Travel Blogger

  • Home
  • About
    • About Her
    • Contact Her
    • Disclosure
  • Culinary
    • Culinary
  • Hotel
    • Hotel
    • Hotel Tips
  • Travel
    • Indonesia Destination
      • Jawa & Bali
      • Kalimantan
      • Nusa Tenggara
      • Papua
      • Sulawesi
      • Sumatera
    • International
      • Australia
      • Bhutan
      • Canada
      • Hongkong
      • India
      • Jepang
      • Korea Selatan
      • Laos
      • Malaysia
      • Myanmar
      • Nepal
      • Philipine
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • Mountaineering
    • Travel Tips
    • Travel Book
    • Travel Movie
    • Voluntourism
  • Thoughts
    • Beauty
    • Blogging
    • Business
    • Education
    • Environment & Social
    • Financial
    • Fashion
    • Healthy
    • Home & Decor
    • Lifestyle
    • Technology

Aku salah satu perempuan orang yang lebih senang memilih traveling ke alam bebas dibandingkan menghabiskan waktu di pusat kota. Bagiku, berjalan di tengah hutan, mendaki perbukitan, menikmati udara pegunungan, atau menjelajahi pantai selalu menghadirkan pengalaman yang berbeda. Meski menyenangkan, aktivitas di alam terbuka membuat mata lebih mudah terpapar angin, debu, sinar matahari, hingga udara kering. 

Ditambah lagi, perjalanan panjang sering kali membuatku harus berlama-lama melihat peta digital, kamera, atau layar smartphone. Tanpa disadari, kondisi tersebut dapat memicu gejala mata kering atau yang dikenal sebagai mata SePeLe, yaitu mata SEpet, PErih, LElah. Kalau sudah begitu, momen traveling yang seharusnya terasa nyaman bisa berubah menjadi kurang menyenangkan karena mata terasa tidak nyaman sepanjang perjalanan. Jadi saat traveling mengalami mata SePeLe jangan disepelein.

gejala mata kering


Gejala Mata Kering Bisa Mengganggu Rencana Traveling

Traveling selalu menjadi momen yang aku tunggu, terutama saat saat traveling di alam bebas. Rasanya menyenangkan bisa menikmati suasana baru, berjalan menyusuri jalanan yang belum pernah dikunjungi, mencicipi kuliner khas, hingga mengabadikan setiap sudut yang menarik dengan kamera. Namun, di balik keseruan itu, pernah ada satu pengalaman yang membuat perjalanan terasa kurang maksimal, yaitu ketika tiba-tiba muncul gejala mata kering atau mata SePeLe alias mata SEpet, PErih, LElah.

Awalnya aku mengira hanya kelelahan karena perjalanan yang cukup panjang. Ternyata setelah beberapa jam berada di dalam pesawat dan melanjutkan perjalanan darat dengan pendingin ruangan yang menyala terus, mata mulai terasa SEpet, PErih, dan LElah. Kondisinya semakin terasa ketika harus sering melihat peta digital di smartphone untuk mencari lokasi wisata dan restoran yang ingin dikunjungi. Rasanya ingin terus menikmati perjalanan, tetapi mata justru terasa kurang nyaman.

Akibatnya, beberapa rencana harus berjalan lebih lambat. Aku jadi tidak bisa terlalu lama menikmati pemandangan karena mata mulai terasa perih. Saat ingin mengambil banyak foto, mata juga cepat lelah sehingga harus beberapa kali berhenti untuk mengistirahatkannya. Padahal, momen seperti matahari terbenam atau panorama alam yang indah tentu sayang jika dilewatkan hanya karena mata terasa tidak nyaman.

Pengalaman itu membuatku sadar bahwa mata SePeLe jangan disepelein. Gejala mata kering memang terlihat sederhana, tetapi dapat memengaruhi kenyamanan selama traveling. Mata yang terasa SEpet, PErih, dan LElah membuat kita sulit fokus menikmati setiap destinasi yang sudah lama direncanakan. Itulah mengapa mata SePeLe jangan disepelein.

Sejak saat itu, aku lebih memperhatikan kesehatan mata setiap kali bepergian. Selain memberi waktu istirahat pada mata dan mengurangi penggunaan gadget saat tidak diperlukan, aku juga selalu membawa solusi praktis agar gejala mata kering bisa segera diatasi. Dengan begitu, perjalanan tetap terasa nyaman dan setiap momen berharga bisa dinikmati tanpa terganggu oleh mata SePeLe.

Kenali Ciri-Ciri Gejala Mata Kering

Gejala mata kering dapat dirasakan dengan tingkat yang berbeda pada setiap orang. Beberapa tanda yang sering muncul termasuk yang aku alami ketika sedang traveling adalah:

1. Mata terasa perih atau seperti terbakar

Rasa perih menjadi salah satu tanda paling umum gejala mata kering. Mata juga bisa terasa panas atau gatal sehingga membuat aktivitas selama traveling menjadi kurang nyaman. Apalagi kalau travelingnya ke daerah pantai, hembusan angin lautnya membuat mata semakin perih.

2. Sensasi seperti ada pasir di dalam mata

Mata terasa mengganjal seolah ada pasir atau benda asing yang menempel. Sensasi ini sering muncul meski tidak ada kotoran yang benar-benar masuk ke mata. Tentu saja kondisi ini membuat momen traveling jadi terganggu.

3. Mata cepat lelah

Saat membaca, bekerja di depan laptop, atau menikmati perjalanan, mata terasa cepat lelah sehingga sulit berkonsentrasi dalam waktu lama. Alhasil selama di perjalanan menuju tempat wisata jadi enggak bisa menikmati tempat yang dilewati.

4. Lebih sensitif terhadap cahaya

Traveling di alam terbuka seperti yang biasa aku lakukan akan terkena paparan sinar matahari lebih banyak. Paparan sinar matahari atau cahaya yang terang dapat membuat mata terasa silau dan tidak nyaman. Kondisi ini sering dialami saat beraktivitas di luar ruangan.

5. Mata merah dan terasa berat saat berkedip

Terkena paparan sinar matahari dan udara panas saat traveling di alam terbuka membuat mata semakin cepat kering yang akan mengurangi kelmbapan mata. Kurangnya kelembapan pada permukaan mata dapat membuat mata tampak kemerahan serta terasa berat setiap kali berkedip.

6. Sulit menggunakan softlens

Mata yang kering membuat penggunaan softlens menjadi kurang nyaman karena mata terasa lebih mudah iritasi atau mengganjal. Lebih baik saat traveling hindari menggunakan softlens ini, gunakan pakai kacamata saja agar lebih aman.

7. Penglihatan menjadi kabur

Gejala mata kering juga dapat menyebabkan penglihatan sesaat menjadi kabur atau buram, terutama setelah terlalu lama bermain di alam terbuka yang banyak kena paparan sinar matahari atau udara panas seperti di pantai. Belum lagi ditambah dengan menatap layar komputer, smartphone, atau membaca tanpa jeda saat di hotel.

Jika mulai merasakan mata SEpet, PErih, dan LElah, jangan anggap sebagai kondisi yang biasa. Mata SePeLe jangan disepelein karena dapat mengganggu produktivitas maupun aktivitas yang sedang dilakukan.

Cara Mengobati Mata SEpet, PErih, LElah Saat Traveling

Ada beberapa cara sederhana yang dapat membantu mengurangi gejala mata kering yang biasa aku lakukan dan menjadi beberapa rekomendasi dokter. Wajib dilakukan secara rutin di rumah untuk menjaga kesehatan mata, terutama ketika akan traveling.

insto dry eyes


1. Konsumsi Lemak Omega 3

Untuk jangka panjang, perbanyak dan rutin konsumsi makanan yang kaya akan asam lemak omega 3, seperti salmon, tuna, sarden, dan makarel. Kandungan omega 3 dapat membantu menjaga kualitas lapisan air mata, mengurangi penguapan air mata, serta mendukung kelembapan permukaan mata. Konsumsi secara rutin sebagai bagian dari pola makan sehat dapat membantu meredakan gejala mata kering dan menjaga kesehatan mata secara keseluruhan.

2. Perbanyak minum air putih

Memenuhi kebutuhan cairan tubuh setiap hari membantu menjaga kelembapan mata dari dalam. Saat tubuh terhidrasi dengan baik, produksi air mata juga dapat tetap optimal sehingga risiko munculnya gejala mata kering, seperti mata SEpet, PErih, dan LElah, dapat berkurang selama beraktivitas maupun traveling.

3. Hindari riasan mata saat traveling

Hindari menggunakan riasan mata saat kamu akan banyak beraktivitas di luar ruangan, terutama dalam waktu yang lama. Serpihan maskara, eyeliner, atau eyeshadow dapat masuk ke permukaan mata dan memicu iritasi. Kondisi ini berisiko memperparah gejala mata kering sehingga mata terasa lebih tidak nyaman selama beraktivitas.

4. Istirahatkan mata secara berkala dan berkedip lebih sering

Setelah beraktivitas di alam bebas, gunakan aturan 20 20 20 dengan mengalihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki selama 20 detik setiap 20 menit. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi ketegangan mata akibat terkena paparan sinar matahari atau terlalu lama menatap layar sekaligus memberi waktu bagi mata untuk beristirahat.

Saat terlalu asik menikmati pemandangan tempat wisata di alam bebas atat terlalu fokus menggunakan laptop, smartphone, atau membaca, frekuensi berkedip biasanya berkurang. Padahal, berkedip membantu menyebarkan lapisan air mata secara merata di permukaan mata sehingga kelembapannya tetap terjaga dan gejala mata kering dapat berkurang.

5. Kurangi penggunaan gadget saat traveling

Menatap layar smartphone atau gawai lainnya dalam waktu lama dapat membuat frekuensi berkedip berkurang sehingga permukaan mata menjadi lebih cepat kering. Berikan waktu istirahat secara berkala dengan mengalihkan pandangan dari layar selama beberapa menit. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi ketegangan mata sekaligus menjaga kelembapan permukaan mata agar tetap nyaman saat beraktivitas, termasuk saat traveling.

6. Hindari paparan angin secara langsung

Saat traveling, usahakan mengurangi paparan sinar matahari langsung, angin, maupun udara dari pendingin ruangan yang terlalu lama. Kondisi tersebut dapat mempercepat penguapan lapisan air mata sehingga mata menjadi lebih mudah kering. Jika harus berada di luar ruangan, gunakan kacamata hitam dan istirahatkan mata secara berkala agar kelembapannya tetap terjaga.

7. Gunakan tetes mata Insto Dry Eyes

Jika gejala mata kering mulai terasa, gunakan obat tetes mata yang aman dan terpercaya. Obat tetes mata ini untuk membantu menjaga kelembapan permukaan mata, seperti Insto Dry Eyes yang mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose. Mata pun terasa lebih nyaman sehingga kamu bisa kembali menikmati liburan tanpa terganggu oleh mata SEpet, PErih, LElah. Jika setelah menggunakan obat tetes mata tak kunjung reda, baru konsultasikan ke dokter.

Alami Gejala Mata Kering Saat Traveling? Tetesin Insto Dry Eyes Aja

Gejala mata kering memang dapat muncul tanpa diduga apalagi saat traveling. Penyebabnya pun beragam, terkena paparan sinar matahari terlalu lama, terkena udara, terlalu lama menatap gawai seperti menggunakan smartphone, membaca, berada di ruangan berpendingin, hingga sering bepergian. Karena itu, aku selalu berusaha membawa solusi praktis agar aktivitas selama traveling tetap berjalan dengan nyaman.

tetesin insto dry eyes


Saat mulai merasakan mata SEpet, PErih, LElah, aku memilih tetesin Insto Dry Eyes. Produk ini membantu memberikan kelembapan pada permukaan mata sehingga rasa tidak nyaman akibat gejala mata kering dapat berkurang. Praktis digunakan kapan saja ketika dibutuhkan sehingga aktivitas bisa kembali dilanjutkan dengan lebih nyaman.

Insto Dry Eyes  #InstoDryEyes mengandung Hydroxypropyl Methylcellulose yang berfungsi sebagai pelumas atau air mata buatan untuk membantu menjaga kelembapan permukaan mata. Kandungan ini membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat gejala mata kering seperti mata mata SEpet, PErih, LElah. Selain itu, Insto Dry Eyes juga mengandung Benzalkonium Chloride sebagai bahan pengawet sehingga kualitas produk tetap terjaga.

Hal lain yang aku sukai adalah kemasannya yang praktis dan travel friendly berukuran 7,5 ml. Ukuran ini mudah dimasukkan ke dalam tas traveling maupun pouch sehingga tidak memakan banyak tempat. Saat sedang berada di perjalanan atau bekerja di luar ruangan, Insto Dry Eyes selalu mudah dibawa ke mana saja dan bantu #BebasMataKering

Insto Dry Eyes juga mudah ditemukan di berbagai apotek, minimarket, supermarket, maupun toko kesehatan sehingga tidak perlu bingung ketika membutuhkannya. Harganya pun sangat terjangkau. Dengan kemudahan tersebut, kita bisa lebih siap menghadapi gejala mata kering kapan pun muncul seperti saat melakukan traveling ke tempat impian.

Belajar dari pengalaman saat traveling kemarin, menjaga kesehatan mata sama pentingnya dengan menjaga kesehatan tubuh. Mata menjadi bagian penting dalam setiap aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, hingga menikmati perjalanan ke berbagai tempat. Jangan menunggu sampai rasa tidak nyaman semakin mengganggu.

Jadi, jika mulai merasakan gejala mata kering atau mata SePeLe jangan disepelein #MataSePeLeJanganSepelein. Saat mata terasa SEpet, PErih, dan LElah, tetesin Insto Dry Eyes agar mata kembali terasa nyaman dan kamu bisa menikmati setiap aktivitas selama traveling tanpa terganggu oleh gejala mata kering.

Referensi:

https://www.halodoc.com/artikel/cara-mencegah-mata-kering-saat-berada-di-luar-ruangan
https://jec.co.id/id/article/sindrom-mata-kering
https://kmu.id/4-gejala-mata-kering-yang-perlu-kamu-perhatikan/
https://primayahospital.com/umum/mata-kering/
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/mengenal-mata-kering
Newer Posts Older Posts Home

ABOUT HER

Call her Mei. Her biggest passions are education, the environment, and traveling the world. So that you can chit-chat with her everything about it, she is now active as a voluntourism, environment, and education volunteer.

POPULAR POSTS

ARTICLE

  • 2026 18
    • August 1
      • ALAMI GEJALA MATA KERING SAAT TRAVELING? TETESIN I...
    • July 4
    • June 2
    • May 1
    • April 1
    • March 3
    • February 4
    • January 2
  • 2025 141
    • December 11
    • November 14
    • October 10
    • September 11
    • August 11
    • July 17
    • June 13
    • May 13
    • April 10
    • March 8
    • February 13
    • January 10
  • 2024 148
    • December 9
    • November 9
    • October 17
    • September 13
    • August 7
    • July 8
    • June 14
    • May 19
    • April 4
    • March 19
    • February 17
    • January 12
  • 2023 111
    • December 6
    • November 20
    • October 14
    • September 10
    • August 6
    • July 7
    • June 8
    • May 4
    • April 10
    • March 14
    • February 8
    • January 4
  • 2022 160
    • December 13
    • November 13
    • October 21
    • September 18
    • August 21
    • July 14
    • June 12
    • May 9
    • April 6
    • March 15
    • February 7
    • January 11
  • 2021 55
    • December 8
    • November 4
    • October 9
    • September 2
    • August 4
    • July 2
    • June 6
    • May 4
    • April 3
    • March 5
    • February 5
    • January 3
  • 2020 44
    • December 4
    • November 3
    • October 4
    • September 4
    • August 4
    • July 4
    • June 4
    • May 4
    • April 2
    • March 4
    • February 3
    • January 4
  • 2019 9
    • December 1
    • November 2
    • August 1
    • July 1
    • June 1
    • March 3
  • 2018 9
    • November 1
    • August 3
    • March 1
    • February 2
    • January 2
  • 2017 21
    • December 1
    • November 1
    • October 3
    • September 3
    • July 1
    • April 1
    • March 4
    • February 3
    • January 4
  • 2016 10
    • December 4
    • November 6
Seedbacklink


Logo Komunitas BRT Network

Copyright © Travel Blogger. Designed by OddThemes