Skip to main content

Pantai Pandawa, Pesona Tebing Kapur di Selatan Bali


Pantai Pandawa atau dikenal dengan nama Pantai Kutuh, bahkan wisatawan mancanegara menyebutnya dengan nama Secret Beach karena keberadaannya diapit oleh dua tebing sehingga terlihat tersembunyi, merupakan salah satu destinasi wisata populer di selatan Bali. Lokasinya terletak di Desa Kutuh, Kecamatan Kutas Selatan, Kabupaten Badung, lokasinya searah menuju destinasi wisata Uluwatu.


Welcome to Pandawa Island
Pict taken by Tami




Pantai ini kaya akan sejarah dalam pembuatannya yang kaitannya dengan agama Hindu. Dulunya nama pantai ini adalah Pantai Melasti karena sering digunakan upacara Melasti yaitu bagian dari upacara pada saat hari raya Nyepi oleh masyarakat sana yang mayoritas beragama Hindu. 





Keberadaannya yang mudah dijangkau dengan kendaraan roda 2 dan 4 membuat tempat ini menjadi  salah satu ikon kota Bali. Jaraknya kurang lebih 1 jam dari Bandara Ngurah Rai, Bali. Pantainya yang indah menjadi favorit untuk tempat berjemur bagi wisatawan mancanegara.


Dahulunya tempat ini merupakan daerah terisolasi tempat penambangan batu alam yang sulit dijangkau, kemudian tahun 2004 pemerintah mencoba membongkar bebatuan tersebut dan membuat akses jalan. Pada 27 Desember 2012 pemerintah mengadakan Pandawa Beach Festival dan resmi berganti nama menjadi Pantai Pandawa. Dari situ tempat ini mencuat menjadi salah satu primadona destinasi wisata di Bali, menyaingi destinasi wisata lainnya seperti Uluwatu, Melasti, Sanur, Tanah Lot, dan lainnya.


Di sepanjang tebing pantai ini berdiri patung pandawa lima yang terdiri dari Yudistrhira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa yang berurutan. Sayangnya beberapa dokumentasi saya hilang.




petunjuk informasi untuk fasilitas

Di sekitar pantai ini juga berdiri beberapa penginapan dengan berbagai jenis, sehingga untuk wisatawan yang ingin berlama-lama dapat menginap di sekitar pantai ini.

Alamat
Desa Kutuh, Kecamatan Kutas Selatan, Kabupaten Badung

Harga Tiket Masuk (HTM)
Domestik Rp. 8.000-,
Mancanegara Rp. 15.000-,
Biaya Parkir
Motor Rp. 2.000-,
Mobil  Rp. 5.000-,
Bus    Rp. 10.000-,

Jam Buka Tutup
Buka pukul 07.00 WITA
Tutup pukul 17.00 WITA

Waktu tempuh perjalanan
Kurang lebih 1 jam dari Kota Bali

Waktu yang tepat untuk berkunjung
Berkunjunglah pada pagi hari di musim panas agar tidak terlalu panas menyengat
Hindari musim hujan atau ketika musim angin kencang

Fasilitas
Area parkir
Tempat makan
Toilet dan tempat mandi
Pintu karcis masuk

Rute
Jaraknya sekitar 20 km atau sekitar 30 menit - 1 jam dari Bandara Ngurah Rai Bali dalam kondisi normal.
Pantai ini juga dapat ditempuh dengan memilih rute melewati GWK, Tol Bali Mandara, atau melewati Kampus UNUD.

Apa saja yang bisa dinikmatin di pantai ini?
  1. Berphoto dengan lima patung Kstaria Mandala
  2. Berphoto di ikon tulisan Pantai Pandawa
  3. Berenang sambil menikmati keindahan pantai dan lautnya
  4. Berjemur santai sambil mendengarkan musik, membaca buku, atau sekedar menikmati deburan ombak kecil yang indah
  5. Membeli souvenir khas bali
  6. Berselancar menikmati pesona ombaknya
  7. Menikmati spa atau pijat refleksi sekitar pantai dengan harga Rp 50.000 - Rp 100.000
  8. Selfie dan Wefie depan ikon Pandawa dan dinding kapur Pandawa
  9. Pacu adrenalinmu dengan bermain paralayang di bukit Timbis
  10. Bermain kano dengan harga sewa Rp. 25.000 per orang dan Rp 50.000 untuk dua orang setiap jamnya dan penyewaan life jacket Rp 20.000
  11. Melakukan snorkling



Comments

  1. Atmosfer pantai pandawa tuh ngangenin banget, bikin pengen kesana lagi meskipun harus siap pulang2 kulit jadi tanned hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru ya mba tempatnya, aku malah suka lihat kulit warna coklat, eksotis heheheh

      Delete
  2. pantai tu atmosfernya beda ya hahahaa mau sunset mau sunrise tetep keliatan baeda :) suka banget sama pantai kalau nggak inget bakal gosong main di pantai tuh hahahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya kalau udah gosongnya lama baliknya ya Mba hehehe

      Delete
  3. udah lama banget gak kesini, bertambah bagus yah mba pantainya dan bikin pingin balik lagi karena ada banyak spot yang bagus juga untuk photo-photo

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mba Bali makin banyak destinasi wisatanya

      Delete
  4. Ini salah satu pantai yang ingin ku datangi tapi kenapa setiap ke Bali malah lupa mau kesana ya. Malah lebih seneng melipir ke Canggu dan Ubud.

    ReplyDelete
  5. Yaampun ini sih salah satu pantai yang ada di wishlist aku kalo nanti ke Bali, duh indah banget jadi pengen cepet-cepet kesanaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang makin bagus ajah nih pantai. iya saya jg pengen ke sini lg. terakhir ke sini tahun 2010an masih belum secantik ini

      Delete
    2. ayo Mba Ratna ke sana, wah Mba Artha malah tahun 2010 ya ke sini udah lama banget

      Delete
  6. Waah di Bali banyak banget ya pantai yang cakep. Aku jadi pengen liburan ke sana hiks hiks. Harus segera nabung biar bisa terwujud segera!

    ReplyDelete
  7. Pantai pandawa cakeeeppp banget, cuma sayang pasirnya masih banyak kerikil. Agak riskan kalao telanjang kaki. Paling suka pasir di dreamland beach. Mulusss 😁

    ReplyDelete
  8. Pandawa sekarang ada wahananya ya? Dulu pas ke sini masih pembangunan. Tapi emang keren banget sih, apalagi pas dijelasin waktu penemuan pantai ini. Salut banget asli!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. cakep mba tempatnya, ayo cobain ke sini heheh

      Delete
  9. Aku udah pernah ke sini dan sukaaa... dan memang oantainya unik bangeet. Jalan masuknya itu hehe.. sekarang udah rame yaa ke sini yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya udah mulai rame mba dan banyak yang prewed2 gitu

      Delete
  10. JDi rindj dengan Pantai Pandawa. Yang diingat itu memang langitnya biru banget, pasirnya besar-besar butirannya.

    ReplyDelete
  11. Aghhh kenapa menemukan pantai ini di postingan kamu mbakk . Jadi pengen cepet2 berangkat ke bali kannn akunya . Hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo cepetan mba, tar keburu pindah pantainya heheheh

      Delete
  12. Aku belum turun ke pantainya langsung Mei. Dulu pas ke Bali hanya lewat, pas siang hari soalnya. Cuma foto-foto dengan patung Pandawa di pinggir tebing itu aja terus cuuuz bablas melanjutkan perjalanan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah ayo cobain ke sana lagi mba heheh biar liat pantainya

      Delete
  13. Wah baru tahu aku mbak soal sejarah pantai Pandawa ini, gak nyangka dulunya sempat terisolasi, untug ada yang menemukan kecantikannya jd semua org skrng bisa ke sana ya :D
    Pengen sekali ke pantai, moga ahir tahun bisa aamii :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ay cobain mba seru sepi kalau weekdays

      Delete
  14. Kayaknya, Pantai Pandawa ini lebih sepi daripada pantai yang lain, kayak Kuta gitu. Asyik kayaknya kalo ke sana. Gak penuh dan bisa santai. Noted nih buat dikunjungi saat ke Bali.

    ReplyDelete
  15. Jujur waktu ke Bali ga sempet buat kunjungin Pantai Pandawa ini mbaa. Padahal bagusss bange, udah gitu HTM nya cukup worth it yah

    ReplyDelete
  16. Belum pernah deh saya main ke Pantai Pandawa ini, insya allah ah tar kalau liburan mau minta jalan2 kesini, bagus viewnya,

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah beberapa bulan lalu aku juga berkesempatan ke pantai ini. Senangnya akhirnya bisa ke Bali lagi. Waktu ku dateng, pantainya rameeee bangeet.

    ReplyDelete
    Replies
    1. pas aku sepi mba, bukan pas weekend mungkin ya

      Delete
  18. Siang2 ke Pantai Pandawa panas bianget sumpah! Kecuali kalo agak mendung

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wisata Millenial ke Stonehenge Cangkringan

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia.

Gambar Stonehenge Cangkringan di Yogyakarta belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris.


Saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum pulang saya sempatkan tanya pada petugas karcis, untuk rute yang mudah lewat mana, petugasnya kasih dua alternatif jalan.




Tempat ini bisa dipergunakan jug…

Museum Ullen Sentalu, Museum Kerajaan Mataram

Museum Ullen Sentalu yang didirikan pada tahun 1994 ini, merupakan museum milik swasta yang ada di Yogyakarta. Pemiliknya Keluarga Haryono merupakan salah satu bangsawan di Yogyakarta dan merupakan seorang pembatik. Ullen Sentalu sendiri merupakan singkatan dari Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku yang artinya Lampu Blencong yaitu lampu yang digunakan saat pertunjukkan wayang kulit, yang secara filosofi maksudnya adalah petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.


Didalam museum ini menjelaskan beberapa sejarah tentang empat kerajaan yang berada di Solo dan Yogyakarta, yang terpecah menjadi Kasunanan Surakarta, Kadipaten Pakualaman Kesultanan Yogyakarta, dan Praja Mangkunegaran.

Benda-benda yang terdapat di dalam museum merupakan hibah dari kerajaan Solo dan Yogyakarta, seperti gamelan, kain dengan berbagai corak khas Yogyakarta dan Solo, tulisan-tulisan dari putri kerajaan Solo. Semua benda-benda tersebut merupakan peninggalan budaya dan peninggalan bangsawan Jawa …

Gunung Kerinci, Pesona Alam Penuh Misteri Di Atap Sumatera

Siapa yang tak mengenal Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kurinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia.

Gunung yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe stratovulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Hari ke-1 Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha, Jambi. Kami masih harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 10 jam lagi untuk menuju desa terakhir sebelum pendakian yaitu Desa Kersik Tuo. Kami menye…