Bali selalu menarik untuk dikunjungi karena kaya akan keindahan alam dan juga budaya, bahkan kulinernya. Kali ini saya mengunjungi desa adat yang disulap menjadi sebuah konsep desa wisata yang kaya akan budaya. Namanya sudah tidak asing lagi, apalagi sekarang desa wisata ini sudah mendunia.
Betul sekali, namanya adalah Desa Wisata Penglipuran, desa wisata yang saat ini sudah mendunia karena masuk dalam 3 desa terbersih di dunia versi majalah internasional Boombastic setelah didahului oleh Mawlynnong di India dan Giethoorn di Belanda. Bahkan didapuk sebagai desa terbaik di dunia kedua versi TripAdvisor tahun 2016 berdasarkan pilihan para traveller setelah Kepulauan Galapangos di Ekuador (sumber dari Indonesia.go.id).
![]() |
Welcome to Desa Penglipuran Pict taken by Hanifah |
Sejarah Desa Wisata Penglipuran
Desa Adat Penglipuran terletak di Dusun Penglipuran, Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Letaknya sekitar 45 km timur laut Denpasar, perjalanan dari Bandara Internasional Ngurah Rai memerlukan waktu kurang lebih 1–1,5 jam dengan jalan yang berkelok dan juga menanjak.
Desa yang sudah go international ini berada di ketinggian kurang lebih ±600–700 meter di atas permukaan laut, sehingga suasana cukup sejuk dan nyaman. Namun ketika musim kemarau, panasnya tetap menyengat namun anginnya tetap segar.
Desa ini telah ada sejak zaman Kerajaan Bangli, lebih dari 700 tahun lalu. Penduduknya diyakini berasal dari Desa Bayung Gede (Kintamani) dan datang untuk membuka wilayah baru di kubu hingga membentuk desa sendiri. Nama Penglipuran diyakini berasal dari pengeling pura (tempat mengenang leluhur) atau dari pelipur (penyemangat) dan lipur (kesedihan) sebagai tempat meditasi Raja Bangli.
Desa ini pernah menerima penghargaan Kalpataru atas upaya pelestarian hutan bambu-nya dan masuk dalam Top 100 Sustainable Destinations oleh Green Destinations Foundation sebagai desa terbersih dunia. Pola ruang desa mengikuti Tri Mandala (Utama, Madya, Nista) sebagai filosofi keseimbangan antara manusia, alam, dan leluhur.
Awalnya desa yang masuk dalam salah satu desa terbersih di dunia sekaligus salah satu desa terbaik di dunia ini, merupakan sebuah desa konservasi untuk adat dan budaya agar tetap terjaga. Pada tahun 1989/1990 desa ini dilakukan penataan pemukiman oleh dinas PU. Selama proyek berjalan, beberapa mahasiswa Udayana melakukan KKN di tempat ini, selama proses ini maka berkembanglah menjadi tempat wisata secara perlahan.
Desa Wisata Penglipuran sudah ditetapkan sebagai desa wisata sejak tahun 1995 ini, mempunyai keunikan yang jarang ada di tempat lain. Adat desa ini melarang laki-laki untuk berpoligami dan menganggapnya sebagai dosa besar, jika dilakukan maka akan dikucilkan dan dipindahkan ke sebuah tempat yang bernama Karang Memadu. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghargaan untuk perempuan dan perlindungan atas haknya yaitu suami.
Kegiatan anak-anak sore hari adalah bersekolah Pict taken by Tami |
Masuk dalam Desa Wisata Terbaik dan Terbersih Di Dunia
Desa wisata yang masuk dalam salah satu desa terbersih di dunia sekaligus salah satu desa terbaik di dunia ini nyaris tanpa ada kendaraan sehingga tempatnya sangat asri dan bebas polusi. Ketiga, desa wisata ini memegang konsep Tri Mandala, yaitu membagi konsep ruang menjadi 3 bagian sesuai dengan fungsinya yaitu ruang utama madya, dan nistra, yang membujur dari utara (gunung) dan selatan (laut).
![]() |
Pura tempat ibadah warga Desa Wisata Penglipuran |
![]() |
Salah satu spot foto di Penglipuran, Kebun Bambu Pict taken by Tami |
Desa Wisata Penglipuran ini memiliki luas sekitar 112 ha yang dikelilingi oleh hutan bambu seluas 45 ha, yang menjadi salah satu objek wisata tempat ini. Desa ini memiliki jalan yang sangat bersih dan asri. Saat masuk pintu gerbang, terdapat Catus Pata yaitu tempat yang terdiri dari balai desa, fasilitas masyarakat, dan area terbuka hijau. Sangat wajar desa ini masuk dalam salah satu desa terbersih di dunia sekaligus salah satu desa terbaik di dunia.
![]() |
Jalannya bersih sehingga mendapat Desa Wisata Terbersih Kedua di Dunia Pict taken by Tami |
Rumah-rumah yang berdiri di Desa Wisata Penglipuran semuanya berbentuk tradisional khas desa di Bali. Setiap rumah diberikan tanda nama pemilik rumah serta anggota keluarga. Masing-masing rumah juga memiliki tempat pemujaan.
Satu lagi yang menurut saya unik adalah semua pintu rumah didesain sama atau yang disebut dengan nama angko-angko. Desain rumah juga mengikuti aturan yang ada dan seragam untuk semuanya.
![]() |
Suasana Desa Wisata Penglipuran Dengan Angko-angko yaitu pintu masuk rumah yang bentuknya sama |
![]() |
Souvenir hasil karya warga Desa Penglipuran |
Di Desa Wisata Penglipuran kita dapat berfoto bebas dan ala-ala selegram, hehehe apalagi pas musim cerah, berlatar belakang rumah adat dan langit biru bikin makin indah photo-photo kita. Ada yang mau coba kesini guys?
Gagal bikin foto ala selegram, inilah favorit spot foto buat saya Taken pict by Hanifah |
Penasaran untuk mengunjungi Desa Wisata Penglipuran yang masuk dalam salah satu desa terbersih di dunia sekaligus salah satu desa terbaik di dunia ini kan?
Alamat dan Cara Menuju Desa Wisata Penglipuran
Desa Wisata Penglipuran beralamat di Jalan Penglipuran, Kubu, Kec. Bangli, Kabupaten Bangli, Bali 80611. Waktu tempuh menuju desa wisata ini kurang lebih 1 jam dari Kuta atau hanya berjarak sekitar 54 km. Dapat menggunakan kendaraan umum atau menyewa kendaraan motor dan mobil.
Penglipuran berjarak sekitar sekitar 5 km dari pusat kota Bangli, juga dengan beberapa jumlah desa wisata lainnya, seperti Desa Pule (3,8 km), Pejeng Kangin (9 km), Kedisan (7,4 km), dan Kenderan (8,5 km), serta area wisata Kintamani dan Gunung Batur yang sangat familiar bagi wisatawan yang berkunjung.
Untuk dapat menuju tempat ini, kamu bisa menggunakan mobil pribadi, motor, atau menyewa mobil/driver. Tidak ada angkutan umum yang langsung menuju desa wisata ini. Dan kendaraan wisatawan yang berkunjung hanya bisa sampai area parkir di luar kawasan desa.
Dari parkiran, pengunjung lanjut berjalan kaki dengan menyusuri jalan utama yang bebas kendaraan bermotor demi menjaga suasana asri dan tenang desa.
Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk (HTM)
Desa WIsata Penglipuran mempunyai jam operasional yaitu buka pada pukul 08.00 WIT dan tutup pada pukul 17.00 WIT. Jadi berkunjunglah di antara jam-jam tersebut untuk dapat menikmati suasana dan keunikan budaya masyarakatnya. Sementara untuk harga tiketnya juga bervariasi sesuai dengan kategori.
- Domestik Dewasa Rp. 15.000 dan Anak-anak Rp. 10.000
- Mancanegara Dewasa Rp. 30.000 dan Anak-anak Rp. 25.000
- Parkir Rp. 5.000 untuk mobil
Waktu yang tepat untuk berkunjung
Berkunjunglah pada saat musim panas ya, bukan musim hujan biar dapat photo-photo keceh dan datanglah di pagi atau sore hari sekalian biar ga panas-panasan.
Tempat wisata terdekat
- Hutan bambu Penglipuran
- Air terjun Cukad Cepung
- Pura Tirta Empul Segara Merta Sari
- Gunung kawi
- Air terjun Tibumana
- Pura Besakih
Fasilitas
Berikut adalah beberapa fasilitas yang tersedia di Desa Adat Penglipuran yang dapat digunakan oleh para pengunjung.
- Spot foto / selfie area
- Pura
- Toilet
- Warung makan/cafetaria dan kedai kuliner khas
- Gazebo
- Pusat informasi
- Penginapan
- Area parkir kendaraan (mobil & motor)
- Taman istirahat
- Kios souvenir dan pusat kerajinan tangan
- ATM dan layanan pembayaran
- Balai pertemuan dan ruang terbuka hijau
- Area Wi‑Fi terbatas
- Penyewaan sepeda, peralatan camping, serta camping ground dan homestay/guest house tradisional khas Bali
- Penyewaan pakaian adat dan make up bagi yang ingin berfoto menggunakan pakaian adat Bali
Aktivitas yang dapat dilakukan
1. Tradisi & Budaya
Pengunjung bisa menonton pertunjukan Tarian Baris Sakral, adat gamelan Bali, serta ritual keagamaan seperti Ngusaba, Galungan, Kuningan yang sering digelar di pura desa dan bale-bale adat. Festival tahunan Penglipuran Village Festival (PVF) digelar setiap Desember, mencakup parade pakaian adat Bali tempo dulu, Barong Ngelawang, parade seni budaya dan lomba tradisional, menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya. Pastikan untuk tanggalnya sebelum berkunjung di bulan Desember.
2. Hutan Bambu & Spot Foto
Wilayah hutan bambu seluas ±45 ha dihuni sekitar 15 jenis bambu lokal. Kawasan ini menjadi spot foto populer dan area jalan utama desa dirancang tanpa kendaraan agar lebih asri. Hutan bambu ini berada di belakang Desa Penglipuran, pengunjung dapat berjalan sampai ke atas dan di belakang Pura paling atas itu lah terdapat hutan bambu. Hutan bambu ini dibuka untuk umum. Suasananya sangat sejuk.
3. Kuliner Khas
Warga Desa Pengipuran menjual beberapa makanan dan jangan lupa cicipi Loloh Cemcem, minuman tradisional berbahan daun cemcem. Rasanya hapir mirip dengan tape. Masyarakat sini biasa menjualnya dengan harga Rp 5.000 per botol. Ada juga Tipat Cantok, makanan khas Bali yaitu ketupat plus sayur kacang pedas. Rasanya gurih dan enak sekali. Jadi jangan lupa untuk Wwisata kuliner, makan dan minum di warung rumah warga.
4. Aktivitas Belajar
Wisatawan juga dapat belajar banyak hal di desa ini, mulai dari membuat kerajinan tangan, tarian Bali, atau musik gamelan di pusat budaya desa di Penglipuran. Wisatawan juga dapat melihat aktifitas masyarakat adat, menikmati suasana alam dan view sekitar desa, bahkan belajar tata cara hidup masyarakat adat.
5. Berfoto
Wisatawan dapat berfoto di berbagai spot foto yang ada di desa wisata ini. Misalnya di depan rumah milik warga, di sepanjang jalan desa wisata yang sangat indah dan panjang. Bisa sambil menggunakan pakaian adat yang bisa kamu sewa dari warga sekitar.
6. Membeli souvenir
Aktivitas lain yang dapat wisatawan lakukan adalah membeli berbagai souvenir milik warga Desa Wisata Penglipuran. Mulai dari tas, kain, gantungan kunci, dan oleh-oleh lainnya.
7. Live ini di Homestay milik warga
Beberapa rumah adat bisa dijadikan homestay dan guest house tradisional untuk bermalam, tentunya dengan izin dan panduan adat desaSelfie Wefie dengan background view langit indah, rumah dan masyarakat adat. Jadi ada banyak aktivitas yang bisa pengunjung lakukan selama berada di desa wisata ini.
Desa Adat Penglipuran adalah contoh harmonisasi sempurna antara pelestarian budaya dan pariwisata berkelanjutan. Dengan tata ruang tradisional, kebersihan terjaga, dan masyarakat yang ramah, desa ini menawarkan pengalaman unik: menikmati alam sejuk, menyerap kearifan lokal, serta menyaksikan dan ikut serta dalam tradisi Bali yang kaya.
Bagi kamu yang ingin liburan budaya sambil menggali nilai lokal dan alam asri khas Bali, Penglipuran wajib dimasukkan dalam itinerary. Jangan lupa tetap jaga etika: berpakaian sopan, meminta izin sebelum masuk area rumah/tanah suci, dan tidak merusak sesaji atau tanaman.
Itu dia cerita saya mengunjungi Desa Wisata Penglipuran. Saya mengunjungi desa wisata indah ini sudah beberapa kali. Tidakmembosankan ketika harus bercengkrama dengan masyarakat adat yang kaya akan budaya dan banyak yang bisa kita pelajari dari budaya unik yang mereka miliki. Ada yang pernah mengunjungi Desa Wisata Penglipuran? Silakan untuk sharing di kolom komentar.
76 Comment
Ini desanya bersih, banyak pepohonan dan banyak spot foto menarik nih! Keren!
ReplyDeleteya wajib dicoba mba ke sana
Deletedesanya bersih banget ya mbak, aku belum pernah ke bali trus sering ngelist mau kesana mau kesini kalau ke Bali, ternyata listnya banyak banget donk hahaha harus berapa lama biar semua terjelajahi ya :)
ReplyDelete2-3 minggu cukup mba hehehe semuanya dinikmati dengan santai hehehe
Deletenah kudu itung2an tuh soalnya jatah cutinya cuma 7 hari pertahun hahaha tekor jatah cutinya
DeleteKeren nih mbak. Asri banget, pasti betah liburan di Sana
ReplyDeletepanas tapi Mba hehehe
DeleteMakin keren ya, Bali, akutuh sudah lamaaaaa sekali ke Balinya
ReplyDeletesama Mba terakhir ke Bali tahun 2012 kayaknya udah lama banget eh ke sana lagi udah banyak banget destinasi wisatanya
DeleteAku bolak-balik ke Bali selalu kelupaan deh mau mampir ke desa wisata Panglipuran ini.
ReplyDeleteiyah saya gak kepikiran main ke desa adat karena sibuk ke pantai dan ke pasar buat cari souvenir murah. ewkwk
Deleteayo mba balik lagi, dan jangan kelupaan lagi hehehe
DeleteDesa terkeren dan terbersih yang pernah aku lihat. Jadi makin kangen sama Bali, pengen ke sana lagi 😍
ReplyDeleteya mba bersih banget tempatnya, ga ada sampah sama sekali yang berserakan, makanya kan masuk dalam desa terbersih di dunia
DeleteWong kota kalah sama wong deso 😅. Orang desa malah lebih bisa jaga kebersihan ya mba 🤣
DeleteSemoga someday kesampaian bisa datang ke desa penglipuran. Sekalian melipur diri dari kepenatan 😁
DeleteWuih, pantesan masuk jadi desa terbaik ya, memang indah sekali tempatnya. Dan itu, bersihnya bikin kagum. Duh andai aja semua desa kita kayak gini ya. Ya gak mesti indahnya. Bersihnya deh kayak gini. Pasti keren.
ReplyDeleteya mba nyaman dan bersih banget desanya
DeleteKemarin ke Bali gak sempat kesini karna hujannya deres banget. Padahal ini salah satu wishlist yang ingin aku kunjungi .
ReplyDeleteayo balik lagi Mba hehehe
DeleteSalah satu wishlist aku kalau ke Bali mau berkunjung ke Desa ini mba. Keren banget ya bisa bersih gitu.
ReplyDeleteayo semangat mba ke sana, bagus tempatnya
DeleteMei, itu nginepnya ya bisa langsung di Desa Panglipuran juga? Menarik banget ya konsep pengelolaan desanya. Tampak sejuk, asri dan damai banget gitu.
ReplyDeleteya Mba bisa nginap di desanya langsung, bersih enak banget
DeleteSekitar berapaan Mei kalau nginap di sana? Kalau misal bawa keluarga kira-kira kondusif kan?
DeleteWawawaaaaa belum pernah kesini deh, bagus banget tempatnya, bersih, terawat plus bisa belajar disini...moga2 ada kesempatan main kesini *nabung dulu bbbrrpp
ReplyDeletesemangat mba nabungnya
DeleteWow desanya bagus dan rapi banget. Sayang, waktu ke Bali aku gak diajak ke sini hiks. Andai semua desa seperti ini. Indah banget deh Indonesia.
ReplyDeleteya mba makanya masuk desa bersih di dunia ya
DeleteSalut banget sama kebersihan desanya ini, pasti ini juga bisa terwujud karena orang2 Bali itu terkenal sikap toleransinya yang tinggi ya
ReplyDeletebetul seklai mba, mereka berkolaborasi dengan semua jajaran untuk mewujudkan kebersihan dan menjalankan kearifan lokal mereka
DeleteDesa jauh gak dari pusat kota Denpasar?
ReplyDeleteNaik apa kalau ke sana, bebh?
Adeem yaa...berada di lingkungan yang masih alami dan bersih.
ga mba, deket dari bandara palingan sejam aja dan aku sewa mobil waktu itu
DeleteDesanya asli bersih dan alami yaa..
DeleteRindu suasana desa lengkap dengan suara teriakan anak-anak bermainnya.
Suka banget liat desa ini. Kelihatan damai banget yaa apalagi nyaris ga ada kendaraan.
ReplyDeleteya mba ga ada kendaraan amsuk ke kawasan ini, makanya bersih dan bebas polusi
Deletewah sayang banget aku gak tau ada desa ini waktu kemarin ke bali. tentram banget kayaknya disana ya. mauk ke wishlist aku deh buat ke bali lagi nanti :)
ReplyDeletetentram pakai banget mba, ayo ke sana
DeletePengin banget bisa ke Panglipuran, Mei. Udah beberapa kali baca tulisan para travel blogger, makin ngiler pengin bisa ke sana. Itu bisa nggak ada kendaraan apa karena memang ada kebijaksanaan pembatasan gitu di desa Panglipuran ya?
ReplyDeleteih waaaw, ko kece banget sih ini tempatnya mbak mei, jadi pengen masukin wish list tempat yang pengen aku kunjungi deh siapa tau ada kesempatan ke sana hehe
ReplyDeleteDesa wisata yang satu ini memang keeereeeen ya mba dan sudah famous di mana - mana. Jaid kangeeen Bali aku
ReplyDeleteKeren banget desa wisatanya, aku tuh suka banget nih dateng ke tempat-tempat kayak gini kalau liburan. Menarik sekali.
ReplyDeleteHuwooo Bali, aku rindu hiks.
ReplyDeleteAku mudik Februari kemarin nggak sempat ke sini Kak. Karena lokasi jauh dari rumah dan banyak sekali jadwal ketemu keluarga besar. Hehehe ... ibuku 12 bersaudara, gemes kan tiap mudik selalu nggak bisa leluasa, karena pertama harus menyambangi keluarga baru bisa main-main. Seru banget ya Kak di Panglipuran.
Ya ampun ini keren banget nih desa. Mpo bakalan betah tinggal disini. Cakep banget langit biru, suasana desa dan adat menghargai perempuan
ReplyDeletewaaaa keren banget yaa ini , selalu nemu tempat bagus deh mbak mei hihhi, jadi pengen ke Bali, bulan lalu sempet berencana ke sana karna mau ketemuan sama temen, hihi semoga setelah pandemic berlalu bisa ke sana
ReplyDeleteKeren banget desa wisatanya, rapi, sejuk dan indah banget. Duh rasanya pengen cepet² kesana kalau Corona telah berlalu
ReplyDeleteUwaaaah..sering banget liat temen kemari dnn memang asri banget ya keren
ReplyDeleteIndah banget desanya ya, mba 😃 pasti udaranya segar banget, semoga aku ada kesempatan main ke desa wisata Penglipuran!
ReplyDeleteHiks pengen pikenik lagi.. Ya Allah, semoga pandemi Corona ini segera mereda. Ini desanya keren banget, pengen sekali kesana.
ReplyDeleteSuka deh liat jln2 km bikin sy ingin juga bisa ke sana gitu. Pokoknya mantap pengalaman traveling km ini
ReplyDeletekeren banget yah desanya bersih rapi dan instagramable... coba ya semua desa di indonesia kek gitu
ReplyDeleteMasyaallah, rapi dan bersih banget lingkungannya. Semoga ada umur panjang sehingga bisa jalan-jalan ke Bali lagi dan singgah ke desa ini, Makasih sharingnya, Mei..
ReplyDeleteDesa terkeren yang belum pernah kusinggahi. Suasananya Bali banget, penasaran ingin menelusuri jalanan di tengah-tengah itu.
ReplyDeleteKapan-kapan ke Bali harus ke sini biat gak mantai mulu di Kuta hehe
Indah banget dan bersih ya suasana desanya, bakal bentah deh ke sini kalau suatu hari bisa menjejak ke sini. Mantap desanya apik
ReplyDeleteWah ini di Bali ya? aku kemarin sebulanan di Bali malah ga banyak explore haha
ReplyDeletenanti setelah pandemi berakhir aku mau explore lagi ah
Pertama kali ke desa Penglipuran waktu study tour kampus..berlanjut ketika sempat tinggal di Bali 2 tahun. Kangen kesana lagi setelah puluhan tahun lalu. Desa terbersih yang pernah saya kunjungi.
ReplyDeleteBagus banget. Desanya bersih. Terasa banget kesejukannya. Pantes deh jadi desa wisata yang mendunia. Semoga next aku bisa berkunjung kesitu aamiin.
ReplyDeleteKalo liat foto2 liburan jadi rindu ,semoga pandemi ini cepat berakhir. Aamiin
ReplyDeleteDesa panglipuran ini masuk di wishlist aku kalau nanti ke bali, eiyaa harga tiketny ramah kantong banget ya mbak, buat turis asing juga harganya masih normal.
ReplyDeleteHmm liat jalanannya aja udah adem ya Mbak Mei... Desa Penglipura emang bener2 pelipur lara deh kl bs beneran datang ke sana ya... tfs Mba jd tau ada desa wisata bebas sampah seperti ini, rapi banget ya
ReplyDeleteSemoga after pandemi aku bisa kesana ya. Amiin.
ReplyDeleteDuh kangen banget sama Bali deh, nanti kalau sudah benar-benar pergi mau liburan ke Bali dulu dan mampir ke Desa Panglipuran.
ReplyDeleteTempatnya keren banget, bersih, indah pingin deh kesana. Tp ini di daerah mana sih kak ?? Kok bagus banget tempatnya lalu bnyk banget tempat wisata untuk fotonya
ReplyDeleteKeren banget memang ya desanya. Udah budayanya terjaga, kebersihan dan keindahannya juga ikut terjaga. Gak heran kalo jadi desa terbaik dan terbersih sedunia 😍
ReplyDeleteCantik banget ini desanya, semoga selalu terjaga keasriannya dan menginspirasi daerah lainnya di Indonesia. Harus maen ke sana juga nih!
ReplyDeleteDesanya bener-bener bersih yaa...kak.
ReplyDeleteYa dari sampah, ya dari penduduknya. Memang jarang ada penduduk asli yang hilir-mudik yaa, kak Mei?
Jalanannya itu benar-benar bersih banget ya Kak terlihat tentram juga lu jadi kangen beli deh Kapan ya bisa ke sana lagi.
ReplyDeleteIiih aku jadi mau ke Bali mba. Mau ke desa penglipuran ini. Penasaran sama kebersihannya. Jadi catatan aku nih next destination jika sudah aman akan liburan vacation kesini sama keluarga
ReplyDeleteUdah cita2 bgt bisa stay lama atau domisili di Bali, suka dengan masyarakat yg displin dan tidak kepo dgn kegiatan org lain lol
ReplyDeleteBeneran bersih ini mah. View nya juga asri banget, ditambah bangunan2 khas Bali yang bikin makin eksotis aja. Tiket masuknya juga murah ya Mbak, selisih tiket buat turis mancanegara juga ga beda jauh. Kalau ke Bali harus dikunjungi nih tempat ini.
ReplyDeleteKayaknya kalau ke bali lagi bakalan coba kesini de.. sering denger tpi blom pernah mammpir. Bayangin hidup disana kayaknya enak damai
ReplyDeleteJadinya kangen Bali nih diriku mbak. Kapan ya bisa ke Bali lagi...semoga pandemi segera berakhir karena saya pengen jalan-jalan lagi apalagi melihat teman-teman yang sudah pada update tempat wisata
ReplyDeleteAku tuh suka banget mampir ke desa-desa di bali, soalnya rumah-rumahnya tuh menarik banget. apalagi di UBUD, bagus semua rumahnya.
ReplyDeleteBeruntung dan bangga rasanya aku punya ibu yang asli Bali mbba ekekek
ReplyDeletebisa mudik ke Bali nggak sekedar plesiran sekaligus tengok keluarga. Aku belum ke sini malah belum sempat.
saya belum pernah ke Bali dan kalau nanti pandemi sudah berlalu pengen masukin dalam list desa wisata penglipuran ini. cocok saja kan mbak buat keluarga yang bawa anak-anak?
ReplyDeleteiya emang keliatan bersih banget siiih, salut. kayak gak di indonesia tapi kayak di jepang wkwk coba seluruh desa di indonesia bisa begini yaa..
ReplyDeleteSilakan berkomentar dengan bijak dan positif. Terima kasih.