Meimoodaema || Travel Blogger

  • Home
  • About
    • About Her
    • Contact Her
    • Disclosure
  • Culinary
    • Culinary
  • Hotel
    • Hotel
    • Hotel Tips
  • Travel
    • Indonesia Destination
      • Jawa & Bali
      • Kalimantan
      • Nusa Tenggara
      • Papua
      • Sulawesi
      • Sumatera
    • International
      • Australia
      • Bhutan
      • Canada
      • Hongkong
      • India
      • Jepang
      • Korea Selatan
      • Laos
      • Malaysia
      • Myanmar
      • Nepal
      • Philipine
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • Mountaineering
    • Travel Tips
    • Travel Book
    • Travel Movie
    • Voluntourism
  • Thoughts
    • Beauty
    • Blogging
    • Business
    • Education
    • Environment & Social
    • Financial
    • Fashion
    • Healthy
    • Home & Decor
    • Lifestyle
    • Technology

Ngomongin masalah nongkrong, pasti gak jauh-jauh sama yang namanya café. Apalagi di kota pelajar Yogyakarta, café-café bertaburan dimana-mana, tinggal menyesuaikan dengan rupiah yang ada di kantong.


sebelum pintu masuk ke Cafe

LOKASI

Salah satu cafe berkelas yang rekomended yang ada di Yogyakarta adalah Canting Resto, lokasinya cukup strategis yaitu berada di rooftop lantai 4 Galeria Mall Yogyakarta. Selain tempatnya yang cozy, suasana yang nyaman dan bisa melihat view kota Yogyakarta dan Gunung Merapi dari arah Utara dan juga bisa menikmati sunset, pengunjung juga akan ditemani oleh alunan live music.



JAM OPERASIONAL


Café ini bukanya kalau Senin – Kamis buka mulai pukul 17.00 - 23.00 WIB nah kalau Jumat – Minggu baru buka lebih awal yaitu 11.00 - 23.00 WIB. 


Harga makanan dan minuman di tempat ini berada di atas rata-rata café lainnya yang pernah saya kunjungin, namun sesuai dengan kepuasan yang didapat. Melihat dari menunya harga makanan dan minuman di tempat ini dimulai dari Rp 10.000 – Rp 2.000.000.


sehabis maghrib suasananya masih sepi
Red Velvet: one of my fav cake

Café ini ada yang indoor maupun yang outdoor. Tinggal dipilih nyamannya dimana. Kalau saya pastinya outdoor dunk, apalagi kalau malam-malam bisa sambil menikmati langit dan bintang-bintang kalau pas lagi cerah cuacanya sekaligus menikmati hembusan udara segarnya :)


suasana cafe yang terletak di luar (outdoor)

Nah penasaran kan pengen coba………. So ajak deh orang-orang terdekat buat ke tempat ini agar lebih menyenangkan.

Selamat nongkrong cantik ya….

Selain terkenal dengan gudegnya, Yogyakarta juga merupakan kota yang mempunyai banyak pilihan destinasi wisata, salah satunya adalah Hutan Pinus Mangunan atau orang lebih banyak mengenalnya sebagai Hutan Pinus Imogiri yang berlokasi di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783.

Lama Perjalanan

Masuk dalam kawasan Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Mangunan. Kurang lebih 1 jam dari pusat kota dengan menggunakan kendaraan roda empat.

Apa saja yang dapat dilakukan di tempat ini, pastinya berphoto, bersantai, kemping ceria, melakukan photo prewedding, hammocking, bermain di panggung kesenian, membuat video clip, dan bermain di taman bunga.


just follow your feet
picture taken by
Afia

Saya bersama teman saya Citra dan Afia, menggunakan kendaraan roda empat untuk menuju tempat ini. Kami datang ke tempat ini sekitar pukul 02.00 siang dan kendaraan yang terparkir cukup banyak dan kami melihat pengunjung juga sangat banyak.

Tiket Masuk dan Biaya Parkir

Dengan harga tiket masuk Rp 2.000 per orang dan harga parkir kendaraan roda empat dengan harga Rp 10.000 maka kami sudah bisa menikmati kesejukan hutan pinus ini sepuasnya. Hutan dengan luas 500 hektar ini ditumbuhi berbagai jenis tumbuhan. Salah satunya adalah Pinus Merkusii yang mempunyai banyak manfaat dan beberapa tumbuhan lain seperti Mahoni, Akasia, Kayu Putih dan lainnya.


pintu masuk Hutan Pinus Mangunan
picture taken by Afia


peraturan tentang tarif masuk dan penitipan kendaraan bagi pengunjung

Fungsi utama dari hutan ini adalah sebagai hutan lindung, namun keindahannya menarik banyak wisatawan untuk mengunjungi tempat ini sehingga kemudian berkembang menjadi salah satu destinasi wisata populer di Yogyakarta. 


hutan pinusnya tinggi-tinggi

Orang banyak mengenalnya sebagai Hutan Pinus Imogiri padahal secara administratif lokasinya ada di Mangunan.

spot pavorit untuk berphoto, sampai harus ngantri kalau mau photo disini


salah satu spot untuk photo

salah satu spot photo
picture taken by Afia

Spot photo lain adalah di taman bunga. Selain untuk berphoto juga digunakan untuk bermain atau sekedar duduk menikmati pemandangan alam sekitarnya, karena disediakan tempat duduk yang terbuat dari rakitan kayu. Ada juga spot photo berupa rumah pohon disekeliling taman bunga.

jangan kawatir, saya tidak memetiknya, hanya mencium wanginya, the flower save with me
picture taken by
Afia

taman bunga untuk berphoto dan duduk santai

rumah pohon untuk berphoto

Di tempat ini juga, pengunjung dapat melakukan sesi photo prewedding dengan membayar Rp 200.000 hanya untuk perizinannya saja. Lainnya seperti parkir dikenakan biaya tersendiri.

Selain itu disekitar tempat ini juga terdapat sebuah panggung alam yang dinamakan dengan Panggung Sekolah Hutan. Dengan membayar Rp 2.500 per orang, pengunjung dapat menikmati tempat ini sepuasnya.

Panggung Sekolah Hutan

Panggung ini terbuat dari deretan kayu-kayu yang ditata dengan rapi. Panggung ini sering juga dijadikan sebagai tempat photo prewedding atau mengadakan event oleh pengunjung.


Karena hari sudah menunjukan pukul 04.00 sore, maka waktunya kami pulang. Penasaran kan untuk mencoba mengunjungi tempat wisata alam ini. Berkunjunglah di musim kemarau, karena suasananya lebih enak. Tidak terlalu dingin. Terus bunganya juga sedang bermekaran. Jadi makin indah pemandangannya.

Nah, kalau kamu turun dari hutan pinus ini, kamu juga bisa mengunjungi beukit di bawah hutan cantik ini. Lokasinya juga tidka jauh dari tempat ini.

See you Hutan Pinus Mangunan, terima kasih untuk keindahannya hari ini.....

Lokasi Candi Mendut

Candi Mendut merupakan salah satu candi yang ada di Jawa Tengah, tepatnya di Desa Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jaraknya sekitar 38 km dari Yogyakarta. Untuk dapat mencapai tempat ini kami butuh waktu sekitar 1,5 jam perjalanan dengan menggunakan mobil, karena kami melaju dengan santai.


Candi Mendut ini berdiri dengan kokoh
picture taken by Afia

Candi ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi wisatawan jika berkunjung ke Magelang. Lokasinya juga mudah dijangkau karena letaknya di pinggir jalan raya besar.


panas :)

photo diambil oleh Afia yang lagi belajar photo katanya :)

Tiket masuk Candi Mendut

Saat tiba di candi ini, awalnya pengunjungnya hanya kami bertiga. Lokasi penjualan tiketnya tepat dekat pintu masuk. Harga tiket masuknya adalah Rp 3.500 per orang. Sehingga kami dapat dengan leluasa bertanya kepada petugas yang jaga dan mengambil beberapa gambar. 

Ketika kami hendak pulang, baru beberapa turis asing dari Jepang tiba di candi ini. Mereka terlihat excited dengan bangunan peninggalan zaman dahulu ini.


relief yang ada di dalam Candi Mendut
taken by Afia

Tentang Candi Mendut

Candi Mendut adalah candi peninggalan agama Budha. Merupakan candi 3 serangkai yang terdiri Candi Borobudur, Candi pawon, dan Candi Mendut. Candi ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 dan merupakan candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno.

Berdasarkan data dari candi.perpusnas.go.id, seorang arkeolog Belanda bernama J.G. de Casparis memperkirakan bahwa candi ini dibangun oleh raja pertama dari wangsa Syailendra pada tahun 824 M. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan Prasasti Karangtengah yang isinya menyebutkan bahwa Raja Indra telah membangun bangunan atau tempat suci bernama Wenuwana (hutan bambu). Dan Capsaris menterjemahkan istilah ini sebagai Candi Mendut.

Pada masa penjajahan Belanda, candi ini kembali ditemukan pada 1836, kecuali atapnya. Dan tahun 1897 - 1804 Belanda melakukan pemugaran untuk bangunan ini. Dan dilakukan pemugaran kembali pada 1908 namun terhenti karena ketidaktersediaan dana. Pemugaran ketiga kalinya dilakukan pada tahun 1925.

Saat ini candi yang berbentuk segi empat ini memiliki tinggi bangunan setinggi 26.40 m. Jika anda berkunjung ke candi ini, anda akan melihat banyak selasar yang lebar dan dilengkapi dengan langkan. Anda juga akan menemukan relief cerita, berbagai pahatan bunga, dan sulur-sulur yang unik dan indah.

Sambil mendengarkan cerita bapak guide, saya berimaginasi cerita di zaman dulu saat dibangunnya seperti apa. Candi bercorak Budha ini termasuk candi yang populer di Indonesia. Guide yang membawa kami menjelaskan mengenai asal usul candi ini, dan katanya candi ini lebih ramai dikunjungi oleh wisatawan asing. Biasanya banyak untuk penelitian. Seperti hari itu ada beberapa orang Jepang yang ingin meneliti candi ini.

Sama dengan candi-candi lainnya, bangunannya terlihat kokoh sebagai peninggalan zaman dulu yang memiliki sejarah yang harus dijaga. Di depan halaman candi ditanami rumput hijau nan asri dan pohon besar masih bertengger kokoh, memperkuat bahwa candi ini dibangun ribuan tahun lalu. Terdapat juga beberapa tumpukan batu yang biasanya dijadikan penelitian untuk diidentifikasi terkait dengan sejarahnya.


hasil arahan dari Afia gayanya :)

Di sekitar candi terdapat pasar kecil yang menjual oleh-oleh yang bisa dibeli oleh para pengunjung sebagai cendera mata.

Setelah selesai mengobrol dengan Bapak Guidenya, kamipun pamit pulang. Saat kami pulang, barulah datang sekelompok turis asing dari Jepang dengan jumlah yang cukup banyak.

See you Magelang ……

Ada banyak destinasi wisata menarik di Magelang, mulai dari wisata alam, kuliner, wisata buatan, sampai dengan wisata sejarah atau wisata religi. Berbicara soal wisata sejarah, ada banyak destinasi wisata sejarah yang dapat kamu kunjungi saat ke Magelang dan sekitarnya. Jaraknya memang banyak yang lumayan jauh dari Kota Jogja.

Namun pastinya anda akan mendapatkan pengalaman luar biasa saat mengunjunginya. Salah satu wisata sejarah atau religi yang rekomended untuk dikunjungi adalah Gereja Ayam Bukit Rhema.

gereja ayam bukit rhema


Tentang Gereja Ayam Bukit Rhema

Bukit Rhema atau lebih dikenal dengan nama Gereja Ayam Magelang, mulai dibangun pada tahun 1992 oleh Daniel Alamsyah. Gereja ini dibangun karena Daniel mendapatkan petunjuk untuk membangun sebuah rumah ibadat untuk berdoa di tempat yang masih asing. 

Awal mula destinasi wisata ini terkenal adalah karena digunakan sebagai tempat syuting film AADC, sehingga kemudian menjadi destinasi populer. Gereja Ayam ini terletak di Bukit Rhema Borobudur, Gereja ini merupakan sebuah rumah doa bukan sebagai gereja. Dan aslinya lambang yang mirip ayam itu bukanlah ayam tetapi burung merpati.

Tempat ini memang terbukti menjadi tempat berdoa. Di dalam gereja ini banyak ruangan kecil di bawah tanah tempat berdoa. Tempatnya bersih dan sejuk. Pastinya akan khusyu jika digunakan untuk berdoa.

Sayangnya pembangunan gereja ini terhenti karena masalah dana. Sehingga tidak dilanjutkan, sampai saya berkunjung ke tempat ini, gereja ini masih belum rapi. Namun ada juga yang mengatakan dihentikan karena ditolak oleh warga setempat namun ada juga yang mengatakan jika biaya pembangunannya terlalu mahal. Namun kemudian pada tahun 2014 dibuka kembali namun beralih fungsi menjadi tempat wisata dan dibuka untuk umum.

Gereja Ayam di Bukit Rhema kian booming ketika film AADC mengambil salah satu adegannya di tempat wisata ini. Berawal dari itulah, tempat ini makin banyak dikenal oleh para traveler Jogja dan juga daerah lainnya.

Atraksi Wisata Di Gereja Ayam Bukit Rhema

Ada banyak atraksi wisata yang dapat wisatawan lakukan saat berkunjung ke tempat wisata Gereja Ayam Bukit Rhema.

1. Wisata Religi

Sesuai dengan tujuan awalnya, bahwa gereja ini digunakan untuk berdoa. Bukit Rhema menyediakan memiliki beberapa ruang doa pribadi yang cukup nyaman dan suasananya cukup tenang. Ruangan ini dapat digunakan untuk berdoa. Ruang inilah yang disebut dengan Bukit Rhema. Ruang doa ini berada di lantai bawah tanah. Namun jangan khawatir, meskipun di bawah tanah, tetapi memiliki pencahayaan yang cukup.

bukit rhema magelang


2. Pemandangan alam yang hijau

Dari atas puncak gereja ayam ini kita dapat melihat pemandangan alam yang sangat asri dan hijau. Dan ketika kita menuju tempat wisata ini kita akan melewati hutan hijau yang sejuk dan segar.

3. Menikmati sunrise

Wisatawan yang berkunjung dapat menyaksikan indahnya sunrise kota Magelang. Tetapi untuk mendapatkan pemandangan indah tersebut, kamu harus berkunjung lebih pagi. Termasuk saya waktu itu, pukul empat pagi sudah sampai di pintu masuk karena mengejar sunrise yang katanya super cantik dengan view Borobudur dan deretan beberapa bukit yang berada di kota Magelang.

4. wisata edukasi

Di dalam gereja ayam yang terdiri dari 7 lantai ini, setiap lantai mempunyai fungsi masing-masing. Di setiap lantai tersedia beberapa lukisan yang ditempel di dinding gereja yang syarat akan edukasi. Setiap lantainya ini memiliki lukisan dengan tema yang berbeda. Misalnya tentang kehidupan, nasionalisme terhadap negara dan bangsa, sampai dengan edukasi bahaya narkoba.

bukit rhema malang


5. Kulineran

Selain menikmati keindahan alam dan sejarahnya, para pengunjung Gereja Ayam Bukit Rhema dapat menikmati kulineran khas Magelang atau sekitarnya. Apalagi informasi terbarunya, sekarang sudah dibuka sebuah kedai bernama Kedai Rakyat W’Dank Bukit Rhema yang berada di bagian belakang Bukit Rhema.

Saat ini tiket masuk Bukit Rhema yang kamu beli sudah termasuk free Singkong. Singkong buatan warga setempat ini diberi nama Singkong Desa atau Latela Gombong Cassava. SIngkong hasil pemberdayaan masyarakat setempat ini disajikan dengan sambal tradisional, membuatnya semakin nikmat dinikmati di tengah segarnya udara.

6. Berfoto

Bagi yang hobinya foto, tempat wisata ini menjadi salah satu sport untuk mengambil berbagai foto indah dengan view alam dan juga pada saat sunrise dapat mengambil view Borobudur yang sangat megah nan indah. Terutama jika kamu mengambil foto-foto dari puncak gereja ini.

Selain itu bangunan Gereja Ayam Bukit Rhema ini juga memiliki desain arsitektur yang unik dan cantik, sehingga sangat cocok untuk dijadikan objek foto. Spot foto terbaik bagi para pengunjung adalah dari puncak gereja ini yang berupa ekor ayamnya.

Karena hanya muat beberapa orang, akhirnya dibatasi maksimal enam orang, jadi pengunjung harus antri. Dari atas ini kita dapat melihat pemandangan yang sangat indah dari ketinggian.

puncak gereja ayam


7. Bersepeda

Buat yang hobi olahraga, kamu juga bisa loh menuju tempat wisata ini dengan menggunakan sepeda. Jadi bisa berwisata sambil berolahraga. Jalurnya cukup aman untuk menggunakan sepeda.

bukit rhema magelang


8. Prewedding dan pernikahan

Tempat wisata ini juga dapat dijadikan sebagai tempat prewedding dan pernikahan. Namun untuk melakukannya, kamu wajib untuk melakukan booking terlebih dahulu ke pihak pengelola Gereja Ayam Bukit Rhema.

Alamat Dan Cara Menuju Gereja Ayam Bukit Rhema

Gereja Ayam Bukit Rhema beralamat di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah atau sekitar 1-2 jam dari Kota Jogja. Lokasinya tidak jauh dari Puthuk Setumbu kawasan Bukit Menoreh. Kamu dapat melakukan trekking sekitar 15-20 menit saja. Karena kawasan hutan, kondisi jalan saat itu sedikit basah, sepanjang jalan dikelilingi oleh hutan terbuka.

Untuk dapat menuju tempat wisata ini, kamu dapat menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Tersedia area parkir yang memang tidak begitu luas untuk kendaraan roda dua dan empat. Pintu masuknya dapat melalui pintu masuk Bukit Menoreh.

Tiket Masuk Gereja Ayam Bukit Rhema

Dengan membayar Rp 10.000 per orang, wisatawan bisa masuk dan berkeliling gereja ini. Gereja Ayam ini sebenarnya bangunan yang diatasnya dibangun dengan desain awalnya adalah seekor merpati namun banyak orang menganggapnya sebagai seekor ayam. Sehingga terkenallah menjadi Gereja Ayam. Penjaganya menjelaskan tempat ini terbuka untuk siapa saja yang ingin berkunjung dan berdoa.


pintu masuk

Setelah puas menikmati pemandangan dan mengambil beberapa foto, akhirnya kami memutuskan untuk pulang, kita turun dengan menggunakan jalur yang sama saat berangkat. Namun kata petugas tiket, wisatawan dapat pulang melalui jalur berbeda dengan menyewa ojek.

Nah penasaran untuk mencoba mengunjungi tempat wisata religi ini? Saya sarankan jangan berkunjung di akhir pekan, karena akan sangat ramai sekali, sehingga anda tidak akan menikmati suasana indahnya. Berkunjung di hari biasa, akan lebih menyenangkan. Tidak perlu antri untuk dapat berfoto di puncak gerejanya.

Ada yang pernah berkunjung ke tempat wisata ini? Boleh share pengalamannya di kolom komentar.


Liburan kali ini saya pergi bersama teman saya Cicit dan Afia. Kami berangkat menggunakan mobil, pukul 03.30 pagi menuju sebuah wisata alam, yap Punthuk Setumbu. 

Lokasinya berada di Magelang, tepatnya di Jl. Borobudur Ngadiharjo KM3, Kurahan, Karangrejo, Borobudur, Karangrejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah 56553.



Selamat Datang di Puthuk Setumbu

Tiket Masuk dan parkir kendaraan

Saat tiba kami langsung ke area parkir dengan membayar biaya parkir mobil Rp 10.000 dan langsung ke tempat pembelian tiket. Tiket masuk dijual dengan harga Rp 15.000 per orang untuk wisatawan domestik dan Rp 30.000 untuk wisatawan mancanegara. Tiket masuk di buka pukul 04.00 pagi.



penjelasan mengenai Puthuk Setumbu


Jarak tempuh

Dari kota Yogyakarta sampai ke Punthuk Setumbu memakan waktu sekitar 1,5 - 2 jam. Sementara jarak trekking dari pintu masuk sekitar 300 meter atau dapat ditempuh dengan waktu sekitar 20-30 menit karena kondisi jalan yang naik (menanjak) dan dibangun dengan anak tangga dari semen. Kondisi jalan trekking tidak cukup lebar hanya muat untuk satu orang, sehingga harus mengikuti ritme yang di depan.


Apa saja yang dapat dilakukan di tempat ini

Lokasi Punthuk Setumbu pernah dijadikan sebagai salah satu lokasi Film AADC, sehingga tempat ini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata populer di Magelang.


waiting for sunrise
picture taken by
Afia

Lokasinya yang tak jauh dari Borobudur dan berada di ketinggian 400 mdpl, sehingga dapat menikmati sunrise atau sunset dengan pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu sebagai salah satu view-nya dan menikmati kemegahan Borobudur yang dikelilingi oleh kabut pada saat pagi hari.


enjoy your sunrise
photo taken by Afia's cam


Di tempat ini tersedia deretan kursi untuk wisatawan duduk menunggu sunrise atau sunset. 


Merapi and Merbabu
photo taken by
 Afia

Ada juga yang berjualan makanan dan beberapa spot untuk berfoto. Tetapi ya harus mengantri.


spot photo tapi mengantri ya :)

Ada juga gardu pandang sebagai spot photo, namun saya tidak mencobanya, kalau yang ini berbayar.


salah satu spot photo, berupa rumah kayu

Waktu terbaik untuk berkunjung

Lakukan kunjungan teman-teman ke tempat ini saat musim kemarau, karena saya kesana pas sedikit masih musim hujan, jadi cuacanya agak sedikit mendung, jalanan juga becek dan licin. Beruntung pukul 07.00 pagi matahari mulai muncul.


kalau siang tidak antri dan matahari lebih cerah
picture taken by Cicit


Merbabu di siang hari

Tips and Trick

  1. Usahakan pukul 04.30 sudah berada di pintu masuk, karena jalannya hanya cukup untuk satu orang, sehingga jika pengunjung banyak jalannya antri dan ramai sekali pada saat di atas.
  2. Jika tak tahan dingin bawalah jaket, karena udaranya cukup dingin.
  3. Gunakan sepatu kets atau sepatu olahraga yang kakinya bergerigi atau sandal gunung, kalau saat musim hujan, karena di puncak Punthuk Setumbu masih dalam berbentuk tanah jadi kalau pas musim hujan becek dan licin.
  4. Jangan lupa bawa kamera untuk dokumentasi termasuk tripod dan tongsis

Jalan-jalan ke Jogja belum lengkap kalau gak mencoba nongkrong di cafe-cafe kece dan biasanya salah satu itenary temen-temen saya dari luar kota kalau ke Jogja pasti minta diantar ke cafe.


welcome to Honje Mangkubumi

LOKASI CAFE

Salah satu cafe yang pernah saya kunjungi adalah Honje Mangkubumi. Beralamat di Jl. Margo Utomo No. 125, Kota Yogyakarta. Lokasinya sangat strategis persis dengan Tugu. Berada di lantai 2 dengan ruangan yang terbuka sehingga bisa menikmati keramaian dan dimanjakan dengan salah satu iconnya milik Jogja.

JAM OPERASIONAL

Yap Tugu, kita bisa menikmati suasana malam di Tugu secara langsung. Oh ya jangan lupa jam bukanya mulai dari pukul 11.00 - 23.00 WIB setiap harinya.



pintu masuk lantai 1, satu gedung dengan Dowa

Menu yang ditawarkan di cafe yang instagramable ini cukup beranekaragam, mulai dari makanan berat sampai makanan ringan dan beberapa minuman hangat dan dingin.


salah satu menu favorit di tempat ini

Pertama kali ke sini nemenin neng cantik dari Jakarta, neng Oka buat ngobrol santai. Buat kami berdua tempatnya cukup nyaman dan makanan dan minumannyapun cocok di lidah.

Melihat dari instagramnya milik Honje Mangkubumi, ternyata mereka mempunyai kebun sendiri loh untuk mensuply makanan dan minuman yang mereka sajikan, keren kan dan pastinya keamanan dan kebersihannya lebih terjamin dong ya, semoga. 

So, bisa di coba ya guys ke Honje Mangkubumi, pergi bersama teman-teman di malam hari akan lebih menyenangkan karena suasananya akan lebih hidup di malam hari.

Happy nongkrong.

Pertama kali mendengar nama Gumuk Pasir Parangkusumo, saya langsung membayangkan sebuah olahraga sandboarding yang banyak orang lakukan di Australia atau Afrika sana. Yap, ternyata Indonesia mempunyai potensi untuk olahraga itu di Gumuk Pasir Parangkusumo ini.


welcome to Gumuk Pasir Parangkusumo,


view di siang hari panasnya poooolll

Gumuk Pasir Parangkusumo terkenal sejak fakultas Geografi dari UGM melakukan penelitian di tempat ini. Proses pembentukan gumuk ini cukup unik. Gundukan pasir ini terbentuk dari hasil erupsi Gunung Merapi yang endapannya dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara ke Pantai Selatan, antara lain Sungai Opak dan Sungai Progo.


beberapa tumbuhan di sekitar Gumuk Pasir

Gumuk Pasir Parangkusumo, ini merupakan jenis pasir sabit (Barchan Dune) satu-satunya di negara Indonesia bahkan Asia Tenggara, dengan ketinggian 5-15 meter. 


cocok untuk bermain sandboarding

Pasir tipe ini seharusnya terbentuk hanya di daerah beriklim kering, namun ternyata ada di Yogyakarta yang beriklim tropis basah dan cocok untuk digunakan sebagai tempat olahraga sandboarding.


ceraaahhhhh

Konon katanya tempat seperti ini hanya ada di Meksiko dan Yogyakarta, Sehingga berpotensi menjadi salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO. Wah semoga ya...


salah satu hutan di Gumuk Pasir Parangkusumo,, beberapa orang membawa hammock untuk bergelantungan

Di dekat Gumuk Pasir Parangkusumo ini berdiri juga sebuah lab yang diberi nama Geomaritime Science Park, sebuah laboratorium alam Gumuk Pasir dan dijadikan sebagai pusat pelatihan, pengembangan ilmu dan teknologi yang didirikan pada 1 Oktober tahun 2002 dan peletakan batu pertamanya langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.

kaktus, tumbuhan khas gurun pasir

Aktivitas yang dapat dilakukan di Gumuk Pasir Parangkusumo

1.  Olahraga Sandboarding, wisata minat khusus yang hampir mirip dengan snowboarding, meluncur di atas gundukan pasir dengan menggunakan papan peluncur, nah teman-teman bisa melakukan olahraga ini dengan membayar Rp 70.000, eits jangan lupa melakukan warming up dulu ya biar ga keram-keram kakinya, pakai pelindung mata dan hidung juga ya biar pasirnya ga masuk-masuk atau kehirup. Untuk menghemat, teman-teman bisa membawa peluncur sendiri.

2.  Mengendarai ATV, dengan membayar Rp 50.000 per 15 menit anda dapat mengelilingi gumuk ini dengan menyetir sendiri.

3. Prewedding, ini dia kegiatan yang banyak orang lakukan di tempat ini, its free, hanya membayar biaya parkir mobil saja sebesar Rp 40.000.

4.  Photography, buat teman-teman yang hobby photo banyak spot yang dapat  dijadikan objek photo seperti landscape, human interest atau lainnya.

5.  Sunset, yap tempat ini juga salah satu tempat yang menarik untuk menikmati matahari tenggelam di antara pasir-pasir yang beterbangan.

6. Di dekat gumuk ini berdiri laboratorium Gemaritime Science Park, bagi teman-teman yang senang dengan edukasi, bisa mampir juga ke tempat ini untuk melihat beberapa penelitian atau sekedar bertanya tentang pasir-pasir ini.

7.   Tempat syuting iklan dan video clip



salah satu spot untuk photo


pasirnya lembut jadi aman deh buat olahraga sandboarding

siapa yang mau duduk di sini :)
photo taken by Afia


main pasir dulu ....
photo taken by Afia


salah satu spot photo favorit


ada gardu pandangnya juga loh, dengan membayar Rp 5.000 anda dapat naik sampai atas

How to get there and facilities

Jaraknya sekitar 25 km dari pusat kota Yogyakarta. Dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua sekitar 30 menit dari pusat kota dan 45 menitan menggunakan roda empat.

Disediakan beberapa homestay bagi turis yang ingin menikmati tempat ini lebih lama atau berkeliling ke daerah wisata yang dekat dengan Gumuk Pasir Parangkusumo. Tersedia juga tempat makan, area parkir yang luas, toilet, penyewaan papan luncur dan ATV.


Biaya Masuk dan Parkir

Di pintu masuk anda akan dikenakan biaya Rp 5.000 per orang dan biaya parkir untuk roda dua Rp 3.000 untuk mobil Rp 10.000 dan bus Rp 20.000.


Jam Buka

Tempat ini buka dari pukul 06.00 – 19.00 WIB.


Tips and Trik


1. Datang di pagi hari atau sore hari sekalian untuk dapat menikmati sunset,  karena siang hari panasnya luar biasa
2. Gunakan sunblock atau payung, untuk melindungi kulit, masker untuk menghindari pasir terhirup hidung ya kawan dan kacamata untuk kesehatan mata anda.
3. Membawa makanan dan minuman dari rumah, karena di daerah ini tempat makan dan minum masih terbatas atau hanya sekedar cemilan
4. Parkirlah di tempat yang sudah disediakan dan ada penjaganya, untuk keamanan kendaraan anda
5.   Bawa uang dari rumah, karena saya tidak menemukan ATM di sekitar sini atau mungkin jauh dari tempat ini
6.  Jangan buang sampah sembarangan ya, karena disini saya melihat banyak sampah yang berserakan, bahaya jika terinjak oleh pengunjung lainnya
7.    Membawa hammock anda bisa bergelantungan di tengah hutan pinus sambil menikmati matahari tenggelam atau menikmati orang-orang yang sedang melakukan sandboarding.
Newer Posts Older Posts Home

ABOUT HER

Call her Mei. Her biggest passions are education, the environment, and traveling the world. So that you can chit-chat with her everything about it, she is now active as a voluntourism, environment, and education volunteer.

POPULAR POSTS

  • 15 TEMPAT WISATA DIENG WONOSOBO YANG WAJIB DIKUNJUNGI
  • SOMPO INSURANCE INDONESIA, LUNCURKAN MINI SERIES TENANG ADA SOMPO
  • WISATA BUDAYA RUWATAN ANAK GIMBAL DI DIENG
  • CONTACT HER
  • TRAIL RUNNING DI GUNUNG GEDE PANGRANGO
  • SATSPAM, FITUR ANTI SPAM DENGAN TEKNOLOGI AIVOLUSI 5G DARI IM3
  • KTA UNTUK TRAVELING, ALASAN DAN PEMANFAATANNYA
  • SYLVIA HOTEL & RESORT KOMODO LABUAN BAJO, HOTEL DENGAN PANTAI PRIVAT
  • PURA TIRTA EMPUL, WISATA AIR SUCI DI KOTA BALI
  • NATUR HAIR TONIC GINSENG EXTRACT

ARTICLE

  • 2025 95
    • August 11
      • RANU KUMBOLO, DANAU EKSOTIS IMPIAN PARA PENDAKI
      • 10+ AKTIVITAS SERU DI GUNUNG BROMO YANG WAJIB DICOBA
      • 5 ALASAN MENGAPA ASURANSI KECELAKAAN PENTING UNTUK...
      • 10+ AKTIVITAS SERU DI TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTIN...
      • 10+ AKTIVITAS SERU DI PULAU DERAWAN YANG WAJIB KAM...
      • WISATA BUDAYA RUWATAN ANAK GIMBAL DI DIENG
      • SOMPO INSURANCE INDONESIA, LUNCURKAN MINI SERIES ...
      • 15 TEMPAT WISATA DIENG WONOSOBO YANG WAJIB DIKUNJUNGI
      • SATSPAM, FITUR ANTI SPAM DENGAN TEKNOLOGI AIVOLUSI...
      • PENGALAMAN MENGUNJUNGI BUKIT BATU PANDANG RATAPAN ...
      • ARTOTEL GELORA SENAYAN JAKARTA, HOTEL STRATEGIS DI...
    • July 17
    • June 13
    • May 13
    • April 10
    • March 8
    • February 13
    • January 10
  • 2024 148
    • December 9
    • November 9
    • October 17
    • September 13
    • August 7
    • July 8
    • June 14
    • May 19
    • April 4
    • March 19
    • February 17
    • January 12
  • 2023 111
    • December 6
    • November 20
    • October 14
    • September 10
    • August 6
    • July 7
    • June 8
    • May 4
    • April 10
    • March 14
    • February 8
    • January 4
  • 2022 160
    • December 13
    • November 13
    • October 21
    • September 18
    • August 21
    • July 14
    • June 12
    • May 9
    • April 6
    • March 15
    • February 7
    • January 11
  • 2021 55
    • December 8
    • November 4
    • October 9
    • September 2
    • August 4
    • July 2
    • June 6
    • May 4
    • April 3
    • March 5
    • February 5
    • January 3
  • 2020 44
    • December 4
    • November 3
    • October 4
    • September 4
    • August 4
    • July 4
    • June 4
    • May 4
    • April 2
    • March 4
    • February 3
    • January 4
  • 2019 9
    • December 1
    • November 2
    • August 1
    • July 1
    • June 1
    • March 3
  • 2018 9
    • November 1
    • August 3
    • March 1
    • February 2
    • January 2
  • 2017 21
    • December 1
    • November 1
    • October 3
    • September 3
    • July 1
    • April 1
    • March 4
    • February 3
    • January 4
  • 2016 10
    • December 4
    • November 6

Logo Komunitas BRT Network

Seedbacklink

Copyright © Meimoodaema || Travel Blogger. Designed by OddThemes