August 30, 2018

Bukit Raya, Bukit Perjuangan di Pulau Borneo (The Last Part)


Hari ke-6 (Pos 7 Bayangan – Rantau Malam)

Pukul 06.15 pagi kami sudah memulai perjalanan untuk turun ke Rantau Malam. Sekuat tenaga kami berjalan untuk sampai ke basecamp.

suasana santai saat pulang, istirahat sambil dengerin cerita Bapak-Bapak Porter


Saya bersama porter dan beberapa teman lainnya berjalan turun dengan kondisi santai. Karena ada teman yang maagnya kambuh.

Pak Sardin dan Pak Yaqub, 2 dari 6 porter hebat yang jagain kami, terima kasih Bapak

Kami sempat berisitirahat di  4Pos 3 Hulu Menyanoi dan memasak. Kami juga sempat istirahat cukup lama di Korong Hape sambil menunggu ojek yang lewat. Setelah menunggu lama akhirnya ada ojek yang lewat dan kami sempat berhenti makan di pos ojek tempat sungai kami menyebrang sebelum menuju Rantau Malam. Pukul 09.10 malam kami baru sampai di Desa Rantau Malam.

suasana ritual adat setelah pendakian, muka-muka lelah dan ngantuk
pict taken by Om Maw

Setelah kami rapi-rapi dan kumpul semua, langsung diadakan ritual adat penutup sebagai ucapan syukur jika kami pulang dengan selamat. Kemudian dilanjutkan dengan packing dan istirahat.


Hari ke-7 (Rantau Malam – Pontianak)

Pukul 08.30 pagi kami memulai perjalanan menuju Sungai Serawai. Disinilah serunya. di penghujung kemarau, arus sungai sangat kecil dan dangkal, jadilah kami (team cowok sih ehhehe, perempuan nangkring cantik aja di atas perahu heheheh) harus dorong-dorong tuh klotok, tidak hanya sekali tapi berkali-kali.

karena airnya surut dan dangkal, jadilah dorong-dorong klotok sampai nemu sungai yang dalam

Belum lagi mereka harus berjalan menyusuri sungai, karena klotoknya tidak sanggup membawa beban berat, ya karena kondisi arus airnya yang kecil dan dangkal.

keseruan dorong klotok, kapan lagi kan :)

klotoknya ga bisa nahan beban, terpaksa ya anak cowoknya harus menyusur sungai :) ganbatte 

Kami tiba di Sungai Serawai sekitar pukul 03.20 sore. Pukul 03.35 sore kami lanjutkan perjalanan menuju Nanga Pinoh dengan menggunakan speed boat. Mengejar Damri pukul 07.00 malam, speed boat berjalan lebih cepat.

pemandangan sungai yang jernih dan pohon-pohon rindang sepanjang melewati Sungai Jelundung


pemandangan lainnya, kapal-kapal sedang bersandar di bahu sungai

pemandangan lain, warga sedang mencari ikan
ada juga menambang emas di sungai ini
Pukul 06.55 malam kami baru sampai ke dermaga Sungai Serawai. Sementara kami masih harus menggunakan angkot untuk menuju ke Terminal Nanga Pinoh tempat Damri yang akan mengangkut kami. Sayangnya kami sampai di sana sudah tidak ada satupun bus menuju Pontianak termasuk Damri.


narsis dulu on klotok ya guys, perjalanan masih berjam-jam
pict taken by Om Ihsan

susah dapat full teamnya :)

Dibantu oleh Bapak Supir Angkot yang mengantar kami dari dermaga, kami diantar ke salah satu agen bus yang tidak jauh dari terminal. Ternyata penumpangnya hanya kami saja, jadilah penguasa bus yang bebas mau pakai kursi mana saja.

Sekitar pukul 08.10 malam kami melanjutkan perjalanan menuju Terminal Soedarso Kota Pontianak.

Dan kami tiba pukul 03.50 pagi. Istirahat sejenak di terminal ini dan kami berkemas untuk kembali kekotanya masing-masing. Saya sendiri pamit duluan karena masih harus melanjutkan perjalanan ke kota lainnya sementara lainnya masih akan berkeliling city tour  and culinary di Kota Pontianak.


photo sebelum kembali ke kota masing-masing, see you next trip guys, thanks buat keseruannya

Terima kasih Tuhan sudah memberikan kesempatan untuk kembali melihat keindahan dan keajaiban negeriku. Perjalanan yang sangat melelahkan namun memberikan pengalaman yang sangat luar biasa yang tidak semua orang bisa mendapatkannya.

Lagi-lagi mengingatkan saya jangan pernah menilai sebuah perjalanan hanya menghabiskan uang tapi lihatlah pengalaman berharga yang kita dapatkan.

See you next trip guys……..


Tips and Trik
  1. Cek tiket jauh-jauh hari ya biar dapat harga tiketnya murah J
  2. Untuk tiket Damri bisa book lebih awal ya untuk jaga-jaga dan datang lebih awal karena keberangkatan hanya 1 kali pukul 07.00 malam, jangan sampai ketinggalan
  3. Bagi yang punya penyakit, bawalah obat-obatan jangan sampai ketinggalan, biar kalau kambuh ada obatnya.
  4. Gunakan perlengkapan gunung yang aman untuk diri sendiri
  5. Bawalah bahan untuk penangkal pacet, kalau mereka menempel ya. Kalau tidak menggangu jangan diganggu.
  6. Kalau tertinggal damri, bisa menggunakan bus yang ada di agen-agen sekitar terminal.
  7. Sediakan waktu lebih panjang, agar dapat menikmati keindahan alam di gunung ini, normalnya katanya 6 hari untuk mendaki gunung ini. Kami kemarin hanya 3 ½ hari sehingga cenderung terburu-buru dna tidak dapat menikmati keindahan alamnya.
  8. Pastikan booking klotok dan speed boat jauh-jauh hari, jangan dadakan pas hari H
  9. Pastikan memahami dan mematuhi peraturan-peraturan yang dibuat oleh TNBBBR dan aturan adat dari Desa Rantau Malam
  10. Di Desa Rantau Malam ini dikembangkan dengan sistem Community Based Tourism (CBT) bahwa semua pengelolaan homestay dan porter dikelola dengan sangat baik oleh warga sekitarnya. Yang salah satu peraturannya adalah setiap 2 orang pendaki wajib menggunakan porter dan jika pendakian kurang dari 6 hari tetap bayar porternya 6 hari. Ini hanya sebagai informasi agar teman-teman pendaki bisa mempersiapkan biaya yang akan dikeluarkan.
  11. Persiapkan uang cash sedari awal, agar tidak kesulitan pada saat membutuhkan uang, karena dari Nanga Pinoh, kita tidak bisa menemukan lagi ATM.
  12. The last but not least and the most important is siapkan fisik dan mental sebelum mendaki, karena perjalanan mulai bandara sampai puncak gunungnya cukup panjang yang membutuhkan fisik dan mental yang luar biasa juga.

Budget
Boleh japri ya kalau ada yang butuh detail budgetnya.

Salam travelling, hope will be usefull for your trip :)


50 comments:

  1. Ritual adat penutup itu bentuknya gimana Mbak?.😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. upacara Mba, nanti ada potong ayam juga slaah satu ritualnya, sebagai rasa syukur bahwa kita telah pulang dengan selamat :)

      Delete
  2. Ritual adat penutup itu bentuknya gimana Mbak?.😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. upacara Mba, nanti ada potong ayam juga slaah satu ritualnya, sebagai rasa syukur bahwa kita telah pulang dengan selamat :)

      Delete
  3. Yang pasti butuh fisik dan mental yang luar biasa jika mau menikmati petualangan ke alam ya mba 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul Mba harus mampu mengukur kemmapuan kita agar tidak merepotkan orang lian juga

      Delete
  4. Wih seru jalan-jalan mulu,,,
    eh ya mbak, kalau aku baca di beebrapa travel blog lain ada yang mencantumkan budgeting dalam suatu perjalanan. jadi nggak apa-apa kalo mba mey share budgetnya di dalam blog post...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya nanti aku coba masukan lah ya biar jadi informasi buat teman2 lainnya

      Delete
  5. Wah perjalanan di sana cukup menantang juga yah. Tapi kalau suguhannya suasana alam yang jarang ditemui saat di kota kayak gitu, ah... rasanya lelah pun tetap akan hilang dan perjalanan juga terasa worthy :')

    ReplyDelete
  6. Wah, keluar masuk hutan dirimu mba. Beruntung banget bisa menjelajahi Indonesia mba. Kalimantan emang banyak sungai. Satu hal yang bikin aku ciut nyali. Ketika harus mengarungi sungai dengan naik klotok. Sungainya besar-besar soalnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya lumayan ya bikin syok 12 jam di sungai hehehe

      Delete
  7. Seruuu.. seruu.. seruu.. Tantangannya pasti banyak yaaa.. Tapi pasti juga puasss rasanya :)

    ReplyDelete
  8. Asyik banget nih bisa berpetualang di alam yang masih alami. Stamina harus prima ya

    ReplyDelete
  9. Sensasi jelajah alam bebas, keluar masuk hutan, melintasi sungai dan tracking lainnya, duluu aku pernah memimpikan petualangan seperti ini.

    ReplyDelete
  10. Wah lagi2 asyik banget perjalanannya mbak Mei. Btw, itu semua teman2 rombongan ya mbak... Kisahnya selalu asyik untuk dibaca 👍

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya Mba temen satu rombongan, terima kasih Mba

      Delete
  11. Dari dulu kepengen banget menjelajah alam Kalimantan dan belum kesampaian. Semoga kelak semesta membawa saya ke tempat ini. Nggak harus naik ke Bukit Raya sih, cukup main-main ke Tanjung Puting saja hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya seru Mba di sana, cobalah ke Tanjung Puting nanti bisa menikmati ramang2 malam hari dan tidur di atas klotok

      Delete
  12. Seru sekali, bagian sungai yg dangkal itu ngakak. Hehe. Tapi ga ada hewan sungai nya ya mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga ada Mba so far aman karena memang sungainya tempat aktifitas masyarakat sana

      Delete
  13. Aaah akhirnya bisa membaca proses perjalanan nya yanglluar biasa, selama ini tau nya kan di ig puncak nya aja tau-tau indah ternyata luar biasa ya perjalanannya. Keren banget dirimu

    ReplyDelete
  14. Wah keren banget mba seneng ya bisa punya pengalaman seru gini

    ReplyDelete
  15. Aku hanya bisa memandang keindahannya dari foto. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tak apa-apa dipandang dulu tar baru ke sana hehhe

      Delete
  16. Seru ini mba jadi banyak cerita pengalamannya asyik aku jadi pengen nih kalau anak-anak dah gede hehhee...

    ReplyDelete
  17. Wah asik banget main ke alam, ini lagi jelajah hutan atau naik gunung kak? Seru banget ya di Borneo gak kebayang gimana hutannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini naik gunung sekaligus jelajah hutan mba Latifah hehehe

      Delete
  18. Trip begini tu sekaligus menguji kekompakan kita ya mbak, kalau teman tripnya ga asik pasti kerasa banget di sana ya mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mba makanya harus milih2 kalau ke sana

      Delete
  19. aku langsung terpukau sama sungainya, lebar dan jernih banget airnya mba, ya ampun langka dong di Jakarta sungai kaya begitu

    ReplyDelete
  20. waah akhirnya sampai juga nih di last part, semua lelah nya terbayar ya kaak.. rasanya udah lama bgt ga trip naik gunung / bukit gini, pengen deh jadinyaa..

    ReplyDelete
  21. Seru banget mba bisa main ke pulau borneo, ku ingin banget ke sana, pengen cobain dorong n naik klotokny juga wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. capek mba ga sanggup lebih enak nahan rindu hehehehe

      Delete
  22. Waah tempatnya masih alami dan asri yaa Ka, duh jadi kangen udah lama aku ga hiking lagi hihi

    ReplyDelete
  23. Tempatnya cocok banget nih kayaknya buat menyendiri dan merasakan indahnya alam sekitar

    ReplyDelete
  24. Pesan yang terakhir beneran banget, janganlah menilai suatu perjalanan dari banyaknya budget yang dihabiskan justru pengalaman dan prosesnya selama perjalanan itu yang penting ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya betul banget mBa, pengalaman itu lebih mahal dari apapun

      Delete
  25. iya donk yg cowok yg dorong2 perahu. itu perjuangan hidup namanya. wkwkwk. seru banget sampai di hari ke-7 masih kerasa serunya

    ReplyDelete