Skip to main content

Segelas Green Tea di Honje Mangkubumi


Jalan-jalan ke Jogja belum lengkap kalau gak mencoba nongkrong di cafe-cafe kece dan biasanya salah satu iten temen-temen saya dari luar kota kalau ke Jogja pasti minta diantar ke cafe.

welcome to Honje Mangkubumi

Salah satu cafe yang pernah saya kunjungi adalah Honje Resto. Beralamat di Jl. Margo Utomo No. 125, Kota Yogyakarta. Lokasinya sangat strategis persis dengan Tugu. Berada di lantai 2 dengan ruangan yang terbuka sehingga bisa menikmati keramaian dan dimanjakan dengan salah satu iconnya milik Jogja, yap Tugu, kita bisa menikmati suasana malam di Tugu secara langsung. Oh ya jangan lupa jam bukanya mulai dari pukul 11 - 23 setiap harinya.


pintu masuk lantai 1, satu gedung dengan Dowa

Menu yang ditawarkan di cafe yang instagramable ini cukup beranekaragam, mulai dari makanan berat sampai makanan ringan dan beberapa minuman hangat dan dingin.

salah satu menu pavorit di tempat ini
Pertama kali ke sini nemenin neng cantik dari Jakarta, neng Oka buat ngobrol santai. Buat kami berdua tempatnya cukup nyaman dan makanan dan minumannyapun cocok di lidah.

Melihat dari instagramnya milik The Honje, ternyata mereka mempunyai kebun sendiri loh untuk mensuply makanan dan minuman yang mereka sajikan, keren kan dan pastinya keamanan dan kebersihannya lebih terjamin dong ya, semoga J

So, bisa di coba ya guys, pergi bersama teman-teman di malam hari akan lebih menyenangkan karena suasananya akan lebih hidup di malam hari.

Happy nongkrong J

Comments

  1. Oalahhh ini satu gedung sama Dowa toooo..
    Aku tahunya Dowa aja karena itu yang terbaca pertama :D
    Makasih rekomendasinya, Mei..

    ReplyDelete
  2. Honje tu berarti kafe yang satu area sama Dowa ya mbak Mei? Hihihi... Aku cuma nyantol di Dowa doang. Kalau Honje belum pernah. Kapan2 hangout kesana ah 🥳

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wisata Millenial ke Stonehenge Cangkringan

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia.

Gambar Stonehenge Cangkringan di Yogyakarta belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris.


Saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum pulang saya sempatkan tanya pada petugas karcis, untuk rute yang mudah lewat mana, petugasnya kasih dua alternatif jalan.




Tempat ini bisa dipergunakan jug…

Museum Ullen Sentalu, Museum Kerajaan Mataram

Museum Ullen Sentalu yang didirikan pada tahun 1994 ini, merupakan museum milik swasta yang ada di Yogyakarta. Pemiliknya Keluarga Haryono merupakan salah satu bangsawan di Yogyakarta dan merupakan seorang pembatik. Ullen Sentalu sendiri merupakan singkatan dari Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku yang artinya Lampu Blencong yaitu lampu yang digunakan saat pertunjukkan wayang kulit, yang secara filosofi maksudnya adalah petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.


Didalam museum ini menjelaskan beberapa sejarah tentang empat kerajaan yang berada di Solo dan Yogyakarta, yang terpecah menjadi Kasunanan Surakarta, Kadipaten Pakualaman Kesultanan Yogyakarta, dan Praja Mangkunegaran.

Benda-benda yang terdapat di dalam museum merupakan hibah dari kerajaan Solo dan Yogyakarta, seperti gamelan, kain dengan berbagai corak khas Yogyakarta dan Solo, tulisan-tulisan dari putri kerajaan Solo. Semua benda-benda tersebut merupakan peninggalan budaya dan peninggalan bangsawan Jawa …

Gereja Ayam dan Bukit Rhema, Gereja di Tengah Hutan

Dari Puthuk Setumbu, kami lanjutkan ke Gereja Ayam dan Bukit Rhema yang jaraknya tidak jauh masih dalam kawasan Bukit Menoreh, trekking sekitar 15-20 menit. Kondisi jalan saat itu sedikit basah, sepanjang jalan dikelilingi oleh hutan terbuka. Lokasi tepatnya berada di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah.



Destinasi ini juga menjadi salah satu tempat syuting film AADC, sehingga kemudian menjadi destinasi populer. Gereja Ayam ini terletak di Bukit Rema Borobudur, Gereja ini merupakan sebuah rumah doa, pada tahun 2000 sempat di tutup karena ditolak oleh warga namun ada juga yang bilang kalau biaya pembangunannya terlalu mahal. Namun kemudian pada tahun 2014 dibuka kembali namun beralih fungsi menjadi tempat wisata.

Dengan membayar Rp 10.000 per orang, wisatawan bisa masuk dan berkeliling gereja ini. Gereja Ayam ini sebenarnya bangunan yang diatasnya dibangun dengan desain awalnya adalah seekor merpati namun banyak orang menganggapnya sebagai seekor ayam. Sehingga terke…