May 10, 2017

Air Tejun Cunca Wulang: Pesona Air Terjun di Kota Flores


Hari kedua di Labuan Bajo, sempat bingung mau kemana, seperti biasa perjalanan saya unplaned lagi, jangan diikutin ya hehehheh,,,, Hasil ngobrol sama mbah google dan tanya-tanya sama pemilik penginapan, akhirnya bersama teman yang baru saya kenal waktu ke Tambora namanya Rendra dan 2 orang teman yang saya kenal di homestay, kami memutuskan untuk keliling Kota Labuan Bajo. Kami menyewa sepeda motor dengan harga Rp 75.000 untuk seharian, biaya bensin Rp 20.000 untuk seharian. Kemana saja yuk kita disimak.

Air Terjun Cunca Wulang
Tujuan pertama kami adalah ke Air Tejun Cunca Wulang. Air terjunnya berada di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeilling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, karena letaknya berada di Desa Cunca Wulang maka diberi nama Air Terjun Cunca Wulang. Jaraknya sekitar 30 km dari pusat Kota Labuan Bajo. Menuju tempat ini teman-teman akan disuguhi pemandangan yang indah. 

Jalan menuju Air Terjun Cunca Wulang

Pukul 09.00 pagi kami berangkat, 30 menit pertama jalan yang kami lewati bagus dan mulus, kemudian melewati perkampungan dimana jalannya mulai berbentuk bebatuan bahkan tanah. Hampir 1 jam perjalanan dan akhirnya sampai juga di pos pintu masuk sekalian untuk membeli tiket. Harga tiket per orang adalah Rp 50.000 sudah termasuk guide. Bisa juga menyewa pelampung dengan harga Rp 10.000.

Selamat Datang di Air Terjun Cunca Wulang

Peta Air Terjun Cunca Wulang
Kami lanjutkan perjalanan menuju air terjun dengan menggunakan motor, tujuannya untuk menghemat waktu, namun jalannya berbentuk bebatuan besar sehingga kami agak kesulitan dan saya sempat turun dari boncengan. Tiba di pintu masuk, kami mulai melakukan trekking, jalannya licin dan hanya setapak, kami lihat bekas kaki masih cukup jelas, artinya ada orang di depan kami. Ternyata semakin lama jalannya juga turun naik dan miring, sehingga kami harus pelan-pelan dan hati-hati. Setelah 20 menit perjalanan kami mulai mendengar suara air mengalir dan perlahan semakin bergemuruh.

jalur motor sebelum memasuki hutan untuk trekking
jalur trekking di dalam hutan
picture taken by Rendra
jalannya miring-miring
picture taken by Rendra

Akhirnya saya melihat aliran sungai yang cukup luas dan akhirnya air terjunnya mulai terlihat. Bebatuannya besar-besar dan licin sehingga harus hati-hati agar tidak terpleset. Karena baru selesai hujan, jadi air terjunnya sudah tidak bening lagi, keruh.

sungai sebelum menuju ke air terjun
picture taken by Rendra
Setelah sempat berphoto-photo, Rendra dan 2 teman saya lainnya selesai mandi juga, kami memutuskan untuk segera pulang karena cuaca terlihat mendung. 
Rendra dengan gaya khasnya :)
 
pemandangan air terjun dengan ketinggian 20 meter
picture taken by Rendra

airnya keruh
picture taken by Rendra

Ternyata semakin siang semakin banyak orang yang datang ke tempat ini.
semakin siang semakin banyak yang datang
Menuju arah pulang sudah sempat gerimis dan motor kami agak sulit naik, perjuangan yang lumayan sulit saat arah pulang bahkan rantai motor guide kami putus, akhirnya saya harus jalan kaki karena motor ketiga teman sayapun tidak bisa digunakan untuk boncengan. Sampai di pos pintu masuk, hujan semakin deras, untuk pulang kami harus menunggu hujan reda dahulu.

Perjalanan yang menyenangkan, thanks Air Terjun Cunca Wulang :)

No comments:

Post a Comment