Skip to main content

Trail Running Di Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede Pangrango menjadi salah satu favorit gunung di pulau Jawa. Bagaimana tidak lokasinya yang berada di Bogor, sangat mudah dijangkau dari Jakarta baik dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Bagi para pecinta ketinggian, Gunung Gede Pangrango menjadi salah satu alternatif untuk melepas penat dari pekerjaan dan menjauh sedikit dari hiruk pikuk ibu kota dengan waktu yang cukup singkat.


Pertama kali ke Gunung Gede Pangrango tahun 2000an, tapi hanya ke Curug Cibeureum. Tahun 2005 ke tempat ini lagi hanya sampai Kadang Badak karena pas lagi hujan deras dan badai, belom paham betul arti safety waktu itu, tidak membawa kantung tidur dan wow dinginnya luar biasa, sampai nusuk ke tulang belulang. Saat itu masih teenager masa SMA dimana pengetahuanku tentang safety masih sangat minim. Kembali lagi tahun 2010, finally sampai juga di puncak nginap di Surya Kencana naik dari Putri turun dari Cibodas, seingatku waktu itu butuh 12 jam untuk bisa sampai Surya Kencana saja heheeeh, masih jarang olahraga, masih belom sadar pentingnya buat kesehatan.



2019 akhir kembali mengunjungi tempat ini bersama kawan, Yaya dan Agung. Tapi ada hal yang berbeda, why? nyobain trail running booo alias pulang pergi, nyobain tektokan pertama kalinya, diajak sama senior-senior runner, alhasil ketinggalan mulu. Karena aku naik gunung ga pernah lari-lari. Lari dari kenyataan sih sering hehehehe.

Sepuluh tahun tidak mengunjungi tempat ini ternyata sudah banyak yang berubah. Banyak penjual di setiap jalur pos, menghilangkan kesan bahwa Gunung Gede Pangrango sudah bukan gunung lagi. Belom lagi di puncak, penjual makanan minuman berderet. Jalurnyapun semakin jelas terlihat, rapi dengan beberapa jalur berbatu dan berkayu dengan papan petujuk arah, sehingga mempermudah para pendaki. Alhasil kalau sewaktu-waktu mau solo hiking ke tempat ini so far aman banget sih. But saya baca-baca beberapa artikel sangat tidak disarankan untuk hiking atau trekking apalagi mountaineering sendirian, harus ada body system untuk alasan keselamatan.


 Ok, lanjut soal trail running  ya. Pukul 11 malam, kami berangkat dari Bekasi dengan membawa kendaraan sendiri. Sampai basecamp sekitar pukul 1 atau 2 dini hari. Tidur sebentar sampai jam 3, bangun lagi dan siap-siap untuk berangkat.

Selepas subuh kira-kira pukul 4.35 kami sudah start perjalanan, karena memang ga bawa beban jadi aku bisa jalan cepat, meskipun sering ketinggalan sama temanku berdua, karena mereka lari, ya runner gitu loh hehehe bukan jalan cepat lagi kayak aku. Jam 8.45 kami sudah sampai puncak Gunung Gede, ambil beberapa foto, makan minum dan istirahat, bahkan aku sempat tertidur hahaha. Pokoknya istirahat di puncak hampir 2 jam, ini mah bukan trail running  tapi emang jalan santai hehehehe

Temen-temen lanjut ke Surya Kencana pukul 10.35 dan balik lagi ke puncak Gede pukul 11.25, jadi pp 1 jam.

Pukul 12.05 kami turun menuju pertigaan Pangrango dan sampai pukul 12.35. Di sini kami istirahat kurleb 40 menitan karena bantuin trekker yang cedera sama ambil air juga sekalian.

Pukul 13.15 kami lanjutkan ke Gunung Pangrango namun kami hanya 3/4 perjalanan, karena sudah mulai gerimis dan kami tidak membawa perlengkapan kemah, so dengan alasan safety kami memutuskan untuk turun saja.

Yaya dan Agung sudah duluan, karena kaki Yaya sempat cedera jadi aku minta Agung nemenin dan duluan aja dan mereka sampai pukul 1/2 4 di basecamp. Saya di belakang mulai jalan santai karena tahu sudah ga bakal bisa ngejar lagi mereka. Sempat berhenti lama juga karena terkena hujan deras dan nunggu reda hampir 1 jam.

Selain itu ketemu sama beberapa trekker dari Jerman dan beberapa guide porter Gunung Gede dan kami asik mengobrol hampir 1 jam. Finally tiba di basecamp hampir pukul ½ 6 sore.

Wow lumayan juga ya, trekking kurang lebih 8-9 jam, istirahatnya kurang lebih 5-6jam. Total perjalanan kurang lebih 13 jam. Lumayanlah menguras keringat heheheh.


Dan ternyata seru juga ya tektok naik gunung. Sebenarnya dulu pernah nyobain tektok gitu ke Gunung Batu di Bogor, dan Gunung Andong juga ga nginap, karena memang gunung-gunung ini bisa trekking bolak balik kurang dari 5 jam. Termasuk juga ke Prau, bisa tektok. Tapi Gunung Gede Pangrango menjadi lokasi paling menantang dan cocok banget buat latihan.

Ok, ada beberapa tips jika teman-teman mau nyobain trail running ke Gunung Gede Pangrango:

1.    Siapkan fisik dan mental
Kalau kamu kamu mau nyoba trail running siapkan fisik rajin olahraga. Istirahat yang cukup, pola makan dijaga, karena olahraga ini butuh stamina yang cukup.

2.    Bawa perlengkapan dan perbekalan secukupnya
Bawa perlengkapan, makanan dan minuman seperlunya saja, sesuaikan seperti yang ada pada  manajemen perlengkapan dan perbekalan. Jika buat 1 hari ya bawa buat 1 hari saja.

3.    Perhatikan musim keberangkatan
Mau trail running atau berkemah, berkunjunglah di musim kemarau. Buatku lebih nyaman karena pemandangannyapun akan lebih indah saat musim panas, melihat padang sabana di Surya Kencana yang kecoklatan, langit biru indah, jalur trekking yang kering, kurasa lebih nyaman, dan pastinya ga harus bawa jaket banyak atau jas hujan yang tebal. Tapi buat kamu yang suka menikmati rerumputan hijau di padang sabana Surya Kencana dan pemandangan sepanjang jalan segar kehijauan datanglah di musim pergantian kemarau ke hujan atau sebaliknya.

4.    Jangan lupa registrasi online, cek kuota perharinya
Jangan lupa lakukan pendaftaran sebelum keberangkatan. Saat ini pendaftaran sudah bisa dilakukan secara online di Web Taman nasional Gunung Gede Pangrango ya, ikuti semua persyaratan. Cek juga kuota harian, jangan asal datang ya. Terus jangan lupa buat surat sehat juga. Semuanya dilakukan untuk keselamatan teman-teman. Semua biaya yang harus dikeluarkan juga terdapat di web ini, termasuk untuk memesan guide atau porter jika kamu ingin menggunakannya. Be a smart trekker or hiker ya.

5.    Pilih jalur yang nyaman
Ada beberapa alternatif menuju puncak Gunung Gede Pangrango, yaitu jalur Cibodas, jalur Selabintana Sukabumi, jalur Putri. Jalur Cibodas menjadi jalur favorit banyak pendaki. Jika suka dengan pemandangan perkebunan yang hijau naiklah lewat jalur Putri atau Selabintana. Nah jika kamu suka dengan jalur yang menantang, jalanan berbatu dan menanjak, tapi kondisi jalan sudah tertata rapi sekaligus bisa mempir ke Curug Ciberurem ambillah jalur Cibodas. Tapi jika ingin mencoba dua-duanya, bisa naik dari jalur Putri lalu turun lewat jalur Cibodas.


Comments

  1. Wah keren banget kak... Ak terakhir tektok baru Andong aja. Padahal niatannya ngeCamp tapi apadaya sore kabut pada turun ampe aspal basecamp. Sampe akhirnya diputuskan tektok pas subuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. andong seru juga tapi ga pernah nginap selalu tektok kalau ke sana

      Delete
  2. Keren naik ke gunung pangrago sesuai dengan minat dan tantangan yang ingin kita hadapai. Mpo memilih lewat jalur
    Salanbintana untuk bisa lewat perkebunan aja. Cakep bisa lihat yang hijau hijau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mba cakep lewat selabintana, udha pernah berarti ya

      Delete
  3. Persiapan fisik dan mental emang penting banget biar kita gak nyusahin juga ya.. apalagi trail running. Aku pun sukanya kalo pas musim kemarau.. terutama di awal2 kemarau karena pemandangan masih hijau. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru banget, emang fisiknya harus di jaga sih

      Delete
  4. Keren ya, Mbak Mei. Kayaknya semua dapat. Olahraga iya, cuci mata iya, refreshing iya, apalagi kalau sesuai target dan menyelesaikan tantangan, rasanya puas sekali ya, Mbak. Gunung Pangrango memang sejak dulu jadi incaran para pendaki. Tapi jangan dibuat terlalu moderen, nanti hilang kesan alaminya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya seru banget nyobain tektok gepang kayaknya senang banget

      Delete
  5. Gede pangrango dr dulu pengen kesitu g kesampaian cuma pernah survey sekali tapi g jadi naik karena hrs daftar dulu. Tahun berapa lupa dulu blm ada registrasi online

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya sekarang enak ka udah bisa registrasi online

      Delete
  6. selalu kagum dengan mbak Mei yang ga pernah berhenti travelling :) selalu fresh dan menyebarkan semangat positif, mbak Mei pasti sehat banget ya hahaha ga kayak aku jompo :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. sehat sehat sehat heheh ayo nyobain ikutan Mba WIn

      Delete
  7. Kagum sama mbak keren banget staminanya pasti juara banget nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat mba pasti mab juga juara semanagatnya

      Delete
  8. asik diajak jalan-jalan lagi sama mbak mei....

    mbak mei nih mulai dari kapan sih daki gunung? keren banget staminanya. yups, nyiapin fisik penting banget ya. dan setau aku kita juga harus pintar mengukur kemampuan diri dan memaksakan kalau untuk mendaki. bener ga, mbak mei?

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali mba yang sangat ramah, aku suka naik gunung sejak 2005 mba, tapi sebelumnya juga udha sering-sering sih trekking tapi hanya ke curug2 gitu

      Delete
  9. Pengalaman pertama aku ngetrail cuma ke daerah sentul aja. Itu aja kayanya udah payah banget. Tapi nagih sih. Eh baca postingan mu ini gila juga jalurnya, kereeen. Jadi pengen deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang seru ternyata mba, aku juga jadi ketagihan

      Delete
  10. Indah banget nih gunung. Duh kayaknya aku gak bakal kuat deh kalau disuruh lari naik gunung. Jalan aja udah capek banget apalagi lari. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat mba pasti bisa hehehe pelan-pelan aja dulu nanti bisa

      Delete
  11. Gede Pangrango adalah gunung pertama yang aku daki. Itupun juga karena aku kuliah Biologi dan sering banget ada matkul yang mesti ke sana untuk ambil sampel atau pengamatan. Seru juga yaa kalau trail running gitu, pasti sensasinya beda ya kak.

    ReplyDelete
  12. kamu sebelum trail running di gunung gede pangrango ada latihan fisiknya dulu gak? kebayang sih ini butuh fisikyang kuat dan tangguh

    ReplyDelete
    Replies
    1. latihan khusus ga ada mba, aku selalu olahraga rutin

      Delete
  13. Wah kalo penjual sampe puncak gunung, penjualnya hebat juga ya 🤯

    ReplyDelete
    Replies
    1. mereka udah biasa, kalau kita 8 jam dia mungkin 4 jam sampe hehehe

      Delete
  14. Keren banget dongg naik gunung. Viewnya bagus ya tp sedi nih aku bukan tipe tipe anak gunung huhu jaman ospek kampus ke gunung seuprit aja aku pingsan :')))

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha gpp kan bisa olahraga yang lainnya atau jadi beauty blogger juga seru

      Delete
  15. ah keren banget deh kamu Mei, selalu punya pengalaman yang mengagumkan. Aku dong belum pernah sama sekali melakukan trail running gini, semoga nanti bisa ku lakukan kalau keadaan sudah kembali pulih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin ya Mba Chi nyobain trail running sama aku

      Delete
  16. Woowww medannya Gunung Gede eksotis bangeeet sampai ada yang menyusuri sungai segala. Gunung Gede ini yang banyak pendaki tersesat ya Mbak, tapi cepet banget lho ke puncak PP hanya sehari. Ya runner sih ya, hehe.. Membayangkan aja ikut ngos-ngosan

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheh seru banget sih pp challenging ayo ka nyobain hehehe

      Delete
  17. I have not really tried trail running. But reading your experience, it looks like an interesting and challenging activity

    ReplyDelete
    Replies
    1. definitely it is challenging mba Indah, I think you have to try this, you will love it heheh

      Delete
  18. Duh jadi inget udah lama aku ga hiking jadi kangen deh liat pemandangan dari atas gunung, btw waktu itu udah ada rencana sama temen mau ke gunung ini semoga segera tercapai bisa kesana hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo mba seru loh ke sana liat pemandangan segar

      Delete
  19. Viewnya dong! Bikin aku pingin menjelajahi indahnya puncak pangrango! Mau mendaki gunung, tapi blm ada yg ajak, apalagi aku masih newbie.. takut nyusahin :(

    ReplyDelete
  20. Kaka kereeen~
    Terpesona aku sama foto-fotonya dan perjuangannya.
    Paling asik trail running ini sama sahabat yaa...jadi hapal banget kepribadiannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu kita bisa tahu teman baik apa enggak nya saat travelling termasuk naik gunung

      Delete
  21. Makasi tipsnya kakaa! btw kalo lagi dirumah gini kaka masih latian fisik gitu ga kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya Mba Put aku rutin latihan fisik biar tetep fit dan grasak grusuk kalau mau naik gunung, karena sering unplan naik gunungnya

      Delete
  22. Temen-temenku bolak balik kesini hahaha. Tapi aku ga terlalu senang mendaki gunung, jadi aku skip. Anw ada tulisan soal persiapan mendaki gunung mbak?

    ReplyDelete
  23. Cewek gunung banget kamu ya Mba ehehhee
    Fisiknya pastinya kuat banget ini, keren. Mupeng juga dengan orang-orang terlatih yang bisa naik gunung berkali-kali. Pas nyeberangin sungai itu ya ampun seger dan jernihnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. banget itu airnya hangat mba air panas deng

      Delete
  24. Sering ngikutin cerita teman-teman paling favorit emang lewat Cibodas dan Selabintana ya. Aku sendiri belum pernah naik gunung di Jawa Barat. Entah kapan ya bisa naik gunung lagi. :)

    ReplyDelete
  25. Pengalamannya sangat berharga sekali ya kak untuk pribadi, sekaligus buat para pembaca blog ini

    ReplyDelete
  26. fisik mbak Mei pasti bugar sekali ya :) sering tracking naik turun gunung gini, apalah aku yang ngambilin jemuran keujanan aja ngos2an :(

    ReplyDelete
  27. jadi sebelum ikutan trail running, harus pastiin dulu stamina dan kesehatan ya mba dengan cara berolahraga rutin :)

    ReplyDelete
  28. Liat postingan Mbak Mei ku jadi semakin pengen naik gunung nih jadinyaaa, tapi belum berani sih gunung yang tinggi dan medannya susah, pengen yang deket deket dulu dan medannya mudah hihihi

    ReplyDelete
  29. Aduh Mb Mei keren selalu deh kalau urusan traveling, jujur aku belum pernah ke Gunung Gede Pangrango ini. Mau mendaki gunung rasanya aku kok berat ya haha, btw mkasih tipsnya mba bisa dicoba kalau mau nggunung

    ReplyDelete
  30. Enak banget nih walau lagi pandemi tapi bisa mampir ke blog kamu jadi berasa ikutan liburan juga. Selalu ku berdoa biar pandemi ini cepat berakhir dan ku ingin traveling.

    ReplyDelete
  31. No 1 siapkan fisik dan mental, kalau di aku fisik sih, gampang capek dan ngos2an hehe

    ReplyDelete
  32. Jadi inget cerita suami (yang dulu masih jadi pacar orang hahaha) pernah trail run ke sini juga. Berangkat subuh dari Bandung, bareng komunitas pelari gitu. Salut deh. Soalnya kebayang capeknya trail run. Emang bisa lebih cepet sampe puncak karena ga bawa beban, tapi tetep aja capeknya sama aja, haha. Belum kalau hujan ya, jalannya pasti licin.

    ReplyDelete
  33. Seruuu bangeet ini! Aku jadi pengen jugaa mba nyobain dan for sure it’s lovely yaaa. Kerasa dong trekking segitu lamaaa

    ReplyDelete
  34. Kalau banyak penjual makanan di sekitar, jd ga berasa ya dan pasti ramai juga. Liat suasananya bikin tenang sekali apalagi berkabut gt.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Gunung Kerinci, Pesona Gunung Tertinggi Di Sumatera

Siapa yang tak mengenal Gunung Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kerinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia. Beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Oktober 2013, pada saat musim cerah.

Gunung Kerinci,yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe strato vulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Makin bikin penasaran niy gunung tertinggi di Sumatera ini.

Hari ke-1 Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha…

Stonehenge Cangkringan, Wisata Millenial di Jogja

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia, apalagi destinasi wisata millenial.

Nah salah satu destinasi wisata millenial yang ada di Jogja adalah Stonehenge Cangkringan, belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris, cocoklah buat tempat wisata millenial.


Untuk menuju Stonehenge Cangkringan, saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum…

Bermain Dengan Ubur-Ubur Jinak di Pulau Derawan

Kepulauan Derawan tidak hanya dikenal di Indonesia saja tetapi juga di mata dunia bahkan berdasarkan informasi dari webnya kaltimprov.go.id tahun 2005 dicalonkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO karena taman bawah lautnya yang sangat mempesona. Kepulauan ini terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Bandara Berau dan Tarakan menjadi titik awal untuk menuju kepulauan ini. Kepulauan Derawan terdiri dari 31 pulau termasuk didalamnya yang sangat terkenal adalah Pulau Derawan (terkenal dengan penyu-penyu besarnya), Pulau Kakaban (terkenal dengan ubur-ubur jinak), Pulau Sangalaki (terkenal dengan Manta Ray) dan Pulau Maratua (terkenal dengan resort-resort bagus seperti di Maldives). Sangat beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Maret 2013 di musim yang sangat cerah.

Saya memutuskan menggunakan jasa travel mengingat biaya untuk sewa boat sangat mahal dan saya mengambil paket selama 4D3N. Saya menggunakan pesawat menuju Bandara Tarakan, dari Bandara Tarakan saya dij…