Looking for My Article

01 September 2020

Pantai Tanjung Aan, Pantai Dengan Pasir Biji Merica

Awal tahun 2016 untuk kesekian kalinya saya mengunjungi Lombok, Pantai Tanjung Aan menjadi salah satu list yang akan saya kunjungi. Penasaran dengan cerita pasirnya yang katanya seperti biji merica. Kebetulan ada teman yang sedang berada di kota ini, jadi kami sekalian bertemu dan pergi bersama, saya juga bertemu dengan beberapa traveler dari Kalimantan di Rumah Singgah Lombok, akhirnya kami memutuskan pergi bersama dan sewa mobil.

Picture taken by bang Matz


Pantai Tanjung Aan yang terkenal sebagai pantai dengan pasir biji merica ini menawarkan keindahan yang sangat unik. Bentuk pasirnya yang seperti biji merica membuat daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Berdasarkan beberapa informasi dari internet, pasir-pasir ini terbentuk dari kumpulan fosil yang kemudian hancur karena di makan waktu. Bapak drivernya bilang, warga setempat sering berjalan di atas pasir-pasir ini tanpa alas kaki, karena dapat membantu menyehatkan kaki mereka dari beberapa penyakit.

Picture taken by Rajak


Pantai ini terletak di kawasan Mandalika, kawasan yang baru saja diresmikan oleh presiden sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menjadikan Pantai Tanjung Aan  mulai ramai dikunjungi, bahkan tahun 2020 seharusnya acara MOTOGP digelar di kawasan Mandalika ini tentu saja akan membuat pantai cantik ini semakin ramai dikunjungi, apalagi pesona dengan  pasir biji merica-nya menjadi daya tarik tersendiri. Sayangnya saya tidak mengambil foto pasir-pasir ini.

Sumber: Kompasiana.Com


Kegiatan yang bisa dinikmati di Pantai Tanjung Aan


1. Menikmati sunrise dan sunset

Sayangnya kami berkunjung ke tempat ini siang hari sekitar pukul 10 pagi dan pulang sekitar pukul 2 siang, jadi kami tidak sempat menikmati keindahan matahari di pantai cantik ini.

2. Menikmati pemandangan pantai di bawah gazebo dan payung jerami

Nah kita bisa leyeh-leyeh di pantai ini dan menikmati pemandangan laut yang indah sejauh mata memandang, sambil ditemani air kelapa yang segar di bawah payung-payung jerami yang disediakan oleh warga setempat.



3. Berenang

Berenang di pinggir Pantai Tanjung Aan sangatlah aman, karena pantai ini mempunyai ombak yang sangat tenang, beberapa turis asing terlihat menikmati pantai ini dengan berenang bersama anak-anak kecil dan juga warga lokal, dan memang kurang cocok untuk snorkling.

4. Menikmati hamparan padang sabana

Nah, berjalan sedikit ke arah kanan dari pantai, kamu akan menemukan hamparan padang sabana atau disebut Bukit Maresse yang sangat luas dan hijau. Bisa tiduran di tempat ini sambil memandang laut luas. Kamu juga bisa bermain dengan beberapa binatang seperti sapi dan kambing dna berfoto deh sama mereka hehehe.

Picture taken by Rajak


5. Berfoto

Pantai dengan pasir yang mirip dengan biji merica ini memiliki pemandangan pantai yang sangat indah tentunya cocok banget buat kamu yang suka selfie atau wefie ria dengan teman-teman, setiap spotnya ciamik banget buat photo-photo. So, jangan lupa bawa kamera kamu ya.

6. Berjemur

Kalau kamu suka banget berjemur, tempat ini enak banget, meski panas tapi udaranya sejuk banget. Pas banget deh buat jemuran di pantai ini sambil dengerin lagunya welcome to my paradise-nya miliknya Steven & Coconuttreez. Bisa juga sebagai tempat tanning gratis ya hehehe apalagi sambil rebahan di atas pasir yang mirip biji merica sekalian terapi kan badannya.

Picture taken by bang Matz



7. Terapi kaki

Karena pantai ini terkenal dengan pasirnya yang seperti biji merica, banyak katanya wisatawan yang sengaja berjalan mengelilingi pantai ini tanpa alas kaki untuk merasakan sensasi pasir dengan bentuk biji merica ini. Sayangnya waktu ke sana saya tidak mencoba ini, karena panasnya menyengat banget.

8. Berselancar

Nah, pas saya ke sana saya melihat beberapa perlengkapan surfing. Ternyata berdasarkan informasi warga, kalau sore hari ombaknya semakin besar dan banyak warga lokal dan wisatawan mancanegara yang melakukan surfing.



9. Batu Payung

Dari Pantai Tanjung Aan, kita bisa menyebrang menggunakan boot milik warga dengan harga yang bervariasi, tergantung keahlian anda bernego dengan mereka. Informasi warga sana harganya sekitar 250-300 ribu.

10. Bau Nyale Mandalika

Jika kamu datang di bulan Februari, kamu akan menyaksikan festival rutinan setiap tahun yaitu Festival Bau Nyale, yaitu festival yang berkaitan dengan mitos Putri Mandalika yang mengorbankan dirinya dengan cara terjun dari bukit untuk menghindari pangeran-pangeran yang memperebutkannya. Konon katanya kemudian bereinkarnasi menjadi cacing. Dari kisah ini kemudian lahirnya tradisi menangkap nyale atau cacing.




Lokasi Pantai Tanjung Aan

Pantai Tanjung Aan beralamat di Desa Pengembur, Pujut, Sengkor, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat 83573.

Lama Perjalanan menuju Pantai Tanjung Aan

Butuh sekitar 1,5 - 2 jam perjalanan untuk menuju Pantai tanjung Aan yang cantik ini dari kota Mataram. Jalanan menuju tempat ini cukup bagus sudah beraspal namun ada beberapa spot jalan yang memang masih batu dan tanah. Saya berkunjung ke tempat ini saat bulan Mei, musim kemarau, panasnya memang sedang luar biasa, tapi udaranya sejuk.

Waktu yang tepat mengunjungi Pantai tanjung Aan

Berkunjunglah saat musim kemarau atau musim panas, agara menikmati keindahan pantai yang dihiasi langit biru. Saya berkunjung di bulan Mei, ketika musim kemarau, kondisinya memang cukup panas, tetap tetapi udaranya masih segar.

Harga Tiket Masuk Pantai Tanjung Aan

Waktu kami berkunjung tahun 2016, kami tidak dikenakan biaya masuk, hanya membayar parkir mobil saja Rp. 20.000-,. Kabarnya sampai sekarang 2020 masih tidak dikenakan tarif masuk hanya biaya parkir mobil Rp. 10.000-, dan Rp. 15.000-, untuk bus, serta motor Rp. 5.000-,.

Jam Buka Pantai Tanjung Aan

Informasi dari warga setempat Pantai Tanjung Aan buka dari pagi hari sampai pukul 4 atau pukul 5 sore saja.

Fasilitas tersedia

Waktu saya ke sana sudah terdapat beberapa tempat makan, area parkir yang luas, toilet, penginapan berupa villa dan penginapan milik warga, cindera mata alias oleh-oleh, penyewaan alat snorkling, dan penyewaan boot.


100 comments :

  1. Weih, beneran gede-gede ya butiranbpasirnya? Beneran segede mericakah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mba beneran segede merica, bahkan lebih

      Delete
  2. Ikut penasaran pasir biji mericanya jadi gimana. Keren juga yah udah sampai diketahui turis asing dan masih nggak pakai tiket masuk 👌

    ReplyDelete
  3. Penasaran segede apa pasirnya 🤣 tapi liat foto2nya jadi kangen pantai aku tuh mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayu jalan-jalan mba WInda sambil ajarin aku makeupan

      Delete
  4. Waah...seneng banget lihat suasana pantainya yang masih alami, belum dipoles apapun.
    Pantai Tanjung Aan ini ombaknya gak besar mungkin ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak Mei....bagian Indonesia mana yang belum dikunjungi?
      Senang sekali panjang langkah dan pengalama seperti kak Mei.

      Delete
    2. ya kecil jadi aman banget buat berenang

      Delete
    3. Tinggal Papua mba belum semua

      Delete
  5. Aku baru tau ada pantai ini hehe, pantainya sepi gitu yaa belum banyak orang jadi beneran kerasa banget me time-nya dan berasa tenang banget main di pantainya

    ReplyDelete
  6. Waaaah pemandangannya cantik ya, bagaikan Savana yg bergandengan ramah dengan lautan.. alam punya banyak kejutan yg bercerita tentang indahnya pantai bertabur biji merica hihi

    ReplyDelete
  7. Wah jd pasirnya kek batu2 merica kecil2 gtu ya, bukan murni pasir kek debu hehe.
    Wah bener banget kalau ajak kakek nenek ke sana enak bisa buat terapi kaki. Atau bisa jg ajak bayi yg lg belajar jalan kali ya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul ka seru banget kalau ke sana bawa keluarga ga ramai dan aman

      Delete
  8. Waaa ini cancik banget pemandanganya yaa, liat pantai kaya gini aku jadi pengen mantai juga deh huhu

    ReplyDelete
  9. Lucu yaa namanya. Tapi tentu saja sesuai filosofinya ya penduduk menamainya pantai tanjung aan dan pulau merica. Pengen ke lombok. Moga tabungan setelah pandemi cukup buat jalan jalan

    ReplyDelete
  10. Pasir biji merica, wuahhhh pasti pedess nih hahahhaha becanda deng kakk, uhhhh aku pengen kesini jadihyaaa uwuuwuwuwuwuwuuw

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang pedes omongan netizen sama tetangga ceu hehehe

      Delete
  11. Aku ngebayangin jalan dengan kaki telanjang di pasir yg berbentuk biji merica gitu, pasti geli2 gimana yaa :D. Pernah denger juga, kalo sampe terasa sakit berarti ada yg sakit di badan kita.

    Festifal nyale aku tau, walo belum pernah melihat lgs. Menarik sih cerita legendanya itu :). Kadang2 suka aku jadiin cerita pengantar tidur untuk anak2ku :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayo agendakan ke sana mba Fan tahun depan

      Delete
  12. kirain pasirnya itu biji merica, ternyata bentuknya seperti biji merica gitu ya... menarik banget

    ReplyDelete
  13. Duh membaca ini membuatku kerinduanku ke pantai makin membuncah. Sudah 7 bulan tidak ke pantai. Penasaran dengan terapi pasir merica. Selama ini Saya kalai liat pasir di pantai sukanya guling2 hahaha. Cepet sembuh kali ya

    ReplyDelete
  14. Asyik mba ke sana, pantainya bersih gitu ya pasienya juga putih, bukan tipe pantai pasih hitam...
    Foto nya ter da best lah, style traveler banget...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakak ayo Nis ke sana, kabarin kalau mau ke sana

      Delete
  15. Foto-fotonya bagus, tapi saya pengen ada foto pasir biji merica nya yan di-close up biar keliatan kayak gimana bentuknya, hehe. Saya juga penasaran, pantainya menghadap ke arah mana sampai kita bisa melihat sunrise dan sunset. Ketika membaca kalau pantai ini ada di dekat sabana, wah saya jadi auto pengen ke sana. Oh ya, Batu Payung itu apa kak? Btw, legenda Mandalika nya menarik juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya kebetulan saya fotoin di hp, hpnya sudah tak ada, ini saya tampilkan dari situs orang lain

      Delete
  16. Asyik nih kalau liburan ke Tanjung Aan. Bisa terapi kaki juga dan pastinya menikmati birunya air laut. Semoga bawasa ke sini suatu hari nanti.

    ReplyDelete
  17. Yang gak nahan dari Tanjung Aaan tuh ya, selain pasirnya yang kayak merica, air lautnya itu, biru tak terkira. Biru yang bikin hati langsung tenteram melihatnya. Padahal mah, kalau disuruh beranang juga seram akunya :)

    ReplyDelete
  18. Jadi kangen pengen explore ke Lombok lagi! Dulu pernah kesana tapi ngga ngeh kalau disana ada festival/patung Bau Nyale Mandalika 🙈 jujur dulu kalau traveling, aku kadang ngga aware tentang budaya lokal sekitar... jadi sekarang aku seneng kalau ada yang discuss tentang aspek sosial budaya seperti blogposts-blogpost yang ditulis mbak Mei. Terima kasih sudah membambah wawasanku ya mbak hehe <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru kan tahun depan bisa ke sana kalau mau lihat festivalnya, gpp tujuan orang traveling kan bahagia

      Delete
  19. Ya Allah kangen ke Lombok lagi semoga ada rezekinya bisa piknik dengan aman dan nyaman setelah pandemi aamiin

    ReplyDelete
  20. Apa cuman saya di sini yg belum pernah ke Lombok? Hiks...
    Semoga nanti bisa ke sana dan main di Pantai Tanjunh Aan.
    Penasaran saya, pasir segede merica itu kayak gimana yaa?...

    ReplyDelete
    Replies
    1. soon mba Ery nanti pasti ke sana, ya fotoku dihp yang sudha ga ada, itu aku tampilin milik situs lain

      Delete
  21. Belum pernah ke Lombok huhuhu...

    Pantainya indah banget ya Mbak. Aku jadi tertarik dengan legenda putri itu 😳 gimana cerita lengkapnya ya huhuhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada buku ceritanya mungkin ya, nanti saya coba cari ya

      Delete
  22. Uwaaaa,belom pernah ke sana.. 2108 gagal.. karena susah dapat cuti. 2020 jelas gagaal maning gagal maning 🤣🤣

    Seneng baca tulisanmu jadi seperti virtual trip kak 💚💚🤗🤗makaciii

    Penasaran sama llautan biji merica di tepi pantai. Ada foto close up nya kah? Enak buat refleksi yH?

    Semogaaa taun depan terkabul main ke sana. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya bisa refleksi di sana setiap pagi, seru banget

      Delete
  23. wah menarik banget namanya mba. biji merica. kupikir awalnya ada tanaman ladanya gitu, atau pasirnya biji merica hehe

    ReplyDelete
  24. Wah Pemandangannya luar biasa Pantai Tanjung Aan, duh jadi kepingin liburan kepantai, entah sudah berapa lama nggak liburan selama pandemi ini, semoga pandemi ini cepat berakhir sehingga bisa liburan lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. soon ka ARif, semoga bisa segera jalan2 ya

      Delete
  25. Indahnya ya Pantai Aan ini. Banyak spot foto kerennya. Nambah deh spot menarik di Lombok yang perlu didatangi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga cukup seminggu dua minggu mba kalau keliling sana, hayu barengan kalau mau ke sana lagi

      Delete
  26. Pemandangan pantainya cakep banget Mbak, pantainya kelihatan tenang ya. Pasirnya sebesar biji merica, enak buat olahraga di telapak kaki ya, jadi berasa gimana gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul setiap pagi pergi ke sana ya ser kayaknya

      Delete
  27. Kalau banyak fosil mestinya tempat ini jadi kunjungan antropologist juga ya..jadi pingin lihat seperti apa butiran pasirnya.. tapi kalau ke Lombok sepertinya cuma angan angan saja...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sayangnya fotonya dah hilang tapi saya lampirkan hasil jepretan situs lain

      Delete
  28. Keren2 ya pantai di Lombok. Asri dan bersih banget.. kirain kak Mei agendanya manjat gunung aja.. ternyata mantay juga hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. lombok memang keren-keren ka pantainya bikin nagih

      Delete
  29. Wahhh gak ada foto untuk pasirnya yaaa.. penasaran kenapa bisa disebut gitu, mau liattt aaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya di hp saya yang sudah tak ada, itu saya tampilkan dari situs lain

      Delete
  30. Saya suka cerita mitos hehe
    Lombok pantainya indah-indah yah

    ReplyDelete
  31. Waaaa aku penasaran sama pantai biji merica yang unik ini. Mana ada padang sabana pula disana. Duh lengkap dech. Aku suka pantai yg ada bukitnya kayak gini. Makasih Kak Mei infonya lengkap banget. Semoga suatu hari bisa berkunjung ke Pantai Tanjung Aan ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tempatnya ada banget jadi pengen ke sana lagi bikin betah

      Delete
  32. Ngebayangin berjalan di antar butiran biji merica saja belum pernah, lebar pisan atuh jika merica buat masak malah diinjak-injak. Hi hi.

    Saya suka panorama pantai yang demikian karena lengkap ada padang sabana.dan bagus banget untuk rebahan.

    Lombok punya keajaiban alam, seperti surga dunia yang tenang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hayu teteh ke sana, siapa tahu aku bisa temenin kalau teteh mau ke sana

      Delete
    2. Hi hi hi, manisnya. Jalan-jalan di pagi yang masih sejuk atau jelang senja dengan telanjang kaki pastinya menyenangkan.

      Tapi terapi jalan kaki Itu sering dilakukan orang di kampung saya yang alami masalah kesehatan. Cuma bisa jalan di ranah atau rumput basah. Tidak ada pasir sebesar biji merica.

      Senangnya pantau Itu gratis bisa dimasuki siapa saja. Warga lokal pasti terbantu untuk cari nafkah tanpa harus memusingkan bayar tiket. Sekaligus mengundang wisatawan karena hanya bayar biaya parkir saja.

      Pasti seru lihat peselancar beraksi saat sore.

      Delete
  33. Kalau seperti biji merica berarti agak besar ya.... Krn belum pernah melihat bentuk pasir yang sebesar itu, jadi susah buat membayangkan. Pibgi lihat foto pasirnya dan dibandingkan dengan pasir pada umumnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mba besar-besar ukurannya, makanya bisa buat terapi

      Delete
  34. Kereen..kepengen jalan jalan ke sana

    ReplyDelete
  35. Pantai di Lombok memang terkenal keindahannya. Saya belum pernah ke Lombok. Melihat foto-fotonya sudah terhibur. Semoga kalau pandemi kelar bisa main ke pantai.

    ReplyDelete
  36. Cantik banget. Lautnya biru, pasirnya juga unik. Kayanya enak ke sana pas pagi atau sore ya nggak terlalu panas jadi bisa menikmati jalan di pasirnya.

    ReplyDelete
  37. Warna air lautnya sewarna dengan langit, saya terpukau sekali melihatnya indah pastinya apalagi kalau saya benar-benar ada di sana, mungkin saya akan langsung berenang dan merasakan uniknya pasir merica :)

    ReplyDelete
  38. Lombok emang keren ya. Pengen banget kesana. Aplagi pantai AAN ini unik banget ada pasir biji mericanya....

    ReplyDelete
  39. Alhamdulillah aku juga pernah ke sana mba, dan foto juga di patung Mandalika. Bahkan pasirnya aku ambil segenggam dan ku bawa pulang ke Semarang. Bagus soalnya hehehe

    ReplyDelete
  40. Indahnya Pantai di Lombok, sudah lama tidak menginjakan kaki di pasir pantai.. rindunya :(

    ReplyDelete
  41. Lumayan refreshing pikiran baca artikelnya. Udah lama kepengen ke Lombok. Bagus banget ya tempatnya

    ReplyDelete
  42. Mbak....masuk next destinasiku kalau ke Lombok nih. Penasaran dengan pasir biji mericanya, ditambah daku tim pantai nih.

    ReplyDelete
  43. Di awal artikel begitu membaca pasir pantainya seperti biji merica saya langsung terbayang jalan-jalan tanpa alas kaki. Sensasinya pasti beda, enak buat yang punya nyeri-nyeri di kaki. Selain itu unik. Mungkin kalau saya berkesempatan ke sana saya ingin membawa sejumput pasirnya buat kenangan, hehe

    ReplyDelete
  44. Wih seru banget yah. Pantai dengan pasir biji merica dan ada padang sabananya. Jadi pingin segera kesana deeh

    ReplyDelete
  45. Mandalika ini lagi in banget yaaa, pengen juga deh bisa kesana.
    itu pasirnya cantik benar, kayak biji merica benaran ya Kak :)

    ReplyDelete
  46. Lihat pasir sama pantainya jadi pengen kesana mbak, semoga suatu saat terealisasikan dan semoga pandemi ini segera berakhir

    ReplyDelete
  47. Unik banget mba, pasir pantainya beneran kayak biji merica. Beneran unik deh, kok bisa ya? Apalagi, tempatnya juga cantik bangeeet. Duh, jadi kangen liburan aja nih

    ReplyDelete
  48. Cocok sih bisa untuk terapi kaki karena pasirnya seperti biji merica, sehingga kurang lebih liburan sekaligus pengobatan juga ya hehe

    ReplyDelete
  49. Keren banget pantainya mba. Penasaran dengan pasir merica ini. Betulan kayak merica ya. Aduh, fotonya bagus-bagus banget.

    ReplyDelete
  50. Warna dan bentuk butir-butir pasirnya memang seperti merica ya kalau dilihat sekilas. Oh begini indahnya ya Mandalika. Kalau menjejak kaki di pasir rasanya seperti apa, Kak Mei? Lebih seperti kerikil, atau tanah?

    ReplyDelete
  51. Bagus banget pantainya ya laut biru dan pasir putih perpaduan yang super cantik bikin pengen liburan kesaba, beneran itu kaya merica ya pasirnya

    ReplyDelete
  52. Pantai Tanjung Aan dengan pasir biji mericanya ... kapankah saya bisa ke sini? Jadi penasaran.

    ReplyDelete
  53. Naah alhamdulillah bisa lihat betulan pasir di sana lewat blog ini.. makasih ya.. beneran seperti butir butir merica.. pastinya kalau jalan di sana ada sensasi tersendiri.. kayak dipijat pijat kali ya...
    Makasih atas hiburan pemandangannya

    ReplyDelete
  54. Kakak saya pas ke Pantai Tanjung Aan di NTB ini bawa pasir biji merica satu botol kemasan air mineral hihi... katanya buat kenang2an soalnya di Sumatera Utara gak ada pantai yg pasirnya seperti biji merica gitu. Foto2nya Mba Mei bagus smua nih

    ReplyDelete
  55. Pantainya cakep banget ya ampuuunnn, pasirnya unik juga ya bentuknya biji merica. Hihi. JAdi pengen ke lombok juga dan mampur ke pantai tanjung aan nih rasanyaaaa.. makasi sharingnya yaaaa

    ReplyDelete
  56. Fix mau ke Tanjung Aan!! Bagus parah pemandangannya kak

    ReplyDelete
  57. Pantai pasir biji merica unik banget namanya, bener banget ya itu mirip banget biji merica, jadi pigin diulek :-D
    Asyik banget berenang di Pantai Tanjung Aan ya ombaknya tenang jadi aman bawa anak-anak

    ReplyDelete
  58. Biasanya yang kita cari tuh pasir lembut ya kalau di pantai. INi malah unik lho, pasirnya bisa kayak biji merica gitu. Berasa grenyel-grenyel ya kalau kita jalan di atasnya.

    ReplyDelete
  59. Waah, ini harus jadi wishlist pantai yang harus saya kunjungi nih. Unik banget, pasir pantainya macam biji merica, penasaran seperti apa ya sensasi menapaki pantai ini.

    ReplyDelete
  60. Fix ini bakal jadi my next destination banget, pantainya indah, hamparan pasirnya unik banget berbutir ky gitu ya pengen bgt ngerasain langsung hehe

    ReplyDelete
  61. Waaah, kalo dekat mah pasti aku udah ke sana. Aku takjub lihat butiran pasir sebesar biji merica. Enak banget bayangin berjalan kaki tanpa alas menyusuri pantai Aan.

    ReplyDelete
  62. iyaa ya pasirnya besar-besar butirannya. Terus juga pemandangannya bagus, jadi kangen mau maen ke pantai deh. Semoga ada kesempatan untuk bermain ke pantai ini :)

    ReplyDelete

Silakan komentar sesuai dengan aturan dan gunakan bahasa yang baik dan sopan. Tolong jangan tinggalkan link aktif, sebagai bentuk sopan santun anda. Mari sebarkan energi positif.

Popular Posts

Mendaki Puncak Poon Hill di Himalaya

Poon Hill adalah satu dari belasan puncak gunung yang berderet di  Himalaya . Menjadi salah satu puncak gunung yang menjadi incaran banyak ...

Back to Top