August 25, 2018

Bukit Raya, Bukit Perjuangan di Pulau Borneo (Part 2)

Hari ke-3 (Desa Jelundungan --> Rantau Malam --> Korong Hape --> Pos 4)

Pukul 06.00 pagi kami berangkat ke Desa Rantau Malam dengan menggunakan jasa ojeg. Perjalanan sekitar 25 menit dengan kondisi jalan yang sangat wow, offroad, melewati hutan dan beberapa jalan yang masih rusak berlobang, untungnya musim kemarau jadi tanahnya cukup kering, namun tetep aja ngeriiiiii dan bikin deg-degan.

Pukul 06.30an pagi kami sampai di Desa Rantau Malam. Kami langsung diarahkan ke Homestay milik Pak Jaka untuk melakukan ritual adat sebelum melakukan pendakian. Sekitar pukul 09.00 pagi kami melakukan ritual adat yang dipimpin oleh ketua adat saat ini.


salah satu ritual adat yang dilakukan oleh ketua adat sebelum melakukan pendakian ke Bukit Raya

Setelah selesai ritual adat dan menerima wejangan sebelum melakukan pendakian, pukul 10.00 pagi kami berangkat menggunakan ojek menuju Korong Hape. 

Perjalanan menuju Korong Hape ini cukup menguras adrenalin. Bagaimana tidak, kami harus melewati sungai, jadi kami harus turun dulu dari motor dan menyebrang sungai untungnya lagi musim kemarau, jadi airnya hanya selutut.

turun dari motor dulu buat nyebrang sungai dulu sebelum ke Korong Hape

Dilanjutkan dengan melewati tanah liat dengan tanjakan dan jalan yang wow sekali deh. Offroad lagiiiiiiii…. Sampai saya harus turun dari motor karena takut jatuh untuk beberapa spot karena seram liat jalanannya yang banyak berlubang.


salah satu jalur offroad menuju Korong Hape
pict taken by Om Ihsan

Pukul 11.00 siang sampai di Korong Hape. Kenapa disebut Korong hape, karena di tempat ini, teman-teman bisa mendapatkan sinyal, namun providernya hanya yang berwarna merah saja.


santai sejenak di Korong Hape sambil nunggu teman-teman lain
pict taken by Om Ihsan

Dari Desa Rantau Malam, ada 2 jalur pintu masuk untuk memulai pendakian menuju Bukit Raya, bisa dari Korong Hape atau melalui Pos 1 Batu Lintang. Jadi Korong Hape bukanlah Pos 1 tapi menurut porter-porter Rantau Malam, jalur ini dianggap lebih aman dan cepat karena dari Korong Hape kami tidak melewati Pos 1 dan Pos 2, jadi langsung ke Pos 3.
Setelah menunggu semua berkumpul, akhirnya pukul 01.20 siang, kami memulai pendakian dari Korong Hape untuk menuju pos 4 Sungai Mangan.

Pukul 03.20 kami sampai di Pos 3 Hulu Menyanoi di pos ini juga teman-teman dapat menemukan aliran sungai, hanya ambil beberapa photo kami lanjutkan perjalanan menuju Pos 4. Kondisi jalan dari Korong Hape menuju Pos 4 masih dalam kondisi aman, hitungannnya masih datar, hanya sedikit saja jalan yang turun naik.

kondisi jalan masih terlihat nyaman alias datar menuju sampai menuju pos 4

Pukul 4.40 sore kami sampai di Pos 4 Sungai Mangan, di pos ini pendaki dapat menemukan aliran sungai yang sangat jernih yang hanya berjarak 2 atau 3 meter saja dari tempat mendirikan tenda, jadi kami leluasa dalam memasak air. Di pos ini tenda hanya dapat didirikan 4-5 tenda saja karena memang areanya tidak terlalu luas.

Saya dan beberapa teman yang datang paling duluan, akhirnya mendirikan tenda dan memasak. Sepanjang naik gunung, pertama kalinya saya tidak perlu menggunakan jaket bahkan tidurpun kami tidak perlu menggunakan sleeping bag karena udara di tempat ini cukup hangat. Setelah teman semua berkumpul, kami makan bersama dan beristirahat untuk perjalanan besok.

Hari ke-4 (Pos 4 --> Pos 7 Bayangan)

Pukul 06.40 pagi kami sudah siap untuk melanjutkan perjalanan. Jalanan masih terhitung datar, hanya beberapa meter sebelum sampai ke Pos 5 Hulu Rabang, jalanan mulai turun dan agak curam.
Pukul 09.05 pagi kami sampai di Pos 5 Hulu Rabang, di tempat ini ada sungai yang sangat jernih, dan bisa mandi kalau tahan dengan dinginnya. Kami sempat masak-masak juga di tempat ini dan bisa mendirikan tenda juga bagi yang ingin ngecamp di sini.


ada pos 5 Hulu Rabang ada sungai yang lumayan besar dan bisa mandi :)

sungai yang kami lewati saat di pos 5, jernih sekali dan adeeeemmmm

Pukul 10.10 pagi kami melanjutkan perjalan kami, menuju pos 6 Hulu Jelundung, jalanan mulai menanjak. Pukul 12.20 kami sampai di pos ini. Di pos ini juga masih bisa menemukan aliran sungai yang hanya berjarak 5 meter saja. Kami istirahat sebentar bikin kopi dan masak mie.

Pukul 02.05 siang kami melanjutkan perjalanan menuju Pos 7 Linang, Porter bilang kalau lokasinya tidak terlalu luas hanya cukup 3 atau 4 tenda saja. Sementara di depan kami ada kelompok pendaki lainnya, jadi bisa dipastikan bahwa kami tidak bisa ngecamp di pos 7. Akhirnya kami memutuskan untuk ngecamp di Pos 7 Bayangan. Sekitar ½ jam di bawah Pos 7.

Pukul 03.10 sore, saya dan beberapa teman sampai di pos bayangan ini, kami mendirikan tenda dan memasak. Di pos ini, ke tempat sumber air cukup jauh, sekitar 1 jam pulang pergi.

Masih sama dengan tempat camp pertama, udaranya cukup hangat, saya yang alergi dingin, bahkan hanya memakai kaos tipis tanpa jaket, begitupun saat tidur tidak menggunakan sleeping bag karena hawa udaranya masih hangat apalagi kalau sudah di dalam tenda. Setelah kumpul semua, kami makan dan beristirahat.
team lengkap sama porter, keceriaan saat menemukan makanan enak
masakan Om Ihsan, Om Maw sama Dimas yang katanya masakannya selalu "COZY" :)
saya tahunya delicious Dims :)
Hari ke-5 (Pos 7 Bayangan --> Puncak --> Pos 7 Bayangan)

Pukul 04.50 pagi kami sudah memulai perjalanan untuk summit. Pukul 05.15 pagi saya dan beberapa teman sudah sampai di Pos 7, ternyata betul areanya sempit. Istirahat sejenak dan pukul 05.30 pagi saya lanjutkan perjalanan menuju puncak.

Jalan yang harus kami lewati sangat panjang, naik dan turunan yang sangat curam bahkan beberapa spot ada yang kemiringannya 90 derajat, sehingga kami harus pegangan ke akar-akar dengan cukup hati-hati.

rutenya yang luar biasah menuju Pos 7, merayap dan merangkak
pict taken by Om Maw

Mendekati ke arah puncak, hutan berlumut mulai nampak dan banyak pohon-pohon dan akar-akar yang rindang.


hutan lumut dan pohon-pohon yang rendah, jadinya harus nunduk-nunduk jalannya
pict taken by Om Maw

Sehingga nampak beberapa spot terbentuk seperti gua dan kami harus melewatinya dengan merundukan badan.


hutan lumut, salah satu rute yang harus dilewati menuju pos 7
boleh naikin puunnya atau merangkak buat lewatin pohon-pohon ini
pict taken by Om Maw
yang ini harus sampai bergelantungan :)
pict taken by Om Maw
ada juga rute yang miringnya kayak begini :)
pict taken by Om Maw
Dari awal perjalanan saya melihat hasil kerja Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya membuat papan petunjuk mengenai jarak. Mendekati arah puncak, saya mulai ambil peduli dengan papan-papan petunjuk jarak tersebut. Saya menghitung setiap seratus meter perjalanan saya, Setidaknya saya tahu, bahwa rute yang panjang dan melelahkan sedikit demi sedikit berkurang. Di 1000 meter terakhir terasa berat buat saya karena sudah kehabisan air dan dengkul mulai terasa lelah. Namun di 500 meter terakhir papan petunjuk jarak tersebut dihiasi dengan tulisan-tulisan pemberi semangat yang lumayan membantu semangat saya kembali J, kreatif juga ya taman nasionalnya.


semangat ya 100 meter lagi menuju puncak
pict taken by Om Maw
Akhirnya setelah 6 jam perjalanan lebih, pukul 11.05 siang, saya dan beberapa teman sampai ke puncak. Sambil menunggu yang masih di belakang, kami istirahat dan ambil beberapa photo.
full team, family picture, the power of tripod
congrat guys

Pukul 12.40 siang, kami melanjutkan perjalanan turun. Saya bersama 2 orang turun dengan mencoba berjalan santai. Sampai ke Pos 7 Bayangan sekitar pukul 06.20 malam. Karena rute turun sama saja dengan rute pada saat naik, menanjak dan turunan ditambah dengkul kami sudah cukup kelelahan L

61 comments:

  1. Nah lebih mantap kopi dan pisang girengnya juga mantap

    ReplyDelete
  2. sayangnya ga da yang bawa pisang goreng ya Om Maw, besok-besok diagendakanlah ya :)

    ReplyDelete
  3. Wah, Ketinggalan part 1 nya nih.. Harus mundur ke part satu dulu biar bisa lebih menikmati jalinan ceritanya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. heeheheh part I serunya mengarungi perjalanan darat dan sungai selama 21 jam heheheh

      Delete
  4. Saat nonton film Negeri Dongeng yang bagian pendakian ke Bukit Raya ini saya sudah geleng2. Gunung yang tidak terlalu tinggi tapi hutannya masih sangat lebat dan menguras tenaga. Membaca cerita ini lagi2 bayangin sensasi capeknya kaya apa. Tapi pasti seru banget ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pake banget, perjalanannya mencapai 21 jam sebelum ke kaki pendakian

      Delete
  5. Liat dari foto-fotonya, medannya "wow" banget ya mb. Sampai perlu gelantungan gitu :)

    ReplyDelete
  6. aku merasa amazing banget mbak baca ceritamu, seru yak medannya, tapi kalo aku wah mungkin enggak mampu, hahahaa

    ReplyDelete
  7. strong banget mba mei! as always i admire you!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks Agi, you too, selalu bikin aku kagum bagaimana kamu menulis

      Delete
  8. Wouw, 5 hari untuk sampai ke puncak bukit raya. Ngebayangin serunya pendakian gunung seperti Bukit raya yg banyak pepohonannya.

    ReplyDelete
  9. Keren. Penuh perjuangan ya mbak dirimu untuk naik ke atas... Tapi semua terobati dengan keindahan yg ditawarkan .😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, tak ada kesuksesan dengan jalan yang mudah biar nikmatnya disyukuriq

      Delete
  10. Wah jalanan selama pendakian lumayan menegangkan ya :D tapi pasti terbayar dengan serunya bisa bersama teman-teman

    ReplyDelete
  11. Wah seru banget. Ini sih pengalaman yang gak akan bisa dilupain sih.. trakhir nya ada makan makan pula.. lelah ny pasti terbayarkan deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. makan paling ditunggu-tunggu deh pokoknya

      Delete
  12. baru aja mau nanya disana susah sinyal nggak hahahaa ternyata cuma ada di Korong hape aja ya mbak, itupun providernya hanya yang berwarna merah saja hahahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul banget mba cuman sampai post korong hape aja

      Delete
  13. Seru banget ya mba, dapat pengalaman baru sama teman-teman.
    Next ajak juga ya mba

    ReplyDelete
  14. wahhh seru banget sih, selalu pengen coba naik gunung lagi. tapi terhalang keraguan, karena kalau ragu - ragu mending ngga usah berangkat sama sekali. ;(

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehhe diyakinkan aja, ragu sama yakin beda tipis hehehe

      Delete
  15. keren banget!! btw mba boleh tau ritul ini fungsinya buat apa? aku selalu tertarik sama ritual kebudayaan gitu, ada maknanya tersendiri soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebagai bentuk kita minta izin ke tempat yang akan kita datangin, kepercayaan mereka semua tempat ada penjaganya, untuk keselamatan kita juga. dari kita sebagai pendatang ya tentu saja bentuk penghormatan terhadap budaya-budaya yang mereka miliki

      Delete
  16. Seru ya bisa petualang rame2 gini. Pengalamannya pasti ga bakal terlupakan ☺️

    ReplyDelete
  17. Sunpah seru bnget. Aku dr dulu denger kota borneo tuhkaya bakal tertantang bgt untuk wisata disana . Hwaa smg ada rezeki agar bisa berwisata ke borneo :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin mba, seru deh bikin nagih borneo itu

      Delete
  18. OMG liat fotonya aja aku udah sakit betis mba, tapi seru ya bisa berpetualang seperti ini pasti ketagihan deh. itu pulangnya ngga meriang mba hehehe

    ReplyDelete
  19. duh aku tuh ingin banget coba ramean berpetualang, pengalamannya itu loh gak terlupakan dan bisa diceritakan ke anak cucu lainnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya yang kita tanam hari ini akan menjaid sejarah buat anak2 kita

      Delete
  20. ini baru petualangan yg sesungguhnya. btw pas seberangi sungai, motornya gimana? dituntun lewat sungai jugakah?

    ReplyDelete
  21. Baca artikel dari mei berasa ikut bertualang, apalagi irt kayak aku jarang ke mana-mana, menikmati banget cerita pendakiannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe alhamdulillah kalau menikmati ceritanya heheheh

      Delete
  22. Mantappp banget petualangan ke borneo nya mbak, jadi pengen deh semoga bisa ada kesempatan melancong adventure kaya gini

    ReplyDelete
  23. Petualangannya seru nih Mbak, meski kalau saya diajang berpetualang seperti ini langsung angkat tangan duluan. Ku nggak sanggup naik bukit apalagi naik gunung, hehe cukup menikmati petualangan oranv lain saja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi kalau udah nyoba ketagihan loh mba heheh

      Delete
  24. waah asik dan seru banget nih kayanya yaaah, aku udah lama ga liburan atau pergi2 ke tempat jauh, jadi pengen juga hehhe

    ReplyDelete
  25. Duh, seru banget deh ih. Kujadi inget masa-masa kuliah lapangan dulu. Kangeeeeen. Huhuhu... kapan lagi ya kubisa masuk-masuk hutan dan naik gunung gitu. Walopun capek, bahagianya gak tertandingi. :D

    ReplyDelete
  26. Seru nyaaaa, ku jadi kangen masa dulu yang suka masuk - masuk hutan gini, seneng aja yah dulu tuh apalagi sama temen2, jadi kangen banget nih naik gunung.

    ReplyDelete
  27. sebagai IRT, saya ngiri. sebab saya belum pernag begitu. ini baru petualangan yg sesungguhnya. btw pas seberangi sungai, motornya gimana? dituntun lewat sungai jugakah?

    ReplyDelete
  28. Saat melihat foto offroadnya, aku jadi inget kapan hari ke Kabupaten Tanggamus di Lampung, saat akan berburu pelangi di Air Terjun Tirai. Waaahhh medannya kurang lebih sama, naik motor trail sampe deg-degan banget lhooo.. Tapi puas banget ya melakukan perjalanan yang menegangkan gini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. deg degan pas di sana pas lihat photo seru dan pengen lagi

      Delete
  29. Wah jalanan selama pendakian lumayan menegangkan ya :D tapi pasti terbayar dengan serunya bisa bersama teman-teman

    ReplyDelete
  30. Seru banget mba perjalanan ke bukit.. ku udah lama banget ga mendaki, kangen banget jadinya gara-gara baca ceritamu :D

    ReplyDelete
  31. Petualangannya seru nih Mbak, meski kalau saya diajak berpetualang seperti ini langsung angkat tangan duluan. Ku nggak sanggup naik bukit apalagi naik gunung, hehe cukup menikmati petualangan orang lain saja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheheh seru loh mba kalau udah sekali bikin nagih hehehe

      Delete
    2. heheheheh seru loh mba kalau udah sekali bikin nagih hehehe

      Delete