Looking for My Article

01 June 2020

Trail Running Di Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede Pangrango menjadi salah satu favorit gunung di pulau Jawa. Bagaimana tidak lokasinya yang berada di Bogor, sangat mudah dijangkau dari Jakarta baik dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Bagi para pecinta ketinggian, Gunung Gede Pangrango menjadi salah satu alternatif untuk melepas penat dari pekerjaan dan menjauh sedikit dari hiruk pikuk ibu kota dengan waktu yang cukup singkat.


Pertama kali ke Gunung Gede Pangrango tahun 2000an, tapi hanya ke Curug Cibeureum. Tahun 2005 ke tempat ini lagi hanya sampai Kadang Badak karena pas lagi hujan deras dan badai, belom paham betul arti safety waktu itu, tidak membawa kantung tidur dan wow dinginnya luar biasa, sampai nusuk ke tulang belulang. Saat itu masih teenager masa SMA dimana pengetahuanku tentang safety masih sangat minim. Kembali lagi tahun 2010, finally sampai juga di puncak nginap di Surya Kencana naik dari Putri turun dari Cibodas, seingatku waktu itu butuh 12 jam untuk bisa sampai Surya Kencana saja heheeeh, masih jarang olahraga, masih belom sadar pentingnya buat kesehatan.



2019 akhir kembali mengunjungi tempat ini bersama kawan, Yaya dan Agung. Tapi ada hal yang berbeda, why? nyobain trail running booo alias pulang pergi, nyobain tektokan pertama kalinya, diajak sama senior-senior runner, alhasil ketinggalan mulu. Karena aku naik gunung ga pernah lari-lari. Lari dari kenyataan sih sering hehehehe.


Sepuluh tahun tidak mengunjungi tempat ini ternyata sudah banyak yang berubah. Banyak penjual di setiap jalur pos, menghilangkan kesan bahwa Gunung Gede Pangrango sudah bukan gunung lagi. Belom lagi di puncak, penjual makanan minuman berderet. Jalurnyapun semakin jelas terlihat, rapi dengan beberapa jalur berbatu dan berkayu dengan papan petujuk arah, sehingga mempermudah para pendaki. Alhasil kalau sewaktu-waktu mau solo hiking ke tempat ini so far aman banget sih. But saya baca-baca beberapa artikel sangat tidak disarankan untuk hiking atau trekking apalagi mountaineering sendirian, harus ada body system untuk alasan keselamatan.


 Ok, lanjut soal trail running  ya. Pukul 11 malam, kami berangkat dari Bekasi dengan membawa kendaraan sendiri. Sampai basecamp sekitar pukul 1 atau 2 dini hari. Tidur sebentar sampai jam 3, bangun lagi dan siap-siap untuk berangkat.

Selepas subuh kira-kira pukul 4.35 kami sudah start perjalanan, karena memang ga bawa beban jadi aku bisa jalan cepat, meskipun sering ketinggalan sama temanku berdua, karena mereka lari, ya runner gitu loh hehehe bukan jalan cepat lagi kayak aku. Jam 8.45 kami sudah sampai puncak Gunung Gede, ambil beberapa foto, makan minum dan istirahat, bahkan aku sempat tertidur hahaha. Pokoknya istirahat di puncak hampir 2 jam, ini mah bukan trail running  tapi emang jalan santai hehehehe

Temen-temen lanjut ke Surya Kencana pukul 10.35 dan balik lagi ke puncak Gede pukul 11.25, jadi pp 1 jam.


Pukul 12.05 kami turun menuju pertigaan Pangrango dan sampai pukul 12.35. Di sini kami istirahat kurleb 40 menitan karena bantuin trekker yang cedera sama ambil air juga sekalian.

Pukul 13.15 kami lanjutkan ke Gunung Pangrango namun kami hanya 3/4 perjalanan, karena sudah mulai gerimis dan kami tidak membawa perlengkapan kemah, so dengan alasan safety kami memutuskan untuk turun saja.

Yaya dan Agung sudah duluan, karena kaki Yaya sempat cedera jadi aku minta Agung nemenin dan duluan aja dan mereka sampai pukul 1/2 4 di basecamp. Saya di belakang mulai jalan santai karena tahu sudah ga bakal bisa ngejar lagi mereka. Sempat berhenti lama juga karena terkena hujan deras dan nunggu reda hampir 1 jam.

Selain itu ketemu sama beberapa trekker dari Jerman dan beberapa guide porter Gunung Gede dan kami asik mengobrol hampir 1 jam. Finally tiba di basecamp hampir pukul ½ 6 sore.

Wow lumayan juga ya, trekking kurang lebih 8-9 jam, istirahatnya kurang lebih 5-6jam. Total perjalanan kurang lebih 13 jam. Lumayanlah menguras keringat heheheh.


Dan ternyata seru juga ya tektok naik gunung. Sebenarnya dulu pernah nyobain tektok gitu ke Gunung Batu di Bogor, dan Gunung Andong juga ga nginap, karena memang gunung-gunung ini bisa trekking bolak balik kurang dari 5 jam. Termasuk juga ke Prau, bisa tektok. Tapi Gunung Gede Pangrango menjadi lokasi paling menantang dan cocok banget buat latihan.

Ok, ada beberapa tips jika teman-teman mau nyobain trail running ke Gunung Gede Pangrango:

1.    Siapkan fisik dan mental
Kalau kamu kamu mau nyoba trail running siapkan fisik rajin olahraga. Istirahat yang cukup, pola makan dijaga, karena olahraga ini butuh stamina yang cukup.

2.    Bawa perlengkapan dan perbekalan secukupnya
Bawa perlengkapan, makanan dan minuman seperlunya saja, sesuaikan seperti yang ada pada  manajemen perlengkapan dan perbekalan. Jika buat 1 hari ya bawa buat 1 hari saja.

3.    Perhatikan musim keberangkatan
Mau trail running atau berkemah, berkunjunglah di musim kemarau. Buatku lebih nyaman karena pemandangannyapun akan lebih indah saat musim panas, melihat padang sabana di Surya Kencana yang kecoklatan, langit biru indah, jalur trekking yang kering, kurasa lebih nyaman, dan pastinya ga harus bawa jaket banyak atau jas hujan yang tebal. Tapi buat kamu yang suka menikmati rerumputan hijau di padang sabana Surya Kencana dan pemandangan sepanjang jalan segar kehijauan datanglah di musim pergantian kemarau ke hujan atau sebaliknya.

4.    Jangan lupa registrasi online, cek kuota perharinya
Jangan lupa lakukan pendaftaran sebelum keberangkatan. Saat ini pendaftaran sudah bisa dilakukan secara online di Web Taman nasional Gunung Gede Pangrango ya, ikuti semua persyaratan. Cek juga kuota harian, jangan asal datang ya. Terus jangan lupa buat surat sehat juga. Semuanya dilakukan untuk keselamatan teman-teman. Semua biaya yang harus dikeluarkan juga terdapat di web ini, termasuk untuk memesan guide atau porter jika kamu ingin menggunakannya. Be a smart trekker or hiker ya.

5.    Pilih jalur yang nyaman
Ada beberapa alternatif menuju puncak Gunung Gede Pangrango, yaitu jalur Cibodas, jalur Selabintana Sukabumi, jalur Putri. Jalur Cibodas menjadi jalur favorit banyak pendaki. Jika suka dengan pemandangan perkebunan yang hijau naiklah lewat jalur Putri atau Selabintana. Nah jika kamu suka dengan jalur yang menantang, jalanan berbatu dan menanjak, tapi kondisi jalan sudah tertata rapi sekaligus bisa mempir ke Curug Ciberurem ambillah jalur Cibodas. Tapi jika ingin mencoba dua-duanya, bisa naik dari jalur Putri lalu turun lewat jalur Cibodas.


80 comments :

  1. Wah keren banget kak... Ak terakhir tektok baru Andong aja. Padahal niatannya ngeCamp tapi apadaya sore kabut pada turun ampe aspal basecamp. Sampe akhirnya diputuskan tektok pas subuh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. andong seru juga tapi ga pernah nginap selalu tektok kalau ke sana

      Delete
  2. Keren naik ke gunung pangrago sesuai dengan minat dan tantangan yang ingin kita hadapai. Mpo memilih lewat jalur
    Salanbintana untuk bisa lewat perkebunan aja. Cakep bisa lihat yang hijau hijau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mba cakep lewat selabintana, udha pernah berarti ya

      Delete
  3. Persiapan fisik dan mental emang penting banget biar kita gak nyusahin juga ya.. apalagi trail running. Aku pun sukanya kalo pas musim kemarau.. terutama di awal2 kemarau karena pemandangan masih hijau. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru banget, emang fisiknya harus di jaga sih

      Delete
  4. Keren ya, Mbak Mei. Kayaknya semua dapat. Olahraga iya, cuci mata iya, refreshing iya, apalagi kalau sesuai target dan menyelesaikan tantangan, rasanya puas sekali ya, Mbak. Gunung Pangrango memang sejak dulu jadi incaran para pendaki. Tapi jangan dibuat terlalu moderen, nanti hilang kesan alaminya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya seru banget nyobain tektok gepang kayaknya senang banget

      Delete
  5. Gede pangrango dr dulu pengen kesitu g kesampaian cuma pernah survey sekali tapi g jadi naik karena hrs daftar dulu. Tahun berapa lupa dulu blm ada registrasi online

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya sekarang enak ka udah bisa registrasi online

      Delete
  6. selalu kagum dengan mbak Mei yang ga pernah berhenti travelling :) selalu fresh dan menyebarkan semangat positif, mbak Mei pasti sehat banget ya hahaha ga kayak aku jompo :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. sehat sehat sehat heheh ayo nyobain ikutan Mba WIn

      Delete
  7. Kagum sama mbak keren banget staminanya pasti juara banget nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat mba pasti mab juga juara semanagatnya

      Delete
  8. asik diajak jalan-jalan lagi sama mbak mei....

    mbak mei nih mulai dari kapan sih daki gunung? keren banget staminanya. yups, nyiapin fisik penting banget ya. dan setau aku kita juga harus pintar mengukur kemampuan diri dan memaksakan kalau untuk mendaki. bener ga, mbak mei?

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali mba yang sangat ramah, aku suka naik gunung sejak 2005 mba, tapi sebelumnya juga udha sering-sering sih trekking tapi hanya ke curug2 gitu

      Delete
  9. Pengalaman pertama aku ngetrail cuma ke daerah sentul aja. Itu aja kayanya udah payah banget. Tapi nagih sih. Eh baca postingan mu ini gila juga jalurnya, kereeen. Jadi pengen deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang seru ternyata mba, aku juga jadi ketagihan

      Delete
  10. Indah banget nih gunung. Duh kayaknya aku gak bakal kuat deh kalau disuruh lari naik gunung. Jalan aja udah capek banget apalagi lari. Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat mba pasti bisa hehehe pelan-pelan aja dulu nanti bisa

      Delete
  11. Gede Pangrango adalah gunung pertama yang aku daki. Itupun juga karena aku kuliah Biologi dan sering banget ada matkul yang mesti ke sana untuk ambil sampel atau pengamatan. Seru juga yaa kalau trail running gitu, pasti sensasinya beda ya kak.

    ReplyDelete
  12. kamu sebelum trail running di gunung gede pangrango ada latihan fisiknya dulu gak? kebayang sih ini butuh fisikyang kuat dan tangguh

    ReplyDelete
    Replies
    1. latihan khusus ga ada mba, aku selalu olahraga rutin

      Delete
  13. Wah kalo penjual sampe puncak gunung, penjualnya hebat juga ya 🤯

    ReplyDelete
    Replies
    1. mereka udah biasa, kalau kita 8 jam dia mungkin 4 jam sampe hehehe

      Delete
  14. Keren banget dongg naik gunung. Viewnya bagus ya tp sedi nih aku bukan tipe tipe anak gunung huhu jaman ospek kampus ke gunung seuprit aja aku pingsan :')))

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaha gpp kan bisa olahraga yang lainnya atau jadi beauty blogger juga seru

      Delete
  15. ah keren banget deh kamu Mei, selalu punya pengalaman yang mengagumkan. Aku dong belum pernah sama sekali melakukan trail running gini, semoga nanti bisa ku lakukan kalau keadaan sudah kembali pulih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin ya Mba Chi nyobain trail running sama aku

      Delete
  16. Woowww medannya Gunung Gede eksotis bangeeet sampai ada yang menyusuri sungai segala. Gunung Gede ini yang banyak pendaki tersesat ya Mbak, tapi cepet banget lho ke puncak PP hanya sehari. Ya runner sih ya, hehe.. Membayangkan aja ikut ngos-ngosan

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheh seru banget sih pp challenging ayo ka nyobain hehehe

      Delete
  17. I have not really tried trail running. But reading your experience, it looks like an interesting and challenging activity

    ReplyDelete
    Replies
    1. definitely it is challenging mba Indah, I think you have to try this, you will love it heheh

      Delete
  18. Duh jadi inget udah lama aku ga hiking jadi kangen deh liat pemandangan dari atas gunung, btw waktu itu udah ada rencana sama temen mau ke gunung ini semoga segera tercapai bisa kesana hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo mba seru loh ke sana liat pemandangan segar

      Delete
  19. Viewnya dong! Bikin aku pingin menjelajahi indahnya puncak pangrango! Mau mendaki gunung, tapi blm ada yg ajak, apalagi aku masih newbie.. takut nyusahin :(

    ReplyDelete
  20. Kaka kereeen~
    Terpesona aku sama foto-fotonya dan perjuangannya.
    Paling asik trail running ini sama sahabat yaa...jadi hapal banget kepribadiannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu kita bisa tahu teman baik apa enggak nya saat travelling termasuk naik gunung

      Delete
  21. Makasi tipsnya kakaa! btw kalo lagi dirumah gini kaka masih latian fisik gitu ga kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya Mba Put aku rutin latihan fisik biar tetep fit dan grasak grusuk kalau mau naik gunung, karena sering unplan naik gunungnya

      Delete
  22. Temen-temenku bolak balik kesini hahaha. Tapi aku ga terlalu senang mendaki gunung, jadi aku skip. Anw ada tulisan soal persiapan mendaki gunung mbak?

    ReplyDelete
  23. Cewek gunung banget kamu ya Mba ehehhee
    Fisiknya pastinya kuat banget ini, keren. Mupeng juga dengan orang-orang terlatih yang bisa naik gunung berkali-kali. Pas nyeberangin sungai itu ya ampun seger dan jernihnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. banget itu airnya hangat mba air panas deng

      Delete
  24. Sering ngikutin cerita teman-teman paling favorit emang lewat Cibodas dan Selabintana ya. Aku sendiri belum pernah naik gunung di Jawa Barat. Entah kapan ya bisa naik gunung lagi. :)

    ReplyDelete
  25. Pengalamannya sangat berharga sekali ya kak untuk pribadi, sekaligus buat para pembaca blog ini

    ReplyDelete
  26. fisik mbak Mei pasti bugar sekali ya :) sering tracking naik turun gunung gini, apalah aku yang ngambilin jemuran keujanan aja ngos2an :(

    ReplyDelete
  27. jadi sebelum ikutan trail running, harus pastiin dulu stamina dan kesehatan ya mba dengan cara berolahraga rutin :)

    ReplyDelete
  28. Liat postingan Mbak Mei ku jadi semakin pengen naik gunung nih jadinyaaa, tapi belum berani sih gunung yang tinggi dan medannya susah, pengen yang deket deket dulu dan medannya mudah hihihi

    ReplyDelete
  29. Aduh Mb Mei keren selalu deh kalau urusan traveling, jujur aku belum pernah ke Gunung Gede Pangrango ini. Mau mendaki gunung rasanya aku kok berat ya haha, btw mkasih tipsnya mba bisa dicoba kalau mau nggunung

    ReplyDelete
  30. Enak banget nih walau lagi pandemi tapi bisa mampir ke blog kamu jadi berasa ikutan liburan juga. Selalu ku berdoa biar pandemi ini cepat berakhir dan ku ingin traveling.

    ReplyDelete
  31. No 1 siapkan fisik dan mental, kalau di aku fisik sih, gampang capek dan ngos2an hehe

    ReplyDelete
  32. Jadi inget cerita suami (yang dulu masih jadi pacar orang hahaha) pernah trail run ke sini juga. Berangkat subuh dari Bandung, bareng komunitas pelari gitu. Salut deh. Soalnya kebayang capeknya trail run. Emang bisa lebih cepet sampe puncak karena ga bawa beban, tapi tetep aja capeknya sama aja, haha. Belum kalau hujan ya, jalannya pasti licin.

    ReplyDelete
  33. Seruuu bangeet ini! Aku jadi pengen jugaa mba nyobain dan for sure it’s lovely yaaa. Kerasa dong trekking segitu lamaaa

    ReplyDelete
  34. Kalau banyak penjual makanan di sekitar, jd ga berasa ya dan pasti ramai juga. Liat suasananya bikin tenang sekali apalagi berkabut gt.

    ReplyDelete
  35. kl total perjlanan 13 jam itu bukan lumayan menguras keringat mbak, tp bener2 keringat bercucuran smpe cengep2 kl aku. wkwkwk
    jd kangen naik gunung, huhu
    aku naik gunung 5-6 jam aja kl abis turun gunung lgsg kapok, tp nanti kl liat foto2nya dan lg butek auto pengen naik gunung lagi, dasar ya, xixi

    ReplyDelete
  36. walah walah keren sekali kak
    aku lama sekali gk naik gunung. jalurnya keren yaaa yang batu2 terus ada air mengalir itu. aaaah kangen jalan

    ReplyDelete
  37. Duh pengen pingsan bacanya, Mbak...jangankan lari, jalan dituntun naik gunung aja nggak pernah. makannya suka salut sama orang yang bisa tahan naik gunung dengan semua kesulitannya yang luar biasa. Kalau saya cukup baca pengalaman orang-orang aja sambil melihat foto-fotonya yang kece *asli iriii

    ReplyDelete
  38. mbaaa Mei ini daebak banget deh, aku aja naik Papandayan udah nafasnya satu dua haha, apalagi ini ke Gunung Gede Pangrango trus pake lari pula, ga kebayang beneran deh haha

    ReplyDelete
  39. Duh mba, lihat postingannya bikin kangen. Jadi keinget pendakian gunung Gede via Salabintana lima tahun lalu, waktu masih 'sendiri'. Untuk pemula seperti saya, memang Gunung Gede Pangrango masih terhitung Gunung yang medannya tidak terlalu sulit, ya, mbak. Yang penting dibarengi sama pendaki yang sudah berpengalaman, ya. 😊

    ReplyDelete
  40. seruuuu banget ya Kak, bisa trail running gitu.
    emang capek pasti mendakinya tapi pas tiba di puncak pasti rasa capeknya lunas terbayarkan ya, kereeenn, indah banget pemandangannya ya :)

    ReplyDelete
  41. Wah seneng banget ya pasti, masih bisa menikmati keindahan alam dengan tracking naik gunung begini. PAsti capeknya nggakk terasa pas di sana. Pemandangan indah dan juga pengalaman tiada duanya, jadi obat lelah.

    ReplyDelete
  42. keren mbak. Kalo aku, jangankan lari mbak, jalan santai aja bakal ngah ngeh ngoh. Tapi kayaknya bakal ilang capeknya kalo dah disuguhkan pemandangan alam yang super indah ya mbak. Dah lupa langsung ama capeknya tapi jadi mikir turunnya hehehe

    ReplyDelete
  43. Seumur-umur aku belum pernah naik gunung. Mbak. Keren banget deh. Salut sama mereka yang mampu menakklukan ketinggian. Hehehe

    ReplyDelete
  44. Selalu salut sama perempuan yang bisa naik gunung pasalnya saya sendiri gak bisa padahal pastinya bakal jadi perjalanan yanv seru dan menyenangkan sekali ya Mbak.

    Masalahnya saya baru mau naik bukit aja sudah lelahnya minta ampun apalagi naik gunung eh tapi kalau mau naik gunung emang harus punya fisik dan mental yang kuat ya Mbak... Sayangnya fisik saya lemah jadi gak berani naik gunung.

    ReplyDelete
  45. Ini keren buanget sih mbak. Aku udah lama buanget nggak ngalas kaya gini. SMA terakhir. Abis itu udah. Nggak pernah lagi.

    Kan ya jadi kangen kalau lihat gini-gini.

    ReplyDelete
  46. naik gunung itu punya sensasi tersendiri ya mba. Saya terus terang tidak kuat nih kalau naik gunung. Naik puncak bromo aja ngos ngosan. Tapi keren nih hoby mbak yang suka naik gunung. Ada pengalaman yang bisa ditulis

    ReplyDelete
  47. Maaf mbak Mei usianya berapa sih? Fit banget. Itu kalau gak daki gunung hariannya olahraga apa mbak, bisa fit kayak gitu. aku jalan dikit agak mendaki udah ngos-ngosan padahal usiaku belum tua amat. Hihihi

    ReplyDelete
  48. Wuih... Ikut trail running kayaknya melelahkan banget pastinya ya apalagi kalo emang belum penah kayak saya, hehe...

    ReplyDelete
  49. SalutSalur banget bisa trail running di gunung. Naik gunung biasa aja udah rempong apologi running running. Sekarang banyak yg jualan ya? Kalau Saya pasti banyak berenti buat jajan

    ReplyDelete
  50. Aku ngelatih stamina ku dulu mba :D. Bacanya aja udh kebawa ngos ngosan hahahahah. Walopun jalur udh diperbagus, tp kayaknya kalo disuruh lari di sana, msh blm sanggub hahahaha. Apalagi sampe jam-jam an. Duuuh aku kurang banget nih stamina.

    Ntah ya kalo jalan santai. Mungkin bisa... Tp Krn aku blm pernah ngerasain naik gunung beneran, jd ga berani bilang bisa dulu :D.

    Selama ini kan aku kuatnya jalan kaki kalo sdg traveling, tapiiiiii itu juga dengan cuaca winter :D. Jadi kalo cuaca tropis kayak di sini, ntr dulu :D.itu biasanya nyedot stamina kalo ga biasa :D

    ReplyDelete
  51. Keren mbak, saya dari zaman SMA sampai sekarang nggak siap mental naik gunung hihihi

    ReplyDelete
  52. Aku pilih make trackee aja kak biar aman hahaha. Luar biasa dari jaman SMA udah naik gunung kak. Keren.

    ReplyDelete
  53. Waah...tampilan blognya baruuu..
    Suka banget.

    Trail running.
    Yang kebayang di aku..lari-larian di sepanjang jalan menuju puncak.
    Ngos-ngosan banget doonk yaa, kak?
    **takut ketinggalan akutu...

    ReplyDelete
  54. pengalaman yg nenyenangkan banget pastinya kak.. ini bikin saya flashback ke masa2 15 tahun lalu kuliah lapangan buat penelitian geologi.

    ReplyDelete
  55. Kalau saya ke gunung lemah gampang kecapean tapi bagus pemandangan gunungnya hijaunya

    ReplyDelete

Back to Top