RICHEESE FACTORY LUNCURKAN PRODUK BARU: RICHEESEGPT NON SPICY UNTUK YANG BERANI EXPLORE RASA
Ayam dengan saus keju selalu punya tempat spesial di hati pecinta kuliner Indonesia karena tidak banyak resto yang menawarkan menu ini. Perpaduan daging ayam yang juicy dengan lelehan keju yang creamy menciptakan rasa gurih yang begitu memanjakan lidah. Aromanya menggoda sejak pertama kali disajikan, membuat siapa pun tak sabar untuk mencicipi, termasuk saya. Akan semakin nikmat jika sensasi lezat ini hadir dengan sentuhan pedas yang luar biasa.
Rasa pedasnya menyatu dengan gurih keju, menciptakan kombinasi nikmat yang bikin nagih dan sulit berhenti di satu gigitan saja. Rasa ayam yang dikombinasikan dengan keju dan rasa pedas ini bisa kamu dapatkan di resto Richeese Factory. Sayangnya tidak semua orang menyukai rasa pedas, termasuk saya.
Untuk menjawab keinginan para Cheesemate, sekarang Richeese Factory menghadirkan menu baru yaitu ayam yang dikombinasikan dengan garlic dan keju parmesan dengan pilihan sensasi non spicy friendly alias tanpa rasa pedas. Penasaran dengan menu baru ini? Keep reading.
Recheese Factory Luncurkan Produk Baru: RecheeseGPT Non Spicy
Sabtu, 14 Februari 2026, saya bersama teman-teman Food Blogger Indonesia (FBI) hadir dalam acara launching produk baru PT Richeese Kuliner Indonesia sebagai perusahaan yang menaungi resto Richeese Factory. Acara ini berlangsung di outlet Richeese Factory di Jalan RC Veteran, Pesanggrahan, Bintaro, Jakarta Selatan.
Acara yang dihadiri oleh Food Vlogger, KOL, dan awak media ini, mengusung konsep dengan tema hitam, membuat suasana acara nampak sangat mewah dan look elegant. Tentu saja ini tidak terlepas dengan produk baru dari Richeese yang rasanya sangat mewah dan elegan. Makin penasaran bukan?
Membahas soal Richeese Factory yang sudah hadir sejak 8 Februari 2011 ini, saya ingat pertama kalinya mencoba produk dari Richeese Factory ini saat pertama kali buka di Blok M Plaza. Sayangnya saat itu menu yang ditawarkan spicy yang mana cocok sekali untuk pecinta pedas. Meskipun begitu saya tetap mencobanya karena saat itu masih jarang resto yang menawarkan ayam dikombinasi dengan keju, bikin penasaran sekaligus juga karena saya pecinta keju.
Dan setelah 15 tahun hadir, akhirnya Richeese Factory yang berada di bawah naungan Nabati Group ini, menjawab mimpi para Cheesemate untuk menghadirkan menu ayam keju non spicy friendly dengan mengusung tema Berani Explore Rasa. Menu baru ini diluncurkan dengan seasoning garlic parmesan dan diberi nama yang cukup unik yaitu RicheeseGPT yang merupakan kepanjangan dari Garlic Parmesan Temptation. Dari namanya sudah membuat penasaran para Cheesemate pastinya.
Bukan tanpa sebab, pihak Richeese memberikan nama menu ini dengan nama RicheeseGPT. Bukan tentang artificial intelligence, tetapi menu ini dikeluarkan agar lebih dekat dengan para Cheesemate di Indonesia yang mulai akrab dengan kecerdasan buatan. Mengingat saat ini masyarakat dunia termasuk Indonesia sudah sangat dekat dengan AI.
Kurang lebih seperti itu filosofi yang disampaikan oleh Chandrataruna selaku Marketing Communication Richeese Factory. Ia juga menambahkan jika ChatGPT bekerja dengan sekumpulan data, RicheeseGPT bekerja dengan indera perasa. Menurut saya konsep ini benar-benar cerdas, membuat orang penasaran ingin mencobanya ketika mendengar menu baru ini.
RicheeseGPT Non Spicy Hadir Untuk Yang Berani Explore Rasa
Dengan konsep Berani Explore Rasa, Richeese Factory menghadirkan inovasi terbaru lewat RicheeseGPT. Produk ini menjadi langkah segar untuk mengajak para Cheesemate keluar dari zona nyaman rasa pedas yang selama ini identik dengan brand Richeese Factory.
Dengan karakter rasa baru yang lebih creamy, gurih, dan unik, RicheeseGPT membuktikan bahwa eksplorasi rasa bisa tetap lezat tanpa harus selalu pedas. Garlic Parmesan Temptation dengan tagline Berani Explore Rasa ini, memberikan kesempatan kepada Cheesemate untuk saatnya mencoba berani explore rasa baru ayam keju dengan sensasi berbeda yaitu non spicy namun tetap bikin nagih di setiap gigitannya.
Berbeda dengan menu fire chicken yang menawarkan sensasi pedas dengan berbagai level dan diperuntukkan untuk para pecinta pedas, Garlic Parmesan Temptation ini menghadirkan menu ayam goreng crispy khas Richeese non spicy friendly yang dipadukan dengan saus creamy berbasis keju parmesan dan sentuhan garlic yang terasa sekali di lidah. Seperti kita tahu bahwa garlic dan parmesan adalah kombinasi yang sudah lama dicintai di berbagai hidangan Western, dan kini diterjemahkan ke dalam makanan lokal Indonesia yaitu ayam goreng favorit masyarakat Indonesia.
Tidak hanya aromanya yang wangi, gurihnya juga terasa lezat, dan rasanya jauh lebih friendly di lidah karena tidak pedas. Garlic Parmesan Temptation atau RicheeseGPT ini cocok sekali bagi Cheesemate yang tidak tahan dengan rasa pedas, seperti saya.
RicheeseGPT Mempunyai Aroma Menggoda dan Rasa Yang Creamy dan Umami
Begitu disajikan, aroma bawang putihnya langsung tercium aromanya dan sangat menggoda. Bukan aroma yang tajam, melainkan wangi yang halus dan comforting. Saus garlic parmesannya dibuat terpisah dengan ayam, dan saat dimakan bersamaan menciptakan sensasi creamy yang rich tanpa terasa berat.
Ada rasa asin khas parmesan, sedikit hint buttery, dan gurih yang lingering di akhir. Ini tipe rasa yang sophisticated tapi tetap approachable untuk lidah lokal Indonesia. Rasa gurih dan asinnya sangat cocok di saya yang penyuka rasa asin dan gurih.
Dan kabar baiknya, menu RicheeseGPT ini sudah dapat dinikmati di seluruh gerai Richeese Factory di Indonesia dan juga di Richeese Factory China dan Malaysia dengan profil rasa yang disesuaikan dengan lidah lokal masing-masing negara. Dan Cheesemate dapat menikmati lezatnya ayam keju non pedas ini dengan layanan dine-in, take away, drive-thru, maupun melalui aplikasi pemesanan makanan online.
Menu baru non spicy friendly ini, membuka pintu untuk segmen yang lebih luas yang bisa dinikmati oleh semua kalangan seperti anak-anak, orang tua, hingga mereka yang memang tidak terlalu menyukai makanan pedas. Meski non spicy friendly, buat saya rasanya tetap bold tanpa sensasi kepedasan berkeringat.
Secara tekstur, ayamnya masih mempertahankan ciri khas Richeese yaitu crunchy di luar, juicy di dalam. Ketika digigit dan dimakan dengan saus keju dan taburan bumbunya, menyatu dengan lapisan crispy-nya, menciptakan kontras tekstur yang satisfying. Garlic-nya tidak overpowering, tetapi aromanya tetap tercium. Parmesan tidak terlalu asin juga. Kombinasi rasa ini sangat cocok untuk saya yang seorang picky eater. Dan sebagai pecinta ayam, rasa ini benar-benar cocok di lidah saya yang sangat lokal.
Peluncuran menu RicheeseGPT juga menjadi bukti bahwa inovasi tidak selalu harus ekstrem. Kadang, menghadirkan pilihan baru yang lebih umum justru menjadi langkah berani. Produk RicheeseGPT ini, seperti mengatakan bahwa kenikmatan tidak selalu identik dengan pedas. Ada kalanya kita hanya ingin menikmati gurih yang lembut dan bersahabat dengan olahan sehari-hari.
My Thought About RicheeseGPT
Overall, saya suka dengan menu baru RicheeseGPT ini, paduan garlic dan parmesannya cocok sekali di lidah saya yang sangat lokal. Gurihnya yang umami dan sangat melokal, membuat menu baru ini bisa diterima oleh banyak kalangan, dari yang mudah sampai dengan orang dewasa. Apalagi, menu baru ini tidak pedas.
Saya yang seorang picky eater terhadap kombinasi rasa makanan baru, langsung dapat menerima kombinasi rasa garlic dan parmesan dari RicheeseGPT ini. Lezat, umami, bikin nagih.
Ada yang pernah mencoba menu Garlic Parmesan Temptation atau RicheeseGPT di Richeese Factory? Boleh sharing pengalaman makan kamu dengan menu baru yang bikin nagih dan aroma garlic-nya yang sangat menggoda.








0 Comment
Silakan berkomentar dengan bijak dan positif. Terima kasih.