Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Segelas Green Tea di Honje Mangkubumi

Jalan-jalan ke Jogja belum lengkap kalau gak mencoba nongkrong di cafe-cafe kece dan biasanya salah satu itenary temen-temen saya dari luar kota kalau ke Jogja pasti minta diantar ke cafe.


Salah satu cafe yang pernah saya kunjungi adalah Honje Mangkubumi. Beralamat di Jl. Margo Utomo No. 125, Kota Yogyakarta. Lokasinya sangat strategis persis dengan Tugu. Berada di lantai 2 dengan ruangan yang terbuka sehingga bisa menikmati keramaian dan dimanjakan dengan salah satu iconnya milik Jogja, yap Tugu, kita bisa menikmati suasana malam di Tugu secara langsung. Oh ya jangan lupa jam bukanya mulai dari pukul 11 - 23 setiap harinya.

pintu masuk lantai 1, satu gedung dengan Dowa
Menu yang ditawarkan di cafe yang instagramable ini cukup beranekaragam, mulai dari makanan berat sampai makanan ringan dan beberapa minuman hangat dan dingin.
Pertama kali ke sini nemenin neng cantik dari Jakarta, neng Oka buat ngobrol santai. Buat kami berdua tempatnya cukup nyaman dan makanan dan minumannyapun cocok di …

Gumuk Pasir Parangkusumo, Olahraga Sandboarding di Negeri Tropis

Pertama kali mendengar nama Gumuk Pasir Parangkusumo, saya langsung membayangkan sebuah olahraga sandboarding yang banyak orang lakukan di Australia atau Afrika sana. Yap, ternyata Indonesia mempunyai potensi untuk olahraga itu di Gumuk Pasir Parangkusumo ini.


Gumuk Pasir Parangkusumo terkenal sejak fakultas Geografi dari UGM melakukan penelitian di tempat ini. Proses pembentukan gumuk ini cukup unik. Gundukan pasir ini terbentuk dari hasil erupsi Gunung Merapi yang endapannya dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara ke Pantai Selatan, antara lain Sungai Opak dan Sungai Progo.


Gumuk Pasir Parangkusumo, ini merupakan jenis pasir sabit (Barchan Dune) satu-satunya di negara Indonesia bahkan Asia Tenggara, dengan ketinggian 5-15 meter. 

Pasir tipe ini seharusnya terbentuk hanya di daerah beriklim kering, namun ternyata ada di Yogyakarta yang beriklim tropis basah dan cocok untuk digunakan sebagai tempat olahraga sandboarding.
Konon katanya tempat seperti ini hanya ada di Meksiko dan Yogyakarta…

Menikmati Alam Bawah Laut di Umbul Ponggok

Seperti biasa perjalanan kali ini unplan lagi. Berangkat pukul 7.00 WIB dengan menggunakan kendaraan roda empat bersama lima teman saya Rendy, Chris, Icha dan Cicit. Perjalanan memakan waktu kurang lebih dua jam, karena kami mampir ke beberapa tempat terlebih dahulu dan sempat salah memilih jalan. Kita berencana lihat alam bawah laut di Umbul Ponggok.
At the end, we have arrived at this place at 9 am. Cuacanya sudah tak bersahabat lagi, terasa panas membakar kulit. Bagi yang membawa kendaraan roda empat sebaiknya teman-teman datang lebih pagi, karena area parkirnya cukup sempit. Setelah memarkir mobil, kami mengantri untuk membeli tiket. Harga tiket Rp 15.000,00 per orang dan free sebungkus snack tradisional bisa dimakan bisa juga untuk ikan.

Umbul Ponggok merupakan salah satu destinasi wisata yang terletak di Klaten. Sebuah keindahan alam bawah laut buatan yang menjadi daya tarik tersendiri, dengan ukuran 50 x 25 m dan kedalaman 1,5 – 2,6 m dipenuhi dengan berbagai jenis ikan yang berw…

Kampung Pitu, Kampung Adat Di Desa Wisata Nglanggeran

Turun dari Gunung Api Purba kami lanjutkan dan mencari-cari lokasi kampung ini. Tidak ada papan petunjuk menuju kampung ini, saya bersama teman sedikit kebingungan, hanya menebak-nebak saat menemukan jalan setapak, kami ikuti jalan tersebut, dan ternyata benar jalan itu merupakan jalan menuju Kampung Pitu. Di kalangan wisatawan mungkinkampung adat di Desa Wisata Nglanggeran ini belum begitu dikenal.
Pertama kali memasuki kampung ini, seperti tidak ada kehidupan. Jarak rumah satu dengan lainnya berjauhan, suasananya sepi, kami hanya melihat beberapa ekor binatang yang hidup di kampung ini. Rasa penasaran membawa saya terus bergerak melewati pematang sawah yang ternyata jalan itu menuju ke sebuah sumur yang dianggap sakral oleh warga Kampung Pitu.





Dari kejauhan saya melihat rumah yang hanya beberapa atap saja. Saya mulai yakin inilah Kampung Pitu, Kampung Adat di Desa Wisata Nglanggeran itu. Setelah mendekat kemudian saya melihat seorang perempuan yang sudah berusia lanjut. Beliau terseny…

Jelajah Wisata Di Lereng Merapi Yogyakarta

Lereng Merapi, dua kata itu mengingatkan saya pada film kolosal waktu saya masih duduk di bangku sekolah. Waktu itu saya tidak pernah membayangkan, jika saya dapat mengunjungi tempat ini, bahkan ini untuk kesekian kalinya.
Jelajah Wisata Lereng Di Merapi Yogyakarta, merupakan event rutin yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman ini cukup menarik banyak peserta tidak hanya dari Yogyakarta bahkan dari banyak kota besar di Indonesia. Sekitar 1.000 peserta dari berbagai usia berpartisipasi dalam event ini yang dikemas dalam bentuk sport tourism. Wisata trekking sepanjang 7 km ini disuguhkan untuk menikmati keindahan pemandangan alam, flora dan fauna yang ada di Lereng Merapi Yogyakarta seperti Anggrek Vanda Tricolor, Dendroblum Mutabile dan juga berbagai jenis bambu.

Di hari H, saya berangkat bersama teman dengan menggunakan roda dua. Perjalanan seharusnya ditempuh sekitar 30-45 menit dari kota Yogyakarta. Acara Jelajah Wisata Lereng Di Merapi Yogyakarta dimulai pukul 07.00 – 11…

Coklat Enak di Griya Coklat Nglanggeran

Berbicara pesona Desa Wisata Nglanggeran, memang tiada habisnya. Desa Wisata yang menang dalam penghargaan ISTA 2017 kategori Ekonomi ini masih menyisakan banyak tempat yang wajib dikunjungi. Setelah Gunung Api Purba, Kampung Pitu dan Embung Nglanggeran, berikutnya bagi anda pecinta coklat enak dapat mengunjungi Griya Coklat Nglanggeran yang diresmikan langsung oleh orang nomor satu di Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 2 Desember 2016.





Griya Coklat Nglanggeran yang merupakan home industry ini berdiri dari hasil kerjasama masyarakat Desa Nglanggeran dengan LIPI dan BI. Coklat enak ini diproduksi menjadi berbagai olahan makanan dan minuman siap saji dengan berbagai variasi. 


Di Griya Coklat Nglanggeran ini juga tersedia seperti serbuk coklat yang siap seduh, olahan makanan seperti dodol, pisang yang disalut dengan coklat dan lainnya, bagi penikmat coklat disini juga disediakan olahan coklat batangan yang sudah dikemas dengan cantik yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh.




Selain…

Embung Nglanggeran, Embung Buatan di Jogjakarta

Selepas dari dari Kampung Pitu, saya melanjutkan perjalanan ke salah satu ikon Nglanggeran yang saat ini gambarnya banyak menghiasi sosial media, yap namanya Embung Nglanggeran. Perjalanan ditempuh sekitar 15-20 menit dari Kampung Pitu. Melewati pemandangan indah Gunung Api Purba, jalannya pun sudah cukup bagus beraspal, hanya saja sebagian masih dalam tahap perbaikan. Untuk dapat masuk ke embung buatan di Jogjakarta ini, wisatawan cukup membayar retribusi Rp 10.000,00 per orang ditambah parkir motor Rp 2.000,00 per motor, teman-teman sudah dapat menikmati pemandangan embung yang diresmikan pada Februari 2013 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X ini dan juga wisata disekitarnya. Peresmian dilakukan oleh seorang sultan Yogyakarta mempunyai pengaruh besar terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke tempat ini.



Salah satu hospitality yang di dapat di embung buatan di Jogjakarta ini disediakan area parkir yang cukup luas untuk kendaraan roda dua dan empat atau bahkan untuk bus. Karena letaknya di …