Perempuan membutuhkan ruang yang tidak hanya menghadirkan informasi, tetapi juga mampu menjadi tempat untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, dan saling menguatkan. Di era digital seperti sekarang, kehadiran media yang berpihak pada pemberdayaan perempuan memiliki peran yang semakin penting. Tidak sekadar menyampaikan berita, media juga dapat menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai cerita, aspirasi, serta gagasan yang menginspirasi perempuan untuk terus berkembang.
![]() |
| Foto: Dokumentasi Female Digest |
Satu Dekade Female Digest, Hadirkan Perempuan Berdaya Pembawa Perubahan
Semangat itulah yang terasa dalam perayaan satu dekade Female Digest bertajuk Women’s Voices Shaping the Future Celebrating 10 Years of Female Digest yang digelar pada 18 Juni 2026 di Gedung Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Jakarta Pusat.
Menghadirkan empat perempuan hebat dari berbagai bidang, acara ini menjadi ajang berbagi pengalaman sekaligus refleksi tentang pentingnya kepemimpinan perempuan, ruang aman di media digital, serta kolaborasi dalam mendorong perubahan menuju masa depan yang lebih inklusif.
Berikut rangkuman masing masing narasumber dalam satu paragraf dengan gaya bahasa yang natural dan mudah dibaca.
Ani Berta, Membangun Media yang Tumbuh Bersama Komunitas
Sebagai Founder Female Digest, Ani Berta membagikan perjalanan lahirnya media ini yang berawal dari sebuah inspirasi sederhana setelah mengikuti kegiatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Berbekal keyakinan bahwa perempuan membutuhkan ruang untuk berbagi cerita dan memperoleh informasi yang relevan, ia memulai Female Digest pada 6 Juni 2016.
Seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa kekuatan Female Digest bukan terletak pada persaingan dengan media besar, melainkan pada kemampuannya membangun komunitas yang hangat, inklusif, dan mampu menjadi tempat perempuan saling belajar, bertumbuh, serta menginspirasi satu sama lain.
Feriani Chung, Kepemimpinan Dimulai dari Empati
Feriani Chung, Chief Marketing Officer ZAP, yang akrab disapa Ibu Fe, menekankan bahwa setiap generasi memiliki karakter dan keunggulannya masing masing sehingga tidak perlu saling dibandingkan. Menurutnya, seorang pemimpin yang baik harus memiliki kemauan untuk memahami sudut pandang tim sebelum berharap dipahami.
Dengan membangun komunikasi yang terbuka dan menghargai perbedaan cara berpikir, lingkungan kerja akan menjadi lebih inklusif dan produktif. Baginya, empati menjadi salah satu kualitas penting yang harus dimiliki seorang pemimpin agar mampu membawa tim berkembang bersama.
dr. Rooshardianti S., MBA., Perempuan Layak Memimpin dan Membawa Perubahan
Dalam pemaparannya, dr. Rooshardianti sebagai Vice President and Business Development PT PELNI, mengajak perempuan agar semakin percaya diri mengambil peran sebagai pemimpin di berbagai sektor. Ia menjelaskan bahwa keberagaman gender dalam posisi strategis bukan hanya menciptakan lingkungan kerja yang lebih setara, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kualitas pengambilan keputusan, inovasi, hingga kinerja organisasi.
Didukung berbagai hasil penelitian, ia menegaskan bahwa perempuan memiliki kemampuan yang sama untuk memimpin dan memberikan kontribusi besar bagi kemajuan organisasi maupun pembangunan bangsa apabila diberikan kesempatan yang setara.
Hanisah Sukmawati, Media sebagai Ruang Aman untuk Perempuan
Sebagai Editor in Chief Female Digest, Hanisah Sukmawati melihat langsung bagaimana media perempuan mengalami perubahan besar dalam satu dekade terakhir. Jika dahulu pembahasan lebih banyak berfokus pada kecantikan dan gaya hidup, kini media juga berperan membuka ruang diskusi mengenai kesehatan mental, kesejahteraan emosional, hingga berbagai tantangan yang dihadapi perempuan.
Menurutnya, banyak perempuan sebenarnya membutuhkan tempat yang aman untuk berbagi cerita dan mencari dukungan. Karena itu, Female Digest terus berkomitmen menjadi media yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menghadirkan ruang yang membuat perempuan merasa didengar, dipahami, dan saling menguatkan.
Satu Dekade Female Digest, Dorong Perempuan Berdaya
Menghadiri perayaan Satu Dekade Female Digest menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Acara yang mengusung tema Women’s Voices Shaping the Future Celebrating 10 Years of Female Digest ini bukan hanya menghadirkan diskusi inspiratif tentang pemberdayaan perempuan, tetapi juga memberikan ruang untuk belajar dan berkembang secara pribadi.
Selama mengikuti setiap sesi, saya semakin memahami bahwa perempuan memiliki peran yang begitu besar dalam berbagai aspek kehidupan. Para narasumber yang hadir membagikan pengalaman mereka tentang kepemimpinan, pentingnya membangun ruang yang inklusif, hingga keberanian untuk terus bertumbuh di tengah berbagai tantangan. Dari cerita mereka, saya belajar bahwa menjadi perempuan bukan berarti harus sempurna, tetapi terus berproses, berani mengambil peluang, dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
Tidak hanya mendapatkan wawasan baru, momen ini juga menjadi pengalaman berharga bagi saya untuk meningkatkan kapabilitas sebagai seorang master ceremony. Kesempatan untuk terlibat dalam acara yang dihadiri banyak tamu undangan tentu menjadi tantangan sekaligus pembelajaran yang sangat berarti. Saya belajar bagaimana menjaga komunikasi yang baik dengan panitia, mengatur alur acara agar berjalan lancar, membangun suasana yang nyaman, hingga menjaga kepercayaan diri saat berada di depan audiens.
Bagi saya, menjadi seorang master ceremony bukan hanya tentang membacakan susunan acara. Dibutuhkan kemampuan beradaptasi, ketenangan dalam menghadapi situasi yang tidak terduga, serta kemampuan membangun interaksi yang hangat dengan para peserta. Pengalaman ini membuat saya semakin memahami bahwa kemampuan berbicara di depan umum perlu terus diasah melalui latihan dan pengalaman nyata.
Satu Dekade Female Digest akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan perjalanan sebuah media digital. Saya pulang membawa banyak inspirasi, pengetahuan baru, dan semangat untuk terus mengembangkan diri. Semoga pengalaman ini menjadi langkah kecil yang membawa saya terus bertumbuh, baik sebagai perempuan yang ingin memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar maupun sebagai seorang master ceremony yang semakin profesional di setiap kesempatan.
My Thought
Satu Dekade Female Digest mengingatkan saya bahwa perubahan besar selalu berawal dari keberanian untuk memulai dan konsisten berjalan bersama komunitas. Dari setiap narasumber, saya belajar bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin, menginspirasi, dan menciptakan dampak positif.
Saya juga bersyukur dapat mengembangkan kemampuan sebagai master ceremony melalui pengalaman berharga ini. Semoga Female Digest terus menjadi ruang yang memberdayakan perempuan Indonesia dan menginspirasi semakin banyak perempuan untuk berani bersuara, bertumbuh, dan membawa perubahan bagi lingkungan sekitarnya.





0 Comment
Silakan berkomentar dengan bijak dan positif. Terima kasih.