Skip to main content

Gunung Semeru: Puncaknya Para Dewa, Surganya Para Pendaki

Gunung Mahameru atau dikenal dengan nama Semeru atau Meru, merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa yang mempunyai ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada di Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini menjadi impian banyak pendaki karena keindahan alamnya. Selain puncaknya yang indah, Ranu Kumbolo dan Oro-oro Ombo menjadi salah satu daya tarik yang membuat wisatawan ingin berkunjung ke tempat ini. Selain itu, gunung ini juga mempunyai beberapa danau cantik yang dapat memanjakan mata wisatawan saat berkunjung ke gunung ini seperti Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Darungan atau Ligo Lekisi, Ranu Kuning dan Ranu Kumbolo yang menjadi ikon gunung ini.

welcome to Mahameru 3676 mdpl
pict taken by anonymous

Waktu itu saya memilih jalur Ranu Pani Tumpang sebagai titik awal keberangkatan, dari Jakarta saya menggunakan pesawat ke Surabaya dan titik point bertemu dengan teman-teman di Pasar Tumpang menuju Ranu Pani dengan menggunakan jeep. Dari Ranu Pani kami melanjutkan perjalanan menuju Pos 1 , disini tempat terakhir pemeriksaan dan pengurusan izin masuk.
Saat ini pendakian menuju Gunung Semeru sudah dapat dilakukan secara online, waktu saya pertama ke sana tahun 2012 masih on the spot untuk pendaftarannya.

Untuk menuju puncak, perjalanannya lumayan menantang, kita akan melewati beberapa pos namun memiliki pemandangan yang sangat indah, sehingga pasti tidak begitu terasa lelahnya. Dari Ranu Pani sampai Ranu Kumbolo, kondisi jalan masih lumayan mudah. Kemudian dari Ranu Kumbolo harus melewati Cemoro Kandang, Jambangan, Kalimati, Kelik, baru akan sampai pada Puncak Mahameru. Kelik merupakan batas vegetasi di gunung ini, yaitu batas tumbuhnya berbagai pepohonan. Dari Kelik menuju puncak buat saya adalah rute terberat, karena harus melewati jalananan yang lumayan menanjak, berpasir, dan berbatu.

salah satu jembatan yang harus dilewati sebelum menuju Ranu Kumbolo

Ranu Kumbolo.
Sebelum menuju puncak, pendaki akan melewati danau yang populer sampai di dunia ini. Pada musim kemarau air danau ini sedikit surut. Warnanya yang biru karena saking dalamnya memberikan pesona tersendiri, dikelilingi pohon dan rerumputan yang hijau menambah keindahan danau ini. Jangan coba-coba membuang sampah di danau ini apalagi merusak ekosistem airnya dengan menggunakan produk kimia, kalau tidak mau kena semprot sama pendaki lain ya hehehe, lebih dari itu adalah demi kelangsungan keindahan danau ini. Saat itu kami menginap 1 malam di danau yang sangat indah ini.

menjelang sunset
pict taken by
Ami








Ranu Kumbolo menjelang sunrise, buka tenda viewnya langsung ini

Tanjakan Cinta
Sekitar Ranu Kumbolo ini, wisatawan juga dapat menikmati berjalan menuju tanjakan cinta yang sangat terkenal dengan mitos cintanya. Mitosnya temen-temen bisa meminta sesuatu saat berjalan di tanjakan ini dan jangan menengok ke belakangan sampai ke puncak punggungan atas.  Bahkan katanya kalau pasangan pergi ke tempat ini akan abadi. Benar atau tidak tergantung kepercayaan masing-masing, tapi permintaan saya di tanjakan ini belum terkabul sampai hari ini heheheheheheeh.


bagus ya diliat dari atas Tanjakan Cinta-nya
pict taken by Ami

ini loh namanya tanjakan cinta, hayo kalian team mana, percaya atau enggak
pict taken by Ami

Oro-oro Ombo
Letaknya berada di belakang tanjakan cinta setelah Ranu Kumbolo. Anda dapat menikmati hamparan luas padang rumput seperti taman tulutubies yang dipenuhi dengan tumbuhan Verbena brasiliensis, warnanya ungu sehingga kebanyakan orang mengiranya adalah tanaman lavender, padahal sangat berbeda, tanaman ini juga dapat mematikan tumbuhan lainnya melalui penyebaran bunganya, maka stop untuk memetiknya.


padang rumput yang kecoklatan dan ungu, terlihat kecil karena masih jauh

kalau seindah ini pemandangannya, masih takut naik gunung?




Di tempat ini anda dapat ber-selfie atau ber-wefie ria, pemandangannya yang sangat instagrambale saat mekar menjadi i spot favorit para pendaki.

Oro-oro Ombo tempat selfie wefie para pendaki
pict taken by Ami

Puncak Semeru
Dari Ranu Kumbolo kami melanjutkan perjalanan menuju Kalimati, dari Kalimati inilah kami mulai menyusuri puncak Semeru pada pukul 11 malam.

view Puncak Semeru dari Kalimati
pict taken by Ami

Pengalaman saya, 1 langkah berjalan mundur lagi 2 sampai 3 langkah karena jalanan berpasir. Saya mencoba berjalan merangkak agar tidak terus-terusan mundur.

dikit lagi puncaknya kata Ami

Trekking pole rasanya sudah tidak berfungsi lagi, mungkin webbing akan sangat bermanfaat saat itu. Selain itu harus berhati-hati karena bebatuan besar mengancam kapan saja, menggelinding dari atas, ya seperti film 5 cm itu.

Cemoro Kandang, salah satu pos buat istirahat dan berphoto
pict taken by Ami

menikmati view sunrise sambil menuju puncak
pict taken by Ami

Dalam kondisi dingin saya berjuang keras untuk tetap melangkah. Satu jam terakhir sampai puncak, saya hampir menyerah, nafas saya rasanya sudah mau habis, kaki sudah kaku kedinginan, namun teman perjalanan saya terus menyemangati.

photo iseng saking happy ada matahari akibat udah  kedinginan
pict taken by anonimous

Finally jam 7 pagi saya sampai ke puncak para dewa ini dengan penuh perjuangan, ya Tuhan ini adalah puncak pertama saya yang masuk dalam seven summit Indonesia, thank to Allah, untuk semua nikmatnya.


terima kasih Tuhan atas kesempatannya



nikmat mana lagi yang kamu dustakan

Betapa indah ciptaan Tuhan, maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan Mei....


Alamat
Ngampo, Pasrujambe, Kabupaten Malang dan Lumajang, Jawa Timur

Harga tiket masuk (update per Juni 2019)

harga tiket masuk menuju Semeru per 1 Juni 2019
sumber: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS).

 Waktu tempuh perjalanan
Pasar Tumpang à Ranu Pani                   ± 2 jam
Ranu Pani à Pos 1                                       ± 1 jam
Pos 1 à Pos 2                                                ±  1 jam
Pos 2 à Pos 3                                                ±  1,5 jam
Pos 4 à Pos 4                                               ±  1 jam
Pos 4 à Ranu Kumbolo                             ±  30 menit
Ranu Kumbolo à Cemoro Kandang      ±  1,5 jam
Cemoro Kandang à Kalimati                   ±  3-4 jam
Kalimati à Puncak Semeru                       ±  6-8 jam

Waktu yang tepat untuk berkunjung
Musim kemarau, pemandangan di sepanjang jalan akan berwarna kuning kecoklatan indah dan langit akan terlihat biru indah.
Musim hujan, anda akan menyaksikan pemandangan hijau serta Ranu Kumbolo yang berkabut indah, dan Oro-oro Ombo yang sedang bermekaran.

Tips and Trik
  1. Siapkan fisik dan mental sebelum pendakian.
  2. Mendakilah dengan body system yang dapat dipercaya demi keselamatan anda.
  3. Bawalah perlengkapan mendaki yang sesuai dengan kebutuhan.
  4. Carilah tiket jauh-jauh hari agar dapat harga spesial, berangkatlah saat low season karena biasanya musim ini tiket murah dan gunungnya juga tidak terlalu ramai.
  5. Mendakilah secara legal. Jangan lupa lakukan pendaftaran, agar nama anda tercatat dan jangan lupa bawa identitas anda untuk keselamatan anda.
  6. Pastikan perlengkapan fotografi anda terbungkus aman dan jangan tertinggal karena pemandangan di sana sangat indah, dan jangan lupa baterai kamera dan memori cadangan.
  7. Charge baterai HP dan kamera karena tidak ada listrik setelah dari Ranu Pani.
  8. Bawalah logistik seperlunya dan sesuai kebutuhan.
  9. Pastikan menyimpan kontak keamanan dan menginformasikan ke keluarga jika kita melakukan pendakian.
  10. Bawa perlengkapan pribadi yang dibutuhkan.
  11. Last but not least and the most important thing adalah patuhi adat dan budaya masyarakat lokal dan traveler sejati akan memegang teguh tiga prinpsi ini ya “jangan ambil apapun kecuali gambar (don’t take anything but pictures), jangan bunuh apapun kecuali waktu (don’t kill anything but times), dan jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki (don’t leave anything but footprints).
See you in my other journey, guys......

Comments

  1. Masya allah indah banget ranu kumbolo jadi ingat film pendaki 5cm kalau tidak salah judulnya.

    Keindahan ini anugrah yang maha kuasa. Suka sekali dengan sikap para pendaki ngomel jika ada yang buang sampah sembarangan. Jaga keindahan jangan di kotori sampah

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya Mba indah banget bikin nagih dan betah trekking ke sini

      Delete
  2. ya ampun indah banget ya pemandangan sekitar gunung tu, waktu SMA pernah pengen mendaki, trus saking excitednya, besoknya sakit perut krn gugup :( batal deh, sedih

    ReplyDelete
  3. Ya Allah, baca postingan ini jadi kangen banget sama Ranu Kumbolo. Dulu tahun 1994 dan 1995 aku ke sana Mei, yang tahun 94 ga sampai puncak karena udah kesiangan. Makanya diulang lagi tahun 95. Luar biasa memang Semeru ini, salah satu gunung yang asyik dijadikan tujuan trip beberapa hari. Ga enak kalau cepet2 di sana. Setiap kali ke sana sampai 2 kali buka tenda, menikmati banget pokoknya. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yaa Allah Mba tahun segitu entah aku masih ngapain ya hehehehe, ayo Mba balik lagi ke sana heheh baguss

      Delete
  4. Akuuu...
    Kemarin ke Bromo.
    ((bangga banget main ke gunung, maklum yaa...aku anaknya penakut))

    Tapi jauh berbeda keadaan Bromo sama Semeru yaa...
    Di Bromo banyak sampah...sampai sedih lihatnya.
    Semoga para wisatawan, traveller atau apapun itu namanya yang berkunjung, bisa saling menjaga dan menghormati alam.

    Next,
    Semeru.

    Goo...gooo~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semeru bersih saat ini kurang paham harusnya ya makin bersih, semangat mba ke sana ayo ayo

      Delete
    2. Eh...eh, jadi Semeru sama Bromo ini satu kawasan...gitu kah?
      Kayanya dingin yaah...brrr~

      Delete
    3. ya masuk dalam kawasan taman nasional bromo tengger semeru (TNBTS) mba

      Delete
  5. Pengen bangett bisa naik gunung, selalu salut sama para pendaki dengan semua cerita perjalanannya. Semoga aku juga bisa aahhh

    ReplyDelete
  6. indah banget ya ampuun.. pengen deh naik gunung lagi.. kayaknya udah 5 tahun lebih dari terakhir naik gunung :")

    ReplyDelete
  7. Sepertinya aku ingin mencanangkan kalau tahun 2020 pengen sesekali ikutan naik gunung deh. Aku belum pernah sama sekali, dan lihat kamu bisa naik gunung gini jadi kepengen banget.

    ReplyDelete
  8. Ingin sekali rasanya naik gunung. Tapi kok ya pas diajakin temen, eh nyiut lagi nyalinya loh ;(

    ReplyDelete
    Replies
    1. heeeh cobain mba, sekali abs itu ketagihan hehehe

      Delete
  9. Bak negeri di atas awan ya mba. Oemandangannya cantik banget dari puncak gunung 😍

    ReplyDelete
  10. suami ke sini cuma sampai ranu kumbolo ajah. wkwwk. ternyata fisiknya belum sekuat mbak. pulang3 malah meriang

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheeh nanti suruh coba lagi Mba pasti bisa

      Delete
  11. Masya Allah tabarakallah aku jadi pengen juga naik gunung Semeru ini ingin melihat langsung semua Jejak Jejak Petualang disana

    ReplyDelete
  12. memang deh gunung semeru itu kalau aku baca dari cerita banyak orang memang memiliki keindahan yang hakiki, love your story mba

    ReplyDelete
  13. Ah kalau liat postingan mbak MEi itu suka takjub dan rasanya ingin ikutan berpetualangn menjelajah gunung. Tapi apadaya saya hanya bisa menikmati cerita dan foto2 indahnya ini. Sehat2 terus yaa mbak MEi biar bisa terus menjelajah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin allahuma aamiin Mba Tian, terima aksih doanya, doa yang sama buat Mba ya

      Delete
  14. Om dan sepupuku tuh beberapa kali naik gunung semeru. Pengen juga aku mba tapi blm tahu apakah bisa ada kesempatan atau ga

    ReplyDelete
  15. kalo dengerin orang ceirta ke semeru tuh kepo banget sama ranu kumbolo, enak banget kayaknya camp di sana huhu

    ReplyDelete
  16. Pokoknya kalau aku BW ke ulasan punya Mba Mei, aku selalu takjub dengan perjalanan yang Mba Mei lakukan. Mendaki ke gunung A,B,C atau traveling ke pulau A,B,C. Sukses selalu mba, semoga aku juga bisa traveling layaknya dirimu ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. siapp Mba terima kasih, aamiin akudoakan semoga Mba bisa travelling ke tempat-tempat impian ya

      Delete
  17. Mbaaak, Ranu Kumbolonya kok indah banget sih? Suka. Akuu jadi pengen nyobain ke sini, hihihi. Tapi mau jajal latihan joging atau hiking aja dulu deh. :)))

    ReplyDelete
  18. gunung yang sangat indah dan juga serasa ingin ke sana mendaki gunung ini...

    ReplyDelete
  19. Keren banget kak pengalamannya, saya jadi terinspirasi untuk kesana!

    ReplyDelete
  20. Waahh indaaah sekali yaa, saya belum pernah mendaki gunung hehe. Tapi setelah baca artikel ini saya jadi tertarik jugaa..

    ReplyDelete
  21. Ini adalah salah satu gunung yang belum sempat kusambangi kak. Padahal kepingin banget ke sini karena pemandangannya yang indah dan banyak sekali hal-hal yang bisa dipelajari (maklum dulu mantan anak Biologi). Kak Mei punya rekomendasi nggak kalau mau naik gunung sama anak2 usia 5-10 tahun enaknya ke mana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ke Andong, Papandayan, Prau aman untuk anak-anak menurut saya, karena jalurnya aman dan ajrak tempuhnya juga ga terlalu lama, cocok buat anak-anak

      Delete
  22. aku penasaran sama permohonan mbak Mei di tanjakan cinta hahahaa bisikin donk apa *kepo
    Verbena ini indah tapi mematikan loh mbak buat tanaman lainnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. doanya belom terkabul mba udah bertahun-tahun, doakan saja ya Mba semoga dikabulkan hehehe aamiin allahuma aamiin

      Delete
  23. ngga bosen baca ceritanya karena aku emang pengen banget dateng ke semeru ini, cuma belom dapet izin buat kesana:')

    ReplyDelete
    Replies
    1. one day you will be there mba Putri, yakin saja

      Delete
  24. Gila viewnya bagus bagus banget ya kak. Dari dulu aku pengen daki gunung tapi belum kesampean.

    ReplyDelete
  25. aku suka pemandangannya. viewnya itu loh bagus banget. kece sist foto2nya

    ReplyDelete
  26. Semeru identik bgt yah mba sm film 5 cm... cita-cita banget bisa kesana, mudah2an ada kesempatan bisa kesana sm suami dan anak2, karena indah banget pemandangan alamnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin mba, one day pasti mba bisa ke sana sama kelaurganya hehe

      Delete
  27. Kalo pemandangannya sekeren itu kyknya ga takut lg deh naik gunung 🤭

    ReplyDelete
  28. ranu kumbolo terbaik sih pemandangannya, aku pengen setidaknya sekali seumur hidup ke sana. nanti deh bareng pasangan aku heheh

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin mba, pasti bisa ke sana, sangat mungkin untuk bisa ke sana ko mba, semangat

      Delete
  29. Wowww seru banget ya kak naik gunung, aku jadi pengen juga, palimg seneng liat langit biru yangbrasanya tuh dekett banget. tapi itu yang di tanjakan cinta dan kawan kawan kok fotonya kuning banget ya kak, kesiangan atau emang sengaja diefek begitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya aslinya begitu mba mau musim kemarau, aku bulan Mei kalau ga salah ke sana, jadi musim peralihan hijau ke kuning, dan itu udah mau mulai coklat-coklat tumbuhannya

      Delete
  30. Aku pngn juga sekali2 memdaki gunung gini, pngn lihat alam ,lihat sunrise juga. Semoga suatu saat nanti terwujud hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin mba, you will reach it one day mba

      Delete
  31. DUh Mbak Mei ini, bikin aku berdecak kagum gak henti-henti. Mbak Mei itu goal aku semasa muda dulu. Naik gunung, nyebrang pulau, dan jelajah alam ke sana ke mari. Sehat-sehat selalu ya, Mbak Mei 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih mba blogger panutan aku, aamiin allahuma aamiin Mba, doa yang sama juga buat mba ya

      Delete
  32. strong banget kamu mbaaak! aku mau naik gunung tapi kok ya masih mikir-mikir, takut enggak kuat ditengah jalan haha pemandangannya indah banget yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. fisiknya string, hatinya yang rapuh mba heheheheh

      Delete
  33. ternyata gunung semeru indah banget yaa.. jadi pengen juga ah kesana walau cuma nyampe bukitnya XD Harus olahraga dulu nih biar kuat naiknya XD

    ReplyDelete
  34. Hahaha tanjakan cinta ini memang epic banget. Entah benar entah tidak yaa.... Aku dua kali ke Semeru, yang terakhir barengan dengan gebetan yang sekarang jadi suami lho Mei. Tunggu aja hingga doamu terkabulkan. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ka Unik aku belom pernah pergi sama dia sih, tapi aku berdoa sama dia hahahah, mudah-mudahan ya doanya dikabulkan dan dia jadi pasangan hidupku, aamiin allahuma aamiin, serius banget ini aamiinnya hahahah

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Wisata Millenial ke Stonehenge Cangkringan

Pesona wisata Jogja memang tak ada habisnya untuk menciptakan sebuah destinasi wisata yang dapat menarik wisatawan dari berbagai belahan bumi Indonesia.

Gambar Stonehenge Cangkringan di Yogyakarta belakangan ini mulai ramai menghiasi sosial media. Daya tarik wisata ini mulai dibuka pada awal tahun 2017. The power of social media membuat destinasi wisata ini langsung hits di kalangan milenial sampai usia sepuh. Daya tarik wisata buatan hampir mirip dengan Stonehenge yang ada di Inggris.


Saya bertiga dengan teman-teman sekitar pukul 04.00 sore menggunakan kendaraan roda empat, cuacanya kurang bersahabat alias mendung pas kami tiba, jadi Gunung Merapinya tidak terlihat dengan jelas. Dengan modal menggunakan google map, malah kami kesasar ke hutan-hutan dan hanya jalan setapak untungnya masih muat untuk mobil meski bebatuan :).
Sebelum pulang saya sempatkan tanya pada petugas karcis, untuk rute yang mudah lewat mana, petugasnya kasih dua alternatif jalan.




Tempat ini bisa dipergunakan jug…

Gunung Kerinci, Pesona Alam Penuh Misteri Di Atap Sumatera

Siapa yang tak mengenal Kerinci, gunung tertinggi yang pertama kali didaki oleh Von Hasselt bersama Veth pada tahun 1877 ini berada di daerah perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi, merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan menjadi salah satu bucket list para penikmat ketinggian dari berbagai belahan Indonesia bahkan dunia. Gunung dengan nama lain Korinci, Gunung Gadang, Berapi Kurinci dan Puncak Indrapura ini juga menjadi rangkaian seven summit Indonesia.

Gunung yang mendapat julukan atap Sumatera ini masih tergolong aktif dan terakhir meletus pada tahun 2009 dan mempunyai ketinggian 3.805 mdpl (meter di atas permukaan laut) serta berjenis gunung berapi bertipe stratovulcano. Lokasi gunung ini berada di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Hari ke-1 Saya bersama teman-teman lainnya mendarat di bandara Sultan Thaha, Jambi. Kami masih harus menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 10 jam lagi untuk menuju desa terakhir sebelum pendakian yaitu Desa Kersik Tuo. Kami menye…

Museum Ullen Sentalu, Museum Kerajaan Mataram

Museum Ullen Sentalu yang didirikan pada tahun 1994 ini, merupakan museum milik swasta yang ada di Yogyakarta. Pemiliknya Keluarga Haryono merupakan salah satu bangsawan di Yogyakarta dan merupakan seorang pembatik. Ullen Sentalu sendiri merupakan singkatan dari Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku yang artinya Lampu Blencong yaitu lampu yang digunakan saat pertunjukkan wayang kulit, yang secara filosofi maksudnya adalah petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.


Didalam museum ini menjelaskan beberapa sejarah tentang empat kerajaan yang berada di Solo dan Yogyakarta, yang terpecah menjadi Kasunanan Surakarta, Kadipaten Pakualaman Kesultanan Yogyakarta, dan Praja Mangkunegaran.

Benda-benda yang terdapat di dalam museum merupakan hibah dari kerajaan Solo dan Yogyakarta, seperti gamelan, kain dengan berbagai corak khas Yogyakarta dan Solo, tulisan-tulisan dari putri kerajaan Solo. Semua benda-benda tersebut merupakan peninggalan budaya dan peninggalan bangsawan Jawa …