Skip to main content

Pulau Sepa, Pulau Tersembunyi di Tengah Kota Jakarta

Pulau Sepa, ada yang pernah mendengarnya ?
Yap Pulau Sepa, pulau tersembunyi di tengah kota Jakarta ini terletak di Kepulauan Seribu. Mengunjungi tempat ini pada Maret 2016. Saat ini Pulau Sepa menjadi salah satu destinasi wisata di akhir pekan bagi sebagian warga Jakarta yang ingin berlibur dengan waktu yang terbatas. Masih cukup asri dibandingkan dengan pulau lainnya yang sudah ramai dikunjungi wisatawan.

Saya janjian pukul 7.00 dengan teman, berangkat di pagi buta dengan menggunakan salah satu ojek online untuk mengejar waktu supaya tidak kesiangan adalah sebuah perjuangan yang cukup berat buat saya, dari Jakarta Selatan menuju Pelabuhan Muara Angke.

Sepanjang perjalanan di kapal, kami menghabiskan waktu dengan bercanda, bermain tebak-tebakan dan bercerita mengenai pengalaman masing-masing. Saya mengenal beberapa teman-temannya Bang Gery, teman saya, orangnya asik-asik semua. Tak terasa hampir tiga jam berlalu, kami sudah sampai di dermaga Kepulauan Seribu.


jembatannya panjaaaaaaaaaaaang


persiapan snorkling bersama Adin dan Ayung, diver muda

Kami langsung menyebrang menggunakan kapal kecil, karena teman saya sudah memesan sebelumnya. Kurang lebih ½ jam kami tiba di pulau cantik ini. Kami kemudian mendirikan tenda untuk menyimpan barang-barang kami. Everything is done, the time to snorkling. Kami berangkat dengan kapal kecil menuju spot terbaik untuk snorkling.


Main airnya dimulai yuk…….. Pulau Sepa, pulau tersembunyi di tengah kota Jakarta ini sangat indha ternyata teman-teman.

salah satu pemandangan alam bawah laut di Sepa
photo taken by anonymous
malas pakai fin jadi pakai sandal ⌣⌣⌣


no caption

ini pas mau pulang .....
Setelah puas bermain air kami kembali ke tenda, sorenya kami menikmati sunset di jembatan dan pinggir pantai dan sesekali mengambil gambar. Udaranya membuat nyaman, sampai hampir matahari tenggelam, rasanya kaki ini enggan beranjak dari bibir pantai itu.

menikmati sunset di sore hari

Malam hari tiba, kami memasak untuk makan malam, membakar ikan-ikan sambil bercanda dan menikmati hembusan angin yang mulai dingin. Selesai makan kami kembali duduk di bibir pantai memandangi kerlipan bintang dan bulan, ditemani secangkir teh manis, kemudian terlena dengan imaginasinya masing-masing. oh Pulau Sepa, pulau tersembunyi di tengah kota Jakarta ini menyimpan sejuta pesona apalagi di malam hari.

Malam semakin larut, beberapa dari kami termasuk saya, menikmati tidur di atas hammock yang sudah kami pasang dari sore hari, meski udara begitu dingin namun suasananya begitu indah, tidur bergelantungan sambil merasakan hembusan angin pantai dan suara ombak yang memecah sunyi, memandang bulan dan kerlipan bintang sampai kemudian tak terasa Sailing-nya Rod Stewart perlahan menghilang dari pendengaranku.

Pagi hari saya menikmati sunrise dan mengelilingi sekitar pantai. Begitu indahnya negeriku, rasanya tidak rela jika beberapa pesona negeriku ini sudah beralih nama menjadi nama-nama yang asing di telinga.

ketemu sama abang Wongso, bang Matz and Mpril, tendanya sebelahan

photo dulu sebelum pulang, see you guys



Waktu semakin siang, saatnya kami berkemas untuk pulang agar tidak tertinggal kapal ke Muara Angke. Holiday is over. See you next holiday ….. thanks untuk Bang Gery udah arrange liburan yang menyenangkan ini …

Tips yang penting tapi ga genting sebelum ke Pulau Sepa, pulau tersembunyi di tengah kota Jakarta:
  1. Bawa uang dari rumah, karena di Kepulauan Seribu ini ATM masih jarang, walaupun ada cukup jauh
  2. Bawa sunblock ya karena di pulau ini cuacanya sangat panas
  3. Bawa Hammock, tempat ini diciptakan untuk bersantai ria dengan beberapa tumbuhan besar masih berdiri kokoh, so bisa pasang hammock disini sambil baca buku
  4. Jangan lupa bawa kamera underwater karena alam bawah lautnya bagus, sayang kalau tidak diabadikan
  5. Bagi yang niatnya liburan, saya lebih menyarankan membawa tenda, suasanya nyaman unutk bertenda-ceria, saat bangun pagi hari anda akan langsung menikmati indahnya sunrise yang berwarna jingga
  6. Bagi pemula jangan lupa cek perlengkapan yang harus dibawa ya, jangan salah sampai salah kostum
  7. Membawa perlengkapan masak sendiri lebih seru loh, suasana kempingnya berasa banget
  8. Jika ingin menggunakan penginapan, cek dulu ya harganya di internet, karena biaya menginap di sini cukup mahal, biar ga nyesel.
1 

Comments

  1. Wah suasana bawah lautnya cantik sekali ya mbak. Mupeng. Tapi semuanya emg didapatkan dg perjuangan dulu sih ya. Hehe

    ReplyDelete
  2. Asyik bener tidur di hammock mbak. Pemandangannya
    juga bagus banget! Seruu! Trims tipsnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya ditemenin angin yang semriwing bikin ngantukkkkkk

      Delete
  3. Wow.. airnya jernih bangettt! Btw tips-tipsnya ok banget nih, wajib diperhatikan bagi yang may jalan-jalan ke Sepa.

    ReplyDelete
  4. Kalau bisa berenang dan menyelam pasti seru ya , melihat keindahan keindahan bawah laut..

    ReplyDelete
  5. Wah harga penginapan nya mahal ya Mbak? Kamera underwaternya pakai apa?

    ReplyDelete
  6. Itu kapan ke sananya mbak? Sebelum tsunami, kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini di Jakarta Mba Kepulauan Seribu, emang pernah ada tsunami ya di sini?

      Delete
  7. Aihhh.....foto sunset nya mbak, cakep beudddd.... Aku pasti ogah pulang kalo liat sunset begitu. Haha

    ReplyDelete
  8. Pendar jingga yang menghampari permukaan langit dan laut, sungguh pemandangan yang magis.

    Btw, baca ada muara angke, langsung kebayang tempat bebakaran ikannya. Kira-kira masih penuh asap dari hasil bakar ikan gak ya Muara angke saat ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau masih ada pasar ikan malam hari, asapnya akan tetep mengepul Mba heheheh

      Delete
  9. Mb Mei udah travelling ke berapa kota/provinsi di Indonesia kah kalau boleh tahu?. Bahkan pulau Sepa di kepulauan seribu yang notabene masih di wilayah jawa pun aku belum tau mb, ehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Provinsinya hampir semua udah, tapi satu propinsi destinasi wisatanya busa ratusan bahkan ribuan, jadi masih banyak listnya 🙏

      Delete
  10. Kemarin ada rencana mau ke Kepulauan Seribu, tapi Krakatau lagi batuk dan cuaca tidak mendukung, jadi sempat urung ke sana. Semoga kesampaian ke kepulauan Seribu berikutnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin tunggu musim kemarau dulu, panas gpp tapi lebih aman airnyA

      Delete
  11. Ih kan jalan-jalan muluuu...
    .
    Penasaran dari judul artikelnya, ternyata tempatnya kece banget yaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih kamuh juga makan makan mulu ga ajak ajak

      Delete
  12. Wah keren sihh ini bisa snorkling, kepulauan seribu emang banyak pulau yang masih perawan ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beberapa ya tapi sekarang sudah banyak yang tahu jadi ga seindah dulu

      Delete
  13. Cantik sekali pemandangannya. Ah, segar rasanya pagi ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih cantik lagi kalau Mba nya ada di sana 😍😂

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Gunung Kerinci, Pesona Gunung Tertinggi Di Sumatera

Siapa yang tak mengenal Gunung Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kerinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia. Beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Oktober 2013, pada saat musim cerah.

Gunung Kerinci,yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe strato vulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Makin bikin penasaran niy gunung tertinggi di Sumatera ini.

Hari ke-1 Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha…

Stonehenge Cangkringan, Wisata Millenial di Jogja

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia, apalagi destinasi wisata millenial.

Nah salah satu destinasi wisata millenial yang ada di Jogja adalah Stonehenge Cangkringan, belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris, cocoklah buat tempat wisata millenial.


Untuk menuju Stonehenge Cangkringan, saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum…

Bermain Dengan Ubur-Ubur Jinak di Pulau Derawan

Kepulauan Derawan tidak hanya dikenal di Indonesia saja tetapi juga di mata dunia bahkan berdasarkan informasi dari webnya kaltimprov.go.id tahun 2005 dicalonkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO karena taman bawah lautnya yang sangat mempesona. Kepulauan ini terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Bandara Berau dan Tarakan menjadi titik awal untuk menuju kepulauan ini. Kepulauan Derawan terdiri dari 31 pulau termasuk didalamnya yang sangat terkenal adalah Pulau Derawan (terkenal dengan penyu-penyu besarnya), Pulau Kakaban (terkenal dengan ubur-ubur jinak), Pulau Sangalaki (terkenal dengan Manta Ray) dan Pulau Maratua (terkenal dengan resort-resort bagus seperti di Maldives). Sangat beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Maret 2013 di musim yang sangat cerah.

Saya memutuskan menggunakan jasa travel mengingat biaya untuk sewa boat sangat mahal dan saya mengambil paket selama 4D3N. Saya menggunakan pesawat menuju Bandara Tarakan, dari Bandara Tarakan saya dij…