Skip to main content

Menikmati Senja Di Uluwatu, Pesona Kecak di Atas Tebing

Bali selalu mempunyai pesona untuk menarik para wisatawan berkunjung. Salah satunya adalah Pura Uluwatu atau disebut juga Pulau Luwur yang menjadi salah satu destinasi wisata kayak akan budaya yang banyak diburu oleh wisatawan domestik dan juga mancanegara. Pura ini menjadi satu dari enam pura yang disucikan karena merupakan Pura Kahiyangan sebagai pilar spiritual bagi masyarakat pulau Bali.


Suasana pembukaan Tari Kecak 

Harga tiket dewasa per orang untuk wisnus


Selain tiket masuk, pengunjung juga mendapat selebaran tentang Tari Kecak

Pura Uluwatu yang keberadaannya di atas tebing dan berada di ujung Barat Daya pulau Bali dan berada 30 km dari kota Denpasar, menjadikannya destinasi wisata yang banyak dipilih untuk menikmati sunset sembari menikmati Tari Kecak dari atas tebing dengan pemandangan langsung ke laut.



Salah satu view dari atas tebing Pura Uluwatu
Pict taken by Tami

 Panggung terbuka tempat pementasan Tari Kecak

Pura yang sempat terbakar karena petir tahun 1999 ini, mengadakan tarian Kecak secara rutin yang sangat dinanti-nanti oleh wisatawan. Tarian ini sudah dilakukan beberapa modifikasi, karena aslinya merupakan tarian sakral yang hanya boleh dilakukan pada saat upacara tertentu.

Salah satu view yang dapat dinikmati di Pura Uluwatu

Berpakaianlah yang sopan saat masuk ke dalam destinasi wisata ini, karena tempat ini merupakan salah satu tempat ibadah bagi warga Bali dan datanglah lebih awal sebelum jam tiket buka agar tidak mengantri atau bisa juga membelinyai melalui online.

Pengunjungnya hampir wisatawan mancanegara semua


Selain menyaksikan Tari Kecak dengan panggung terbuka, wisatawan juga dapat mengelilingi dan mengambil beberapa photo di kawasan pura ini dengan pemandangan laut lepas yang indah dan juga beberapa bangunan khas bali.


Sunsetnya masih malu-malu :)

Happy hunting.


Alamat
Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, kabupaten Badung

Harga Tiket Masuk (HTM)
Domestik Dewasa Rp. 30.000,00
Domestik Anak-anak Rp. 20.000,00

Mancanegara Dewasa Rp. 50.000,00
Mancanegara Anak-anak Rp. 30.000,00

Biaya Parkir
Mobil  Rp. 5.000-,

Tiket Tari Kecak Rp. 90.000 (saya membeli secara online)
Tiket Tari Kecak Rp. 100.000 (jika membeli secara langsung)
Konser dimulai pada pukul 18.15 WIT – 19.00 WIT

Jam Buka Tutup
Buka pukul 07.00 WITA
Tutup pukul 19.00 WITA

Waktu tempuh perjalanan
Kurang lebih 1 jam dari Kota Bali

Waktu yang tepat untuk berkunjung
Berkunjunglah pada sore hari agar tidak terlalu panas menyengat.
Untuk acara Tari Kecak diadakan pada sore hari.

Fasilitas
Area parkir
Tempat makan
Toilet dan tempat mandi
Pintu karcis masuk
Tourist information

Rute
Jaraknya sekitar 20 km atau sekitar 30 menit - 1 jam dari Bandara Ngurah Rai Bali dalam kondisi normal.
Pantai ini juga dapat ditempuh dengan memilih rute melewati GWK, Tol Bali Mandara, atau melewati Kampus UNUD.

Apa saja yang bisa dinikmatin di pantai ini?
Menikmati sunset dari atas tebing pura
Menikmati view laut dari ketinggian
Menyaksikan Tari Kecak
Berfoto di pura

Comments

  1. wow banyak sekali ya yang mau lihat tari kecak secara langsung, walaupun harga tiketnya lumayan tapi antusiasme wisatawan tetap besar ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak yang pengen lihat mba tapi kebanyaka wisatawan mancanegara mba

      Delete
  2. Ternyata ada peraturannya juga ya kalo mau nonton seperti ini, pakai baju yang sopan. Kirain yang penting nyaman.
    Dan lumayan mahal juga ya tiketnya. Banyak juga ya penontonnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya lumayan mba beli online lebih murah sih

      Delete
  3. Tari tradisional khas Bali emang salah satu budaya yang harus dilestarikan ya mbak. Biar tetap jadi bagian dari identitas bangsa. :)
    Btw, view-nya cakep banget. Jadi kepengen bisa ke Badung juga deh mbak. Need holiday~

    ReplyDelete
  4. Viewnya gilak sih bagus banget. Jadi selain melihat tari kecak kita bisa menikmati keindahan alamnya ya.

    ReplyDelete
  5. Seruuuuu. Aku belum pernah ke Ukuwatu dan liat tari kecak begini. Mau ah sesekali mba. Soalnya menarik skali dan bisa tahu adat yang lain ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mba seru banget aku juga jadi suka sejak lihat ini sama tari-tarian

      Delete
  6. pertunjukan ini kunikmati waktu honeymoon 6 tahun lalu, selebarannya masih sama ternyata :)
    Dan benar-benar terkesima dengan tarian kecak yang membuat penonton terhipnotis sejenak. Sampai kadang momen sunsetnya terlewat haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya saking asik menikmati kelucuan tariannya karena sudah dimodifikasi jadi ada lucu-lucunya, akupun ga sempat photo banyak sunsetnya

      Delete
  7. Udah 3x ke Bali tapi belom sempet liat tari kecak secara live 🤣 padahal bagus ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya bagus mba seru di atas tebing dan pemandangan bawahnya pantai dan menikmati sunset

      Delete
  8. Dulu pas ke Uluwatu sini pas enggak ada pementasan Tari Kecak. Ada jadwal tertentu kayaknya ya, enggak setiap jam. Semoga suatu saat bisa menyaksikan langsung nih Tari Kecak kalau pas ke sana lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada tiap hari tapi hanya sore hari mba jam 6 sampai jam 7

      Delete
    2. Ooo tiap hari hari ternyata ya. Iya waktu itu aku ke sananya siang sih.
      Berarti next time ambil jam sore kalau mau ke sana ya.

      Delete
  9. Bener banget, sampai sekarang pengen ke Bali aja buat ngajak keluarga liburan nih dan Uluwatu memang tempat yang indah banget buat dikunjungi

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya seru mba apalagi bersama keluuarga lebih seru lagi

      Delete
  10. Waah rame dan banyak banget yang mau nonton tari kecaknya yaa, Uluwatu salah satu yang ada di wishlist aku tahun ini nih hehe

    ReplyDelete
  11. Jadi kangen nonton tari kecak di uluwatu sampai sunset kayak gini. Dulu semuanya disiapin travel nanti mau coba ah ke sini bareng keluarga.

    ReplyDelete
  12. Sepertinya kalau main ke Bali, banyak banget ya spot wisata yang harus dieksplor

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak banget mba, ga cukup semingguan heheheh

      Delete
  13. Wah sayang banget aku dulu pas ke Uluwatu gak liat tri kecak. Semoga besok2 kalo ke Bali lagi bisa lihat tari kecaknya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagus mba seru bisa lihat sunset sekaligus pas lihat tari kecak

      Delete
  14. The traveling around such scenic spots can be truly exciting. This allows us to enjoy the wide expanses of plains and elevations. The overall picture looks picturesque

    ReplyDelete
  15. The information about such traditional events should be spread to increase the interest in tradition among young people.

    ReplyDelete
  16. link alternatif terlengkap sbobet terlengkap dan terupdate....

    Ayo Segera Daftar Akun Bermain Anda..Gratiss..

    Klik >>>>>>> Daftar Game SBO

    Hubungi Segera:
    WA: 087785425244
    Cs 24 Jam Online

    ReplyDelete
  17. Aku belum pernah ke Bali nih, kalau di tv, internet selalu pengen juga menikmati wisata budaya di pulau dewata

    ReplyDelete
  18. Mau ke sini Februari lalu belum punya waktu, mudik cuma seminggu doang kemarin Kak
    aduh semoga mudik tahun depan bisa mampir deh ke mari.

    ReplyDelete
  19. aku belum pernah ke Bali dan kepingin banget bisa kesana suatu hari nanti. semoga pandemi covid segera berlalu dan kita bisa jalan-jalan lagi

    ReplyDelete
  20. Aahh rindu banget sama Bali dan pengen kesini lagi ajak anak² dan Pak Suami.. Suasananya memang beda..eksotik, Indah dan bikin rindu

    ReplyDelete
  21. Setelah pademi ini berakhir akupun ingin liburan ke bali! Huhuhu makasih udh sharing salah satu destinasinya!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wisata Millenial ke Stonehenge Cangkringan

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia.

Gambar Stonehenge Cangkringan di Yogyakarta belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris.


Saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum pulang saya sempatkan tanya pada petugas karcis, untuk rute yang mudah lewat mana, petugasnya kasih dua alternatif jalan.




Tempat ini bisa dipergunakan jug…

Mau Mandi Parfum Setiap Hari, Pakai Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

Melakukan olahraga yang membutuhkan ketangkasan fisik seperti trekking, wall climbing, latihan menembak, jogging, bersepeda, dan berkuda adalah aktivitas yang rutin aku lakukan dan tentunya memicu keringat yang berlebih. Nah sebagai perempuan yang aktif dalam kegiatan di luar ruangan dan berkaitan dengan alam bebas, pastinya butuh nutrisi yang lebih buat kulitnya, sering juga khawatir soal bau badan kulitnya jadi kering. Tapi itu dulu... Sekarang kawatir itu sudah hilang setelah bertemu sahabat baru yang selalu nenangin kalau habis berkeringat, yapppp Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash. Sabun ini membuat aku merasa mandi parfum setiap hari.



By the way, sejak pertengahan tahun 2019, Vitalis mulai melakukan penetrasi produk parfumnya ke body wash yang punya high quality moisturizer. Nah penasaran kan varian body wash-nya seperti apa? Ternyata Vitalis Perfumed Moisturizing Body Washmembuat 3 pilihan varian yang punya manfaat masing-masing yang dibutuhkan kulit, tentunya dengan vitali…

Gunung Kerinci, Pesona Alam Penuh Misteri Di Atap Sumatera

Siapa yang tak mengenal Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kurinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia.

Gunung yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe stratovulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Hari ke-1 Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha, Jambi. Kami masih harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 10 jam lagi untuk menuju desa terakhir sebelum pendakian yaitu Desa Kersik Tuo. Kami menye…