Looking for My Article

30 September 2020

Tanjung Papuma, Pantai Pasir Putih Malikan Di Kota Tembakau

Pantai cantik di Kota Tembakau, Jember ini, belakangan menjadi destinasi wisata yang populer. Yap, Pantai Tanjung Papuma. Tahun 2012 pertama kalinya, saya mengunjungi tempat ini, masih dalam kondisi seadanya dan belum seramai sekarang. Pantai cantik yang memiliki pasir putih dan penuh dengan batu-batu besar ini menyuguhkan keindahan sunset dan sunrise.




Berniat menikmati sunsetnya, saya dan teman-teman datang siang hari ke tempat ini. Makan siang dengan nasi yang dibungkus daun pisang membuat nasinya begitu beraroma wangi. Ditambah dengan ikan bakar segar dan kami makan di pinggir pantai. Nikmatnya tiada duanya, sesederhana itu kami menikmati keindahan Tanjung Papumapantai pasir putih dengan gugusan bebatuan karangnya.



Sementara nama Tanjung-nya sendiri diambil karena pantai ini menjorok ke laut secara langsung yaitu laut Samudera Hindia. Nama Papuma sendiri ternyata kepanjangan dari Pantai Putih Malikan. Pantai yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia ini, mempunyai gugusan batu karang yang membuatnya menjadi unik. Spot-spot batu karang tersebut menjadi spot foto favorit bagi para wisatawan yang berkunjung. Spot foto inipun ternyata ada namanya loh, ada Nusa Barong, Kodok, Batu Kajang, Nusa Barong, Narada, dan juga Kresna.



Apa saja yang bisa dilakukan di Tanjung Papuma

Banyak yang bisa kita nikmati di pantai kota tembakau ini. Namun sayangnya saya tidak menikmati semua atraksinya. 



1. Kemping Ceria

Di Pantai Tanjung Papuma, wisatawan juga bisa menikmati kemping ceria bersama sahabat atau keluarga. Rebahan di dalam tenda sambil menikmati indahnya bulan dan bintang ditemani pula hembusan udara segar serta hembusan ombak yang datang sesekali, indahnya. Amannya lagi tempat ini tersedia camping ground untuk mendirikan tenda.


2. Sunset dan Sunrise

Nah, biasanya yang suka dengan pantai, pasti mau menikmati keindahan sunset atau sunrise-nya. Diklaim sebagai tempat sunrise  paling indah di Kota Tembakau ini. Membuat orang penasaran berkunjung ke destinasi wisata ini.




3. Batu Karang dan Batu Malikan

Di Pantai Tanjung Pasir Putih Malikan, kita juga bisa menikmati batu karang yang menjulang tinggi. Batu karang ini juga menjadi salah satu spot foto favorit bagi wisatawan. Bentuknya ada runcing, instagramable banget buat diphoto.



Selain itu juga batu-batu di sini berbentuk unik dan saya hampir tidak pernah melihatnya di pantai lain. Seperti dibentuk atau dicetak.



4. Pemandangan Pantai Indah

Jika kamu suka dengan pemandangan pantai yang indah, kita bisa bermain di pinggir pantai yang membiru ini. Anda dapat menikmati deburan ombak dengan ditemani hembusan khas pantai yang membuat kita menjadi lebih damai.


Tapi karena Tanjung Papuma masuk dalam laut selatan yang ombaknya terkenal sangat besar dan ganas, tidak diizinkan untuk mandi atau melakukan aktivitas air di pantai ini, tanpa seizin petugas.

5. Bukit Siti Hinggil

Merupakan salah satu spot favorit untuk menikmati sunset. Bukitnya tidak terlalu luas, dan harus hati-hati juga bermain di atas bukit ini, karena berbentuk tebing dan curam, bawahnya langsung laut berkarang.



Sekarang sudah dibangun tempat instagramable buat foto dan menyaksikan sunrise. Kita bisa menikmati Samudra Hindia dari atas bukit ini yang maha luas sejauh memandang.

6. Kuliner

Saya paling suka menikmati makan siang dengan suasana di pinggir pantai. Nah tempat ini juga menyediakan kuliner yang dapat dinikmati. Saya waktu itu memesan ikan bakar segar dan makannya di pinggir pantai Malikan bersama teman-teman. Wahhh, indahnya.




7. Menyewa boat

Nah, di pantai milik Kota Tembakau ini kita juga bisa melihat banyak perahu yang berjejer dna ternyata itu disewakan loh untuk mengelilingi beberapa spot. Sayangkan kalau dilewatkan?




8. Pemandangan hutan

Saat hendak masuk atau keluar dari Pantai Putih Malikan, kita bisa menikmati pemandangan hijau hutan yang terbuka dan penuh dengan pohon-pohon yang berwarna coklat dan hijau. Cantik banget deh.



Akses menuju Tanjung Papuma

Pantai Tanjung Papuma berjarak sekitar 35 menit atau 40 km dari Kota Jember. Karena memang jalannya ada beberapa yang belum bagus, sehingga membutuhkan waktu lebih lama.



Tahun 2013 saya mengunjungi tempat ini, belum ada kendaraan umum. Kami menyewa mobil pribadi. Ternyata sampai 2020 juga masih belum ada kendaraan umum. Menuju tempat ini kita akan melewati hutan terbuka dna cukup aman. Serta akan melewati beberapa bukit dan jalanan menanjak. Jadi jika akan menyewa kendaraan, pastikan kendaraan sanggup dibawa ke tempat berbukit.

Alamat Tanjung Papuma

Jalan Raya Lojejer, Area Kebun, Desa Lojejer, Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, 68162.

Waktu Berkunjung

Berkunjung pada musim kemarau ke Pantai Putih Malikan ini, untuk menikmati pemandangan biru langit dan indah.
Berkunjunglah menuju sore untuk menghindari panas terik dan menunggu sunset yang indah.

Suhu Pantai Tanjung Papuma

Namanya pantai pasti sudah dipastikan suhunya kadang dingin kadang panas ya tergantung waktunya. Tapi rata-rata suhu di tempat ini antara 22 - 33 derajat. Jadi, pastikan anda membawa pakaian yang tepat ke tempat ini. Karena pengalaman saya menggunakan kaos tebal, kepanasan banget.

Harga Tiket Masuk (Per Desember 2019)

Wisatawan Domestik Rp. 15.000-, (hari biasa) dan Rp. 17.500-, (hari libur)
Wisatawan Mancanegara Rp. 30.000-,

Harga Tiket Parkir

Mobil Rp 5.000-,
Motor Rp 2.000-,
Mobil besar Rp. 10.000-,

Fasilitas

  • Area parkir
  • Tempat makan
  • Toilet
  • Mushola dan Vihara
  • Penginapan
  • Penyewaan ATV
  • Camping Ground
  • Banana Boat
  • Suvenir


Larangan di Tanjung Papuma

Beberapa aktivitas di larang di tempat ini untuk keselamatan wisatawan. Di mana bumi dipijak maka disitu langit dijunjung. Be smart traveler, mari kita ikuti aturan yang ada.



Disclaimer

Semua gambar yang diupload merupakan koleksi pribadi dan jepretan teman-teman JKT24.

See you Tanjung Papuma.



20 September 2020

Gunung Padang, Situs Megalitikum Terbesar Di Asia Tenggara

Sejarah Situs Gunung Padang

Situs Gunung Padang saat ini menjadi salah satu wisata sejarah terkenal di Cianjur, Jawa Barat. Berdasarkan jurnal ilmiah Ramadina (2013). Situs ini merupakan situs megalitikum yang bentuknya punden berundak (bangunan berundak-undak) dan merupakan situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara.





Situs Gunung Padang dikenal pertama kalinya muncul karena namanya masuk dalam laporan Rapporten van de Oudheidkundigen Dienst (ROD) yaitu buletin Dinas Kepurbakalaan Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1914, dan juga masuk dalam laporan NJ Krom yaitu seorang peneliti sejarah dan budaya tradisional Indonesia yang berasal dari Belanda, pada tahun 1949.


Kemudian dikenal oleh orang Indonesia pada tahun 1979, ketika tiga orang petani warga kampung ini yaitu Edi, Soma, dan Abidin melaporkan temuan Situs Gunung Padan ini (Yondri, 2014) ke Edi sebagai Penilik Kebudayaan Cempaka.. Temuan ini kemudian dibukukan oleh Haris Suhendar pada tahun 1985 dalam bentuk album yang diberi nama Album Megalitik Kabupaten Cianjur.





Situs yang berada di ketinggian 885 mdpl ini terkenal dengan wisata budayanya, yang merupakan peninggalan zaman dahulu kala. Setibanya di tempat ini, kami melihat sebuah gapura pintu masuk untuk semua wisatawan dan sebelah kirinya adalah tempat pembelian tiket. Jika teman-teman hendak menggunakan jasa pemandu, cukup membayar Rp. 100.000-, saja, teman-teman akan mendapatkan informasi banyak tentang sejarah Situs Gunung Padang bagaimana situs ini menjadi situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara.




Selesai membeli tiket, kita akan mulai berjalan menuju situs dengan melewati ratusan anak tangga, kalau tidak salah sekitar 175 anak tinggi yang lumayan agak miring. Jalur satunya lagi adalah jalur landai tapi anak tangganya sekitar 200an anak tangga nah tinggal pilih mau lewat mana. Waktu yang dibutuhkan menuju puncak situs megalitikum ini sekitar 20 menitan.







Apa yang bisa dinikmati di Situs Gunung Padang

Situs Sejarah

Sesampainya di atas, kita akan menyaksikan susunan bebatuan yang kalau dipukul akan mengeluarkan bunyi nyaring seperti gamelan. Sebelum masuk, pemandu Situs Gunung Padang memberikan informasi ini. Kami sempat mencoba memukulnya di tempat yang diperbolehkan, memang suaranya nyaring gitu dan seperti berirama di telinga kita.



Situs yang konstruksinya berbentuk punden berundak dan mempunyai 5 teras ini, menjadi destinasi wisata sejarah yang sangat ramai belakangan ini. Kita bisa menyaksikan potongan-potongan batu yang tersusun rapi, dan pastinya kita bisa berselfie dan berwefie ria dong di situs ini.




Tapi ingat ya tidak boleh melakukan kerusakan, mencoret, atau membuang sampah sembarangan di area situs yang menjadi salah satu tempat kajian bidang sejarah, geologi, dan arkeologi ini.


Situs ini memang masih menyimpan misteri, dilansir dari situs milik pemerintah Kabupaten Cianjur jika situs ini dianggap lebih tua dibandingkan Peradaban Mesir Kuno di Mesir, yang selama ini diklaim sebagai peradaban tertua di dunia. Beberapa informasi lainnya juga mengatakan bahwa situs ini lebih tua dari peradaban Mesopotamia yang ada di Irak dan Pyramid Giza yang ada di Mesir di mana keduanya dianggap sebagai peradaban tertua di dunia sekitar 2.500 hingga 4.000 tahun sebelum masehi.


Pemandangan hijau

Selain menikmati cerita sejarah dan bebatuan, kita bisa melihat hijaunya pemandangan di sekitar gunung ini juga. Karena dikelilingi oleh hutan hijau. Udara segar bisa kita menikmati sambil rebahan di rumput hijaunya.






Cara menuju Situs Gunung Padang

Februari 2014 saya bersama teman-teman menggunakan kendaraan sendiri dari Jakarta menuju tempat ini. Karena berdasarkan informasi yang kami dapat, jika menggunakan  transportasi umum cukup sulit dan tidak ada yang sampai tempat wisata sejarah ini. Jadi, kami putuskan untuk menggunakan transportasi pribadi atau sewa. Perjalanan dari Jakarta sekitar 210 km, atau butuh sekitar 4,5 jam tergantung kecepatan berkendara.

Namun untuk saat ini, jika teman-teman hendak menggunakan transportasi umum, bisa menggunakan kereta ke Bogor, lanjut Bogor Sukabumi, lanjut lagi Sukabumi Cianjur. Dilanjut lagi dengan naik angkot atau ojek sampai ke Situs Gunung Padang. Secara biaya mungkin lebih murah tapi tidak menghemat waktu dan tenaga.

Alamat

Kampung Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43263.

Jam Buka

07.00 - 17.00 WIB

Harga Tiket Masuk (HTM)

Rp. 5.000-, per orang (tahun 2020)
Dulu tahun 2014 saya ke sana masih harga Rp. 2000 -, per orang dan Rp. 5.000-, untuk turis asing.

Disclaimer

Saya melakukan perjalanan ke Situs Gunung Padang ini pada Februari tahun 2014, namun beberapa informasi sudah saya sesuaikan dengan yang terbaru saat blog ini ditulis. Namun jika teman-teman ada update terbaru lagi tentang situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara ini, silakan tambahkan di komentar ya.

10 September 2020

Titian Muhibah Entikong, Malam Persahabatan Indonesia Malaysia

Tahun 2018, saya mendapatkan kesempatan khusus untuk menyaksikan malam persahabatan Indonesia Malaysia yaitu pada acara Titian Muhibah. Titian Muhibah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Pemerintah Entikong, Sanggau, Kalimantan Barat dengan Pemerintah Tebedu, Malaysia sejak tahun 1985 dan sudah dilaksanakan ke-13 kalinya pada tahun 2018. Kegiatan yang diadakan rutin setiap tahun ini, bertujuan untuk mempererat silaturahmi masyarakat perbatasan Indonesia dan Malaysia yang ada di perbatasan Entikong - Tebedu.


Tarian Nguse Antu dari Suku Dayak, Indonesia



Tarian Nguse Antu dari Suku Dayak, Indonesia


Kegiatan Titian Muhibah merupakan kegiatan pagelaran budaya dan salah satu rangkaian acaranya adalah pertandingan olahraga antara Indonesia-Malaysia yang menampilkan olahraga tradisional khas perbatasanAcara yang difasilitasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini, selain menjadi ajang silaturahmi juga menjadi salah satu ajang pertukaran budaya kedua negara.


Tarian Bambu dari Suku Dayak, Malaysia


Setiap tahun lokasi kegiatan dilakukan secara bergantian di Perbatasan Entikong, Indonesia atau di Tebedu, Malaysia. Tahun 2017 pertama kalinya diadakan di Kabupaten Sanggau. Biaya transportasi negara undangan akan ditanggung oleh negara yang diundang tetapi untuk biaya jamuan dan acara semuanya akan ditanggung oleh tuan rumah.


Tarian Bambu dari Suku Dayak, Malaysia


Acara Titian Muhibah sangat bagus diadakan karena mempunyai beberapa tujuan. Pertama, memupuk dan mempereratkan lagi silaturahmi dan kerjasama di antara penduduk-penduduk kampung dan petugas-petugas di Pos Sempadan, Tebedu/Entikong melalui bidang seni suara, tarian kebudayaan, dan musik tradisional. Kedua, menghidupkan semula minat terhadap bidang-bidang seni suara, tarian dan musik tradisional agar tidak akan pupus ditelan zaman. Ketiga, tentu saja untuk menarik wisatawan. Sayangnya wisatawan yang berkunjung ke acara ini masih sebatas wisatawan yang mendapat undangan, artinya memang belum terbuka untuk umum. Mungkin karena acaranya digelar di dalam gedung ya, sehingga jika ada wisatawan yang melintas mereka belum tentu tahu mengenai acara ini.



Tamu undangan dari kedua negara, masyarakat dan para pejabat


Tamu-tamu undangan dari Indonesia berasal dari pihak pemerintahan yang ada di Kecamatan Entikong seperti Kecamatan Entikong, Imigrasi, Bea Cukai, PLBN Entikong, POLRI dan TNI dan juga dihadiri oleh Bupati Sanggau dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sanggau dan jajarannya. Beserta masyarakat yang ada di perbatasan. Sementara dari pihak Malaysia dihadiri juga oleh beberapa petinggi Malaysia dan juga oleh masyarakat Malaysia. Pada tahun 2018 acara Titian Muhibah dilaksanakan di Tebedu-Malaysia dan dihadiri oleh beberapa pejabat pemerintah dari Malaysia, salah satunya adalah oleh Menteri Belia (di Indonesia seperti Kementerian Pariwisata).


Kolaborasi tarik suara dari kedua negara


Pada malam persahabatan Indonesia Malaysia ini, masing-masing negara akan mempersembahkan 5 bentuk persembahan berupa tarian daerah sebanyak 3 jenis yaitu berupa tarian tradisional, 2 buah lagu, dan mempersembahkan nyanyian secara beramai-ramai. Semua persembahan dilaksanakan secara bergantian.

Persembahan tarian dari Indonesia


Acara puncak Titian Muhibah tahun 2018 digelar pada malam hari sekitar pukul 19.00 waktu Malaysia, dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan masing-masing negara secara bergantian. Dan mendengarkan Indonesia Raya dikumandangkan di negara orang selalu membuat saya terharu dan bangga memiliki darah Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan masing-masing negara. Setelah itu akan dilanjutkan dengan upacara adat Suku Dayak berupa tarian dan meneguk tuak bersama, sebagai salah satu budaya khas Suku Dayak dalam membuka sebuah kegiatan.


Kolaborasi tarik suara dan tarian Indonesia


Acara yang ditunggu-tunggu yaitu acara puncak malam persahabatan Indonesia Malaysia, dengan menampilkan budaya masing-masing dalam bentuk tarian, menyanyi, dan kolaborasi keduanya dari kedua negara tersebut. Semuanya terlihat begitu menikmati suasana ramai itu, menyanyi bersama, ikut menari ke depan. Udara segara malam itu menjadi saksi, aku masih menemukan damai di ujung negeriku. Acara selesai sekitar pukul 11 atau 12 malam yang ditutup dengan acara kolaborasi dari kedua negara tersebut, menyanyi bersama, menyatukan damai dalam irama.



Suasana penutupan dengan menari bersama antara Indonesia dan Malaysia


Apa yang saya dapat dan saya rasakan pada acara malam persahabatan Indonesia Malaysia ini? Saya semakin sadar bahwa budaya yang dimiliki negara kita begitu kaya, begitu indah, dan tak ada duanya. I am such a proud to be Indonesian. Saya melihat persahabatan kedua negara ini sangat baik, saling menghormati, toleransi yang tinggi dari masing-masing negara. Damai itu sangat indah, benar-benar indah.

Terima kasih Tuhan sudah memberikan saya kesempatan, melihat keindahan di ujung negeriku, menyaksikan kedamaian di tapal batas negara tercintaku.

See you next Titian Muhibah, malam persahabatan Indonesia Malaysia.

01 September 2020

Pantai Tanjung Aan, Pantai Dengan Pasir Biji Merica

Awal tahun 2016 untuk kesekian kalinya saya mengunjungi Lombok, Pantai Tanjung Aan menjadi salah satu list yang akan saya kunjungi. Penasaran dengan cerita pasirnya yang katanya seperti biji merica. Kebetulan ada teman yang sedang berada di kota ini, jadi kami sekalian bertemu dan pergi bersama, saya juga bertemu dengan beberapa traveler dari Kalimantan di Rumah Singgah Lombok, akhirnya kami memutuskan pergi bersama dan sewa mobil.

Picture taken by bang Matz


Pantai Tanjung Aan yang terkenal sebagai pantai dengan pasir biji merica ini menawarkan keindahan yang sangat unik. Bentuk pasirnya yang seperti biji merica membuat daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Berdasarkan beberapa informasi dari internet, pasir-pasir ini terbentuk dari kumpulan fosil yang kemudian hancur karena di makan waktu. Bapak drivernya bilang, warga setempat sering berjalan di atas pasir-pasir ini tanpa alas kaki, karena dapat membantu menyehatkan kaki mereka dari beberapa penyakit.

Picture taken by Rajak


Pantai ini terletak di kawasan Mandalika, kawasan yang baru saja diresmikan oleh presiden sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadikan Pantai Tanjung Aan  mulai ramai dikunjungi, bahkan tahun 2020 seharusnya acara MOTOGP digelar di kawasan Mandalika ini tentu saja akan membuat pantai cantik ini semakin ramai dikunjungi, apalagi pesona dengan  pasir biji merica-nya menjadi daya tarik tersendiri. Sayangnya saya tidak mengambil foto pasir-pasir ini.

Sumber: Kompasiana.Com


Kegiatan yang bisa dinikmati di Pantai Tanjung Aan


1. Menikmati sunrise dan sunset

Sayangnya kami berkunjung ke tempat ini siang hari sekitar pukul 10 pagi dan pulang sekitar pukul 2 siang, jadi kami tidak sempat menikmati keindahan matahari di pantai cantik ini.

2. Menikmati pemandangan pantai di bawah gazebo dan payung jerami

Nah kita bisa leyeh-leyeh di pantai ini dan menikmati pemandangan laut yang indah sejauh mata memandang, sambil ditemani air kelapa yang segar di bawah payung-payung jerami yang disediakan oleh warga setempat.



3. Berenang

Berenang di pinggir Pantai Tanjung Aan sangatlah aman, karena pantai ini mempunyai ombak yang sangat tenang, beberapa turis asing terlihat menikmati pantai ini dengan berenang bersama anak-anak kecil dan juga warga lokal, dan memang kurang cocok untuk snorkling.

4. Menikmati hamparan padang sabana

Nah, berjalan sedikit ke arah kanan dari pantai, kamu akan menemukan hamparan padang sabana atau disebut Bukit Maresse yang sangat luas dan hijau. Bisa tiduran di tempat ini sambil memandang laut luas. Kamu juga bisa bermain dengan beberapa binatang seperti sapi dan kambing dna berfoto deh sama mereka hehehe.

Picture taken by Rajak


5. Berfoto

Pantai dengan pasir yang mirip dengan biji merica ini memiliki pemandangan pantai yang sangat indah tentunya cocok banget buat kamu yang suka selfie atau wefie ria dengan teman-teman, setiap spotnya ciamik banget buat photo-photo. So, jangan lupa bawa kamera kamu ya.

6. Berjemur

Kalau kamu suka banget berjemur, tempat ini enak banget, meski panas tapi udaranya sejuk banget. Pas banget deh buat jemuran di pantai ini sambil dengerin lagunya welcome to my paradise-nya miliknya Steven & Coconuttreez. Bisa juga sebagai tempat tanning gratis ya hehehe apalagi sambil rebahan di atas pasir yang mirip biji merica sekalian terapi kan badannya.

Picture taken by bang Matz



7. Terapi kaki

Karena pantai ini terkenal dengan pasirnya yang seperti biji merica, banyak katanya wisatawan yang sengaja berjalan mengelilingi pantai ini tanpa alas kaki untuk merasakan sensasi pasir dengan bentuk biji merica ini. Sayangnya waktu ke sana saya tidak mencoba ini, karena panasnya menyengat banget.

8. Berselancar

Nah, pas saya ke sana saya melihat beberapa perlengkapan surfing. Ternyata berdasarkan informasi warga, kalau sore hari ombaknya semakin besar dan banyak warga lokal dan wisatawan mancanegara yang melakukan surfing.



9. Batu Payung

Dari Pantai Tanjung Aan, kita bisa menyebrang menggunakan boot milik warga dengan harga yang bervariasi, tergantung keahlian anda bernego dengan mereka. Informasi warga sana harganya sekitar 250-300 ribu.

10. Bau Nyale Mandalika

Jika kamu datang di bulan Februari, kamu akan menyaksikan festival rutinan setiap tahun yaitu Festival Bau Nyale, yaitu festival yang berkaitan dengan mitos Putri Mandalika yang mengorbankan dirinya dengan cara terjun dari bukit untuk menghindari pangeran-pangeran yang memperebutkannya. Konon katanya kemudian bereinkarnasi menjadi cacing. Dari kisah ini kemudian lahirnya tradisi menangkap nyale atau cacing.




Lokasi Pantai Tanjung Aan

Pantai Tanjung Aan beralamat di Desa Pengembur, Pujut, Sengkor, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat 83573.

Lama Perjalanan menuju Pantai Tanjung Aan

Butuh sekitar 1,5 - 2 jam perjalanan untuk menuju Pantai tanjung Aan yang cantik ini dari kota Mataram. Jalanan menuju tempat ini cukup bagus sudah beraspal namun ada beberapa spot jalan yang memang masih batu dan tanah. Saya berkunjung ke tempat ini saat bulan Mei, musim kemarau, panasnya memang sedang luar biasa, tapi udaranya sejuk.

Waktu yang tepat mengunjungi Pantai tanjung Aan

Berkunjunglah saat musim kemarau atau musim panas, agara menikmati keindahan pantai yang dihiasi langit biru. Saya berkunjung di bulan Mei, ketika musim kemarau, kondisinya memang cukup panas, tetap tetapi udaranya masih segar.

Harga Tiket Masuk Pantai Tanjung Aan

Waktu kami berkunjung tahun 2016, kami tidak dikenakan biaya masuk, hanya membayar parkir mobil saja Rp. 20.000-,. Kabarnya sampai sekarang 2020 masih tidak dikenakan tarif masuk hanya biaya parkir mobil Rp. 10.000-, dan Rp. 15.000-, untuk bus, serta motor Rp. 5.000-,.

Jam Buka Pantai Tanjung Aan

Informasi dari warga setempat Pantai Tanjung Aan buka dari pagi hari sampai pukul 4 atau pukul 5 sore saja.

Fasilitas tersedia

Waktu saya ke sana sudah terdapat beberapa tempat makan, area parkir yang luas, toilet, penginapan berupa villa dan penginapan milik warga, cindera mata alias oleh-oleh, penyewaan alat snorkling, dan penyewaan boot.


Popular Posts

Mendaki Puncak Poon Hill di Himalaya

Poon Hill adalah satu dari belasan puncak gunung yang berderet di  Himalaya . Menjadi salah satu puncak gunung yang menjadi incaran banyak ...

Back to Top