30 December 2016

Blue Fire Gunung Ijen, 1 dari 2 Fenomena Unik Di Dunia

Siapa yang tak mengenal Gunung Ijen atu dikenal juga dengan nama Kawah Ijen yang merupakan wisata alam yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Gunung yang memiliki ketinggian 2.386 mdpl ini terakhir kali meletus pada tahun 1999. Gunung berapi aktif ini sebelumnya pernah 4 kali meletus pada tahun 1796, 1817, 1913, dan 1936.





Perizinan
Untuk dapat melakukan pendakian ke gunung ini, wisatawan dapat mendaftar secara online Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur, yang merupakan website resmi milik pemerintah untuk mengelola kawasan Gunung Ijen.

Apa saja yang dapat dinikmati di gunung ini?
Selain dapat menikmati sensasi mendaki, menikmati edelweis sepanjang jalan, menyaksikan belerang asli, dan menyaksikan sebuah kawah indah seluas 5.446 hektar yang mengeluarkan bau belerang dan mengandung 35 juta kubik air asam, kawah ini menjadi kawah terbesar di Pulau Jawa. Menyaksikan blue fire Gunung Ijen menjadi daya tarik utama tempat ini.





Kenapa blue fire Gunung Ijen menjadi daya tarik utama di destinasi wisata ini? karena blue fire hanya bisa disaksikan di dua tempat di dunia yaitu di Gunung Ijen dan Islandia. Andapun tidak dapat menyaksikan fenomena blue fire ini setiap waktu, si api biru ini hanya muncul pada pukul 02.00 - 03.00 dini hari karena cahaya ini hanya bisa dilihat oleh manusia pada saat tidak ada cahaya, sehingga anda perlu berjuang keras untuk berkunjung tengah malam ke tempat ini. 

Kapan waktu terbaik ke Gunung Ijen?
Datanglah pada saat musim kemarau agar kamu bisa menyaksikan si api biru. Untuk dapat menikmati blue fire Gunung Ijen anda membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam melakukan pendakian dari Pos Paltuding. Pendakian dapat dicapai dari Banyuwangi atau Bondowoso. Sehingga kondisi jalan kering lebih nyaman apalagi anda harus mendaki tengah malam.


Berkunjunglah pada musim sepi alias jangan pas musim liburan, karena tempat ini akan sangat ramai sekali pada musim liburan apalagi musim liburan panjang.

Apa saja yang perlu kamu bawa saat mendaki Gunung Ijen?
Persiapan fisik sudah pasti karena tempat ini butuh mendaki, bagi pemula naik gunung jangan lupa latihan olahraga dulu beberapa hari sebelum ke tempat ini. Kedua, cuaca di tempat ini sangatlah dingin, jangan lupa bawa:
1. Jaket hangat
2. Sarung tangan
3. Kaos kaki
4. Senter
5. Trekking pole karena kondisi jalan menuju gunung ini lumayan curam. 
6. Sepatu, gunakan sepatu yang nyaman untuk melakukan pendakian.
7. Bawa botol minum dan makanan untuk sumber energi
8. Alat dokumentasi, wajib.

Nah kalau menggunakan perlengkapan nyaman, andapun akan tenang duduk manis sambil menyaksikan blue fire Gunung Ijen.
Enjoy your holiday....


Disclaimer:
Cerita yang ditulis merupakan pengalaman pribadi penulis pada Oktober 2012.

Penulis tidak bertanggung jawab jika ada ketidaksesuaian dengan kondisi saat ini.

20 December 2016

Membuat Visa Waiver Jepang

Siapa yang ingin menikmati taman kota yang dikelilingi bunga sakura sambil minum teh manis di pagi hari atau menikmati gunung Fuji yang menawan dari sebuah balkon hotel terbaik di Jepang.

Saya tentu salah satunya, mmmhhhh harga visanya lumayan juga ya ..... don’t worry… ternyata kita bisa pergi kesana tanpa harus mebayar visa, ingat bukan berarti bebas visa ya … bagaimana caranya ? Yaaaaaapppppp dengan cara membuat Visa Waiver Jepang di Kedutaan Jepang pastinya.

Apa itu Visa Waiver
Sama seperti Indonesia, untuk memenuhi target kunjungan wisatawan mancanegara, Jepang harus melakukan strategi salah satunya dengan memudahkan akses masuk ke sana melalui pembebasan visa.
Sejak 1 Desember 2014, Jepang memberlakukan bebas biaya visa bagi warga negara Indonesia yang ingin berkunjung ke negeri sakura tersebut dengan menggunakan Visa Waiver dan kita bisa mendapatkannya di Kedutaan Jepang dengan ketentuan :
1.  Harus sudah paspor elektronik atau e-passport.
2.  Masa tinggal tidak lebih dari 15 hari, jika lebih harus tetap apply visa reguler ya….. 
3.  Visa ini berlaku hanya 3 (tiga) tahun dari tanggal cap pembuatan.
4.  Visa ini dapat digunakan berkali-kali ke Jepang sampai masa berlakunya habis tanpa harus melakukan registrasi di setiap perjalanan.
5.  Jika masih berlaku tetapi masa berlaku e-passport sudah habis atau diganti, maka harus daftar kembali di Kedutaan Jepang .
6.  Visa ini tidak dikenakan biaya alias gratis dan akan selesai dalam 2 (dua) hari. Hari ini kamu masukin pendaftaran besoknya sudah bisa diambil. Pembuatannya pun cukup mudah dan cepat, saya kurang dari 5 (lima) menit sudah selesai.

Apa saja persyaratannya membuat Visa Waiver Jepang
1.     Membawa ID Card untuk ditukar dengan pass masuk
2.     Membawa e-passport asli
3.     Mengisi form seperti dibawah ini
Form Visa Waiver
Sumber : http://www.id.emb-japan.go.jp


Kedutaan menyediakan form tersebut, tetapi untuk jaga-jaga kita bisa mempersiapkannya dari rumah. File dapat diunduh di sini.

Bagaimana cara membuat Visa Waiver Jepang
1.  Saat kita tiba di depan pintu masuk kedutaan, petugas akan menyambut dengan ramah dan menanyakan keperluan kita, kemudian mereka akan meminta kita untuk menukar ID dengan kartu pass.
2.  Setelah masuk ruangan pendaftaran, ambil nomor antrian, ada petugas yang siap membantu. Saat itu saya tidak mengambil gambar nomor antrian karena ada tulisan dilarang mengambil gambar.
3.   Selama proses pembuatan, maka petugas akan mengambil e-passport kita dan menggantinya dengan sebuah kertas kecil sebagai tanda terima dan alat tukar untuk pengambilan visa waiver.

Cerita beberapa teman ada yang ditanyakan tiket pp, saya sama sekali tidak ditanya apa-apa. Petugasnya hanya meminta ­e-passport dan form yang sudah diisi dan menginformasikan mengenai pengambilannya esok hari.

Waktu Pendaftaran
Senin - Jumat pukul 9.00 - 12.00 WIB untuk pembuatan visa waiver
Senin – Jumat pukul 13.30 – 15.00 WIB untuk pengambilan

Alamat Kedutaan Besar Jepang
Jalan MH Thamrin No.24, Menteng, Jakarta Pusat 10350. Telepon +62-21 3192-4308

Penting dan Genting
1.  Berpakaian rapi dan sopan
2.  Membawa Kartu Identitas (KTP/SIM) untuk ditukar dengan pass masuk
3.  Datang lebih pagi agar tidak antri
4.  Untuk kemudahan, jangan membawa barang terlalu banyak, seperti biasa keamanan di kedutaan cukup ketat
5.  Jangan lupa mengambil nomor antrian setelah melewati pass masuk
6.  Jangan mengambil gambar selama di dalam ruangan, jika ketahuan oleh petugas bisa saja beresiko dengan tidak di-approve-nya visa waiver kita, nah bahaya kan… patuhi saja peraturan yang sudah dibuat.
7.  Jika ada yang kurang jelas, tanya langsung ke petugas, mereka sangat ramah dan dengan senang hati membantu kita.

finally, I got it
Nah bagaimana? mudahkan cara membuat Visa Waiver Jepang

I am ready to visit you sakura......

10 December 2016

Pulau Satonda, Pulau Indah di Nusa Tenggara Barat

Pulau Satonda, sudahkah teman-teman mengunjungi pulau cantik ini ?
Pulau Satonda, pulau indah di Nusa Tenggara Barat ini terletak di daerah Dompu. sebelum melakukan pendakian ke Gunung Tambora kami menyempatkan diri untuk mengunjungi pulau kecil ini. Kami menyewa kendaraan bak terbuka, cukup untuk dua puluh orang dengan harga Rp 500.000,00 untuk dapat pergi kesana. Ternyata ada lima pendaki lain yang hendak kesana dan meminta bergabung dengan kami untuk shared cost. Sehingga jumlah kami jadi lima belas orang and biayanya jadi lebih murah dunk. Kami berkunjung bulan Oktober 2016 ke tempat ini, bertepatan dengan musim panas, sehingga pemandangannya dihiasi dengan langit biru.

Welcome to Satonda Island

Dari Desa Pancasila ke Pulau Satonda, ditempuh kurang lebih setengah jam, jalanannya cukup nyaman, sudah beraspal. Di perjalanan menuju pulau ini kami sempat berhenti sejenak untuk membeli makanan untuk makan siang. Mobil sampai di sebuah pinggir pantai, saya pikir sudah sampai, ternyata kami masih harus menyebrang lagi menggunakan kapal kecil. Oh my god.


Kemudian kami menyebrang lautan menggunakan kapal kecil kurang lebih setengah jam untuk dapat sampai ke Pulau Satonda, pulau indah di Nusa Tenggara Barat ini. Tiba di pinggir pantai, ternyata kami harus trekking lagi kurang lebih 5-10 menit. Karena udara sangat panas, kami memutuskan untuk istirahat sejenak dan memotong buah semangka yang dibeli Pak Totok. Waahahaha nikmatnya pas lagi panas-panasnya belah semangka ⌣⌣⌣⌣⌣⌣ Ingat satu hal, Tuhan akan mendekatkan kita dengan orang-orang yang sejenis dengan kita, itu yang saya rasakan, keakraban diantara kami sudah mulai terasa di hari pertama. 

perjalanan menggunakan kapal kecil menuju Pulau Satonda

Selesai makan semangka kami santai sejenak dan mengobrol ceria. Di sini kami bertemu dengan beberapa ibu-ibu, mereka menyapa kami dan bertanya asal kami, kami jawab dari Jakarta. Ternyata ibunya adalah Kepala Dinas Pariwisata Dompu, beliau sangat senang kalau ada yang berkunjung ke pulau ini.


setelah naik tangga sekarang harus turun tangga

Kami pamit untuk melihat Pulau Satonda, pulau indah di Nusa Tenggara Barat. Meski harus panas-panasan, sedikit menaiki dan menuruni anak tangga, namun saat kami tiba, semuanya terbayarkan, pulau sepi nan biru itu tersenyum dengan indah menyambut kami. Saya menyebutnya seperti sebuah danau. Sangat biru.


no caption

Kami duduk manis menikmati pemandangan indah itu dan beberapa dari kami makan siang di tempat ini. Selang beberapa waktu ternyata Ibu Kepala Dinas tadi tiba dengan beberapa teamnya untuk mengambil beberapa gambar dan mereka mengajak ngobrol dengan kami.


birunya cantik

Di bibir danau itu ada sebuah kapal kecil yang diikatkan, terlihat sepertinya kapal itu tidak pernah digunakan namun terlihat dalam kondisi yang masih aman untuk digunakan. Kemudian Ibu-nya menawarkan kami untuk menaiki kapal itu bersama mereka. Karena penasaran akhirnya kami meutuskan untuk ikut mengelilingi pulau ini menggunakan kapal itu, Kami mengambil beberapa gambar bahkan Rendra sempat turun berenang bersama Ibu Kepala Dinas. 

ki-ka : Pak Agus, Zuzu, Ayuti, Ichung, me, Rendra, Pak Totok

Di sini kita bisa melihat ada sebuah pohon yang setiap orang boleh menggantungkan batu dengan mengikatkannya pada batang pohon ini, sebagai tanda kalau kita pernah ke tempat ini. Kita juga bisa melihat pulau cantik ini dari atas bukit-bukit, dengan sedikit melakukan trekking lebih ke atas lagi.

yang datang ke sini boleh mengikat batu di pohon ini

Di sekitar pantai ini juga tersedia toilet, tempat ibadah dan beberapa gazebo untuk berteduh. 
Tak terasa sudah hampir dua jam kami di sini, kami memutuskan untuk pulang. Karena perjalanan menuju homestay masih cukup jauh dan kami ditunggu mobil sewaan kami.

Penasaran ingin menyaksikan Pulau Satonda, pulau indah di Nusa Tenggara Barat ini?

Selamat tinggal Satonda yang indah, kecantikan negeriku tak pernah terkalahkan.



01 December 2016

Desa Sasak Sade, Kampung Adat Di Kota Lombok

Indonesia bagian Timur merupakan salah satu destinasi wisata yang menjadi incaran banyak wisatawan nusantara maupun mancanegara. Pesonanya memang luar biasa, selain terkenal dengan pantai dan kekayaan alam baharinya, juga ditengarai kaya akan keindahan budayanya. Salah satunya adalah Desa Sasak Sade, Kampung Adat Di Kota Lombok. Beruntung saya diberikan kesempatan mengunjungi desa wisata ini pada bulan Maret 2016, musim panas yang justru membuat suasananya semakin indah.


Selamat Datang di Dusun Sasak Sade

Sade atau Desa Sasak Sade adalah merupakan salah satu desa yang berbasis budaya yang terletak di Rembitan, Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Akses menuju desa ini cukup mudah karena terletak di pinggir jalan raya. Desa ini terkenal karena masih mempertahankan budayanya yang sudah hampir 600 tahun. Desa ini juga dikenal dengan sebutan Desa Rambitan. Desa Sasak Sade, Kampung Adat Di Kota Lombok ini dihuni oleh 150 KK dan sekitar 700 jiwa tinggal di atas tanah seluas 5 hektar ini, yang semuanya menganut agama Islam Wektu Telu yaitu agama Islam yang dipengaruhi unsur agama Hindu dan Budha . Saat ini warga desa sudah mencapai generasi ke-15.

wefie dengan salah satu guide Desa Sasak Sade

Keunikan Desa Sasak Sade
Bentuk Rumah
Desa ini berbentuk sebuah perkampungan kecil dengan rumah-rumah yang unik. Atapnya disusun dari ijuk, dinding sebagai pelindung rumah dibuat dari rangkaian bambu dan lantai masih beralaskan tanah liat. Warga Desa Sasak Sade menyebut rumah sebagai bale.

lorong kecil menuju Desa Sasak Sade

Menurut guide, di Sade ini terdapat beberapa bale dan mempunyai fungsi masing-masing. Bale Kodong merupakan bale khusus untuk pasangan yang baru menikah, sebelum mereka membangun rumah yang lebih besar untuk ditinggali. Bale Berugak, tempat ini digunakan untuk menerima tamu atau tempat berkumpul warga desa untuk bersantai atau hanya sekedar mengobrol, dan tempat pertemuan untuk acara pernikahan, sunatan dan berembug untuk membahas suatu masalah, ada juga namanya Bale Lumbung, berfungsi untuk menyimpan padi. 

berpose depan rumah Desa Sasak Sade


Bale Tani adalah bale yang digunakan untuk tempat tinggal. Bale ini terbagi menjadi dua bagian, bagian dalam digunakan untuk anggota keluarga perempuan dan digunakan untuk memasak sementara bagian luar digunakan untuk anggota keluarga laki-laki sekaligus berfungsi untuk menerima tamu. Setiap rumah hanya mempunyai satu pintu untuk keluar masuk dan didepannya mempunyai tiga buah anak tangga yang menggambarkan lahir, berkembang dan meninggal.

bersama salah satu guide di Desa Sasak Sade

Membersihkan Rumah dengan Kotoran Kerbau
Keunikan lainnya dari Desa Sasak Sade, Kampung Adat Di Kota Lombok ini adalah mereka membersihkan lantai rumahnya dengan menggunakan kotoran kerbau yang dicampur sedikit air, kotoran ini dianggap dapat membuat ruangan lebih hangat dan dapat mengusir nyamuk. Penghuni rumah membersihkannya dua kali dalam seminggu sesuai dengan tradisi dari zaman dahulu.

teman-teman dari Kalimantan


Tradisi Pernikahan

Jika seorang laki-laki mencintai seorang perempuan, maka laki-laki itu akan menculik perempuan itu pada malam hari dan mengembalikannya di pagi hari atu setelah beberapa hari. Itu merupakan cara romantis laki-laki untuk melamar wanita yang dicintainya. Tetapi jika wanita itu tidak mencintainya maka sebuah kemalangan karena dia tidak bisa menolak lamaran itu, jika ditolak maka akan berakibat buruk bagi dirinya dan tidak akan ada lagi laki-laki yang akan menikahinya.

Kegiatan Menenun Dan Bercocok Tanam
Menenun menjadi salah satu kegiatan perempuan di desa ini, selain itu juga ada kegiatan memintal benang. Mereka belajar menenun sejak usia sepuluh tahun. Katanya perempuan yang belum bisa menenun tidak boleh menikah, sehingga menenun merupakan kegiatan yang sangat berharga bagi kaum perempuan di Sade. 

salah satu wanita Desa Sasak Sade dalam kegiatan menenun

Tenunan yang dihasilkan sangat rapi, unik dan nyaman digunakan. 


salah satu hasil tenunan pengrajin di Desa Sasak Sade, kainnya halus dan adem

Selain dijual di desa ini, hasil tenunan mereka juga jual ke beberapa galeri penjualan oleh-oleh di Lombok. Selain menenun, sumber mata pencaharian desa ini adalah bercocok tanam yaitu padi dan sayuran.

salah satu warga Desa Sasak Sade menjual hasil tenun dirumahnya


wefie...... cheerrrssss

Jangan lupa kalau kesini membeli hasil tenun perempuan-perempuan hebat ini ya kawan, kainnya halus dan adem di kulit juga sebagai bentuk kepedulian kita untuk melestarikan dan mempromosikan kerajinan tenun dari Desa Sasak Sade, Kampung Adat Di Kota Lombok. 

Setelah kurang lebih satu jam mengelilingi desa asri ini, akhirnya kami harus pamit untuk melanjutkan perjalanan berikutnya. see you Sade......



30 November 2016

Pulau Sepa, Pulau Tersembunyi di Tengah Kota Jakarta

Pulau Sepa, ada yang pernah mendengarnya ?
Yap Pulau Sepa, pulau tersembunyi di tengah kota Jakarta ini terletak di Kepulauan Seribu. Mengunjungi tempat ini pada Maret 2016. Saat ini Pulau Sepa menjadi salah satu destinasi wisata di akhir pekan bagi sebagian warga Jakarta yang ingin berlibur dengan waktu yang terbatas. Masih cukup asri dibandingkan dengan pulau lainnya yang sudah ramai dikunjungi wisatawan.

Saya janjian pukul 7.00 dengan teman, berangkat di pagi buta dengan menggunakan salah satu ojek online untuk mengejar waktu supaya tidak kesiangan adalah sebuah perjuangan yang cukup berat buat saya, dari Jakarta Selatan menuju Pelabuhan Muara Angke.

Sepanjang perjalanan di kapal, kami menghabiskan waktu dengan bercanda, bermain tebak-tebakan dan bercerita mengenai pengalaman masing-masing. Saya mengenal beberapa teman-temannya Bang Gery, teman saya, orangnya asik-asik semua. Tak terasa hampir tiga jam berlalu, kami sudah sampai di dermaga Kepulauan Seribu.


jembatannya panjaaaaaaaaaaaang


persiapan snorkling bersama Adin dan Ayung, diver muda

Kami langsung menyebrang menggunakan kapal kecil, karena teman saya sudah memesan sebelumnya. Kurang lebih ½ jam kami tiba di pulau cantik ini. Kami kemudian mendirikan tenda untuk menyimpan barang-barang kami. Everything is done, the time to snorkling. Kami berangkat dengan kapal kecil menuju spot terbaik untuk snorkling.


Main airnya dimulai yuk…….. Pulau Sepa, pulau tersembunyi di tengah kota Jakarta ini sangat indha ternyata teman-teman.

salah satu pemandangan alam bawah laut di Sepa
photo taken by anonymous
malas pakai fin jadi pakai sandal ⌣⌣⌣


no caption

ini pas mau pulang .....
Setelah puas bermain air kami kembali ke tenda, sorenya kami menikmati sunset di jembatan dan pinggir pantai dan sesekali mengambil gambar. Udaranya membuat nyaman, sampai hampir matahari tenggelam, rasanya kaki ini enggan beranjak dari bibir pantai itu.

menikmati sunset di sore hari

Malam hari tiba, kami memasak untuk makan malam, membakar ikan-ikan sambil bercanda dan menikmati hembusan angin yang mulai dingin. Selesai makan kami kembali duduk di bibir pantai memandangi kerlipan bintang dan bulan, ditemani secangkir teh manis, kemudian terlena dengan imaginasinya masing-masing. oh Pulau Sepa, pulau tersembunyi di tengah kota Jakarta ini menyimpan sejuta pesona apalagi di malam hari.

Malam semakin larut, beberapa dari kami termasuk saya, menikmati tidur di atas hammock yang sudah kami pasang dari sore hari, meski udara begitu dingin namun suasananya begitu indah, tidur bergelantungan sambil merasakan hembusan angin pantai dan suara ombak yang memecah sunyi, memandang bulan dan kerlipan bintang sampai kemudian tak terasa Sailing-nya Rod Stewart perlahan menghilang dari pendengaranku.

Pagi hari saya menikmati sunrise dan mengelilingi sekitar pantai. Begitu indahnya negeriku, rasanya tidak rela jika beberapa pesona negeriku ini sudah beralih nama menjadi nama-nama yang asing di telinga.

ketemu sama abang Wongso, bang Matz and Mpril, tendanya sebelahan

photo dulu sebelum pulang, see you guys



Waktu semakin siang, saatnya kami berkemas untuk pulang agar tidak tertinggal kapal ke Muara Angke. Holiday is over. See you next holiday ….. thanks untuk Bang Gery udah arrange liburan yang menyenangkan ini …

Tips yang penting tapi ga genting sebelum ke Pulau Sepa, pulau tersembunyi di tengah kota Jakarta:
  1. Bawa uang dari rumah, karena di Kepulauan Seribu ini ATM masih jarang, walaupun ada cukup jauh
  2. Bawa sunblock ya karena di pulau ini cuacanya sangat panas
  3. Bawa Hammock, tempat ini diciptakan untuk bersantai ria dengan beberapa tumbuhan besar masih berdiri kokoh, so bisa pasang hammock disini sambil baca buku
  4. Jangan lupa bawa kamera underwater karena alam bawah lautnya bagus, sayang kalau tidak diabadikan
  5. Bagi yang niatnya liburan, saya lebih menyarankan membawa tenda, suasanya nyaman unutk bertenda-ceria, saat bangun pagi hari anda akan langsung menikmati indahnya sunrise yang berwarna jingga
  6. Bagi pemula jangan lupa cek perlengkapan yang harus dibawa ya, jangan salah sampai salah kostum
  7. Membawa perlengkapan masak sendiri lebih seru loh, suasana kempingnya berasa banget
  8. Jika ingin menggunakan penginapan, cek dulu ya harganya di internet, karena biaya menginap di sini cukup mahal, biar ga nyesel.
1 

20 November 2016

Olahraga Paralayang Di Puncak Bogor

Bagi yang suka tantangan, bisa mencoba olahraga paralayang di Puncak Bogor atau dikenal juga dengan paragliding. Olahraga ini tentu saja membutuhkan keberanian khusus karena sifatnya memacu adrenalin. Olahraga ini berada di bawah organisasi PLGI (Persatuan Layang Gantung Indonesia) dan FASI (Federasi Aero Sport Indonesia). Lokasi tepatnya berada di Jl. Raya Puncak Km 87 Bukit Gantole, Gunung Mas, Puncak, Bogor.

nangis karena kurang dari 45kg jadi gak boleh terbang deh, sabar ya dek :)

welcome to Puncak Gantole

Biaya dan fasilitas
Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk olahraga paralayang di Puncak Bogor, tidak terlalu mahal cukup membayar tiket masuk ke tempat ini Rp 13.000 per orang dan mobil Rp 5.000 dan Rp 3.000 untuk roada dua. Tempat ini hanya buka sampai pukul 5.00 sore. Tiba di sana kita bisa langsung ke tempat pendaftaran untuk mendapatkan nomor antrian dan dan waktu saya tiba antriannya lumayan banyak. Sport Tourism ini dikenakan tarif sebesar Rp 350.000 per orang untuk wisatawan domestik dan Rp 400.000 untuk wisatawan mancanegara dengan fasilitas terbang kurang lebih 5-10 menit, sertifikat dan plus dokumentasi, cukup mahal memang tapi worthed dengan pengalaman yang didapat kalau menurut saya.

Syarat untuk bisa bermain olahraga paralayang di Puncak Bogor
Karena alasan keamanan, maka ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum diizinkan terbang yaitu berat badan minimal 45 kg dan maksimal 90 kg sehingga sepupu saya beratnya dibawah 45 kg tidak diizinkan untuk bermain olahraga ini, kemudian tidak boleh mempunyai penyakit jantung dan epilepsi, anak-anak boleh bermain olahraga ini dengan seizin orangtuanya. Karena olahraga ini digerakan oleh kekuatan angin, jadi hanya akan dilakukan jika cuaca bagus alias cerah sehingga kondisi anginnya bagus. Pada saat terbang kita akan ditemani oleh instruktur yang sudah terlatih dan bersertifikat, jadi aman.

landasan sebelum terbang

Setelah menunggu sekitar 30 menitan, akhirnya giliran saya, deg-degan sih because this is my first time playing this sport. Tapi buat saya rasa takut itu harus dilawan dan saya suka hal-hal baru, so I have to try this. Sebelum terbang, instruktur memberikan briefing seperti harus relaks, percaya sama instruktur, memastikan perlengkapan yang kita pakai sudah nyaman, dan apa yang harus dilakukan pada saat mau take off dan saat mau landing. Bahkan kita ditanya juga mau dilakukan atraksi atau manuver-manuver seperti pesawat terbang gak di atas, automaticly I said Yes

briefing sebelum terbang

siap-siap terbang

1,2,3 and then go
Tigapuluh detik pertama sedikit cemas dan gak berani lihat ke bawah, instrukturnya mencoba menenangkan saya akhirnya setelah itu I am feeling comfort and enjoyed it. Dari ketinggian 1.3 km, kita dapat menikmati pemandangan Puncak Bogor yang menghijau, menikmati indahnya hamparan kebun teh membuat mata adem, karena udaranya sejuk jadi bikin ngantuk bahkan saya sempat tertidur hahahahahahah. Menjelang landing, instruktur mengingatkan kembali posisi kaki saat akan turun. Akhirnya kita mendarat di tempat yang sudah ditentukan sekaligus mengambil hasil dokumentasi, jangan lupa ya guys bawa flashdisk untuk copy file photonya. Ternyata olahraga paralayang di Puncak Bogor ini sangat menyenangkan.


siap-siap landing


menjelang landing, kakinya jangan ditekuk ya, diluruskan, kata instruktur mengingatkan

Info dari beberapa instruktur di sana, teman-teman yang mau menekuni olahraga ini, di Paralayang Gantole Puncak ini juga menyediakan paket kursus loh, setelah 40 kali terbang, beberapa kali ditemani instruktur, setelah itu teman-teman bisa latihan terbang sendiri dan nantinya akan dapat sertifikat yang berlaku dimana saja untuk melakukan gantole tanpa diteman instruktur.

Bagi teman-teman yang pobia dengan ketinggian, bisa mencoba olahraga  flyingfox dengan membayar Rp 20.000 per orang. Jaraknya di bawah tempat pendaftaran paralayang.

karena takut ketinggian, jadinya coba flying fox saja katanya :)

Tips and Trick sebelum melakukan olahraga paralayang di Puncak Bogor
1.       Bagi teman-teman yang gak tahan sama dingin, usahakan pakai pakaian yang panjang atau gunakan karena di atas dingin banget
2.       Buat perempuan jangan pakai rok ya, pakai celana panjang untuk kenyamanan dan keamanan anda
3.       Pakai sepatu atau sandal yang ada talinya biar pas diatas sepatu kita ga lepas
4.       Bawa flashdisk buat copy file hasil dokumentasinya
5.       Datang lebih pagi agar mendapatkan antrian lebih awal
6.       Siapkan kamera atau alat dokumentasi yang bisa digantung atau diikat ke tangan, biar kalau photo-photo di atas ga kawatir jatuh, soalnya sayang kalau pas di atas ga ambil gambar-gambar karena dokumentasinya masih sebatas pada saat kita mau landing aja, saat kita di atas mereka belom ada dokumentasinya.
 
Great experienced .....................

Disclaimer:
Cerita yang ditulis merupakan pengalaman pribadi pada Agustus 2015.
Penulis tidak bertanggung jawab jika ada ketidaksesuaian dengan kondisi saat ini.
Back to Top