Skip to main content

Melangkah Tegap Menuju Puncak Gunung Sindoro

Gunung Sindoro merupakan salah satu gunung yang berada di antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai ketinggian 3.153 mdpl. Terkenal sebagai salah satu dari 3 gunung tertinggi di Jawa Tengah, dan banyak pendaki menyebutnya dengan istilah Gunung 3S, yaitu Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet. Karena ketiga gunung ini bersebelahan, sehingga kita bisa menikmati pemandangan Gunung Sumbing dan Gunung Slamet dari puncak gunung ini. Sindara atau Sundoro merupakan nama lain dari gunung ini. 

rute menuju puncak
pict taken by Kris, edited by me

Saya berangkat dari Yogyakarta bersama 3 orang teman dengan sistem shared cost menyewa kendaraan pribadi untuk satu hari (24 jam) dan melakukan pendakian melalui Kledung.

Hari ke-1 (Pos 1 – Sunrise Camp)
Saya bersama teman-teman berangkat dari Yogyakarta sekitar pukul 16.30, perjalanan ditempuh dengan normal sekitar 1-2 jam menggunakan kendaraan pribadi. Karena kami berangkat pas weekend jadilah kondisi jalan lumayan ramai dan padat.

Sampai di basecamp sekitar pukul 19.00. Kami merapikan barang-barang yang akan dibawa, makan malam, dan kemudian melakukan registrasi ke basecamp. untuk berempat kami membayar biaya registrasi sebesar 65 ribu rupiah (10 rb per orang, 5 rb untuk sumbangan, 3 ribu untuk PMR - untuk sumbangan dan PMR bayar per kelompok) dan menitipkan identitas (KTP) dan cukup menitipkan KTP satu orang saja namun tetap mencatat nama-nama kami demi keselamatan. Pastikan ya jumlah bukti bayar yang 10 rb per orang jumlahnya sesuai dengan jumlah orang, karena kami kemarin ber empat hanya diberikan bukti bayarnya 2 orang, jadi kalau ada apa-apa kita tidak punya bukti untuk claim).

Pukul 20.00 kami menuju Pos 1 dengan menggunakan jasa ojek sampai ke pertengahan pos 2. Kami sempat bertemu dengan beberapa pendaki yang berjalan kaki yang akan naik ataupun turun. Perjalanan ojek ini sekitar 20 menitan. Waktu itu HP saya sempat ketinggalan di tempat makan, sehingga saya harus kembali lagi, untungnya masih dekat-dekat dengan basecamp dan motor bapak ojeknya bermasalah, jadilah kerumahnya dulu untuk ganti motor dan ini lumayan memakan waktu.

Pukul 20.45 kami memulai perjalanan kami menuju Pos 2, kami tempuh sekitar 35 menit atau sekitar pukul 21.20 kami tiba di Pos 2 namun saya dan teman-teman tidak berhenti dan lanjut ke Pos 3.

Dari Pos 2 ke Pos 3 ditempuh sekitar 1,5 jam atau kami tiba sekitar pukul 22.50 dan kami sempat beristirahat sebentar di Pos 3 kurang lebih 10 menit. Di pos ini saya lihat tenda-tenda sudah memenuhi semua area camp sampai ke jalur-jalur miringnya.

Pukul 23.05 kami lanjutkan ke Sunrise Camp. Pukul 23.20 saya dan teman-teman tiba di Sunrise Camp dan wooooooow penuh sekali dengan tenda-tenda pendaki, lumayan lama kami mencari-cari tempat mendirikan tenda namun tidak dapat tempat yang aman, akhirnya memutuskan mendirikan camp persis sebelah plang tulisan Sunrise Camp, karena hanya di tempat itu yang tanahnya datar.

Sunrise Camp, salah satu tempat camp yang bisa lihat sunrise/sunset
pict taken by Younkie

Pada malam hari, dari pos ini kita bisa menyaksikan tenda-tenda yang indah bertebaran di Pos 3 dengan lampu dan warna tenda yang bermacam-macam.

Selesai mendirikan tenda, kami masak, makan dan have a nice dream......

Hari ke-2
Kami bangun pukul 04.30 cuaca di luar cukup dingin sampai tenda kami berembun. Pukul 05.10 saya melihat sang mentari menyinarkan wajahnya. Sambil masak-masak saya dan teman-teman pendaki lainnya menikmati sunrise yang indah dari tempat ini.

Pukul 06.00 kami berangkat menuju puncak, perjalanan kali ini saya lalui dengan cukup santai, sembari menikmati pemandangan indah Gunung Slamet dan Sumbing, selian itu jalur menuju puncak berupa bebatuan berpasir dan menanjak membuat nafas saya ngos-ngosan karena lama tidak trekking dan olahraga :)


biar kekinian kayak gen-x :)
pict taken by Younkie

Pukul 08.00 kami sampai puncak dan mengambil beberapa photo. Selain menikmati pemandangan alam dan kawahnya yang kering, saya juga memperhatikan pemandangan takjub yang belum pernah saya lihat sebelumnya di puncak selama saya mendaki gunung. Jumlah pengunjung, yah jumlah pengunjung gunung saat itu lebih dari 200 orang dan saya lihat masih banyak dibawah yang belum sampai puncak. Ramai sekali untung saja puncak gunung ini cukup luas.

ga afdolll kalau ga photo keluarga di puncak :)

Pukul 09.00 kami memutuskan turun dan perjalanan lagi-lagi dilakukan dengan santai, karena turunannya sangat tajam, berkerikil, bebatuan dan berpasir sehingga harus hati agar tidak terpeleset dan debunya tidak kena ke pendaki di belakang atau di depan saya. saat turun saya dan teman-teman sempat berhenti beberapa kali untuk berphoto dibeberapa spot. Saat itu cuaca sangat cerah sehingga pemandangannya sangat cerah.

jalur turun ditemani pemandangan cerah nan indah

Sekitar pukul 11.00 kami sampai di Sunrise Camp, karena lelah saya dan teman-teman sempat tidur sebentar. Kemudian dilanjutkan masak, makan, dan berkemas untuk turun.

salah satu rute naik

Sekitar pukul 13.30an kami turun menuju basecamp. Pukul 15.35 kami sampai di basecamp, lanjut ke tempat pendaftaran untuk lapor bahwa kami sudah turun.

photo dulu di pintu rimba alias pintu masuk sebelum pulang

Pukul 16.00 mobil yang menjemput kami tiba, and I am coming Yogyakarta.
Feeling tired, thanks buat pengalamannya hari itu Tuhan dan terima kasih buat Kris, Diki, dan Yongki.

See you in the next trip ya guys......

Comments

  1. Mb mei ini pengalaman jelajah alamnya keren bingitt...saluut...mendaki gunung memang melatih mental ya mb..tidak takut menghadapi tantangan hidup...💪💪

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih belajar ko Mba Sapti :) betul Mba naik gunung bikin kita jadi cewek super duper mandiri

      Delete
  2. Aku suka salut sama cewe pendaki gunung. Aku sendiri pengen bertualang kayak mbak mei. Menjelajah, menikmati proses dlm perjalanan. Mensyukuri ketika telah sampai di puncak. Mantap dah

    ReplyDelete
  3. Wah seru abis petualangannya mbak. Berbaur dengan alam.strong banget yah dirimu 😍😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihhhi masih belajar ko Mba, yuk barengan pergi

      Delete
  4. Wow luar biasa Mbak. Senangnya sudah sampai Sindoro

    ReplyDelete
    Replies
    1. belom kayak Mba Dian udah sampai ke rumah Allah, doakan secepatnya ya :) aamiin allahuma aamiin

      Delete
  5. Perjalananmu seru banget mbak. Selain itu dokumentasinya (dan tentu editingnya) juga kereennn...

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru banget Mba tapi urusan photo mah zero banget masih belajar :)

      Delete
  6. Aku selalu pengin punya kesempatan naik gunung. Tapi blm kesampaian. Ada maksimal usia ga ya utk pemula naik gunung?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo Mba Manda kita jalan bareng. ga ada Mba yang penting semangatnya yang tinggi, teman2ku banyak yang sudah di atas 50 tahun, bahkan saat mendaki di gunung luar mereka usianya udah mencapai 70an aja masih daki Mba, jadi aman yuk :)

      Delete
  7. Ahhh.. saya jadi kangen naik gunung.
    Sayangnya sekarang saya udah ga kuat lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo Mba kita nanjak bareng lagi, pasti bisa heheheh

      Delete
  8. Haduh haduh haduhhh
    Poto-potonya
    Bikin mupeng maksimallll

    Seumur hidup belum prnah daki gunung nih
    Kira-kira untuk emak-emak hampir 40 tahun negini
    Masih bisa gak ya? 🙈
    (innaistantina)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa banget Mba Inna, teman2ku banyak yang udah di atas 50 tahunan. temen2 saya dari Jepang malahan udah 70 tahunan masih suka daki Mba, kakek nenek tangguh bawa kerir sendiri lagi :)

      Delete
  9. mantap kalo ngeliat mba mei berani menjelajahi gunung-gunung di indonesia (dan luar negeri!) rasanya ngiri tapi apa daya di gunung ga ada ojek, kalo pegel harus sabar

    ReplyDelete
  10. Sindoro, salah satu gunung yang ingin saya datangi. Kira-kira saya sanggup sampai atas gak ya kalau ke Sindoro. Hasrat mendaki gunung menggebu tapi baru ke Bromo doang, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa Mba yang penting semangatnya, pasti bisa heheheh banyak ko yang udah emak-emak ke sana bawa babynya gitu, duuuhhh malah saya yang iri hehehehe

      Delete
  11. seru ya mbak, tapi kalau perginya sama cowok semua gitu, kita suka dibedakan ga sih mba? atau diperlakukan sama kayak cowok juga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. tergantung, kalau yang udah kenal aku biasanya disamain karena bisa jadi kaki aku lebih cepet dari mereka hahahah, kalau belom kenal diistimewakan karena dianggap cewek2 feminim yang baru naik gunung heheheh

      Delete
  12. Paling fun bisa jalan2 berpetualang kayak gini dengan teman2 yang suka berpetualang ya, mungkin kalo buat family dengan anak kecil harus menunggu sabar hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak yang bawa family gitu mba, anak2nya masih kecil2 di bawah 5 tahun

      Delete
  13. Wah jadi ingin hiking lagi nih udah lama ga pernah hiking

    ReplyDelete
  14. salut banget aku sama kamu lho, beneran mandiri, wanita berani dan perkasa hehehe... btw, kegiatan naik gunung memang sebaiknya bisa dilakukan sesekali sebagai wujud rasa syukur

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih, suka berpetualang aja mba heheh

      Delete
  15. ya ampun mbak kamu berani banget naik ke gunung sindoro cewe sendirian lagi satu tim tuh, salut aq !! gunung sindoro lagi happening yah temen2 aq juga yang pecinta alam banyak yang menggagendakan kesana dan memang luar biasa banget yah alamnya bagus banget.. ditunggu cerita next tripnya yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. siapp ditunggu ya mba tulisna berikutnya hehehe

      Delete
  16. yaampun mba salut banget!! pengalaman menarik ya bisa naik gunung tuh, aku cuma naik bukit(?) aja udh seneng ngerasa bangga hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehheh abisnya nagih kalau udah sekali mba, coba deh jangan ke bukit aja hehehe

      Delete
  17. Wow mba mei super woman banget ya 😄, aku jg ony temen cewe yg hobi hiking, aku rekomendasiin manjat gunung sindoro ah 🤭

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheeh wajib strong kalau ga ditinggalin mulu sama mereka ehehhe

      Delete
  18. Keren kamu, Mei, salut aku sama perempuan yang duka naik gunung.
    Aku sering dengar cerita tentang gunung Sindoro ini, tapi nggak pengen ke sana :)

    ReplyDelete
  19. baca ini saya bayangin apa saya kuat di gunung selama 2 hari? pastinya saya bakal sering mengeluh yak. hihi...kamu kuat...hebat

    ReplyDelete
  20. mba itu ketinggalan hp tapi aman yah? duh suka mupeng deh kalau ada acara naik gunung begini hebat mbanya kuatan

    ReplyDelete
  21. Pemandangan dari atas gunung sindoro begitu bagus dan bikin aki tertarik mau ikutan juga mba hehe

    ReplyDelete
  22. dengan membaca tulisan kakak ini aku jadi tambah semangat pengen nyoba melakukan pendakian tapi dengan temanku yang sudah ahli juga.. karena pengetahuan tentang keselamatan dan track mendaki adalah kunci utama perjalanan yang aman untuk mendaki ya kak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat ayo, betul hati2 kalau pilih temen buat naik gunung

      Delete
  23. MasyaAllah keren kak
    Selamat sudah menaklukkan sindoro
    Banyak sekali rasa syukur ya kak ketika sampai di atas. Senangnya muncak.
    Bikin versi mobile dong tampilan blognya kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya siap mba tar aku ubah ini maish busy2 kerjaan, makanya tulisanpun ga rilis2 heheheh

      Delete
  24. Wah hebat kamu mba bisa naik ke puncak sindoro. Aku ngga sanggup deh naik ke gunung

    ReplyDelete
  25. Perjalanannya keliatan seru sekali Mbak. Selalu salut deh sama perempuan yang jago naik gunung, kalau saya mah karena dasar fisiknya lemah jadi angkat tangan deh kalau diajak naik Gunung. Naik bukit aja udah ngos-ngosan, hehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Gunung Kerinci, Pesona Gunung Tertinggi Di Sumatera

Siapa yang tak mengenal Gunung Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kerinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia. Beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Oktober 2013, pada saat musim cerah.

Gunung Kerinci,yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe strato vulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Makin bikin penasaran niy gunung tertinggi di Sumatera ini.

Hari ke-1 Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha…

Stonehenge Cangkringan, Wisata Millenial di Jogja

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia, apalagi destinasi wisata millenial.

Nah salah satu destinasi wisata millenial yang ada di Jogja adalah Stonehenge Cangkringan, belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris, cocoklah buat tempat wisata millenial.


Untuk menuju Stonehenge Cangkringan, saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum…

Bermain Dengan Ubur-Ubur Jinak di Pulau Derawan

Kepulauan Derawan tidak hanya dikenal di Indonesia saja tetapi juga di mata dunia bahkan berdasarkan informasi dari webnya kaltimprov.go.id tahun 2005 dicalonkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO karena taman bawah lautnya yang sangat mempesona. Kepulauan ini terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Bandara Berau dan Tarakan menjadi titik awal untuk menuju kepulauan ini. Kepulauan Derawan terdiri dari 31 pulau termasuk didalamnya yang sangat terkenal adalah Pulau Derawan (terkenal dengan penyu-penyu besarnya), Pulau Kakaban (terkenal dengan ubur-ubur jinak), Pulau Sangalaki (terkenal dengan Manta Ray) dan Pulau Maratua (terkenal dengan resort-resort bagus seperti di Maldives). Sangat beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Maret 2013 di musim yang sangat cerah.

Saya memutuskan menggunakan jasa travel mengingat biaya untuk sewa boat sangat mahal dan saya mengambil paket selama 4D3N. Saya menggunakan pesawat menuju Bandara Tarakan, dari Bandara Tarakan saya dij…