Skip to main content

Menikmati Alam Bawah Laut di Umbul Ponggok

Seperti biasa perjalanan kali ini unplan lagi. Berangkat pukul 7.00 WIB dengan menggunakan kendaraan roda empat bersama lima teman saya Rendy, Chris, Icha dan Cicit. Perjalanan memakan waktu kurang lebih dua jam, karena kami mampir ke beberapa tempat terlebih dahulu dan sempat salah memilih jalan.

At the end, we have arrived at this place at 9 am. Cuacanya sudah tak bersahabat lagi, terasa panas membakar kulit. Bagi yang membawa kendaraan roda empat sebaiknya teman-teman datang lebih pagi, karena area parkirnya cukup sempit. Setelah memarkir mobil, kami mengantri untuk membeli tiket. Harga tiket Rp 15.000,00 per orang dan free sebungkus snack tradisional bisa dimakan bisa juga untuk ikan.

tempat pembelian tiket masuk

Umbul Ponggok merupakan salah satu destinasi wisata yang terletak di Klaten. Sebuah keindahan alam bawah laut buatan yang menjadi daya tarik tersendiri, dengan ukuran 50 x 25 m dan kedalaman 1,5 – 2,6 m dipenuhi dengan berbagai jenis ikan yang berwarna-warni dan pasir putih yang persis seperti di dalam laut. Karena airnya mengalir terus menerus maka kolam buatan ini tidak akan tercium bau ikan-ikan tersebut. Tersedia juga kolam berukuran pendek untuk digunakan anak-anak.

Setelah masuk kami melihat-lihat dan memilih kursi untuk menyimpan barang-barang kami. Di area wisata ini juga disediakan tempat penitipan barang berupa locker dengan harga Rp 5.000,00 dapat digunakan oleh beberapa orang, waktu itu kami menyimpan barang sebanyak lima orang, untuk barang-barang berharga seperti dompet dan handphone.

Bagi teman-teman yang hobby-nya makan, jangan kawatir disini juga disediakan tempat makan, teman-teman tinggal memilih makanan kesukaannya. Ada juga yang berjualan buah-buahan, juice atau lainnya.

area makan di samping kolam


Nah ini yang paling penting, bagi teman-teman yang tidak bisa berenang, Umbul Ponggok menyediakan penyewaan alat-alat untuk snorkling, seperti fin, google, snorkel, dan pelampung. Untuk mengabadikan moment saat di dalam air, Umbul Ponggok juga menyediakan penyewaan kamera underwater atau paket-paket photo. Umbul ponggok ini sering digunakan banyak orang untuk latihan diving, preweding dan mereka juga menyediakan properti untuk photo. Saat itu kami menyewa kamera underwater tanpa atribut apapun dan sudah termasuk photographer dengan harga Rp 100.000,00 selama satu jam maksimal 7 orang.

harga penyewaan alat dan photo
sumber : web umbul ponggok

Selang beberapa waktu setelah berganti pakaian dan menggunakan beberapa alat, saya mulai turun dan woooooo beeeuuurrrr dingin sekali, padahal saya menggunakan pakaian renang panjang. Saya sudah sering bermain air di laut dan tidak ada trauma apa-apa tetapi selalu saja setiap kali akan turun ke air butuh waktu untuk penyesuaian, saya selalu takut sehingga selalu minta bantuan teman untuk menemani dulu sampai saya benar-benar merasa nyaman sendirian tanpa pelampung. Special thanks buat Rendy sama Cicit yang udah mau nemenin, hiksssssss maaf merepotkan…. 

salah satu photo underwater

Setelah memutuskan untuk turun, kami cukup lama berenang dan akhirnya saya mulai menikmati berenang sendirian sampai ke yang paling dalam. Sampai akhirnya tiba deh sesi pemotretan, kami bergiliran untuk berphoto sama ikan-ikan manis. Photographernya mengarahkan bagaimana caranya supaya photonya keren-keren. Saat giliran saya, badan sudah mulai menggigil, sampai akhirnya sesi photo yang harusnya menyenangkan, terlewatkan begitu saja.

ikannya malu malu ga mau disentuh ⌣⌣⌣
Akhirnya saya memutuskan untuk bersih-bersih dan ambil photo di atas aja deh. Melihat orang-orang yang belajar renang dan latihan diving lebih menyenangkan nampaknya.


Tak terasa kami sudah hampir empat jam di sini, setelah rapi-rapi dan mengambil hasil photo, kami memutuskan untuk pulang, dan makan enak pastinya………



Comments

Popular posts from this blog

Wisata Millenial ke Stonehenge Cangkringan

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia.

Gambar Stonehenge Cangkringan di Yogyakarta belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris.


Saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum pulang saya sempatkan tanya pada petugas karcis, untuk rute yang mudah lewat mana, petugasnya kasih dua alternatif jalan.




Tempat ini bisa dipergunakan jug…

Museum Ullen Sentalu, Museum Kerajaan Mataram

Museum Ullen Sentalu yang didirikan pada tahun 1994 ini, merupakan museum milik swasta yang ada di Yogyakarta. Pemiliknya Keluarga Haryono merupakan salah satu bangsawan di Yogyakarta dan merupakan seorang pembatik. Ullen Sentalu sendiri merupakan singkatan dari Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku yang artinya Lampu Blencong yaitu lampu yang digunakan saat pertunjukkan wayang kulit, yang secara filosofi maksudnya adalah petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.


Didalam museum ini menjelaskan beberapa sejarah tentang empat kerajaan yang berada di Solo dan Yogyakarta, yang terpecah menjadi Kasunanan Surakarta, Kadipaten Pakualaman Kesultanan Yogyakarta, dan Praja Mangkunegaran.

Benda-benda yang terdapat di dalam museum merupakan hibah dari kerajaan Solo dan Yogyakarta, seperti gamelan, kain dengan berbagai corak khas Yogyakarta dan Solo, tulisan-tulisan dari putri kerajaan Solo. Semua benda-benda tersebut merupakan peninggalan budaya dan peninggalan bangsawan Jawa …

Gereja Ayam dan Bukit Rhema, Gereja di Tengah Hutan

Dari Puthuk Setumbu, kami lanjutkan ke Gereja Ayam dan Bukit Rhema yang jaraknya tidak jauh masih dalam kawasan Bukit Menoreh, trekking sekitar 15-20 menit. Kondisi jalan saat itu sedikit basah, sepanjang jalan dikelilingi oleh hutan terbuka. Lokasi tepatnya berada di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah.



Destinasi ini juga menjadi salah satu tempat syuting film AADC, sehingga kemudian menjadi destinasi populer. Gereja Ayam ini terletak di Bukit Rema Borobudur, Gereja ini merupakan sebuah rumah doa, pada tahun 2000 sempat di tutup karena ditolak oleh warga namun ada juga yang bilang kalau biaya pembangunannya terlalu mahal. Namun kemudian pada tahun 2014 dibuka kembali namun beralih fungsi menjadi tempat wisata.

Dengan membayar Rp 10.000 per orang, wisatawan bisa masuk dan berkeliling gereja ini. Gereja Ayam ini sebenarnya bangunan yang diatasnya dibangun dengan desain awalnya adalah seekor merpati namun banyak orang menganggapnya sebagai seekor ayam. Sehingga terke…