FUN TREKKING KE CURUG CIBADAK DAN MENIKMATI MAKAN SIANG DI LENIRRA VILLA & RESTO BOGOR
Sudah beberapa bulan ini saya tidak pernah trekking, sampai-sampai kaki ini lupa rasanya bagaimana nanjak, melewati jalan setapak, dan berjuang melawan napas yang mulai ngos-ngosan. Tiba-tiba ada ajakan trekking ke Curug Cibadak dari Food Blogger Indonesia (FBI) yang sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-4. Trekking sekaligus merayakan anniversary komunitas? Kenapa nggak. Tanpa pikir panjang, langsung bilang OK ke Mba Temmy yang menghubungi saya beberapa minggu sebelum keberangkatan.
Tanpa dinyana, ternyata seminggu sebelum berangkat, saya ada urusan ke Yogya selama lima hari. Dengan penuh drama, dari Yogya tiba Jumat malam, dengan kondisi badan masih lelah, pukul 11.00 WIB, saya baru tidur dan bangun lagi pukul 03.00 WIB. Karena pukul 04.00 WIB saya harus berangkat untuk mengejar kereta pertama menuju Stasiun Depok Baru sebagai meeting point keberangkatan. Mengingat saya dan teman-teman janjian pukul 06.00 WIB. Sementara saya tinggal di belahan bumi lainnya yaitu planet Bekasi.
Tapi karena happy, lelah dan ngantuknya sepertinya tidak terasa. Karena, sesekali keluar dari rutinitas untuk menyapa alam, menghirup udara segar, dan bertemu teman-teman dengan kesukaan yang sama itu selalu menyenangkan. Saya sudah membayangkan bagaimana rasanya menghirup udara segar dengan aroma daun dan pohon di pegunungan, lelah saya langsung hilang, yang ada saat itu hanya semangat melihat dan bercengkrama dengan alam.
Fun Trekking ke Curug Cibadak, Menikmati Suaka Elang, Jembatan Gantung, Jalur Tipis, Sampai Menikmati Curug
Pukul 06.00 WIB saya dan teman-teman berangkat dari Stasiun Depok Baru menuju Lenirra Villa & Resto, sebagai titik kumpul sebelum trekking. Pukul 07.30 WIB kami tiba di Lenirra Villa & Resto dan kemudian bersiap. Setelah itu, kami mulai diantar menggunakan kendaraan ke titik awal jalur trekking.
Waktu tempuh menuju curug bisa sekitar satu sampai dua jam atau bahkan lebih lama lagi, bergantung pada kondisi jalur, kecepatan berjalan, dan seberapa sering kita berhenti untuk beristirahat. Ditemani guide lokal, Mas Kidal, selesai pemanasan dan berdoa, kami memulai trekking sekitar pukul 08.45 WIB.
Di awal perjalanan, jalur trekking masih cukup landai dan bersahabat. Kami juga melewati jembatan dan aliran sungai yang kebetulan airnya mengalir deras. Karena malam sebelumnya, menurut Mas Kidal turun hujan. Beruntungnya, jalur trekking tidak licin. Setelah berjalan sekitar 5 menit, kami menemukan bangunan sebagai pintu masuk atau tempat pembelian karcis bagi pengunjung.
Tak jauh dari tempat karcis ini, sudah mulai terlihat pohon-pohon pinus yang aromanya juga sudah mulai terasa. Burung-burung sudah mulai terdengar namun tidak terlihat. Di jalur ini ada jembatan gantung yang bagus untuk berfoto. Dan di sekitarnya juga ada bangunan Suaka Elang Loji di bawah pengelolaan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Sayangnya, untuk bisa melihat elang-elang ini, pengunjung membutuhkan surat izin yang harus dikirimkan jauh-jauh hari.
Beberapa menit dari suaka elang ini, pohon pinus sudah semakin jelas dan mendominasi yang menandakan altitude sudah semakin tinggi. Di sekitar hutan pinus ini, ada kawasan yang biasa digunakan untuk kemping ceria dan bisa digunakan oleh pengunjung yang ingin menginap. Tersedia juga toilet untuk laki-laki dan perempuan dengan sumber air langsung dari pegunungan. Kami pun berhenti cukup lama di sini untuk berfoto.
Kami melanjutkan perjalanan, jalurnya masih landai. Namun, jangan langsung merasa aman karena jalurnya perlahan berubah. Jalan setapak mulai menyempit, tanjakan bermunculan, dan bebatuan menjadi tantangan tersendiri. Beberapa bagian jalur licin dan berlumut, terutama setelah hujan. Jadi, buat yang sudah lama nggak trekking seperti saya, jangan malu untuk berjalan pelan-pelan sambil mengatur napas.
Semakin jauh, udara segarnya semakin terasa. Untuk yang suka wisata alam seperti saya, trekking melewati hutan seperti ini punya sensasi tersendiri. Bukan sekadar mengejar air terjunnya sebagai tujuan akhir, tetapi juga menikmati perjalanan, udara segar, suasana, jalur trekking, flora dan fauna yang ada di sana, dan pemandangan hijau yang membuat pikiran lebih rileks.
Apalagi, semisal jalur trekkingnya sepi, seperti yang kami dapat kemarin. Hanya ada kelompok kami saja, duabelas orang dan satu orang guide. Terasa sekali menyatu dengan alamnya. Kami sempat bertemu dengan satu orang saat berangkat dan tiga orang saat turun. Sementara di curugnya, kami bertemu dengan empat orang, sepertinya warga lokal yang sedang bermain. Perjalanan kami pun lebih damai, mengingat jalur trekkingnya kecil, jadi kami tidak perlu mengantri dan bergantian dengan peserta lain.
Semakin lama jalurnya semakin menanjak dan semakin tipis. Beberapa meter menuju curug, suaranya sudah terdengar. Sampai akhirnya beberapa meter sebelum mencapai curug, kami menemukan jalur tipis dan terkena longsor. Sehingga kami harus bergantian untuk melewatinya, agar tetap aman. Dan untuk mencapai curugnya, jalurnya yang awalnya menanjak menjadi turunan yang curam, sehingga harus lebih hati-hati.
Dan akhirnya kami tiba di Curug Cibadak setelah beberapa jam trekking santai. Kami sangat beruntung karena malam harinya hujan sehingga air terjunnya nampak cukup deras. Mengingat beberapa lama curug ini kering karena musim kemarau. Karena dingin, saya pun memilih untuk menikmati saja pemandangan air terjun ini tanpa ikut mandi seperti teman-teman lainnya.
Buat teman-teman yang akan ke curug ini, nampaknya akan lebih seru kalau menikmati makanan hangat di curug ini. Karena udaranya segar dan dingin. Menikmati minuman atau makanan hangat akan sangat cocok dan semakin seru sambil menikmati indah dan dinginnya air terjun. Tapi jangan lupa, untuk kembali membawa sampahnya kalau misalnya membawa makanan dan minuman ke Curug Cibadak ini. Sayangnya, kami kemarin tidak membawa bekal makanan atau minuman hangat.
Setelah puas berfoto dan menikmati keindahan Curug Cibadak, akhirnya kami memutuskan untuk segera pulang. Mengingat perut kami sudah keroncongan karena jam makan siang sudah tiba. Sepanjang turun, kami sempat mengambil beberapa foto flora dan fauna di sepanjang jalan. Kami mendengar suara burung, sayangnya kami tidak bisa melihatnya, mungkin karena lokasinya jauh.
Sepanjang jalan kami juga mengobrol dan bercanda bersama Mas kidal yang ternyata orangnya asik dan wawasannya luas. Membuat perjalanan turun kami tidak terasa, tiba-tiba sudah sampai di bawah dan mobil yang menjemput kami sudah menunggu. Setelah semua berkumpul, kami pun turun ke Lenirra Villa & Resto untuk makan siang bersama sekaligus merayakan anniversary Food Blogger Indonesia (FBI) yang ke-4.
Menurut saya, Curug Cibadak cocok buat kamu yang ingin kembali dekat dengan alam dan menikmati petualangan tanpa harus mendaki gunung berhari-hari. Apalagi lokasinya juga dekat dari Jakarta. Meski begitu, jangan meremehkan jalurnya, terutama bagi kamu yang baru pertama kali trekking.
Trekking ini tetap membutuhkan stamina, konsentrasi, dan persiapan yang baik. Apalagi kalau sudah lama nggak trekking, seperti saya, perjalanan menuju curug ini bisa menjadi pengalaman seru sekaligus pengingat bahwa tubuh perlu diajak bergerak lagi untuk menjelajah gunung-gunung di Indonesia dan di luar.
Puas Trekking, Saatnya Makan Siang Masakan Khas Sunda Di Lenirra Villa & Resto
Setelah trekking ke Curug Cibadak, rasanya ada satu hal yang paling ditunggu-tunggu yaitu makan. Gimana nggak, setelah kaki diajak naik-turun jalur trekking, napas sesekali ngos-ngosan, dan kaki mulai terasa pegal, membayangkan makanan hangat dengan sambal pedas saja sudah membuat semangat saya kembali.
Begitu sampai, rasanya pas banget bisa duduk santai, melepas lelah, sambil menikmati pemandangan alam yang memanjakan mata. Suasana Lenirra Villa & Resto punya daya tarik tersendiri. Hamparan hijau dan udara khas kawasan Bogor akan membuat momen makan terasa lebih menyenangkan. Bukan cuma mengisi perut, tetapi juga memberi kesempatan buat tubuh beristirahat setelah seharian beraktivitas di alam terbuka.
Setelah tiba di Lenirra Villa & Resto, kami membersihkan badan terlebih dahulu, agar aktivitas makannya lebih nyaman dengan kondisi badan yang bersih, meskipun usus kami sudah terasa mengais-ngais kelaparan. Apalagi mencium aroma makanan yang dimasak dan dipesan oleh tamu lainnya, semakin membuat perut terasa lapar.
Selesai bersih-bersih, kami langsung berkumpul di resto terbuka dengan pemandangan alam Lenirra Villa & Resto. Kami melihat makan siang kami sudah disajikan. Makanan khas Sunda dengan sambal ijo kesukaan saya, sangat menggoda.
Di Lenirra Villa & Resto, kita bisa menikmati hidangan sambil memandangi pemandangan alam yang akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Ada sensasi berbeda ketika menyantap makanan di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Suasana yang lebih tenang membuat waktu makan terasa lebih santai, apalagi kalau datang bersama teman-teman seperjalanan seperti yang kami lakukan.
Ada berbagai menu makanan khas Sunda yang disajikan, mulai dari lalapan dengan sajian sambal ijo dan sambal merah, ayam goreng, ikan goreng, air kelapa yang masih dengan batoknya, ada juga kredok dan nasi nasi liwet campur teri. Semuanya menggoda dan terlihat enak sekali.
Dan saya paling suka dengan sambal ijonya, yang rasanya itu ga terlalu pedas tapi pedas. Pokoknya enak dan cocok di lidah saya. Dimakan dengan lalapan mentah, rasanya makin pas banget. Ada pete rebus juga, membuat makan makin lezat. Pokoknya puas banget makan di Lenirra Villa & Resto ini. Apalagi kami makan setelah trekking dengan kondisi perut yang sangat lapar, benar-benar lahap dan membuat lelah kami langsung hilang.
Buat kamu yang sedang menjelajahi kawasan Cijeruk dan sekitarnya, Lenirra Villa & Resto bisa masuk daftar tempat yang dipertimbangkan untuk singgah setelah main dari tempat sekitarnya. Apalagi kalau agenda hari itu adalah trekking. Kamu bisa mampir ke villa and resto ini, selain dapat menikmati makanan enak, pemandangan indah, ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di villa and resto ini.
Mulai dari menginap sampai dengan mengikuti berbagai aktivitas seru, seperti memanah, bermain mini golf, dan lainnya. Ada banyak aktivitas seru yang ramah untuk anak-anak dan lansia. Bahkan beberapa aktivitas edukasi yang cocok untuk putra-putri tercinta. Dan setelah trekking yang melelahkan, makan enak dengan pemandangan indah? Wah, rasanya paket lengkap. Apalagi perginya bersama keluarga, akan semakin menyenangkan.
Selamat Ulang Tahun Food Blogger Indonesia (FBI) Ke-4, Makin Jaya Makin Bermanfaat
Ada banyak cara untuk mengenal sebuah kota, salah satunya lewat makanan. Dari sepiring hidangan sederhana, kita bisa menemukan cerita tentang budaya, tradisi, kreativitas, sampai perjalanan panjang orang-orang di baliknya.
Begitu juga dengan perjalanan Food Blogger Indonesia (FBI) yang kini memasuki usia ke-4 tahun. Sebuah perjalanan yang bukan hanya tentang mencicipi berbagai kuliner, tetapi juga tentang berbagi pengalaman, memperluas pertemanan, dan membangun komunitas yang punya ketertarikan yang sama terhadap dunia kuliner. Ditambah lagi kami menyukai traveling, makin lengkap ceritanya hari itu.
Perayaan ulang tahun kali ini berlangsung di Lenirra Villa & Resto, Bogor, setelah kami trekking. Suasana kebersamaan terasa menjadi bagian penting dari pertemuan ini. Berkumpul bersama dengan food blogger selalu punya cerita tersendiri. Ada obrolan tentang makanan, pengalaman berburu kuliner, rekomendasi tempat makan, sampai bertukar cerita tentang perjalanan masing-masing sebagai kreator konten.
Buat saya, menjadi bagian dari komunitas Food Blogger Indonesia (FBI) bukan sekadar soal mendapatkan kesempatan mencicipi makanan baru. Lebih dari itu, ada kesempatan untuk belajar melihat kuliner dari sudut pandang yang berbeda. Bahwa, setiap makanan punya cerita, setiap tempat punya keunikan, dan setiap pengalaman bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Apalagi saya seorang picky eater, bergabung dengan komunitas food blogger membantu saya mengenal banyak dan mencicipi makanan yang tidak pernah saya coba sebelumnya.
Di tengah perkembangan dunia digital yang begitu cepat, komunitas juga menjadi ruang untuk saling mendukung, bertumbuh, dan terus belajar menghasilkan konten yang bermanfaat. Karena di balik foto makanan yang menggugah selera, selalu ada proses, kreativitas, dan cerita yang layak dibagikan.
Selamat ulang tahun ke-4 Food Blogger Indonesia (FBI). Semoga semakin solid, semakin berkembang, dan terus menjadi ruang yang menyenangkan bagi para pencinta kuliner untuk berkarya, berkolaborasi, dan berbagi cerita.
Semoga perjalanan berikutnya semakin kaya rasa, kaya pengalaman, dan tentu saja semakin banyak cerita kuliner yang bisa dibagikan kepada lebih banyak orang.












0 Comment
Silakan berkomentar dengan bijak dan positif. Terima kasih.