September 1, 2017

Menyapa Gunung Api Purba (Nglanggeran Part 1)

Tahukah kamu dimana desa terbaik di Asia Tenggara ?
Betul sekali. Salah satu dari tiga desa terbaik itu terletak di Indonesia namanya Desa Wisata Nglanggeran, tepatnya terletak di Patuk, Gunung Kidul. Nama itu sudah tidak asing lagi bagi sebagian banyak orang yang hobby-nya travelling. Dimana embung menjadi salah satu icon-nya. Dapat ditempuh sekitar 1-1,5 jam perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat dari pusat kota Yogyakarta. Jalan menuju kesana sudah beraspal dan bagus.

Awal tahun 2017 tempat wisata ini dinobatkan sebagai Desa Wisata Terbaik se-Asia Tenggara 2016, menyusul Desa Wisata Dieng Kulon di Banjarnegara dan Desa Wisata Panglipuran di Bali. Ketiga desa ini terpilih oleh Kementrian Pariwisata yang akan dikirim ke Singapore untuk menerima penghargaan Asean CBT Awards. Karena ketiga desa ini telah menerapkan prinsip-prinsip pengelolaannya yang berbasis masyarakat atu dikenal dengan istilah Community Based Tourism (CBT).

Saya berangkat dari jalan Kaliurang sekitar pukul 7.00, sampai di pintu utama kawasan ekowisata Nglanggeran sekitar pukul 08.30. Kami sempat bertemu dengan Pak Sugeng beliau adalah Pengelola Desa Wisata Nglanggeran, beliau menjelaskan beberapa tempat yang dapat dikunjungi. Ada atraksi budaya juga atraksi alam seperti melihat tanaman atau pohon Termas, Kampung Pitu yang terletak di puncak Gunung Api Purba, Sumber Mata Air Comberan, Arca tanpa Kepala, Embung Kebun Buah Nglanggeran, dan Air Terjun Njurug Talang Purba dan Kedung Kandang. Bagi teman-teman yang hobby climbing, rafling, trekking atau camping bahkan live in dengan warga desa, Nglanggeran menyediakan fasilitas-fasilitas tersebut. Karena saya hanya punya satu hari, jadi saya tidak sempat mencicipi semua atraksi tersebut.

Gunung Api Purba

Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Gunung Api Purba. Tempat ini menjadi alternatif bagi yang hobby-nya trekking. Gunung Api Purba ini mempunyai beberapa puncak gunung dan dapat dikunjungi dari beberapa jalur. Waktu itu saya masuk dari jalur Kampung Pitu. Jalan menuju tempat ini sedikit menanjak, sebagian bebatuan dan sebagian lagi bersemen namun cukup lebar. 

Pintu masuk utama menuju Gunung Api Purba

pemandangan dari salah satu puncak Gunung Api Purba
photo taken by Chris

beberapa puncak di Gunung Api Purba ini


Kampung Pitu dari atas Gunung Api Purba

salah satu pemandangan di puncak dan rute trekking dari satu puncak ke puncak lainnya

Dengan biaya masuk sebesar Rp. 15.000,- dari loket masuk kamu dapat berjalan kaki hanya berjarak kurang lebih 5-10 menit, kamu sudah berada di salah satu puncak gunung ini. Atau bisa juga membawa kendaraan roda dua kamu sampai di bawah salah satu puncak gunung ini. Informasinya, tempat ini menjadi salah satu tempat favorit wisatawan untuk berkemah dan memang suasananya sangat nyaman untuk mendirikan tenda. Dari tempat ini juga kita bisa menyaksikan sunrise dan sunset yang menawan.

jalan menuju ke Puncak Gunung Api Purba
photo taken by Chris

jalanan menuju salah satu puncak Gunung Api Purba
photo taken by Chris

Gunung api purba ini memiliki beberapa puncak. Dari atas puncak ini kamu dapat menikmati pemandangan alam desa Nglanggeran yang hijau dan asri. Berjalan sedikit ke puncak satunya lagi, kamu dapat menikmati embung yang menjadi icon desa wisata ini dan desa Kampung Pitu. Meskipun cuacanya agak sedikit panas, namun udaranya sangat sejuk. Kamu bisa bersantai di atas rerumputan pinggir gunung ini tapi hati-hati ya karena bentuknya miring, kamu bisa terjatuh kalau tidak hati-hati.

salah satu pemandangan dari atas puncak Gunung Api Purba

bentuk bebatuan yang ada di Gunung Api Purba

Well, saya tidak bisa berlama-lama disini. Hanya berbekal handphone cekrak-cekrek hanya ambil beberapa photo seadanya, kali ini keindahan alam ini hanya ada di kepala.  Next time I have to well prepare, biar dapat photo-photo kece yang teman-teman ya ⌣⌣⌣

No comments:

Post a Comment