Skip to main content

Pulau Padar, Destinasi Wisata Unggulan Indonesia

Hari kedua di Labuan Bajo saya berencana ke Pulau Padar, yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia. Saya mencoba mencari teman untuk gabung di Live on Board, biasanya satu kapal diisi oleh 7 orang. Sampai malam saya tetap tidak menemukan temen share. Akhirnya saya memutuskan untuk one day sailing trip saja. Saya bertemu teman waktu trip ke Tambora. Karena hanya kami berdua maka harga yang didapat lumayan mahal dibandingkan yang saya baca-baca di trip orang.

pemandangan menuju Pulau Padar

Thank to my God, tiba-tiba tengah malam dikabarin sama pemilik kapal, ada dua orang turis Canada dan Belanda yang ingin bergabung dengan kapal kami menuju destinasi wisata unggulan Indonesia ini. Jadi kami mendapat harga sedikit lebih murah. Sebagai informasi penyewaan kapal di Labuan Bajo menghitung per kapal, semakin banyak orang maka semakin murah.
Pukul 04.45 kami sudah dijemput oleh pemilik kapal namanya Om Back untuk menuju dermaga dengan berjalan kaki, dermaganya tidak jauh dari penginapan kami, sekitar 10 menit, karena rencananya pukul 05.00 kami akan sudah berangkat. Pukul 06.00 kami baru siap-siap berangkat karena menunggu 2 orang turis asing itu. Mematahkan cara pandang saya bahwa ternyata tidak semua orang asing itu bisa on time ya guys dan tidak semua orang Indonesia itu selalu ngaret hehehehe. Singkat cerita akhirnya pukul 06.15 kami berangkat berempat ditambah 1 orang pemilik kapal dan asistennya menuju Pulau Padar dan sekitarnya.

bentuk kapal yang kami sewa
Tujuan pertama kami adalah Pulau Padar. Pulau yang selama ini menjadi impian banyak traveller domestik maupun mancanegara. Pulau ini terkenal dengan keindahan pemandangannya yang dapat dilihat dari atas bukit pulau tersebut dan selalu saya lihat bentuk photonya gabungan 3 pinggir pantai. Sehingga tidak salah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia.

Keindahan pulau ini juga menjadikannya satu-satunya dari 10 destinasi prioritas pemerintah Indonesia yang ada di Nusa tenggara Timur untuk dikembangkan. Selama perjalanan saya melihat banyak pulau-pulau yang dilewati, pemilik kapal menjelaskan satu persatu pulau-pulau tersebut. Saya juga melihat sebuah pulau yang berbentuk mirip komodo.


beautiful view at Pulau Padar
picture taken by Rendra

Tidak banyak yang bisa diungkapkan oleh kata-kata, sepanjang perjalanan saya melihat keelokan negeriku yang begitu kuat tersimpan di memori sampai hari ini. perjalanannya lumayan jauh dari dermaga Labuan Bajo,  namun tidak terasa, karena pemandangan menuju Pulau Padar ini sangat indah, setelah kurang lebih 2 jam perjalanan akhirnya kami tiba di dermaga.


dermaga sandaran kapal sebelum trekking ke Pulau Padar

Sampai di dermaga, kami harus melanjutkan trekking kurang lebih 30 menitan untuk dapat melihat pemandangan indah di salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia ini, yap Pulau Padar secara keseluruhan. Beberapa meter dari dermaga dibangun rangkaian tangga untuk memudahkan trekking dan bentuknya instagramable, cocok banget buat yang hobbynya foto-foto.



jalur trekking yang harus dilewati untuk menuju Pulau Padar
warnanya rumputnya coklat karena musim panas, pohonnya cuman satu, jadi ga bisa berteduh

Cuaca di Pulau Padar ini sangat panas karena pas ke sana sedang musim panas, jadi rerumputan semuanya berwarna coklat, and I so enjoyed that beautiful view. Saya melihat juga rombongan salah satu provider seluler yang lagi trial and error produk mereka.

So buat teman-teman yang hobby-nya update di social media jangan khawatir, sinyal internet di tempat ini 24 jam, fuuuuoooooooolllllll.



my travel mate and guide

one of view from the rooftop


jalur trekking saat turun
picture taken by Rendra
Setelah kurang lebih 1 jam menikmati pulau cantik salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia ini, kami kembali ke kapal dan next destination is Komodo Island.

See you Pulau Padar.


Comments

  1. Keren bingit... Travel blogger yg 1 ini memang idolak.... Ditunggu trip berikutnya ya mbak 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. siappp mba, sudah banyak draft tulisan tapi malasnya buat edit-edit sangat luar biasa hehehehe

      Delete
  2. Beberapa tahun yang lalu kami punya proyek di Labuan Bajo. Temen-temen saya stay disana cukup lama. Lah saya cuma kebagian ngurus transportasi dan akomodasi mereka. Hiksss.. Cuma bisa ngiri kalo temen-temen kirim foto-foto jalan-jalan mereka disana. Meski cuma lihat di foto, saya akui Labuan Bajo memang mempesona!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe one day Mba Wiwin bakal ke sana, aamiin.
      asal tahan panasnya aja kalau tinggal di sana Mba hehehehe

      Delete
  3. Ternyata orang asing nggak selalu on time ya, he, he.

    Wah ditunggu cerita selanjutnya yang ke Pulau Komodo nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya tidak semua Mba, aku kalau keliling keluar banyak ko yang suka ngaret2 hehehehee.
      siappp nanti di BW berikutnya ya heheheh

      Delete
  4. Setiap membaca blognya mbak Mei selalu terpesona dengan pengalaman dan ceritanya...sungguh luar biasa...keren bangett...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih belajar Mba, makasih Mba, punya Mba Sapti juga keren2 ceritanya, aku ga pandai merangkai kata sebenarnya hehehe

      Delete
  5. Wow, pemandangannya indah-indah banget. Pengin bisa kesana suatu hari nanti.Amazing.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya Mba pemandangannya keren2 sepanjang jalannya.
      pasti Mba suatu hari ke sana :)

      Delete
  6. Aaa impian banget jalan2 sampe ke sini! Suatu saat pasti bisa ke sini! Pulau Padar ini kayaknya masih tersembunyi banget, tapi kereeennn banget pemandangannya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang sudah ga tersembunyi Nis, udah masuk 10 Balinya Indonesia, udah dipromoin kemana mana
      pasti bisa ke sana one day, aamiin allahuma aamiin :)

      Delete
  7. Jalan2nya ketje banget ya Mei ini. Rahasia cantiknya terpapar matahari apa Mei? ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. rahasia cantiknya adalah happy and be yourself, ga usah takut hitam heheheh
      karena cantik itu tidak diwakili dengan warna kulit :)

      Delete
  8. Jadi kangen traveling deh, pasti kalau ke labuan Bajo mau mampir ke tempat wisata yang favorit disana. Semoga tahun depan bisa kesana

    ReplyDelete
  9. duh labuan bajo tu salah satu tempat liburan yang pengen banget aku datengin, cantik banget ya disanaaa, semoga setelah pandemic ini bisa kesana juga

    ReplyDelete
  10. Pemandangan pulau padar cetar banget ya. Aku selalu kagum liat foto2nya. Sama.pink beach juga 😍

    ReplyDelete
  11. Whuaaa...pastinya pengalaman luar biasa ya mba mei, menikmati pemandangan indah di Pulau Padar, impian saya suatu saat bisa ke Labuan Bajo juga sehingga bisa melihat dengan mata kepala sendiri keindahan negeri ini.

    ReplyDelete
  12. Waahh pas banget nih, kebetulan lagi pengen ke NTT & NTB, insyallah mencoba kesini deh semoga masih terjaga ya indahnya

    ReplyDelete
  13. ngiler terus nih kalo main ke blog ini mba hihi, pasti pengen banget main ke pulau Padar ini kalau main ke Labuan Bajo

    ReplyDelete
  14. Sebenernya Labuan Bajo ini wishlist aku di tahun 2020. Sayang keburu pandemi jadi dipending dulu semua travelingnya. Semoga suatu saat bisa ke sini. Aamiin.

    ReplyDelete
  15. Pemandangannya Indah bangeet. Rasa lelah saat trekking pasti udah terbayar yaah. Labuan Bajo emang gak mengecewakan.

    ReplyDelete
  16. Pas lagi panas-panasnya pun, view-nya masih kelihatan cantik, mbak. Sungguh lah pesona Pulau Padar, Labuan Bajo, emang ga ada duanya.
    Ah, pokoknya pesona pemandangan alam Indonesia ini lah yang gak ada duanya.
    Jadi pengen halan-halan deh aaahhhh

    ReplyDelete
  17. MasyaAlloh keren sangat samoe mba juga ga bisa berkata2 yah yang menyaksikan langsung keelokannya..semoga bisa ke sana juga nih aku

    ReplyDelete
  18. Aku jadi inget vlognya keluarga Maia Ahmad yang trip ke Labuan Bajo.
    Agaknya memang kekuatan fisik juga dibutuhkan ya...

    ReplyDelete
  19. Keren banget ini �� emang ya Indonesia itu kaya sekali kekayaan alamnya. Harus dijaga banget nih jangan sampai tercemar.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Gunung Kerinci, Pesona Gunung Tertinggi Di Sumatera

Siapa yang tak mengenal Gunung Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kerinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia. Beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Oktober 2013, pada saat musim cerah.

Gunung Kerinci,yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe strato vulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Makin bikin penasaran niy gunung tertinggi di Sumatera ini.

Hari ke-1 Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha…

Stonehenge Cangkringan, Wisata Millenial di Jogja

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia, apalagi destinasi wisata millenial.

Nah salah satu destinasi wisata millenial yang ada di Jogja adalah Stonehenge Cangkringan, belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris, cocoklah buat tempat wisata millenial.


Untuk menuju Stonehenge Cangkringan, saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum…

Bermain Dengan Ubur-Ubur Jinak di Pulau Derawan

Kepulauan Derawan tidak hanya dikenal di Indonesia saja tetapi juga di mata dunia bahkan berdasarkan informasi dari webnya kaltimprov.go.id tahun 2005 dicalonkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO karena taman bawah lautnya yang sangat mempesona. Kepulauan ini terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Bandara Berau dan Tarakan menjadi titik awal untuk menuju kepulauan ini. Kepulauan Derawan terdiri dari 31 pulau termasuk didalamnya yang sangat terkenal adalah Pulau Derawan (terkenal dengan penyu-penyu besarnya), Pulau Kakaban (terkenal dengan ubur-ubur jinak), Pulau Sangalaki (terkenal dengan Manta Ray) dan Pulau Maratua (terkenal dengan resort-resort bagus seperti di Maldives). Sangat beruntung saya dapat mengunjungi tempat ini pada Maret 2013 di musim yang sangat cerah.

Saya memutuskan menggunakan jasa travel mengingat biaya untuk sewa boat sangat mahal dan saya mengambil paket selama 4D3N. Saya menggunakan pesawat menuju Bandara Tarakan, dari Bandara Tarakan saya dij…