Skip to main content

Mendaki Puncak Poon Hill di Himalaya

Poon Hill adalah satu dari belasan puncak gunung yang berderet di Himalaya. Menjadi salah satu puncak gunung yang menjadi incaran banyak pendaki yang hanya punya waktu sedikit, karena hanya membutuhkan waktu pendakian 3-4 hari saja.

pemandangan dari puncak Poon Hill


Kathmandu – Pokhara

Perjalanan kami di mulai dari Kathmandu. Kami menyewa sebuah mobil menuju Pokhara yang merupakan kota terakhir sebelum melakukan pendakian dan berangkat pada sore hari. Kemudian kami lanjutkan ke Nayapul. Butuh sekitar 8-10 jam untuk bisa sampai ke tempat ini. Kami sempat singgah di beberapa tempat makan dan menikmati kopi khas Nepal karena udara Himalaya mulai terasa menyelimuti setiap sudut kota.

view sepanjang perjalanan menuju Pokhara

Kami tiba di Pokhara sekitar pukul 2 pagi dan menginap di salah satu hotel yang direkomendasikan oleh Ajun driver kami. Ternyata hotelnya masuk dalam rekomendasinya Trip Advisor. Pagi-pagi sekitar pukul 8 kami sudah checkout lagi dan siap-siap menuju Nayapul.



Nayapul adalah basecamp sebelum melakukan pendakian ke puncak Poon Hill yang terletak di Ghorepani Himalaya. Semua pendaki yang hendak ke Poon Hill atau ke ABC (Annapurna Basecamp) dengan lintas jalur akan melewati basecamp ini. Di basecamp Nayapul kamu juga bisa menitip beberapa barang jika merasa barang kamu kelebihan, seperti yang aku lakukan. Waktu itu aku membayar 20 ribu rupiah untuk sekitar 3 hari.





Nayapul – Birethanti – Hille - Uleri

Sekitar pukul 8.30 kami sudah sampai di Nayapul, melakukan packing ulang beberapa barang dan menitipkannya di basecamp Nayapul. Beberapa ratus meter dari basecamp ini terdapat pos masuk pengecekan izin masuk untuk menuju Poon Hill. Pukul 9.30 kami mulai melakukan trekking.




Sama seperti di Indonesia, nah sebelum melakukan pendakian ke puncak Poon Hill jangan lupa kamu sebelumnya harus mengurus izin masuknya dulu, kalau di Indonesia SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi), kalau di Nepal ini nama surat izin masuknya adalah ACA (Annapurna Conservation Area). Mudah ko mengurusnya.

tempat pengecekan surat izin pendakian

Setelah mendapatkan cap masuk dan berfoto, kami memulai trekking. Dari awal perjalanan sudah mulai naik, jalannya berupa bebatuan besar. Perjuangan dimulai. Namun perjalanan tidak begitu terasa karena udara sekitar di sini sangat sejuk dan melewati beberapa lodge, sehingga kalau lelah kita bisa berhenti untuk menginap atau makan. Perjalanan kamipun sangat santai, setiap kali ada lodge hampir selalu berhenti dan makan hehehe.

travel mate yang ketemu di bandara dan hotel

Untuk sampai menuju puncak Poon Hill, kita akan melewati beberapa pos yang biasa digunakan trekker untuk beristirahat atau makan yaitu Nayapul – Birethanti – Hille – Ulleri – Gorephani – Poonhill.

salah satu jalur menuju puncak Poon Hill


banyak sekali model jembatan kayak gini menuju Poon Hill
 
Berbeda dengan gunung-gunung di Indonesia, sepanjang jalan menuju puncak Poon Hill di Ghorepani Himalaya ini ditemukan beberapa penginapan dan tempat makan jadi bagi teman-teman yang lelah bisa istirahat dan berhenti untuk menginap dan makan. Rutenyapun sangat aman dan jelas karena memang jalur sampai Poon Hill merupakan jalur yang biasa digunakan warga untuk beraktifitas.


bertemu dengan trekker lainnya

Bahkan wifi sampai ke penginapan terakhir sebelum menuju puncak masih menyala kenceng. Jadi yang hobby upload-upload aman deh. Tapi membawa perlengkapan pribadi saja dan buat saya rasanya jaket dan sleeping bag wajib bawa karena udaranya dingin banget kalau mengandalkan selimut dari penginapan rasanya tidak cukup.

jalurnya kadang naik, turun, lurus, landai dan kadang lewatin sungai

Pukul 5 sore kami tiba di Uleri salah satu pos yang menawarkan keindahan view Himalaya disekelilingnya, hari sudah mulai gelap dan kami memutuskan menginap di pos Uleri. Penginapan di sini berkisar antara 50-100 ribu permalam dan bisa share cost dengan teman sekamar kita. Makananpun harganya cukup terjangkau antara 10-50 ribu tergantung apa yang ingin kamu makan. Bagi yang muslim jangan khawatir, karena mayoritas agama di Nepal adalah Hindu, jadi mereka tidak memakan bahkan membunuh yang bernyawa, jadi makannya bisa dipastikan halal, tapi tetap hati-hati ya.

salah satu penginapan di Poon Hill

Udara sudah mulai menusuk tulang belulang dan perut kami sudah kenyang, kami mulai tidur setelah mencoba menghangatkan badan dengan tungku api di ruang makan bersama para trekker lainnya, siapin fisik untuk perjalanan hari kedua menuju puncak Poon Hill yang berada di Ghorepani Himalaya.


Uleri – Gorephani

Pukul 9an setelah sarapan pagi kami mulai melanjutkan perjalanan menuju Gorephani. Rute inilah yang paling panjang sepanjang menuju puncak Poon Hill. Jalanannya menanjak dengan bebatuan yang sudah tersusun rapi seperti tangga. Sama seperti sebelumnya kami melakukan perjalanan dengan sangat santai.

pemandangan menuju Ghorepani gunung saljunya sudah mulai terlihat

Sepanjang perjalanan menuju Gorephani, pegunungan bersalju mulai terlihat, kami melewati beberapa hutan terbuka dengan pemandangan indah. Cuaca sangat panas waktu itu tetapi udara tetap sejuk. Sampai di Ghorepani sekitar pukul 5 sore, kami mencari penginapan yang mendekati pintu puncak dan kami menginap di lodge yang pemandangan belakangnya gunung bersalju.

setiap jalur tersedia air yang dapat diminum yang dikelola masyarakat
jangan lupa bawa tumbler ya, karena tidak ada yang menjual AMDK

Kami mengujungi tempat ini pada saat mendekati winter, musim perpindahan dari musim panas ke musim dingin, sehingga tidak begitu banyak pendaki yang datang ke puncak Poon Hill yang ada di Ghorepani Himalaya ini, sehingga cukup banyak pilihan penginapan. Informasi dari pemilik hotel biasanya musim winter sepi pendakian. Seperti biasa saat makan malam kita akan berkumpul dengan beberapa trekker dari negara lain dan tentunya mengobrol dengan mereka. Malam itu cuaca sangat dingin sampai -5 derajat, jadi aku dan teman-teman memutuskan tidur di ruang tamu karena ada tempat penghangat alami yaitu berupa pembakaran batu alam.

pintu masuk puncak Poon Hill

 
Puncak Poon Hill
Pukul 4 subuh kami sudah bangun dan siap-siap melihat sunrise di puncak Poon Hill. Jaraknya sekitar 30 menit dari penginapan untuk menuju puncak. Teman-teman cowok sudah pada duluan menuju puncak, sementara aku dnan teman-teman perempuan lebih banyak berhenti untuk foto-foto. Sampai pada akhirnya kedua teman perempuan memutuskan untuk menunggu di bawah karena kelelahan.


ratusan tangga menuju puncak Poon Hiill

saljunya sudah mulai turun

Di puncak Poon Hill di Ghorepani Himalaya terdapat sebuah menara pandang untuk mengambil foto dan melihat pemandangan indah sekitar gunung yang dihiasi salju. Ada tempat duduk untuk santai dan yang paling penting ada warung kopi dan teh yang dapat membantu menghangatkan badan karena suhunya lumayan dingin meski matahari bersinar.

Puncak Poon Hill




Setelah puas berfoto, kami turun dan kembali ke hotel dan berkemas untuk perjalanan berikutnya. Di sini kami mulai berpecah, ada yang pulang ke Indonesia, ada yang lanjut ke India, ada juga yang ke Singapore. Aku? pastinya melanjutkan petualangan seru ke puncak Annapurna Basecamp (ABC) dengan lintas jalur.



Penasaran kan pengen tahu aku bisa bertahan dan berlari-lari di hutan Himalaya sendirian selama berhari-hari karena ga ketemu orang? ditunggu ya…..

Miss you Annapurna Basecamp (ABC).....


Comments

  1. Saya tuh selalu takjub mengikuti kisah perjalanan Mba yg dah sampai di Hilamaya. Kalo kisahnya dibukukan keren nih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mba Rita, doakan ya jadi sebuah buku, aamiin

      Delete
  2. pengen banget kembali mengulang masa-masa hidup di alam bebas tapi nanti coba lagi bila bocil sudah lumayan besar dan bisa di tinggil. pengen juga kembali menjelajah tapi Indonesia aja saya biar cepet pulang hehehehh

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin ka, ayo semangat nanti jalannya sama bocil2nya

      Delete
  3. Seru banget,, mau ke Nepal deh, culturenya masih kental bgt

    ReplyDelete
  4. wah butuh kondisi fisik yang maksimal nih kalo mau mendaki puncak poon hiil di himalaya, melihat medannya juga wow... sepatu yang digunakan mungkin sepatu mendaki gunung yang sol-nya kuat

    ReplyDelete
  5. Cakep banget pemandangan dan harga makanan dan penginapan murah banget ya. Bahkan lebih murah dari papua.

    ReplyDelete
  6. jembatan goyangnya sukses bikin saya gemeter mba :) saya takut ketinggian soalnya hahaa apalagi kalau di tengah jembatan yang seperti itu huhuhuu salut sama mbak mei yg ga ada takut2nya

    ReplyDelete
  7. aku belum pernah hiking, rencana setelah pandemi pengen diwujudkan nih :D semoga bisa

    ReplyDelete
  8. Waaaaahhhh... ini keren banget mbak, ah aku tuh pengen banget ke Himalaya. Lihat beberapa perjalananmu untuk tracking tuh seru banget deh.

    ReplyDelete
  9. Can't waiiitt cerita berikutnya, gimana tuh Mba Mei bs bertahan di hutan selama berhari2...? Seneng banget ya udah sampe Poon Hill aja. Great!

    ReplyDelete
  10. Wah pengalaman yang sangat berharga sekali ya mbak, saya yang baca aja merasa pengen banget buat kesana huehehe

    ReplyDelete
  11. Entah kenapa kalau baca tulisan kak Mei tentang perjalanan mendaki Himalaya, aku tuh selalu keingetan sama novel Into Thin Air. Kayanya Poon Hill ini masih puncak yang terbilang nggak esktrem ya kak? Pemandangannya priceless banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga mba tapi memang udha di atas 3000an mdpl, stamina harus lumayan, sama dinginnya

      Delete
  12. Cakep banget mbak, Puncak Himalaya tertutup salju gitu ya...keren bisa sampai kesitu bikin mupeng aja euy tuk pergi kesana

    ReplyDelete
  13. Keren banget mbakk, pemandangannya bagus perjalanannya seru..jadi punya cerita utk diturunkan ke anak cucu kelak ya muehehe

    ReplyDelete
  14. Aaak seru banget udah sampai Nepal mendakinya. Dan takjub banget sama pemandangan puncak Himalaya-nya yang keren banget. Memang yaa ciptaan Tuhan ini nggak ada tandingannya. Duh.. Aku jadi kangen traveling nih.

    ReplyDelete
  15. Seru banget banyak jembatan kaya gitu buat menuju puncaknyaa, selalu takjub sama pemandangan dari puncak gunung tu cantik banget yaaa

    ReplyDelete
  16. Sungguhan gak sabar menanti keseruan kisah kak Mei bisa bertahan di Himalaya.
    Lingkungan asing dan kak Mei pun orang asing.
    Mau nangis gak siih...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga kepikiran nangis mba, hanya berpikir gimana cepet sampai hahah

      Delete
  17. Nungguin kisah selanjutnya dooongg... Yang trekking di sini cuacanya hangat kayaknya ya Mei meskipun ada salju yang turun. Kayak berasa naik di Merbabu aja gitu ya hehehe...
    Yuk ditungguh tulisan berikutnya ya Mei. Asik deh ngikutin perjalananmu, berasa balik jaman muda lagi. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mba Unik ini masih hangat, karena masih banyak matahari, kalau malam udah -5an di lodgenya, di atas mungkin bisa lebih

      Delete
    2. Wuiiih bisa berubah drastis suhunya ya Mei klo udah malam dan makin ke atas. Staminamu luar biasa deh, salut aku ngeliat kamu aktif banget.

      Delete
  18. Fisik dan semangat yang luar biasa ini mba bisa sampai sana ya
    barokallah senangnya bisa melihat pemandangan keren dari atas sana.

    ReplyDelete
  19. Seru dan tegang lihatnya. Apalagi di jembatan goyang. Untuk harga lumayan murah ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya di sana murah-murah mba dan jembatannya bikin seru hehe

      Delete
  20. seru banget mbak, sepanjang baca cerita ini aku sambil membayangi :D tapi aku lebih penasaran sama tempat penginapannya, dari luar kelihatan keren gitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya bagus-bagus ko dalamnya nanti saya insyallah ulas juga

      Delete
  21. Woww, gak ada habisnya cerita pendakian gunung. Sampe ke Himalaya pun dijabanin, ckck..

    Medan menuju Poon Hill udah teratur ya Mbak, yah walaupun berat sih, kontur nanjak, tapi batunya sudah diset buat trekking

    Mau cerita ndaki ke gunung mana lagi mbak? ��

    ReplyDelete
  22. Ya ampun seru banget liat foto-fotonya. Udah ada channel YouTube belum, mbka? Kalo belum, sayang banget dibikin vlognya pasti bagus nih. 👍😍

    ReplyDelete
  23. Tiap baca postingan mba yang membahas naik gunung rasanya pingin banget mencobanya sekali aja. Aku belum perbah soalnya, nanjak dari curug aja ngos-ngosan 😅 pemandangannya yang cantik membayar semua tenaga yg terpakai yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. superb pemandangannya ka ayo ayo nyobain bareng aku

      Delete
  24. wow Himalaya, pengen kesana jugaaa

    ReplyDelete
  25. MasyaaAllah
    Seneng bgt Mbak bisa jalan2 ke mana2
    Pemandanganny baguss
    Jembatanny sekilas mirip jembatan canopy bangkirai mbaa
    Baguss
    Seneng nih baca2 cerita2 traveling mba 😍

    ReplyDelete
  26. Ya ampun Nepaaaal cantik sekali
    Semoga saya bisa segara ke Nepal. Salah satu bucked list saya
    Btw jadi inget temennya temen saya yg seorang tour guide. Katanya terjebak di Nepal karena pandemi. Lalu kehabisan dana. Sekarang sedang ada penggalangan dana untuk membantu kepulangan beliau

    ReplyDelete
  27. Seru sekali bisa melakukan perjalanan dan penjelajahan melihat ciptaan Tuhan yang indah.
    Pemandangannya seseru ceritanya, semoga suatu saat kami sekeluarga bisa mengikuti jejak mbk

    ReplyDelete
  28. Memang kalau sedang jalan di mana-mana jangan lupa untuk berfoto-foto ya. Membayangkan saja pasti mbak Mei punya ratusan bahkan ribuan file foto ya? Hi, hi, hi...

    ReplyDelete
  29. Wow keren ya banyak penginapan dan tempat makan saat menuju puncak. Apalgi wifi juga bisa akses. Hhh
    Keren bgt pemandangannya mbak
    :)

    ReplyDelete
  30. Wow wow wow... keren banget sih mbak. Memang hobi mendaki gunung ya. Petualang sejati. Ditunggu cerita selanjutnya. Sepertinya penuh cerita seruuuu

    ReplyDelete
  31. Wahhh masya Allah, keren banget ini mbaa. Sumpah deh, bacanya aja udah bikin aku merinding dong sungguh pengalaman luar biasa ya mba. Perjalanan yang seru dan penuh tantangan. Keren!

    ReplyDelete
  32. Bagus sekali tulisannya, foto nya juga sangat mendukung, pasti ini menjadi salah satu pengalaman tak terlupakan ya karena banyak sekali tempat yang dapat dieksplorasi dengan berbagai keunikannya

    ReplyDelete
  33. Luar biasa petualangannya kak bener bener perjalanan yang berkesan udah sampai kesini view gunungnya bagus banget n jadi ngebayangin sepanjang perjalanan nya pasti asik banget

    ReplyDelete
  34. Saya bergidik saat membacanya Mbak. Bukan takut, bukan ngeri, apalagi seram. Tapi takjub. pemandangan di sana sedemikian indah namun perjalanan di sana juga tak mudah.
    Keren banget!

    ReplyDelete
  35. Masya Allah, begitu indah Tuhan menciptakan alamnya. Salut deh sama mbak yang sukses mendaki sampai puncak. Tulisannya disatuin ya agar nanti dijadikan buku, keren ini. Ditunggu lanjutan ceritanya

    ReplyDelete
  36. Wow pemandangan yg luar biasa Indah.

    Untuk menuju puncak Poon Hill pastinya memerlukan perjuangan ekstra, tapi klo pemandangannya oke + banyak temen pasti nggak terasa hehe.

    Semoga suatu saat q bisa ngikut jejak Mbak.

    ReplyDelete
  37. Baca ini jadi ingat bagian cerpen saya yang menuliskan selintas tentang Nepal. Di buku kumpulan cerpen solo perdana saya yang baru pre order dan diterbitkan Wanadri.

    Kathmandu kota inspiratif gara-gara:Seno Gumira Ajidarma. Cuma bisa mengkhayal suatu saat kelak bisa ke sana, he he.

    Saya takjub baca judulnya. Keren banget bisa kenal pendaki gunung kawakan yang juga sudah menjelajahi Nepal.

    Tahu tentang petualangan alam dari majalah intisari lawas sejak kecil. Jadi kenal banyak tokoh pendaki gunung seperti Norman Edwin, George Leigh Mallory, sherpa Tenzing Norgay, Edmund Hillary, Ranulaph Fiennes, dan lainnya.

    Gunung adalah keindahan pasak bumi yang senantiasa mengundang dan menyimpan misteri.

    Senang bisa lihat fotonya. Saya tidak akan kuat mendaki ratusan anak tangga demi menuju puncak. Rasanya gimana gitu.

    Semoga tetap sehat dan fisik plus psikis prima. Salut banget pada Mbak. 👍❤🤗

    ReplyDelete
  38. Saya baca pelan-pelan sambil membayangkan serunya kayak apa. Happy banget ya mbak bisa sampai ke sana. Sy belum seberani itu :D

    ReplyDelete
  39. Wow, keren banget udah nyampai Himalaya aja. Saya bisa membayangkab betapa serunya pengalaman mba selama di sana. Huah, jadi pengen ke sana juga tapi kayaknya saya belum berani menempuh perjalanan sejauh itu.









    ReplyDelete
  40. Wow... aku mau muncak ke Poon Hill. Asyik deh itu ngelihatnya, sudah lama juga gak mendaki gunung lewati lembah. Hehe...
    Ditunggu cerita selanjutnya, biar aku tambah baper.

    ReplyDelete
  41. seneng banget nyimak ceritanya. Pemilihan kata dan susunan kalimatnya bikin aku yang baca seperti di bawa ke Poon Hill saja. Tapi nggak bayangin, kira2 bakal kuat nggak ya kalau daki. Gag terbiasa daki soalnya.

    ReplyDelete
  42. Jembatan gantungnya bikin deg degan kalau mau jalan di siti, hihi. Tapi pemandangannya cakep ya kak

    ReplyDelete
  43. wow, keren mbak sudah sampai himalaya jalannya. pemandangannya juga keren banget mbak. lihat anak tangganya rasanya lututku dah langsung protes mbak hehehe. sehat-sehat selalu ya mbak.

    ReplyDelete
  44. tangganya banyak banget.. melatih optimisme banget ya mendaki itu masya Allah

    ReplyDelete
  45. Aku kira medannya yang alami banget. Ternyata udah didibantu gini ya mbak. Ini buat orang awam yang nggak pernah naik gunung pasti bakal terbantu banget sih. Tinggal atur fisik aja.

    ReplyDelete
  46. Mbam ini hobi penjelajah ya, Wah amazing bagi saya sudah sampai himalaya. Pasti capeknya baru kerasa kalau udah pulangnya hehe. but emang sih travelling alam itu menuju perjalanannya nggak mudah tapi hasilnya nggak akan kecewa

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Gunung Kerinci, Pesona Gunung Tertinggi Di Sumatera

Siapa yang tak mengenal Gunung Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kerinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia. Beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Oktober 2013, pada saat musim cerah.

Gunung Kerinci,yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe strato vulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Makin bikin penasaran niy gunung tertinggi di Sumatera ini.

Hari ke-1 Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha…

Stonehenge Cangkringan, Wisata Millenial di Jogja

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia, apalagi destinasi wisata millenial.

Nah salah satu destinasi wisata millenial yang ada di Jogja adalah Stonehenge Cangkringan, belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris, cocoklah buat tempat wisata millenial.


Untuk menuju Stonehenge Cangkringan, saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum…

Bermain Dengan Ubur-Ubur Jinak di Pulau Derawan

Kepulauan Derawan tidak hanya dikenal di Indonesia saja tetapi juga di mata dunia bahkan berdasarkan informasi dari webnya kaltimprov.go.id tahun 2005 dicalonkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO karena taman bawah lautnya yang sangat mempesona. Kepulauan ini terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Bandara Berau dan Tarakan menjadi titik awal untuk menuju kepulauan ini. Kepulauan Derawan terdiri dari 31 pulau termasuk didalamnya yang sangat terkenal adalah Pulau Derawan (terkenal dengan penyu-penyu besarnya), Pulau Kakaban (terkenal dengan ubur-ubur jinak), Pulau Sangalaki (terkenal dengan Manta Ray) dan Pulau Maratua (terkenal dengan resort-resort bagus seperti di Maldives). Sangat beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Maret 2013 di musim yang sangat cerah.

Saya memutuskan menggunakan jasa travel mengingat biaya untuk sewa boat sangat mahal dan saya mengambil paket selama 4D3N. Saya menggunakan pesawat menuju Bandara Tarakan, dari Bandara Tarakan saya dij…