Skip to main content

Gunung Kerinci, Pesona Alam Penuh Misteri Di Atap Sumatera

Siapa yang tak mengenal Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kurinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia.

Gunung yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe stratovulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

thanks to my God, sampai puncak juga, meski penuh drama

Hari ke-1
Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha, Jambi. Kami masih harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 10 jam lagi untuk menuju desa terakhir sebelum pendakian yaitu Desa Kersik Tuo. Kami menyewa elf berkapasitas 16 orang. Malam hari kami tiba di basecamp dan sudah ada beberapa teman seperjalanan yang sudah tiba lebih awal. Kami melakukan packing dan istirahat di basecamp Kerinci dengan membayar biaya menginap dan makan seikhlasnya.


view depan basecamp Kerinci, Desa Kersik Tuo

Hari ke-2
Pagi sekitar pukul 7 kami mulai melakukan perjalanan menuju tempat pendaftaran untuk mengurus perizinan dengan menyewa sepeda motorsetelah selesai semua perizinan kami memulai perjalanan dari pintu rimba dan tiba di shelter 2 sekitar pukul 5 sore. Kami memutuskan untuk memasang tenda di tempat ini, karena hari sudah hampir gelap dan satu orang teman kami terkena cedera lutut.


selfie sebentar di depan pos perizinan

foto keluarga dulu sebelum mulai pendakian
sepertinya ini pendakian paling banyakan

welcome to shelter 2, Gunung Kerinci



selfie dulu di shelter 2

Hari ke-3
Pukul 3.00 pagi setempat saya bersama teman-teman dan guide kami Mas Yuda, sudah bangun dan bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju summit. Ternyata dua teman kami mengalami kelelahan dan cedera lutut sehingga memutuskan untuk tidak ikut menuju puncak. Puncak 4.00 waktu setempat kami mulai melakukan pendakian dengan bermodalkan daypack kecil untuk membawa makanan dan minuman untuk perjalanan serta membawa lampu senter untuk penerang jalan. Udara sangat dingin dan jalan yang kami lalui cukup menantang. Jalan menuju puncak berupa jalan dengan hutan basah yang masih rapat, penuh dengan akar-akar besar yang menanjak hampir 80 derajat, dada ketemu lutut. Chalenging banget deh pokoknya….


sunrise menuju pos 2

karena kabut menikmati danaunya dari bawah saja sebelum berkabut

Tiba di pos 2 sekitar pukul ½ 6 pagi, kami beristirahat karena kabut turun dan angin berhembus dengan cukup kencang. Pukul 07.00 waktu setempat kami lanjutkan perjalanan, namun kabut dan angin makin kencang sehingga kami harus berlindung di antara bebatuan-bebatuan besar.



menunggu sunrise di pos 2

perjalanan menuju puncak

menunggu badai dan kabut reda, berlindung di aliran air dan di bawah bebatuan besar






Saya bersama 3 orang teman lainnya paling belakang, berjalan santai sambil mengambil beberapa gambar. Kami melihat teman kami satu orang yang cedera lututnya ada di belakang dengan hanya bermodalkan jaket tipis dan celana pendek. Kami tunggu dia dan dia bilang dia tidak ikut ke puncak hanya menyusul dan menunggu di pos 2. Tapi kami lihat dia tetap mengikuti kami. Kami perhatikan terus dari atas, sampai akhirnya kami lihat dia kena hypo dan kami membawa dia turun ke tenda pendaki yang ada di pos 2. Bersamaan dengan dia sembuh, teman-teman kami yang sudah ke puncak, turun dengan muka penuh kepuasan karena sudah sampai puncak.




Kami bertiga pasrah tidak sampai puncak karena hari sudah siang dan berkabut pula. Tetiba ada pendaki solo yang hendak ke puncak dan kami diajak bareng. Akhirnya kami memutuskan ikut gabung dan akhirnya kami berempat menuju puncak, meski hari masih berkabut dan angin masih berhembus.




Alhamdulillah dengan penuh perjuangan menghadapi kabut dan angin kami sampai ke puncak sekitar pukul 14.00 waktu setempat meski kawah yang berluas 400 x 120 meter dan berwarna hijau ini tidak sempat kami lihat. Meski dalam kondisi cuaca mendung, kami ambil beberapa foto di puncak dan memutuskan turun sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Selepas magrib kami baru tiba di shelter 2 dan melihat tenda teman-teman masih berdiri, karena rencananya kami akan turun ke basecamp hari itu, namun ternyata teman-teman memutuskan menginap kembali di shelter dua karena ada beberapa teman yang mengalami kelelahan dan cedera akibat kondisi cuaca dan jalan yang memang lumayan berat.

kabutnya masih banyak, jarak pandang kurang dari 3 meter
harus hati-hati biar ga kesasar
Hari ke-4
Pagi-pagi kami bersiap untuk turun ke basecamp, beruntung cuaca cukup cerah. Saya turun berkelompok dengan dua teman dan nampaknya kami jauh dari kelompok lain, akhirnya kami lari-lari dan sekitar pukul 12 waktu setempat kami sampai di pintu rimba dan langsung menuju basecamp dan beristirahat di ladang milik warga sembari menunggu teman lainnya. setelah semua berkumpul kami berjalan menuju basecamp dan tiba sore hari. Kemudian bersiap-siap karena malam kami akan melanjutkan perjalanan menuju bandara yang akan ditempuh sekitar 10 jam.
Tepat pukul 9 malam kami mulai melanjutkan perjalanan menuju bandara. Tepat sekali malam itu adalah malam hari raya idul adha.

Hari ke-5
Pukul 6 pagi kami tiba di bandara dan melakukan sholat idul adha di masjid bandara. Setelah itu kami bersiap-siap karena pesawat kami akan berangkat sekitar pukul 11 siang waktu setempat.


foto dulu sebelum pulang di ikonnya Desa Kersik Tuo: Tugu Macan
See you Kerinci, terima kasih untuk pelajaran yang sudah diberikan kepada kami.


Alamat
Jalan Raya Kersik Tuo, Padang, Kersik Tuo, Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi

Jam buka tutup
Basecampnya terbuka selama 24 jam untuk para pendaki.
Pendakian saat kami mendaki hanya diperbolehkan dari subuh dan turun maksimal pukul 5 waktu setempat, dikarenakan gunung ini masih banyak binatang buas.

Waktu tempuh perjalanan
Jika kondisi anda dan teman-teman, perjalanan dari basecamp sampai dengan turun kembali dapat ditempuh dua hari saja, tetapi jika bersantai tiga hari akan lebih aman.

Waktu yang tepat untuk berkunjung
Berkunjunglah saat musim kemarau, selain kondisi jalan kering dan tidak becek, akan lebih memungkinkan melihat keindahan alamnya dalam kondisi cerah, dan pastinya lebih aman bagi para pendaki.

Tempat wisata atau gunung sekitar
- Gunung Tujuh
- Danau Kaco
- Gunung Dempo

Aktifitas yang dapat dilakukan
- Trekking dan camping

Fasilitas
- Basecmap menginap para pendaki
- SAR
- Tempat perizinan dan pendaftaran

Comments

  1. memang ya kalau naik gurung begini pwrlu kerjasama dan toleransi tinggi, walau rencananya mau turun hari itu juga mengingat ada yg cedera dan kelelahan jadi urung turun :) salut

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali mba cantik harus punya rasa kebersamaan sepenanggungan heheh

      Delete
    2. aku senang sekali membaca postingan mba mei kalau travelling gini, berasa aku ikutan travelling hahahaa

      Delete
    3. btw mba itu yang foto gandnegan tangan panjang sampai ke bawah siapa yg fotoin? temennya? atau penduduk sekitar?

      Delete
  2. waa asik banget nih mba, mendakinya banyakan yaaa, hihi jadinya lebih seruuu, aku penasaran banget pengen cobain mendaki jugaa hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. xixixxi ayo nyobain mba Dem sambil makeupan di atas ajarin aku ehheeh

      Delete
  3. Omg keren banget sih mba. Ini pengalamn yg selalu bikin puas pas udah smpe titik atas nya yah.. aku selalu pengen main ke alam gini cm ga nahan cape naik na wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. xixixxi ayo nyobain mba Dem sambil makeupan di atas ajarin aku ehheeh

      Delete
  4. itu danau dan kabutnya indah banget ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. pemandangan lainnya pun indah. lihat foto2 dan baca kisahnya jd berasa ikut mendaki. apalagi AC lg kenceng, adeeem

      Delete
  5. Ya ampun pemandangan alamnya keren banget. Itu ada yang sakit tapi pengen mau ikut mendaki th kasian juga ya mba. Pengalaman yang mengesankan ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mba semangatnya luar biasa meski sakit

      Delete
  6. Kalo mampir ke blognya mbak mei ini rasanya deg2an dan ngos2an duluan bacain petualangannya 😱

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekali-kali ikutan yauk mba biar beneran ngerasain deg-degannya hehehe

      Delete
    2. Wah ga yakin aku bakal sekuat mbaknya 🤣. Dlu kuliah ikut trekking aja udah ampun dijeh 🤣🤣🤣

      Delete
  7. Semoga aku diberi kekuatan untuk bisa naik gunung yah, asli seru banget ngeliat fotonya aja

    ReplyDelete
  8. Duh Mbak Mei, selalu aja deh kao mampir ke blogmu aku ngiler. Kepengen ikutan naik gunung juga. Kerinci pula. Salah satu gunung yang jadi incaran para pendaki untuk ditaklukan. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo mba ke sana seru banget deh jalurnya heheheh

      Delete
  9. Yaa Allah, serem Mbak, tapi pasti bahagia banget ya. Aku aja yang baca ikut bangga, apalagi yang melakukan dan merasakan. Amaziiing banget kalian.

    Aku sebenarnya penasaran banget sama orang yang suka pendakian, pengeen nanya banyak hal secara lansung gitu. Hihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh dong mba nanya langsung heheheh ayo ayo kita ketemuan hehehe

      Delete
  10. Ya Allah... lihat foto-foto ini aku jadi kangen. Aku punya lho Mei foto yang jalur berbatu itu, kebetuan dulu aku yang jadi tukang foto pas pendakian ke Kerinci bareng kelima temanku, cewek semua., tahun 94 atau 95 gitu ;)
    Dulu ga sampai puncak banget karena asap belerangnya pas parah banget. Temanku sampe ada yang muntah-muntah karena kena asap dan kami memutuskan berfoto kurang beberapa meter dari puncak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya Allah mba tahun segitu aku entah lagi gogoleran di mana heheheh, ayo mba kita ke sana lagi barengan

      Delete
    2. mak uniek mah jangan ditanya gimana aktifnya. dulu sampai naik gunung jg demi dapat angle yg bagus hihi. saya kalau bau belerang jg bakal muntah, pernah pas di kawah putih. naik gunung yg belun

      Delete
  11. Selamat yaa..
    Sukses menaklukkan Gunung Kerinci.
    Aku salut banget bisa hiking berhari-hari di alam. Kira-kira kalau ajak anak usia 7 dan 9 tahun gitu, aman gak yaa...?

    ReplyDelete
    Replies
    1. aman aja mba selama safetynya diperhatiakn mulai dari perlengkapan, peralatan, perbekalan, manajemen waktu, dan lainnya disiapkan dari awal, banyak ko yang naik bawa anak kecil, insyallah aman mba

      Delete
    2. Bener-bener petualang sejati yaa..
      Dengan perjuangan yang gigih, akhirnya bisa sampai ke Puncak.
      Banyak kisah menarik mengenai temen-temen PA.

      Delete
  12. Foto pas sunrisenya banget banget mbak. Ahh, jadi kangen naik gunung nih. Harus siap stamina dan juga mental ya biar bisa naik sampai puncak.

    ReplyDelete
  13. Keren banget mbaak bisa ke gunung kerinci, jadi tau nih kalo indah ya di sana. Aku cuma tau gunung kerinci dari gambar pas SD aja haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo mba ke sana langsung biar tahu aslinya kayak gimana hehehe

      Delete
  14. Seru banget sih mba bisa jalan2 terus ke gunung kayak gini, kayaknya enak banget ya pengalamannya buat bisa menikmati alam dari deket

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mba asik banget bisa ke sana menghirup udara segar

      Delete
  15. Kenapa sih kalau aku ngelihat jalan2 Mba Mei selalu bikin ngiler. Seneng rasanya bisa traveling dan menjelajah ke tempat yang baru. Apalagi bareng sama teman-teman. Bakalan asyik dan tak terlupakan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi ayo mba kita jalan bareng sama aku, seru-seruan

      Delete
  16. Ya Allah....fotonya bikin mupeng banget untuk naik gunung. Selama ini cuma lihat sunrise dari depan rumah doang, pasti dari atas gunung lebih indah ya. Baca liputannya aja udah bikin badan ikutan ngerasa seger

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasih mba, sayangnya pas ke sini lagi kabut jaid ga banyak lihat pemadangan puncaknya

      Delete
  17. Foto2nya bagus kak. Mbak mei mah udah menjelajah ke mana-mana, bahkan gunung bersalju di luar negeri pun ditaklukan.

    Btw mbak request dong kisah2 /pengalaman horor selama mendaki gunung?

    ReplyDelete
    Replies
    1. wakakakak banyak yang request sih tapi belom berani bahas Mba Arinta wakakak

      Delete
  18. Mendaki gunung, butuh kerjasama dan siap saling Bantu. Saya belum pernah Naik gunung beneran, hanya pernah ke Bromo Dan Kawah Ijen, berasa banget Kalau Kita harus dan membutuhkan kekompakan tim

    ReplyDelete
  19. Seneng banget ya kak rasanya kalo sudah berada d puncak. Duh aku kapan ya terakhir naik gunung itu, apalagi ini Kerinci, masya Allah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat mba you can do it, believe me

      Delete
  20. Berbagai pemandangan indah itu yang bikin kangen untuk selalu kembali mendaki, ya. Tetapi, emmang tetap harus memperhatikan kondisi tubuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo mba daki lagi biar seru-seruan kita barengan yuk kita pergi hehehe

      Delete
  21. Wah Negeri diatas Awan.. Aku penasaran deh gimana cara gabung ke komunitas pecinta alam seperti kakak.. Aku juga pengen ikut pendakian seperti itu tp sy blm pernah mendaki gunung

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak mba komunitasnya, saya kadang ikutan bareng komunitas kalau gunungnya yang masih jarang didaki, karena agak susah cari teman

      Delete
  22. Semoga nanti bisa naik gunung Kerinci juga. Suka banget sama pemandangannya.

    ReplyDelete
  23. Waah serunya bisa hiking ke Gunung Kerinci langsung terkesima liat keindahan alamnya

    ReplyDelete
  24. Ya ampun jadi ingat masa muda yang pengen selalu mendaki. Tapi biasanya mendaki gunung ya biasa aja. Hehhe. Senangnya bisa mendaki gunung kerinci ya mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. senang mba masukd alam seven seummit Indonesia soalnya

      Delete
  25. Mba luar biasa effortnya padahal udah pasrah ya ga sempet sampe puncak tapi akhirnya ada pendaki lain bisa sampe juga ke puncak, aku bacany ya merinding hahaha...alhamdulilah mantul mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya jalan Tuhan dari mana saja ya mba, saya bisa ke puncak akhirnya

      Delete
  26. Ngiler mulu sih kalo mampir ke blog ini , bawaannya pengen bisa naik gunung juga , mudah2an nanti anak2 udah gedean dikit boleh nyicil wishlist seperti ini :)

    ReplyDelete
  27. Luar biasa banget kamu kak udah sampe mana-mana
    apalah aku, tapi bahagia banget bisa mbaca keseruan cerita di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. one day mba bakal bisa ke mana-mana aamiin

      Delete
  28. kakak keren bgt sih bisa kuat kesana, disana bnyak mitos2 kek gunung di jawa g kak, trakhir aku ke semeru aja nih hehhehe

    ReplyDelete
  29. Keren banget bisa menaklukkan gunung kerinci. Ini gunung tertinggi di sumatera, kan?

    ReplyDelete
  30. Y ampun mba serem sampai ada yang cedera. Aku selalu salut lho sama cewek yg naik gunung, strong bangets

    ReplyDelete
  31. Ya ampuuun, aku baru tahu kalau sebutannya atap Sumatra.. Atap lho, atap... Bagian paling atas

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya gunung paling tinggi di Sumatera mba

      Delete
  32. Keren ya pemandangannya kalau bisa naik gunung gini, pengin deh kapan-kapan bisa ngerasain serunya pendakian...

    ReplyDelete
  33. sebagai yang tidak minat naik gunung sama sekali, pokoknya aku mendukung mba mei bikin konten gunung lebih banyak gini. Biar ngerti aja di gunung ada apa gituuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe mau bahas begitunya ga berani Gi hehehe

      Delete
  34. Tangguhnya mbak Mei bisa mendaki gunung ke mana-mana...menakhlukkan jalan di hutan menanjak yg hampir 80 derajat duh, kayak apa itu? Trima kasih udah berbagi pengalaman jalan2nya di blog mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheh doakan saya selalu kuat ya mba dan sehat, biar bisa nulis dan bermanfaat buat orang lain

      Delete
  35. Ikut ngos-ngosan mbak,bayangin medannya. Hehe. Btw itu temannya nekat amat mb, naik gunung cuma celana pendek dan jaket tipis. Untung hiponya sembuh ya...dan senangnya mb mei dan teman yang menolong tetap berkesempatan sampai puncak. Yeayy ..selamat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya ga perhitungin keselamatan, untung saja tertolong

      Delete
  36. Seneng banget baca pengalaman naik gunung atau jelajah alam gini. Biasanya nonton vlognya Dzawin, sekarang baca versi Mbak Mei. Ikut mbayanginnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheh wah penggemarnya Dzawin juga ya

      Delete
  37. Seperti biasa fotonya bagus dan kisahnya bikin orang pengen naik gunung segera. Hehe

    ReplyDelete
  38. Mendaki gunung adalah moment yang kaya pengalaman ruhani. Meski raga terasa lelah, tapi rasa capek itu tak sebandung dengan apa yang kita peroleh dari setia jejak pendakian yang kita lakukan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sekali mba, perjalanan ruhani tidak hanya fisik

      Delete
  39. Keren mba mei, aku paham kemampuan diriku kalau mendaki tak akan sanggup hehehe.. btw binatang buas seperti apa yang ada di gunung ini mba? Tapi masih aman kan untuk di daki?

    ReplyDelete
    Replies
    1. aman mba asal jangan lewatin sore hari, karena mereka keluarnya kan saat malam hari

      Delete
  40. Dari foto2 dan baca ceritanya jd berasa ikut naik gunung. Seru ya. Bs kompak gitu meski kondisi sulit

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mba, ya wajib kompak kalau naik gunung

      Delete
  41. duhh mba yg satu ini tu slalu bikin iri krn ga brani naik gunung liat post blog dan ig mu aja aku udh puas ahhahhaa

    ReplyDelete
  42. Every day of the trip was full of adventure. The climbing in this part of the mountain has become exciting for every participant. The obstacles have been overcome

    ReplyDelete
  43. Selalu senang lihat teman-teman pada naik gunung gini, kemarin sebenarnya aku nyaris ikutan ke Bromo sebenarnya lebih ke hunting foto sih. Eh tapi batal karena harus mudik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga suatu hari nanti kesampaian mba ke Bromonya

      Delete
  44. Hrus berlindung di bawa bebatuan kenapa tuh mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena pas kena badai besar mba, kalau gak badan kita kebawa anginnya

      Delete
  45. sepertinya menjadi dirimu menyenangkan sekali, banyak kisah yang sudah dilalui dan jadi kenangan serta pengalaman gak terlupakan sepanjang hidup

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mba, alhamdulillah aku bersyukur tapi dibalik itu banyak juga perjuangannya heheheh, aku juga senang melihat kehidupan Mba seru kayaknya

      Delete
  46. Seru nih mendaki gunung terus mbak. Sehat-sehat ya supaya bisa mendaki seluruh gunung di Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. insyallah mba doakan ya saya sehat terus, aamiin allahuma aamiin

      Delete
  47. Sangat menginspirasi dan keren banget ini. Memang harus mempersiapkan stamina kuat yaa biar ga drop hihi, mudah2an aku bisa kuat naik gunung..

    ReplyDelete
    Replies
    1. siapp mba pasti mba Ratna bisa, semangat

      Delete
  48. Bener-bener indah ya Kerinci ini, duh kapan aku bisa sampai puncak Kerinci ini. Semoga memungkinkan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. semangat mba where there is a will, there is a way

      Delete
  49. kakek aku pernah tugas di sini mba sebagai TNI dan memang pemandangannya bagus bangeet ya..Aku sendiri belum pernah ke sini

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahahah pasti beliau bahagia banget ya, bisa lihat pemandangan segar tiap hari

      Delete
  50. The beauty of nature is the main thing I adore in traveling. Seeing it from different sides and how different cultures percept it.

    ReplyDelete
  51. Mendaki gunung itu memang full experience ya kak. Nggak cuma diuji fisik tetapi juga mentalnya. Tapi begitu udah sampai di puncak tuh rasanya bahagia banget, apalagi kalau lihat pemandangannya yang indah begitu.

    ReplyDelete
  52. Pendakian yang bukan main-main ini sih kak, hehehe selamat sukses sampai puncak.
    Keren banget Kak kamu sama temen-temen. Selalu menginspirasi selalu.

    ReplyDelete
  53. Keren banget kak bisa sampai di puncak gunung. Perjuangannya luar biasa banget ya kak. Tp kalau rame2 sama teman2 jadi ga berasa pasti.

    ReplyDelete
  54. link alternatif terlengkap sbobet terlengkap dan terupdate....

    Ayo Segera Daftar Akun Bermain Anda..Gratiss..

    Klik >>>>>>> Daftar Game SBO

    Hubungi Segera:
    WA: 087785425244
    Cs 24 Jam Online

    ReplyDelete
  55. salut, yang bikin salut itu masih sempet mendokumentasikan perjalanan ini. aku dulu boro boro foto mba wkwkwk jalan cepet aja dah hebat

    ReplyDelete
  56. Saya salut sangat dengan teman-teman yang hobi naik gunung seperti ini. Rasa kerjasama dan saling tolong menolongnya tinggi. Biasanya juga rasa persaudaraannya erat-erat. Dari dulu pengen ikutan ekskul pecinta alam enggak pernah boleh sama Papa, padahal kelihatan asyik dan seru bisa melihat keindahan alam pegunungan. Sehat terus ya, mba. Semoga bisa naik gunung yang lebih tinggi lagi, soalnya biasanya jadi candu, hehehe.

    ReplyDelete
  57. Berasa ikutan naik gunung beneran lo mb, pdhl aslinya klo ikutan naik napas mgkn gak kuat lagi xixixi. Keren ih.

    ReplyDelete
  58. Pemandangannya keren banget, Mbak. Pasti seneng ya akhirnya bisa sampai juga ke puncaknya. Jaman masih kuliah dulu saya cuman berani naik ke Lawu dan Merapi aja. Itu aja udah bagus banget pemandangannya, apa lagi Kerinci.

    ReplyDelete
  59. dari jaman kuliah cita2 pengen naik gunung belum tercapai. sampai akhirnya nikah dan punya 2 buntut,akhirnya berubah haluan jadi baby traveling aja haha. lihat2 foto2 Mbak ini menyegarkan mata dan jadi berasa menikmati serunya naik gunung ya

    ReplyDelete
  60. Wow Keren Mbak,

    Kayaknya rutenya terjal dan menegangkan ya, dari dulu kepingin naik gunung tapi belum kesampain.

    ReplyDelete
  61. Wah, seru banget, ya, bisa mendaki Gunung Kerinci. Saya terkesima sama viewnya, keren. Seru banget bisa mendaki bareng, meski penuh perjuangan pasti pas tiba di Puncak jadi kebahagiaan tersendiri, ya, Mbak.

    ReplyDelete
  62. Wow mba, kereeen... Banget. Dari dulu remaja punya cita -cita pengin naik gunung, sampai sekarang belum terlaksana. Para pejuang tangguh beneran, ya. Perjalanan sampai 2 hari, lho. Hebat. Trims sharingnya, mba.

    ReplyDelete
  63. Keren Mbak, pendaki gunung. Saya mah kayaknya enggak sanggup kalau penuh drama. Tapi puas ya Mbak kalau sudah sampai di puncaknya... Suka Sama danaunya, cantik banget ...

    ReplyDelete
  64. Seru banget
    Saya tuh pengen banget nyoba naik gunung
    Penasaran kayak apa indahnya di puncak gunung

    ReplyDelete
  65. Masya allah senang melihat pemandangan Gunung Kerinci,apalagi bisa langsung mendaki ke sana, momen nya berkesan banget ya kak

    ReplyDelete
  66. Wow banget lah aku ngebayangin pendakian kerinci ini. Apa lagi pas lihat foto berlindung di air dan bebatuan itu menunggu badai berlalu. Kebayang suasananya. Berasa ikut di sana. Kedinginan ,��

    ReplyDelete
  67. Mbaaak... Seru banget. Kan jadi kepingjn ya

    ReplyDelete
  68. Wow mengingatkan saya pada masa SMA dan kukiah mbak. Kangeeen naik gunung, camping dll. Sayangnya suamiku nggak suka hal seperti itu

    ReplyDelete
  69. Masya Alloh , lihat pemandangan nya takjub..hijau adem bener rasanya. Tenang. Pengen bayangin bisa naik gunung juga tapi ga bakalan kuat deh. Mba hebat banget deh. Keren

    ReplyDelete
  70. Seru ya mbak naik gunung begini, tapi saya belum berani, dari zaman kuliah diajakin naik gunung nyali masih ciut.

    ReplyDelete
  71. Masya Allah, keren sekali kakaknyaaaa... aku kepengen deh bisa hiking lagi, rindu pegunungan :(

    ReplyDelete
  72. Dulu aku pernah naik gunung saat SMA ada rasa suka banget sayang kemudian setelah kuliah kemudian menikah ternyata menjadi kendala jilbabku waktu itu mbak tapi kini saya baru tahu alasan sesungguhnya, mereka takut kehilangan saya

    ReplyDelete
  73. Belum pernH tahu rasanya mendaki kayak apa. Yang jelas pasti capek bgt ya... Sesuai dgn yg didapatkan ketika sampai di puncak.

    ReplyDelete
  74. Jiwa jalan-jalanku bergetar liat pemandangan alamnya. Ingin rasanya naik gunung lagi. masha Allah. Semoga pandemi cepat berlalu

    ReplyDelete
  75. Aku baru sekali naik gunung ke Ranu Kumbolo. Ak salut pada dirimu mba. Semangattt

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wisata Millenial ke Stonehenge Cangkringan

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia.

Gambar Stonehenge Cangkringan di Yogyakarta belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris.


Saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum pulang saya sempatkan tanya pada petugas karcis, untuk rute yang mudah lewat mana, petugasnya kasih dua alternatif jalan.




Tempat ini bisa dipergunakan jug…

Mau Mandi Parfum Setiap Hari, Pakai Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

Melakukan olahraga yang membutuhkan ketangkasan fisik seperti trekking, wall climbing, latihan menembak, jogging, bersepeda, dan berkuda adalah aktivitas yang rutin aku lakukan dan tentunya memicu keringat yang berlebih. Nah sebagai perempuan yang aktif dalam kegiatan di luar ruangan dan berkaitan dengan alam bebas, pastinya butuh nutrisi yang lebih buat kulitnya, sering juga khawatir soal bau badan kulitnya jadi kering. Tapi itu dulu... Sekarang kawatir itu sudah hilang setelah bertemu sahabat baru yang selalu nenangin kalau habis berkeringat, yapppp Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash. Sabun ini membuat aku merasa mandi parfum setiap hari.



By the way, sejak pertengahan tahun 2019, Vitalis mulai melakukan penetrasi produk parfumnya ke body wash yang punya high quality moisturizer. Nah penasaran kan varian body wash-nya seperti apa? Ternyata Vitalis Perfumed Moisturizing Body Washmembuat 3 pilihan varian yang punya manfaat masing-masing yang dibutuhkan kulit, tentunya dengan vitali…