok-an mau kasih motivasi guru yang sudah puluhan tahun mengajar hahahaha. Ok, untuk membuat diri saya semangat, saya bilang ke diri sendiri, saya coba luruskan pikiran saya jika saya sama sekali tidak berniat menggurui mereka, tentunya mereka secara pengalaman dan pengetahuan jauh di atas saya, tapi mungkin saya ada sedikit pengalaman yang bisa dibagi yang mudah-mudahan bisa menjadi motivasi para guru hebat tersebut untuk lebih bersemangat.

picture taken by tim dokumentasi

picture taken by tim dokumentasi

Finally, semua berjalan dengan lancar, engaging-nya mulai dapat setelah beberapa menit dimulai, meski saya masih cenderung kaku hahahahah. Hampir 3 jam saya give and take sharing dengan bapak ibu guru. Semuanya menyenangkan, saya malah banyak belajar dari bapak ibu guru di sini, bagaimana mereka sabar mengajari anak-anak belajar.

picture taken by  tim dokumentasi


picture taken by  Koko Tody

Dua hari kami melakukan kegiatan volunteering ini, dan kami bergantian memberikan sharing dengan teman-teman lain. Sangat menyenangkan, banyak hal yang bisa dipetik dari kegiatan ini. Selain menambah teman, bisa jalan-jalan keliling Bali, dan yang paling penting, kegiatan ini membuat soft skill dan hard skill saya meningkat. Jiwa leadership dan mandiri saya berasa meningkat. Rasa takut perlahan terkikis, semangat berbagi semakin besar, dan rasanya selalu happy, jika saya selesai melakukan kebaikan seperti ini. Merasa makin menemukan arti hidup dan berbagi itu indah.

picture taken by tim dokumentasi

Hari kedua, kami selesai dan pamit dengan semua peserta dan anak-anak yang sekolah di Karangasem, sedih banget, berasa sudah sangat dekat dengan mereka, padahal baru 2 hari loh, mungkin ini yang namanya, sehati ya. Oh ya, selang kegiatan ini, beberapa hari sebelumnya adalah Hari Guru Nasional Indonesia, tanggal 25 November. Kegiatan ini juga didedikasikan untuk para GURU HEBAT di Indonesia.

Pemandangan Gunung Agung di belakang sekolah

Sampai jumpa lagi Bapak Ibu Guru Hebat, jasamu abadi, tak pernah lekang oleh masa, tak ternilai dengan harta, tak terukur dengan ucap syukur dan terima kasih. Semoga guru-guru di Indonesia mendapatkan kelayakan dan kesejahteraan dalam hidupnya.


Bapak Ibu Guru Kelas 1-3picture taken by  tim dokumentasi

Terima kasih untuk team Karangasem yang selalu awesome, Kak Wulan, Kak Zainab, Kak Arni, Kak Ode, Kak Usop, Ka Dans, Kak James, Kak Yunita, Kak Echi, Kak Tatas, Kak Danang, Kak Chika, Dede Ichan, Kak Pipit, Kak Mita, Kak Monik, Kak Ipeh, Kak Ram, Kak Josep, Kak Aad, Kak Winda, Kak Dina, Kak Pia, dan Koko Tody. Kalian luar biasa. Terima kasih juga untuk RuBI sudah membuat kegiatan bermanfaat ini, jaya selalu. Teruslah berbagi ilmu.

team RuBI dan Guru Karangasem
picture taken by  tim dokumentasi

Selamat HARI GURU NASIONAL, untuk semua guru di Indonesia.
Sampai ketemu di voluntourism berikutnya.

01 July 2020

Hutan Mangrove Tarakan di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB)


Hutan Mangrove Tarakan saat ini menjadi salah satu destinasi wisata yang terkenal di provinsi termuda di Indonesia, yap, Kalimantan Utara, tepatnya di Kota Tarakan. Selain terkenal dengan mangrove-nya, hutan ini juga dihuni oleh Bekantan atau dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan nama Nasalis Larvatus, banyak juga menyebutnya dengan istilah Monyet Belanda atau Kera Belanda yang merupakan salah satu spesies endemik di hutan Kalimantan ini. Dan juga menjadi salah satu daya tarik wisata di tempat ini. Hewan yang memiliki hidung panjang ini merupakan hewan khas Kalimantan Selatan. Bekantan yang hampir mengalami kepunahan, mulai dilindungi oleh pemerintah Indonesia dan juga dunia.


Welcome to Hutan Mangrove Tarakan

Tempat wisata Hutan Mangrove Tarakan dan Bekantan yang keberadaannya mulai punah ini terletak di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB) Tarakan, Kalimantan Utara. KKMB yang didirikan tahun 2001 oleh pemerintah Tarakan tujuan awalnya adalah untuk melindungi hutan bakau dan bekantan, kemudian berkembang menjadi destinasi wisata yang dibuka untuk umum. Di kawasan konservasi ini tumbuh berbagai pohon bakau dan beberapa tumbuhan lainnya serta beberapa satwa yang sering dijadikan sebagai lokasi penelitian dan Bekantan menjadi salah satu objek yang diteliti.




Baca juga: Tanjung Puting: Surganya Orang Utan Di Kalimantan



Saat masuk ke hutan mangrove Tarakan yang luasnya mencapai 21 ha ini, suasana alam yang segar dan hijau sangat terasa mulai dari pintu masuk. Selain menjadi destinasi wisata, hutan yang menjadi paru-paru Tarakan ini juga berfungsi sebagai pelindung kota dari abrasi air laut, sehingga keberadaannya benar-benar dijaga oleh pemerintah setempat sesuai dengan tujuan awalnya. Saat masuk kawasan wisata ini di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB), teman-teman akan melihat patung bekantan yang beratnya bisa mencapai 24 kg ini di depan pintu masuk sebagai ikon di kawasan wisata ini. Pemerintah juga melakukan kerjasama dengan beberapa pihak swasta untuk menjaga kelestarian hutan ini.




Lokasi Hutan Mangrove Tarakan
Lokasinya terletak di Jalan Gajah Mada bersebelahan dengan Pasar Gusher, salah satu pusat ekonomi di provinsi ini. Tepatnya di Jalan Gajah Mada, Tarakan, Kalimantan Utara.



Jam Berkunjung Hutan Mangrove Tarakan

Jam buka: 09.00 s/d 17.00.
Jam feeding: 09.00 – 10.00 dan 15.00 – 16.00

Harga Tiket Masuk (HTM)

HTM dewasa dan anak-anak (tahun 2013) adalah Rp. 3000-,.
Update terbaru tahun 2020 adalah Rp. 5.000-,.

Apa saja yang bisa dilakukan di Hutan Mangrove Tarakan

Bekantan

Atraksi utama dari tempat wisata ini adalah melihat bekantan, yaitu si monyet berhidung merah nan panjang. Biasanya mereka akan bergelantungan di pohon-pohon, hanya akan turun saat feeding.




Bekantan atau Monyet Belanda 

Feeding Bekantan

Feeding adalah proses pemberian makanan ke bekantan-bekantan yang ada di kawasa konservasi ini. Feeding hanya dilakukan di jam tertentu yaitu jam 09.00 – 10.00 dan sore hari pukul 15.00 -16.00. Maka jika teman-teman ingin melihat monyet-monyet merah ini saat feeding, berkunjunglah pada jam tersebut.

Hutan mangrove

Atraksi kedua yang menarik di kawasan konservasi ini adalah hutan mangrovenya, jadi sepanjang kawasan ini banyak sekali mangrove-mangrove yang cocok buat dijadikan spot foto juga.




Kawasan Bakau

Fauna Flora

Saat saya berkunjung ke tempat ini, saya juga menemukan beberapa burung-burung cantik yang dilindungi dalam sebuah kandang, dan ada satu lokasi yang sedang ditanami beberapa tanaman. Mungkin sekarang sudah banyak flora atau fauna lainnya.




Tips berkunjung ke Hutan Mangrove Tarakan di Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (KKMB)

1. Berkunjunglah pada hari biasa karena weekend tempat ini cukup ramai.
2. Berkunjung di jam feeding jika hendak melihat monyet-monyet ini dengan jarak dekat.
3. Bawalah kamera yang berlensa tele, jika hendak memotret monyet-monyet ini, karena mereka berada di atas pohon tinggi-tinggi.
4. Berkunjung dengan tenang, karena suara kencang atau teriakan akan mengganggu ketenangan mereka.
5. Anak-anak atau dewasa dapat berkunjung ke hutan mangrove ini.

Popular Posts

Mendaki Puncak Poon Hill di Himalaya

Poon Hill adalah satu dari belasan puncak gunung yang berderet di  Himalaya . Menjadi salah satu puncak gunung yang menjadi incaran banyak ...

Back to Top