Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2017

Gunung Tambora, Gunung dengan Sejuta Pesona (Part Terakhir)

Hari ke-6 Pukul 06.55 tanpa sarapan karena kehabisan air kami melanjutkan perjalanan ke pos 3 ternyata tidak jauh hanya sekitar 20 menit dengan jalanan yang mulai datar namun memang dipenuhi dengan pohon-pohon dan rumput-rumput yang tinggi. Kami lanjutkan menuju pos 2. Kami sudah hampir meninggalkan puncak Gunung Tambora.

Jalur menuju pos 2 ini sudah mulai sedikit terang, pohon sudah tidak terlalu tinggi, tetapi rumputnya masih cukup tinggi dan agak sedikit licin, banyak pohon yang tumbang dan sudah berlumut, sehingga kami harus berhati-hati untuk melangkah. Dengan semangat kami lanjutkan menuju pos 1.

Pukul 12.00 kami berhenti untuk beristirahat diantara pos 2 dan pos 1, karena lokasinya mendekati sumber mata air. Di tempat ini kami memasak sebagai pengganti sarapan dan sekaligus makan siang.
Pukul 13.00cuaca mulai mendung dan sedikit gerimis. Perjalanan menuju pos ini, kami berjalan beriringan untuk menghindari tersesat, karena jalur tidak cukup jelas. Kami sempat kesasar, karena tanda…

Gunung Tambora, Gunung dengan Sejuta Pesona (Part 3)

Hari ke-5 Pukul 7.30 kami mulai melanjutkan perjalanan menuju puncak Gunung Tambora. Pukul 8.30 kami sampai di pertigaan menuju Doropeti. Sebagai informasi perjalanan kami lintas jalur, naik dari Pancasila dan turun lewat Doropeti. Di pertigaan itu kami menyimpan barang-barang kami agar tidak terlalu berat saat menuju puncak.


Kurang lebih sekitar 15 menit dari pertigaan untuk menuju puncak Gunung Tambora. Beruntung matahari sangat cerah saat kami tiba di puncak. Setelah puas mengabadikan moment-moment indah dengan berphoto, kami melanjutkan perjalanan untuk turun ke Pos 4 lintas jalur ke Doropeti.




Sepanjang perjalanan menuju Pos 4 jalur Doropeti kami melewati kaldera yang selama ini menjadi perbincangan banyak orang di dunia, akhirnya saya melihat dengan mata kepala saya sendiri kawah seluas 8 km ini, mempunyai daya tarik tersendiri. Kalau Bromo punya lautan pasir berbisik, Gunung Tambora punya lautan pasir bergolak. Kenapa karena sepanjang kami melewati kaldera ini, kami selalu mendenga…

Gunung Tambora, Gunung dengan Sejuta Pesona (Part 2)

Hari ke-3 Setelah packing, sarapan dan check semua kebutuhan, pukul 07.50 kami berangkat dari Desa Pancasila untuk menuju Gunung Tambora. Untuk menghemat waktu kami berangkat menggunakan motor menuju pintu rimba dengan membayar Rp 50.000 per orang, teman-teman juga bisa membayar Rp 75.000 sampai ke pintu pertengahan dan Rp 100.000 sampai ke Pos 1. Jalanannya sangat licin karena turun hujan beberapa hari sebelumnya. Selain itu jalanannya offroad, karena saya takut jatuh saya memilih untuk berjalan kaki melewati beberapa spot jalanan licin, berlubang dan miring. Dua puluh menit kemudian kami sampai di Pintu Rimba.





Dari Pintu Rimba sekitar pukul 08.30 kami melanjutkan perjalanan menuju ke Pos 1 yang mempunyai ketinggian 1.050 mdpl. Kami berjalan dengan cukup santai, dan kami tiba di Pos 1 pukul 11.45. Di pos ini kami sempat berhenti untuk makan dan sholat.



Pukul 13.00 kami melanjutkan perjalanan menuju Pos 2, masih sama kami berjalan dengan santai namun tanpa berhenti, kami tiba pukul 14.50…

Gunung Tambora, Gunung dengan Sejuta Pesona (Part 1)

Siapa yang tidak ingin menginjakan kakinya di Gunung Tambora, gunung yang mendunia dengan sejuta pesonanya. Sebelum terjadinya ledakan pada 1815 Gunung Tambora termasuk dalam gunung tertinggi kedua dalam Seven Summit Indonesia. Ledakan setinggi 43 km itu mengikis ketinggiannya dari dari 4.200 mdpl menjadi 2.700 mdpl dan asapnya menyebar hingga ke Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Maluku. Ledakan itu menciptakan kaldera sedalam 1.1 km yang berdiameter 6.2 km.



Bertepatan dengan 200 tahun pasca ledakan, 11  April 2015, pemerintah meresmikan Gunung Tambora sebagai salah satu kawasan Taman Nasional di Indonesia dan menjadikan event Festival Pesona Tambora sebagai event tahunan yang diresmikan oleh Kementerian Pariwisata. 

Pesona kalderanya menjadikan gunung ini sebagai salah satu bucket list  gunung bagi pecinta gunung. Termasuk saya, namun agak kesulitan mencari teman seperjalanan. Sampai akhirnya saya tanya ke Om Mawardi, salah satu senior urusan gunung, ternyata Om Maw berencana kesana, ak…