Looking for My Article

26 March 2019

Museum Ullen Sentalu, Museum Kerajaan Mataram


Museum Ullen Sentalu yang didirikan pada tahun 1994 ini, merupakan museum milik swasta yang ada di Yogyakarta. Pemiliknya Keluarga Haryono merupakan salah satu bangsawan di Yogyakarta dan merupakan seorang pembatik. Museum Ullen Sentalu sendiri merupakan singkatan dari Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku yang artinya Lampu Blencong yaitu lampu yang digunakan saat pertunjukkan wayang kulit, yang secara filosofi maksudnya adalah petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.


welcome to Ullen Sentalu

pintu masuk pembelian tiket

Di dalam Museum Ullen Sentalu menjelaskan beberapa sejarah Kerajaan Mataram yaitu tentang empat kerajaan yang berada di Solo dan Yogyakarta, yang terpecah menjadi Kasunanan Surakarta, Kadipaten Pakualaman Kesultanan Yogyakarta, dan Praja Mangkunegaran.

ruang tunggu sebelum plant tour

Benda-benda yang terdapat di dalam Museum Ullen Sentalu merupakan hibah dari kerajaan Solo dan Yogyakarta, seperti gamelan, kain dengan berbagai corak khas Yogyakarta dan Solo, tulisan-tulisan dari putri kerajaan Solo. Semua benda-benda tersebut merupakan peninggalan budaya dan peninggalan bangsawan Jawa pada zaman Kerajaan Mataram.


Ikon Museum Ullen Sentalu, sayangnya pas hujan deras jadi ga bisa bergaya heheh

Untuk dapat melakukan plant tour, pengunjung akan dibagi menjadi beberapa kelompok, karena museum yang berbentuk labirin ini hanya mempunyai luas hanya 1,2 km2. Museum yang berisi tentang Kerajaan Mataram ini mewajibkan semua pengunjung yang masuk dipandu oleh seorang tour guide yang paham dengan sejarah kerajaan Yogyakarta dan Solo. Tour kurang lebih selama 1 jam. Museum Museum Ullen Sentalu banyak dikunjungi oleh tamu semua usia dan banyak pula wisatawan asing yang berkunjung ke museum ini.

Di tengah-tengah plant tour semua tamu akan diajak ke sebuah resto yang bernuansa gotik untuk menikmati welcome drink berupa minuman hangat jahe, minuman ini dianggap sebagai minuman warisan awet muda yang disebut dengan “Wedang Ratu Mas”. Lumayan membantu menghangatkan badan karena saat saya berkunjung ke museum Kerajaan Mataram ini sedang hujan.


resto yang menyediakan Wedang untuk para pengunjung

Wedang Ratu Mas - dipercayai kalau minum ini bakal awet muda

pintu keluar, belakangnya ada resto yang super keceh buat photo-photo

Selama di dalam Museum Ullen Sentalu, semua pengunjung dilarang merekam dan mengambil gambar, so just focus on the tour guide and enjoy the museum ya….

Alamat :

Jalan Boyong No.KM 25, Kaliurang Barat, Hargobinangun, Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582

Harga Tiket Masuk (HTM):

Wisatawan Domestik: Dewasa: Rp 40.000, Anak-anak (5 - 12 tahun): Rp 20.000
Wisatawan Mancanegara: Dewasa: Rp 100.000, Anak-anak (5-12) dan Pemegang KITAS: Rp 60.000

Jam Buka dan Tutup:

Senin: tutup, sesuai dengan peraturan nasional, bahwa semua museum Indonesia tutup tiap hari Senin
Selasa – Jumat: 08.30 – 16.00 WIB
Sabtu – Minggu: 08.30 – 17.00 WIB

How to Get There/Rute

Lokasinya berdekatan dan satu arah dengan Museum Merapi.
Dari Yogyakarta ikuti saja arah Jalan Kaliurang sampai KM 25, sampai menemukan gerbang pintu masuk Wisata Kaliurang. Teman-teman akan dikenakan biaya Rp. 3.000 per orang dna kendaraan mobil sebesar Rp. 4.000.

Fasilitas Wisata:

Memasuki area kawasan ini terdapat beberapa fasilitas seperti:
1.    Area parkir untuk mobil dan motor
2.    Loket tiket masuk yang akan membantu wisatawan juga untuk mendapatkan beberapa informasi
3.    Area ibadah bagi wisatawan yang beragama Islam
4.    Toilet
5.    Tempat sampah
6.    Resto setelah keluar museum

Destinasi Wisata Terdekat:

1.  Stonehenge
2.  The Lost World Castle
3.  Museum Gunung Merapi
4.  Kedai Kopi Merapi
5.  Lava Tour
6. Beukenhof Resto

Tips and Tricks:

1. Siapkan bensin full ya karena di dekat wilayah ini tidak ada pom bensin
2. Masuk ke museum ini dilarang membawa makanan, minuman, dan memotret hanya diizinkan setelah keluar dari museum
3. Bawa jaket bagi anda yang tidak kuat dingin, karena dekat pegunungan merapi udara dan hawanya cukup dingin, di dalam museum cukup dingin, karena semua ruangan ber-AC
4. Pakailah pakaian yang sopan karena kita akan masuk ke kawasan budaya
5. Ikuti semua aturan yang diberitahukan oleh tour guide
6. Kalau teman-teman berkunjung pada saat musim hujan, bawalah payung, karena pindah dari satu bangunan ke bangunan lain melewati area terbuka, kalau musim hujan bisa membuat pakaian anda basah.



21 March 2019

Stonehenge Cangkringan, Wisata Millenial di Jogja

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia, apalagi destinasi wisata millenial.

Welcome to Stonehenge

Nah salah satu destinasi wisata millenial yang ada di Jogja adalah Stonehenge Cangkringan, belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris, cocoklah buat tempat wisata millenial.


Ada penjelesan tentang sejarahnya juga lohhhh

Untuk menuju Stonehenge Cangkringan, saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum pulang saya sempatkan tanya pada petugas karcis, untuk rute yang mudah lewat mana, petugasnya kasih dua alternatif jalan.


photo cantik dulu biarpun mendung :)


with my friend from Jakarta

Stonehenge Cangkringan bisa dipergunakan juga untuk acara prewed, saat kami ke sana juga ada yang sedang melakukan pemotretan.

How to Get There

Lokasinya cukup jauh dari Kota Yogyakarta, tepatnya di berada di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta atau sekitar 1 jam dengan menggunakan kendaraan roda empat dan 30 menitan dengan roda dua. Lokasinya dekat dengan area Lava Tour Merapi.

Rutenya: 
  • Dari Yogyakarta ikuti saja Jalan Kaliurang, di pertigaan Kaliadem atau Cangkringan ambil arah kanan. Searah dengan Merapi Golf atau The Lost World Castle. Lokasinya tidak jauh dari Kopi Merapi dan berdekatan dengan daya tarik wisata The Lost World Castle.
  • Dari Yogyakarta ikuti saja Jalan Kaliurang sampai menemukan arah Kaliadem ambil arah ke Bebeng, kemudian akan menemukan Dusun Petung, melewati Kopi Merapi, ambil kanan, terlihat ada gerbang The Lost World, ikutin saja jalurnya tetap lurus saja sekitar 200meteran, ada di sebelah kiri.

Tiket Masuk Stonehenge Cangkringan

Dengan membayar harga 15 ribu saja, sudah termasuk parkir, wisatawan dapat menikmati daya tarik wisata ini sepuasnya.

Fasilitas

Memasuki area kawasan ini terdapat beberapa fasilitas yang akan membuat wisatawan cukup nyaman.
1.    Ada area parkir untuk mobil dan motor
2.    Loket tiket masuk yang akan membantu wisatawan juga untuk mendapatkan beberapa informasi
3.    Area ibadah bagi wisatawan yang beragama islam
4.    Toilet
5.    Warung tempat makanan
6.    Tempat sampah

Jam Operasi Stonehenge Cangkringan

Berdasarkan informasi dari petugas, daya tarik wisata ini buka pukul 08.00 – 16.00 WIB untuk pembelian tiket dan tutup tempat wisatawanya pada pukul 05.00 WIB.

Tips

1.    Siapkan bensin full ya karena di dekat wilayah ini tidak ada pom bensin
2.    Bawa makanan dan minuman dari rumah karena di wilayah ini tempat penjualan makanan hanya ada satu warung
3.    Bawa jaket bagi anda yang tidak kuat dingin, karena dekat pegunungan merapi udara dan hawanya cukup dingin
4.    Bisa menggunakan sepatu atau sandal
5.    Jangan lupa bawa alat dokumentasi ya buat kenang-kenangan dan selfie bareng temen atau family
6.    Ikutan aturan dan adat istiadat yang ada di sebuah destinasi wisata
7.    Yang paling penting, jangan rusak lingkungannya dengan membuang sampah sembarangan ya J


02 March 2019

Memaksimalkan Pendapatan Blog Melalui Iklan Di Blog

Sabtu, 16 Februari 2019 saya mengikuti sebuah event yang di-arrange oleh KEB alias Kumpulan Emak-Emak Blogger Jogjakarta yang kolab dengan ProPS dengan mengusung tema “Langkah Jitu Memaksimalkan Pendapatan Iklan”. Daftar ke Emak Jul (salah satu emaknya blogger Jogja yang ngehits abis), meski sedikit gak pede secara saya pemula di dunia blogging, Emak Jul meyakinkan saya untuk ikut buat belajar, baiklah karena sadar masih harus banyak belajar “klik… terima kasih anda sudah melakukan registrasi untuk acara ini” akhirnya saya melihat tulisan itu di google form di hp kesayangan saya yang sudah pecah-pecah layarnya J

KEB ini cukup ngehits loh di Jogjakarta, KEB ini komunitas emak-emak gahul yang aktif dalam kegiatan menulis melalui dunia maya atau dikenal dengan nama blogging, pokoknya keren-kerenlah mereka, biarpun udah emak-emak beranak pinak tapi goresan-goresan tangannya di dunia maya jangan ditanya, lewatlah tuh jurnal-jurnal yang saya baca (ya iyalah beda segmen kali heheeh). Mereka punya banyak prestasi dibidangnya masing-masing.

PT Promedia Punggawa Satu atau disingkat dengan nama ProPS yaitu “an advertising technology company, providing managed services, tech platform, training and consultation. ProPS is focusing its service in programmatic advertising for sell-side (publisher)”, atau dalam bahasa sundanya merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di bidang iklan, yang menyediakan jasa pengelolaan bahkan menyediakan juga jasa training dan konsultasi pastinya di bidang teknologi dong ya. Props yang juga Google Channel Partner resmi yang ada di Indonesia ini merupakan perusahaan yang bakal ngebantuin iklan di blog kita termasuk dalam urusan adsense. Perusahaan ini masih tergolong muda loh, baru didiriin tahun 2016 tapi track recordnya udah keren loh dapat penghargaan ”Granted as Top 1 Google Healthy Inventory Award 2017 in SouthEast Asia” (sumber Linkedin).

Seneng banget ikutan acaranya ini banyak ilmu yang didapat dari pembicaranya yang super keren-keren ahli dibidangnya pastinya. Ada Mba Ilona, beliau adalah COO-nya Props. Sharing Mba Ilona ini memberikan ilmu baru yang sama sekali gak pernah saya denger sebelumnya, seperti apa itu menetasi, masalah-masalah yang dihadapi dalam monetasi seperti page latency dan viewbility rendah, ada juga berkaitan dengan platform monetasi iklan seperti CPC dan CPM. Nah yang lebih penting lagi adalah bagaimana cara memaksimalkan paltform monetasi. Satu lagi terdapat beberapa peluang yang bakal didapat di masa yang akan datang kalau kita memaksimalkan monetasi yaitu dapat meningkatkan international traffic, meningkatkan RPM (biarpun traffic-nya rendah tapi RPM-nya tinggi) dan mampu mendatangkan demand untuk targetting global audience. Waahah keren dan banyak sekali manfaatnya ya ternyata pemirsah kalau kita mampu mengelola blog kita dengan menggunakan adsense. Meski masih meraba-raba istilah yang digunakan dalam dunia blogging, sedikit-sedikit saya mulai ngerti kenapa selama ini blogger-blogger yang udah profesional mengelola blognya dengan sangat apik, ternyata hal ini dapat menarik money, money, money ternyata, duuuhhh si pemula ini malu-maluin banget ya heheheheh

Pembicara kedua adalah Mba Carolina Ratri, jangan ditanya kalau udah urusan konten dalam urusan blogging, secara Mba Carolina ini adalah seorang content creator yang udah lama malang melintang dalam dunia per-blog-an. Salah satu sharingnya adalah mengenai bagaimana caranya supaya blog kita bertahan lama dan dicari oleh banyak orang yaitu tulisan dalam blog harus evergreen, tulisan berumur panjang dan informasinya tidak usang oleh waktu atau informasinya berlaku dalam jangka panjang, tulisan sejenis ini bakal membuat pengunjung stabil, trafficnya bakal terus ada alias banyak yang nyari.

Berkumpul dengan emak-emak blogger dan dengerin sharing knowledge dari kedua pembicara ini, bikin saya termotivasi untuk menulis semua perjalanan wisata saya, kebetulan blog saya bertema perjalanan, seenggaknya itu yang lebih penting buat blogger pemula seperti saya. Untuk menghasilkan uang seperti emak-emak keceh ini, saya harus improve kualitas tulisan saya dulu dan banyak belajar juga sama tulisan-tulisan mereka, uang nanti juga ngikutin sendiri, bukan begitu emak-emak keceh…. semoga setelah ikut seminar ini, dapat memaksimalkan pendapatan blog melalui tawaran iklan di blog niy.

Satu lagi, acara ini diadakan di salah satu café kece di Jogja, siapa yang gak kenal dengan Kunena Eatary. Café instagramable doyanan anak-anak nongkrong Jogja, tapi beberapa temen mahasiswa mikir-mikir katanya kalau ke sini, harus siapin fulus yang lumayan hahahahha tapi berbanding lurus dengan suasananya yang asik dan tenang….

So, mulai ngelist deh tulisan-tulisan yang mau diposting……



Popular Posts

Mendaki Puncak Poon Hill di Himalaya

Poon Hill adalah satu dari belasan puncak gunung yang berderet di  Himalaya . Menjadi salah satu puncak gunung yang menjadi incaran banyak ...

Back to Top