Skip to main content

Pantai Melasti Ungasan, Hidden Paradise di Balik Batu Kapur

Berniat liburan ke Bali namun mencari lokasi yang tidak begitu ramai? Pantai Melasti Ungasan jawabannya. Pantai yang berlokasi dekat dengan Tanah Lot dan Pantai Pandawa ini masih cenderung sepi dari pengunjung karena masih terhitung baru. Lokasinya tepatnya berada di semenanjung bukit Ungasan sehingga disebut dengan nama Melasti Ungasan. Pantai ini sering dijadikan sebagai tempat upacara Melasti yaitu upacara pada saat hari raya Nyepi.



Welcom to Pantai Melasti Ungasan
pict taken by Tami



Keberadaannya mulai dikenal banyak orang, setelah banyak photographer mengabadikan tempat ini untuk moment prewedding. Anda hanya cukup membayar lokasi dengan harga tertentu untuk dapat melakukan prewedding di tempat ini dan mendapatkan beberapa fasilitas khusus seperti toilet khusus, ruang make up, ruang ganti.





salah satu fasilitas yang didapat untuk kegiatan prewedding

Jalan menuju pantai ini sudah memadai. Kendaraan roda dua ataupun roda empat dapat masuk ke kawasan wisata ini dan kamu hanya membutuhkan sekitar 30 menit untuk menuju tempat ini dari arah Kuta, Bali atau sekitar 40 - 50 menit saja dari bandara Ngurah Ra, Bali, dekatkan?.





spot photo yang keceh-keceh menuju Pantai Melasti

bisa lihat beberapa monyet dan kasih makan mereka juga loh

Sekitar kawasan wisata ini dikelilingi dengan bebatuan kapur. Keunikannya yang diapit oleh bebatuan kapur ini menjadi keindahan tersendiri. 







salah satu spot pephotoan keren diantara tebing-tebing yang sering digunakan buat prewed

Ada beberapa spot yang dapat dikunjungi di kawasan wisata ini. 









salah satu spot photo yang ramai

Pantainya juga begitu indah untuk dapat dinikmati sore hari bagi pecinta sunset atau pagi hari untuk sunrise dan jika anda membawa anak-anak maka perhatikanlah anak-anak anda.


Alamat
Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Harga Tiket Masuk (HTM)
Dewasa Rp. 5.000
Parkir mobil Rp. 5.000
Parkir motor Rp. 2.000

Jam Buka Tutup
24 jam

Waktu Tempuh Perjalanan
Sekitar 30 menit dari Kuta
Sekitar 40 - 50 menit dari Bandara Ngurah Rai Bali

Waktu yang tepat untuk berkunjung
Datang saat musim panas tapi datanglah di pagi atau sore hari karena siang hari panasnya sangat menyengat

Tempat wisata sekitar Pantai Melasti
  1. Pantai Gunung Payung
  2. Omnia Day Uluwatu
  3. Pantai Nyang-nyang Uluwatu
  4. Garuda Wisnu Kencana
  5. Jimbaran Bali
  6. Pantai Pandawa
  7. Pantai Dreamland
  8. Pantai Green Bowl Ungasan
  9. Nirmala Waterpark
  10. Karma Kandara Private Beach


Aktifitas yang dapat dilakukan
  1. Menikmati sunset dan sunrise
  2. Menikmati pemandangan laut, bersantai sambil membaca buku kesayangan
  3. Berjemur
  4. Prewedding
  5. Photo selfie/wefie keceh yang instagramable
  6. Bermain pasir dan berenang
  7. Membeli suvenir
  8. Snorkling

Fasilitas
  1. Toilet
  2. Area parkir
  3. Tempat makan
  4. Keamanan
  5. Penginapan
  6. Area prewedding dengan segala fasilitas khusus
  7. Tourist information


Comments

  1. ini buat prewed dijamin cakep ya hasil fotonya, wong main2 biasa aja fotonya cakep :) apa karena viewnya ya hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya cakep-cakep mba aku liat hasil yang prewed di sana, karena viewnya mungkin unik ya

      Delete
  2. masih bersih banget ya mba lingkungannya, semoga pas udah populer nanti banyak pengunjung tetap bisa menjaga kebersihannya, ini cakep banget viewnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya masih alami gitu, masih jarang kata warga sana ke tempat ini

      Delete
  3. Aaaah, aku suka artikel ini. Satu lagi destinasi wisata pantai di Bali. Nanti kalau aku pulang ke Bali, aku akan mampir ke sini. TFS, Kak

    ReplyDelete
  4. dan iya beneran hidden paradis ini pantai melasti, bisa buat lokasi foto-foto seru, mau pre wedding juga bisa nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa banget mba, banyak ya prewed di sana, ampe antri heheh

      Delete
  5. Asliii keren banget ini spot foto di sini, bisa hunting dapat banyak! Memang Bali indah banget ya

    ReplyDelete
  6. Fix next time ke Bali aku harus visit Pantai Melasti ini. Ternyata deket banget dari Bandara ya ampun. 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya deket mba, apalagi kalau pagi-pagi belom macet

      Delete
  7. Inisii....kebayang panasnyaa...
    Hhuuhuu~
    Tapi tetep, panas di Bali itu pemandangannya sungguh bikin mata terpana. Belum lagi memperhatikan kesibukan warga sekitar yang masih sangat alami yaa...

    Tempatnya aman untuk snorkeling ya...?
    Atau harus sewa kapal dulu...biar ke laut yang agak dalem?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya panas banget mba padahal kami udah datang pagi-pagi waktu itu

      Delete
  8. Aduh padahal tempatnya sik yaaa, tapi masih sepi jadi enak sih ya mb hahaha.
    Aku baru tahu ada pantai Melasti ini, taunya ya Pandawa. Thanks sharingnya mb, kali aja kapan2 aku bisa ke sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih baru soalnya, kami ke sana juga diajak sama drivernya

      Delete
  9. udah lama banget gak ke bali terakhir kali tahun 2017. pantai melasti ini mirip2 pantai pandawa yah tapi belum seramai pantai pandawa yah mba, enak deh kayanya seharian di pantai ini selain bisa mantai juga bisa photo2 karena tempatnya instagramable banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya masih baru mba kata drivernya, warung aja masih satu dan itu memang masuk ke dalam gitu, kayak lewatin tebing-tebing

      Delete
  10. Aaaaa thankyou for sharing ka, finally nambah lagi nih wish list buat liburan. Kebetulan ada rencna mau ke bali, mampir sini ah ntr ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya wajib mampir sambil photo-photo keceh, seruuhh

      Delete
  11. Sekilas mirip pantai pandawa yak. karena dibelakangnya terdapat gunung kapur.

    ReplyDelete
  12. Bagus banget view yang pohon dengan daun merah gitu. Jadi kayak bukan di pantai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu jalan menuju ke pantainya mba, deket sih palingan 200an meter

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wisata Millenial ke Stonehenge Cangkringan

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia.

Gambar Stonehenge Cangkringan di Yogyakarta belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris.


Saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum pulang saya sempatkan tanya pada petugas karcis, untuk rute yang mudah lewat mana, petugasnya kasih dua alternatif jalan.




Tempat ini bisa dipergunakan jug…

Museum Ullen Sentalu, Museum Kerajaan Mataram

Museum Ullen Sentalu yang didirikan pada tahun 1994 ini, merupakan museum milik swasta yang ada di Yogyakarta. Pemiliknya Keluarga Haryono merupakan salah satu bangsawan di Yogyakarta dan merupakan seorang pembatik. Ullen Sentalu sendiri merupakan singkatan dari Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku yang artinya Lampu Blencong yaitu lampu yang digunakan saat pertunjukkan wayang kulit, yang secara filosofi maksudnya adalah petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.


Didalam museum ini menjelaskan beberapa sejarah tentang empat kerajaan yang berada di Solo dan Yogyakarta, yang terpecah menjadi Kasunanan Surakarta, Kadipaten Pakualaman Kesultanan Yogyakarta, dan Praja Mangkunegaran.

Benda-benda yang terdapat di dalam museum merupakan hibah dari kerajaan Solo dan Yogyakarta, seperti gamelan, kain dengan berbagai corak khas Yogyakarta dan Solo, tulisan-tulisan dari putri kerajaan Solo. Semua benda-benda tersebut merupakan peninggalan budaya dan peninggalan bangsawan Jawa …

Gunung Kerinci, Pesona Alam Penuh Misteri Di Atap Sumatera

Siapa yang tak mengenal Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kurinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia.

Gunung yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe stratovulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Hari ke-1 Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha, Jambi. Kami masih harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 10 jam lagi untuk menuju desa terakhir sebelum pendakian yaitu Desa Kersik Tuo. Kami menye…