Skip to main content

Memaksimalkan Pendapatan Melalui Iklan di Blog

Sabtu, 16 Februari 2019 saya mengikuti sebuah event yang di-arrange oleh KEB alias Kumpulan Emak-Emak Blogger Jogjakarta yang kolab dengan ProPS dengan mengusung tema “Langkah Jitu Memaksimalkan Pendapatan Iklan”. Daftar ke Emak Jul (salah satu emaknya blogger Jogja yang ngehits abis), meski sedikit gak pede secara saya pemula di dunia blogging, Emak Jul meyakinkan saya untuk ikut buat belajar, baiklah karena sadar masih harus banyak belajar “klik… terima kasih anda sudah melakukan registrasi untuk acara ini” akhirnya saya melihat tulisan itu di google form di hp kesayangan saya yang sudah pecah-pecah layarnya J

KEB ini cukup ngehits loh di Jogjakarta, KEB ini komunitas emak-emak gahul yang aktif dalam kegiatan menulis melalui dunia maya atau dikenal dengan nama blogging, pokoknya keren-kerenlah mereka, biarpun udah emak-emak beranak pinak tapi goresan-goresan tangannya di dunia maya jangan ditanya, lewatlah tuh jurnal-jurnal yang saya baca (ya iyalah beda segmen kali heheeh). Mereka punya banyak prestasi dibidangnya masing-masing.

PT Promedia Punggawa Satu atau disingkat dengan nama ProPS yaitu “an advertising technology company, providing managed services, tech platform, training and consultation. ProPS is focusing its service in programmatic advertising for sell-side (publisher)”, atau dalam bahasa sundanya merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di bidang iklan, yang menyediakan jasa pengelolaan bahkan menyediakan juga jasa training dan konsultasi pastinya di bidang teknologi dong ya. Props yang juga Google Channel Partner resmi yang ada di Indonesia ini merupakan perusahaan yang bakal ngebantuin iklan di blog kita termasuk dalam urusan adsense. Perusahaan ini masih tergolong muda loh, baru didiriin tahun 2016 tapi track recordnya udah keren loh dapat penghargaan ”Granted as Top 1 Google Healthy Inventory Award 2017 in SouthEast Asia” (sumber Linkedin).

Seneng banget ikutan acaranya ini banyak ilmu yang didapat dari pembicaranya yang super keren-keren ahli dibidangnya pastinya. Ada Mba Ilona, beliau adalah COO-nya Props. Sharing Mba Ilona ini memberikan ilmu baru yang sama sekali gak pernah saya denger sebelumnya, seperti apa itu menetasi, masalah-masalah yang dihadapi dalam monetasi seperti page latency dan viewbility rendah, ada juga berkaitan dengan platform monetasi iklan seperti CPC dan CPM. Nah yang lebih penting lagi adalah bagaimana cara memaksimalkan paltform monetasi. Satu lagi terdapat beberapa peluang yang bakal didapat di masa yang akan datang kalau kita memaksimalkan monetasi yaitu dapat meningkatkan international traffic, meningkatkan RPM (biarpun traffic-nya rendah tapi RPM-nya tinggi) dan mampu mendatangkan demand untuk targetting global audience. Waahah keren dan banyak sekali manfaatnya ya ternyata pemirsah kalau kita mampu mengelola blog kita dengan menggunakan adsense. Meski masih meraba-raba istilah yang digunakan dalam dunia blogging, sedikit-sedikit saya mulai ngerti kenapa selama ini blogger-blogger yang udah profesional mengelola blognya dengan sangat apik, ternyata hal ini dapat menarik money, money, money ternyata, duuuhhh si pemula ini malu-maluin banget ya heheheheh

Pembicara kedua adalah Mba Carolina Ratri, jangan ditanya kalau udah urusan konten dalam urusan blogging, secara Mba Carolina ini adalah seorang content creator yang udah lama malang melintang dalam dunia per-blog-an. Salah satu sharingnya adalah mengenai bagaimana caranya supaya blog kita bertahan lama dan dicari oleh banyak orang yaitu tulisan dalam blog harus evergreen, tulisan berumur panjang dan informasinya tidak usang oleh waktu atau informasinya berlaku dalam jangaka panjang, tulisan sejenis ini bakal membuat pengunjung stabil, trafficnya bakal terus ada alias banyak yang nyari.

Berkumpul dengan emak-emak blogger dan dengerin sharing knowledge dari kedua pembicara ini, bikin saya termotivasi untuk menulis semua perjalanan wisata saya, kebetulan blog saya bertema perjalanan, seenggaknya itu yang lebih penting buat blogger pemula seperti saya. Untuk menghasilkan uang seperti emak-emak keceh ini, saya harus improve kualitas tulisan saya dulu dan banyak belajar juga sama tulisan-tulisan mereka, uang nanti juga ngikutin sendiri, bukan begitu emak-emak keceh….
Satu lagi, acara ini diadakan di salah satu café kece di Jogja, siapa yang gak kenal dengan Kunena Eatary. Café instagramable doyanan anak-anak nongkrong Jogja, tapi beberapa temen mahasiswa mikir-mikir katanya kalau ke sini, harus siapin fulus yang lumayan hahahahha tapi berbanding lurus dengan suasananya yang asik dan tenang….
So, mulai ngelist deh tulisan-tulisan yang mau diposting……


Comments

  1. Keren ya, kulihatin komunitas emak-emak blogger ini sering banget ngadain acara ya ..
    Lalu ..., mana niiih para bapak-bapak blogger, kok .. kayaknya ngga pernah denger nih kopi daratnya 😏

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo Bapak-bapaknya buat komunitas juga Mas heheheh

      Delete
  2. Wahhh pengen banget pasang adsense biar berpenghasilan juga :(

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wisata Millenial ke Stonehenge Cangkringan

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia.

Gambar Stonehenge Cangkringan di Yogyakarta belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris.


Saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum pulang saya sempatkan tanya pada petugas karcis, untuk rute yang mudah lewat mana, petugasnya kasih dua alternatif jalan.




Tempat ini bisa dipergunakan jug…

Museum Ullen Sentalu, Museum Kerajaan Mataram

Museum Ullen Sentalu yang didirikan pada tahun 1994 ini, merupakan museum milik swasta yang ada di Yogyakarta. Pemiliknya Keluarga Haryono merupakan salah satu bangsawan di Yogyakarta dan merupakan seorang pembatik. Ullen Sentalu sendiri merupakan singkatan dari Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku yang artinya Lampu Blencong yaitu lampu yang digunakan saat pertunjukkan wayang kulit, yang secara filosofi maksudnya adalah petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.


Didalam museum ini menjelaskan beberapa sejarah tentang empat kerajaan yang berada di Solo dan Yogyakarta, yang terpecah menjadi Kasunanan Surakarta, Kadipaten Pakualaman Kesultanan Yogyakarta, dan Praja Mangkunegaran.

Benda-benda yang terdapat di dalam museum merupakan hibah dari kerajaan Solo dan Yogyakarta, seperti gamelan, kain dengan berbagai corak khas Yogyakarta dan Solo, tulisan-tulisan dari putri kerajaan Solo. Semua benda-benda tersebut merupakan peninggalan budaya dan peninggalan bangsawan Jawa …

Gereja Ayam dan Bukit Rhema, Gereja di Tengah Hutan

Dari Puthuk Setumbu, kami lanjutkan ke Gereja Ayam dan Bukit Rhema yang jaraknya tidak jauh masih dalam kawasan Bukit Menoreh, trekking sekitar 15-20 menit. Kondisi jalan saat itu sedikit basah, sepanjang jalan dikelilingi oleh hutan terbuka. Lokasi tepatnya berada di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Magelang, Jawa Tengah.



Destinasi ini juga menjadi salah satu tempat syuting film AADC, sehingga kemudian menjadi destinasi populer. Gereja Ayam ini terletak di Bukit Rema Borobudur, Gereja ini merupakan sebuah rumah doa, pada tahun 2000 sempat di tutup karena ditolak oleh warga namun ada juga yang bilang kalau biaya pembangunannya terlalu mahal. Namun kemudian pada tahun 2014 dibuka kembali namun beralih fungsi menjadi tempat wisata.

Dengan membayar Rp 10.000 per orang, wisatawan bisa masuk dan berkeliling gereja ini. Gereja Ayam ini sebenarnya bangunan yang diatasnya dibangun dengan desain awalnya adalah seekor merpati namun banyak orang menganggapnya sebagai seekor ayam. Sehingga terke…