01 January 2020

Pantai Pandawa, Pesona Tebing Kapur di Selatan Bali


Pantai Pandawa atau dikenal dengan nama Pantai Kutuh, bahkan wisatawan mancanegara menyebutnya dengan nama Secret Beach karena keberadaannya diapit oleh dua tebing sehingga terlihat tersembunyi, merupakan salah satu destinasi wisata populer di selatan Bali. Lokasinya terletak di Desa Kutuh, Kecamatan Kutas Selatan, Kabupaten Badung, lokasinya searah menuju destinasi wisata Uluwatu.


Welcome to Pandawa Island
Pict taken by Tami




Pantai ini kaya akan sejarah dalam pembuatannya yang kaitannya dengan agama Hindu. Dulunya nama pantai ini adalah Pantai Melasti karena sering digunakan upacara Melasti yaitu bagian dari upacara pada saat hari raya Nyepi oleh masyarakat sana yang mayoritas beragama Hindu. 





Keberadaannya yang mudah dijangkau dengan kendaraan roda 2 dan 4 membuat tempat ini menjadi  salah satu ikon kota Bali. Jaraknya kurang lebih 1 jam dari Bandara Ngurah Rai, Bali. Pantainya yang indah menjadi favorit untuk tempat berjemur bagi wisatawan mancanegara.


Dahulunya tempat ini merupakan daerah terisolasi tempat penambangan batu alam yang sulit dijangkau, kemudian tahun 2004 pemerintah mencoba membongkar bebatuan tersebut dan membuat akses jalan. Pada 27 Desember 2012 pemerintah mengadakan Pandawa Beach Festival dan resmi berganti nama menjadi Pantai Pandawa. Dari situ tempat ini mencuat menjadi salah satu primadona destinasi wisata di Bali, menyaingi destinasi wisata lainnya seperti Uluwatu, Melasti, Sanur, Tanah Lot, dan lainnya.


Di sepanjang tebing pantai ini berdiri patung pandawa lima yang terdiri dari Yudistrhira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa yang berurutan. Sayangnya beberapa dokumentasi saya hilang.




petunjuk informasi untuk fasilitas

Di sekitar pantai ini juga berdiri beberapa penginapan dengan berbagai jenis, sehingga untuk wisatawan yang ingin berlama-lama dapat menginap di sekitar pantai ini.

Alamat
Desa Kutuh, Kecamatan Kutas Selatan, Kabupaten Badung

Harga Tiket Masuk (HTM)
Domestik Rp. 8.000-,
Mancanegara Rp. 15.000-,
Biaya Parkir
Motor Rp. 2.000-,
Mobil  Rp. 5.000-,
Bus    Rp. 10.000-,

Jam Buka Tutup
Buka pukul 07.00 WITA
Tutup pukul 17.00 WITA

Waktu tempuh perjalanan
Kurang lebih 1 jam dari Kota Bali

Waktu yang tepat untuk berkunjung
Berkunjunglah pada pagi hari di musim panas agar tidak terlalu panas menyengat
Hindari musim hujan atau ketika musim angin kencang

Fasilitas
Area parkir
Tempat makan
Toilet dan tempat mandi
Pintu karcis masuk

Rute
Jaraknya sekitar 20 km atau sekitar 30 menit - 1 jam dari Bandara Ngurah Rai Bali dalam kondisi normal.
Pantai ini juga dapat ditempuh dengan memilih rute melewati GWK, Tol Bali Mandara, atau melewati Kampus UNUD.

Apa saja yang bisa dinikmatin di pantai ini?
  1. Berphoto dengan lima patung Kstaria Mandala
  2. Berphoto di ikon tulisan Pantai Pandawa
  3. Berenang sambil menikmati keindahan pantai dan lautnya
  4. Berjemur santai sambil mendengarkan musik, membaca buku, atau sekedar menikmati deburan ombak kecil yang indah
  5. Membeli souvenir khas bali
  6. Berselancar menikmati pesona ombaknya
  7. Menikmati spa atau pijat refleksi sekitar pantai dengan harga Rp 50.000 - Rp 100.000
  8. Selfie dan Wefie depan ikon Pandawa dan dinding kapur Pandawa
  9. Pacu adrenalinmu dengan bermain paralayang di bukit Timbis
  10. Bermain kano dengan harga sewa Rp. 25.000 per orang dan Rp 50.000 untuk dua orang setiap jamnya dan penyewaan life jacket Rp 20.000
  11. Melakukan snorkling



25 December 2019

Gunung Andong, Jangan Kunjungi Gunung Ini


Siapa yang tak mengenal Gunung Andong, namun jangan pernah kunjungi gunung ini, ya jangan kunjungi gunung ini kalau tidak ingin ketagihan menikmati sunset dan sunrise-nya, karena Gunung Andong menjadi salah satu gunung favorit untuk menyaksikan sunset atau sunrise. Lokasinya yang tak jauh dari Yogyakarta menjadi salah satu pilihan untuk merehatkan otot-otot kepala yang mumet dengan kegiatan kuliah atau bekerja. Gunung yang mempunyai ketinggian sekitar 1.726 mdpl ini menjadi pilihan untuk para pendaki pemula bahkan anak-anak seusia SD banyak yang mendaki ke gunung bertipe perisai ini. Gunung yang letaknya berbatasan dengan Salatiga, Magelang, dan Semarang ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan setiap harinya apalagi saat libur.

sunset yang begitu indah, how lucky I am see this view
pict taken by Ary

Terdapat 2 pos pendakian atau pintu masuk untuk menuju puncak gunung ini yaitu via Basecamp Sawit dan Basecamp Pendem. Bulan April 2019 ke tempat ini saya mengambil jalur Basecamp Sawit dan jalur yang bisa ditempuh melalui basecamp ini hanya ada 1 jalur dan kembali lagi Desember 2019, terdapat 2 jalur yaitu jalur lama dan jalur baru, keduanya cukup aman karena rutenya sangat jelas dan setiap pos terdapat warung-warung milik warga. Hanya saja jalur lama sudah banyak tangga-tangga sehingga meminimalkan licin, sementara jalur baru masih berbentuk tanah dan saat musim hujan sangat licin.

puncak gunung dengan ketinggian 1726 mdpl, ramah bagi para pemula
pict taken by Ary

Gunung ini mempunyai empat puncak yang berjejer yaitu Puncak Jiwa, Puncak Makam, Puncak Alap-alap, dan Puncak Andong yang merupakan puncak paling tinggi dan sering digunakan area camping. Keempat puncak ini berjejer dari barat ke timur.

Melalui Puncak Andong, wisatawan dapat menyaksikan pemandangan 3600 sehingga daat menyaksikan gunung-gunung lain yang berjejer indah yang mengelilinginya seperti Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Prau, Gunung Telemoyo, serta Gunung Ungaran dan menjadi daya tarik tersendiri untuk berselfie ria.


kedua kalinya ke gunung ini pas musim hujan jadi kabutnya lumayan

Satu lagi yang paling penting, sampai puncak gunung ini, anda masih dapat menggunakan seluler telepon dan internet meski kadang masih terputus-putus
dan tidak perlu bawa makanan banyak dari bawah karena setiap pos istirahat ada warung yang jualan makanan bahkan sampai puncak booo, enak kan?

Alamat
Rt 3/ Rw 5, Dusun Sawit, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Harga Tiket Masuk
Gunung ini dikelola oleh masyarakat setempat dengan tarif masuk per orang adalah Rp. 10.000-,. 
Uang kas untuk dusun setempat Rp. 12.000-,.
Total Rp. 12.000-,. 

Harga parkir kendaraan:
Roda 4 adalah Rp. 20.000-‘.
Roda 2 adalah Rp. 5.000-‘.
loket pembayaran tiket masuk Gunung Andong via Sawit

Jam buka dan tutup
Loket tiket ini buka 24 jam mengingat pendakian ke tempat ini cukup aman dilakukan jam berapapun.

Waktu tempuh perjalanan
Gunung ini sangat ramah untuk pemula. Jarak tempuhnya hanya sekitar 1-2 jam saja, jadi bisa ngecamp atau tektok

Waktu yang tepat untuk berkunjung
Waktu yang paling tepat adalah pada musim panas/kemarau agar jalanan tidak licin dan peluang melihat sunrise sunset lebih besar.
Datanglah saat weekday, karena saat weekend atau hari libur panjang anak sekolah atau kuliah, atau libur merah nasional, gunung ini sudah seperti pasar ramai sekali.

Rute menuju ke Gunung Andong
Rute Selatan. Dua kali ke gunung ini saya menggunakan kendaraan pribadi roda 4 dari arah Jogja ke basecamp Gunung Andong memakan waktu sekiatr 2-3 jam. 
Dari arah Jogja baik roda 2 atau roda 4 dapat mengambil arah Magelang dan akan melewati arah Ketep Pas dan lurus saja sampai menemukan Pasar Ngablak, dari pasar ini hanya sekitar 2 km untuk menuju Basecamp Sawit.
Rute ini yang saya lewati selama 2 mengunjungi gunung ini.

Rute Utara. Rute ini bisa diambil dari arah Ungaran, Semarang, Salatiga, Boyolali, Solo, sampai menemukan Pasar Ngablak dan sama seperti rute Selatan jarak dari pasar menuju Basecame Sawit sudah dekat.

Rute Barat. Rute ini yang saya lewati ketika pulangnya. Jalanan yang dilewati masih banayk turunan dan masih sempit, sehingga harus hati-hati.

Fasilitas
Loket tiket masuk dan pemeriksaan
Area parkir untuk roda 2 dan roda 4
Basecamp untuk istirahat (gratis) yang penting pada jajan ya di warung pemilik basecamp
Toilet tersedia di setiap area basecamp
Keamanan 24 jam
Makanan dan minuman dari yang ringan sampai berat
Penyewaan perlengkapan mendaki
Penitipan helm dan barang-barang
Jalur jalan yang cukup bagus
Sarana ibadah
Informasi tata tertib, rute


tata tertib dan rute selama pendakian di Gunung Andong

Be aware ya, tentang perlengkapan selama pendakian, logistik, adat masyarakat lokal, dan kondisi gunung karena belakangan ini sudah mulai masuk musim hujan dan banyaknya kejadian buruk akibat dari ketidakhati-hatian kita selama pendakian.

Salam lestari.....