Skip to main content

Mendaki Gunung Merbabu Via Wekas, Disuguhi Padang Sabana

Merbabu menjadi salah satu gunung favorit banyak pendaki, selain memiliki pemandangan indah, lokasinya cukup mudah dijangkau dan berada di pulau jawa.


Gunung yang mempunyai ketinggian 3.142 mdpl ini memiliki 5 jalur untuk menuju puncak Merbabu yaitu jalur Wekas, jalur Suwanting, jalur Wekas, jalur Chuntel, dan jalur Thekelan. Mendaki Gunung Merbabu Via Wekas ini menjadi jalur yang paling banyak dipilih para pendaki karena paling cepat menuju puncak dan sumber mata air melimpah di jalur ini dan kamu bisa menikmati padang sabana indah.



Hari ke-1
Mendaki Gunung Merbabu Via Wekas, menjadi jalur pilihan saya dan teman-teman. Melalui jalur ini, kita bisa menikmati pemandangan hamparan sawah milik warga yang menghijau jika berkunjung pada musim hujan dan pastinya disuguhi padang sabana.




Dari Wekas saya dan teman-teman berangkat sekitar pukul 1 siang dengan kondisi hujan sangat lebat, karena menunggu beberapa waktu tidak reda-reda. Alhasil kami mendaki Gunung Merbabu via Wekas, dalam kondisi basah kuyup. Tujuan kami adalah Pos 3 dan butuh 3-4 jam menuju pos ini.



Baca juga : Bukit Pergasingan Sembalun, Tempat Kemping Di Lombok Timur Yang Memukau


Mendaki Gunung Merbabu Via Wekas, gunung yang bertipe stato ini mempunyai 3 puncak utama ya itu Puncak Syarif, Puncak Triangulasi, dan Puncak Kenteng Songo yang merupakan puncak tertingginya gunung ini. Di sinilah hamparan padang sabana dapat dinikmati.





Sekitar pukul 9 malam kami sudah mulai beristirahat karena rencananya akan berangkat sebelum subuh untuk menyaksikan matahari terbit.

Hari ke-2
Kami semua bangun kesiangan, karena malam harinya hujan turun sangat lebat dan kami semua tertidur pulas. Akhirnya dengan kondisi yang masih mendung dan berkabut, kami berangkat sedikit siangan menuju puncak Kenteng Songo dan butuh sekitar sekitar 2-3 jam menuju tempat ini. Saya berkunjung pada bulan Februari tepat pada musim hujan jadi sepanjang  jalan kami bisa menikmati pemandangan sabana yang menghijau.










padang sabana terhampar luas sepanjang perjalanan menuju puncak





Setelah puas berfoto, akhirnya kami turun kembali ke pos 3 dan berkemas untuk segera turun melalui jalur yang sama. Beruntungnya cuaca cukup cerah saat kami turun sehingga dapat melihat pemandangan yang cukup indah sepanjang kami turun.








Well, kami sampai di basecamp sore hari dan kembali hujan turun dengan derasnya, akhirnya kami memutuskan menginap di basecamp dan besok paginya kami memutuskan untuk langsung ke merapi tektok.


Disclaimer:
Perjalanan ini saya lakukan pada Februari 2013. Cerita real berdasarkan pengalaman penulis, jika ada yang berbeda, mungkin sudaha da perubahan.

Comments

  1. Aduh, suka banget lihat yang ijo-ijo, apalagi waktu Surabaya sepanas ini. Aku pengen banget bisa mendaki gunung, tapi belum dicoba sudah rasanya pengen nyerah aja haha

    ReplyDelete
  2. waaa pemandanganya cantik banget, bisa liat langit seindah itu, pemandangan gunung lain yang keliatan banget, dan suasana yang pastinya asri banget yaa

    ReplyDelete
  3. Selalu bersemangat kalau baca tulisannya kak Mei ketika mendaki gunung. Ngomong-ngomong, selain Jalur Wekas, jalur mana lagi yang pernah kakak coba? Apakah jalur lainnya lebih sulit untuk didaki kak?

    ReplyDelete
  4. Wahh sudah cukup lama ya mba,kayaknya sudah banyak yang berubah juga hihihi semoga bisa kesana lagi mba <3

    ReplyDelete
  5. Suka banget sama pemandangan gunungnya deh. Duh, pasti kak mei uda ga sabar nih mau hiking lagi kelar psbb ☺️

    ReplyDelete
  6. pemandangannya begitu menyejukkan danbikin hati happy ya mbaaa. Suka dengan langit biru yang luas itu

    ReplyDelete
  7. wah salut deh mba mei walaupun hujan tetap semangat mendaki gunung sampai puncak :D kebayang mendaki di cuaca hujan pasti gak mudah

    ReplyDelete
  8. Masya Allah Merbabu indah banget ya mba Meiii, ak blm kesampaian buat mendaki kesini

    ReplyDelete
  9. ITu struktur perjalannya tak mudah ya mba. Butuh perjuangan banget itu buat mendaki heheh. Tapi alhamdulillah lancar. PAsti kangen ya kalau ke sini lagi

    ReplyDelete
  10. Bisa menjelajah keindahan alam begini sungguh nikmat yang luar biasa ya Kak Mei
    pasti masa pandemi sangat rindu gunung nih.

    ReplyDelete
  11. AH CANTIK BANGEET.. dulu pas kuliah di Jogja pernah diajak temen untuk ke merbabu, aku mah mundur teratur wkwk mengagumi kecantikannya dari jauh ajaah

    ReplyDelete
  12. keren banget ih! Aku udah lama banget gak naik gunung, sekarang liat dari postingan kakak aja deh, mendaki gunung via online XD

    ReplyDelete
  13. Aiihh... jadi kangen Merbabu deh. Dulu kalau muncak ke sana selalu lewat jalur Thekelan. Kalau Wekas ini masuknya ke kota mana Mei, malah belum pernah dengar. Klo Thekelan masuknya via Kopeng.

    ReplyDelete
  14. waaah aku belum kesampean kesini nih, setelah pandemi mau langsung cao ah :D

    ReplyDelete
  15. Keren banget pemandangannya. Aku selalu takjub kalo lihat gunung dari ketinggian. pendakinya pun gak kalah keren.

    ReplyDelete
  16. Keren banget viewnya, sampai sekarang belum kesampaian mungkin baby udah besar lanjut buat berpetualang kembali

    ReplyDelete
  17. Jadi kangen hiking juga. Mesti nginep sih yah kalo pengen dapet pengalaman dan pemandangan tak terlupakan. 😊

    ReplyDelete
  18. OMG medannyaaaaaa.... pasti puas banget yah pas udah sampai tujuan, kebayang happynya

    ReplyDelete
  19. Jadi kangen muncak lagi deh. Entah berapa kali naik via wekas karena jalur ini sangat populer di kalangan pendaki

    ReplyDelete
  20. pemandangannya keren banget ya ka. Sekarang aku ga tau masih kuat naik gunung atau ga, huhuhu.
    Tapi selama pandemi ini uda lama juga ga camping bersama keluarga. Jadi kangen pengen camping liat ini :(

    ReplyDelete
  21. huaaaaaa aku mau ke sabananya, mau liat pemandangan juga dari puncak gunung. tapi aku ga mau mendakinya. gimana dong? hicks ....
    aku camping ke yang deket-deket aja deh nanti usai masa-masa ini.

    ReplyDelete
  22. Kalo ngeliat view yang cakep begitu, rasa lelahnya jadi terbayarkan ya mbak.

    ReplyDelete
  23. Keren lho ada gunung pemandangannya sawah. Biasanya hutan gitu. Lihat ijo-ijo dan puncak nun kejauhan jadi pingin nggunung lagi. Tapi kuat gak yaaa��

    ReplyDelete
  24. Jalurnya mantep. bener... tapi pemandangannya emang luar biasa sih ya... Jadi kangen naik gunung.. dan inget kalo belum ke merbabu.. hoho..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wisata Millenial ke Stonehenge Cangkringan

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia.

Gambar Stonehenge Cangkringan di Yogyakarta belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris.


Saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum pulang saya sempatkan tanya pada petugas karcis, untuk rute yang mudah lewat mana, petugasnya kasih dua alternatif jalan.




Tempat ini bisa dipergunakan jug…

Mau Mandi Parfum Setiap Hari, Pakai Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

Melakukan olahraga yang membutuhkan ketangkasan fisik seperti trekking, wall climbing, latihan menembak, jogging, bersepeda, dan berkuda adalah aktivitas yang rutin aku lakukan dan tentunya memicu keringat yang berlebih. Nah sebagai perempuan yang aktif dalam kegiatan di luar ruangan dan berkaitan dengan alam bebas, pastinya butuh nutrisi yang lebih buat kulitnya, sering juga khawatir soal bau badan kulitnya jadi kering. Tapi itu dulu... Sekarang kawatir itu sudah hilang setelah bertemu sahabat baru yang selalu nenangin kalau habis berkeringat, yapppp Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash. Sabun ini membuat aku merasa mandi parfum setiap hari.



By the way, sejak pertengahan tahun 2019, Vitalis mulai melakukan penetrasi produk parfumnya ke body wash yang punya high quality moisturizer. Nah penasaran kan varian body wash-nya seperti apa? Ternyata Vitalis Perfumed Moisturizing Body Washmembuat 3 pilihan varian yang punya manfaat masing-masing yang dibutuhkan kulit, tentunya dengan vitali…

Gunung Kerinci, Pesona Gunung Tertinggi Di Sumatera

Siapa yang tak mengenal Gunung Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kerinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia. Beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Oktober 2013, pada saat musim cerah.

Gunung Kerinci,yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe strato vulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Makin bikin penasaran niy gunung tertinggi di Sumatera ini.

Hari ke-1 Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha…