SERUNYA PARAGLIDING DI SARANGKOT HILL, POKHARA

Olahraga paragliding atau dikenal juga dengan istilah paralayang, menjadi salah satu kegiatan petualangan favorit di Pokhara, Nepal. Atraksi wisata yang masuk dalam kategori special interest tourism ini mulai berkembang di dunia sejak tahun 1950-an, dan pertama kalinya masuk dalam kejuaraan dunia tahun 1989 di Kossen, Austria. Olahraga ini juga ikut berkembang pesat di Sarangkot Hill, Pokhara, Nepal dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan.



Pertama kali saya mencoba paragliding di Kota Bogor tahun 2014. Awalnya deg-degan ternyata menyenangkan, seru, dan bikin nagih. Ketika mendaki gunung di Himalaya, saya kembali mencoba olahraga yang memicu adrenalin dan membutuhkan keberanian ini. Olahraga paralayang menawarkan wisata petualangan dan pengalaman yang takkan terlupakan buat saya.


SARANGKOT HILL, PUSAT PARAGLIDING DI KOTA POKHARA, NEPAL

Sarangkot Hill yang terletak di Kota Pokhara, Nepal menjadi destinasi wisata paragliding paling diminati oleh banyak wisatawan. Berada di ketinggian 1.600 mdpl (meter di atas permukaan laut), tempat ini menjadi take off point saat melakukan paragliding. Tepi Danau Phewa menjadi tempat landing point, jaraknya tidak jauh dari take off point. Tempat landing ini berupa lapangan luas dengan rerumputan hijau yang sangat indah.






Selain sebagai persinggahan sebelum melakukan pendakian ke beberapa gunung salju di Nepal, tempat paragliding ini juga menawarkan banyak destinasi wisata. Tempat ini dapat ditempuh melalui jalur darat sekitar 8-10 jam dari kota Kathmandu, ibukota Nepal. Atau bisa juga ditempuh dengan menggunakan pesawat dari bandara Kathmandu sekitar 30 menit.

Sarangkot Hill hanya diperbolehkan melakukan aktivitas paragliding dengan ditemani pilot tandem. Jika teman-teman yang sudah mempunyai sertifikat olahraga parasut ini dan ingin melakukan paragliding secara solo, bisa mencobanya di Mandre Danda, kata pilot tandeman saya.


APA SAJA YANG BISA DINIKMATI SAAT PARALAYANG

Sarangkot Hill di Pokhara, Nepal merupakan salah satu tempat paragliding terbaik di dunia. Bagaimana tidak, saat melakukan paragliding, paraglider akan disuguhi pemandangan pegunungan, danau, dan kota Pokhara.

1. Melihat pegunungan salju Himalaya

Saat asik menikmati olahraga parasut ini, kita akan menyaksikan pegunungan Himalaya yaitu Annapurna, Everest, dan beberapa gugusan gunung lainnya seperti Dhaulagiri, Machhapuchhre, dan Manaslu. Semuanya diselimuti dengan salju, terbayangkan indahnya. Pokoknya gugusan gunung salju Himalaya memanjakan mata kita sepanjang terbang di udara.


salah satu view saat paragliding, betahkan terbang di atas kalau viewnya begini?

Di tambah puncak Fishtail yang sangat indah, ikut menyapa kehadiran saya. Fishtail salah satu puncak gunung tertinggi yang sangat indah di pegunungan Himalaya. Bentuknya runcing, semakin indah saat diselimuti salju.

2. Menikmati Pokhara Valley

Selain pegunungan, kita juga dapat menikmati keindahan kota Pokhara yang merupakan kota terbesar di Nepal saat terbang di udara. Kota ini begitu indah dengan warna-warni bangunan hotel, tempat ibadah, dan pagoda dari atas udara.




3. Menikmati Danau Phewa

Selain Pokhara Valley yang memukau, dari atas kita juga dapat menikmati Danau Phewa yang merupakan danau tawar di pusat kota Pokhara. Danau yang dikenal dengan nama Baidam Tal ini merupakan danau sumber kehidupan warga di sekitar kota Pokhara dan danau ini menjadi pusat wisata di kota ini. Makin seru ya paraglidingnya.


Picture taken by Shankar


4. Menikmati sensasi udara dingin dari ketinggian

Selain pemandangan yang indah, kita juga bisa merasakan sensasi udara dingin karena hamparan salju. Bagaimana rasanya terbang di ketinggian yang hampir mencapai 2000-3000 mdpl, jika udara sedang bagus, wooww banget kan? apalagi pemandangannya gugusan gunung salju yang gak ada di negara kita. Sesuatu banget pastinya buat kita warna negara tropis.

5. Selfie di atas ketinggian

Nah yang hobby selfie bisa banget dong kita selfie-selfie dengan pemandangan belakang gunung tertinggi di dunia ini, ya Everest. Ambil video juga boleh banget, tapi ingat hati-hati ya kamera atau HP-nya jatuh.





6. Bercerita tentang Nepal

Bercerita di atas ketinggian juga menjadi pengalaman seru loh. Saya sih ga pernah ya ngobrol di atas ketinggian hanya dengan menggunakan parasut. Punya sensasi sendiri loh dan mungkin lebih seru dibandingkan dengan menikmati makan malam di atas ketinggian seperti yang ada di beberapa negara. 

7. Tidur

Kekonyolan yang saya lakukan adalah tidur saat terbang. Habisnya lumayan lama juga ya 30 menit di atas ketinggian dengan udara yang mencapai 1 derajat. Persis seperti pertama kali melakukan paragliding di Bogor hehehe. Saking dinginnya dan udara di atas adem bikin pengen tidur hehe. Tapi ini jadi pengalaman tersendiri loh, belum pernah kan tidur di atas ketinggian hehehe apalagi di bawah kaki kita hamparan gunung es yang indah dan menjadi atap dunia. Nah, kalau kamu dikasih kesempatan paragliding di atas gunung es, cobain deh tidur sejenak, dan rasakan sensasinya.

8. Landing Point

Nah, tempat landing point-nya berada di tepi Danau Phewa. Lapangan luas yang mempunyai rerumputan tebal ini juga bisa kita nikmati loh saat landing. Apalagi buat teman-teman yang panikan, liatin aja tuh pemandangan rumput yang warnanya selalu kecoklatan, biar paniknya ilang. Nah di sana juga kita bisa melihat banyak binatang kerbau loh yang sedang makan. Letaknya persis di pinggir danau. 

Buat saya ini jadi atraksi wisata tersendiri sih. Setelah turun kamu bisa selfie ria di pinggir Danau Phewa dengan latar belakang rumput coklat dan beberapa binatang Yak, khas Negara Nepal. Hampir mirip dengan padang Sabana-nya milik Bromo.


landing-nya seru ya kalau view-nya begini hehehe, caramel view


Baca juga: Mendaki Puncak Poon Hill Di Himalaya


TIKET PARAGLIDING

Tahun 2016 akhir, waktu saya ke sana, saya bertanya ke beberapa tour agent yang ada di sekitar hotel tempat saya menginap, sekitar Danau Phewa. Harganya berkisar antara 1 juta – 1,3 juta rupiah. Setiap tour agent harganya memang bervariasi.

Kemudian saya iseng bertanya ke pemilik hotel, ternyata mereka mempunyai paket harga diskon untuk semua tamu yang menginap dihotel mereka. How lucky I am, waktu itu saya mendapat harga 800 ribu rupiah, masih jauh lebih murah dibandingkan dengan harga yang ditawarkan oleh tour agent. In my opinion still worth it dengan experience yang bakal didapat.



So, jika teman-teman berkunjung ke Nepal dan berniat untuk melakukan olahraga parasut ini, bisa bertanya ke pemilik hotel terlebih dahulu tempat kita menginap. Biasanya mereka mempunyai harga khusus untuk para tamu yang menginap dihotelnya karena bekerjasama dengan beberapa tour agent. Dan saya rasa ini lebih aman buat kita.

Update tahun 2020, ternyata harganya masih sama rata-rata 1,2 juta rupiah.


LAMA WAKTU PARAGLIDING

Kita akan menikmati pemandangan pegunungan salju Himalaya selama kurang lebih 30 menit. Waktu itu saya ditawarkan tambahan waktu oleh pilot tandem saya. Namun saya menolaknya karena kaki saya sudah dingin banget. Lebih dari cukup guys kalau buat saya, di atas saya hampir kedinginan. Waktu itu ditawarin juga karena Kebetulan sedang sepi, karena musim salju, kata pilot tandeman saya biasanya kalau musim salju, wisatawan yang melakukan olahraga paralayang ini sedikit berkurang namun tetap ramai.




JAM OPERASIONAL

Sebenarnya Sarangkot Hill, Pokhara adalah area terbuka kita bisa datang kapan saja. Namun aktivitas paragliding atau paralayang akan dilakukan sesuai dengan kondisi cuaca dan angin dan kesiapan dari tour agent. Meski sudah siang tetapi kalau cuaca kurang baik mereka tidak akan melakukan aktivitas paragliding. Hal ini dilakukan dengan alasan keselamatan.

So, kata guide sana tidak ada jam operasional pasti kapan buka dan tutupnya. Kecuali untuk kantor tour agent yang menemani kita nanti. Mereka rata-rata biasanya buka jam 9 pagi sampai jam 4. Berdasarkan regulasi yang ada, pilot tandem saya bercerita hanya diperbolehkan maksimal 2x membawa tamu dalam sehari. 


FASILITAS YANG DIDAPAT

Jika saya mengeluarkan uang untuk sebuah kegiatan, biasanya saya akan memastikan fasilitas apa saja yang akan kita dapat. Termasuk membayar sejumlah uang untuk paragliding ini. Dengan membayar sejumlah 800 ribu waktu itu saya mendapatkan beberapa fasilitas dari tour agent hotel.

1. Asuransi jiwa

Nah ini penting banget ya teman-teman, sebelum kita melakukan pembayaran untuk paket yang kita ambil, pastikan kita mendapatkan asuransi keselamatan. Karena olahraga ini beresiko tinggi terhadap keselamatan, fatalnya bisa kematian dan cacat. Naudzubillah ya bukan mengharapkan tapi mencegah lebih baik buat saya. Hal ini juga bentuk selfcare sama diri kita loh menurut saya. Sebelum berangkat ke lokasi paralayang di Sarangkot Hill, kita akan dimintakan data diri untuk keselamatan kita.

2. Dokumentasi (Foto dan Video)

Nah selama kita melakukan paragliding ini, tour agent akan mengambil foto dan video kita. Setelah turun, mereka akan mengcopy semua video dan foto ke CD dan kemudian jadi milik kita deh. Kamu juga boleh membawa kamera atau HP kamu untuk mengambil foto dan video tapi hati-hati ya, resiko jatuhnya tinggi.


Baca juga: Cara Mudah Mengurus Visa On Arrival (VOA) Nepal


3. Antar jemput dari hotel – lokasi – hotel

Nah dengan membayar 800 ribu tadi, saya sudah mendapatkan juga fasilitas antar jemput dari hotel. Dari hotel tempat saya menginap sekitar Danau Phewa di pusat Kota Pokhara, membutuhkan waktu sekitar 30 menit menuju tempat ini. Selama perjalanan menuju Sarangkot Hill, kita juga bisa menikmati pemandangan indah gugusan gunung Himalaya loh.

4. Guide profesional

Soal kualitas para pilot tandem sudah tidak diragukan lagi, semua pilot yang menemani wisatawan sudah memegang lisensi alias sertifikat internasional. Berdasarkan informasi dari tour agent dan pilot tandem saya, semua pilot di Pokhara dilatih secara langsung oleh badan sertifikasi paralayang dunia, sehingga jika mereka sudah lulus, bisa membawa terbang di negara mana saja. So, tidak usah khawatir ya soal keamanan. Secara teknis dan keahlian mereka memiliki kelas internasional.




TIPS SAAT PARAGLIDING DI POKHARA

  1. Memilih Operator. Pastikan kamu memilih operator yang sudah punya nama dan dapat secara track record-nya baik. Bisa cari di internet atau tanya ke pihak hotel.
  2. Siapkan alat dokumentasi. Nah ini wajib banget ya jangan lupa bawa kamera atau ponsel kamu untuk mengambil dokumentasi. Meskipun nanti kita akan mendapatkan dokumentasi foto dan video dan tour agent. Tapi rasanya menggunakan milik sendiri lebih bebas. Jangan lupa baterainya diisi dulu dan siapkan memori sebanyak-banyaknya ya.
  3. Safety first. Lihat cuaca dan angin. Jangan paksakan diri untuk tetap melakukan paralayang jika cuaca dan angin sedang tidak bagus.
  4. Gunakan pakaian tertutup dan hangat. Gunakan jaket tebal. Kenapa? Karena saat kita sudah melayang di udara udaranya sangat dingin meskipun matahari terik. Ingat, kita sedang terbang dengan pemandangan gunung salju Himalaya. Beeerrr banget sih dinginnya.
  5. Hati-hati dengan alat dokumentasi. Saat kamu ingin mengambil foto atau  video menggunakan hp kamu, hati-hati ya. Potensi kamera atau hp jatuh sangat besar, so kamu harus melakukan tindakan preventif untuk hal ini. Semisal memberi pengikat di ponsel yang akan kamu gunakan dan melilitkannya di lengan kamu.
  6. Pastikan saat kamu mendapatkan dokumentasi berupa CD dari tour agent, kamu copy juga ke ponsel atau memori milik kamu. Untuk menghindari resiko CD hilang atau rusak, seperti kejadian yang menimpa ke saya. Semua dokumentasi yang diberikan oleh tour agent dalam bentuk CD hilang entah di mana. Sedih banget guys, ga ada memori saat terbang terbang menikmati pegunungan salju Himalayanya.
  7. Gunakan masker. Karena udaranya dingin otomatis angin yang berhembus juga dingin banget. Hidung hampir mampet karena hembusan udara yang sangat dingin.
  8. Gunakan sepatu yang aman. Karena pada saat landing kita akan berlari dengan posisi kaki sebagai tumpuan. Bahaya kalau pakai sandal selain bakal terasa dingin juga di atas.
  9. Gunakan kupluk atau buff. Selain buat menahan dingin juga untuk melindungi kepala kita, karena helm yang kita gunakan bekas orang. Buat saya sih ini wajib banget.
  10. Tidak membawa barang penting. Karena tidak ada tempat penitipan barang dan saat kita sudah landing, kita tidak akan kembali ke tempat saat take off.
  11. So, dengan alasan safety jangan lupa ya kita isi Safe Travel milik Kementerian Luar Negeri, saat kita berjalan-jalan ke luar negeri. Apalagi kalau kita berkunjung ke destinasi wisata yang minat khusus kayak gini. Lagi-lagi ini sebagai salah satu bentuk tindakan antisipasi.
  12. Jika di atas merasa kurang nyaman seperti pusing atau mual, bilang saja ke pilot tandem kita, untuk segera turun. Jangan paksakan untuk tetap di atas.
  13. Untuk alasan safety, ikuti arahan dari pilot tandem kita ya, baik saat take off  maupun saat landing.
landing point area, tour agent ready to pick me up


Nah, setelah membaca serunya pengalaman saya melakukan paragliding di Sarangkot Hill, Pokhara ini, pasti penasaran kan pengen nyobain gimana terbang di atas ketinggian dengan pemandangan salju dan pegunungan Himalaya, impian banyak orang di dunia.

 

103 Comment

  1. Wahhh, salah satu yang belum terwujud nih pingin paralayang. Tapi kalau ke Nepal kejauhan, mau nyoba yang di kota Batu saja dulu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. gpp ka Uphiet someday kamu bisa ke sana, yakin pasti bisa

      Delete
    2. Aku juga pingin ah Mbak ke Sarangkot Hill, Nepal ini. Biar bisa paragliding kayak Mbak Mei. Bikin wishlist aja dl ya kan insyaallah kl waktunya udah tepat bakal bisa ke sana

      Delete
  2. Seru kayanya ya mbak, pengen banget kapan-kapan ih nantang adrenalin

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan ditantangain, ajakin jadi teman aja adrenalinnya heheheh

      Delete
  3. wow pengalaman yang tak terlupakan yaa... ngga kebayang sih tidur di ketinggian hihi takutnya ketiduran kalo nyaman, kalo saya ah boro-boro tidur takut yang ada takut tiba-tiba ada di Korea Utara hahaha #korban drakor wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku parah banget emang mba sampai ketiduran, beneran bikin ngantuk

      Delete
  4. Seruuu banget pastinya ya Mbak, tapi sayang ya itu dokumentasi nya pada hilang, nyesak banget yak itu.
    Anyway sempat gitu ya Mbak tidur di atas sana, saya udah tahan napas kali ya kalau di ketinggian gitu, xixixix

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya saya selalu ketiduran mba pas di atas, dingin bikin ngantuk, lumayan 30 menitan kan

      Delete
  5. wii serunya paragliding ya mbak, saya belum pernah coba, btw themes nya baru ya mbak? lebih clean dan menarik

    ReplyDelete
    Replies
    1. sudah beberapa bulan Mba WIn, lagi coba2 theme

      Delete
  6. Oke fixs ini seru banget mbak Mei 😍
    Paragliding di Nepal.. Bucketlist banget.. melihat indahnya pegunungan bersalju Himalaya
    Duh kapan ya aku bisa ke Nepal menikmati indahnya gunung-gunung tinggi ~ Terima kasih mbak Mei sudah membuatku kepingin bingits haha
    Sayang banget dokumentasinya hilang ya mbak.. Tapi yang penting pengalamannya ya mbak 😊

    Oiya, dulu aku pernah mbak paragliding, dari bukit terus turunya di pantai gitu.. seru banget juga, tapi setelah 15 menit diatas, kok kepalaku pusing, kaya pusing masuk angin gitu sewaktu diatas hhaha.. kalau mbak Mei pusing juga ngga setelah lama di gelantungan pakai parasut? 🙈 Soalnya setauku Nepal kan oksigennya tipis-tipis mbak kalau di ketinggian

    ReplyDelete
    Replies
    1. so far enggak mba, biasanya kalau pusing karena jarang naik ketinggian, makanya kalau naik gunung juga kan ada aklimatisasi, itu buat penyesuaian suhu badan dengan udara dan lingkungan yang ada, bisa jadi badan mba lagi proses penyesuaian aja, lama2 akan biasa, tapi kalau sampai pusing parah atau mual wajib turun aja jangan dilanjutin paraglidingnya

      Delete
    2. bisa juga minta ke pilot tandemannya jangan terlalu tinggi dulu, supaya badan kitanya ga shock, setelah bebebrapa menit baru naikin pelan2 lebih tinggi

      Delete
  7. waduuh keren amat bisa paragliding di Nepal.. pasti pengalaman yang tak terlupakan ya...yang pasti stamina harus terjaga dengan baik ya.. apalagi di atas sana cukup dingin

    ReplyDelete
  8. Yang namanya main paralayang aja seru, apalagi kalo dilakukan di atas pegunungan Himalaya.

    Pasti jadi pengalaman tak terlupakan karena pemandangannya indah, gak ada di Indonesia.

    ReplyDelete
  9. Wow, paralayang. Dulu pernah lihat dosen main langsung dan salut ya. Aku nggak beranian orangnya, mules kali aku ikut aktivitas ini :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru mba kalau paraglidingnya pemandangannya hamparan gunung salju gitu

      Delete
  10. salah satu tempat buat paragliding yang recomended dengan pengalaman dan pemandangan yang tidak akan terlupakan.

    ReplyDelete
  11. Seru banget paragliding lihat pemandangan pegunungan dan salju, wah kebayang dinginnya di sana :))

    Sempat tidur di atas ketinggian juga mba Mei? hihi, sensasinya kayak apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahha ya mba Yus aku ketiduran, entahlah kayak seru kaget gitu aja hahah

      Delete
  12. aaa gilaaak mbakkk, keren banget pemandangan di sana. ya Tuhaaan, gunung saljunya megah banget uy, apalgi danaunya dari ketinggian juga terlihat cantik banget. dududu, untungnya dapat tiket lebih murah drpd yang ditawarkan travel agentnya ya mbak. mau ih, 800rb bisa terbang2 gitu, hhhh

    ReplyDelete
  13. Huaa, kalau sudah terbiasa enak ya tidur sembari terbang. Saya membayangkannya .... ngeri hihi. Tapi memang harus sudah terbiasa ya biar bisa menikmati ... eh atau gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. pertama kali paragliding soalnya tidur mba, eh aku jadi kebiasaan deh kedua kali juga tidur

      Delete
  14. Kok jadi teringat drakor Crash Landing on You yang ada adegan paralayangnya. Lalu membayangkan Mbak Mei paralayang, pas landing ketemu pria setampan Hyun Bin. Uhuk. Keren sekali pengalamannya paralayang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. duh maunya gitu abis itu dibawa ke pelaminan ya #hufcurhat hahaha

      Delete
  15. Wahh pasti seru banget ya kak main paragliding begini. Aku berani ga ya kira-kira nanti hehe

    ReplyDelete
  16. Aku belum pernah naek paralayang. Jadi pengen cobain. Seru kali yah gelantungan di atas terbang bebas kek burung. 😊

    ReplyDelete
  17. Meeiii gw ga bisa diginiin deh ya ampun asyikk banget bisa paragliding langsung jauuhh pulak di sonooh di Sarangkot Hill, huks pengen banget. dulu pernah mo ikutan di daerah mana tuh jawa mana gitu tapi ga jadi hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayu mba ikutan biar bisa upload tulisan juga hahahha, ayo ayo kita pergi bareng gelantungan di awan hehehe

      Delete
  18. Mba Mei, bagaimana perasaan mba Mei waktu melayang di udara dengan paralayang? Lalu persiapan apa yang mesti dilakukan jika mau paralayang?

    ReplyDelete
    Replies
    1. penasaran pengen coba mba, pas udah di atas oh idnah banget lihat alam gitu, terus nagih hehe, siapin mental aja mba haha

      Delete
  19. Seru banget ceritanya. Ini Aku kan takut ketinggian kalau kira-kira nyobain paragliding bisa ketagihan ga ya hihii

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga takut ketinggian mba, tapi aku anaknya penasarannya tinggi, aku lawan, malah ketagihan mba hehehe

      Delete
  20. Nyerah aku kalau beneran suruh paraglinding kak. Nggak berani di ketinggian, langsung panas dingin aku
    yang expert bisa sampai bawa kamera dan santai gituya seru banget lihatnya sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru banget mba sayangnya dokumentasi saya hilang, jadi cuman ada beberapa dari hp

      Delete
  21. hemm kepengeen.. satu2nya para-paraan yang pernah aku coba itu parasailing di Bali, itupun udah lamaa banget. pengen paragliding atau paralayang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayu mba serunya sama juga kayak parasailing hehehe

      Delete
  22. Seru banget, Mbaaak. Yang bisa paragliding gini mulai usia berapa, Mbak? Aku tuh takut ketinggiann jadi kayanya nggak berani deh tapi anak-anak suka banget parasailing. Kalau diajak paragliding gini semangat pasti mereka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setahu saya batasan umurnya variasi mba, ada yang di 14-60 tahun, ada yang 15 - 60 tahun ada juga yang 17 / 18 tahun ke atas, dan harus ada izin oangtua kalau usianya di bawah 17 atau 18 tahun

      Delete
  23. Waww kereeeen sekaliii mbak. Hanya dengan 800rb bs dpt pengalaman yang sangat berharga ky gini??
    Wow g bisa bayangin gmn sensasinya, pasti seruu. View nya juga keren bingit.
    Tp misal nyoba sendiri q tak yakin brani hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. cobain aja dulu yuk mba, pasti ketagihan heheh

      Delete
  24. Ya ampuuuun meeei, aku mauuuuu bangetttt ini pastiiiiii!!! Duuuh ketinggian gini nih yg aku suka. Serasa bisa terbang. Pokoknya kalo ntr ke Nepal aku usahain utk bisa mampir dan main di sini. Sbnrnya aku ada plan ke Tibet, dan itu transit di Nepal. Ini pake tur sih, Krn tibetkan wajib pake tur. Cm aku ga tau sih apa bisa masukin itin ini ke dalamnya ato ga. Kalo perlu, aku extend deh di nepalnya. Seru banget ini.

    Even harga yg 1.3 jutaan msh worth it lah. Aku juga serem soalnya kalo wahana extreme begini dihargain murah. Maintenance-nya jd ga yakin :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. so far maan sih mba di sana, karena guidenya juga pelatihan langsung dari asosiasi paragliding internasional kata mereka, dan maintenancenya teratur, saya tanya2 ke mereka dan baca2 di inet, ayo mba fan cobain

      Delete
  25. Ck ck ngga semua orang mau lho nyobain wahana begini. Salut sama yang berani, mantap

    ReplyDelete
  26. Pengen sih nyoba, tapi kalo uda sampe tempatnya entah nyalinya msh stay apa paragliding duluan 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. malahan penasaran mba kalau udah di tempat dan lihat

      Delete
  27. Baginyang suka ketinggian ini sih keren ya Mba. Akupun pengen bisa terbang gitu tapi takut. Ehehhe berbahagialah yang punya nyali di atas ketinggian salut

    ReplyDelete
  28. hmm mau coba ngga ya? pensaran sih tapi takut ketinggian hihihi, tapi kalau udah coba mungkin bisa jadi ketagihan ya mba

    ReplyDelete
  29. Wow pengalaman yang luar biasa ya Mbak bisa melakukan olahraha paragliding sambil menikmati indahnya pemandangan Himalaya. Olahraga yang menantang sekali sih ini tapi saya nggak tahu berani atau nggak membayangkan aja udah ngeri duluan, takut ketinggian soalnya. Hehe. Btw sempat2nya juga ya Mbak tidur di atas ketinggian tapi seru juga nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. mba Siska, hahha aku juga pas bangun kaget sih hahhha, entah berapa lama, pilotnya cuman ketawa-ketawa aja pas aku bilang ketiduran, seru kalau duah nyobain mba, bikin nagih

      Delete
  30. Menikmati keindahan alam dari ketinggian itu sensasinya emang beda ya, Mbak. Aku udah lam banget penasaran pengen nyobain paradigling ini, tapi ragu juga bakal berani ga ya? Hahaha. Aku agak takut dengan ketinggian soalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. berani asti mba, seru, saya juga dulu takut, penasaran terus nyobain deh eh nagih deh

      Delete
  31. Berasa jadi Yoon Se Ri kak Meiii..
    Deg-degan gak siih...pas awalan paraglidingnya lepas landas, hihii...trus megang gadget buat berfoto.
    ((makin gemetar))

    ReplyDelete
    Replies
    1. degdegannya hanya beberapa detik, abis itu really enjoying the moment teh

      Delete
  32. Keren banget mbak bisa paralayang sampai ke Nepal, saya terakhir paralayang di Nusa dua tapi hanya bagian penonton saja...hehehe soalnya saya takut

    ReplyDelete
    Replies
    1. cobain seru kak kalau udah nyoba malahan nagih

      Delete
  33. aku kepo banget ih pengen cobain ini jugaaa, tapi masih mikir dua kali karena agak takut sama yang namanya ketinggian hihihi, padahal penasaran banget

    ReplyDelete
  34. ini keren banget mbakkkk, bisa paradigling di atas gunung himalaya.Kereeennnn, walaupun aku takut ketinggian tapi kalau melihat cerita seru ini sih jadi pingin :D

    ReplyDelete
  35. Asli ini olahraga yang memicu adrenalin. Kalo aku sih jelas tidak berani hahahaha.. Biar anak-anakku aja nanti yang nyobain :D

    ReplyDelete
  36. Aku pernahnya flying fox aja nih dan itu nagih, kalo paralayang.. penasaran tapi kok kayaknya serem yak, tinggi banget kan soalnya.. tapi kalo ada kesempatan aku mauuu!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayo mba nyobain seru loh degdeg ser gimana gitu pas terbang

      Delete
  37. Mbak Mei keren bangeet bisa menikmati indahnya kota Pokhara dari ketinggian dan sambil melayang di paragliding yaa... luar biasa... kl saya udah ketakutan itu haha... tp didampingi profesionalnya kok ya Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mba wajib punya lisensi kalau mau solo, saya belum selesai les paralayangnya, jadi masih wajib tandem

      Delete
  38. Wah keren banget udah coba paradiglung, seru banget ya mba bisa lihat pemandangan yang indah dari atas.

    ReplyDelete
  39. Kalau daku karena belum pernah paragliding yang ada mah nggak bisa tidur deh pas terbang kak haha.. Tapi kalu tidur pas lagi rush hour di KRL (sebelum pandemi) mah pernah.. Lah 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe nah saya jarang naik kereta kecuali jarak jauh

      Delete
  40. Wuaaah, seru bangeettt. Belum pernah punya pengalaman paralayang. Duh gimana ya rasanya berada di ketinggian dengan pemandangan bukit dan gunung? Pasti menyenangkan. 1,2 juta 30 menit? Boleh laahh dengan pengalaman yang didapat

    ReplyDelete
  41. Bener deh pemandangannya bikin betah...lihat gunung es begitu..sama danau..wow banget... Lumayan ya 30 menit...Pemandangan yang bagus tetep bisa bikin ngantuk ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya saya doang deh mba yang bisa tidur heheh

      Delete
  42. Ya ampuuun seru banget Mei, luar biasa deh nyalimu ikutan paragliding gini. Kebayang sensasinya bisa menikmati Gunung Himalaya dari ketinggian. Impian para pendaki banget nih misal belum bisa mendaki gunungnya, melihat dari ketinggian pun sudah luar biasa banget.

    ReplyDelete
  43. Pasti pengalaman yang seru banget ya Mbak Mei, bisa paralayang sampai ke Nepal. Cukup lama juga ya sampai 30 menit di udara, saya kira paralayang nggak sampai selama itu. Persiapannya juga nggak gampang pasti. Untuk kegiatan semacam ini, selain perlu modal dan persiapan yang matang, juga perlu nyali yang besar. Ini yermasuk olah raga yang memicu adrenalin. Banyak yang nggak bakalan berani, seperti saya ...😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. setelah nyobain malah ketagihan mba Estelita heheheh

      Delete
  44. keren banget ya viewnyaaaaa, tapi ngeri ngeri sedap kayanya ya mba kalo baru nyoba pertama kaliiii.. abis nyobain sekali kayanya jadi ketagihan tapi yaaa.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mba setekah 2x nyobain bikin nagih terus

      Delete
  45. Hu..wowow! Aku kepen naik paralayang juga nih kak. BTW aku suka olahraga yang menguras adrenalin kayak naik paralayangan ini. Duh, penasaran ingin cobanya. Akan ketagihan sih ini nantinya.

    ReplyDelete
  46. Selalu penasaran pengen nyobain paralayang kaya gini, tapi sayangnya saya takut ketinggian hehe pasti seru banget apalagi di Himalaya kaya gini. Soon deh semoga berani hehe

    ReplyDelete
  47. Wuidiihh seru banget ini, menguji adrenalin sekali. Pengen nyoba juga tapi kayaknya sekarang dah gak bisa deh secara umur udah gak muda lagi hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa ka sampai 60an pun tetep bisa ko selama sehat

      Delete
  48. Ragliding 30 menit.waaaw. aku shock mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. kelamaan kah hahha seru mba aku aja ampe tidur

      Delete
  49. Seru sekali pengalamannya mbak, Kalau saya pastinya tidak bisa lakukan. Usia sudah tak menunjang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. vusa sampai usia 60an mba, selama masih sehat dan berani gpp

      Delete
  50. Wuihhh luar biasa, jujur saya gak berani main ini

    Saya takut ketinggian, gimana rasanya ya pas berada diatas seperti layangan gitu hehehe

    ReplyDelete
  51. seru kayak mau lompat-lompat rasanya

    ReplyDelete
  52. Gak bisa akutu mbak, aku juga kepengen. Apalagi yang di Nepal inih. Btw itu gimana rasanya bisa tidur dalam 30 menit paragliding mbak? hehe. Berapa lama tidurnya itu?

    ReplyDelete

Silakan tinggalkan komentar yang sopan. Tolong jangan tinggalkan link aktif. Terima kasih.