Aku salah satu perempuan orang yang lebih senang memilih traveling ke alam bebas dibandingkan menghabiskan waktu di pusat kota. Bagiku, berjalan di tengah hutan, mendaki perbukitan, menikmati udara pegunungan, atau menjelajahi pantai selalu menghadirkan pengalaman yang berbeda. Meski menyenangkan, aktivitas di alam terbuka membuat mata lebih mudah terpapar angin, debu, sinar matahari, hingga udara kering.
Ditambah lagi, perjalanan panjang sering kali membuatku harus berlama-lama melihat peta digital, kamera, atau layar smartphone. Tanpa disadari, kondisi tersebut dapat memicu gejala mata kering atau yang dikenal sebagai mata SePeLe, yaitu mata SEpet, PErih, LElah. Kalau sudah begitu, momen traveling yang seharusnya terasa nyaman bisa berubah menjadi kurang menyenangkan karena mata terasa tidak nyaman sepanjang perjalanan. Jadi saat traveling mengalami mata SePeLe jangan disepelein.
![]() |
| Sumber: Dokumen pribadi, diolah dengan Canva |
Sunrise Di Pulau Padar Hampir Gagal Karena Gejala Mata Kering
Traveling ke Labuan Bajo menjadi salah satu perjalanan yang paling aku nantikan. Salah satu agenda yang sudah masuk daftar utama tentu saja trekking ke Pulau Padar untuk melihat sunrise. Karena tahun-tahun sebelumnya ga sempet lihat sunrise di pulau ini. Jadi sejak awal, aku sudah membayangkan bagaimana rasanya berjalan menuju puncak di pagi hari dan menyaksikan matahari perlahan muncul di antara deretan pulau yang menjadi ciri khas Labuan Bajo.
Namun, perjalanan ini hampir tidak berjalan sesuai rencana. Setelah beberapa hari melakukan aktivitas di luar ruangan, termasuk trekking di Pulau Komodo, mataku mulai terasa tidak nyaman. Debu yang beterbangan selama perjalanan, paparan sinar matahari, serta aktivitas seharian di alam terbuka membuat mata terasa semakin merah dan perih. Sepertinya muncul gejala mata kering atau mata SePeLe alias mata SEpet, PErih, LElah.
Awalnya, aku mencoba menganggapnya sebagai rasa lelah biasa. Namun, kondisi mata semakin mengganggu. Mata terasa sepet, perih, lelah atau yang aku sebut sebagai mata SePeLe. Padahal, untuk trekking ke Pulau Padar, aku harus bangun lebih pagi dan melakukan perjalanan menuju puncak agar tidak melewatkan momen sunrise.
Sempat terlintas untuk tidak ikut trekking karena kondisi mata yang kurang nyaman. Rasanya sayang sekali jika harus memaksakan diri, tetapi di sisi lain aku juga sudah jauh-jauh datang ke Labuan Bajo dan momen melihat sunrise dari Pulau Padar adalah salah satu pengalaman yang paling aku tunggu.
Akhirnya, aku tetap berusaha mempersiapkan diri dan lebih memperhatikan kondisi mata sebelum melanjutkan aktivitas. Pengalaman ini membuat aku sadar bahwa gejala mata kering bisa muncul kapan saja, termasuk ketika sedang traveling dan menikmati aktivitas yang sudah direncanakan sejak lama.
Mata yang terasa SEpet, PErih, LElah ternyata bukan hanya membuat aktivitas sehari-hari terganggu, tetapi juga bisa memengaruhi momen traveling. Bayangkan, hanya karena mata terasa tidak nyaman, aku hampir melewatkan sunrise dan trekking ke salah satu destinasi paling ikonik di Labuan Bajo.
Sejak saat itu, aku lebih sadar kalau mengalami mata SePeLe jangan disepelein, apalagi saat banyak beraktivitas di alam terbuka. Paparan debu, sinar matahari, udara, hingga penggunaan gadget selama perjalanan bisa membuat mata bekerja lebih keras.
Traveling seharusnya menjadi momen untuk menikmati pengalaman dan menciptakan kenangan. Karena itu, ketika mata mulai terasa tidak nyaman, aku belajar untuk segera memberikan perhatian dan tidak menunggu sampai kondisi tersebut mengganggu rencana perjalanan. Mata SePeLe jangan disepelein, karena kita tentu tidak ingin momen yang sudah lama ditunggu, seperti melihat sunrise dari Pulau Padar, hampir gagal hanya karena mata terasa kering dan tidak nyaman.
Kenali Ciri-Ciri Gejala Mata Kering
Gejala mata kering dapat dirasakan dengan tingkat yang berbeda pada setiap orang. Beberapa tanda yang sering muncul termasuk yang aku alami ketika sedang traveling adalah:
1. Mata terasa perih atau seperti terbakar
Rasa perih menjadi salah satu tanda paling umum gejala mata kering. Mata juga bisa terasa panas atau gatal sehingga membuat aktivitas selama traveling menjadi kurang nyaman. Apalagi kalau travelingnya ke daerah pantai, hembusan angin lautnya membuat mata semakin perih.
2. Sensasi seperti ada pasir di dalam mata
Mata terasa mengganjal seolah ada pasir atau benda asing yang menempel. Sensasi ini sering muncul meski tidak ada kotoran yang benar-benar masuk ke mata. Tentu saja kondisi ini membuat momen traveling jadi terganggu.
3. Mata cepat lelah
Saat membaca, bekerja di depan laptop, atau menikmati perjalanan, mata terasa cepat lelah sehingga sulit berkonsentrasi dalam waktu lama. Alhasil selama di perjalanan menuju tempat wisata jadi enggak bisa menikmati tempat yang dilewati.
4. Lebih sensitif terhadap cahaya
Traveling di alam terbuka seperti yang biasa aku lakukan akan terkena paparan sinar matahari lebih banyak. Paparan sinar matahari atau cahaya yang terang dapat membuat mata terasa silau dan tidak nyaman. Kondisi ini sering dialami saat beraktivitas di luar ruangan.
5. Mata merah dan terasa berat saat berkedip
Terkena paparan sinar matahari dan udara panas saat traveling di alam terbuka membuat mata semakin cepat kering yang akan mengurangi kelmbapan mata. Kurangnya kelembapan pada permukaan mata dapat membuat mata tampak kemerahan serta terasa berat setiap kali berkedip.
6. Sulit menggunakan softlens
Mata yang kering membuat penggunaan softlens menjadi kurang nyaman karena mata terasa lebih mudah iritasi atau mengganjal. Lebih baik saat traveling hindari menggunakan softlens ini, gunakan pakai kacamata saja agar lebih aman.
7. Penglihatan menjadi kabur
Gejala mata kering juga dapat menyebabkan penglihatan sesaat menjadi kabur atau buram, terutama setelah terlalu lama bermain di alam terbuka yang banyak kena paparan sinar matahari atau udara panas seperti di pantai. Belum lagi ditambah dengan menatap layar komputer, smartphone, atau membaca tanpa jeda saat di hotel.
Jika mulai merasakan mata SEpet, PErih, dan LElah, jangan anggap sebagai kondisi yang biasa. Mata SePeLe jangan disepelein karena dapat mengganggu produktivitas maupun aktivitas yang sedang dilakukan.
Cara Mengobati Mata SEpet, PErih, LElah Saat Traveling
Ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu mengurangi gejala mata kering yang biasa aku lakukan dan menjadi beberapa rekomendasi dokter. Wajib dilakukan secara rutin di rumah untuk menjaga kesehatan mata, terutama ketika akan traveling.
![]() |
| Sumber: Dokumen pribadi, diolah dengan Canva |
1. Konsumsi Lemak Omega 3
Untuk jangka panjang, perbanyak dan rutin konsumsi makanan yang kaya akan asam lemak omega 3, seperti salmon, tuna, sarden, dan makarel. Kandungan omega 3 dapat membantu menjaga kualitas lapisan air mata, mengurangi penguapan air mata, serta mendukung kelembapan permukaan mata. Konsumsi secara rutin sebagai bagian dari pola makan sehat dapat membantu meredakan gejala mata kering dan menjaga kesehatan mata secara keseluruhan.
2. Perbanyak minum air putih
Memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari membantu menjaga kelembapan mata dari dalam. Saat tubuh terhidrasi dengan baik, produksi air mata juga dapat tetap optimal sehingga risiko munculnya gejala mata kering, seperti mata SEpet, PErih, dan LElah, dapat berkurang selama beraktivitas maupun traveling.
3. Hindari riasan mata saat traveling
Hindari menggunakan riasan mata saat kamu akan banyak beraktivitas di luar ruangan, terutama dalam waktu yang lama. Serpihan maskara, eyeliner, atau eyeshadow dapat masuk ke permukaan mata dan memicu iritasi. Kondisi ini berisiko memperparah gejala mata kering sehingga mata terasa lebih tidak nyaman selama beraktivitas.
4. Istirahatkan mata secara berkala dan berkedip lebih sering
Setelah beraktivitas di alam bebas, gunakan aturan 20 20 20 dengan mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki selama 20 detik setiap 20 menit. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi ketegangan mata akibat terkena paparan sinar matahari atau terlalu lama menatap layar sekaligus memberi waktu bagi mata untuk beristirahat.
Saat terlalu asik menikmati pemandangan tempat wisata di alam bebas atat terlalu fokus menggunakan laptop, smartphone, atau membaca, frekuensi berkedip biasanya berkurang. Padahal, berkedip membantu menyebarkan lapisan air mata secara merata di permukaan mata sehingga kelembapannya tetap terjaga dan gejala mata kering dapat berkurang.
5. Kurangi penggunaan gadget saat traveling
Menatap layar smartphone atau gawai lainnya dalam waktu lama dapat membuat frekuensi berkedip berkurang sehingga permukaan mata menjadi lebih cepat kering. Berikan waktu istirahat secara berkala dengan mengalihkan pandangan dari layar selama beberapa menit. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi ketegangan mata sekaligus menjaga kelembapan permukaan mata agar tetap nyaman saat beraktivitas, termasuk saat traveling.
6. Hindari paparan angin secara langsung
Saat traveling, usahakan mengurangi paparan sinar matahari langsung, angin, maupun udara dari pendingin ruangan yang terlalu lama. Kondisi tersebut dapat mempercepat penguapan lapisan air mata sehingga mata menjadi lebih mudah kering. Jika harus berada di luar ruangan, gunakan kacamata hitam dan istirahatkan mata secara berkala agar kelembapannya tetap terjaga.
7. Gunakan tetes mata Insto Dry Eyes
Jika gejala mata kering mulai terasa, gunakan obat tetes mata yang aman dan terpercaya. Obat tetes mata ini untuk membantu menjaga kelembapan permukaan mata, seperti Insto Dry Eyes yang mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose. Mata pun terasa lebih nyaman sehingga kamu bisa kembali menikmati liburan tanpa terganggu oleh mata SEpet, PErih, LElah. Jika setelah menggunakan obat tetes mata tak kunjung reda, baru konsultasikan ke dokter.
Alami Gejala Mata Kering Saat Traveling? Tetesin Insto Dry Eyes Aja
Gejala mata kering memang dapat muncul tanpa diduga apalagi saat traveling. Penyebabnya pun beragam, terkena paparan sinar matahari terlalu lama, terkena udara, terlalu lama menatap gawai seperti menggunakan smartphone, membaca, berada di ruangan berpendingin, hingga sering bepergian. Karena itu, aku selalu berusaha membawa solusi praktis agar aktivitas selama traveling tetap berjalan dengan nyaman.
![]() |
| Sumber: Dokumen pribadi, diolah dengan Canva |
Saat mulai merasakan mata SEpet, PErih, LElah, aku memilih tetesin Insto Dry Eyes. Produk ini membantu memberikan kelembapan pada permukaan mata sehingga rasa tidak nyaman akibat gejala mata kering dapat berkurang. Praktis digunakan kapan saja ketika dibutuhkan sehingga aktivitas bisa kembali dilanjutkan dengan lebih nyaman.
Insto Dry Eyes #InstoDryEyes mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose yang berfungsi sebagai pelumas atau air mata buatan untuk membantu menjaga kelembapan permukaan mata. Kandungan ini membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat gejala mata kering seperti mata mata SEpet, PErih, LElah. Selain itu, Insto Dry Eyes juga mengandung Benzalkonium Chloride sebagai bahan pengawet sehingga kualitas produk tetap terjaga.
Hal lain yang aku sukai adalah kemasannya yang praktis dan travel friendly berukuran 7,5 ml. Ukuran ini mudah dimasukkan ke dalam tas traveling maupun pouch sehingga tidak memakan banyak tempat. Saat sedang berada di perjalanan atau bekerja di luar ruangan, Insto Dry Eyes selalu mudah dibawa ke mana saja dan bantu #BebasMataKering
Insto Dry Eyes juga mudah ditemukan di berbagai apotek, minimarket, supermarket, maupun toko kesehatan sehingga tidak perlu bingung ketika membutuhkannya. Harganya pun sangat terjangkau. Dengan kemudahan tersebut, kita bisa lebih siap menghadapi gejala mata kering kapan pun muncul seperti saat melakukan traveling ke tempat impian.
Belajar dari pengalaman saat traveling kemarin, menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh. Mata menjadi bagian penting dalam setiap aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, hingga menikmati perjalanan ke berbagai tempat. Jangan menunggu sampai rasa tidak nyaman semakin mengganggu.
Jadi, jika mulai merasakan gejala mata kering atau mata SePeLe jangan disepelein #MataSePeLeJanganSepelein. Saat mata terasa SEpet, PErih, dan LElah, tetesin Insto Dry Eyes agar mata kembali terasa nyaman dan kamu bisa menikmati setiap aktivitas selama traveling tanpa terganggu oleh gejala mata kering.
Referensi:

















