October 20, 2017

Kisah Secangkir Cokelat Manis di Griya Cokelat Nglanggeran

Berbicara pesona Desa Wisata Nglanggeran, memang tiada habisnya. Desa Wisata yang menang dalam penghargaan ISTA 2017 kategori Ekonomi ini masih menyisakan banyak tempat yang wajib dikunjungi. Setelah Gunung Api Purba, Kampung Pitu dan Embung Nglanggeran, berikutnya bagi anda pecinta kakao dapat mengunjungi Griya Cokelat yang diresmikan langsung oleh orang nomor satu di Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 2 Desember 2016.

welcome



Di depan pintu masuk disediakan gazebo untuk menikmati seduhan kakao

Griya Cokelat yang merupakan home industry ini berdiri dari hasil kerjasama masyarakat Desa Nglanggeran dengan LIPI dan BI. Coklat-coklat ini diproduksi menjadi berbagai olahan makanan dan minuman siap saji dengan berbagai variasi. 

beberapa contoh oalahan kakao menjadi makanan dan minuman

Seperti serbuk coklat yang siap seduh, olahan makanan seperti dodol, pisang yang disalut dengan coklat dan lainnya, bagi penikmat coklat disini juga disediakan olahan coklat batangan yang sudah dikemas dengan cantik yang dapat dijadikan sebagai oleh-oleh.

salah satu contoh olahan coklat bubuk yang sudah dikemas

olahan kakao dalam bentuk dodol

Selain sebagai galeri penjualan, tempat ini juga merupakan tempat produksi beberapa olahan kakao dengan konsep yang sederhana. Beberapa daerah juga melakukan studi banding mengenai pengolahan coklat di tempat ini.

Selain dijual di galeri ini, pengurus juga menjualnya dibeberapa tempat oleh-oleh di Yogyakarta dan teman-teman dapat memesannya juga melalui akun instagramnya @griya.cokelat.nglanggeran

Nah bagi teman-teman pecinta kakao, wajib banget deh mampir ke tempat ini jika berkunjung ke Desa Wisata Nglanggeran, selain itu juga teman-teman sudah berkontribusi mendorong ekonomi warga desa ini.

 Nah bagaimana, penasaran kan….

October 10, 2017

Embung Nglanggeran, Surga Hijau di Atas Ketinggian (Nglanggeran Part 3)

Selepas dari dari Kampung Pitu, saya melanjutkan perjalanan ke salah satu ikon Nglanggeran yang saat ini gambarnya banyak menghiasi sosial media, yap namanya Embung Nglanggeran. Perjalanan ditempuh sekitar 15-20 menit dari Kampung Pitu. Melewati pemandangan indah GunungApi Purba, jalannya pun sudah cukup bagus beraspal, hanya saja sebagian masih dalam tahap perbaikan. Dengan membayar retribusi Rp 10.000,00 per orang ditambah parkir motor Rp 2.000,00 per motor, teman-teman sudah dapat menikmati pemandangan embung yang diresmikan pada Februari 2013 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X ini dan juga wisata disekitarnya. Peresmian dilakukan oleh seorang sultan Yogyakarta mempunyai pengaruh besar terhadap jumlah kunjungan wisatawan ke tempat ini.

Sugeng rawuh di Kebun Buah Nglanggeran ⌣⌣

Disediakan area parkir yang cukup luas untuk kendaraan roda dua dan empat atau bahkan untuk bus. Karena letaknya di ketinggian, setelah memarkir kendaraan, saya masih harus menaiki beberapa anak tangga untuk dapat menikmati embung ini. Saat melewati anak tangga terlihat tulisan Sapta Pesona milik Kementrian Pariwisata Indonesia dan ikon durian yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sapta Pesona

Saat sampai, mata saya sudah otomatis fokus pada embung yang yang berwarna kehijauan itu. Embung berukuran 60mx40m ini pada awalnya dibangun untuk menampung hujan dan airnya difungsikan untuk membantu perkebunan buah milik warga seluas 20 ha. Saat saya berkunjung, ada beberapa spot dalam tahap perbaikan. sayangnya saat saya sampai ke tempat ini, cuacanya sedang mendung.

Pesona Embung Nglanggeran

Terlihat pemandangan nan hijau disekeliling embung ini dan terdapat beberapa gazebo untuk berteduh bagi pengunjung yang datang. 

Gazebo untuk berteduh

Sedikit berjalan ke arah atas, disediakan dua gardu pandang untuk dapat menikmati dan mengambil photo embung ini secara keseluruhan. Teman-teman yang ingin menikmati sunset bisa mengunjungi tempat ini pada sore hari dan harga tiketnya sedikit berbeda. Yogyakarta memang benar-benar istimewa, tempat wisata di kota ini tak ada habisnya. Terletak di desa yang dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik Se-ASEAN tahun 2016 ini memang betul-betul indah.

Disekitar embung, arah pintu keluar terdapat sebuah bangunan megah hasil kerjasama UGM, Pemkab Gunungkidul dan Litbang Kementan. Di tempat ini dilakukan pengolahan beberapa produk yang dihasilkan oleh warga, salh satunya adalah pengolahan kakao dan susu sapi etawa. Teman-teman bisa mampir ke tempat ini untuk dapat melihat pengolahannya.

Pusat Pengolahan Coklat di sekitar Embung Nglanggeran

Dikarenakan tidak ada kendaraan umum, saya sarankan jika ingin berkunjung ke tempat ini untuk membawa kendaraan sendiri ya teman-teman. selain itu akan memudahkan teman-teman juga untuk mengunjungi tempat sekitar embung ini.