Looking for My Article

20 September 2020

Gunung Padang, Situs Megalitikum Terbesar Di Asia Tenggara

Sejarah Situs Gunung Padang

Situs Gunung Padang saat ini menjadi salah satu wisata sejarah terkenal di Cianjur, Jawa Barat. Berdasarkan jurnal ilmiah Ramadina (2013). Situs ini merupakan situs megalitikum yang bentuknya punden berundak (bangunan berundak-undak) dan merupakan situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara.





Situs Gunung Padang dikenal pertama kalinya muncul karena namanya masuk dalam laporan Rapporten van de Oudheidkundigen Dienst (ROD) yaitu buletin Dinas Kepurbakalaan Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1914, dan juga masuk dalam laporan NJ Krom yaitu seorang peneliti sejarah dan budaya tradisional Indonesia yang berasal dari Belanda, pada tahun 1949.


Kemudian dikenal oleh orang Indonesia pada tahun 1979, ketika tiga orang petani warga kampung ini yaitu Edi, Soma, dan Abidin melaporkan temuan Situs Gunung Padan ini (Yondri, 2014) ke Edi sebagai Penilik Kebudayaan Cempaka.. Temuan ini kemudian dibukukan oleh Haris Suhendar pada tahun 1985 dalam bentuk album yang diberi nama Album Megalitik Kabupaten Cianjur.





Situs yang berada di ketinggian 885 mdpl ini terkenal dengan wisata budayanya, yang merupakan peninggalan zaman dahulu kala. Setibanya di tempat ini, kami melihat sebuah gapura pintu masuk untuk semua wisatawan dan sebelah kirinya adalah tempat pembelian tiket. Jika teman-teman hendak menggunakan jasa pemandu, cukup membayar Rp. 100.000-, saja, teman-teman akan mendapatkan informasi banyak tentang sejarah Situs Gunung Padang bagaimana situs ini menjadi situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara.




Selesai membeli tiket, kita akan mulai berjalan menuju situs dengan melewati ratusan anak tangga, kalau tidak salah sekitar 175 anak tinggi yang lumayan agak miring. Jalur satunya lagi adalah jalur landai tapi anak tangganya sekitar 200an anak tangga nah tinggal pilih mau lewat mana. Waktu yang dibutuhkan menuju puncak situs megalitikum ini sekitar 20 menitan.







Apa yang bisa dinikmati di Situs Gunung Padang

Situs Sejarah

Sesampainya di atas, kita akan menyaksikan susunan bebatuan yang kalau dipukul akan mengeluarkan bunyi nyaring seperti gamelan. Sebelum masuk, pemandu Situs Gunung Padang memberikan informasi ini. Kami sempat mencoba memukulnya di tempat yang diperbolehkan, memang suaranya nyaring gitu dan seperti berirama di telinga kita.



Situs yang konstruksinya berbentuk punden berundak dan mempunyai 5 teras ini, menjadi destinasi wisata sejarah yang sangat ramai belakangan ini. Kita bisa menyaksikan potongan-potongan batu yang tersusun rapi, dan pastinya kita bisa berselfie dan berwefie ria dong di situs ini.




Tapi ingat ya tidak boleh melakukan kerusakan, mencoret, atau membuang sampah sembarangan di area situs yang menjadi salah satu tempat kajian bidang sejarah, geologi, dan arkeologi ini.


Situs ini memang masih menyimpan misteri, dilansir dari situs milik pemerintah Kabupaten Cianjur jika situs ini dianggap lebih tua dibandingkan Peradaban Mesir Kuno di Mesir, yang selama ini diklaim sebagai peradaban tertua di dunia. Beberapa informasi lainnya juga mengatakan bahwa situs ini lebih tua dari peradaban Mesopotamia yang ada di Irak dan Pyramid Giza yang ada di Mesir di mana keduanya dianggap sebagai peradaban tertua di dunia sekitar 2.500 hingga 4.000 tahun sebelum masehi.


Pemandangan hijau

Selain menikmati cerita sejarah dan bebatuan, kita bisa melihat hijaunya pemandangan di sekitar gunung ini juga. Karena dikelilingi oleh hutan hijau. Udara segar bisa kita menikmati sambil rebahan di rumput hijaunya.






Cara menuju Situs Gunung Padang

Februari 2014 saya bersama teman-teman menggunakan kendaraan sendiri dari Jakarta menuju tempat ini. Karena berdasarkan informasi yang kami dapat, jika menggunakan  transportasi umum cukup sulit dan tidak ada yang sampai tempat wisata sejarah ini. Jadi, kami putuskan untuk menggunakan transportasi pribadi atau sewa. Perjalanan dari Jakarta sekitar 210 km, atau butuh sekitar 4,5 jam tergantung kecepatan berkendara.

Namun untuk saat ini, jika teman-teman hendak menggunakan transportasi umum, bisa menggunakan kereta ke Bogor, lanjut Bogor Sukabumi, lanjut lagi Sukabumi Cianjur. Dilanjut lagi dengan naik angkot atau ojek sampai ke Situs Gunung Padang. Secara biaya mungkin lebih murah tapi tidak menghemat waktu dan tenaga.

Alamat

Kampung Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43263.

Jam Buka

07.00 - 17.00 WIB

Harga Tiket Masuk (HTM)

Rp. 5.000-, per orang (tahun 2020)
Dulu tahun 2014 saya ke sana masih harga Rp. 2000 -, per orang dan Rp. 5.000-, untuk turis asing.

Disclaimer

Saya melakukan perjalanan ke Situs Gunung Padang ini pada Februari tahun 2014, namun beberapa informasi sudah saya sesuaikan dengan yang terbaru saat blog ini ditulis. Namun jika teman-teman ada update terbaru lagi tentang situs megalitikum terbesar di Asia Tenggara ini, silakan tambahkan di komentar ya.

43 comments :

  1. Tiketnya muraaah banget yaaaa. Even untuk foreigners juga sama aja :D.

    Udh lama tau ttg situs ini Mei, tapi ya itu, belum pernah datangin :D. Menarik juga sih, pgn tau dan liat dr dekat bebatuan dari zaman megalith ini .. ini agak mirip Ama Machu Picchu ga sih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mba Fan murah banget, ayo cobain ke sana

      Delete
  2. Menarik banget untuk dikunjungi ini, aku seneng banget kalau ngomongin tentang hal-hal yang berbau arkeologi (walaupun bukan expert haha).
    Seneng gitu ya di Indonesia kita juga punya situs peradaban yang umurnya sudah ribuan tahun

    ReplyDelete
  3. mbak saya ngeliat tangganya aja udah capek duluan hahahaa ya ampun kebayang ya mbak mei gimana sehat dan fit nya :)

    ReplyDelete
  4. kebayang ini menaiki anak tangganya pasti nyampe atas bikin ngos-ngosan nih. gak kuat naik tinggi-tinggi

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheeh basah abdannya nyampe atas, tapi di atas adem banget mba

      Delete
  5. wah udah lama gak ke gunung, kangen wisata alam :') semoga pandemi ini cepet berakhir

    ReplyDelete
  6. Kalo kesini ada guidenya ngga sih mba? Apa bebas saja pengunjung mau kemana..Karena itu luas juga ya, ngga kebayang napas dan kekuatan kaki ketika naik ehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bebas mba, kalau mau tahu ceritanya ada guidenya bayar 100 ribu per kelompok

      Delete
  7. Galfok sama judulnya, saya kira di Padang, ternyata Cianjur ya mba.. Keindahannya terbayar ya mba setelah menaiki 175 anak tangga^^

    ReplyDelete
  8. Pas baca judulnha kukira di padang, ternyata di jawa barat ya hihihi... Cocok nih jd tempat studi wisata buat pelajat kalau corona uda berlalu.

    ReplyDelete
  9. Ku kira karena namanya Gunung Padang lokasinya di Padang juga. Ternyata di Cianjur ya. Mayan deket ini mah kalau dari Bandung, temenku ada yang sering ngajak ke Cianjur tapi aku bingung juga tempat yang asik dikunjungi di sana apa. Ternyata ada gunung ini, nanti kalau udah agak redaan pandeminya, mau banget main ke sini sekalian olahraga naik tangga.

    ReplyDelete
  10. waa aku awalnya ngira lokasinya ada di padang doonk karena namanya gunung padang hihihi, ternyata bukaaan hihihi, jadi kepo deh aku sama gunung padang ini

    ReplyDelete
  11. Tangganya banyak sekali mba aku kalo naik pasti udah ngos-ngosan tapi worth it ya sama pemandangannya

    ReplyDelete
  12. Keren Kak Mei udah sampai sini aja, aduh itu ngebayangin naiknya tangga ngos-ngosan banget berasa naik ke gedung songo yang juga ada seribu tangga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bayangin tangganya sih memang lelah mba hehe

      Delete
  13. Wow kak Mei sudah ke situs megalitik di gunung Padang. Keren banget.

    Aku tahu gunung Padang ini ketika nonton firegate yang dibintangin sama Reza.

    Ternyata memang nyata ada yaa. BTW beneran ga sih Ada firegate di sana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum terbukti hasil penelitiannya mba

      Delete
    2. iya, aku pikir juga begitu sih, sepertinya mengada-ada sekali film itu dan gak mungkinlah pintu neraka bisa ditutup pakai kujang hihihi

      btw berkali-kali aku baca lagi artikel yang ini membuat aku semakin ingin ke gunung padang. ada batu seperti menhirnya obelix gak? hihihi

      Delete
  14. Mendatangi tempat bersejarah tuh paling enak memang didampingi pemandu wisata. Jadi kita tahu apa saja kisah di balik berdirinya tempat tersebut dan apa saja yang bisa kita pelajari dari situ. Kalau jalan sendiri udah kayak orang hilang deh, ga tau mau menyerap informasi apa. :)

    ReplyDelete
  15. Lihat anak tangganya langsung terpukau, ha,ha. Butuh perjuangan melewati 200-an anak tangga. Kalo mba Mei udah biasa ya naik-naik gunung. Btw, baru tahu ada situs seperti ini.

    ReplyDelete
  16. Aku suka banget sama tempat bersejarah. Rasanya seperti menjelajahi waktu yaa..
    Kak Mei bisa menjelajah tempat wisata yang unik di Indonesia dari travel atau gimana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sendiri teteh, saya selalu traveling sendiri ga pernah pakai travel agent

      Delete
    2. Situs Gunung Padang yang letaknya di Jawa Barat...rasanya bisa juga kami mengunjunginya dari Bandung yaa..
      Kalau buat anak-anak, seru juga kali yaa...edventure begini.

      Delete
  17. aku belum pernah ke sana, kayaknya seru yaa karena sambil belajar sejarah. btw, trekking nya kayaknya lumayan nanjak yah mbak wkwk harus latian olahraga dulu nih sebelum main ke sana

    ReplyDelete
  18. Penasaran banget pengen ke sini, sekalian pengen sewa pemandu biar dijelasin lebih detil ya..tangganyaaa kok bikin ngos-ngosan duluaaan huhu

    ReplyDelete
  19. Jadi mengingatkan saya liburan ke Toraja waktu SMA mengunjungi situs megalitikum. Coba main ke sini juga mba nanti kt bareng

    ReplyDelete
  20. Entah kebudayaan apa yang pernah hidup di situs Gunung Padang ini ya Mbak. Aku tuh kalau jalan-jalan ke situs kuno suka membayangkan mengenai kehidupan zaman itu. Entah ini tempat ibadah atau apa ya Mbak. Tiap kalau membaca tentang situs ini, aku selalu penasaran. Tapi sampai sekarang belum juga kesampaian datang ke sini :)

    ReplyDelete
  21. wah situs ini recommended banget buat dikunjungin.. seru sekali bisa jalan2 sambil refreshing merasakan segarnya udara dan pemandangan susunan bebatuan unik ditemani hijaunya rerumputan dan pepohonan.. bisa sekaligus belajar juga dari banyak hal yg kita temui di sini..

    ReplyDelete
  22. Meski 2014 perjalanannya, tapi tetap uptodate keren banget kak.
    Aku belum pernah naik gunung ini, kak Mei memang pecinta gunung banget

    ReplyDelete

Silakan komentar sesuai dengan aturan dan gunakan bahasa yang baik dan sopan. Tolong jangan tinggalkan link aktif, sebagai bentuk sopan santun anda. Mari sebarkan energi positif.

Popular Posts

Mendaki Puncak Poon Hill di Himalaya

Poon Hill adalah satu dari belasan puncak gunung yang berderet di  Himalaya . Menjadi salah satu puncak gunung yang menjadi incaran banyak ...

Back to Top