Meimoodaema || Travel Blogger

  • Home
  • About
    • About Her
    • Contact Her
    • Disclosure
  • Culinary
    • Culinary
  • Hotel
    • Hotel
    • Hotel Tips
  • Travel
    • Indonesia Destination
      • Jawa & Bali
      • Kalimantan
      • Nusa Tenggara
      • Papua
      • Sulawesi
      • Sumatera
    • International
      • Australia
      • Bhutan
      • Canada
      • Hongkong
      • India
      • Jepang
      • Korea Selatan
      • Laos
      • Malaysia
      • Myanmar
      • Nepal
      • Philipine
      • Singapore
      • Thailand
      • Vietnam
    • Mountaineering
    • Travel Tips
    • Travel Book
    • Travel Movie
    • Voluntourism
  • Thoughts
    • Beauty
    • Blogging
    • Business
    • Education
    • Environment & Social
    • Financial
    • Fashion
    • Healthy
    • Home & Decor
    • Lifestyle
    • Technology

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan taman nasional yang berada di Kalimantan Tengah yang awalnya merupakan cagar alam dan suaka margasatwa yang ditetapkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1937. Taman yang luasnya 415.040 ha ini disahkan sebagai taman nasional pada 25 Oktober 1996 oleh Menteri Kehutanan.

Saya bersama teman lainnya memutuskan ke Taman Nasional Tanjung Puting dengan menggunakan jasa travel agent karena biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah dibandingkan dengan berangkat sendiri. Kami live on board dengan menyusuri SUngai Sekonyer selama 3 hari 2 malam.

Welcome to Tanjung Puting National Park

Apa saja yang dapat dinikmati di kampung Orang Utan ini?

  1. Mengunjungi Museum Orang Utan.
  2. Menyaksikan feeding orang utan dan berphoto dengan mereka.
  3. Menikmati Atraksi Buaya di Sungai Sekonyer.
  4. Mengambil photo Bekantan sore hari dan binatang lainnya.
  5. Menikmati kunang-kunang di malam hari.
  6. Menikmati sunset dan sunrise dari atas klotok.
  7. Trekking the Jungle, menikmati hutan Kalimantan.
  8. Melakukan penanaman pohon di Pondok Kerja Pesalat Reforestation Project.
  9. Photo Landscape.
  10. Berphoto dengan orang utan.

Hari Ke-1 (Soeta-Pangkala Bun-Dermaga Kumai-Sungai Sekonyer Camp Tanjung Harapan)

Perjalanan menuju Dermaga Kumai

Singkat cerita perjalanan kami dari Jakarta menuju Pangkalan Bun, dilanjutkan menuju dermaga Kumai. Dari Pangkalan Bun, kami dijemput menggunakan 2 mobil oleh Tour Guide yang sudah kami pesan jauh-jauh hari untuk menuju dermaga Kumai. Tour Guide kami super duper ramah. Intinya kami sangat puas dengan pelayanan yang diberikan oleh mereka.

Selama perjalanan menuju Kumai kami melewati beberapa tempat wisata perkotaan, kami juga melewati deretan panjang hutan Kalimantan yang sangat hijau. Perjalanan menuju Kumai tidak begitu jauh kurang lebih satu jam, akhirnya kami sampai di dermaga Kumai yang dikelilingi oleh rumah-rumah warga. Kumai merupakan dermaga terakhir sebelum menyusuri sungai dan melakukan perjalanan panjang menuju kawasan Tanjung Puting.

photo dulu sebelum pintu masuk
sudah dapat izin photo di sini ya

Setibanya di dermaga ini kami melihat banyak klotok yang bersandar. Klotok ini merupakan sarana transportasi tradisional milik masyarakat setempat yang berbentuk kapal besar terdiri dari dua lantai dan terbuat dari kayu-kayu kokoh khas kalimantan, cara kerjanya dengan menggunakan mesin dan bensin. Lantai 1 merupakan tempat memasak atau dapur, kamar mandi serta tempat menyimpan stok makanan dan air yang akan kami pergunakan selama perjalanan dan juga terdapat kamar tempat istirahat tour guide kami.

Lantai 2 merupakan tempat kami makan dan kalau malam menjadi tempat kami tidur dengan dipasang kelambu, oh so romantic sambil menyaksikan pemandangan indah dengan dihiasi langit dengan bulan dan deretan bintang-bintang. Kebetulan saya pas ke sana sedang musim kemarau jadi sangat jelas sekali. Setelah rapi-rapi akhirnya kami menaiki klotok menyusuri Sungai Sekonyer untuk dapat melihat orang utan yang terkenal itu.





beberapa klotok yang membawa wisatawan di kawasan Sungai Sekonyer


klotok yang kami tumpangi selama 3 hari 2 malam

persiapan sebelum makan siang

Perjalanan dari dermaga Kumai menuju Sungai Sekonyer kurang lebih 30 menitan. Kami lanjutkan ke pos pertama yaitu Pos Tanjung Harapan. Tempat ini berbentuk museum mini yang berisi tentang beberapa photo dan sejarah orang utan.

Sepanjang jalan ini kita dapat menikmati suara-suara binatang dan suasana tenang bernuansakan alam. Sepanjang jalan juga kami berpapasan dengan beberapa klotok lainnya yang membawa wisatawan nusantara maupun mancanegara. Memasuki pos ini, sungai sudah mulai terlihat hitam, dan kadang sungai ini disebut juga dengan Sungai Hitam. Adventure is begining.

Museum Mini

Setelah kurang lebih satu jam kami tiba di pos pertama Pos Tanjung Harapan. Kami berhenti di dermaga dan langsung melakukan trekking untuk melihat feeding (waktu pemberian makanan kepada Orang Utan) yang sudah terjadwal setiap harinya.

Sebelum menuju ke tempat feeding, kami berhenti ke sebuah museum mini yag dapat dinikmati oleh wisatawan, didalamnya menampilkan beberapa photo sejarah mengenai orang utan. Ukuran museum ini tidak begitu luas.

Museum Mini Orang Utan berisi photo-photo Orang Utan yang ada di kawasan Tanjung Puting

berphoto di depan Musium Mini Orang Utan

Menyaksikan Feeding

Selesai dari museum, kami melanjutkan perjalanan ke tempat feeding, sepanjang jalan sudah mulai terlihat beberapa orang utan yang sedang tidur di tanah dan sebagian bergelantungan di atas pohon. “Pelan-pelan jalannya jangan sampai menganggu mereka dan jangan terlalu dekat”, nasihat sang guide agar kami lebih hati-hati.

Saat sampai di tempat feeding, Tanjung Puting yang bergelantungan di atas pohon semakin banyak dan beberapa sudah turun di panggung tempat feeding.

Tempat feeding ini berupa panggung kecil dan sekitarnya disimpan pisang-pisang dan susu untuk makanan si orang utan tersebut. Semua pengunjung diminta untuk tidak gaduh dan memotret sembarangan dan jangan terlalu dekat dengan si Orang Utan.

Karena jika mereka merasa terganggu mereka bisa menggangu balik para pengunjung. Cerita dari tour guide ada pengunjung yang sampai digusur oleh orang utan tersebut dan kameranya dibawa ke atas pohon. Setelah selesai menyaksikan feeding, kami kembali ke kapal untuk beristirahat.


Menyaksikan Buaya

Selama melewati sungai menuju Tanjung Puting, kita dapat menyaksikan beberapa buaya yang bermunculan di permukaan sungai karena suara gemerisik klotok kita ternyata memancing mereka keluar. Selepas makan kami mengobrol sebentar dengan tour leader, dia banyak cerita pengalamannya selama membawa tamu termasuk kalau sepanjang sungai yang kami lalui masih banyak buayanya.

Jadi kami diminta untuk lebih hati-hati, tidak boleh mandi di sungai dan membuang sembarangan ke sungai tersebut karena akan memancing kemunculan buaya-buaya tersebut. Ada wisatawan yang tidak mengindahkan nasihat guide mandi di sungai sampai akhirnya diterkam oleh buaya-buaya tersebut. Serem ya.

Melihat ramang-ramang

Sesampainya di kapal, alam masih terang benderang, setelah melaksanakan ishoma, kami disuguhi makan malam dengan beberapa menu khas Kalimantan, dan dihiasi langit indah penuh dengan bulan dan deretan bintang. Pada malam hari kita bisa menyaksikan bulan dna bintang dari atas kapal yang kami tinggali. Selain itu binatang ramang-ramang menambah keindahan suasana malam gelap.

Ribuan ramang-ramang bertebaran pada malam hari. Berasa seperti sedang dalam film avatar. Waktu tidur tiba, dan kami tidur dalam kelambu berhiaskan langit dan binatang kunang-kunang yang jumlahnya ratusan bahakn ribuan. Indah sekali. Sudah ga sabar juga pengen lihat Orang Utan besok. Night kunang-kunang.



salah satu pemandangan yang dapat dinikmati: Sungai Hitam dan view hutan

Hari ke-2 (Sekonyer - Pos Tanggui - Camp Leakey - Pesalat Reforestation Project)

Sebelum sarapan kami bersih-bersih badan. Waktu saya mandi, saya tidak sadar kalau ternyata semburan air dari kamar mandi memancing beberapa buaya yang ada di sekitar tempat itu. Sempat shock beberapa buaya bermunculan, sampai udah ga jelas lagi mandinya pengen cepet selesai.

Tapi seru banget, kapan lagi ya mandi ditemani buaya-buaya besar itu hahhahahha, saya pikir semalam guide kami becanda ternyata benar masih banyak buayanya loh di SUngai Sekonyer Tanjung Puting ini.

Setelah sarapan kami melanjutkan perjalan menuju pos Pondok Tanggui. Kurang lebih ditempuh selama 2 jam tentu saja tidak membosankan karena sepanjang jalan kami bisa menikmati hijaunya alam Kalimantan, melihat keindahan sungai yang pemandangannya langit yang memantul, indah sekali.

Belum lagi beberapa bekantan yang berisik di atas pepohonan dan tentu saja si penunggu sungai tersebut muncul berkali-kali memamerkan keganasannya, ya sang buaya, meski sedikit was-was tapi lama-lama jadi terbiasa.

Menyaksikan pemandangan alam

Menyaksikan sungai hitam yang dikelilingi oleh pohon-pohon dan tumbuhan hijau.



view-view yang dapat dinikmati sepanjang perjalanan

Menyaksikan feeding

Sampai di tempat feeding kedua, kembali menyaksikan orang utan bercengkrama dengan makanan-makan yang sudah disediakan, kali ini kami melihat beberapa orang utan yang super besar. Meski agak jarang yang keluar.

Beberapa ranger (sebutan untuk penjaga hutan dan orang-orang yang menjaga orang utan) melakukan panggilan agar orang utan nya pada keluar. Selesai dari tempat ini kami lanjutkan ke Camp Leakey. Pos ini paling ramai dengan wisatawan. Dari pos ini kami juga mampir ke tempat penanaman pohon yang disebut dengan Pondok Kerja Pesalat Reforestation Project.


menjelang feeding hari kedua

Melakukan penanaman pohon di Pesalat Reforestation Project

Hari kedua kami juga melakukan penanaman pohon di Pesalat Reforestation Project. Kita bisa memberi nama kita pada pohon tersebut sebagai kenang-kenangan dan melakukan donasi seikhlasnya untuk pohon yang kita pilih.

melakukan penanaman pohon di Pesalat Reforestation Project

Menyaksikan Bekantan

Sore hari kita juga dapat menyaksikan Bekantan dari atas klotok, sejenis monyet yang mempunyai ekor panjang dan berhidung merah di atas pepohonan.

Bekantan, sejenis monyet yang berekor panjang dan berhidung merah

Menyaksikan sunset dan sunrise

Wisatawan di sini dapat menyaksikan sunset atau sunrise dari atas kelotok dengan pemandangan yang serba hijau.

menyaksikan sunset yang udah mau tenggelam dari atap klotok

Treking di hutan

Saat berwisata ke Tanjung Puting wisatawan juga dapat menikmati hutan Kalimantan yang masih sangat asri dan hijau, hutannya memang masih basah, jadi pakailah sepatu yang aman untuk tahan air.


trekking di hutan yang masih hijau dan segar udaranya

Berphoto dengan orang utan

Pengunjung diperbolehkan berfoto dengan orangutan tapi tidak boleh menyentuh mereka.

Hari Ke-3 (Wisata Kota - Jakarta)

Mengunjungi beberapa destinasi wisata kota

Bersiap-siap menuju Dermaga Kumai untuk menuju bandara Pangkalan Bun, namun sebelum ke Bandara kita bisa beli mengunjungi beberapa destinasi wisata di kota serta membeli oleh-oleh.


Photo keluarga dulu sebelum pulang

Membeli oleh-oleh khas Kalimantan

Sebelum pulang ke Bandara mobil yang kami sewa mengantar kami untuk membeli oleh-oleh khas kalimantan. Perjalanan panjang yang menyenangkan.

Itu dia pengalaman saya mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting selama beberapa hari. Pengalaman yang seru yang takan pernah terlupakan dan sangat menyenangkan pastinya. Bertemu dengan kawan baru, mengelilingi hutan dan sungai berhari-hari, melihat orang utan, dan menyusuri sungai Borneo. Indah sekali.

see you next trip guys....


Cung siapa yang hobby travelling? naik gunung? blusukan di hutan?Atau main ke tempat yang bersalju? Hayo pada ngaku pada ngalamin kan ga mandi berhari-hari hehhe.

Udah biasa sih sebenarnya kalau naik gunung pasti bakalan ga mandi (tapi tetep bersih-bersih ko, cuman memang ga keramasan aja, ya iyalah di gunung yang ada air cuman buat minum aja heheheh).

Nah kalau ga mandi itu impact-nya pasti rambut kita jadi lepek kan? Padahal duuuuh cewek tuh ga bakal pede kalau rambutnya lepek, secara ya rambut itu mahkotanya buat kaum hawa, termasuk aku loh. Kalau rambutnya dah lepek gitu pedenya beneran hilang, merasa rusak tuh moodnya sepanjang hari.

Salah satu cara ngakalinnya adalah sebelum berangkat travelling misalkan naik gunung gitu shampoan dulu yang bersih plus pakai hair mask yang tahan lama, kebetulan kan di gunung jarang berdebu ya biasanya pakai hair mask gitu lumayan tahan bikin rambut ga lepek untuk beberapa hari, jadi tetep pede aja pas photo-photo.

Nah pengen tahu hair mask yang rekomended untuk menemani travelingmu?


salah satu produk yang didapat, Shampo Natur
Pict by Agi

Check it out…

Mendapat undangan lewat group WA untuk ikutan review produk Natur bersama teman-teman Blogger Jogja, seneng banget, kebetulan sempat pakai shampoonya yang anti rontok, cukup membantu mengurangi kerontokan rambut hitamku.

Tapi kali ini reviewnya tentang Natur Hair Mask Hair Nutrive Treatment with Aloe Vera Extract, yang merupakan salah satu varian baru dari rangkaian perawatan rambut yang dikeluarkan oleh Natur. Acaranya berlangsung di Bong Kopi Town, Sagan, Yogyakarta dengan dresscode-nya black with touch of gold, wow warna fav aku banget ini sih.

Acara dibuka oleh mba Wina sebagai Brand Activation dari Natur. Penjelasan tentang produk knowledge sangat detail, dapat ilmu baru niy bahwa selain pola asupan makanan, faktor lingkungan, tingkat stress, tentu saja rambut butuh nutrisi perawatan secara langsung, salah satunya adalah Natur Hair Mask Hair Nutrive Treatment with Aloe Vera Extract yang dapat menutrisi rambut temen-temen apalagi yang hobbynya travelling kayak aku, polusi udara tiap kota atau negara pasti berbeda-beda kan.

Selain itu, ada Mba Indah Juli yang sharing tentang bagaimana cara mengelola blog, beliau blogger top Jogja yang merupakan salah satu co-founder KEB Jogja lohhh, seru kan udah dapat produk dapat ilmu pula.


Varian Produk

PT Gondowangi Tradisional Kosmetika Indonesia sebagai perusahaan yang memproduksi Brand Natur,  mengeluarkan 3 varian hair mask yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan rambut kita dan yang pastinya ketiganya wanginya udah ga kayak dulu lagi yang tajem banget, sekarang wanginya lebih lembut dan enak gitu fresh deh pokoknya.

1. Buat yang rambutnya suka rontok-rontok kayak rambut aku (efek thesis ga selesai-selesai niy hehehe – maaf pemirsah jadi curcol hehehe) sekaligusnya juga buat kesuburan rambut bisa pakai Natur Hair Mask Hair Nutrive Treatment Ginseng Extract.

2. Nah kalau teman-teman pengen menutrisi serta melembutkan rambutnya bisa pakai Natur Hair Mask Hair Nutritive Treatment with Olive Oil dan Vitamin E.

3. Tapi kalai pengen rambutnya lebih lembut (cocok buat rambut yang tebal di tiap helainya kayak aku) bisa pakai Natur Hair Mask Hair Nutritive Treatment with Aloe Vera dan Olive Oil.

Nah yang mana pilihanmu?



Kandungan Produk

Kandungan produk ini sangat penting pemirsah untuk dicek karena beberapa orang ada yang kurang cocok sama kandungan bahan di setiap produk.

Dan ini dia kandungan produk yang ada di Natur Hair Mask Hair Nutrive Treatment with Aloe Vera Extract: Water, Cetearyl Alcohol, Lauryl Glucoside, Behentrimonium Chloride, Cyclopentasiloxane, Aloe Barbadensis Extract, Olive (Olea Europaea) Oil, Fragrance, Centrimonium Chloride, Lanolin, Dimethiconol, Propylene Glycol, Guar Hydroxypropyltrimonium Chloride, Glyceryl Stearate, Panthenol, Lysine HCI, Glutamic Acid, Phenoxyethanol, Imidazolidinyl Urea, Cycloterasiloxane, Ceteareth-20, Ceteareth-12, Cetyl Palmitate, Potassium Sorbate, Sodium Benzoate.




Manfaat Natur Hair Mask Hair Nutrive Treatment with Aloe Vera Extract

I love it for the first trial, honestly aku jarang banget pakai hair mask, hanya pas lagi ke salon aja biasanya, karena malas kalau dilakuin di rumah sendiri, berasa ribet gitu terus kadang hasilnya sama aja.

Rambut aku ini tipe rambut yang tebel tiap helainya, jadi agak kasar dan ga semua produk hair mask bikin rambut aku jadi lembut tapi pas nyobain Natur Hair Mask Hair Nutrive Treatment with Aloe Vera Extract, padahal baru pertama kali langsung berasa banget halusnya, sukaaaa banget deh, nemu hair mask ini kayak nemu jodoh heheheheh, beneran jadi pengen usap-usap rambutnya.

Setelah kering sepanjang hari rambut berasa banget halusnya dan lembut, dan yang paling penting ga kusut dong, bahkan sampai pemakaian hari kedua udah sampoin masih tetep berasa halus dan lembutnya, saya gabung samponya dengan produk lain teman-teman.

Kandungan produknya memang berfungsi untuk menutrisi tiap helai rambut untuk menjaga kesuburan rambut, bikin rambut tampak tebal, halus, lembut, lembab serta mudah diatur. Cocok bangetlah dipakai di rambut aku.

Nah penasarankan, yuk cobain produknya, aku sih suka...... love bangeeeetttt.


Saya memang hobby traveling ke tempat-tempat ekstrim alias anti mainstream, lebih seru and menarik soalnya. Tapi semuanya belum bisa dilakuin niy kalau perginya sama family apalagi bawa krucil-krucil si keponakan-keponakan yang usianya masih TK, SD atau SMP, belom bisa dibawa naik-naik gunung, bisa dipecat jadi onty sama emaknya, ujung-ujungnya adalah wisata citytour aja hehheheh, karena wisata keluarga sangat menyenangkan juga.


LOKASI

Nah salah satu wisata keluarga berbasis edukasi yang rekomended buat bawa krucil-krucil yang ada di Jogjakarta adalah Trans Studio Mini Maguwo atau disebut juga dengan KidCity yang dibuka pada tanggal 31 Maret 2017 yang memang konsepnya untuk family gitu. 

Alamat lengkapnya berada di Transmart Carefour Lantai 3 yaitu di Jl. Raya Solo KM 8 No. 234, Maguwoharjo, Depok, Corongan, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, DIY 55281. Kebetulan hari itu saya dapat kesempatan untuk mencoba wahana-wahana di tempat ini bersama blogger-blogger keceh Jogja.


WAHANA YANG BISA DICOBA

Wahananya lumayan banyak yang bisa dicoba Trans Studio Mini Maguwo ini dari usia anak-anak sampai dengan usia dewasa, tapi ada 3 (tiga) wahana andalan yang dapat dicoba oleh orang dewasa kayak kita yaitu Paris Swing, Bumper Car, sama Crazy Taxi Coaster. Beberapa wahana mewajibkan tinggi anak-anak minimal 120 cm dengan alasan keamanan, selain itu anak-anak bisa mencoba semua wahana yang ada di situ.


Paris Swing atau New York Swing

Wahana ini bisa dicoba oleh anak-anak sampai dengan usia dewasa. Lama permainannya kurang lebih 4 (empat) putaran. Tapi kalau kita sudah berasa gak kuat boleh ko berhenti alias angkat tangan heheheh tidak malu ya daripada nangis kan malu heheeeee




Bumper Car

Saya lebih mengenalnya dengan istilah Bombom Car, nah ini dia permainan yang ada di tempat wisata keluarga berbasis edukasi ini ada adu mobil yang banyak digemari usia anak-anak sampai dewasa, kita bisa bermain wahana ini dengan lama waktu kurang lebih 4 (empat) menit. Bisa seru-seruan dengan menyetir seperti bawa mobil biasa aja. Serunya permainan ini bisa beradu dengan mobil lain yang ada di depan kita, siapapun bisa mencoba permainan ini.




Crazy Taxi Coaster. 

Ini dia wahana yang paling ditunggu-tunggu banyak pengunjung dan pastinya wahana yang paling bikin orang deg-degan. Mendengar istilah coaster seperti mau bertemu dengan singa di padang pasir rasanya, berasa mau dilempar dari atas pesawat tanpa parasut hahahahah. 

Masalahnya masih ada trauma waktu dulu di luar nyobain 4 (empat) wahana roller coaster sekaligus, pusing, deg-degan, dan berasa mau copot jantungnya masih berasa sampai sekarang, mending suruh daki gunung ribuan mdpl dahhhh. Sama juga lama permainannya kurang lebih 4 (empat) menit selama 2 (dua) kali putaran. Hampir ga mau ikutan wahana ini, karena bener-bener memacu adrenalin, tapi gara-gara dibujuk sama teman-teman blogger lainnya akhirnya nyerah deh ikutan.




Kalau lagi kesel atau marahan sama pacar bsia niy ke sini, biar bisa teriak-teriak puas hehehehe, lumayan ngeluarin uneg-uneg niy hehhehe....

HARGA PERMAINAN

Jika hanya sekedar melihat-lihat permainan di Trans Studio Mini Maguwo  ini, pengunjung tidak dikenakan charge apapun, tetapi jika ingin naik salah satu wahana tersebut, pengunjung baru diwajibkan membayar sesuai dengan harga masing-masing wahana tersebut.

Untuk dapat bermain di wahana-wahana wisata keluarga berbasis edukasi ini, teman-teman bisa membeli satu kartu mirip seperti ATM gitu yang berlaku di seluruh Trans Studio Mini yang ada di Indonesia. Harga untuk pengisian pertama sebesar Rp. 75.000 dengan saldo sama Rp. 75.000 juga. Jika habis pengunjung bisa melakukan top up sesuai dengan kebutuhan.


Harga masing-masing wahana

Selain ketiga permainan di atas, ada juga permainan lain yang tak kalah seru di Trans Studio Mini Maguwo  seperti Sky Rider, Jurassic Park, Softplay, Fried Frogy, Venture River, dan nyobain Mini Train khusus buat anak-anak. Ada juga photobooth dengan membayar Rp. 25.000.

Selain menyediakan wahana sekali main, Trans Studio Mini Maguwo juga melayani paket kunjungan loh buat sekolah-sekolah atau komunitas yang ingin berkunjung ke tempat ini dan pastinya dengan harga yang menarik mulai dari Rp. 50.000.
Karena berbasis hiburan dan edukasi, tempat ini mempunyai program atau paket kunjungan loh seperti  belajar seperti membatik, membuat pizza, dan membuat ice cream.

Hampir sama dengan tempat game di tempat lainnya, salah satu daya tarik lain dari tempat wisata keluarga berbasis edukasi ini adalah, setiap wahana yang kita naiki akan memberikan reward berupa kartu-kartu yang bisa dikumpulkan dan bisa ditukar di kasir dengan beberapa hadiah atau merchandise.

Di Trans Studio Mini Maguwo ini juga disediakan beberapa spot untuk duduk-duduk manis atau sekedar menunggu bagi orang tua yang mengantar anak-anaknya bermain, ada area ibadah, dan toilet juga.

nah penasaran pengen coba wisata keluarga berbasis edukasi ini kan, yuk kunjungin wahana-wahana ini di Trans Studio Mini yang ada di Yogyakarta, pasti seru niy teman-teman sekalian juga berbagi moment bahagia dengan keluarga ................

Museum Ullen Sentalu yang didirikan pada tahun 1994 ini, merupakan museum milik swasta yang ada di Yogyakarta. Pemiliknya Keluarga Haryono merupakan salah satu bangsawan di Yogyakarta dan merupakan seorang pembatik.

Museum Ullen Sentalu sendiri merupakan singkatan dari Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku yang artinya Lampu Blencong yaitu lampu yang digunakan saat pertunjukkan wayang kulit, yang secara filosofi maksudnya adalah petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.



welcome to Ullen Sentalu

pintu masuk pembelian tiket

Di dalam Museum Ullen Sentalu menjelaskan beberapa sejarah Kerajaan Mataram yaitu tentang empat kerajaan yang berada di Solo dan Yogyakarta, yang terpecah menjadi Kasunanan Surakarta, Kadipaten Pakualaman Kesultanan Yogyakarta, dan Praja Mangkunegaran.


ruang tunggu sebelum plant tour

Benda-benda yang terdapat di dalam Museum Ullen Sentalu merupakan hibah dari kerajaan Solo dan Yogyakarta, seperti gamelan, kain dengan berbagai corak khas Yogyakarta dan Solo, tulisan-tulisan dari putri kerajaan Solo. Semua benda-benda tersebut merupakan peninggalan budaya dan peninggalan bangsawan Jawa pada zaman Kerajaan Mataram.



Ikon Museum Ullen Sentalu, sayangnya pas hujan deras jadi ga bisa bergaya heheh

Untuk dapat melakukan plant tour, pengunjung akan dibagi menjadi beberapa kelompok, karena museum yang berbentuk labirin ini hanya mempunyai luas hanya 1,2 km2. Museum yang berisi tentang Kerajaan Mataram ini mewajibkan semua pengunjung yang masuk dipandu oleh seorang tour guide yang paham dengan sejarah kerajaan Yogyakarta dan Solo. Tour kurang lebih selama 1 jam.

Museum Museum Ullen Sentalu banyak dikunjungi oleh tamu semua usia dan banyak pula wisatawan asing yang berkunjung ke museum ini. Di tengah-tengah plant tour semua tamu akan diajak ke sebuah resto yang bernuansa gotik untuk menikmati welcome drink berupa minuman hangat jahe.

Minuman ini dianggap sebagai minuman warisan awet muda yang disebut dengan “Wedang Ratu Mas”. Lumayan membantu menghangatkan badan karena saat saya berkunjung ke museum Kerajaan Mataram ini sedang hujan.



resto yang menyediakan Wedang untuk para pengunjung

Wedang Ratu Mas - dipercayai kalau minum ini bakal awet muda

pintu keluar, belakangnya ada resto yang super keceh buat photo-photo

Selama di dalam Museum Ullen Sentalu, semua pengunjung dilarang merekam dan mengambil gambar, so just focus on the tour guide and enjoy the museum ya….


Alamat :

Jalan Boyong No.KM 25, Kaliurang Barat, Hargobinangun, Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582


Harga Tiket Masuk (HTM):

Wisatawan Domestik: Dewasa: Rp 40.000, Anak-anak (5 - 12 tahun): Rp 20.000. 

Wisatawan Mancanegara: Dewasa: Rp 100.000, Anak-anak (5-12) dan Pemegang KITAS: Rp 60.000.


Jam Buka dan Tutup:

Senin: tutup, sesuai dengan peraturan nasional, bahwa semua museum Indonesia tutup tiap hari Senin
Selasa – Jumat: 08.30 – 16.00 WIB
Sabtu – Minggu: 08.30 – 17.00 WIB

How to Get There/Rute

Lokasinya berdekatan dan satu arah dengan Museum Merapi. Dari Yogyakarta ikuti saja arah Jalan Kaliurang sampai KM 25, sampai menemukan gerbang pintu masuk Wisata Kaliurang. Teman-teman akan dikenakan biaya Rp. 3.000 per orang dna kendaraan mobil sebesar Rp. 4.000.


Fasilitas Wisata:

Memasuki area kawasan ini terdapat beberapa fasilitas seperti:
1.    Area parkir untuk mobil dan motor
2.    Loket      tiket    masuk  yang  akan      membantu     wisatawan      juga   untuk mendapatkan beberapa informasi
3.    Area ibadah bagi wisatawan yang beragama Islam
4.    Toilet
5.    Tempat sampah
6.    Resto setelah keluar museum

Destinasi Wisata Terdekat:

1.  Stonehenge
2.  The Lost World Castle
3.  Museum Gunung Merapi
4.  Kedai Kopi Merapi
5.  Lava Tour
6. Beukenhof Resto

Tips and Tricks:

1. Siapkan bensin full ya karena di dekat wilayah ini tidak ada pom bensin
2. Masuk ke museum ini dilarang membawa makanan, minuman, dan memotret hanya diizinkan setelah keluar dari museum
3. Bawa jaket bagi anda yang tidak kuat dingin, karena dekat pegunungan merapi udara dan hawanya cukup dingin, di dalam museum cukup dingin, karena semua ruangan ber-AC
4. Pakailah pakaian yang sopan karena kita akan masuk ke kawasan budaya
5. Ikuti semua aturan yang diberitahukan oleh tour guide
6. Kalau teman-teman berkunjung pada saat musim hujan, bawalah payung, karena pindah dari satu bangunan ke bangunan lain melewati area terbuka, kalau musim hujan bisa membuat pakaian anda basah.

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia, apalagi destinasi wisata millenial.


Welcome to Stonehenge

Nah salah satu destinasi wisata millenial yang ada di Jogja adalah Stonehenge Cangkringan, belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. 

The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris, cocoklah buat tempat wisata millenial.



Ada penjelesan tentang sejarahnya juga lohhhh

Untuk menuju Stonehenge Cangkringan, saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).

Sebelum pulang saya sempatkan tanya pada petugas karcis, untuk rute yang mudah lewat mana, petugasnya kasih dua alternatif jalan.

photo cantik dulu biarpun mendung :)


with my friend from Jakarta

Stonehenge Cangkringan bisa dipergunakan juga untuk acara prewed, saat kami ke sana juga ada yang sedang melakukan pemotretan.


How to Get There

Lokasinya cukup jauh dari Kota Yogyakarta, tepatnya di berada di Dusun Petung, Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta atau sekitar 1 jam dengan menggunakan kendaraan roda empat dan 30 menitan dengan roda dua. Lokasinya dekat dengan area Lava Tour Merapi.

Rutenya: 

  • Dari Yogyakarta ikuti saja Jalan Kaliurang, di pertigaan Kaliadem atau Cangkringan ambil arah kanan. Searah dengan Merapi Golf atau The Lost World Castle. Lokasinya tidak jauh dari Kopi Merapi dan berdekatan dengan daya tarik wisata The Lost World Castle.
  • Dari Yogyakarta ikuti saja Jalan Kaliurang sampai menemukan arah Kaliadem ambil arah ke Bebeng, kemudian akan menemukan Dusun Petung, melewati Kopi Merapi, ambil kanan, terlihat ada gerbang The Lost World, ikutin saja jalurnya tetap lurus saja sekitar 200meteran, ada di sebelah kiri.

Tiket Masuk Stonehenge Cangkringan

Dengan membayar harga 15 ribu saja, sudah termasuk parkir, wisatawan dapat menikmati daya tarik wisata ini sepuasnya.


Fasilitas

Memasuki area kawasan ini terdapat beberapa fasilitas yang akan membuat wisatawan cukup nyaman.

  1. Ada area parkir untuk mobil dan motor.
  2. Loket tiket masuk yang akan membantu wisatawan juga untuk mendapatkan beberapa informasi.
  3. Area ibadah bagi wisatawan yang beragama islam.
  4. Toilet.
  5. Warung tempat makanan.
  6. Tempat sampah

Jam Operasi Stonehenge Cangkringan

Berdasarkan informasi dari petugas, daya tarik wisata ini buka pukul 08.00 – 16.00 WIB untuk pembelian tiket dan tutup tempat wisatawanya pada pukul 17.00 WIB.


Tips

  1. Siapkan bensin full ya karena di dekat wilayah ini tidak ada pom bensin.
  2. Bawa makanan dan minuman dari rumah karena di wilayah ini tempat penjualan makanan hanya ada satu warung.
  3. Bawa jaket bagi anda yang tidak kuat dingin, karena dekat pegunungan merapi udara dan hawanya cukup dingin.
  4. Bisa menggunakan sepatu atau sandal.
  5. Jangan lupa bawa alat dokumentasi ya buat kenang-kenangan dan selfie bareng temen atau family.
  6. Ikutan aturan dan adat istiadat yang ada di sebuah destinasi wisata.
  7. Yang paling penting, jangan rusak lingkungannya dengan membuang sampah sembarangan ya.

Sabtu, 16 Februari 2019 saya mengikuti sebuah event yang di-arrange oleh KEB alias Kumpulan Emak-Emak Blogger Yogyakarta yang kolab dengan ProPS dengan mengusung tema “Langkah Jitu Memaksimalkan Pendapatan Iklan”. 

memaksimalkan pendapatan blog


BERMULA DARI KEB (KUMPULAN EMAK BLOGGER)

Daftar ke Emak Jul (salah satu emaknya blogger Jogja yang ngehits abis), meski sedikit gak pede secara saya pemula di dunia blogging. Namun Emak Jul meyakinkan saya untuk ikut buat belajar, baiklah karena sadar masih harus banyak belajar.

“klik… terima kasih anda sudah melakukan registrasi untuk acara ini” akhirnya saya melihat tulisan itu di google form di hp kesayangan saya yang sudah pecah-pecah layarnya.

KEB ini cukup ngehits loh di Yogyakarta, KEB ini komunitas emak-emak gaul yang aktif dalam kegiatan menulis melalui dunia maya atau dikenal dengan nama blogging, pokoknya keren-keren pokoknya mereka, biarpun udah emak-emak beranak pinak tapi goresan-goresan tangannya di dunia maya jangan ditanya, lewatlah tuh jurnal-jurnal yang saya baca. Mereka punya banyak prestasi di bidangnya masing-masing.

MENGENAL PT ProPS

PT Promedia Punggawa Satu atau disingkat dengan nama ProPS yaitu “an advertising technology company, providing managed services, tech platform, training and consultation. ProPS is focusing its service in programmatic advertising for sell-side (publisher)”, atau dalam bahasa sundanya merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di bidang iklan, yang menyediakan jasa pengelolaan bahkan menyediakan juga jasa training dan konsultasi pastinya di bidang teknologi dong ya. 

Props yang juga Google Channel Partner resmi yang ada di Indonesia ini merupakan perusahaan yang bakal ngebantuin iklan di blog kita termasuk dalam urusan adsense. Perusahaan ini masih tergolong muda loh, baru didirikan tahun 2016 tapi track recordnya udah keren loh dapat penghargaan ”Granted as Top 1 Google Healthy Inventory Award 2017 in SouthEast Asia” (sumber Linkedin).

Seneng banget ikutan acaranya ini banyak ilmu yang didapat dari pembicaranya yang super keren-keren ahli di bidangnya pastinya. Ada Mba Ilona, beliau adalah COO-nya Props. Sharing Mba Ilona ini memberikan ilmu baru yang sama sekali gak pernah saya dengar sebelumnya, seperti apa itu menetasi, masalah-masalah yang dihadapi dalam monetisasi seperti page latency dan viewability rendah, ada juga berkaitan dengan platform monetisasi iklan seperti CPC dan CPM. 

Nah yang lebih penting lagi adalah bagaimana cara memaksimalkan platform monetisasi. Satu lagi terdapat beberapa peluang yang bakal didapat di masa yang akan datang kalau kita memaksimalkan monetisasi yaitu dapat meningkatkan international traffic, meningkatkan RPM (biarpun traffic-nya rendah tapi RPM-nya tinggi) dan mampu mendatangkan demand untuk targeting global audience. 

Waahah keren dan banyak sekali manfaatnya ya ternyata pemirsah kalau kita mampu mengelola blog kita dengan menggunakan adsense. Meski masih meraba-raba istilah yang digunakan dalam dunia blogging, sedikit-sedikit saya mulai ngerti kenapa selama ini blogger-blogger yang udah profesional mengelola blognya dengan sangat apik, ternyata hal ini dapat menarik money, money, money ternyata, duuuhhh si pemula ini malu-maluin banget ya hehehe.

BAGAIMANA BLOG BERTAHAN

Pembicara kedua adalah Mba Carolina Ratri, jangan ditanya kalau udah urusan konten dalam urusan blogging, secara Mba Carolina ini adalah seorang content creator yang udah lama malang melintang dalam dunia per-blog-an.

bagaimana memaksimalkan pendapatan blog


Salah satu sharingnya adalah mengenai bagaimana caranya supaya blog kita bertahan lama dan dicari oleh banyak orang yaitu tulisan dalam blog harus evergreen, tulisan berumur panjang dan informasinya tidak usang oleh waktu atau informasinya berlaku dalam jangka panjang, tulisan sejenis ini bakal membuat pengunjung stabil, trafficnya bakal terus ada alias banyak yang nyari.

Berkumpul dengan emak-emak blogger dan dengerin sharing knowledge dari kedua pembicara ini, bikin saya termotivasi untuk menulis semua perjalanan wisata saya, kebetulan blog saya bertema perjalanan, seenggaknya itu yang lebih penting buat blogger pemula seperti saya. 

Untuk menghasilkan uang seperti emak-emak keceh ini, saya harus improve kualitas tulisan saya dulu dan banyak belajar juga sama tulisan-tulisan mereka, uang nanti juga ngikutin sendiri, bukan begitu emak-emak keceh…. semoga setelah ikut seminar ini, dapat memaksimalkan pendapatan blog melalui tawaran iklan di blog niy.

Satu lagi, acara ini diadakan di salah satu café kece di Jogja, siapa yang gak kenal dengan Kunena Eatery. Café instagramable doyanan anak-anak nongkrong Jogja, tapi beberapa temen mahasiswa mikir-mikir katanya kalau ke sini, harus siapin fulus yang lumayan tapi berbanding lurus dengan suasananya yang asik dan tenang….

Jadi mari mulai ngelist deh tulisan-tulisan yang mau diposting.

Gunung Sindoro merupakan salah satu gunung yang berada di antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah yang mempunyai ketinggian 3.153 mdpl. Terkenal sebagai salah satu dari 3 gunung tertinggi di Jawa Tengah, dan banyak pendaki menyebutnya dengan istilah Gunung 3S, yaitu Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet.

Karena ketiga gunung ini bersebelahan, sehingga kita bisa menikmati pemandangan Gunung Sumbing dan Gunung Slamet dari puncak gunung ini. Sindara atau Sundoro merupakan nama lain dari gunung ini. 


rute menuju puncak
pict taken by Kris, edited by me

Saya berangkat dari Yogyakarta bersama 3 orang teman dengan sistem shared cost menyewa kendaraan pribadi untuk satu hari (24 jam) dan melakukan pendakian melalui Kledung.


HARI KE-1 (POS 1 - SUNRISE CAMP)

Saya bersama teman-teman berangkat dari Yogyakarta sekitar pukul 16.30, perjalanan ditempuh dengan normal sekitar 1-2 jam menggunakan kendaraan pribadi. Karena kami berangkat pas weekend jadilah kondisi jalan lumayan ramai dan padat.

Sampai di basecamp sekitar pukul 19.00. Kami merapikan barang-barang yang akan dibawa, makan malam, dan kemudian melakukan registrasi ke basecamp. untuk berempat kami membayar biaya registrasi sebesar 65 ribu rupiah (10 rb per orang, 5 rb untuk sumbangan, 3 ribu untuk PMR - untuk sumbangan dan PMR bayar per kelompok) dan menitipkan identitas (KTP) dan cukup menitipkan KTP satu orang saja namun tetap mencatat nama-nama kami demi keselamatan.

Pastikan ya jumlah bukti bayar yang 10 rb per orang jumlahnya sesuai dengan jumlah orang, karena kami kemarin ber empat hanya diberikan bukti bayarnya 2 orang, jadi kalau ada apa-apa kita tidak punya bukti untuk claim). 

Pukul 20.00 kami menuju Pos 1 dengan menggunakan jasa ojek sampai ke pertengahan pos 2. Kami sempat bertemu dengan beberapa pendaki yang berjalan kaki yang akan naik ataupun turun. Perjalanan ojek ini sekitar 20 menitan. Waktu itu HP saya sempat ketinggalan di tempat makan, sehingga saya harus kembali lagi, untungnya masih dekat-dekat dengan basecamp dan motor bapak ojeknya bermasalah, jadilah kerumahnya dulu untuk ganti motor dan ini lumayan memakan waktu.

Pukul 20.45 kami memulai perjalanan kami menuju Pos 2, kami tempuh sekitar 35 menit atau sekitar pukul 21.20 kami tiba di Pos 2 namun saya dan teman-teman tidak berhenti dan lanjut ke Pos 3.

Dari Pos 2 ke Pos 3 ditempuh sekitar 1,5 jam atau kami tiba sekitar pukul 22.50 dan kami sempat beristirahat sebentar di Pos 3 kurang lebih 10 menit. Di pos ini saya lihat tenda-tenda sudah memenuhi semua area camp sampai ke jalur-jalur miringnya. 

Pukul 23.05 kami lanjutkan ke Sunrise Camp. Pukul 23.20 saya dan teman-teman tiba di Sunrise Camp dan wooooooow penuh sekali dengan tenda-tenda pendaki, lumayan lama kami mencari-cari tempat mendirikan tenda namun tidak dapat tempat yang aman, akhirnya memutuskan mendirikan camp persis sebelah plang tulisan Sunrise Camp, karena hanya di tempat itu yang tanahnya datar.


Sunrise Camp, salah satu tempat camp yang bisa lihat sunrise/sunset
pict taken by Younkie

Pada malam hari, dari pos ini kita bisa menyaksikan tenda-tenda yang indah bertebaran di Pos 3 dengan lampu dan warna tenda yang bermacam-macam. Selesai mendirikan tenda, kami masak, makan dan have a nice dream......


HARI KE-2 (SUNRISE CAMP - PUNCAK - BASECAMP)

Kami bangun pukul 04.30 cuaca di luar cukup dingin sampai tenda kami berembun. Pukul 05.10 saya melihat sang mentari menyinarkan wajahnya. Sambil masak-masak saya dan teman-teman pendaki lainnya menikmati sunrise yang indah dari tempat ini.

Pukul 06.00 kami berangkat menuju puncak, perjalanan kali ini saya lalui dengan cukup santai, sembari menikmati pemandangan indah Gunung Slamet dan Sumbing, selian itu jalur menuju puncak berupa bebatuan berpasir dan menanjak membuat nafas saya ngos-ngosan karena lama tidak trekking dan olahraga :)



biar kekinian kayak gen-x :)
pict taken by Younkie

Pukul 08.00 kami sampai puncak dan mengambil beberapa photo. Selain menikmati pemandangan alam dan kawahnya yang kering, saya juga memperhatikan pemandangan takjub yang belum pernah saya lihat sebelumnya di puncak selama saya mendaki gunung.

Jumlah pengunjung, yah jumlah pengunjung gunung saat itu lebih dari 200 orang dan saya lihat masih banyak dibawah yang belum sampai puncak. Ramai sekali untung saja puncak gunung ini cukup luas.


ga afdolll kalau ga photo keluarga di puncak :)

Pukul 09.00 kami memutuskan turun dan perjalanan lagi-lagi dilakukan dengan santai, karena turunannya sangat tajam, berkerikil, bebatuan dan berpasir sehingga harus hati agar tidak terpeleset dan debunya tidak kena ke pendaki di belakang atau di depan saya. saat turun saya dan teman-teman sempat berhenti beberapa kali untuk berphoto dibeberapa spot. Saat itu cuaca sangat cerah sehingga pemandangannya sangat cerah.


jalur turun ditemani pemandangan cerah nan indah

Sekitar pukul 11.00 kami sampai di Sunrise Camp, karena lelah saya dan teman-teman sempat tidur sebentar. Kemudian dilanjutkan masak, makan, dan berkemas untuk turun.


salah satu rute naik

Sekitar pukul 13.30an kami turun menuju basecamp. Pukul 15.35 kami sampai di basecamp, lanjut ke tempat pendaftaran untuk lapor bahwa kami sudah turun.


photo dulu di pintu rimba alias pintu masuk sebelum pulang

Pukul 16.00 mobil yang menjemput kami tiba, and I am coming Yogyakarta. Feeling tired, thanks buat pengalamannya hari itu Tuhan dan terima kasih buat Kris, Diki, dan Yongki.

See you in the next trip ya guys......

Newer Posts Older Posts Home

ABOUT HER

Call her Mei. Her biggest passions are education, the environment, and traveling the world. So that you can chit-chat with her everything about it, she is now active as a voluntourism, environment, and education volunteer.

POPULAR POSTS

  • 15 TEMPAT WISATA DIENG WONOSOBO YANG WAJIB DIKUNJUNGI
  • SOMPO INSURANCE INDONESIA, LUNCURKAN MINI SERIES TENANG ADA SOMPO
  • WISATA BUDAYA RUWATAN ANAK GIMBAL DI DIENG
  • CONTACT HER
  • TRAIL RUNNING DI GUNUNG GEDE PANGRANGO
  • SATSPAM, FITUR ANTI SPAM DENGAN TEKNOLOGI AIVOLUSI 5G DARI IM3
  • KTA UNTUK TRAVELING, ALASAN DAN PEMANFAATANNYA
  • SYLVIA HOTEL & RESORT KOMODO LABUAN BAJO, HOTEL DENGAN PANTAI PRIVAT
  • PURA TIRTA EMPUL, WISATA AIR SUCI DI KOTA BALI
  • NATUR HAIR TONIC GINSENG EXTRACT

ARTICLE

  • 2025 95
    • August 11
      • RANU KUMBOLO, DANAU EKSOTIS IMPIAN PARA PENDAKI
      • 10+ AKTIVITAS SERU DI GUNUNG BROMO YANG WAJIB DICOBA
      • 5 ALASAN MENGAPA ASURANSI KECELAKAAN PENTING UNTUK...
      • 10+ AKTIVITAS SERU DI TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTIN...
      • 10+ AKTIVITAS SERU DI PULAU DERAWAN YANG WAJIB KAM...
      • WISATA BUDAYA RUWATAN ANAK GIMBAL DI DIENG
      • SOMPO INSURANCE INDONESIA, LUNCURKAN MINI SERIES ...
      • 15 TEMPAT WISATA DIENG WONOSOBO YANG WAJIB DIKUNJUNGI
      • SATSPAM, FITUR ANTI SPAM DENGAN TEKNOLOGI AIVOLUSI...
      • PENGALAMAN MENGUNJUNGI BUKIT BATU PANDANG RATAPAN ...
      • ARTOTEL GELORA SENAYAN JAKARTA, HOTEL STRATEGIS DI...
    • July 17
    • June 13
    • May 13
    • April 10
    • March 8
    • February 13
    • January 10
  • 2024 148
    • December 9
    • November 9
    • October 17
    • September 13
    • August 7
    • July 8
    • June 14
    • May 19
    • April 4
    • March 19
    • February 17
    • January 12
  • 2023 111
    • December 6
    • November 20
    • October 14
    • September 10
    • August 6
    • July 7
    • June 8
    • May 4
    • April 10
    • March 14
    • February 8
    • January 4
  • 2022 160
    • December 13
    • November 13
    • October 21
    • September 18
    • August 21
    • July 14
    • June 12
    • May 9
    • April 6
    • March 15
    • February 7
    • January 11
  • 2021 55
    • December 8
    • November 4
    • October 9
    • September 2
    • August 4
    • July 2
    • June 6
    • May 4
    • April 3
    • March 5
    • February 5
    • January 3
  • 2020 44
    • December 4
    • November 3
    • October 4
    • September 4
    • August 4
    • July 4
    • June 4
    • May 4
    • April 2
    • March 4
    • February 3
    • January 4
  • 2019 9
    • December 1
    • November 2
    • August 1
    • July 1
    • June 1
    • March 3
  • 2018 9
    • November 1
    • August 3
    • March 1
    • February 2
    • January 2
  • 2017 21
    • December 1
    • November 1
    • October 3
    • September 3
    • July 1
    • April 1
    • March 4
    • February 3
    • January 4
  • 2016 10
    • December 4
    • November 6

Logo Komunitas BRT Network

Seedbacklink

Copyright © Meimoodaema || Travel Blogger. Designed by OddThemes