June 1, 2017

Ke Labuan Bajo, Jangan Lupa Ke Pulau Padar


Hari kedua di Kota Labuan Bajo, saya mencoba mencari teman untuk gabung di Live on Board, biasanya satu kapal diisi oleh 7 orang. Sampai malam saya tetap tidak menemukan temen share. Akhirnya saya memutuskan untuk one day sailing trip saja. Saya bertemu teman waktu trip ke Tambora. Karena hanya kami berdua maka harga yang didapat lumayan mahal dibandingkan yang saya baca-baca di trip orang.

Thank to my God, tiba-tiba tengah malam dikabarin sama pemilik kapal, ada dua orang turis Canada dan Belanda yang ingin bergabung dengan kapal kami. Jadi kami mendapat harga sedikit lebih murah. Sebagai informasi penyewaan kapal di Labuan Bajo menghitung per kapal, semakin banyak orang maka semakin murah.
Pukul 04.45 kami sudah dijemput oleh pemilik kapal namanya Om Back untuk menuju dermaga dengan berjalan kaki, dermaganya tidak jauh dari penginapan kami, sekitar 10 menit, karena rencananya pukul 05.00 kami akan sudah berangkat. Pukul 06.00 kami baru siap-siap berangkat karena menunggu 2 orang turis asing itu. Mematahkan cara pandang saya bahwa ternyata tidak semua orang asing itu bisa on time ya guys dan tidak semua orang Indonesia itu selalu ngaret hehehehe. Singkat cerita akhirnya pukul 06.15 kami berangkat berempat ditambah 1 orang pemilik kapal dan asistennya.

pemandangan menuju Pulau Padar

bentuk kapal yang kami sewa
Tujuan pertama kami adalah Pulau Padar. Pulau yang selama ini menjadi impian banyak traveller domestik maupun mancanegara. Pulau ini terkenal dengan keindahan pemandangannya yang dapat dilihat dari atas bukit pulau tersebut dan selalu saya lihat bentuk photonya gabungan 3 pinggir pantai.

Keindahan pulau ini juga menjadikannya satu-satunya dari 10 destinasi prioritas pemerintah Indonesia yang ada di Nusa tenggara Timur untuk dikembangkan. Selama perjalanan saya melihat banyak pulau-pulau yang dilewati, pemilik kapal menjelaskan satu persatu pulau-pulau tersebut. Saya juga melihat sebuah pulau yang berbentuk mirip komodo.

beautiful view at Pulau Padar
picture taken by Rendra

Tidak banyak yang bisa diungkapkan oleh kata-kata, sepanjang perjalanan saya melihat keelokan negeriku yang begitu kuat tersimpan dimemori sampai hari ini. perjalanannya lumayan jauh dari dermaga Labuan Bajo, setelah kurang lebih 2 jam perjalanan akhirnya kami tiba di dermaga.

dermaga sandaran kapal sebelum trekking ke Pulau Padar

Sampai di dermaga, kami harus melanjutkan trekking kurang lebih setengah jam untuk dapat melihat pemandangan indah Pulau Padar secara keseluruhan. Beberapa meter dari dermaga dibangun rangkaian tangga untuk memudahkan trekking dan bentuknya instagramable.

jalur trekking yang harus dilewati untuk menuju Pulau Padar
warnanya rumputnya coklat karena musim panas, pohonnya cuman satu, jadi ga bisa berteduh

Cuaca sangat panas karena pas saya kesana sedang musim panas, jadi rerumputan semuanya berwarna coklat, and I so enjoyed that beautiful view. Saya melihat juga rombongan salah satu provider seluler yang lagi trial and error produk mereka.

So buat teman-teman yang hobby-nya update di social media jangan kawatir, sinyal internet di tempat ini 24 jam, fuuuuoooooooolllllll.

my travel mate and guide

one of view from the rooftop


jalur trekking saat turun
picture taken by Rendra
Setelah kurang lebih 1 jam menikmati pulau cantik ini, kami kembali ke kapal dan next destination is Komodo Island.

Happy hunting.


14 comments:

  1. Keren bingit... Travel blogger yg 1 ini memang idolak.... Ditunggu trip berikutnya ya mbak 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. siappp mba, sudah banyak draft tulisan tapi malasnya buat edit-edit sangat luar biasa hehehehe

      Delete
  2. Beberapa tahun yang lalu kami punya proyek di Labuan Bajo. Temen-temen saya stay disana cukup lama. Lah saya cuma kebagian ngurus transportasi dan akomodasi mereka. Hiksss.. Cuma bisa ngiri kalo temen-temen kirim foto-foto jalan-jalan mereka disana. Meski cuma lihat di foto, saya akui Labuan Bajo memang mempesona!

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe one day Mba Wiwin bakal ke sana, aamiin.
      asal tahan panasnya aja kalau tinggal di sana Mba hehehehe

      Delete
  3. Ternyata orang asing nggak selalu on time ya, he, he.

    Wah ditunggu cerita selanjutnya yang ke Pulau Komodo nih :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya tidak semua Mba, aku kalau keliling keluar banyak ko yang suka ngaret2 hehehehee.
      siappp nanti di BW berikutnya ya heheheh

      Delete
  4. Setiap membaca blognya mbak Mei selalu terpesona dengan pengalaman dan ceritanya...sungguh luar biasa...keren bangett...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih belajar Mba, makasih Mba, punya Mba Sapti juga keren2 ceritanya, aku ga pandai merangkai kata sebenarnya hehehe

      Delete
  5. Wow, pemandangannya indah-indah banget. Pengin bisa kesana suatu hari nanti.Amazing.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya Mba pemandangannya keren2 sepanjang jalannya.
      pasti Mba suatu hari ke sana :)

      Delete
  6. Aaa impian banget jalan2 sampe ke sini! Suatu saat pasti bisa ke sini! Pulau Padar ini kayaknya masih tersembunyi banget, tapi kereeennn banget pemandangannya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekarang sudah ga tersembunyi Nis, udah masuk 10 Balinya Indonesia, udah dipromoin kemana mana
      pasti bisa ke sana one day, aamiin allahuma aamiin :)

      Delete
  7. Jalan2nya ketje banget ya Mei ini. Rahasia cantiknya terpapar matahari apa Mei? ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. rahasia cantiknya adalah happy and be yourself, ga usah takut hitam heheheh
      karena cantik itu tidak diwakili dengan warna kulit :)

      Delete