Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Travelling Seru Bersama Azalea

Buat aku yang hobby-nya travelling, melakukan olahraga-olahraga yang menantang dan senang dengan kegiatan outdoor, menjadi tantangan tersendiri untuk dapat merawat my black hair. Aktifitas yang berlebih di luar ruangan membuat kulit kepala cepet kotor dan rambut jadi cepet lepek. Awalnya gak terlalu care soal perawatan rambut mungkin karena aku bisa dibilang cewek yang sedikit cuek sama penampilan, lama-lama ko jadi gak pede kalau rambutnya lepek.
Sempet bingung gimana caranya perawatan buat rambut hitamku ini yang lama-lama kok cepet banget lepek kalau kena debu, ditambah sering naik gunung berhari-hari, pastinya baukan heheeh. Stress pastinya dong, cewek gitu loh....
Eh beruntungnya Azalea by Nature ngadain temu bareng Blogger-blogger yang ada di Jogja untuk ngebahas bagaimana cara perawatan untuk rambut berhijab yang diadakan di Kunena Eatary pada 25 November  2019. Acaranya seru banget, jadi ajang ketemu sama blogger-bloger se-Jogja. Acara ini juga diisi dengan seminar tentang baga…

Melangkah Tegap Menuju Puncak Gunung Sindoro

Gunung Sindoro merupakan salah satu gunung yang berada di antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai ketinggian 3.153 mdpl. Terkenal sebagai salah satu dari 3 gunung tertinggi di Jawa Tengah, dan banyak pendaki menyebutnya dengan istilah Gunung 3S, yaitu Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet. Karena ketiga gunung ini bersebelahan, sehingga kita bisa menikmati pemandangan Gunung Sumbing dan Gunung Slamet dari puncak gunung ini. Sindara atau Sundoro merupakan nama lain dari gunung ini. 

Saya berangkat dari Yogyakarta bersama 3 orang teman dengan sistem shared cost menyewa kendaraan pribadi untuk satu hari (24 jam) dan melakukan pendakian melalui Kledung.
Hari ke-1 (Pos 1 – Sunrise Camp) Saya bersama teman-teman berangkat dari Yogyakarta sekitar pukul 16.30, perjalanan ditempuh dengan normal sekitar 1-2 jam menggunakan kendaraan pribadi. Karena kami berangkat pas weekend jadilah kondisi jalan lumayan ramai dan padat.
Sampai di basecamp…

Bukit Raya, Bukit Perjuangan di Pulau Borneo (The Last Part)

Hari ke-6 (Pos 7 Bayangan – Rantau Malam)
Pukul 06.15 pagi kami sudah memulai perjalanan untuk turun ke Rantau Malam. Sekuat tenaga kami berjalan untuk sampai ke basecamp.


Saya bersama porter dan beberapa teman lainnya berjalan turun dengan kondisi santai. Karena ada teman yang maagnya kambuh.

Kami sempat berisitirahat di  4Pos 3 Hulu Menyanoi dan memasak. Kami juga sempat istirahat cukup lama di Korong Hape sambil menunggu ojek yang lewat. Setelah menunggu lama akhirnya ada ojek yang lewat dan kami sempat berhenti makan di pos ojek tempat sungai kami menyebrang sebelum menuju Rantau Malam. Pukul 09.10 malam kami baru sampai di Desa Rantau Malam.

Setelah kami rapi-rapi dan kumpul semua, langsung diadakan ritual adat penutup sebagai ucapan syukur jika kami pulang dengan selamat. Kemudian dilanjutkan dengan packing dan istirahat.

Hari ke-7 (Rantau Malam – Pontianak)
Pukul 08.30 pagi kami memulai perjalanan menuju Sungai Serawai. Disinilah serunya. di penghujung kemarau, arus sungai sangat kec…

Bukit Raya, Bukit Perjuangan di Pulau Borneo (Part 2)

Hari ke-3 (Desa Jelundungan --> Rantau Malam --> Korong Hape --> Pos 4)

Pukul 06.00 pagi kami berangkat ke Desa Rantau Malam dengan menggunakan jasa ojeg. Perjalanan sekitar 25 menit dengan kondisi jalan yang sangat wow, offroad, melewati hutan dan beberapa jalan yang masih rusak berlobang, untungnya musim kemarau jadi tanahnya cukup kering, namun tetep aja ngeriiiiii dan bikin deg-degan.

Pukul 06.30an pagi kami sampai di Desa Rantau Malam. Kami langsung diarahkan ke Homestay milik Pak Jaka untuk melakukan ritual adat sebelum melakukan pendakian. Sekitar pukul 09.00 pagi kami melakukan ritual adat yang dipimpin oleh ketua adat saat ini.


Setelah selesai ritual adat dan menerima wejangan sebelum melakukan pendakian, pukul 10.00 pagi kami berangkat menggunakan ojek menuju Korong Hape. 

Perjalanan menuju Korong Hape ini cukup menguras adrenalin. Bagaimana tidak, kami harus melewati sungai, jadi kami harus turun dulu dari motor dan menyebrang sungai untungnya lagi musim kemarau, jadi …

Bukit Raya, Bukit Perjuangan di Pulau Borneo (Part 1)

Bukit Raya, pastinya sudah tidak asing lagi bagi para pendaki Indonesia atau bahkan untuk pendaki dari luar, karena masuk dalam Seven Summit-nya Indonesia. Gunung ini merupakan gunung yang ketinggiannya paling rendah dibandingkan dengan gunung yang masuk kategori Seven Summit Indonesia lainnya yaitu sekitar 2.278 mdpl, namun siapa sangka kalau rutenya lumayan menguras kesabaran karena lumayan panjang.


Kami berangkat bulan Agustus tahun ini, dimana musimnya masih musim kemarau. Setidaknya meminimalisir bertemu dengan penghuni sejati gunung ini, yap “sang pacet si penguasa gunung ini”. Binatang ini tidak berbahaya, namun cukup bikin gemas kalau sampai masuk-masuk ke kaki dan menempel di tubuh kita. Serta bentuknya yang kenyal-kenyal bikin geli kalau sampai nempel di kulit.
Berawal dari postingan di sebuah group pendaki, saya daftar untuk gabung, namun ternyata sudah full kuotanya. Tetiba menjelang hari H dikabarin ada slot kosong, thanks to my God, selalu indah pada waktunya J

Seperti bias…