Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2017

Menyapa Warisan Dunia: Taman Nasional Komodo

Target perjalanan saya berikutnya adalah Pulau Komodo, kurang lebih 1 jam perjalanan dari Pulau Padar. Tapi jangan kawatir feeling bored ya, karena sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan alam yang luar biasa, gugusan pulau terbentang luas indah kecoklatan, suara air laut, udara segar dan semilir angin, langit yang biru, awan yang indah, kenikmatan yang tidak semua orang bisa rasakan, menjadi daya tarik tersendiri, apalagi buat teman-teman yang hobbynya taking picture. Seru jadinya.
Tadaaaappppp akhirnya sampailah di pulau yang masuk dalam warisan dunia ini, yap Welcome to Komodo Island, tulisan tersebut menyambut kedatangan kami dan semua wisatawan dari berbagai belahan bumi. Sebelum berphoto dengan komodo, jangan lupa ya teman-teman ke tempat pembayaran tiket. Untuk wisatawan lokal biayanya Rp 80.000-, sudah termasuk asuransi, biaya ranger yang akan menemani sekaligus menjadi guide kita. Teman saya warga asing dikenakan biaya Rp 250.000-, kalau ini rinciannya kurang paham, k…

Susur Gua di Kota Labuan Bajo: Gua Batu Cermin

Destinasi berikutnya yang saya kunjungi selama di Labuan Bajo adalah Gua Batu Cermin. Lokasi tepatnya ada di Wae Kesambi, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, FLores, Nusa Tenggara Timur, sekitar ½ jam dari dari pusat kota. Saat datang, kami langsung diarahkan oleh beberapa orang guide ke pembayaran tiket. Harganya tiketnya Rp 20.000 per orang, taman wisata gua ini dikelola langsung oleh Dinas Pariwisata. Luas area wisata ini sekitar 19 hektar dengan tinggi 75 meter, cukup luas juga ya.

Kami dipandu oleh 2 orang siswa SMK yang sedang magang di tempat itu. Dari cerita mereka, konon katanya tempat ini adalah asal muasal dari sejarah terbentuknya Kota Labuan Bajo, dimana Labuan Bajo dipercayai terbentuk dari sebuah lautan. Sejarah ini diungkapkan oleh Theodore Verhoven, seorang pastor sekaligus arkeolog Belanda yang melakukan penelitian di tempat ini pada tahun 1951.
Sepanjang jalan kami melewati jalan yang dikelilinginya hutan kering dan pohon bambu berduri bentuk daunnya kecil-keci…

Air Tejun Cunca Wulang: Pesona Air Terjun di Kota Flores

Hari kedua di Labuan Bajo, sempat bingung mau kemana, seperti biasa perjalanan saya unplaned lagi, jangan diikutin ya hehehheh,,,, Hasil ngobrol sama mbah google dan tanya-tanya sama pemilik penginapan, akhirnya bersama teman yang baru saya kenal waktu ke Tambora namanya Rendra dan 2 orang teman yang saya kenal di homestay, kami memutuskan untuk keliling Kota Labuan Bajo. Kami menyewa sepeda motor dengan harga Rp 75.000 untuk seharian, biaya bensin Rp 20.000 untuk seharian. Kemana saja yuk kita disimak.
Air Terjun Cunca Wulang Tujuan pertama kami adalah ke Air Tejun Cunca Wulang. Air terjunnya berada di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeilling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, karena letaknya berada di Desa Cunca Wulang maka diberi nama Air Terjun Cunca Wulang. Jaraknya sekitar 30 km dari pusat Kota Labuan Bajo. Menuju tempat ini teman-teman akan disuguhi pemandangan yang indah. 


Pukul 09.00 pagi kami berangkat, 30 menit pertama jalan yang kami lewati bagus dan mulus, kem…

Pink Beach, Pesona Indonesia Timur

Yap, destinasi terakhir sailing trip selama di Flores adalah mengunjungi pantai dengan pasir berwarna pink. Pink Beach menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak diimpikan traveller khususnya Indonesia dan sudah menjadi destinasi wajib dikunjungi kalau kita pergi ke Flores.

Menuju pulau ini, sepanjang jalan wisatawan akan disuguhi pemandangan nan biru, laut dan langit yang sama-sama biru bersih tanpa awan seolah bersatu menambah suasana siang makin cerah dan indah. Bukit-bukit cantik yang berwarna kecoklatan, saat anda datang ke tempat ini di musim kemarau menambah pemandangan semakin indah.



Lama perjalanan sekitar 45 menit dari Pulau Komodo. Saat kami tiba pengunjungnya lagi ramai sekali. Jadi airnya juga sudah keruh. Mungkin juga karena terik matahari lagi tinggi-tingginya, sehingga warna pasirnya tidak kelihatan pink. Pasirnya juga sudah tercampur dengan jejak kaki para pengunjung, indahnya sudah tidak kelihatan lagi. Dan awan lagi banyak-banyaknya jadi sedikit rusak pemandang…