01 August 2019

Tanjung Puting: Surganya Orang Utan di Kalimantan


Taman Nasional Tanjung Puting merupakan taman nasional yang berada di Kalimantan Tengah yang awalnya merupakan cagar alam dan suaka margasatwa yang ditetapkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1937. Taman yang luasnya 415.040 ha ini disahkan sebagai taman nasional pada 25 Oktober 1996 oleh Menteri Kehutanan.
Saya bersama teman 9 orang memutuskan ke tempat ini dengan menggunakan jasa travel agent, karena biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan berangkat sendiri.
Kami melakukan live on board dengan menyusuri Sungai Sekonyer selam 3 hari 2 malam.

Apa saja yang bisa kita nikmati jika berkunjung ke Tanjung Puting selama 3 hari 2 malam?
1. Mengunjungi Museum Orang Utan
2. Menyaksikan feeding orang utan dan berphoto dengan mereka
3. Menikmati Atraksi Buaya di Sungai Sekonyer
4. Mengambil photo Bekantan sore hari dan binatang lainnya
5. Menikmati kunang-kunang di malam hari
6. Menikmati sunset dan sunrise dari atas klotok
7. Trekking the Jungle, menikmati hutan Kalimantan
8. Melakukan penanaman pohon di Pondok Kerja Pesalat Reforestation Project
9. Photo Landscape
10. Berphoto dengan orang utan


Welcome to Tanjung Puting National Park
Hari Ke-1
Soeta --> Pangkalan Bun --> Dermaga Kumai --> Sungai Sekonyer --> Camp Tanjung Harapan
Singkat cerita kami sampai di Pangkalan Bun, kami dijemput menggunakan 2 mobil oleh Tour Guide yang sudah kami pesan jauh-jauh hari untuk menuju dermaga Kumai. Tour Guide kami super duper ramah. Intinya kami sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh mereka. Selama perjalanan menuju Kumai kami melewati beberapa tempat wisata perkotaan, kami juga melewati deretan panjang hutan Kalimantan yang sangat hijau. Perjalanan menuju Kumai tidak begitu jauh kurang lebih satu jam, akhirnya kami sampai di dermaga Kumai yang dikelilingi oleh rumah-rumah warga. Kumai merupakan dermaga terakhir sebelum menyusuri sungai dan melakukan perjalanan panjang menuju kawasan Tanjung Puting.


photo dulu sebelum pintu masuk
sudah dapat izin photo di sini ya

Setibanya di dermaga ini kami melihat banyak klotok yang bersandar. Klotok ini merupakan sarana transportasi tradisional milik masyarakat setempat yang berbentuk kapal besar terdiri dari dua lantai dan terbuat dari kayu-kayu kokoh khas kalimantan, cara kerjanya dengan menggunakan mesin dan bensin. Lantai 1 merupakan tempat memasak atau dapur, kamar mandi serta tempat menyimpan stok makanan dan air yang akan kami pergunakan selama perjalanan dan juga terdapat kamar tempat istirahat tour guide kami. Lantai 2 merupakan tempat kami makan dan kalau malam menjadi tempat kami tidur dengan dipasang kelambu, oh so romanctic sambil menyaksikan pemandangan indah dengan dihiasi langit dengan bulan dan deretan bintang-bintang. Kebetulan saya pas ke sana sedang musim kemarau jadi sangat jelas sekali. Setelah rapi-rapi akhirnya kami menaiki klotok untuk menyusuri Sungai Sekonyer.






beberapa klotok yang membawa wisatawan di kawasan Sungai Sekonyer


klotok yang kami tumpangi selama 3 hari 2 malam
persiapan sebelum makan siang

Perjalanan dari dermaga Kumai menuju Sungai Sekonyer kurang lebih 30 menitan. Kami lanjutkan ke pos pertama yaitu Pos Tanjung Harapan. Tempat ini berbentuk museum mini yang berisi tentang beberapa photo dan sejarah orangutan.
Sepanjang jalan ini kita dapat menikmati suara-suara binatang dan suasana tenang bernuansakan alam. Sepanjang jalan juga kami berpapasan dengan beberapa klotok lainnya yang membawa wisatawan nusantara maupun mancanegara. Memasuki pos ini, sungai sudah mulai terlihat hitam, dan kadang sungai ini disebut juga dengan Sungai Hitam. Adventure is begin………….

Museum Mini
Setelah kurang lebih satu jam kami tiba di pos pertama Pos Tanjung Harapan. Kami berhenti di dermaga dan langsung melakukan trekking untuk melihat feeding (waktu pemberian makanan kepada Orang Utan) yang sudah terjadwal setiap harinya.
Sebelum menuju ke tempat feeding, kami berhenti ke sebuah museum mini yag dapat dinikmati oleh wisatawan, didalamnya menampilkan beberapa photo sejarah mengenai orang utan. Ukuran museum ini tidak begitu luas.


Museum Mini Orang Utan berisi photo-photo Orang Utan yang ada di kawasan Tanjung Puting

berphoto di depan Musium Mini Orang Utan
Menyaksikan Feeding
Selesai dari museum, kami melanjutkan perjalanan ke tempat feeding, sepanjang jalan sudah mulai terlihat beberapa orang utan yang sedang tidur di tanah dan sebagian bergelantungan di atas pohon. “Pelan-pelan jalannya jangan sampai menganggu mereka dan jangan terlalu dekat”, nasihat sang guide agar kami lebih hati-hati. Saat sampai di tempat feeding, orang utan yang bergelantungan di atas pohon semakin banyak dan beberapa sudah turun di panggung tempat feeding. Tempat feeding ini berupa panggung kecil dan sekitarnya disimpan pisang-pisang dan susu untuk makanan si orang utan tersebut. Semua pengunjung diminta untuk tidak gaduh dan memotret sembarangan dan jangan terlalu dekat dengan si Orang Utan. Karena jika mereka merasa terganggu mereka bisa menggangu balik para pengunjung. Cerita dari tour guide ada pengunjung yang sampai digusur oleh orang utan tersebut dan kameranya dibawa ke atas pohon. Setelah selesai menyaksikan feeding, kami kembali ke kapal untuk beristirahat.



Feeding: salah satu aktifitas wisata yang dapat dinikmati wisatawan
Menyaksikan Buaya
Selama melewati sungai ini kita dapat menyaksikan beberapa buaya yang bermunculan di permukaan sungai karena suara gemerisik klotok kita ternyata memancing mereka keluar. Selepas makan kami mengobrol sebentar dengan tour leader, dia banyak cerita pengalamannya selama membawa tamu termasuk kalau sepanjang sungai yang kami lalui masih banyak buayanya, jadi kami diminta untuk lebih hati-hati, tidak boleh mandi di sungai dan membuang sembarangan ke sungai tersebut karena akan memancing kemunculan buaya-buaya tersebut. Ada wisatawan yang tidak mengindahkan nasihat guide mandi di sungai sampai akhirnya diterkam oleh buaya-buaya tersebut. Serem ya.

Menyaksikan pemandangan alam siang hari dan malam hari berupa ramang-ramang
Sesampainya di kapal alam masih terang benderang, setelah melaksanakan ishoma, kami disuguhi makan malam dengan beberapa menu khas Kalimantan, dan dihiasi langit indah penuh dengan bulan dan deretan bintang. Pada malam hari kita bisa menyaksikan bulan dna bintang dari atas kapal yang kami tinggali. Selain itu binatang ramang-ramang menambah keindahan suasana malam gelap. Ribuan ramang-ramang bertebaran pada malam hari, berapa kayak di film avatar J Waktu tidur tiba, kami tidur di dalam kelambu berhiaskan langit dan binatang kunang-kunang yang jumlahnya ratusan mungkin ribuan. Indah sekali, nikmat mana lagi yang kamu dustakan J see you tomorrow next Orang Utan.



salah satu pemandangan yang dapat dinikmati: Sungai Hitam dan view hutan
Hari ke-2 
Sekonyer --> Pos Tanggui --> Camp Leakey --> Pesalat Reforestation Project
Sebelum sarapan kami bersih-bersih badan. Waktu saya mandi, saya tidak sadar kalau ternyata semburan air dari kamar mandi memancing beberapa buaya yang ada di sekitar tempat itu. Sempat shock beberapa buaya bermunculan, sampai udah ga jelas lagi mandinya pengen cepet selesai, tapi seru banget, kapan lagi ya mandi ditemani buaya-buaya besar itu hahhahahha, saya pikir semalam guide kami becanda ternyata benar masih banyak buayanya.

Setelah sarapan kami melanjutkan perjalan menuju pos Pondok Tanggui. Kurang lebih ditempuh selama 2 jam tentu saja tidak membosankan karena sepanjang jalan kami bisa menikmati hijaunya alam Kalimantan, melihat keindahan sungai yang pemandangannya langit yang memantul, indah sekali. Belum lagi beberapa bekantan yang berisik di atas pepohonan dna tentu saja si penunggu sungai tersebut muncul berkali-kali memamerkan kegananasannya, ya sang buaya, meski sedikit was-was tapi lama-lama jadi terbiasa.

Menyaksikan pemandangan alam
Menyaksikan sungai hitam yang dikelilingi oleh pohon-pohon dna tumbuhan hijau.




view-view yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan

Menyaksikan feeding
Sampai di tempat feeding kedua, kembali menyaksikan orang utan bercengkrama dengan makanan-makan yang sudah disediakan, kali ini kami melihat beberapa orang utan yang super besar. Meski agak jarang yang keluar. Beberapa ranger (sebutan untuk penjaga hutan dan orang-orang yang menjaga orang utan) melakukan panggilan agar orang utan nya pada keluar. Selesai dari tempat ini kami lanjutkan ke Camp Leakey. Pos ini paling ramai dengan wisatawan. Dari pos ini kami juga mampir ke tempat penanaman pohon yang disebut dengan Pondok Kerja Pesalat Reforestation Project.



menjelang feeding hari kedua

Melakukan penanaman pohon di Pesalat Reforestation Project
Hari kedua kami juga melakukan penanaman pohon di Pesalat Reforestation Project.
Kita bisa memberi nama kita pada pohon tersebut sebagai kenang-kenangan dan melakukan donasi seikhlasnya untuk pohon yang kita pilih.

melakukan penanaman pohon di Pesalat Reforestation Project

Menyaksikan Bekantan
Sore hari kita juga dapat menyaksikan Bekantan dari atas klotok, sejenis monyet yang mempunyai ekor panjang dan berhidung merah di atas pepohonan.


Bekantan, sejenis monyet yang berekor panjang dan berhidung merah

Menyaksikan sunset dan sunrise
Wisatawan di sini dapat menyaksikan sunset atau sunrise dari atas kelotok dengan pemandangan yang serba hijau.
menyaksikan sunset yang udah mau tenggelam dari atap klotok
Treking di hutan
Selain itu wisatawan juga dapat menikmati hutan Kalimantan yang masih sangat asri dan hijau, hutannya memang masih basah, jadi pakailah sepatu yang aman untuk tahan air.



trekking di hutan yang masih hijau dan segar udaranya

Berphoto dengan orang utan
Pengunjung diperbolehkan berphoto dengan orang utan tapi tidak boleh menyentuh mereka.
boleh berphoto tapi tidak boleh menyentuh mereka

Hari Ke-3
Mengunjungi beberapa destinasi wisata kota
Bersiap-siap menuju Dermaga Kumai untuk menuju bandara Pangkalan Bun, namun sebelum ke Bandara kita bisa beli mengunjungi beberapa destinasi wisata di kota serta membeli oleh-oleh.


Photo keluarga dulu sebelum pulang
Membeli oleh-oleh khas Kalimantan
Sebelum pulang ke Bandara mobil yang kami sewa mengantar kami untuk membeli oleh-oleh khas kalimantan.

Perjalanan panjang yang menyenangkan.
see you next trip guys....






42 comments:

  1. aaa seneng banget ih liat pemandangan kaya gini, indah banget pemandanganya deh, semoga orang utan selalu dilindungi <3

    ReplyDelete
  2. ooo klotok itu nama perahu toh. kirain nama pisang yg disukai para orang utan. ada loh pisang klotok, di jawa.

    btw...pengen peluk orang utan

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheh aku baru ngeh malahan itu pisang Mba hehehe

      Delete
  3. Mpo kebayang seramnya pas mandi di sungai penuh buaya. Itumah nyari mati.

    Itulah perlunya kita mentaati tour guide agar kita selamat dan bisa kembali ke keluarga tercinta setelah piknik di tanjung lesung

    ReplyDelete
  4. aku liatnya pas photo yang di sungai udah mirip-mirip kayak di sungai yang serin nongol di nat geography keren pastinya bisa melancong kesini ya mbak

    ReplyDelete
  5. wah asik banget ketemu orang utan, pasti ramah ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. selama aktifitas kita ga ganggu mereka aman aja Mba

      Delete
  6. Salah satu paru-paru Indonesia ada di hutan Kalimantan. Semoga terus terjaga hutannya. Oran utan di sana juga hidup bahagia

    ReplyDelete
  7. keren banget pemandangan nya ih, sejuk gitu ya mba udaranya? padahal kan ya udara kalimantan tuh panas hihi. kalo main ke kalimantan lagi pengen banget kesana

    ReplyDelete
  8. udah lama banget gak ngeliat orang utan secara langsung, pasti seru deeh ke tanjung puting ini.. semoga nanti aku juga bisa main ke sana ^^

    ReplyDelete
  9. nggak cuma pemandangannya aja yang indah.. aktivitasnya juga menarik banget say. Rasanya pasti seru banget deh kalau bisa cobain juga secara langsung

    ReplyDelete
  10. Seru banget ya ampun. Kalimantan ini jadi wishlist paling atas tempat yang pengen aku kunjungi. Ketemu orang utan langsung. Seru kayaknya. doain ya bisa ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin Mba Irra tahun depan pasti ke sana deh

      Delete
  11. Suasananya masih alami banget ya. Aku baru tau ada tempat penangkaran ofantijf.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya Mba ayo cob alihat2 ke sana seru bisa lihat mereka langsung

      Delete
  12. Nggak habis pikir sama orang-orang yang merusak habitat alami orang utan sampai mereka berkurang populasinya. Jahat banget ya mereka itu. Semoga dengan tulisan kak Mei semakin banyak orang yang aware tentang menjaga hutan dan hewan di Indonesia. Anyway, itu selama 3 hari tinggal di perahu gimana rasanya kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. rada-rada gimana gitu ya hahah soalnya kan air bersih terbatas, tapi seru sih overall

      Delete
  13. Waah jadi selama disana tidur diatas kapal? Aku koq merinding ya begitu denger buaya yang muncul ke permukaan, inget film aligator. Tapi rasanya penasaran dengan kunang-kunang yang jumlahnya ribuan. Pengen nyoba tapi takut eh gimana sih deh ah....

    ReplyDelete
    Replies
    1. deg-degan lebih parah dari ketemu gebetan Mba hehehe

      Delete
  14. Baru pertama kali tau nih ada Tanjung Puting ini hehe, tempatnya masih asri yaa Ka jadi pengen kesana juga deh

    ReplyDelete
  15. Aku baru tau ada yang namanya tanjung puting, well anyways, suka banget deh bacain blog travelling kaya gini aku

    ReplyDelete
  16. aku belum pernah ke kalimantan nih, infonya berguna banget buat aku hehe. ada museumnya juga ya, menarik banget kayaknya explore ke daerah sana. masuk wishlist nih :D

    ReplyDelete
  17. Bahkan orangutannya pun bisa bergaya yaa...saat diajak foto.
    Ganteng deeh...hehehe...
    APakah mereka punya nama panggilan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waw.... Keren abis... Klo ada rejeki lebih, bisa bawa family liburan kesana. Btw naik klotok begitu, apa enggak serem yaa melintasi sungai yg ada buayanya. Hihihi

      Delete
    2. ya Mba Lendy, mereka punya nama-nama sendiri

      Delete
    3. ga neng Ir, ayo ke sana kan deket tuh ke rumah heheh

      Delete
  18. Seru banget bisa ketemu orang hutan di habitatnya, bukan yang di kurung - kurung di kandang. terlihat lebih bahagia yaa orang hutannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya benar mereka hidup dihabitatnya dengan bebas

      Delete
  19. Seneng ngelihat orang hutan bisa hidup damai disana, mengingat populasinya yang kian menurun sekarang.
    Aku kok serem sendiri ya ada di atas kapal yang banyak buayanya.

    Syarifani Mulyana

    ReplyDelete
  20. Lucuk banget ini statue orangutannya, memang seperti tempat yg sayang dilewatkan kalau mampir ke sana

    ReplyDelete