Skip to main content

One Day Trip ke Gunung Batu Jonggol Bogor

Kamu punya hobby trekking tapi tidak punya waktu banyak ? Yap, kamu bisa melakukan one day trip ke Gunung Batu Jonggol Bogor yang terletak di Jonggol Desa Sukaharja, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor ini bisa menjadi alternatif bagi teman-teman yang ingin menghirup udara segar dan mencium bau pohon-pohon khas ketinggian namun tidak punya waktu banyak. Berkunjung ke gunung ini bisa dilakukan pulang pergi di hari yang sama loh…. Nah hemat waktu kan ? hemat di kantong juga pastinya 😊, kami mengunjungi gunung ini pas musim hujan Januari 2016, jadi cuacanya mendung dan sempat kena hujan.



Gunung Batu Jonggol Bogor yang bentuknya lebih seperti tebing atau bukit ini, belakangan ramai dibicarakan banyak orang. Jarak tempuh normalnya hanya 2-3 jam dari Jakarta dan mempunyai ketinggian sekitar 875 mdpl dan jarak tempuhnya pun cukup pendek. Tapi jangan dianggap remeh juga ya, karena jalanan menuju gunung ini berupa tanah, sehingga kalau berkunjung pada musim hujan jalanan akan sangat licin dan tipe tanah miring, kemudian jalan menuju puncak berupa bebatuan yang curam membuat kamu harus sedikit berjuang lebih keras untuk sampai ke puncak gunung ini. Tapi jangan khawatir, gunung ini cukup aman bagi pemula, asal teman-teman melakukan persiapan yang matang sama seperti ke gunung lain pada umumnya.

Saya berangkat bersama teman-teman dari jakarta dengan tujuan untuk menghemat waktu dan mengingat tidak ada kendaraan umum ke arah gunung ini sehingga lebih aman ditempuh dengan motor. Apalagi ini hanya one day trip.

Dari jakarta kami berangkat pukul 08.00 WIB dengan kondisi yang sudah mulai rintik hujan. Sepanjang jalan kami melewati jalanan yang berkelok-kelok, kondisi jalan yang rusak berlobang dan melewati banyak jalan yang masih berupa tanah membuat kami harus berkendara pelan-pelan. Motor salah satu teman sempat bocor, sehingga kami berhenti untuk menunggu teman menambal ban motornya. Kami juga melewati hutan-hutan dan jalanan sepi dan melewati beberapa rumah milik warga sekitar Gunung Batu Jonggol Bogor.

berphoto sebelum melakukan trekking

Sampai di bawah kaki gunung sudah hampir pukul 12.00 WIB. Kami langsung ke area parkir yang dikelola oleh warga sekitar untuk menyimpan kendaraan kami dengan membayar Rp 15.000,00 sudah termasuk biaya masuk. Tempat parkir ini buka selama 24 jam. Perut kami sudah mulai mengais-ngais karena lapar, akhirnya kami memutuskan untuk makan dahulu di warung yang tidak jauh dari area parkir sebelum melakukan trekking. Saat kami hendak melanjutkan perjalanan untuk trekking, hujan turun cukup deras. Akhirnya kami kembali duduk manis menunggu hujan reda.

Sekitar pukul 13.00 WIB, gerimis masih menyapa kami, dengan berbekal jas hujan kami memutuskan untuk tetap melanjutkan trekking ke Gunung Batu Jonggol Bogor ini. Beginilah kalau sudah jalan sama master-master gunung, hujan sudah bukan rintangan lagi 


salah satu jalur tanah licin saat naik

Berjalan dari area parkir kurang lebih sepuluh menit untuk menuju pintu utama trekking. Dari pintu masuk sudah terlihat tanah licin karena baru turun hujan, sehingga kami harus berjalan pelan-pelan untuk dapat mendaki Gunung Batu Jonggol Bogor ini.

antri ya teman-teman


Kurang lebih satu jam kami sudah hampir sampai puncak makanya mendaki ke gunung ini bisa one day trip. Rute menuju puncak berupa batu-batu berbentuk miring, harus didaki dengan pelan-pelan dan menggunakan tali yang sudah tersedia di tempat ini. Kami harus naik bergiliran menuju puncak ini. Tali yang terkena hujan sehingga licin ditambah kabut yang semakin tebal membuat perjalanan ini sedikit sulit.

jalan menuju ke puncaknya curam kayak gini, harus ekstra hati-hati

Perlahan tapi pasti kami sampai di puncak Gunung Batu Jonggol Bogor, dan cuaca mulai bersahabat meski sebentar terang sebentar gelap and finally we can enjoyed a great scene, yah pemandangan alam yang menghijau.


menunggu langitnya cerah, iseng ga pakai jaket meski akhirnya nyerah karena menggigil :)

Area puncaknya sempit untungnya hanya ada kami dan beberapa orang saat itu. Kami sempat mengambil beberapa photo meski harus menunggu langit bersahabat.

cuaca mulai sedikit bersahabat, cerah

Saat hendak turun sempat terjadi badai, sehingga kami harus berlindung di pinggir-pinggir bebatuan. Semakin sore udara semakin dingin sampai terasa menusuk tulang belulang, sehingga kami harus mempercepat perjalanan turun kami meskipun kondisi jalan licin dan curam.


sempat-sempatnya berphoto di tengah badai
with Nisa, peace


Setibanya di pos parkir, kami melihat kabut semakin tebal. Kami cepat-cepat berkemas untuk pulang ke Jakarta agar tidak kena hujan lagi. Mengingat perjalanan kami masih panjang. Tapi lelahnya terbayar karena sudah sempat menikmati pemandangan alam nan hijau dari puncak gunung ini.

pulangnya mampir ke abang petruk, duriaaaaannnnnnn


Thanks Bang Matz, Bang Rama, Nisa, Om Wongso, Niken and your husband.
Kalian luar biasa …….

One day trip yang menyenangkan, see you guys soon.

Comments

  1. walaupun untuk menuju ke puncaknya bikin ketar ketir tapi setelah sampai di puncaknya hepi banget yah mba, aq selama ini blm pernah naik gunung, pingin tapi kok yah gak juga berani.. padahal kalo dengeri atau baca cerita begini jadi langsung semangat mengebu buat hicking

    ReplyDelete
  2. Masya Allah, lihat kabutnya itu lho ya ampun segar banget berasa sampe di rumah aku nih dingin dan sejuknya. Mauu banget aku nikmatin suasana seperti ini Mba

    ReplyDelete
  3. Ketikankabut hilang pemandangannya emejing banget ya kakkk 😍

    ReplyDelete
  4. sesekalinya naik gunung, ya ke Gunung Batu ini, zaman aku kuliah tahun 90-an, sama teman-teman kuliah yang memang suka naik gunung. Kan dekat dari Jakarta.
    Tapi ku nggak ikut naik sampai puncak, di bawah saja nungguin teman-teman yang naik ke atas, hahaha lumayan sih jadi pengalaman tak terlupakan.

    ReplyDelete
  5. Mba itu puncaknya semlit gitu yah dan 1 jam perjalanan udah di puncak cukup cepat yah

    ReplyDelete
  6. Duriaaan...
    Eh, kok aku fokes ke foto terakhir jadinya.

    Keren banget, kak...mashaAllah~
    Puncaknya nyaris tegak lurus begitu...

    ReplyDelete
  7. What a journey yAa mba. Itu foto aerialnya kereen.. tapi jalurnya lumayan terjal yaa

    ReplyDelete
  8. Waahhhh keren bgt si itu viewnya tapi kayaknya kalau aku ga sanggup deh securam itu wkkwkwk yg biasa aja aku bisa kepleset apalagi itu 🙈, kmu hebat btw 😁

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Gunung Kerinci, Pesona Gunung Tertinggi Di Sumatera

Siapa yang tak mengenal Gunung Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kerinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia. Beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Oktober 2013, pada saat musim cerah.

Gunung Kerinci,yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe strato vulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Makin bikin penasaran niy gunung tertinggi di Sumatera ini.

Hari ke-1 Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha…

Stonehenge Cangkringan, Wisata Millenial di Jogja

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia, apalagi destinasi wisata millenial.

Nah salah satu destinasi wisata millenial yang ada di Jogja adalah Stonehenge Cangkringan, belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris, cocoklah buat tempat wisata millenial.


Untuk menuju Stonehenge Cangkringan, saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum…

Bermain Dengan Ubur-Ubur Jinak di Pulau Derawan

Kepulauan Derawan tidak hanya dikenal di Indonesia saja tetapi juga di mata dunia bahkan berdasarkan informasi dari webnya kaltimprov.go.id tahun 2005 dicalonkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO karena taman bawah lautnya yang sangat mempesona. Kepulauan ini terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Bandara Berau dan Tarakan menjadi titik awal untuk menuju kepulauan ini. Kepulauan Derawan terdiri dari 31 pulau termasuk didalamnya yang sangat terkenal adalah Pulau Derawan (terkenal dengan penyu-penyu besarnya), Pulau Kakaban (terkenal dengan ubur-ubur jinak), Pulau Sangalaki (terkenal dengan Manta Ray) dan Pulau Maratua (terkenal dengan resort-resort bagus seperti di Maldives). Sangat beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Maret 2013 di musim yang sangat cerah.

Saya memutuskan menggunakan jasa travel mengingat biaya untuk sewa boat sangat mahal dan saya mengambil paket selama 4D3N. Saya menggunakan pesawat menuju Bandara Tarakan, dari Bandara Tarakan saya dij…