Looking for My Article

30 May 2020

Gunung Prau Via Patak Banteng dan Kali Lembu

Gunung Prau menjadi salah satu gunung favorit saat ini, selain tidak membutuhkan waktu yang lama menuju puncaknya, Gunung Prau juga mempunyai pesona alam yang sangat indah. Hamparan sabana seperti bukit teletubies menjadi daya tarik tersendiri. Bahkan gunung ini sekarang sudah menjadi mass tourism destination, bagaimana tidak, saya melihat anak-anak kecil bahkan balita dan lansia mencoba menjajaki gunung yang ada di kawasan Dieng, Wonosobo ini.


welcome to Gunung Prau

Gunung Prau mempunyai ketinggian 2.656 mdpl sehingga aman didaki bagi para pemula bahkan anak-anak atau lansia. Jalur menuju tempat ini sangat jelas, bahkan melewati banyak perkebunan warga. Terdapat 8 jalur yang dibuka untuk menuju puncak, namun hanya 6 jalur yang dibuka untuk umum, sisanya 2 jalur merupakan jalur khusus untuk konservasi.

Gunung Prau via Patak Banteng

Jalur-jalur tersebut ada Kali Lembu, Patak Banteng, Dieng Wetan, Dieng Kulon (Dwarawati), Campurejo, dan Wates. Aku dan teman memutuskan untuk naik via Patak Banteng dan turun via Kali Lembu, jadi lintas jalur, biar tahu aja seperti apa jalurnya.

salah satu jalur nanjaknya ke Prau

Patak Banteng menjadi jalur favorit para pendaki, jalurnya masuk dari perkampungan masyarakat, kemudian ke perkebunan milik warga. Beberapa juga melewati jalur umum yang digunakan warga untuk ke kebun. Sebagian jalan menuju puncak Gunung Prau berupa tanah dan langsung menanjak, semakin tinggi jalurnya semakin miring sekitar 70 derajat, jadi siapkan stamina badannya ya.

Jalur Patak Banteng ini sangat jelas, jadi sangat aman. Kakiku butuh 2 jam menuju puncak dari basecamp Patak Banteng dan waktu aku dan teman ke tempat ini, pendaki yang lewat jalur ini sangat banyak.



Aku dengan teman menginap 1 malam dan kebetulan mendapat cuaca yang sangat bagus, malam hari sangat cerah sehingga bagi penikmat landscape photography atau milky way, sangat pas untuk berkunjung ke Gunung Prau ini di musim panas, namun sayangnya udara sangat dingin sekali, so jangan lupa untuk membawa jaket hangat dan perlengkapan lainnya.



Pagi hari, aku tidak begitu tertarik dengan sunrise jadi saat temanku menikmatinya, aku malah memilih tidur pulas heheh karena dingin banget. Setelah matahari panas baru deh ambil beberapa foto, dan wow cantik sekali hamparan rumput hijau yang entah berapa hektar luasnya, memanjakan mata.


Pukul 8 kami sudah mulai bersiap-siap untuk turun dan kami mengambil jalur yang berbeda, yaitu Kali Lembu, lintas jalur. Pengen tahu jalur lain yang kata teman kami katanya bagus karena sepanjang jalannya banyak sekali padang sabana. Then yes, kami melewati hamparan padang sabana yang indah menghijau. 


Butuh sekitar 2 jam juga untuk kami melalui jalur Kali Lembu untuk bisa sampai ke pintu terakhir. Jalur ini juga sama menawarkan pemandangan indah, kita bisa menikmati Dieng dari atas dan hamparan perkebunan sayuran milik warga.

jalur turun via Kali Lembu

Proud to be Indonesian, all the view is so amazing and look stunning. See you Mount Prau.



20 May 2020

Tips Aman Memilih Hotel Saat Solo Travelling

Keamanan dan kenyamanan pada saat menginap menjadi hal yang sangat krusial buat aku pribadi. Dulu aku sempat kerja yang mengharuskan keliling ke beberapa kota di Indonesia setiap bulan bahkan ada kalanya sebulan bisa 3-4 kali berpindah dari hotel satu ke hotel lainnya. Meski selalu mendapat hotel-hotel berbintang tetapi keamanan tetap harus diperhatikan, karena kejahatan bisa terjadi dimana saja. Terlebih perempuan rentan banget soal keamanan.



Pengalaman makin bertambah ketika sering menjadi female solo traveler yang sering travelling ke daerah-daerah asing baik di dalam ataupun di luar negeri dan pastinya penginapannya bermacam-macam tidak selalu mendapat fasilitas hotel berbintang.

Nah aku punya banyak tips aman memilih hotel saat solo travelling? beberapa berdasarkan pengalaman atau kadang aku suka nonton film-film traveling or adventure gitu, jadi insight sih dan aku terapin deh saat aku traveling, kuy cekidot:

1. Lokasi hotel

Penginapan yang berlokasi di keramaian cenderung lebih aman, karena hal ini berkaitan dengan dengan  ketersediaan fasilitas keamanan dan jaringan internet yang mudah diakses, sehingga lebih mudah untuk meminta bantuan, tapi hati-hati juga saat memilih hotel di red district area ya hehehe.



2. Pilih hotel bukan kelas melati

Kalau pergi travellingnya sendirian better pilih hotel, jangan kelas melati untuk keamanan, harganya memang cenderung lebih mahal. Berbeda jika kamu memang suka berpetualang ya, biar ketemu banyak orang dan make a friend kamu bisa nginap di bunk bed. Ini pun tetap ada tipsnya.

3. Check Harga

Pastikan harga yang tertera cukup masuk akal, kamu percayakan dengan istilah "ada kualitas ada harga". Kalau harganya di rasa ga masuk akal, patut dipertanyakan. Tapi sebelumnya browsing dulu mengenai harga-harga penginapan di daerah yang dituju, bisa jadi harganya sangat murah karena memang di lokasi tersebut harganya memang sekitar itu.

4. Lihat review 

Patikan cek review orang terkait dengan penginapan tersebut, tapi jangan terlalu percaya dengan review 100% apalagi penginapan tersebut bukan penginapan yang punya nama atau terkenal seperti hotel bintang. Karena aku punya pengalaman buruk soal ini, reviewnya bagus semua, pas ke sana, ternyata itu adalah kawasan prostitusi. Better tanya teman yang sudah pernah ke sana atau telepon hotelnya langsung, dan tanya lingkungan sekitarnya dekat apa saja, lakukan beberapa trik supaya mereka berkata jujur dengan kondisi lingkungan di sana. 



5. Beritahukan orang terdekat

Nah setelah kamu dapat penginapannya di mana, pastikan kamu memberitahukan keluarga atau teman terdekat bahwa kamu menginap di lokasi tersebut. Ini sangat penting untuk keselamatanmu, lagi-lagi buat jaga-jaga keselamatan kita ya, in case lost contact mereka tahu lokasi terakhir kita di mana, dan share location saat sudah sampai di penginapan.

6. Jangan upload lokasi dan nama penginapan di sosial media

Tidak bisa dipungkiri, teman sosial media kita tidak hanya dari kalangan yang kita kenal saja kan, bisa jadi follower kita bukan orang-orang yang kita kenal. 




Nah ini penting banget, saat menginap bukan kita kepedean bakal ada yang ngechekin kita di mana aja, niat orang kita tidak tahu kan, so jangan pernah memberitahukan lokasi dan nama hotel kamu menginap di sosial media demi keamananmu. Kalau mau pamer nginap di hotel mahal nanti aja ya setelah check out hehehe. Ini masuk dalam tips aman memilih hotel saat solo travelling yang wajib dilakukan ya guys.

7. Saat check in, dekatlah dengan barang pribadi kita

Pernah nonton film yang tasnya sengaja dituker oleh seseorang saat di resepsionis hotel? si penjahatnya sengaja menukar dan kemudian berpura-pura mengantarkan ke kamar kamu, serem kan. So, jaga barang kamu dengan baik, agar terhindar dari kejahatan macam ini. Ini masih mending kalau dia ternyata mengambil beberapa barang atau dokumen penting kamu, sudah bisa dibayangkan kejahatan apa aja yang bisa dia lakuin kan?.

8. Bayar hotel dengan online

Ini biasa aku lakuin untuk menghindari diminta kartu kredit atau debit di hotel, karena bisa jadi ada orang yang berniat kurang baik saat melihat kartu kredit atau debit kita, karena saat ini kartu debit atau debit bisa dilihat dari warna kartunya. Kalau kamu pengguna platinum bisa jadi incaran buat orang yang berniat jahat, apalagi kamu terlihat sendirian. Buat pede ya tapi lagi-lagi mengantisipasi lebih bagus lagi.



Atau pernah melihat film yang identitas tamunya saat check out diketahui oleh seorang penjahat perempuan, dan saat pemilik kartu pergi, beberapa saat kemudian perempuan jahat ini memesan hotel menggunakan identitas perempuan tadi dan bilang ingin menginap kembali dengan alasan ada pekerjaan dadakan, ga mau kan kalau tagihannya masuk terus ke rekening kita? Hati-hati juga saat memberikan kartu identitas kepada resepsionis hotel, jangan pernah melepas pandangan kamu kemana saja identitas kamu bergerak. Jika kamu menginap di luar negeri better kamu sudah siapkan paspor kamu, jadi tinggal kasih saat diminta tanpa harus mengeluarkan aslinya.

9. Saat check in, bilang untuk berdua

Nah ini salah satu andalan aku dalam tips aman memilih hotel saat solo travelling, saat di resepsionis selalu bilang buat berdua mau ditanya atau tidak, kalau fasilitas kamar kita memang untuk berdua ya, ini untuk menjaga, seandainya ada yang berniat kurang baik, mereka akan mikir dua kali karena tahunya kamu berdua. Kadang aku suka meminta orang-orang terdekat untuk meneleponku pas depan resepsionis, biar mereka tahu bahwa kita in control, jadi lo jangan macam-macam ya hehehe.



10. Pilih kamar tidak terlalu bawah dan atas, dan mintalah mendekati lift.

Aku pernah baca satu artikel, kamar yang cukup atas lebih aman dari kejahatan, mungkin karena akses si penjahat terlalu jauh juga kan, selain itu menghindari kebisingan. Pengalaman aku dengan alasan keamanan pernah minta di lantai 2, eh saat malam berisik dari lobby dan resepsionis kedengeran banget dan cukup mengganggu.
Selain itu meminta kamar yang mendekati lift menurut aku sih cenderung aman, jika terjadi apa-apa kita mudah untuk turun dan di sana banyak dipasang CCTV, so lebih aman kan?

11. Saat masuk kamar

Jika diantar oleh petugas penginapan, pastikan dia hanya mengantar sampai pintu depan saja, jangan biarkan dia masuk dan aku biasanya akan tetap membuka pintu sebelum dia pergi. Tipsnya, kalau dia nanya butuh apa-apa, aku akan selalu bilang, "tunggu temanku dulu datang ya mas, biar nanti kalau butuh apa-apa biar sekalian, dia sebentar lagi sampai" nah kalau ada yang berniat jahat mikir dua kali kan hehehe. Satu lagi biasanya kalau ada petugas masuk, dia kan depan kamar ya, aku biasanya berpura-pura seolah-olah ada orang di kamar hehehe

12. Cek kondisi kamar

Pernah baca berita tentang cermin yang terlihat cermin sebenarnya dia kayak pintu akses ke sebelah kamar lain atau bahkan menghubungkan dengan kamera CCTV? Nah salah satu dari tips aman memilih hotel saat solo travelling versi aku yaitu pastikan check kondisi kamar kamu.



Apa saja itu?.
a. Kondisi pintu, bisa dikunci apa enggak, terus grendelnya berfungsi baik apa enggak, kalau enggak langsung minta pindah kamar.
b. Kalau menginap sendirian biasanya aku akan memilih jenis kamar hotel, yang ada sambungan teleponnya, agar mudah kalau ada apa-apa menghubungi resepsionis.
c. Pastikan di setiap sudut kamar tidak terletak barang yang dicurigai, misalkan CCTV atau camera tersembunyi, aku biasanya ngecek di kamar mandi, di belakang tv, di dalam lemari dan pintu.
d. Pastikan juga ya tempat tidur kita aman, pernah lihat rekaman pembunuhan yang ternyata jasadnya disimpan di dalam kasur kan, so ini juga buat keamanan kita guys, bukan buat nakut-nakutin.
e. Pastikan balkon kamar hotel kita tidak bisa diakses oleh kamar sebelah, jika bisa pastikan kunci pintu balkon kamar kita, ini pernah ngalamin niy, bahwa balkon kamar kita bisa dimasuki oleh kamar sebelah dan kalau ga dikunci balkon kita bahaya kan?.

13. Hindari kamar yang connecting door

Kalau aku pribadi merasa gak aman aja, kalau misalkan kamar ada connecting door-nya, even dikunci pasti akan minta pindah kamar, jika terpaksa penuh, pastikan pintu itu aman terkunci dan biasanya simpan barang besar entah koper atau meja kamar, atau barang yang kalau jatuh berisik, jadi kalau ada yang masuk kita bisa langsung bangun.



14. Simpan HP dan barang berharga dekat kita

Seandainya terjadi apa-apa, lebih mudah untuk menghubungi orang-orang terdekat, jika resepsionis tidak bisa dihubungi.
Masukan semua barang berharga dalam satu tas, kalau kita harus keluar karena alasan keselamatan misalkan force major atau hal lainnyakita tinggal meraihnya dan langsung keluar.

15. Selalu kunci kamar

Beruntung dari kecil sudah terbiasa dengan nasehat ibu, kalau masuk kamar atau rumah selalu langsung kunci, apalagi pas lagi menginap di hotel. Jadi refleks aja tiap kali masuk rumah atau kamar aku akan otomatis mengunci pintu. Good habit. Aku selalu bilang jika sedang dinas atau travelling, dan ibu biasanya akan selalu mengingatkan untuk hati-hati dan selalu langsung kunci pintu kamar. Ini salah satu hal wajib yang aku lakuin dalam tips aman memilih hotel saat solo travelling.



16. Jangan buka pintu sembarangan

Saat ada yang mengetuk kamar kamu, jangan langsung buka, lihat dulu dari kamera pengaman, siapa yang datang. Pernah ada yang mengetuk kamar berkali-kali, aku tidak pernah membukanya jika tidak janjian dengan orang lain. Karena petugas hanya akan datang jika kita memanggilnya, so patut curiga ya kalau ada yang mengetuk pintu.



17. Jangan terpancing suara

Kalau kamu mendengar suara berisik di dekat kamar kamu, jangan langsung keluar untuk menegurnya, beritahu resepsionis untuk membantu menegurnya, kenapa? karena modus kejahatan zaman sekarang apa aja, bisa aja mereka sengaja berisik untuk memancing kamu keluar dan tahu kamu sendirian di kamar. Aku pernah mengalaminya waktu malam-malam di hotel, mereka berisik sekali dan ternyata baru pulang dalam kondisi mabuk, untungnya aku belum sempat keluar kamar. Nah aku biasanya akan menelepon resepsionis untuk membantu menegur mereka.

18. Jika kunci kamar hilang, minta kamar baru

Saat check in aku selalu minta kunci dua-duanya, satu simpan di dompet, satunya lagi sebagai lampu. Jika kamu kehilangan kunci kamar, minta kamar baru sebagai penggantinya, kalau kuncinya ditemukan orang lain terus mendorong mereka berbuat jahat, kan repot, so harus sejeli ini ya temans.

19. Jangan terima tamu di kamar

Nah hindari menerima tamu di kamar ya guys, kecuali memang orang-orang yang sangat kamu kenal baik, dan yakin kamu bakal aman. Lakukan di lobby saja atau di luar misal di resto hotel dan pastikan kondisi ramai. Ini biasanya aku tetap pertimbangkan, karena kita ga tahu kan orang berubah baik dan jahat dalam hitungan detik.



20. Selalu berpakaian sopan meski saat di kamar

Ini juga penting guys, untuk menghindari saat ada force major yang mengharuskan kita keluar kamar dengan cepat, selain itu ya jaga-jaga jika ada petugas yang datang ke kamar untuk mengantar pesanan kita.

21. Jangan mudah percaya

Jika tetangga sebelah kamar meminta tolong, mending kamu kasih tahu resepsionis saja. Apalagi sedang travelling di tempat asing. Bukan mengajari antipati tapi lebih hati-hati. Pernah dengar ada yang minta tolong dan ternyata malah dia yang dituduh? nah ini yang aku maksud, be smart guys.




22. Bawa semprotan cabai

Terdengar klasik tapi aku selalu bawa ini kemana-mana buat keamanan. Buat jaga-jaga ga cuman aku bawa saat di hotel sih, tapi pas jalan-jalan juga hehehe.

Nah itu tips dari aku, kebanyakan ya but this is real base on my experience ya guys, mungkin pengalaman orang beda-beda, jika ada yang menganggap berlebihan rasanya tak apa-apa, lebih baik menghindari daripada kejadiankan?

So be aware buat kamu yang suka menginap di hotel sendirian ya dan bisa ikutin beberapa tips dari aku ini.

Hope will be useful
happy travelling...

11 May 2020

Cara Mudah Mengurus Visa On Arrival (VoA) Nepal

Bagi kamu pecinta ketinggian, penyuka yoga, penyuka budaya, siapa yang tak mengenal Nepal? Negara yang berbatasan dengan India dan Tiongkok ini menjadi salah satu negara tujuan ribuan traveller bahkan jutaan pendaki di dunia. Bagaimana tidak, atap dunia, yap Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia terletak di negara beribukota Kathmandu ini. Ini adalah cerita pengalaman saya membuat VoA pada akhir 2016, mungkin sekarang sudah banyak updatenya.

 Namaste to Kathmandu

Nah sebelum terbang menuju negara yang mempunyai makanan khas Dhido atau dalbat ini, salah satu yang wajib kamu persiapkan adalah visa yang merupakan salah satu dokumen penting yang wajib dimiliki sebelum masuk ke sebuah negara. Jenis visa yang harus dimiliki untuk bisa masuk ke Nepal adalah Visa on Arrival (VoA).

Welcome to Nepal

pintu kedatangan intenasional di Nepal

Cara mengurus Visa on Arrival (VoA) Nepal

1. Secara Online

Buat kamu yang enggak mau ribet antri pilihan ini sangat tepat, anda dapat mengunjungi web imigrasi milik Nepal. Pembuatan VoA ini baru dapat dilakukan H-15 kedatangan.

2. Secara on the spot

Jika kamu tidak sempat mengurusnya secara online, atau justru ingin mencari pengalaman bagaimana membuat visa secara langsung, pilihan on the spot atau pada saat kedatangan di Bandara Tribhuvan-Kathmandu adalah cara yang tepat. Seperti yang aku lakuin.

Setibanya di Bandara Tribhuvan-Kathmandu, petugas langsung mengarahkan semua wisatawan menuju ruang imigrasi untuk mendapatkan izin masuk  ke negara Yak ini. Bandaranya jangan bandingkan dengan negara kita ya, negara kita jauh sekali lebih bagus hehehe jadi tidak perlu berlari-lari menuju ruang imigrasinya heheh. Ruangannya tidak begitu besar sehingga kamu harus mengantri bergantian dengan para wisatawan lainnya yang datang dari berbagai negara. Belum lagi counter layanan yang tersedia cukup terbatas hanya ada 2 buah saat itu.

Bagaimana tips mengurus Visa on Arrival (VoA) Nepal ini?

1. Ambil formulir kedatangan (disembarkation card)

Terdapat formulir yang tersedia di beberapa sudut area imigrasi atau jika kurang paham mintalah kepada petugas. Isilah formulir dengan teliti dan jujur. Selalu membawa alat tulis ya jika pergi kemana-mana, karena pulpen yang tersedia cukup terbatas di tempat ini.

Form isian Visa on Arrival (VoA) Nepal manual
Sumber: Google

2. Bawa foto berwarna.

Jangan lupa bawa foto dan tempelkan foto di formulir yang sudah diisi. Foto yang diperlukan adalah foto berwarna ukuran 2x3 atau 3x4 cukup 1 buah saja.
Bawalah foto ini dari Indonesia, karena di area imigrasi ini tidak ada percetakan foto dan kamu belum bisa keluar bandara sebelum mengurus Visa on Arrival (Voa) Nepal ini.

Update terbaru tahun 2017, sekarang informasinya pengisian formulir sudah dilakukan secara elektronik melalui mesin termasuk juga pembuatan fotonya. Mesin ini berjejer rapi di sudut ruangan imigrasi. Kamu cukup mengantri di mesin ini kemudian isilah e-form tersebut dan jangan lupa siapkan paspornya ya termasuk juga untuk pengurusan foto bisa dilakukan secara elektronik, wah lebih mudah ya sekarang.

3. Mengantri dan membayar Visa on Arrival (Voa) Nepal

Setelah mengisi formulir anda dapat menuju ke fee collection counter yaitu konter pembayaran VoA tersebut. Di konter ini kamu akan diminta untuk membayar sejumlah uang untuk pembuatan biaya visanya, setelah membayar, petugas akan memberikan stiker di paspor milik kamu. Nah untuk pembayaran Visa on Arrival (Voa) Nepal kamu dapat menggunakan mata uang USD yang harus kamu tukar di Indonesia. Biaya yang harus dikeluarkan untuk pembuatan VoA ini tergantung lama tinggal.

Lama Tinggal
Biaya
Transit 1 hari
USD 5
15 hari
USD 25
30 hari
USD 40
90 hari
USD 100

Aku waktu itu ambil yang 30 hari karena memang tinggal atau hampir sebulanan. Selain mata USD beberapa mata uang yang dapat digunakan untuk pembayaran Visa on Arrival (Voa) Nepal juga dapat menggunakan mata uang:
Australian Dollar
Bahrain Dinar
Chinese Yen
Euro
Canada Dollar
Danish Kroner
Gatari Riyal
HKD Dollar
Japanese Yen
Kuwait Dinar
Malaysian Ringgit
Poundsterling
Saudi Arabia Riyal
Singapore Dollar
Shout Korean Won
Swiss Franc
Thai Baht
UAE Dirham

Setelah melakukan pembayaran pastikan anda menerima kwitansi pembayaran visa kamu ya.

antrian pembuatan VoA di bandara kedatanganNepal

4. Mengantri di immigration clearance counter

Di konter ini, petugas akan memeriksa kwitansi pembayaran dan stiker yang tertempel di paspor kamu. Petugas juga sempat meminta tiket pulang pergi dan menanyakan tujuan kami kemana saja. Jika sudah selesai dan ok semuanya, petugas akan memberikan cap pada paspor kamu, "Namastehappy explore" ucap mereka.

Tadaaaaapp, visa issued, let's go to explore

Namun to be honest pengurusannya memang cukup memakan waktu lama juga saat itu, semuanya belum otomatis belum lagi jumlah konter layanan hanya sedikit, tapi prosedurnya cukup mudah kan mengurus Visa on Arrival (Voa) Nepal.

Note: pelayanan visa on the spot ini tidak dibuka 24 jam, so make sure before you go, untuk tahu jam buka tutup pelayanan visa on the spot terbaru. Waktu itu saya tanya mereka hanya buka pukul 10 pagi sampai 10 malam, in case arrival flightnya di luar itu kamu harus nunggu sampai besoknya lagi.

Tadaaaaaaaaap everything is done, ready to explore every single of Nepal.

Welcome to Nepal Mei ....

01 May 2020

Mendaki Puncak Poon Hill di Himalaya

Poon Hill adalah satu dari belasan puncak gunung yang berderet di Himalaya. Menjadi salah satu puncak gunung yang menjadi incaran banyak pendaki yang hanya punya waktu sedikit, karena hanya membutuhkan waktu pendakian 3-4 hari saja.





Kathmandu – Pokhara

Perjalanan kami dimulai dari Kathmandu. Kami menyewa sebuah mobil menuju Pokhara yang merupakan kota terakhir sebelum melakukan pendakian dan berangkat pada sore hari. Kemudian kami lanjutkan ke Nayapul. Butuh sekitar 8-10 jam untuk bisa sampai ke tempat ini. Kami sempat singgah di beberapa tempat makan dan menikmati kopi khas Nepal karena udara Himalaya mulai terasa menyelimuti setiap sudut kota.


view sepanjang perjalanan menuju Poon Hill Pokhara

Kami tiba di Pokhara sekitar pukul 2 pagi dan menginap di salah satu hotel yang direkomendasikan oleh Ajun driver kami. Ternyata hotelnya masuk dalam rekomendasinya TripAdvisor. Pagi-pagi sekitar pukul 8 kami sudah checkout lagi dan siap-siap menuju Nayapul.




Nayapul adalah basecamp sebelum melakukan pendakian ke puncak Poon Hill yang terletak di Ghorepani Himalaya. Semua pendaki yang hendak ke Poon Hill atau ke ABC (Annapurna Base Camp) dengan lintas jalur akan melewati basecamp ini. Di basecamp Nayapul kamu juga bisa menitip beberapa barang jika merasa barang kamu kelebihan, seperti yang aku lakukan. Waktu itu aku membayar 20 ribu rupiah untuk sekitar 3 hari.






Nayapul – Birethanti – Hille - Uleri

Sekitar pukul 8.30 kami sudah sampai di Nayapul, melakukan packing ulang beberapa barang dan menitipkannya di basecamp Nayapul. Beberapa ratus meter dari basecamp ini terdapat pos masuk pengecekan izin masuk untuk menuju Poon Hill. Pukul 9.30 kami mulai melakukan trekking.





Sama seperti di Indonesia, nah sebelum melakukan pendakian ke puncak Poon Hill jangan lupa kamu sebelumnya harus mengurus izin masuknya dulu, kalau di Indonesia SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi), kalau di Nepal ini nama surat izin masuknya adalah ACA (Annapurna Conservation Area). Mudah ko mengurusnya.


tempat pengecekan surat izin pendakian


Setelah mendapatkan cap masuk dan berfoto, kami memulai trekking. Dari awal perjalanan sudah mulai naik, jalannya berupa bebatuan besar. Perjuangan dimulai. Namun perjalanan tidak begitu terasa karena udara sekitar di sini sangat sejuk dan melewati beberapa lodge, sehingga kalau lelah kita bisa berhenti untuk menginap atau makan. Perjalanan kami sangat santai, setiap kali ada lodge hampir selalu berhenti dan makan hehehe.


travel mate selama di Poon Hill yang ketemu di bandara dan hotel

Untuk sampai menuju puncak Poon Hill, kita akan melewati beberapa pos yang biasa digunakan trekker untuk beristirahat atau makan yaitu Nayapul – Birethanti – Hille – Ulleri – Ghorepani – Poon Hill.


salah satu jalur menuju puncak Poon Hill


banyak sekali model jembatan kayak gini menuju Poon Hill
 

Berbeda dengan gunung-gunung di Indonesia, sepanjang jalan menuju puncak Poon Hill di Ghorepani Himalaya ini ditemukan beberapa penginapan dan tempat makan jadi bagi teman-teman yang lelah bisa istirahat dan berhenti untuk menginap dan makan. Rutenya pun sangat aman dan jelas karena memang jalur sampai Poon Hill merupakan jalur yang biasa digunakan warga untuk beraktifitas.



bertemu dengan trekker lainnya

Bahkan wifi sampai ke penginapan terakhir sebelum menuju puncak masih menyala kenceng. Jadi yang hobby upload-upload aman deh. Tapi membawa perlengkapan pribadi saja dan buat saya rasanya jaket dan sleeping bag wajib bawa karena udaranya dingin banget kalau mengandalkan selimut dari penginapan rasanya tidak cukup.


jalurnya kadang naik, turun, lurus, landai dan kadang lewatin sungai

Pukul 5 sore kami tiba di Uleri salah satu pos yang menawarkan keindahan view Himalaya disekelilingnya, hari sudah mulai gelap dan kami memutuskan menginap di pos Uleri. Penginapan di sini berkisar antara 50-100 ribu permalam dan bisa share cost dengan teman sekamar kita. Makanan pun harganya cukup terjangkau antara 10-50 ribu tergantung apa yang ingin kamu makan. Bagi yang muslim jangan khawatir, karena mayoritas agama di Nepal adalah Hindu, jadi mereka tidak memakan bahkan membunuh yang bernyawa, jadi makannya bisa dipastikan halal, tapi tetap hati-hati ya.


salah satu penginapan di Poon Hill

Udara sudah mulai menusuk tulang belulang dan perut kami sudah kenyang, kami mulai tidur setelah mencoba menghangatkan badan dengan tungku api di ruang makan bersama para trekker lainnya, siapin fisik untuk perjalanan hari kedua menuju puncak Poon Hill yang berada di Ghorepani Himalaya.



Uleri – Ghorepani

Pukul 9an setelah sarapan pagi kami mulai melanjutkan perjalanan menuju Ghorepani. Rute inilah yang paling panjang sepanjang menuju puncak Poon Hill. Jalanannya menanjak dengan bebatuan yang sudah tersusun rapi seperti tangga. Sama seperti sebelumnya kami melakukan perjalanan dengan sangat santai.


pemandangan menuju Ghorepani gunung saljunya sudah mulai terlihat

Sepanjang perjalanan menuju Ghorepani, pegunungan bersalju mulai terlihat, kami melewati beberapa hutan terbuka dengan pemandangan indah. Cuaca sangat panas waktu itu tetapi udara tetap sejuk. Sampai di Ghorepani sekitar pukul 5 sore, kami mencari penginapan yang mendekati pintu puncak dan kami menginap di lodge yang pemandangan belakangnya gunung bersalju.


setiap jalur tersedia air yang dapat diminum yang dikelola masyarakat
jangan lupa bawa tumbler ya, karena tidak ada yang menjual AMDK

Kami mengunjungi tempat ini pada saat mendekati winter, musim perpindahan dari musim panas ke musim dingin, sehingga tidak begitu banyak pendaki yang datang ke puncak Poon Hill yang ada di Ghorepani Himalaya ini, sehingga cukup banyak pilihan penginapan. Informasi dari pemilik hotel biasanya winter sepi pendakian. Seperti biasa saat makan malam kita akan berkumpul dengan beberapa trekker dari negara lain dan tentunya mengobrol dengan mereka. Malam itu cuaca sangat dingin sampai -5 derajat, jadi aku dan teman-teman memutuskan tidur di ruang tamu karena ada tempat penghangat alami yaitu berupa pembakaran batu alam.


pintu masuk puncak Poon Hill


 

Puncak Poon Hill

Pukul 4 subuh kami sudah bangun dan siap-siap melihat sunrise di puncak Poon Hill. Jaraknya sekitar 30 menit dari penginapan untuk menuju puncak. Teman-teman cowok sudah pada duluan menuju puncak, sementara aku dnan teman-teman perempuan lebih banyak berhenti untuk foto-foto. Sampai pada akhirnya kedua teman perempuan memutuskan untuk menunggu di bawah karena kelelahan.



ratusan tangga menuju puncak Poon Hill



Di puncak Poon Hill di Ghorepani Himalaya terdapat sebuah menara pandang untuk mengambil foto dan melihat pemandangan indah sekitar gunung yang dihiasi salju. Ada tempat duduk untuk santai dan yang paling penting ada warung kopi dan teh yang dapat membantu menghangatkan badan karena suhunya lumayan dingin meski matahari bersinar.




Setelah puas berfoto, kami turun dan kembali ke hotel dan berkemas untuk perjalanan berikutnya. Di sini kami mulai berpecah, ada yang pulang ke Indonesia, ada yang lanjut ke India, ada juga yang ke Singapore. Aku? pastinya melanjutkan petualangan seru ke puncak Annapurna Basecamp (ABC) dengan lintas jalur.



Penasaran kan pengen tahu aku bisa bertahan dan berlari-lari di hutan Himalaya sendirian selama berhari-hari karena ga ketemu orang? ditunggu ya…..

Miss you Annapurna Basecamp (ABC).....




Popular Posts

Mendaki Puncak Poon Hill di Himalaya

Poon Hill adalah satu dari belasan puncak gunung yang berderet di  Himalaya . Menjadi salah satu puncak gunung yang menjadi incaran banyak ...

Back to Top